• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. fenomena antrian dalam kehidupan sehari-hari seperti pada antrian proses cek in

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. fenomena antrian dalam kehidupan sehari-hari seperti pada antrian proses cek in"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di zaman yang sudah modern seperti saat ini kita masih sering menjumpai fenomena antrian dalam kehidupan sehari-hari seperti pada antrian proses cek in di bandara, pelayanan pembuatan SIM, antrian gate in/out pintu tol, dan antrian pelayanan perbaikan barang. Antrian ini terjadi karena adanya kelebihan permintaan yang dapat mempengaruhi kapasitas pelayanan. Antrian adalah sebuah proses dimana seseorang atau barang yang datang berbaris menunggu pelayanan hingga proses yang diinginkan selesai.

PT. ABB Sakti Industri adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang Industri yang memiliki berbagai macam divisi salah satunya adalah divisi Industrial Automation dengan Business Unit Turbocharging. Pembahasan dalam analis ini akan terfokus pada PT. ABB Sakti Industri dengan divisi dan business unit tersebut yang selanjutnya akan disebut PT. ABB Sakti Industri – IA Turbocharging. PT. ABB Sakti Industri – IA Turbocharging merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Mechanical Engineering dengan penjualan spare part serta pelayanan jasa perbaikan atau perawatan mesin turbocharger. PT.

ABB Sakti Industri – IA Turbocharging adalah representative ABB Switzerland untuk authorized service station dan penjualan spare parts di Indonesia. Saat ini PT. ABB Sakti Industri – IA Turbocharging memiliki 3 workshop di Indonesia yaitu di Jakarta, Surabaya dan Batam.

(2)

Untuk menyelesaikan masalah antrian PT. ABB Sakti Industri – IA Turbocharging sudah menggunakan tekhnologi terdepan, untuk membantu bisnis mereka agar berjalan seefektif mungkin dalam memberikan pelayanan terbaik kepada customer. Walaupun dengan menggunakan tekhnologi terdepan membutuhkan dana yang cukup besar PT. ABB Sakti Industri – IA Turbocharging mampu bersaing guna memenuhi kebutuhan serta kepuasan customer. PT. ABB Sakti Industri – IA Turbocharging sudah didukung oleh system dan program berstandar ISO 9001 – 2008, Service Engineer dan Technical Advisor teruji dan berstandart International, Commercial Team yang handal dan berpengalaman dalam bidangnya serta tenaga Sales yang ahli dan berkompetensi tinggi.

Dalam proses perjalanannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada customer, PT. ABB Sakti Industri – IA Turbocharging masih menghadapi beberapa kendala yang harus segera diatasi salah satunya adalah sistem antrian.

Mekanisme sistem antrian yang terjadi dimulai dari mesin turbocharger yang datang di workshop, dicek dan diterima, lalu mesin turbocharger tersebut menunggu untuk mendapatkan pelayanan selanjutnya. Setelah melewati tahap pengecekan dan penerimaan selanjutnya mesin turbocharger tersebut akan melewati beberapa proses. Diantaranya proses pemeriksaan, perbaikan dan pengetesan. Didalam perusahaan sering disebut seperti proses Assesment, Assembling (lepas), Cleaning, Blasting, Repair, Balancing dan Assembling tahap kedua (pasang).

(3)

Tabel 1.1 Tabel Kedatangan Mesin Turbocharger

NO WAKTU TANGGAL

KEDATANGAN MESIN TURBOCHARGER

1 MINGGU I September Senin, 05-09-16 5

2 MINGGU I September Selasa, 06-09-16 5

3 MINGGU I September Rabu, 07-09-16 4

4 MINGGU I September Kamis, 08-09-16 5

5 MINGGU I September Jumat, 09-09-16 3

6 MINGGU I September Sabtu, 10-09-16 4

7 MINGGU I September Minggu, 11-09-16 4

TOTAL 30

Sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan perusahaan setiap mesin turbocharger yang masuk ke workshop untuk melakukan pemeriksaan mempunyai batasan waktu maksimal 3 Jam kerja. Akan tetapi jika kita melihat pada kondisi aktual di lapangan ada beberapa mesin yang memiliki waktu tunggu yang melebihi waktu yang telah ditetapkan perusahaan. Fenomena ini sering terjadi dikarenakan banyaknya permintaan pemeriksaan dan perbaikan mesin turbocharger namun minim ketersediaan tenaga service engineer di workshop.

Jumlah service engineer yang stand by untuk setiap pekerjaan di workshop Jakarta 3 orang, ironisnya bahkan sering terjadi kehabisan service engineer di workshop dikarenakan permintaan pekerjaan field yang sangat banyak. Sehingga mengakibatkan pekerjaan di workshop harus menunggu lebih lama dan customer merasa tidak puas akan pelayanan yang diberikan. Analisis ini dilakukan guna mengetahui jumlah minimal service engineer di workshop dan perlu kah perusahaan menetapkan service engineer yang selalu berada di workshop agar proses antrian dan waktu menunggu pelayanan di workshop menjadi lebih baik dan efektif.

(4)

PT. ABB Sakti Industri – IA Turbocharging menggunakan metode yang digunakan adalah FCFS (First Come Firts Serve) dan Priority. Dimana barang yang pertama kali datang akan dilayani terlebih dahulu namun jika ada barang yang permintaannya mendesak untuk dikerjakan maka barang tersebut masuk dalam antrian Priority. Dengan adanya kondisi seperti ini maka antrian yang terjadi akan menjadi semakin panjang dan semakin banyak barang yang mengantri dan menunggu untuk dilayani.

Tabel 1.2 Tabel Waktu Pelayanan Mesin Turbocharger

No. Tipe Mesin

Tanggal Work Order

Jenis Pekerjaan Gate in Time

Gate Out Time

Gate in To Out 1 VTR454 5-Sep-16 Mechanical cleaning of

rotor turbine blades or shaft

6:45:38 11:45:38 5:00:00 2 VTR454 5-Sep-16 Mechanical cleaning of

nozzle ring

8:52:25 13:06:03 4:13:38 3 VTR454 5-Sep-16 Mechanical cleaning of

cover ring / turbine diffuser

9:28:47 13:59:04 4:30:17 4 A140 5-Sep-16 Mechanical cleaning of

nozzle ring

9:33:44 16:18:42 6:44:58 5 TPL85 5-Sep-16 Mechanical cleaning of

nozzle ring

9:35:15 17:05:05 7:29:50 6 TPS52 6-Sep-16 Mechanical cleaning of

nozzle ring

7:48:49 11:08:49 3:20:00 7 VTR160 6-Sep-16 Replacement of sealing

strips shaft

8:07:08 12:15:08 4:08:00 8 VTR160 6-Sep-16 Mechanical cleaning of

rotor turbine blades or shaft

9:35:15 15:15:15 5:40:00 9 VTR160 6-Sep-16 Mechanical cleaning of

nozzle ring

10:25:57 16:05:57 5:40:00 10 VTR161 6-Sep-16 Replacement of sealing

strips shaft

11:01:55 17:15:55 6:14:00 11 VTR201 7-Sep-16 Replacement of sealing

strips shaft

7:59:17 11:45:38 3:46:21 12 VTR251 7-Sep-16 Replacement of sealing

strips shaft

8:15:10 13:50:03 5:34:53 13 VTR254 7-Sep-16 Mechanical cleaning of

rotor turbine blades or shaft

9:39:17 14:04:04 4:24:47 14 VTR304 7-Sep-16 Micro blasting compressor

wheel seats

10:02:17 16:18:42 6:16:25

(5)

No. Tipe Mesin

Tanggal Work Order

Jenis Pekerjaan Gate in Time

Gate Out Time

Gate in To Out 15 VTR304 8-Sep-16 Mechanical cleaning of

rotor turbine blades or shaft

8:07:08 12:05:29 3:58:21 16 VTR304 8-Sep-16 Mechanical cleaning of

nozzle ring

9:34:34 13:45:00 4:10:26 17 VTR304 8-Sep-16 Mechanical cleaning of

cover ring / turbine diffuser

9:47:49 14:50:32 5:02:43 18 VTR304 8-Sep-16 Removal & Reassembly of

Nozzle Ring & Cover Ring

10:10:59 14:16:44 4:05:45 19 VTR354 8-Sep-16 Mechanical cleaning of

rotor turbine blades or shaft

11:49:16 16:09:15 4:19:59 20 VTR401 9-Sep-16 Mechanical cleaning of

rotor turbine blades or shaft

8:52:25 13:45:00 4:52:35 21 VTR401 9-Sep-16 Mechanical cleaning of

rotor turbine blades or shaft

8:52:25 13:59:56 5:07:31 22 VTR401 9-Sep-16 Mechanical cleaning of

cover ring / turbine diffuser

9:34:34 13:00:56 3:26:22 23 VTR564 10-Sep-16 Mechanical cleaning of

cover ring / turbine diffuser

7:59:17 11:45:38 3:46:21 24 A140 10-Sep-16 Mechanical cleaning of

nozzle ring

8:15:10 13:06:03 4:50:53 25 VTR454 10-Sep-16 Mechanical cleaning of

rotor turbine blades or shaft

8:52:25 13:59:04 5:06:39 26 TPL85 10-Sep-16 Mechanical cleaning of

nozzle ring

9:39:17 16:18:42 6:39:25 27 A140 11-Sep-16 Mechanical cleaning of

nozzle ring

7:59:17 11:45:38 3:46:21 28 VTR454 11-Sep-16 Mechanical cleaning of

nozzle ring

8:15:10 13:50:03 5:34:53 29 VTR454 11-Sep-16 Mechanical cleaning of

cover ring / turbine diffuser

9:39:17 14:04:04 4:24:47 30 VTR454 11-Sep-16 Mechanical cleaning of

nozzle ring

10:02:17 16:18:42 6:16:25

Atas dasar keterangan diatas, maka peneliti melihat perlunya untuk melakukan pembahasan lebih lanjut dan melakukan penelitian pada proses antrian mengangkat judul “Optimasi Jumlah Service Engineer pada Sistem Antrian

Service Mesin Turbocharger Dengan Model Multi Channel Single Phase (Businees Unit Turbocharging Division Industrial Automation PT ABB Sakti

Sumber: Data Primer diolah September 2016

(6)

B. Rumusan Masalah

Antrian menjadi sesuatu yang sangat penting dan menarik untuk dibahas, karena apabila dilihat dari sisi pelanggan antrian yang panjang dan lama tidak efisien serta menjadi sebuah titik nilai kepuasan pelanggan. Untuk itu perusahaan perlu meningkatkan kepuasan pelanggan menjadi lebih baik. Berikut adalah permasalahan utama yang akan penulis teliti dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana model antrian yang diterapkan?

2. Bagaimana pola kedatangan mesin turbocharger?

3. Bagaimana pola pelayanan mesin turbocharger?

4. Berapakah waktu efektif service engineer dalam memberikan pelayanan?

5. Berapakah waktu rata-rata service engineer dalam memberikan pelayanan?

6. Bagaimana kinerja service engineer saat ini dalam memberikan pelayanan?

7. Berapakah jumlah service engineer yang optimal?

C. Pembatasan Masalah

Penelitian dilakukan selama 7 minggu sejak september minggu pertama sampai dengan oktober minggu ketiga tahun 2016 dengan melakukan observasi langsung di PT. ABB Sakti Industri – IA Turbocharging. Penelitian ini dilakukan pada area penerimaan dan area proses pelayanan service, dimana terjadinya fenomena antrian yang menyebabkan mesin tersebut menunggu untuk dilakukan service. Penelitian ini tidak membahas unsur biaya menunggu, biaya fasilitas, biaya terkait dan biaya kerugian apabila ada mesin turbocharger yang mendapatkan waktu pelayanan terlambat.

(7)

D. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah diatas, Tujuan yangakan dicapai melalui hasil penelitian ini adalah:

1. Menganalisa model antrian yang diterapkan.

2. Menganalisa pola kedatangan mesin turbocharger.

3. Menganalisa pola pelayanan mesin turbocharger.

4. Menganalisa waktu efektif service engineer dalam memberikan pelayanan.

5. Menganalisa waktu rata-rata service engineer pelayanan yang diberikan.

6. Menganalisa kinerja service engineer saat ini dalam memberikan pelayanan.

7. Menganalisa dan menentukan jumlah service engineer yang optimal.

Gambar

Tabel 1.1 Tabel Kedatangan Mesin Turbocharger
Tabel 1.2 Tabel Waktu Pelayanan Mesin Turbocharger

Referensi

Dokumen terkait

Dosen pengampu mata uji wajib mengawas mata ujinya & memembawa berkas ujian setelah diujikan Kehilangan berkas tidak menjadi tanggung jawab Fakultas.. Pengawas ujian

[r]

Menurut Durianto (2003: 88), efektivitas iklan merupakan upaya sebuah iklan untuk dapat menciptakan sikap dan kesan yang mendukung terhadap suatu produk. Maka dengan

The second cyclis was started with the meeting among the research team. The researcher gave the example of a lesson plan used BAJAPRETA model to F. Eka Safitri, as the

Kurva respon tumbuh $FRQYXOXWXV terhadap pH yang berbentuk fungsi normal sejalan dengan anggapan sebelumnya, bahwa faktor pH merupakan faktor non- sumber daya yang pada

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian ini lebih mengutamakan pada revitalisasi program Dinas Sosial dalam penanganan anak jalanan

nasabah sebesar 0.08, adapun besarnya pengaruh ditujukan dari hasil perhitungan determinasi, diperoleh nilai sebesar 22.30%, hal ini menunjukkan bahwa kualitas

2 Menerapkan aturan penyebaran elektron di dalam atom dan penentuan letak unsur di dalam sistem periodik unsur menurut model atom bohr pada contoh yang