• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI SUMBERDAYA LAHAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EVALUASI SUMBERDAYA LAHAN."

Copied!
126
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Ir. Siswanto, MT.
  • Sekolah: Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Mata Pelajaran: Ilmu Tanah
  • Topik: Evaluasi Sumberdaya Lahan
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2006
  • Kota: Surabaya

I. SUMBERDAYA LAHAN

Bagian ini memperkenalkan konsep sumberdaya lahan sebagai elemen penting dalam keberlangsungan hidup manusia dan pertumbuhan ekonomi. Buku ini menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya lahan yang bijaksana dan berkelanjutan, mengingat tekanan pertambahan penduduk dan peningkatan konsumsi. Konsep ekosistem lahan dijelaskan, menonjolkan interaksi dinamis antara organisme dan lingkungannya. Kegagalan dalam pengelolaan yang berkelanjutan akan berdampak pada berkurangnya lahan berkualitas tinggi dan peningkatan ketergantungan pada lahan marginal, yang berujung pada ancaman terhadap ketahanan pangan dan kerusakan lingkungan. Pembahasan ini memberikan dasar penting bagi mahasiswa untuk memahami kompleksitas isu pengelolaan lahan.

1.1. Penggunaan Lahan

Sub-bab ini mendefinisikan penggunaan lahan sebagai intervensi manusia terhadap lahan untuk memenuhi kebutuhan. Penggunaan lahan dikategorikan menjadi pertanian dan non-pertanian, dengan penekanan pada faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan penggunaan, termasuk kemampuan lahan, lokasi, dan faktor fisik-biologis, ekonomi, dan kelembagaan. Pembahasan ini mengajarkan mahasiswa untuk menganalisis faktor-faktor penentu penggunaan lahan dan implikasinya terhadap pengelolaan sumber daya. Dengan memahami interaksi faktor-faktor ini, mahasiswa dapat mengkaji berbagai strategi pemanfaatan lahan yang optimal dan berkelanjutan.

1.2. Perubahan Penggunaan Lahan

Sub-bab ini membahas perubahan penggunaan lahan sebagai konsekuensi dari kebutuhan dan keinginan manusia yang meningkat. Faktor-faktor pendorong perubahan, seperti politik, ekonomi, demografi, dan budaya, diuraikan secara detail. Dampak perubahan penggunaan lahan terhadap lingkungan dan sosial ekonomi dijelaskan, disertai contoh-contoh penelitian yang relevan. Bagian ini memberikan pemahaman komprehensif tentang dinamika perubahan penggunaan lahan dan dampaknya, yang penting untuk perencanaan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan sosial. Mahasiswa diajak untuk menganalisis tren perubahan dan implikasinya bagi pembangunan berkelanjutan.

II. INVENTARISIR SUMBERDAYA LAHAN

Bagian ini membahas metodologi inventarisasi sumber daya lahan (ISDL) yang menekankan pentingnya pengumpulan data yang terintegrasi dan analisis yang mendalam, bukan sekadar pengumpulan data mentah. ISDL melibatkan identifikasi dan penilaian parameter fisik lahan yang permanen dan dinamis melalui berbagai sumber, termasuk peta, penelitian terdahulu, dan survei lapangan yang didukung penafsiran foto udara dan citra satelit. Proses ini membantu mahasiswa untuk memahami metode pengumpulan dan analisis data spasial untuk pengelolaan lahan yang efektif.

2.1. Bahan dan Alat yang Dibutuhkan

Sub-bab ini menjabarkan bahan dan alat yang dibutuhkan dalam ISDL, meliputi peta, foto udara, perangkat penafsiran foto udara, dan perangkat pengelola data (perangkat keras dan lunak). Daftar ini memberikan panduan praktis bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian lapangan dan analisis data. Mahasiswa diajarkan pentingnya pemilihan alat dan bahan yang tepat untuk memastikan keandalan dan akurasi data yang dikumpulkan. Ketersediaan teknologi informasi juga dibahas sebagai pendukung analisis data.

2.2. Batasan Unit Lahan

Sub-bab ini menjelaskan bagaimana membatasi unit lahan melalui penafsiran citra (foto dan satelit), dengan fokus pada satuan bentuk lahan (landform) sebagai dasar pembagian. Proses ini merupakan langkah awal yang krusial dalam ISDL, memastikan keseragaman karakteristik fisik pada setiap unit yang dianalisis. Mahasiswa memahami pentingnya klasifikasi spasial dan bagaimana menghubungkannya dengan karakteristik fisik lahan. Pemahaman ini penting untuk analisis spasial dan interpretasi data yang lebih akurat.

2.3. Survei Inventarisasi Sumber Daya Lahan

Sub-bab ini memaparkan tahapan survei lapangan untuk mengidentifikasi dan menilai parameter fisik lahan. Integrasi penafsiran foto udara dan survei lapangan dijelaskan sebagai pendekatan yang efisien. Tabel 2.1 menunjukkan hubungan antara skala survei dan jumlah titik sampel, memberikan panduan praktis bagi mahasiswa dalam merencanakan kegiatan lapangan. Mahasiswa diajarkan pentingnya perencanaan yang matang, pemilihan metode yang tepat dan pemahaman tentang skala dan ketelitian data yang akan dikumpulkan. Mereka juga memahami pentingnya peran penafsiran foto udara sebagai alat bantu yang efisien untuk survei.

2.4. Penafsiran Parameter

Sub-bab ini menjelaskan parameter fisik yang dikumpulkan dalam ISDL, meliputi aspek lahan (bentuk lahan, kemiringan, drainase, permukaan), aspek tanah (jenis, batuan, kedalaman, sifat fisik dan kimia), kondisi erosi, aspek tanaman, dan aspek iklim (curah hujan). Penjelasan detail tentang setiap parameter, beserta tabel-tabel pendukung, memberikan pemahaman yang komprehensif. Mahasiswa memahami kompleksitas interaksi antar parameter dan pentingnya menganalisis parameter-parameter tersebut secara komprehensif. Mereka juga memahami pentingnya memilih parameter yang relevan dengan tujuan penelitian.

2.4.1. Bentuk Lahan

Sub-sub bab ini menjelaskan pentingnya identifikasi bentuk lahan (landform) dalam analisis penggunaan lahan. Tabel 2.2 memberikan klasifikasi bentuk lahan yang dapat digunakan, berdasarkan Katalog Bentuk Lahan (Desaunettes, 1977) dan Kucera (1988). Mahasiswa diajarkan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bentuk lahan berdasarkan karakteristik fisiknya. Pembahasan ini membantu mahasiswa memahami hubungan antara bentuk lahan dengan karakteristik tanah dan penggunaan lahan lainnya.

2.4.2. Kemiringan dan Arah Lereng

Sub-sub bab ini menjelaskan pentingnya informasi kemiringan dan arah lereng dalam pengelolaan lahan. Tabel 2.3 memberikan klasifikasi kemiringan lereng, panjang lereng dan bentuk lereng. Mahasiswa diajarkan bagaimana keterkaitan kemiringan lereng dengan parameter lain, seperti perkembangan tanah, tekstur tanah, kondisi drainase, jenis tanaman, dan kedalaman tanah. Mereka juga memahami pentingnya memilih klasifikasi kemiringan lereng yang sesuai dengan tujuan penelitian.

2.4.3. Kondisi Drainase

Sub-sub bab ini membahas pentingnya kondisi drainase dalam kaitannya dengan kesesuaian dan kemampuan lahan. Tabel 2.4 menjelaskan kriteria penilaian kondisi drainase berdasarkan deskripsi kondisi tanah. Mahasiswa diajarkan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kondisi drainase berdasarkan ciri-ciri yang terlihat di lapangan, serta memahami keterkaitannya dengan parameter fisik lainnya seperti bentuk lahan dan jenis tanah. Mereka juga memahami pentingnya drainase bagi pertumbuhan tanaman.

2.4.4. Kondisi Permukaan Lahan

Sub-sub bab ini menjelaskan pentingnya informasi kondisi permukaan lahan, khususnya persentase batuan singkapan dan bebatuan di permukaan. Tabel 2.5 memberikan klasifikasi kondisi permukaan lahan. Mahasiswa diajarkan untuk memahami bagaimana kondisi permukaan lahan dapat memengaruhi penggunaan lahan, pengelolaan tanah, dan produktivitas lahan. Mereka juga memahami keterkaitan kondisi permukaan lahan dengan proses erosi.

2.4.5. Tanah

Sub-sub bab ini membahas pentingnya jenis tanah dalam analisis penggunaan lahan. Tabel 2.6 memberikan kode great group tanah menurut US Soil Taxonomy. Mahasiswa diajarkan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tanah berdasarkan karakteristik fisik dan kimianya. Pembahasan ini membantu mahasiswa memahami hubungan antara jenis tanah dengan kemampuan lahan, kesesuaian lahan, dan penggunaan lahan lainnya.

2.4.6. Tipe Batuan dan Kedalaman Regolit

Sub-sub bab ini menjelaskan pentingnya tipe batuan dan kedalaman regolit dalam analisis penggunaan lahan. Tabel 2.7 memberikan klasifikasi tipe batuan dan kedalaman regolit. Mahasiswa diajarkan untuk memahami bagaimana tipe batuan dan kedalaman regolit memengaruhi karakteristik tanah, kemampuan lahan, dan kesesuaian lahan. Mereka juga memahami pentingnya informasi ini dalam perencanaan konservasi tanah dan pertumbuhan tanaman.

2.4.7. Kedalaman Tanah

Sub-sub bab ini menjelaskan pentingnya kedalaman tanah dalam analisis penggunaan lahan. Tabel 2.8 memberikan klasifikasi kedalaman tanah. Mahasiswa diajarkan untuk memahami bagaimana kedalaman tanah memengaruhi pertumbuhan tanaman, kemampuan lahan, dan kesesuaian lahan. Mereka juga memahami keterkaitan kedalaman tanah dengan parameter lain seperti drainase, jenis tanah, dan kemiringan lereng.

2.5. Sifat Fisik Tanah

Sub-bab ini menjelaskan pentingnya sifat fisik tanah, khususnya tekstur dan struktur tanah, dalam analisis penggunaan lahan. Tabel 2.9 memberikan klasifikasi tekstur dan struktur tanah. Mahasiswa diajarkan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tekstur dan struktur tanah berdasarkan ciri-cirinya. Mereka juga memahami keterkaitan sifat fisik tanah dengan parameter lain seperti kemiringan lereng, kondisi drainase, dan tipe batuan.

2.6. Sifat Kimia Tanah

Sub-bab ini menjelaskan pentingnya sifat kimia tanah, khususnya pH tanah, kandungan unsur hara (N, P, K, Ca, Mg), kapasitas tukar kation (KTK), dan bahan organik (BO), dalam analisis penggunaan lahan. Tabel 2.10 memberikan kriteria penilaian sifat-sifat kimia tanah. Mahasiswa diajarkan untuk memahami bagaimana sifat kimia tanah memengaruhi kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Mereka juga memahami pentingnya sifat kimia tanah dalam penentuan kesesuaian lahan, terutama untuk tanaman semusim.

2.7. Kondisi Erosi

Sub-bab ini membahas pentingnya kondisi erosi dalam analisis penggunaan lahan. Tabel 2.11 memberikan klasifikasi jenis dan tingkat erosi. Mahasiswa diajarkan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis dan tingkat erosi berdasarkan ciri-cirinya. Mereka juga memahami keterkaitan kondisi erosi dengan parameter lain seperti kemiringan lereng, jenis tanah, dan tutupan vegetasi.

2.8. Sifat Geomorfologi

Sub-bab ini menjelaskan pentingnya aspek tanaman dan iklim dalam analisis penggunaan lahan. Mahasiswa diajarkan untuk memahami bagaimana kondisi tanaman dan iklim memengaruhi penggunaan lahan dan produktivitas lahan. Mereka juga memahami keterkaitan aspek tanaman dan iklim dengan parameter fisik lainnya.

III. KLASIFIKASI LAHAN

Bagian ini membahas klasifikasi lahan sebagai metode untuk mengelompokkan lahan berdasarkan karakteristiknya, dengan penekanan pada tujuan dan kegunaan klasifikasi. Gambar 3.1 dan 3.2 menunjukkan contoh klasifikasi dan tahapan evaluasi lahan secara tidak langsung. Mahasiswa akan memahami prinsip-prinsip klasifikasi dan aplikasinya dalam perencanaan penggunaan lahan yang terstruktur dan terarah.

IV. KLASIFIKASI KEMAMPUAN LAHAN

Bagian ini menjelaskan klasifikasi kemampuan lahan (KPL) sebagai sistem untuk mengelompokkan lahan berdasarkan kemampuannya untuk mendukung berbagai penggunaan, khususnya pertanian. Struktur KPL, pembatas fisik, kelas dan sub-kelas kemampuan penggunaan lahan dibahas secara detail, dilengkapi dengan ilustrasi dan penjelasan yang mudah dipahami. Mahasiswa diajarkan untuk menerapkan KPL dalam perencanaan penggunaan lahan yang berkelanjutan.

V. KLASIFIKASI KESESUAIAN LAHAN

Bagian ini membahas evaluasi kesesuaian lahan sebagai metode untuk menentukan seberapa cocok suatu lahan untuk suatu jenis penggunaan tertentu. Konsep dan struktur klasifikasi kesesuaian lahan diuraikan, termasuk prosedur evaluasi lahan. Tabel-tabel (5.1-5.10) memberikan contoh sistem pemberian angka untuk kualitas lahan dan matching kualitas lahan vs persyaratan tanaman. Mahasiswa belajar untuk menilai kesesuaian lahan berdasarkan berbagai faktor dan pertimbangan.

VI. KLASIFIKASI KEMAMPUAN KESUBURAN TANAH

Bagian ini menjelaskan penilaian dan klasifikasi kemampuan kesuburan tanah berdasarkan beberapa sifat kimia tanah, menekankan pentingnya memahami tingkat kesuburan untuk menentukan kesesuaian lahan. Tabel 6.1 dan 6.2 menunjukkan contoh klasifikasi kesuburan tanah berdasarkan beberapa sifat kimia. Mahasiswa mempelajari cara menentukan tingkat kesuburan tanah dan aplikasinya dalam pemilihan jenis tanaman yang sesuai.

VII. KLASIFIKASI LAHAN NON PERTANIAN

Bagian ini memperluas cakupan klasifikasi lahan ke area non-pertanian, seperti pariwisata dan teknik sipil. Gambar 7.1 menjelaskan bagan evaluasi lahan untuk non-pertanian. Tabel-tabel (7.1 - 7.5) menyajikan contoh klasifikasi kesesuaian lahan untuk berbagai penggunaan non-pertanian. Mahasiswa diajarkan untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip evaluasi lahan pada konteks yang lebih luas.

VIII. PERSYARATAN PENGGUNAAN LAHAN

Bagian ini membahas persyaratan penggunaan lahan untuk berbagai jenis tanaman, yaitu tanaman pangan, kacang-kacangan, perkebunan, dan hortikultura. Penjelasan rinci untuk setiap jenis tanaman memberikan gambaran tentang kebutuhan spesifik lahan untuk menunjang pertumbuhan tanaman tersebut. Mahasiswa akan memahami keanekaragaman kebutuhan lahan untuk berbagai jenis tanaman.

Referensi Dokumen

  • World Agriculture: towards 2010. An FAO study ( Alexandratos, N. (ed.) )
  • Land resources evaluation with emphasis on the outer island ( Anonymous )
  • Prospek dan Peluang Pengembangan Informasi Spasial Sumber Daya Alam Daerah dalam periode Pasca Proyek LREP II dan MREP di Daerah ( Anonymous )
  • Iklim Sebagai Salah Satu Faktor Penentu Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Tanaman pangan Lahan Kering di Daerah Pantura Jawa Barat Bagian Timur ( Bachri, S. dan D. Djaenudin )
  • The Ecological Economics of Sustainability: Investing in Natural Capital ( Costanza, R. )

Gambar

Gambar 1. Skenario Perubahan Penggunaan Lahan
Tabel 2.1. Hubungan antara skala survei dan jumlah titik sampel pengamatan
Tabel 2.2. Kode dan Klasifikasi Bentuk Lahan.
Tabel 2.3. Klasifikasi Kelas Kelerengan, Panjang Lereng dan Bentuk Lereng
+7

Referensi

Dokumen terkait

Untuk dapat memanfaatkan sumberdaya lahan secara berkelanjutan diperlukan tersedianya data dan informasi yang lengkap mengenai keadaan iklim, tanah dan sifat

( matching ) antara data kualitas / karakteristik lahan dari setiap satuan peta dengan kriteria kelas kesesuaian lahan untuk masing-masing komoditas yang dievaluasi..

Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan mendeskripsikan kondisi yang terjadi dalam aktifitas masyarakat di kawasan hutan dan data deskriptif

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analistis, yaitu penelitian yang memberikan data atau gambaran mengenai obyek dari permasalahan Penelitian yang

Dari hasil pengelolaan data dengan metode analisis deskriptif pada penskalaan 5-3-1 di atas, maka dapat diperoleh suatu kesimpulan akhir mengenai tingkat motivasi

Kelas kesesuaian lahan pada prinsipnya ditetapkan dengan mencocokkan (matching) antara data kualitas / karakteristik lahan dari setiap satuan peta dengan kriteria kelas

Sehingga perlunya dilakukan teknologi yang tepat guna untuk mengoptimalkan penggunaan Sumber Daya Lahan secara terarah dan efesien digunakan data yang lengkap mengenai keadan

Dalam hal ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai obyek penelitian berdasarkan data dari variabel