Semangat Puputan Margarana dan Konteks Kekinian.
Teks penuh
Dokumen terkait
Ternyata kesuksesan tidak ditentukan oleh keberhasilan menempuh jenjang pendidikan dan jabatan yang tinggi atau melimpahnya harta yang dimiliki, namun ada faktor-faktor
Misalnya melalui kaidah “taṣarruf al- imām ‘ala ra’iyyah manūṭun bi al-maṣlaḥah”, bahwa orientasi kebijakan (policy) seorang pemimpin haruslah mengacu
Alasannya adalah pertama, jika maqasid syariah hanya sekedar wacana ilmiah, dan pembahasannya disebutkan dalam berbagai disiplin ilmu keilmuan Islam seperti
Dengan demikian, dalam pendidikan arsitektur Indonesia, kearifan lokal yang telah menjadi tradisi-fisik-budaya (Soedigdo, dkk., 2014) dan dipraktekkan dari generasi
1) Perawan tua (al-Anis) yang sudah lama tinggal dengan bapaknya, bersikap mandiri dan mengetahui segala macam kemaslahatan bagi dirinya. 2) Janda yang masih kecil
ʻ Umair dari Ummi ʻ A ṭ iyyah al-Ansârî, sesunggguhnya ada seorang juru khitan perempuan di Madinah, maka Nabi Muhammad saw. bersabda, “Jangan berlebih-lebihan dalam
Yang ketiga dan terakhir adalah masalah ekonomi, pada saat itu Mekah menjadi salah satu pusat perdagangan dan patung salah satu usaha masyarakat Mekah, ketika masyarakat Mekah menerima
Skripsi analisis konsep penetapan harga pemerintah menurut Ibn Qayyim Al-Jauziyyah dan relevansinya dengan konteks kekinian dalam bidang hukum ekonomi