RANCANG BANGUN PERANGKAT LUNAK SEBAGAI MODEL ANALISA SWOT UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PEMBANGUNAN PADA LABORATORIUM KOMPUTER.

132  55  Download (1)

Teks penuh

(1)

MENENTUKAN STRATEGI PEMBANGUNAN PADA

LABORATORIUM KOMPUTER

SKRIPSI

Oleh :

M. IQBAL MIGHFAR

0434010397

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

JAWA TIMUR

(2)

ABSTRAK ………….……… i

1.6 Metodologi Penelitian ……….. 4

1.7 Sistematika Penulisan ……….. 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ……… 8

2.1 Pemahaman Analisa SWOT ……… 8

2.2 Klasifikasi Analisa (table kerja) …... ………... 9

2.3 Langakah Analisa Data………... 11

2.4 Faktor Analisa SWOT………... 11

2.5 Objek Analisa ………..………. 12

2.6 Tujuan Analisis Objek ……….. 13

2.7 Jaringan Laboratorium …..……… 14

2.7.1 Jenis Topologi Jaringan ……….. 16

2.7.1a Topologi BUS ………. 16

2.7.1b Topologi STAR ………... 18

2.7.1c Topologi RING ……… 20

2.7.1d Topologi MESH ……….. 22

2.8 PHP ……….. 24

2.8.1 Kelebihan PHP ………25

2.9 MySql ………... 26

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM ………. 28

3.1 Analisa Sistem ………. 28

3.2 Perancangan Sistem ………. 28

3.2.1 Deskripsi Umum Sistem ……… 29

3.2.2 Perancangan Proses ……….………... 29

3.2.2.1 Use Case Diagram ……….. 29

3.2.2.2 Activity Diagram ………..……….. 31

3.2.2.3 Sequence Diagram …..………... 32

3.2.3 Perancangan Data ………...……… 33

(3)

3.3.2 Antar Muka Untuk Create Masalah ………….……….. 42

3.3.3 Antar Muka Untuk Input Poin Masalah……….. 42

3.3.4 Antar Muka Untuk Kesimpulan Masalah ………... 42

3.3.5 Antar Muka Untuk Proses Penilaian Masalah ………… 42

3.3.6 Antar Muka Untuk Melihat Tabel Hasil Analisa ……... 42

BAB IV Hasil Dan Pembahasan ……….………. 44

4.1 Lingkungan Implementasi ………... 44

4.2 Implementasi Basis Data ….……… 44

4.3 Implementasi Antar Muka ………... 49

4.3.1 Form Admin ……..………... 50

4.3.1.1 Login Admin ……….……….... 51

4.3.2 Anaisa Dengan SWOT …………..……….... 52

4.3.3 Buat Analisa Permasalahan Baru .…….………. 53

4.3.4 Lihat Hasil Survei Dari Analisa SWOT ….…...………. 56

4.3.5 Form Penambahan Admin Baru ..…...……… 57

4.3.6 Form User ….……...………. 58

BAB V UJI COBA DAN ANALISA APLIKASI ………... 59

5.1 Lingkungan Uji Coba ………... 59

5.2 Pelaksanaan Uji Coba ………... 60

5.3 Uji Coba Sistem ……….….. 60

5.3.1 Uji Coba Login ………..……….. 60

5.3.2 Sistem Admin ………..……….. 62

5.3.2.1 Buat Analisa Permasalahan Baru ...….…62

5.3.2.2 Penambahan Admin Baru ..……… 65

5.3.2.3 Proses Sistem Analisa SWOT ………… 66

5.3.2.4 Proses Kesimpulan Analisa SWOT ..….. 67

5.3.2.5 Proses Hasil Survei ……….... 68

5.3.3 Sistem User Biasa ……… 69

BAB VI PENUTUP ……….. 72

6.1 Kesimpulan ………... 72

6.2 Saran ………. 73

(4)

Gambar 2.1 Sistem Distribusi Pariwisata ……… 12

Gambar 2.2 Desain Sistem Paket Liburan Yang Akan Datang ………….. 13

Gambar 2.3 Konsep Dasar E-tourism ……….. 14

Gambar 2.4 Tampilan Awal Website100webspace ……… 23

Gambar 2.5 Pengisian Registrasi ….……… 24

Gambar 2.6 Proses Registrasi ……….………. 24

Gambar 2.7 Tampilan Jika Pengisian Data Berhasil ……… 25

Gambar 2.8 E-mail Yang Dikirim Oleh 100webspace ……… 25

Gambar 2.9 Halaman Login Anggota Baru ……… 25

Gambar 2.10 Tampilan Control Panel 100webspace ……….. 26

Gambar 2.11 Tampilan Folder www Pada File Manager ……… 27

Gambar 2.12 Tampilan Upload File ………. 27

Gambar 2.13 Tampilan Menu Untuk Database ……… 28

Gambar 2.14 Tampilan Nama Database ……….. 28

Gambar 2.15 Tampilan Halaman PHP MyAdmin ……….. 29

Gambar 2.16 Tampilan Jika User Menambah Tabel ……… 29

Gambar 2.17 Tampilan Eksport Tabel Dari File Teks ………. 29

Gambar 3.1 Deskripsi Umum Sistem ..………. 31

Gambar 3.2 Flowchart Pemesanan Paket Wisata ………….……… 33

Gambar 3.3 Flowchart Transaksi pemesanan…..………. 34

Gambar 3.4 Flowchart Registrasi Wisatawan/ Travel Agent ……….. 35

Gambar 3.5 Flowchart Pengisian Produk Prmosi Travel Agent …………. 37

Gambar 3.6 Diagram Berjenjang E-tourism ……….... 38

Gambar 3.7 DFD Level Konteks E-tourism ……….... 39

Gambar 3.8 DFD Level 0 E-tourism ...………... 41

Gambar 3.9 DFD Level 1 Proses Registrasi ..….……… 44

Gambar 3.10 DFD Level 1 Proses Produk Wisata .……….………... 45

Gambar 3.11 DFD Level 1 Proses Profil Wisata ..……….. 45

Gambar 3.12 DFD Level 1 Proses Promosi ………..……….. 46

Gambar 3.13 DFD Level 1 Proses Transaksi ..…………..………. 47

Gambar 3.14 Model Data Konseptual E-tourism …..……….. 49

Gambar 3.15 Model Data Fisik E-tourism ……..……… 50

Gambar 3.16 Tampilan Awal Untuk Aplikasi.……… 54

Gambar 3.17 Tampilan Pemilihan Paket Wisata …….…….……….. 55

Gambar 3.18 Tampilan Pemilihan Tujuan Wisatawan………... 55

Gambar 3.19 Tampilan Pemilihan Hotel………....………. 56

Gambar 3.20 Tampilan Form Pengisian Jumlah Peserta Wisata…………. 56

Gambar 3.21 Tampilan Konfirmasi Pemesanan ………..………... 57

Gambar 3.22 Tampilan Form Registrasi Wisatawan... ………..…………. 57

Gambar 3.23 Tampilan Form Regristrasi Travel Agent.……….………... 58

Gambar 3.24 Tampilan Form Pengisian Paket Wisata …...……… 58

Gambar 3.25 Tampilan Form Pengisian Tujuan Wisata..……… 59

Gambar 3.26 Tampilan Form Pengisian Hotel………..……….. 59

Gambar 3.27 Tampilan Form Pengisian Produk Wisata……….. 60

(5)

Gambar 4.5 Form Pemilihan Paket Wisata ……….. 68

Gambar 4.6 Form Pemilihan Tujuan Wisata ..………. 69

Gambar 4.7 Form Pemilihan Hotel ………….………. 70

Gambar 4.8 Form Pengisian Jumlah Peserta ………...… 70

Gambar 4.9 Konfirmasi Pemesanan …..……….. 71

Gambar 4.10 Form Pendaftaran Travel Agent ……… 72

Gambar 4.11 Form Pengisian Paket Wisata ……...………. 73

Gambar 4.12 Form Pengisian Tujuan Wisata ……….. 74

Gambar 4.13 Form Pengisian Hotel ……… 74

Gambar 4.14 Form Pengisian Produk Wisata ……..……… 75

Gambar 4.15 Form Pengisian Profil Wisata ………….……….. 76

Gambar 4.16 Tampilan Profil Wisata ……….……… 77

Gambar 4.17 Tampilan Detail Wisata ………...……….. 77

Gambar 4.18 Laporan Transaksi Pembayaran Bulanan ..……… 78

Gambar 4.19 Form Validasi Transaksi Pembayaran ..………. 78

Gambar 5.1 Tampilan Login User ….……….. 80

Gambar 5.2 Tampilan Login Jika Gagal ………. 81

Gambar 5.3 Pengisian Paket Wisata ……… 81

Gambar 5.4 Tampilan Penambahan Paket Wisata ……….. 82

Gambar 5.5 Pengisian Tujuan Wisata ………. 82

Gambar 5.6 Tampilan Penambahan Tujuan Wisata ……… 83

Gambar 5.7 Pengisian Data Hotel ……….………. 83

Gambar 5.8 Tampilan Penambahan Hotel ……….. 84

Gambar 5.9 Konfirmasi Hapus Hotel ………. 84

Gambar 5.10 Pengisian Produk Wisata ….………. 85

Gambar 5.11 Tampilan Penambahan Produk Wisata ……….. 85

Gambar 5.12 Konfirmasi Hapus Produk Wisata ………. 86

Gambar 5.13 Pengisian Profil Wisata.. ……… 87

Gambar 5.14 Tampilan Penambahan Profil Wisata……….. 87

Gambar 5.15 Konfirmasi Jika Wisatawan Belum Memiliki Account.…….. 88

Gambar 5.16 Tahap Pertama Memilih Travel Agent dan Paket Wisata...…. 88

Gambar 5.17 Tahap Kedua Memilih Tujuan Wisata …………..………….. 89

Gambar 5.18 Tahap Ketiga Memilih Hotel ……...………... 90

Gambar 5.19 Tahap Keempat Pengisian Jumlah Peserta .……… 91

Gambar 5.20 Tahap Kelima Konfirmasi Pemesanan …...……… 92

Gambar 5.21 Tahap Keenam Print Out Bukti Pembayaran ………. 93

Gambar 5.22 Tampilan Awal Validasi Transaksi Pembayaran .…………... 94

Gambar 5.23 Konfirmasi Hapus Transaksi …..……… 95

Gambar 5.24 Tampilan Laporan Bulanan Transaksi Pembayaran..……….. 95

Gambar 3.25 Tampilan Transaksi Pembayaran Bagi Wisatawan ………... 96

Gambar 3.26 Konfirmasi Input Bukti Pembayaran …..………... 96

(6)

Tabel 3.1 Tabel Item ………. ……….. 51

Tabel 3.2 Tabel Hotel ……….. 51

Tabel 3.3 Tabel Tujuan ……… 51

Tabel 3.4 Tabel Lok_Wisata ……...………. 52

Tabel 3.5 Tabel Prof_Wisata ……… 52

Tabel 3.6 Tabel Paket ………... 52

Tabel 3.7 Tabel Pengguna ….………... 52

Tabel 3.8 Tabel Transaksi ……… 53

(7)

ABSTRAK

Posisi suatu instansi dapat dikenali, dan menganalisis apakah fungsi suatu laboratorium dapat diterapkan dengan baik dan tepat, dan dapat menentukan strategi pengembangan mendatang sesuai dengan kompatibilitas antara lingkungan eksternal dan lingkungan internal yang ada pada lingkup instansi (laboratorium). Analisis SWOT (Kekuatan, kelemahan, Peluang, dan Ancaman), merupakan suatu analisa yang menganalisa dari dua lingkup strategi (internal dan eksternal). Analisis lingkungan (faktor) eksternal untuk mengidentifikasi faktor yang menjadi peluang dan ancaman bagi suatu instansi, sedangkan analisis internal lingkungan adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor pembentukan kekuatan dan kelemahan instansi dibandingkan dengan pesaingnya.

Alur dari analisa SWOT ini dengan mengumpulkan suatu data-data dari suatu instansi (laboratorium) yang akan diteliti menggunakan analisa SWOT. Dari data tersebut kemudian digunakan untuk melakukan suatu penilaian terhadap laboratorium, kemudian didapatkan suatu hasil berupa 4 aspek yang menentukan berada pada posisi atau kondisi yang bagaimana keadaan dari suatu instansi atau laboratorium tersebut.

Sistem ini dapat mendukung untuk penggunaan standar suatu instansi, dalam contoh kasus yang sederhana digunakan untuk kepentingan akreditasi suatu perguruan tinggi.

(8)

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Dalam pengelolaan dan pengembangan suatu aktifitas memerlukan suatu perancangan

strategis, yaitu suatu pola atau struktur sasaran yang paling mendukung dan melengkapi

menuju kearah tujuan yang menyeluruh. Sebagai persiapan perencanaan, memilih dan

menetapkan strategi dan sasaran sehingga tersusun program-program dan proyek-proyek

yang efektif dan efisien maka diperlukan suatu analisis yang tajam dari para pegiat

organisasi. Salah satu analisis yang popular dikalangan pelaku organisasi yaitu Analisis

SWOT.

Proses penggunaan manajemen analisa SWOT menghendaki adanya suatu survey

internal tentang streght (kekuatan), weakness (kelemahan) program, serta survey eksternal atau opportunities (peluang) dan threats (ancaman). Pengujian eksternal dan internal yang terstruktur adalah sesuatu yang unik dalam dunia perencanaan dan

pengembangan lembaga pendidikan. Contoh pengembangan pendidikan menggunakan

analisa SWOT, dalam hal ini pengembangan Laboratorium Teknik Informatika, adalah

suatu cara yang berguna dalam menguji kondisi lingkungan tentang program baru yang

ditawarkan. Para pengelola (laboratorium) harus berperan sebagai penggagas atau

innovator dalam merancang masa depan aktivitas yang mereka kelola. Strategi-strategi

baru yang inovativ harus dikembangkan untuk memastikan bahwa aktifitas suatu

(9)

SWOT adalah sebuah teknik yang sederhana, mudah dipahami dan juga bisa

digunakan dalam merumuskan strategi-strategi dan kebijakan-kebijakan untuk

pengelolaan suatu bisnis. Sehingga SWOT disini tidak mempunyai akhir, artinya akan

selalu berubah sesuai dengan kebutuhan saat itu.

Maksud dari analisa SWOT ini adalah untuk meneliti dan menentukan dalan hal

pengembangan laboratorium Teknik Informatika :

a. Kuat (sehingga dapat dioptimalkan)

b. Lemah (sehingga dapat dibenahi)

c. Kesempatan-kesempatan (sehingga dapat dimanfaatkan)

d. Ancaman-amcaman (untuk diantisipasi)

Langkah-langkah SWOT

a. Identifikasi semua hal yang berkaitan dengan SWOT

b. Tentukan factor penghambat dan factor pendukung

c. Tentukan alternatif-alternatif kegiatan

d. Rumuskan tujuan dari masing-masing kegiatan

e. Ambil keputusan yang paling prioritas

Langkah pertama dalam analisa SWOT adalah membuat suatu lembaran kerja dengan

jalan menarik sebuah garis persilangan yang membentuk empat kuadran, keadaan

masing-masing kuadran meliputi, satu untuk kekuatan, kelemahan,

(10)

spesifik yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi. Dengan membatasi daftar

sampai 10 poin atau lebih sedikit untuk menghindari generalisasi yang berlebihan.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah disimpulkan, terdapat beberapa permasalahan

yang akan diangkat dalam tugas akhir ini, antara lain :

a. Bagaimana merancang suatu sistem yang memudahkan menganalisa suatu

aktifitas dalam hal ini menganalisa laboratorium Teknik Informatika dengan

menggunakan analisa SWOT.

b. Bagaimana menentukan hasil (output) dari analisis SWOT.

1.3Batasan Masalah

Dari perumusan masalah yang telah dibahas, batasan dalam tugas akhir ini adalah :

a. Analisa dalam sistem ini hanya mencakup laboratorium Teknik Informatika.

b. Output dari analisa yang akan digunakan diambil dari ilmu analisa SWOT.

1.4Tujuan

Tujuan pembuatan tugas akhir ini adalah pembuatan suatu sistem (perangkat lunak)

atau tool untuk menganalisa suatu kinerja laboratorium komputer apakah laboratorium tersebut berjalan sesuai dengan fungsinya atau tidak dan dalam pengembangan strategi

(11)

pengembangan ini fungsi laboratorium nantinya dapat lebih ditingkatkan sesuai dengan

kebutuhan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan saat itu. Sistem ini

dapat diperluas fungsinya untuk meneliti suatu organisasi atau instansi yang lain dan

tidak terbatas pada laboratorium komputer saja.

1.5. Manfaat

Penelitian ini diharapkan mempunyai nilai guna dan manfaat bagi pembaca pada

umumnya dan penulis pada khususnya, selain itu diharapkan :

a. Dapat memperkaya pengetahuan tentang menganalisa suatu permasalahan dalam

hal ini analisa SWOT.

b. Dapat digunakan untuk menganalisa suatu permasalahan yang lebih luas yang

tidak terpaku pada satu permasalahan saja.

1.6Metodologi Penelitian

Pembuatan skripsi terbagi menjadi beberapa tahapan sebagai berikut :

a. Studi Literatur

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan dokumen-dokumen, referensi-referensi,

buku-buku, sumber dari internet atau sumber-sumber lain yang diperlukan untuk

(12)

b. Analisa dan Perancangan Aplikasi

Dari hasil studi literatur dan hasil survei lapangan akan dibuat deskripsi umum

sistem serta dilakukan analisa kebutuhan sistem, selain itu juga dilakukan

perancangan awal aplikasi yang akan dibuat, sehingga akan dihasilkan desain

antarmuka dan proses yang siap untuk diimplementasikan.

c. Pembuatan Aplikasi

Pada tahap inii merupakan tahap yang paling banyak memerlukan waktu karena

model dan rancangan aplikasi yang telah dibuat diimplemantasikan dengan

menggunakan media WEB. d. Uji coba dan Evaluasi Aplikasi

Pada tahap ini aplikasi yang telah dibuat ini akan dilakukan beberapa scenario uji

coba dan dievaluasi untuk kelayakan pemakaian system.

e. Penyusunan Laporan Skripsi

Pada tahap ini merupakan tahap terakhir dari pengerjaan skripsi. Laporan ini

disusun sebagai hasil dari seluruh proses pengerjaan skripsi. Dari penyusunan

laporan ini diharapkan dapat memudahkan pembaca yang ingin menyempurnakan

dan mengembangkan lebih lanjut.

1.7Sistematika Penulisan

Sistematika pembahasan yang dibuat dalam skripsi ini disusun dalam beberapa bab,

(13)

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan tentang latar belakang, rumusan masalah,

batasan masalah, tujuan, manfaat, metodologi penelitian dan

sistematika penulisan.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini dijelaskan tentang teori-teori serta

penjelasan-penjelasan yang dibutuhkan dalam pembuatan aplikasi analisa

SWOT dalam hal ini menganalisa suatu laboratorium komputer.

BAB III : ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Bab ini berisi tentang analisa dari sistem yang akan dibuat dan

perancangan sistem yang meliputi antara lain, deskripsi umum

sistem, kebutuhan sistem, pemodelan sistem berorientasi objek,

perancangan proses latar dan perancangan antar muka aplikasi.

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini beri penjelasan hasil Tugas Akhir serta pembahsannya

tentang aplikasi analisa SWOT untuk menentukan strategi

pengembangan pada laboratorium komputer.

(14)

Bab ini berisi penjelasan lingkungan uji coba aplikasi, scenario uji

coba, pelaksanaan uji coba dan evaluasi dari hasil uji coba yang

telah dilakukan unutk kelayakan pemakaian aplikasi.

BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi kesimpulan dan saran untuk pengembangan aplikasi

lebih lanjut dalam upaya memperbaiki kelemahan pada aplikasi

guna untuk mendapatkan hasil kinerja aplikasi yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

(15)

ABSTRAK

Posisi suatu instansi dapat dikenali, dan menganalisis apakah fungsi suatu laboratorium dapat diterapkan dengan baik dan tepat, dan dapat menentukan strategi pengembangan mendatang sesuai dengan kompatibilitas antara lingkungan eksternal dan lingkungan internal yang ada pada lingkup instansi (laboratorium). Analisis SWOT (Kekuatan, kelemahan, Peluang, dan Ancaman), merupakan suatu analisa yang menganalisa dari dua lingkup strategi (internal dan eksternal). Analisis lingkungan (faktor) eksternal untuk mengidentifikasi faktor yang menjadi peluang dan ancaman bagi suatu instansi, sedangkan analisis internal lingkungan adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor pembentukan kekuatan dan kelemahan instansi dibandingkan dengan pesaingnya.

Alur dari analisa SWOT ini dengan mengumpulkan suatu data-data dari suatu instansi (laboratorium) yang akan diteliti menggunakan analisa SWOT. Dari data tersebut kemudian digunakan untuk melakukan suatu penilaian terhadap laboratorium, kemudian didapatkan suatu hasil berupa 4 aspek yang menentukan berada pada posisi atau kondisi yang bagaimana keadaan dari suatu instansi atau laboratorium tersebut.

Sistem ini dapat mendukung untuk penggunaan standar suatu instansi, dalam contoh kasus yang sederhana digunakan untuk kepentingan akreditasi suatu perguruan tinggi.

(16)

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pemahaman Analisa SWOT

Proses manajemen strategis adalah sebuah proses delapan langkah yang

mencakup perencanaan strategis, pelaksanaan atau penerapan dan evaluasi.

ANALISIS adalah suatu kegiatan untuk memahami seluruh informasi yang

terdapat pada suatu kasus, mengetahui isu apa yang sedang terjadi, dan

memutuskan tindakan apa yang harus segera dilakukan untuk memecahkan

masalah.

ANALISIS SWOT adalah suatu bentuk analisis situasi dengan mengidentifikasi

berbagai faktor secara sistematis terhadap kekuatan-kekuatan (Strengths) dan

kelemahan-kelemahan (Weaknesses) suatu organisasi dan kesempatan-kesempatan (Opportunities) serta ancaman-ancaman (Threats) dari lingkungan untuk

merumuskan strategi organisasi.

KEKUATAN (Strength) adalah kegiatan-kegiatan organisasi yang berjalan dengan baik atau sumber daya yang dapat dikendalikan.

KELEMAHAN (Weakness) adalah kegiatan-kegiatan organisasi yang tidak berjalan dengan baik atau sumber daya yang dibutuhkan oleh organisasi tetapi

(17)

KESEMPATAN (Opportunity) adalah faktor-faktor lingkungan luar yang positif.

ANCAMAN (Threats) adalah faktor-faktor lingkungan luar yang negatif.

2.2 Klasifikasi Analisa ( tabel kerja )

Yang dimaksud dengan analisis SWOT adalah suatu cara menganalisis

faktor-faktor internal dan eksternal menjadi langkah-langkah strategi dalam

pengoptimalan usaha yang lebih menguntungkan. Dalam analisis faktor-faktor

internal dan eksternal akan ditentukan aspek-aspek yang menjadi kekuatan

(Strengths), kelemahan (Weakness), kesempatan (Opportunities), dan yang menjadi ancaman (Treathment) sebuah organisasi. Dengan begitu akan dapat ditentukan berbagai kemungkinan alternatif strategi yang dapat dijalankan

(Freddy Rangkuti, 2005:19).

Analisis SWOT mempunyai diagram yang terdiri dari 4 kuadran, yaitu:

Kuadran 1 : merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Organisasi

memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada.

Strategi yang dapat diterapkan adalah dengan mendukung kebijakan pertumbuhan

yang agresif

Kuadran 2 : Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan masih

memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan adalah

menggunakan peluang jangka panjang.

Kuadran 3 : perusahaan menghadapi peluang pasar yag sangat besar, tetapi di

(18)

adalah dengan meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan, sehingga

dapat merubah peluang pasar yang lebih baik.

Kuadran 4 : merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, perusahaan

menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal.

Keterangan kombinasi strategi dari Matrik SWOT adalah sebagai berikut:

Strategi SO (Streght-Opportunity)

Yaitu strategi dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan

memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.

Strategi ST (Streght-Threat)

Yaitu strategi dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi

ancaman.

Strategi WO (Weakness-Opportunity)

Strategi yang memanfaatkan peluang yang ada dengan cara meminimalkan

kelemahan yang ada.

Strategi WT (Weakness-Threat)

Yaitu strategi yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang

(19)

2.3 Langkah – Langkah Analisis Data dalam Analisis SWOT

Langkah penelitian ini akan menerangkan bagaimana analisis dilakukan, mulai

dari data mentah yang ada sampai pada hasil penelitian yang dicapai. Dalam

penelitian ini, langkah-langkah analisis data dilakuka sebagai berikut:

a. Melakukan pengklasifikasian data, faktor apa saja yang menjadi kekuatan

dan kelemahan sebagai faktor internal organisasi, peluang dan ancaman sebagai

faktor eksternal organisasi. Pengklasifikasian ini akan menghasilkan tabel

informasi SWOT.

b. Melakukan analisis SWOT yaitu membandingkan antara faktor eksternal

Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats) dengan faktor internal organisasi

Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weakness).

c. Dari hasil analisis kemudian diinterpretasikan dan dikembangkan menjadi

keputusan pemilihan strategi yang memungkinkan untuk dilaksanakan. Strategi

yang dipilih biasanya hasil yang paling memungkinkan (paling positif) dengan

resiko dan ancaman yang paling kecil.

2.4 Faktor Analis SWOT

Analisis SWOT dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal

dan eksternal dalam mendukung pengembangan investasi. Identifikasi faktor

internal dilakukan untuk mengenali dan mengevaluasi kecenderungan atau

peristiwa yang berada di dalam organisasi atau dalam hal ini laboratorium

komputer, dan secara langsung dapat dikendalikan dalam rangka mencapai tujuan

(20)

kelemahan dalam usaha pengembangan suatu organisasi atau suatu sarana dan

prasarana, sehingga pihak-pihak terkait dapat merumuskan strategi untuk

memanfaatkan kekuatan dan mengantisipasi kelemahan yang ada.

1. Faktor internal (baik positif maupun negative)

- Strength

- Weakness

2. Faktor eksternal (positif/negative)

- Opportunity

- Treat

2.5 Objek Analisa

Laboratorium salah satu sarana pendukung dalam proses belajar mengajar.

Kekurangan sarana suatu laboratorium komputer umumnya dikarenakan anggaran

yang terbatas. Diperlukan beberapa strategi untuk menekan anggaran didalam

membangun dan menyelenggarakan laboratorium komputer, yaitu dengan

pengadaan komputer rakitan yang spesifikasinya dapat disesuaikan dengan

kebutuhan, jika laboratorium dirancang untuk menggunakan jaringan workgroup

maka penggunaan teknologi thin client merupakan solusi yang tepat karena dapat

meminimalkan pemakaian hardware. Selain daripada optimasi hardware, sistem

manajemen laboratorium juga perlu ditinjau kembali yaitu dengan menjadikan

(21)

Adapun objek analisa yang akan diteliti dapat dilihat pada Gambar 2.1,

dari gambar tersebut dilihat spesifikasi atau data suatu laboratorium.

Gambar 2.1 Profile Laboratorium

2.6 Tujuan Analisis Objek

Permasalahan umum yang dialami oleh beberapa perguruan tinggi

khususnya yang berakreditasi B adalah terbatasnya anggaran untuk laboratorium

sehingga mengakibatkan minimnya peralatan laboratorium yang tidak sebanding

dengan jumlah mahasiswa. Untuk itu diperlukan strategi dalam upaya menekan

anggaran agar fungsi laboratorium sebagai sarana proses pembelajaran dapat

(22)

dan tentunya sejalan dengan keuntungan yang akan diperoleh oleh pihak

perguruan tinggi/yayasan tersebut. Beberapa strategi tersebut adalah dengan

pengadaan komputer rakitan yang spesifikasinya dapat disesuaikan dengan

kebutuhan, jika laboratorium dirancang untuk menggunakan jaringan workgroup

maka penggunaan teknologi thin client merupakan solusi yang tepat karena dapat

meminimalkan pemakaian hardware. Selain daripada optimasi hardware sistem

manajemen juga perlu ditinjau kembali yaitu dengan menjadikan laboratorium

sebagai sarana perpustakaan dan pusat informasi.

Terlepas dari anggaran yang terbatas jika ditinjau dari minat mahasiswa

terhadap penggunaan laboratorium sebagai sarana praktikum komputer dan akses

informasi adalah sangat besar, yang tentunya menjadi salah satu faktor motivasi

yang dapat meningkatkan hasil belajar.

Nolker (Hendradhy, Oke- Suheri, Asep. “Panduan Merakit

PC”. Dataprint, Jakarta, 2003) menyatakan pengertian motivasi sebagai

berikut :

”motivasi sudah menjadi pengertian yang mencakup segala kondisi serta proses kejiwaan, seperti misalnya ‘kebutuhan’, ‘dorongan’, ‘minat’, atau kecenderungan yang semuanya kini sudah biasa disamakan artinya dengan ‘motif’. Oleh karena itu ‘motif’ dinyatakan merupakan faktor penggerak yang menyebabkan timbulnya perilaku tertentu. Selanjutnya ‘motivasi’ merupakan struktur dari berbagai motif yang timbul pada diri seseorang”.

Akan semakin jelas terlihat hubungan minat mahasiswa terhadap penggunaan

(23)

2.7 Jaringan Laboratorium

Jaringan Komputer (Network) adalah Komputer yang dihubungkan satu

dengan yang lainnya sehingga dapat berkomunikasi, adapun bentuk jaringan atau

yang biasa kita kenal topologi jaringan. Topologi pada dasarnya adalah peta dari

sebuah jaringan. Topologi jaringan terbagi lagi menjadi dua, yaitu topologi secara

fisik (physical topology) dan topologi secara logika (logical topology). Topologi secara fisik menjelaskan bagaimana susunan dari kabel dan komputer dan lokasi

dari semua komponen jaringan. Sedangkan topologi secara logika menetapkan

bagaimana informasi atau aliran data dalam jaringan.

Manfaat Jaringan adalah

1. Sharing Informasi

2. Sharing Hardware

3. SentralAdminitrasidanSupport Jaringan

Media kabel pada jaringan

(24)

Gambar 2.4 Kabel Fiber Optic Gambar 2.5 Nirkabel

2.7.1 Jenis Topologi Jaringan

a. Topologi BUS

Topologi ini mempunyai bentuk, satu kabel utamamenghubungkan ke tiap saluran

tunggal komputer (membentuk huruf T), kecuali simpul disalah satu ujung kabel

utama, yang hanya terhubung ke saluran komputer dan terminator sebagai

penutup.

(25)

Gambar 2.7 Skema Topologi BUS (2)

Karakteristik Topologi BUS:

• Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung

kabel ditutup dengan terminator.

• Sangat sederhana dalam instalasi, karena hanya menghubungkan antar simpul

saja.

• Juga sangat ekonomis dalam biaya (hanya dibutuhkan kabel dan connector yang

harganya tidak terlalu mahal / murah).

• Paket-paket data saling bersimpangan pada suatu kabel sehingga jika node yang

dihubungkan semakin banyak, kinerja jaringan akan semakin turun sebab sering

terjadi collision.

• Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukan adalah Tconnector pada setiap

(26)

• Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka jaringan

keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam

jaringan tersebut.

• Jenis kabel yang digunakan adalah coaxial (jenis yang palingmurah).

Kelebihan dan Kelemahan Topologi BUS

Kelebihan

• Jumlah Node tidak dibatasi, tidak seperti hub yang dibatasi oleh jumlah dari port

(misal : 16 port untuk 16 node)

• Kecepatan pengiriman data lebih cepat, karena data berjalan searah.

• Lebih mudah dan murah jika ingin menambah atau mengurangi jumlah node,

karena yang dibutuhkan hanya kabel dan konektornya saja

Kekurangan

• Jika lalulintas data yang diolah terlalu besar dapat mengakibatkan kemacetan.

• Diperlukan repeater untuk menguatkan sinyal pada pemasangan jarak jauh.

• Jika salah satu node mengalami kerusakan, maka jaringan tidak dapat

beroperasi.

b. Topologi STAR

Tiap simpul pada masing-masing terminal terhubung ke file server tunggal

terpusat, dengan menggunakan segmen kabel sendiri. Keunggulan topologi ini

adalah didapatkannya kinerja yang optimal karena lintas kabel dari terminal ke

(27)

Gambar 2.8 Skema Topologi Star

Gambar 2.9 Skema Topologi Star 2

Karakteristik Topologi Star

(28)

• Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian dibroadcast

keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port),

maka kinerja jaringan akan semakin turun.

• Sangat mudah dikembangkan, sebab setiap node hanya terhubung secara

langsung ke consentrator.

• Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus,

maka keseluruhhan jaringan masih tetap bias berkomunikasi atau tidak terjadi

down pada jaringan keseluruhan

tersebut.

• Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP. Kelebihan dan Kelemahan

Topologi STAR Jenis Topologi Jaringan Star

Kelebihan

• Jika terjadi penambahan atau pengurangan terminal tidak mengganggu operasi

yang sedang berlangsung.

• Jika salah satu terminal rusak, maka terminal lainnya tidak mengalami gangguan

• Arus lalulintas informasi data lebih optimal Kelemahan

• Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada hub.

• Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.

c. Topologi RING

Setiap komputer terhubung ke komputer selanjutnya dalam ring, dan setiap

komputer mengirim apa yang diterima dari komputer sebelumnya. Pesan-pesan

(29)

yang diterimanya, ring adalah jaringan yang aktif. Tidak ada akhir pada ring.

Layout ini serupa dengan linear bus, kecuali simpul pada ujung kabelutama yang

saling terhubung, sehingga membentuk suatu lingkaran dengan penghubungnya

menggunakan segmen kabel.

Gambar 2.10 Skema Topologi Ring

Gambar 2.11 Skema Topologi Ring

Karakteristik Topologi Ring

- Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk

jaringan seperti lingkaran.

(30)

- Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah (kekiri atau kekanan) sehingga

collision dapat dihindarkan.

- Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node

rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.

- Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).

Kelebihan

• Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan

dari server .

• Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat, karena data dapat bergerak

kekiri atau kekanan.

• Waktu untuk mengakses data lebih optimal.

Kelemahan

• Penambahan terminal /node menjadi lebih sulit bila port sudah habis.

• Jika salah satu terminal mengalami kerusakan, maka semua terminal pada

jaringan tidak dapat digunakan.

c. Topologi Jaringan Mesh Karakteristik Topologi Mesh

• topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan-peralatan

yang ada.

• Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung

(31)

• jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat

sulit sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang

terhubung.

Gambar 2.12 Skema Topologi Mesh

Keuntungan dari penggunaan topologi mesh:

• Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance. • Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih.

• Relatif lebih mudah untuk dilakukan troubleshoot. Kerugian dari Penggunaan Topologi Mesh

• Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat

jumlah komputer dan peralatan-peralatan yang terhubung semakin meningkat

jumlahnya.

(32)

2.8 PHP

PHP adalah salah satu bahasa pemrograman berbasis Internet. PHP juga

termasuk bahasa pemrograman yang cepat dan gratis, selain itu PHP mendukung

penggunaan database seperti MySQL, PostgreSQL, mSQL, Oracle. Untuk dapat menjalankan PHP melalui browser, maka diharuskan terlebih dahulu menginstall web server (misalnya Apache), Karena PHP adalah server side scripting language, artinya adalah language script (bahasa skrip) yang dijalankan pada sisi server.

Professional Home Page atau PHP adalah bahasa scripting server side yaitu bahasa yang digunakan pada server tanpa perlu melakukan kompilasi tetapi cukup menuliskan tulisan dalan bentuk ASCII-nya saja. PHP disebut juga sebagai

bahasa interpreter. PHP sangat mirip dengan bahasa C. Bahasa pemrograman biasanya diterjemahkan atau dikompilasi terlebih dahulu. Interpreter adalah sebuah program yang digunakan untuk membaca file yang berisi kode program yang akan dijalankan, kemudian interpreter tersebut akan meminta CPU untuk melakukan perintah yang diterimanya. Compiler adalah sebuah program yang membaca file yang berisi source code kemudian mengkompilasi source code tersebut menjadi kode biner yang dapat dieksekusi secara langsung oleh

komputer. Kode biner ini tidak dapat dibaca dan dimengerti oleh kebanyakan

orang kecuali oleh orang yang tahu bahasa assembler atau mesin.

(33)

PHP dapat digunakan bersama dengan HTML sehingga memudahkan

dalam membangun aplikasi web dengan cepat. PHP juga dapat digunakan untuk update database, menciptakan database dan mengerjakan perhitungan matematika yang kompleks. Selain itu PHP juga dapat digunakan untuk

menghapus file secara acak di suatu sistem komputer, tergantung pada level keamanan yang menjalankan PHP. PHP dapat membuat koneksi jaringan Internet

dan melayani koneksi tersebut.

Karena kehandalannya, cepat, kuat, stabil dan mudah berinteraksi dengan

berbagai aplikasi pendukung lainnya seperti MySQL, PostgressSQL, Interbase,

ODBC, mSQL, Oracle, Sybase menjadikan PHP banyak digunakan oleh para web developer untuk membangun aplikasi web.

2.8.1 Kelebihan PHP

PHP mempunyai kelebihan antara lain :

a. Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.

b. Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana - mana dari mulai IIS sampai dengan apache, dengan konfigurasi yang relatif mudah.

c. Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang mirip dengan C++

(34)

Berikut ini adalah cara menyisipkan kode PHP pada halaman HTML biasa.

<script language="php">

. . . . kode PHP . . . . </script>

Cara yang lebih singkat adalah:

<?php

MySQL adalah sebuah program pembuat database yang bersifat open source, artinya siapa saja boleh menggunakannya dan tidak dicekal. MySQL sebenarnya produk yang berjalan pada platform Linux. Karena sifatnya yang open source, MySQL dapat dijalankan pada semua platform baik Windows maupun Linux.

(35)

SQL adalah suatu bahasa permintaan yang telah distandarkan untuk semua

program pengakses database seperti Oracle, PostgreSQL, SQL Server, dan lain-lain. Ada beberapa fungsi yang digunakan dalam pembuatan aplikasi antara PHP

dan MySQL. Fungsi tersebut sangat erat kaitannya dengan query SQL. Di dalam MySQL tersedia query untuk membuat fungsi search, jumlah, update, ataupun edit data dari database, namun pada script PHP dapat langsung ditulis melalui scriptquery Mysql dengan codeselect, insert, delete, update, dan sintax-sintax lainnya. Dengan kata lain MySQL adalah sebuah sistem manajemen

database. Database adalah merupakan sekumpulan data yang terstruktur untuk menambah, mengakses, dan memproses data yang tersimpan dalam database komputer, dibutuhkan sebuah sistem database manajemen seperti MySQL. Sejak komputer menjadi alat yang sangat bagus untuk menangani sejumlah besar data,

sebagai utility yang stand-alone atau sebagai bagian dari suatu aplikasi.

2.10 Akreditasi

Status akreditasi suatu perguruan tinggi merupakan cermin kinerja

perguruan tinggi yang bersangkutan dan menggambarkan mutu, efisiensi, serta

relevansi suatu program studi yang diselenggarakan.

Saat ini terdapat dua jenis akreditasi yang diberikan oleh pemerintah kepada

program studi di perguruan tinggi, yaitu:

1. Status Terdaftar, Diakui, atau Disamakan yang diberikan kepada

(36)

2. Status Terakreditasi atau Nir-Akreditasi yang diberikan kepada semua

perguruan tinggi (Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, dan

Perguruan Tinggi Kedinasan).

Karena adanya dua status akreditasi yang sama-sama masih berlaku, saat ini

terdapat PTS yang menyandang kedua-duanya untuk program studinya. Hal ini

terjadi karena proses pemberian status akreditasi dilakukan melalui dua jalur yang

berbeda sesudah terbentuknya Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi

(BAN-PT). Sebelumnya, penentuan status didasarkan pada SE Dirjen Dikti No.

470/D/T/1996.

Program studi/jurusan Teknik Informatika UPN “Veteran” Jawa Timur

berada di bawah naungan Fakultas Teknologi Industri bersama-sama dengan

jurusan Teknik Kimia, Sistem Informasi dan Teknik Industri. Program Studi

Teknik Informatika secara umum mempunyai visi dalam periode sepuluh tahun ke

depan diproyeksikan untuk menjadi program studi yang terkemuka di bidang

Teknik Informatika di Indonesia. Misi Program Studi yaitu menyediakan program

pelatihan, pendidikan dan penelitian yang terbaik di bidang Informatika melalui

pengembangan kurikulum akademik yang dinamis, fasilitas pendidikan dengan

kualitas terbaik dan staf akademik, teknis dan administrasi pendidikan yang

(37)

BAB III

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1 Analisis Sistem

Dalam sub-bab ini akan dibahas mengenai analisa dari sistem kerja sebuah analisa SWOT pada Laboratorium komputer, sistem ini nantinya akan

menganalisa sebuah permasalahan yang ada pada laboratorium baik itu faktor

yang mendukung maupun tidak. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh

kembangnya suatu organisasi dalam hal ini sebuah laboratorium komputer antara

lain berupa faktor kekuatan, yaitu faktor yang dapat mendukung kemajuan suatu

laboratorium komputer. Faktor kelemahan, yaitu faktor yang dapat mempengaruhi

kinerja yang buruk pada sebuah laboratorium komputer. Faktor peluang

merupakan sebuah faktor yang memberikan bagaimana sebuah laboratorium dapat

berkembang sesuai dengan kebutuhannya saat itu, dan faktor ancaman merupakan

faktor yang berpengaruh buruk pada sebuah laboratorium komputer. Dari

faktor-faktor tersebut diatas, sistem ini nantinya akan mengolah data-data tersebut dari

setiap faktor yang ada, kemudian menyimpulkannya bagaimana kondisi

sebenarnya dari laboratorium komputer tersebut apakah lebih mempunyai suatu

kekuatan, kelemahan, peluang atau bahkan ancaman.

3.2 Perancangan Sistem

Dalam sub-bab ini menjelaskan tentang proses perancangan sistem

(38)

perancangan dalam bentuk perancangan proses, perancangan data, perancangan

tabel dan perancangan antarmuka.

3.2.1 Deskripsi Umum Sistem

1 Basis Data

Elemen ini merupakan tempat menyimpan kumpulan data yang nantinya

dibutuhkan sistem.

2 Program Aplikasi

Elemen ini merupakan program yang digunakan untuk mengolah sejumlah

masukan data dan nilai sehingga menghasilkan output sesuai dengan yang diinginkan oleh user. Dalam aplikasi ini juga terdapat antarmuka untuk masukkan data-data yang berkaitan dengan output yang nantinya akan dihasilkan oleh sistem.

3.2.2 Perancangan Proses

Perancangan proses digunakan untuk menggambarkan sejumlah proses

tersruktur dalam sistem,dengan aliran data yang terjadi pada proses yang akan

dijalankan.

3.2.2.1 Use Case Diagram

Use Case diagram menggambarkan interaksi antara actor dengan proses atau sistem yang dibuat. Diagram ini menunjukkan fungsionalitas suatu sistem

(39)

suatu proses tersebut. Pada fase desain dalam pengembangan aplikasi atau sistem

yang dibuat didasarkan pada kebutuhan sistem serta permasalahan yang telah

didapatkan pada tahap analisa. Gambar berikut menunjukkan jalannya suatu

proses analisa SWOT (Streght Weakness Oppurtunity Threat) untuk sistem analisa laboratorium komputer pada FTI UPN “Veteran” Jatim dengan use case

diagram.

Akses Aplikasi

Input Data

Proses Analisa

Admin

Ubah Data

Gambar 3.1 Use Case Diagram Sistem Analisa SWOT Laboratorium

Actor yang berinteraksi secara langsung dengan sistem ini adalah petugas laboratorium dan use case yang dibutuhkan oleh sistem yaitu :

1. Akses Aplikasi

(40)

2. Input Data (permasalahan)

Actor petugas laboratorium salah satu proses yang dilakukan yaitu input data. Maksud dari aktivitas ini adalah untuk membuat suatu permasalahan baru melalui sistem ataupun melihat pada database yang ada. Selain membuat

permasalahan, dalam input data ini terdapat suatu proses untuk membuat suatu

kesimpulan dari suatu masalah yang akan dianalisa.

3. Proses Analisa

Dalam proses analisa ini actor memberikan input-an suatu nilai dalam suatu permasalahan yang akan dianalisa, dalam hal ini digunakan untuk

memunculkan suatu hasil kesimpulan dari suatu permasalahan yang sedang

dianalisa.

3.2.2.2 Activity Diagram

Sub bagian ini merupakan activity diagram untuk use case yang sebelumnya telah dijelaskan. Dalam hal ini activity diagram menjelaskan actor dalam hal ini yaitu petugas laboratorium. Activity diagram menggambarkan berbagai alur aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana

masing-masing alur berawal, decision yang mungkin terjadi dan bagaimana mereka berakhir.

Dalam diagram sistem ini suatu bentuk sistem atau kerangka sistem dapat

diperjelas penggunaan serta fungsinya serta interaksi yang berlangsung antara

(41)

Gambar 3.2 Activity Diagram Analisa SWOT Laboratorium

Activity diagram diatas menjelaskan tentang salah satu proses yaitu bagaimana berjalannya suatu proses analisa SWOT laboratorium. Sistem dimulai dengan

melakukan login terlebih dahulu dengan memasukkan username dan password, setelah login dilakukan pengguna dapat melakukan proses-proses yang ada

misalkan insert, update, delete. Dalam activity ini diagram hanya menjelaskan bagaimana berjalannya suatu analisa SWOT sampai dengan berakhirnya suatu

analisa ini berupa output atau kesimpulan masalah ini dengan menggunakan

analisa SWOT.

3.2.2.3 Sequence Diagram

Sequence diagram menunjukkan bagaimana objek-objek berinteraksi

(42)

terdiri dari actor petugas laboratorium(admin), tampilan sistem dan database.

Bentuk dari sequence diagram analisa SWOT seperti gambar berikut ini.

Gambar 3.3 Sequence Diagram Analisa SWOT

Secara global actor atau petugas laboratorium(admin) memiliki hak akses

penuh terhadap sistem. Petugas laboratorium dapat melakukan fungsi seperti

insert, update dan delete serta penggunaan analisa dengan dengan menggunakan

analisa SWOT.

3.2.3 Perancangan Data

Pada perancangan data ini menjelaskan tentang rancangan data dari sistem

(43)

3.2.3.1 Class Diagram

Class diagram menggambarkan interaksi antas class serta atribut-atribut yang melekat pada class tersebut. Class diagram pada sistem ini merepresentasikan rancangan basis data yang nantinya akan digunakan oleh

sistem ini.

Gambar 3.4 Class Diagram Sistem

3.2.4 Perancangan Tabel

Pada tahapan ini akan dibahas mengenai implementasi data dari

(44)

Setelah script tersebut dibuat kemudian dipindah ke DBMS Mysql. Hasil

tampilan setelah tabel tersebut dipindah ke DBMS MySQL. Dari perancangan data

dengan class diagram tersebut didapatkan rancangan tabel dari sistem. Berikut adalah tabel-tabel tersebut :

1. Tabel kw (kwadran)

Tabel ini untuk menyimpan suatu output atau kesimpulan dari proses

analisa SWOT

Tabel 3.1 Tabel KW

2. Tabel Masalah

Tabel ini untuk menyimpan suatu permasalahan yang akan dibuat. Tabel

ini merupakan tabel yang dibuat dalam permasalahan SWOT. Berikut

(45)

Tabel 3.2 Tabel Masalah

3. Tabel S (Strenght)

Tabel ini untuk menyimpan suatu poin masalah yang ada pada faktor

internal.

(46)

4. Tabel W(Weakness)

Tabel ini untuk menyimpan suatu poin masalah yang terdapat pada faktor

internal

Tabel 3.4 Tabel Weakness

5. Tabel O(Opportunity)

Tabel ini untuk menyimpan suatu poin masalah yang ada pada faktor

eksternal.

(47)

Tabel 3.5 Tabel Opportunity

6. Tabel T(Threat)

Tabel ini untuk menyimpan suatu poin masalah yang ada pada faktor

eksternal

(48)

7. Tabel User

Tabel ini untuk menyimpan suatu data dari pengguna untuk melakukan

login atau akses terhadap sistem.

Gambar 3.7 Tabel User

8 Tabel Survei

Tabel ini digunakan untuk menyimpan hasil dari penilaian yang dilakukan

oleh user (mahasiswa), ditampilkan dalam bentuk grafik dimana tampilan dari

grafik tersebut ditampilkan dari 4 kuadran yang ada (kuadran 1 s/d kuadran 4).

Tabel survei ini juga berfungsi untuk menyimpan suatu permasalahan

yang sudah pernah diangkat dan tidak diteliti lagi, atau bisa disebut juga suatu

(49)

Tabel 3.8 Tabel Survei

3.3 Perancangan Antarmuka

Pada tahapan ini akan dijabarkan tentang perancangan antarmuka dari

aplikasi yang telah dibuat berdasarkan perancangan yang telah dibahas pada bab

III. Sistem ini berfungsi untuk memberikan suatu penilaian terhadap suatu

masalah laboratorium serta proses-proses pengelolaan hasil dari suatu analisa

yang masuk dengan melakukan suatu kesimpulan secara otomatis pada sistem ini

terdapat beberapa form, yaitu :

1. Antarmuka untuk Login Admin

2. Antarmuka untuk Create Masalah

3. Antarmuka untuk Input Poin Masalah

(50)

5. Antarmuka untuk Proses Penilaian Analisa

6. Antarmuka untuk Melihat Tabel Hasil Analisa

3.3.1 Antarmuka Untuk Login Admin

Perancangan antarmuka untuk User admin terdiri dari beberapa bagian yaitu antarmuka untuk login, menu create masalah, input kesimpulan, proses penilaian analisa, input poin masalah.

Login

Username

Password

OK Cancel

Gambar 3.1 Form Login

Form login merupakan tahap awal yang harus dilalui oleh pengguna dengan memasukkan username dan password.

3.3.2 Antarmuka untuk Create Masalah

Form ini mempunyai fungsi awal untuk membuat suatu permasalahan yang akan diangkat dan kemudian untuk dianalisa dengan menggunakan analisis

(51)

3.3.3 Antarmuka untuk Input Poin Masalah

Form ini memiliki fungsi meng-input poin-poin dari suatu permasalahan, adapun poin-poin tersebut akan di-inputkan untuk masing-masing kategori yaitu, kategori strenght (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunities (peluang), threat (ancaman). Form ini juga memiliki fungsi input-an untuk memberikan bobot pada tiap-tiap poin, form input masalah ini hanya bisa diakses oleh user admin. Form ini kemudian ditampilkan dalam suatu halaman untuk kemudian diberi analisa untuk menghasilkan suatu kesimpulan dari analisa SWOT, form ini dapat digunakan oleh semua user.

3.3.4 Antarmuka untuk Input Kesimpulan Masalah

Form ini merupakan hasil akhir dari suatu analisa SWOT, input kesimpulan hanya bisa diakses oleh user admin. Form yang akan ditampilkan oleh sistem dari form input kesimpulan masalah ini yaitu berupa hasil akhir dari analisis SWOT, ada pada kuadran berapa hasil dari analisa permasalahan dengan

menggunakan SWOT.

3.3.5 Antarmuka untuk Proses Penilaian Analisa

Antarmuka ini memiliki fungsi untuk memberikan penilaian poin-poin

(52)

3.3.6 Antarmuka untuk Melihat Tabel Hasil Analisa

Form ini menampilkan suatu grafik dari analisa-analisa dari semua user. Form ini memberikan informasi dari hasil analisa yang terdiri dari kuadran 1 , kuadran 2, kuadran 3, kuadran 4 sehingga dapat diketahui suatu permasalahan

yang diproses menggunakan analisis SWOT ini ada pada kuadran berapa yang

lebih dominan dan merupaka kesimpulan akhir dari analisa ini.

3.4 Contoh Studi Kasus Analisa SWOT

Data SWOT kualitatif di atas dapat dikembangkan secara kuantitaif

melalui perhitungan Analisis SWOT yang dikembangkan oleh Pearce dan

Robinson(1998) agar diketahui secara pasti posisi organisasi yang sesungguhnya.

Perhitungan yang dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:

1. Melakukan perhitungan skor (a) dan bobot (b) point faktor serta jumlah total

perkalian skor dan bobot (c = a x b) pada setiap faktor S-W-O-T. Menghitung

skor (a) masing-masing point faktor dilakukan secara saling bebas

(penilaian terhadap sebuah point faktor tidak boleh dipengaruhi atau

mempengeruhi penilaian terhadap point faktor lainnya. Pilihan rentang besaran

skor sangat menentukan akurasi penilaian namun yang lazim digunakan adalah

dari 1 sampai 10, dengan asumsi nilai 1 berarti skor yang paling rendah dan 10

berarti skor yang peling tinggi. Perhitungan bobot (b) masing-masing point faktor

dilaksanakan secara saling ketergantungan. Artinya, penilaian terhadap satu point

faktor adalah dengan membandingkan tingkat kepentingannya dengan point faktor

(53)

(rentang nilainya sama dengan banyaknya point faktor) dibagi dengan banyaknya

jumlah point faktor).

2. Melakukan pengurangan antara jumlah total faktor S dengan W (d) dan faktor

O dengan T (e); Perolehan angka (d = x) selanjutnya menjadi nilai atau titik pada

sumbu X, sementara perolehan angka (e = y) selanjutnya menjadi nilai atau titik

pada sumbu Y

3. Mencari posisi organisasi yang ditunjukkan oleh titik (x,y) pada kuadran

SWOT.

(54)

Gambar 3.6 Output Analisa SWOT

Kuadran I (positif, positif)

Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang kuat dan berpeluang, Rekomendasi

strategi yang diberikan adalah Progresif, artinya organisasi dalam kondisi prima

dan mantap sehingga sangat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi,

memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal.

Kuadran II (positif, negatif)

Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang kuat namun menghadapi tantangan

yang besar. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Diversifikasi Strategi,

artinya organisasi dalam kondisi mantap namun menghadapi sejumlah tantangan

berat sehingga diperkirakan roda organisasi akan mengalami kesulitan untuk terus

berputar bila hanya bertumpu pada strategi sebelumnya. Oleh karenya, organisasi

(55)

Kuadran III (negatif, positif)

Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang lemah namun sangat berpeluang.

Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Ubah Strategi, artinya organisasi

disarankan untuk mengubah strategi sebelumnya. Sebab, strategi yang lama

dikhawatirkan sulit untuk dapat menangkap peluang yang ada sekaligus

memperbaiki kinerja organisasi.

Kuadran IV (negatif, negatif)

Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang lemah dan menghadapi tantangan

besar. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Strategi Bertahan, artinya

kondisi internal organisasi berada pada pilihan dilematis. Oleh karenanya

organisasi disarankan untuk meenggunakan strategi bertahan, mengendalikan

kinerja internal agar tidak semakin terperosok. Strategi ini dipertahankan sambil

(56)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada Bab IV ini akan dibahas mengenai implementasi dari rancangan

sistem yang telah dibuat pada Bab III. Bagian implementasi sistem kali ini

meliputi: lingkungan implementasi, implementasi proses, dan implementasi

antarmuka.

4.1 Linkungan Implementasi

Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai perangkat keras dan perangkat

lunak yang digunakan pada implementasi sistem ini.

Perangkat keras :

a. Komputer dengan Processor Intel Celeron Mobile 1.73GHz

Perangkat Lunak

a. Sistem Operasi Windows XP Profesional Service Pack 2.

b. Macromedia Dreamweaver versi 8 sebagai editor bahasa pemprograman.

c. PHP versi 5.0.2 sebagai bahasa pemprograman server side. d. MySQL versi 5.2.3-falcon-alpha-community-nt.

e. Web server mengunakan Apache 2.0.63.

4.2 Implementasi Basis Data

Pada tahapan ini akan dibahas mengenai implementasi data dari

(57)

didapat script untuk membuat tabel-tabel dalam database yang akan dibuat. Dan juga disertakan tabel-tabel yang menyertai dari database SWOT.

/*

SQLyog Enterprise - MySQL GUI v6.16 RC2

MySQL - 5.2.3-falcon-alpha-community-nt : Database - swot

*************************************************************** ******

*/

/*!40101 SET NAMES utf8 */;

/*!40101 SET SQL_MODE=''*/;

create database if not exists `swot`;

USE `swot`;

/*!40014 SET @OLD_FOREIGN_KEY_CHECKS=@@FOREIGN_KEY_CHECKS, FOREIGN_KEY_CHECKS=0 */;

/*!40101 SET @OLD_SQL_MODE=@@SQL_MODE, SQL_MODE='NO_AUTO_VALUE_ON_ZERO' */;

/*Table structure for table `kw` */

DROP TABLE IF EXISTS `kw`;

CREATE TABLE `kw` (

`id_masalah` int(3) NOT NULL,

`id_kw` int(3) NOT NULL AUTO_INCREMENT,

`posisi_kw` enum('1','2','3','4') NOT NULL,

`deskripsi_kw` longtext NOT NULL,

PRIMARY KEY (`id_kw`),

KEY `FK_kw` (`id_masalah`),

CONSTRAINT `FK_kw` FOREIGN KEY (`id_masalah`) REFERENCES `masalah` (`id_masalah`)

(58)

/*Table structure for table `masalah` */

DROP TABLE IF EXISTS `masalah`;

CREATE TABLE `masalah` (

`id_masalah` int(3) NOT NULL AUTO_INCREMENT,

`id_user` varchar(20) NOT NULL DEFAULT '',

`nama_masalah` longtext NOT NULL,

PRIMARY KEY (`id_masalah`),

KEY `FK_masalah` (`id_user`),

CONSTRAINT `FK_masalah` FOREIGN KEY (`id_user`) REFERENCES `user` (`id_user`)

) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;

/*Table structure for table `o` */

DROP TABLE IF EXISTS `o`;

CREATE TABLE `o` (

`id_masalah` int(3) NOT NULL,

`id_o` int(3) NOT NULL AUTO_INCREMENT,

`pertanyaan_o` longtext NOT NULL,

`bobot_o` varchar(5) NOT NULL,

`nilai_o` varchar(5) NOT NULL,

PRIMARY KEY (`id_o`),

KEY `FK_o` (`id_masalah`),

CONSTRAINT `FK_o` FOREIGN KEY (`id_masalah`) REFERENCES `masalah` (`id_masalah`)

) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;

/*Table structure for table `s` */

DROP TABLE IF EXISTS `s`;

CREATE TABLE `s` (

`id_masalah` int(3) NOT NULL,

`id_s` int(3) NOT NULL AUTO_INCREMENT,

`pertanyaan_s` longtext NOT NULL,

(59)

`nilai_s` varchar(5) DEFAULT '',

PRIMARY KEY (`id_s`),

KEY `FK_s` (`id_masalah`),

CONSTRAINT `FK_s` FOREIGN KEY (`id_masalah`) REFERENCES `masalah` (`id_masalah`)

) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;

/*Table structure for table `survei` */

DROP TABLE IF EXISTS `survei`;

CREATE TABLE `survei` (

`id_survei` int(3) unsigned zerofill NOT NULL AUTO_INCREMENT,

`npm_survei` varchar(10) NOT NULL DEFAULT '',

`nama_survei` varchar(30) NOT NULL DEFAULT '',

`id_masalah` int(3) NOT NULL,

`hasil_survei` enum('1','2','3','4') DEFAULT NULL,

PRIMARY KEY (`id_survei`),

KEY `FK_survei` (`id_masalah`),

CONSTRAINT `FK_survei` FOREIGN KEY (`id_masalah`) REFERENCES `masalah` (`id_masalah`)

) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;

/*Table structure for table `t` */

DROP TABLE IF EXISTS `t`;

CREATE TABLE `t` (

`id_masalah` int(3) NOT NULL,

`id_t` int(3) NOT NULL AUTO_INCREMENT,

`pertanyaan_t` longtext NOT NULL,

`bobot_t` varchar(5) NOT NULL,

`nilai_t` varchar(5) NOT NULL,

PRIMARY KEY (`id_t`),

KEY `FK_t` (`id_masalah`),

CONSTRAINT `FK_t` FOREIGN KEY (`id_masalah`) REFERENCES `masalah` (`id_masalah`)

(60)

/*Table structure for table `user` */

DROP TABLE IF EXISTS `user`;

CREATE TABLE `user` (

`id_user` varchar(20) NOT NULL,

`password_user` varchar(33) NOT NULL DEFAULT '',

`nama_user` varchar(20) NOT NULL,

`tlp_user` varchar(20) NOT NULL,

`alamat_user` longtext NOT NULL,

`email_user` varchar(20) NOT NULL DEFAULT '',

PRIMARY KEY (`id_user`)

) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;

/*Table structure for table `w` */

DROP TABLE IF EXISTS `w`;

CREATE TABLE `w` (

`id_masalah` int(3) NOT NULL,

`id_w` int(3) NOT NULL AUTO_INCREMENT,

`pertanyaan_w` longtext NOT NULL,

`bobot_w` varchar(5) NOT NULL,

`nilai_w` varchar(5) NOT NULL,

PRIMARY KEY (`id_w`),

KEY `FK_w` (`id_masalah`),

CONSTRAINT `FK_w` FOREIGN KEY (`id_masalah`) REFERENCES `masalah` (`id_masalah`)

) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;

/*!40101 SET SQL_MODE=@OLD_SQL_MODE */;

/*!40014 SET FOREIGN_KEY_CHECKS=@OLD_FOREIGN_KEY_CHECKS */;

Setelah script tersebut dibuat kemudian dipindah ke DBMS Mysql maka

(61)

didapatkan. Hasil tampilan setelah tabel tersebut dipindah ke DBMS MySQL

seperti pada Gambar ? berikut ini :

Gambar 4.1 Database SWOT

4.3 Implementasi Antarmuka

Pada tahapan ini akan dijabarkan tentang implementasi antarmuka dari

aplikasi berdasarkan perancangan yang telah dibuat. Pada sistem ini terdapat

beberapa form yang telah dijelaskan sebelumnya pada bab 3 (perancangan

antarmuka). Adapun form-form tersebut meliputi tahapan awal sampai dengan tahapan akhir dari suatu permasalahan dengan menggunakan analisis SWOT.

Implementasi antarmuka ini merupakan suatu penghubung antara sebuah

sistem dan pengguna sistem. Agar suatu sistem dapat bekerja sebagaimana

mestinya, maka dibuatlah suatu antarmuka sebuah sistem agar sistem tersebut

(62)

Gambar 4.2 Tampilan Awal

4.3.1 Form Admin

Admin merupakan pemegang hak akses penuh dari sistem ini, adapun fungsi yang dapat dijalankan oleh admin yaitu :

1. Login admin

2. Analisa dengan SWOT

3. Buat analisa permasalahan baru

4. Lihat hasil survey dari analisa SWOT

(63)

Gambar 4.3 Antarmuka Halaman Admin

4.3.3.1 Login Admin

Form ini merupakan fungsi pertama untuk dapat mengakses sistem analisa SWOT ini. Username dan password yang diisikan hanya dimiliki oleh admin saja dan telah didaftarkan sebelumnya.

(64)

4.3.2 Analisa dengan SWOT

Form ini memliki fungsi memberikan penilaian untuk menghasilkan suatu kesimpulan atau output dari suatu permasalahan dengan menggunakan analisa SWOT. Untuk masing-masing kategori (strenght, weakness, opportunities, threat) mempunyai poin-poin, dan masing-masing poin tersebut di-input-kan nilai oleh user untuk kemudian menghasilkan suatu kesimpulan.

(65)

4.3.3 Buat Analisa Permasalahan Baru

Interface atau antarmuka ini merupakan salah satu fungsi yang juga dapat diakses oleh admin.

Gambar 4.6 Buat Analisa Permasalahan Baru

Form ini memiliki beberapa sub fungsi antara lain :

- Create Masalah

Form ini mempunyai fungsi menginputkan suatu topik masalah yang akan diangkat dan dianalisis menggunakan analisa SWOT, form ini hanya bisa diakses oleh user admin.

(66)

- Tulis pertanyaan

Form ini memiliki fungsi meng-input-kan pertanyaan-pertanyaan atau poin-poin dari masing-masing kategori beserta penentuan bobot dari

masing-masing poin yang kan di-input-kan oleh admin.

Form ini hanya bisa diakses oleh user admin, form ini bisa dikatakan sebagai fungsi utama dari sistem analisa SWOT ini. Pengumpulan dari

hasil analisa atau penelitian yang telah dilakukan akan di-input-kan pada form ini. Masing-masing kategori hanya memiliki 10 poin pertanyaan yang dapat di-input-kan.

(67)

- Kesimpulan kuadran

Form ini untuk memberikan suatu kesimpulan dari proses analisa yang telah dilakukan, form ini meng-input-kan kesimpulan-kesimpulan setelah proses penilaian dari analisa telah dilakukan. Adapun kesimpulan dari

analisa SWOT ini terdiri dari 4 kuadran (kuadran 1, kuadran 2, kuadran 3,

kuadran 4) yang masing-masing kuadran memiliki isi kesimpulan yang

berbeda dan diambil dari ilmu analisa SWOT yang telah ada.

Gambar 4.9 Sub Create Analisa Masalah

4.3.4 Lihat Hasil Survey dari Analisa SWOT

Antarmuka ini merupakan kumpulan hasil-hasil penilaian dari

semua user, dari penilaian semua user yang ada dapat dilihat suatu permasalahan yang dianalisa dengan menggunakan analisa SWOT lebih

(68)

komputer tersebut ada pada kuadran berapa dan dapat ditentukan

strategi-strategi apa saja yang dapat dilakukan setelah menggunakan analisa

SWOT ini.

Gambar 4.10 Hasil Survey Analisa SWOT

4.3.5 Form Penambahan Admin Baru

Form ini memiliki fungsi untuk menambahkan user admin baru, form ini

(69)

Gambar 4.11 Form Penambahan Admin Baru

4.3.6 Form User

Form ini merupakan form yang digunakan untuk user untuk mengisi pertanyaan-pertanyaan atau poin-poin yang telah disediakan oleh admin. Hasil dari pengisian nilai-nilai yang dilakukan oleh user kemudian diproses oleh sistem analisa SWOT ini untuk kemudian dijadikan menjadi suatu kesimpulan dari suatu

permasalahan(laboratorium komputer) yang sedang dianalisa.

(70)
(71)

BAB V

UJI COBA DAN ANALISA APLIKASI

Pada bab ini akan dibahas mengenai uji coba terhadap aplikasi yang telah

dibuat dan selanjutnya akan dibuat evaluasi dari hasil uji coba tersebut. Uji coba

dilaksanakan untuk mengetahui apakah aplikasi dapat berjalan dengan baik sesuai

perancangan yang dibuat. Evaluasi dilakukan untuk menentukan tingkat

keberhasilan dari aplikasi yang dibuat.

5.1 Lingkungan Uji Coba

Pada uji coba kali ini digunakan sebuah komputer sebagai server sistem

pelayanan SMS pengaduan masyarakat dengan spesifikasi sebagai berikut:

1. Sistem Operasi : Windows XP Service Pack 2

2. Server Database : MySql versi 5.2.3-falcon-alpha-community-nt.

3. Web Server : Apache 2.0.63.

4. Server Side Programming : PHP versi 5.0.2

5. Processor : Intel Celeron 1,73 Ghz , FSB 533Mhz

(72)

5.2 Pelaksanaan Uji Coba

Pelaksanaan uji coba ini akan melakukan implementasi sistem yang telah

dibuat. Uji coba ini meliputi penilaian poin-poin(pertanyaan) yang telah

disediakan sampai dengan diprosesnya untuk kemudian menghasilkan suatu

kesimpulan.

5.3 Uji Coba Sistem

Uji coba sistem merupakan uji coba terhadap fitur-fitur yang ada didalam

sistem server, uji coba pada sistem ini akan dijelaskan secara keseluruhan

fungsi-fungsi yang terdapat pada siste analisa SWOT ini.

Deskripsi kategori yang ditampilkan pada sistem ini berdasarkan dosen

pembimbing selaku Kepala Laboratorium(Ka.Lab) yang menangani studi kasus

tentang analisa SWOT pada laboratorium komputer melalui bimbingan-bimbingan

dan diskusi yang dilakukan oleh penulis.

5.3.1 Uji Coba Login

Uji coba login ini digunakan untuk dapat mengakses fungsi-fungsi yang

terdapat pada sistem analisa SWOT ini. Sistem ini hanya terdapat satu login untuk admin.

Dalam sistem ini user admin dapat melakukan dua kesalahan untuk login ke sistem yaitu :

Figur

Gambar 2.12 Skema Topologi Mesh

Gambar 2.12

Skema Topologi Mesh p.31
Gambar 3.1 Use Case Diagram Sistem Analisa SWOT Laboratorium

Gambar 3.1

Use Case Diagram Sistem Analisa SWOT Laboratorium p.39
Gambar 3.2 Activity Diagram Analisa SWOT Laboratorium

Gambar 3.2

Activity Diagram Analisa SWOT Laboratorium p.41
Gambar 3.3 Sequence Diagram Analisa SWOT

Gambar 3.3

Sequence Diagram Analisa SWOT p.42
Gambar 3.4 Class Diagram Sistem

Gambar 3.4

Class Diagram Sistem p.43
Tabel 3.3 Tabel Strenght

Tabel 3.3

Tabel Strenght p.45
Tabel 3.2 Tabel Masalah

Tabel 3.2

Tabel Masalah p.45
Tabel 3.4 Tabel Weakness

Tabel 3.4

Tabel Weakness p.46
Tabel T(Threat)

Tabel T(Threat)

p.47
Gambar 3.6 Tabel Threat

Gambar 3.6

Tabel Threat p.47
Gambar 4.5 Analisa Dengan SWOT

Gambar 4.5

Analisa Dengan SWOT p.64
Gambar 4.8 Sub Create Analisa Masalah

Gambar 4.8

Sub Create Analisa Masalah p.66
Gambar 4.10 Hasil Survey Analisa SWOT

Gambar 4.10

Hasil Survey Analisa SWOT p.68
Gambar 4.11 Form Quisioner User

Gambar 4.11

Form Quisioner User p.70
Gambar 5.1 Login Gagal (salah username atau password)

Gambar 5.1

Login Gagal (salah username atau password) p.73
Gambar 5.2 Login Gagal (salah memasukkan security code)

Gambar 5.2

Login Gagal (salah memasukkan security code) p.73
Gambar 5.3 Login Admin Berhasil Dilakukan

Gambar 5.3

Login Admin Berhasil Dilakukan p.74
Gambar 5.6 Tulis Pertanyaan Pada Permasalahan

Gambar 5.6

Tulis Pertanyaan Pada Permasalahan p.76
Gambar 5.8 Penambahan Admin Baru

Gambar 5.8

Penambahan Admin Baru p.78
Gambar 5.9 Proses Penilaian

Gambar 5.9

Proses Penilaian p.79
Gambar 5.11 menjelaskan proses hasil survei dapat diketahui.

Gambar 5.11

menjelaskan proses hasil survei dapat diketahui. p.80
Gambar 5.12 Halaman Muka User

Gambar 5.12

Halaman Muka User p.81
Gambar 5.13 Form Penilaian User

Gambar 5.13

Form Penilaian User p.82
Gambar 5.14 Proses Kesimpulan User.

Gambar 5.14

Proses Kesimpulan User. p.83
Gambar 3.1 Use Case Diagram Sistem Analisa SWOT Laboratorium

Gambar 3.1

Use Case Diagram Sistem Analisa SWOT Laboratorium p.86
Gambar 3.2 Activity diagram analisa SWOT Laboratorium

Gambar 3.2

Activity diagram analisa SWOT Laboratorium p.88
Gambar 3.3 Sequence Diagram Analisa SWOT

Gambar 3.3

Sequence Diagram Analisa SWOT p.89
Gambar 3.4 Class Diagram Sistem

Gambar 3.4

Class Diagram Sistem p.90
Table Non unique

Table Non

unique p.91
Table Non unique

Table Non

unique p.93

Referensi

Memperbarui...