• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

7 2.1. Konsep Dasar Web

Dalam dunia Teknologi khususnya internet saat ini sangat berpengaruh dalam dunia bisnis maupun pendidikan. Internet pada dasarnya menyediakan sebuah layanan

berupa website yang didalamnya terdapat berbagai macam informasi baik dalam bentuk format teks, gambar, audio dan atau bahkan video yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti dunia bisnis, pendidikan dan lain sebagainnya. (Hidayat, Marlina, & Utami, 2017)

Menurut (Mariana, 2016) mengatakan bahwa, “Bimbingan merupakan proses pemberian bantuan terhadap individu yang berkaitan dengan pengembangan ketrampilan, pengetahuan, dan sikap dalam bidang pribadi sosial, akademik, dan karir yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas-tugas perkembangan mereka.”

Sedangkan menurut Sukardi & Dewa Ketut menjelaskan bahwa, “Konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara, dan dengan cara yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi individu tersebut untuk mencapai kesejateraan hidupnya.” (Sari, Budiono, &

Azis, 2019) 2.1.1. Website 1. Internet

Menurut (Hidayatullah & Kawistara, 2017) menjelaskan bahwa, “Internet adalah

jaringan global yang menghubungkan komputer-komputer di seluruh dunia.”

(2)

2. Website

Menurut Puspitosari menjelaskan bahwa website merupakan sebuah kumpulan halaman informasi yang disediakan melalui jalur internet yang dapat diakses dengan mudah di seluruh dunia, selama adanya koneksi jaringan internet.

(Aprilia & Sardiarinto, 2018)

Website berdasarkan dengan sifatnya maka digolongkan menjadi dua jenis yaitu website statis dan website dinamis. Website statis adalah website yang menampilkan sebuah informasi yang tetap atau tidak memiliki perubahan, sedangkan website dinamis adalah website yang menampilkan informasi yang sifatnya dinamis selalu melakukan upadate dan biasanya diakses oleh user pada umumnya.

a. Web server

Menurut (Novianta & Setyaningsih, 2015) menjelaskan bahwa, "Web server merupakan software yang berfungsi menerima permintaan (request) melalui HTTP atau HTTPS dari client yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya ke dalam bentuk halaman-halaman web berbentuk dokumen HTML."

b. Web Browser

Menurut (Ramadhani & Nugraha, 2018) menjelaskan bahwa, “Web browser adalah perangkat lunak yang memungkinkan mengambil hypermedia dengan mengetik parameter pencarian atau mengklik grafik.”

2.1.2. Bahasa Pemrograman

Nugroho mengatakan dalam (Aprilia & Sardiarinto, 2018) bahwa, “Bahasa

Pemrograman merupakan sebuah paket bahasa yang digunakan untuk membentuk

sebuah bahasa turunan, bahasa turunan ini dapat berupa bahasa pemrograman, atau

dapat berupa hasil akhir yang sering disebutkan dengan istilah aplikasi pemrograman.”

(3)

Bahasa pemrograman yang digunakan pada pembuatan website ini adalah:

1. HTML (Hyper Text Markup Languange)

Menurut (Hidayatullah & Kawistara, 2017) menjelaskan bahwa:

HTML merupakan singkatan dari Hyper Text Markup Language yaitu bahasa standar web yang dikelola penggunanya untuk menampilkan halaman web berupa tag-tag yang menyusun setiap elemen dari website.

HTML atau Hyper Text Markup Language biasanya disimpan dalam sebuah file berekstensi .html. untuk mengetikkan skrip HTML dapat menggunakan text editor seperti Notepad++, Atom, Sublime Text, dan apalikasi lainnya.

2. PHP

Menurut Nugroho dalam (Ramadhani & Nugraha, 2018) mendefinisikan bahwa

“PHP adalah bahasa program yang digunakan untuk membuat aplikasi berbasis web (website, blog, atau aplikasi web)”.

3. CSS (Cascading Style Sheet)

Menurut Rosa dan Shalahuddin dalam (Aprilia & Sardiarinto, 2018) menjelaskan bahwa, “CSS (Cascading Style Sheets) suatu fasilitas untuk mempermudah pemeliharaan sebuah halaman web, dengan menggunakan CSS sebuah halaman web dapat diubah tampilannya tanpa mengubah dokumen HTML nya.”

4. JavaScript

Menurut Sibero dalam (Afifiah & Supriyanta, 2018) mengungkapkan bahwa,

“Javascript adalah bahasa script (Scripting Language) yaitu kumpulan intruksi perintah yang digunakan untuk mengendalikan beberapa bagian dari sistem operasi.” JavaScript tidak hanya berdiri sendiri, akan tetapi JavaScript menjadi dasar yang dapat digunakan untuk teknologi lainnya, seperti Ajax dan J-Query.

Beberapa hal tentang javascript adalah sebagai berikut:

a. Open Source (semua orang dapat menggunakan secara gratis).

(4)

b. JavaScript merupakan bahasa scripting yang ringan.

c. JavaScript embeded (disisipkan) dalam html.

d. Dalam javascript, script akan langsung dieksekusi tanpa adanya kompilasi.

5. JQuery

Abdullah mendefinisikan dalam (Handayani, Wijianto, & Anggoro, 2018) bahwa, "jQuery merupakan salah satu java script library, yaitu kumpulan fungsi java script siap pakai, sehingga mempermudah dan mempercepat kita dalam membuat kode java script".

6. Framework CodeIgniter (CI)

Menurut Rahmadiansyah & Irawan dalam (Putri, 2018) menjelaskan bahwa

“CodeIgniter (CI) merupakan sebuah framework pemrograman web dengan menggunakan bahasa PHP. Framework CodeIgniter (CI) ini ditulis menggunakan bahasa php versi 4 dan bahasa php versi 5 oleh Rick Ellislab”.

2.1.3. Basis Data (Database)

Menurut Dr. Said Mirza Pahlevi mengemukakan bahwa:

Database (basis data) adalah sekumpulan data yang saling berhubungan secara logis dan terorganisir dengan baik. Basis data (database) merupakan komponen utama pendukung dari sebuah program aplikasi. Hampir seluruh program aplikasi yang melibatkan pengolahan data itu sangat dapat dipastikan menggunakan basis data sebagai tempat penyimpanan datanya. (Hidayat et al., 2017)

Basis data (databases) yang digunakan pada website yang dibangun, yaitu:

1. MySQL

Menurut (Hidayatullah & Kawistara, 2017) menjelaskan bahwa, “MySQL

adalah salah satu aplikasi DBMS yang bersifat open source dan sudah sangat

banyak digunakan oleh para pemrograman aplikasi web. Kelebihan dari MySQL

adalah cepat, dapat menampung data dengan jumlah yang besar, handal dan

selalu di-update.”

(5)

2. PhpMyAdmin

Rahman menjelaskan dalam (Supriyanta & Nisa, 2015) bahwa, “PHP MyAdmin adalah sebuah software berbasis pemrograman PHP yang dipergunakan sebagai administrator MySQL melalui browser (web) yang digunakan untuk manajemen databases.”

3. XAMPP

Yudhanto dan Agus Purbaya mengatakan dalam (Supriyanta & Nisa, 2015) bahwa, “XAMPP merupakan program paket PHP dan MySQL berbasis open source yang saat ini merupakan andalan para programmer PHP dalam melakukan programming dan melakukan testing hasil programnya.”

2.1.4. Metode Pengembangan Perangkat Lunak

Metode yang digunakan untuk pengembangan perangkat lunak ini menggunakan metode waterfall menurut Rosa dan Shalahuddin dalam (Aprilia & Sardiarinto, 2018) yang terbagi menjadi lima tahapan, yaitu:

1. Analisa Kebutuhan

Pengumpulan kebutuhan ini dilakukan untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak pada tingkatan sistem dengan menentukan konsep sistem sehingga dapat dipahami. Pada tahap ini perlu didokumentasikan spesifikasi kebutuhan perangkat lunak.

2. Desain (Design)

Pada tahap desain yaitu diawali dengan menentukan proses data yang diperlukan

seperti perancangan alur sistem, perancangan database yang dibutuhkan oleh

program, merancang desain antarmuka dan menyusun pengkodean yang akan

diimplementasikan pada program aplikasi yang dibuat.

(6)

3. Pembuatan Kode Program (Code Generation)

Desain harus diterjemahkan dalam bentuk mesin atau perangkat lunak yang dapat dibaca yaitu dalam bahasa pemrograman melalui proses coding. hasil tahapan ini yaitu proses pengumpulan kebutuhan perangkat lunak akan digunakan untuk membuat program yang sesuai dengan desain yang telah dibuat.

4. Pengujian (Testing)

Pada pembuatan website ini aplikasi diuji dengan menggunakan blackbox testing, metode ini berfokus pada logika internal perangkat lunak untuk untuk menemukan kesalahan dan memastikan program berjalan dengan baik.

5. Pendukung (support) atau Pemeliharaan (Maintenance)

Tidak menutup kemungkinan pada tahapan ini perangkat lunak mengalami perubahan ketika perangkat lunak tersebut sudah dikirimkan ke user. Perubahan ini bisa terjadi dikarenakan adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak tersebut harus beradaptasi dengan lingkungan baru.

Sumber: Rosa dan Shalahuddin (Aprilia & Sardiarinto, 2018) Gambar II.1

Ilustrasi model Waterfall

(7)

2.2. Teori Pendukung 2.2.1. Struktur Navigasi

Menurut Prihatna dalam (Muhamad Tabrani, 2017) menjelaskan bahwa, Navigasi merupakan struktur terpenting dalam pembuatan suatu aplikasi multimedia yang gambarnya harus sudah ada pada tahap perancangan. Struktur peta navigasi memberikan kemudahan pengguna dalam melakukan analisa keinteraktifan seluruh objek dalam aplikasi multimedia dan bagaimana pengaruh terhadap pengguna.

Ada 4 macam struktur peta navigasi yang biasa digunakan, yaitu:

1. Struktur Navigasi linear

Struktur linier merupakan struktur yang mempunyai satu rangkaian cerita yang berurutan. Dalam struktur ini pengguna akan menampilkan secara berurut satu demi satu tampilan layar dan tidak diperbolehkan adanya percabangan. Pada struktur navigasi linier ini tampilan yang dapat ditampilkan yaitu tampilan satu halaman sebelumnya dan atau satu halaman sesudahnya

Sumber : Prihatna (Muhamad Tabrani, 2017) Gambar II.2 Struktur Navigasi Linier 2. Struktur Navigasi Hierarkis

Struktur hierarki atau struktur bercabang merupakan suatu struktur yang

mengandalkan percabangan untuk menampilkan sebuah data berdasarkan

kriteria. Tampilan pada menu utama disebut “master page”. Pada Menu utama

struktur ini memiliki percabangan yang dinamakan “slave page” atau halaman

pendukung.

(8)

Sumber : Prihatna (Muhamad Tabrani, 2017) Gambar II.3

Struktur Navigasi Hirarki 3. Struktur Navigasi Non Linear (Tidak Berurut)

Struktur ini merupakan sebuah pengembangan dari struktur navigasi linier. Pada struktur ini dimungkinkan adanya percabangan. Pada struktur non linier ini percabangannya dibuat berbeda dengan percabangan pada struktur hierarki, sebab untuk setiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama, yaitu tidak adanya master page dan slave page.

Sumber : Prihatna (Muhamad Tabrani, 2017) Gambar II.4

Struktur Navigasi Non Liniear 4. Composite (Campuran)

Struktur navigasi campuran atau komposit merupakan gabungan dari ketiga

struktur sebelumnya. Struktur campuran (komposit) ini banyak digunakan dalam

pembuatan sebuah sistem aplikasi multimedia sebab dapat memberikan

keinteraksian yang lebih tinggi.

(9)

Sumber : Prihatna (Muhamad Tabrani, 2017) Gambar II.5

Struktur Navigasi Composite

2.2.2. Entity Relationship Diagram (ERD)

Simarmata dan Paryudi mengemukakan dalam (Aprilia & Sardiarinto, 2018) bahwa, “ERD merupakan alat pemodelan data utama dan akan membantu mengoranisasi data dalam suatu proyek ke dalam entitas-entitas dan menentukan hubungan antar entitas”.

Berikut ini komponen-komponen ERD menurut Ladjamudin dalam (Aprilia &

Sardiarinto, 2018) adalah sebagai berikut : 1. Entity (Entitas)

Entity (Entitas) merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata atau abstrak dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Entitas atau yang sering disebut entity diberi nama dengan kata benda dan dapat dikelompokkan dalam empat jenis nama yaitu benda, lokasi, orang, kejadian (terdapat unsur waktu di dalamnya).

2. Relationship

Relationship adalah hubungan alamiah yang terjadi antara entitas yang berbeda.

Untuk memudahkan melakukan pembacaan relasi (bisa dengan kalimat aktif

atau pasif) maka relasi atau penghubung diberi nama dengan kata kerja dasar.

(10)

3. Atribut

Atribut adalah karakteristik dari setiap entitas maupun relationship. Maksudnya, atribut merupakan sesuatu yang menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud entitas ataupun relasi, sehingga sering dikatakan atribut adalah elemen-elemen dari setiap entitas dan relationship

4. Garis

Merupakan alat yang menghubungkan atribut dengan kumpulan entitas dan kumpulan entitas dengan relasi.

Frieyadie menjelaskan bahwa, “Kardinalitas merupakan tingkat hubungan yang terjadi antarentitas di dalam sebuah sistem.” (Aprilia & Sardiarinto, 2018)

Terdapat tiga tingkat hubungan yang terjadi, yaitu:

1. Many To Many (Banyak ke Banyak atau N:M)

Pada hubungan ini dinyatakan banyak ke banyak yaitu apabila setiap suatu kejadian pada sebuah entitas mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas lainnya, baik entitas yang pertama maupun entitas yang kedua.

Sumber : Frieyadie dalam (Aprilia & Sardiarinto, 2018) Gambar II.6

Kardinalitas Many to Many 2. One to One (Satu ke Satu atau 1:1)

Pada hubungan ini dinyatakan one to one yaitu jika satu kejadian pada entitas

pertama hanya mempunyai satu hubungan dengan suatu kejadian pada entitas

kedua dan sebaliknya.

(11)

Sumber : Frieyadie dalam (Aprilia & Sardiarinto, 2018)

Gambar II.7 Kardinalitas One to One 3. One To Many (Satu pada Banyak atau 1:M)

Pada hubungan ini dinyatakan one to many (1:M) adalah sama dengan hubungan banyak pada satu (M:1). Untuk satu kejadian entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua dan sebaliknya satu kejadian yang kedua, hanya bisa mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang pertama.

Sumber : Frieyadie dalam (Aprilia & Sardiarinto, 2018) Gambar II.8

Kardinalitas One to Many 2.2.3. Logical Record Structure (LRS)

Menurut Frieyadie berpendapat dalam (Aprilia & Sardiarinto, 2018) bahwa

“LRS (Logical Record Structure) merupakan hasil dari pemodelan Entity Relationship (ER) beserta atributnya sehingga bisa terlihat hubungan-hubungan antar entitas.”

Sedangkan Menurut Ladjamudin dalam (Tabrani & Pudjiarti, 2017) menjelaskan

bahwa terdapat dua aturan dalam melakukan transformasi E-R Diagram ke Logical

Record Structure (LRS). Dua aturan tersebut yaitu:

(12)

1. Setiap entitas akan diubah ke bentuk sebuah kotak yaitu dengan dimana nama entitas berada diluar kotak dan atribut berada didalam kotak.

2. Sebuah penghubung atau relasi kadang disatukan dalam sebuah kotak bernama entitas, kadang dipisah dalam sebuah kotak tersendiri.

2.2.4. Implementasi dan Pengujian Web

Menurut Rosa dan Shalahuddin menjelaskan dalam (Aprilia & Sardiarinto, 2018) bahwa, “Pengujian merupakan satu set aktifitas yang direncanakan dan sistematis untuk menguji atau mengevaluasi kebenaran yang diinginkan.”

Tahapan pengujian secara keseluruhan Menurut Rosa dan Shalahuddin dalam (Aprilia & Sardiarinto, 2018) yaitu :

1. Pengujian Unit

Tahapan pengujian dimulai dengan pengujian unit, yaitu dapat berupa kumpulan fungsi atau prosedur yang memiliki keterkaitan pada pemrograman terstruktur atau kelas pada pemrograman berorientasi objek.

2. Pengujian Integrasi

Pada tahapan ini sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk menghindari kesulitan penelusuran jika terjadi kesalahan (error). Tahapan ini merupakan pengujian penggabungan dari dua atau lebih unit pada perangkat lunak.

3. Pengujian Sistem

Tahapan selanjutnya yaitu tahapan pengujian sistem, dimana unit-unit proses

yang sudah diintegrasi diuji dengan antarmuka yang sudah dibuat sehingga

pengujian ini dimaksudkan untuk menguji sistem perangkat lunak secara

keseluruhan.

(13)

4. Pengujian Penerimaan

Tahapan ini merupakan tahapan pengujian penerimaan perangkat lunak oleh pelanggan (customer) atau user (pemakai perangkat lunak) digunakan untuk mengetahui kepuasan pelanggan atau user terhadap perangkat lunak yang sudah dibuat.

Rosa dan Shalahuddin menjelaskan dalam (Aprilia & Sardiarinto, 2018) bahwa, salah satu pengujian untuk validasi memiliki beberapa pendekatan yaitu pengujian dengan Black Box Testing (Pengujian Kotak Hitam).

Pengujian ini yaitu dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi yang memakai perangkat lunak apakah sudah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. untuk melakukan pengujian kotak hitam. Pada kasus uji yang telah dibuat maka harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah, misalkan untuk kasus proses login maka kasus uji yang dibuat adalah:

1. Jika pengguna atau user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang benar.

2. Jika pengguna (user) memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang salah misalnya, nama pemakai salah tapi kata sandi benar, atau sebaliknya atau keduanya salah.

2.2.5. Studi Literatur

Adapun penelitian-penelitian yang sudah ada dan berhubungan menjadi acuan

tercapainya sebuah penelitian ini. Terdapat 5 (lima) studi pustaka yang peneliti

gunakan sebagai informasi untuk penelitian ini, yaitu :

(14)

Tabel II.1 Studi Literatur

No Nama Penulis, Tahun, Judul Pembahasan Pokok 1 (Novita et al., 2018)

“Sistem Informasi Bimbingan Konseling Berbasis Berbasis Knowledge Management”.

Penginputan dan pengarsipan berkas bimbingan konseling masih dilakukan dengan cara ditulis dan jika memerlukan data pengarsipan sebelum-sebelumnya harus mencarinya terlebih dahulu dan itu sangat merepotkan.

Tujuan Penelitian ini yaitu membuat sistem informasi bimbingan konseling menggunakan aplikasi yang secara online, dengan menerapkan konsep knowledge management yang dapat mengolah data bimbingan konseling agar menjadi informasi yang lebih bernilai.

Hasil penelitian ini yaitu membantu guru BK dan siswa dalam melakukan bimbingan dan konsultasinya, selain guru BK dan siswa, orangtua pun dapat melihat perkembangan kesiswaan anaknya secara langsung.

2 (Sari et al., 2019)

Penerapan Bimbingan Karir Untuk Meningkatkan Bakat Dan Minat Siswa Di Smp Ma’arif 13 Curahtakir Tempurejo Kabupaten Jember

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan bimbingan konseling di Smp Ma’arif 13 Curahtakir Tempurejo Kabupaten Jember dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambaynya.

Fokus penelitian meliputi penerapan

bimbingan konseling salah satunya

bimbingan karir, konsultasi minat bakat

siswa, permasalahan baik itu pribadi, sosial,

belajar dan karier, seperti yang dialami oleh

para siswa di Sekolah Menengah Pertama

Ma’arif 13 Tempurejo Jember yaitu

(15)

melanggar aturan dan siswa yang berpestasi belajarnya rendah.

3 (Balafif, Budiman, &

Muttaqin, 2016)

Peningkatan Pelayanan Bimbingan Konseling Di Man Tambakberas Jombang Dengan Sistem Informasi Bimbingan Konseling Berbasis Web

Kegiatan proses bimbingan konseling ini masih dilakukan manual dalam kertas (kartu bimbingan) dan banyak kemungkinan untuk hilang dan tidak terdokumentasi dengan baik.

Tujuan Penelitian ini yaitu untuk meningkatkan pelayanan bimbingan konseling di MAN Tambakberas Jombang dengan adanya sistem informasi berbasis web.

Hasil penelitian ini yaitu menampilkan data- data laporan bimbingan konseling pada Aplikasi web.

4 (Putra & Rahmayeni, 2016) Implementasi Database MongoDB Untuk Sistem Informasi Bimbingan Konseling Berbasis Web (Studi Kasus: SMPN 1 Sawahlunto)

Pada bimbingan konseling pasti diperlukannya tempat penyimpanan proses kegiatan bimbingan, perhitungan data yang efektif, proses perhitungan data poin-poin pelanggaran siswa yang cepat karena masih dilakukan dengan cara ditulis pada buku besar maka menyebabkan kurang efektif dan bisa rusak serta memperlambat proses perhitungan poin pelanggaran yang kemungkinan terjadi poin tersebut lupa dicatat.

Tujuan Penelitian ini yaitu meng- implementasikan Database MongoDB pada sistem bimbingan konseling.

Hasil penelitian ini yaitu data siswa

berprestasi, data pelanggaran siswa yang

dirancang dengan menggunakan aplikasi

program PHP dan database MongoDB dapat

digunakan secara efektif.

(16)

5 (Syah & Gunawan, 2016) Sistem Pakar Bimbingan Dan Konseling Siswa Dengan Metode Certainty Factor Berbasis Web Pada SMAN 1 Cikembar

Proses kegiatan bimbingan konseling antara siswa dan guru bk ini belum dilakukan secara efektif sehingga memerlukan waktu lama dan harus tatap langsung (face to face).

Hasil penelitian ini yaitu membantu para

guru bimbingan dan konseling dalam

menangani perilaku siswa menggunakan

aplikasi sistem pakar dengan Metode

Certainty Factor dapat menjadi alternatif

pemecahan masalah bimbingan konseling.

Gambar

Ilustrasi model Waterfall
Gambar II.7  Kardinalitas One to One  3.  One To Many (Satu pada Banyak atau 1:M)
Tabel II.1  Studi Literatur

Referensi

Dokumen terkait

Musnamar (1992: 145) merumuskan tiga tujuan bimbingan keagamaan Islam berdasarkan problem keagamaan yaitu: pertama, membantu individu atau kelompok dalam mencegah

Pada aplikasi Aplikasi Sistem Informasi Geografis Penyebaran Raskin (Baras Miskin) Pemerintah Daerah Kota Karawang dengan Menggunakan ArcView ini struktur navigasi yang digunakan

Antara berikut, yang manakah makanan semulajadi ikan yang diternak di dalam kolam tanah. A Ikan hancur B Zooplankton C Hampas kelapa D

Mencari kebenaran membutuhkan kemauan untuk mengesampingkan prasangka dan mematuhi keyakinan baru. Tidak ada yang lebih jelas daripada studi tentang Sabat

Bahasa pemrograman adalah bahasa buatan yang digunakan untuk mengendalikan perilaku dari sebuah mesin, biasanya berupa mesin komputer, sehingga dapat digunakan

Konjungsi dalam bahasa Jepang dibagi menjadi tujuh jenis, yaitu heiretsu no setsuzokushi, gyakusetsu no setsuzokushi, junsetsu no setsuzokushi, tenka no

metode diskriftif kualitatif merupakan metode penelitian yang datanya bukan angka – angka, melainkan data berupa kata – kata, kalimat, wacana, dan

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia dalam Konsensus Penatalaksanaan Kejang Demam (2006), pemeriksaan laboratorium tidak dikerjakan secara rutin pada kejang demam, tetapi