• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fungsi Analitik (Bagian Kedua)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Fungsi Analitik (Bagian Kedua)"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Fungsi Analitik (Bagian Kedua)

Supama

Jurusan Matematika, FMIPA UGM Yogyakarta 55281, INDONESIA

Email:[email protected], [email protected] (Pertemuan Minggu V)

(2)

Outline

1 Limit Menuju Tak Hingga

2 Fungsi Kontinu

3 Turunan (Derivative) Rumus-rumus Turunan

(3)

Limit menuju tak hingga

Pada kuliah terdahulu telah dijelaskan titik di tak hingga di dalam bidang kompleks diperluas (extended complex plane).

Apabila w = 1z dan  > 0 konstanta real cukup kecil, maka himpunan {z : |z| < } akan berkorespondensi 1-1 dengan himpunan {w : |w | > 1}.

Karena di dalam bidang kompleks diperluas, titik 0 oleh w = 1z dipetakan ke titik ∞, maka himpunan

{w : |w | > 1} disebut persekitaran titik ∞.

Dengan adanya pengertian persekitaran titik ∞ ini, selanjutnya dapat didefinisikan pengertian limit f (z) untuk z menuju titik tak hingga.

(4)

Limit Menuju Tak Hingga

Definition

limz→∞f (z) = L jika untuk setiap bilangan real  > 0 terdapat bilangan M > 0 sehingga untuk setiap z ∈ Df dengan |z| > M berakibat

|f (z) − L| < 

(5)

Contoh

Example

Tunjukkan limz→∞ 1z =0.

Bukti: Diberikan bilangan real  > 0 sebarang. Jika M = 1, maka M > 0 dan untuk setiap z dengan |z| > M berlaku

|1

z − 0| = |1 z| < 1

M = . 

(6)

Sifat-sifat

Theorem

limz→∞f (z) = L jika dan hanya jika limz→0f (1z) =L.

(7)

Limit Menuju Tak Hingga

Example

(i) limz→∞ z+1z−i =1 sebab

z→0lim

1 z +1

1

z − i = lim

z→0

1 + z

1 − iz = 1 + 0 1 − 0 =1 (ii) limz→∞ z2+z−1

3z2−i = 13 sebab

z→0lim

1

z2 +1z − 1

3

z2 − i = lim

z→0

1 + z − z2

3 − iz2 = 1 + 0 − 0 3 − 0 = 1

3

(8)

Limit Menuju Tak Hingga Definition

limz→z0f (z) = ∞ jika untuk setiap bilangan real M > 0 terdapat bilangan δ > 0 sehingga untuk setiap z ∈ Df dengan

0 < |z − z0| < δ berakibat

|f (z)| > M Example

Tunjukkan limz→i z−i1 = ∞.

Bukti: Diberikan bilangan real M > 0. Jika diambil δ = M1, maka untuk setiap z dengan 0 < |z − i| < δ berakibat

| 1

z − i| = 1

|z − i| > 1

δ =M. 

(9)

Limit Menuju Tak Hingga

Theorem

limz→z0f (z) = ∞ jika dan hanya jika limz→z0 1 f (z) =0 Example

limz→2i z−2iz+1 = ∞ sebab lim

z→2i

1

(z−2iz+1) = lim

z→2i

z − 2i z + 1 =0

(10)

Limit Menuju Tak Hingga Definition

limz→∞f (z) = ∞ jika untuk setiap bilangan real M > 0 terdapat bilangan N > 0 sehingga untuk setiap z ∈ Df dengan |z| > N berakibat |f (z)| > M.

Theorem

limz→∞f (z) = ∞ jika dan hanya jika limz→0 1

f (1z) =0 Example

limz→∞(z2+2i) = ∞ sebab

z→0lim 1

1

z2 +2i = lim

z→0

z2

1 + 2iz2 = 0 1 + 0 =0

(11)

Fungsi Kontinu

Pada pengertian limit, dapat dilihat meskipun limz→z0f (z) ada, namun f (z0)belum tentu terdefinisikan, dan kalaupun f (z0)ada, maka nilainya belum tentu sama dengan

limz→z0f (z).

Pada bagian ini, akan dipelajari fungsi f sehingga memenuhi sifat-sifat

i. f (z0)ada (terdefinisikan), ii. limz→z0f (z) ada, dan iii. limz→z0f (z) = f (z0).

Fungsi f yang demikian dikatakan kontinu di z0.

(12)

Fungsi Kontinu

Definition

Fungsi f dikatakan kontinu di z0∈ Df jika untuk setiap bilangan real  > 0 terdapat bilangan δ > 0 sehingga untuk setiap z ∈ Df dengan |z − z0| < δ berlaku

|f (z) − f (z0)| < 

Fungsi f dikatakan kontinu pada A ⊂ Df jika f kontinu di setiap z ∈ A.

Example

Fungsi f (z) = z2kontinu di setiap c ∈ C.

(13)

Fungsi Kontinu

Dalam kaitannya dengan fungsi real dua perubah, maka diperoleh teorema sebagai berikut.

Theorem

Diketahui f (z) = u(x , y ) + iv (x , y ) dan z0=x0+iy0. Fungsi f kontinu di z0jika dan hanya jika u(x , y ) dan v (x , y ) keduanya kontinu di (x0,y0).

Lebih lanjut, jika f dan g kontinu di z0dan c ∈ C, maka dapat ditunjukkan bahwa f + g, cf , dan fg kontinu di z0. Demikian pula, gf kontinu di z0asalkan g(z0) 6=0.

(14)

Turunan

Diberikan fungsi f dengan domain definisi Df dan titik z0∈ Df. Turunan f di titik z0, ditulis dengan notasi f0(z0),

didefinisikan sebagai f0(z0) = lim

∆z→0

f (z0+ ∆z) − f (z0)

∆z , (1)

asalkan nilai limit di ruas kanan ada.

Apabila di dalam persamaan (1) didefinisikan z0+ ∆z = z, maka definisi turunan f di titik z0dapat pula ditulis sebagai

f0(z0) = lim

z→z0

f (z) − f (z0)

z − z0 , (2)

(15)

Turunan

Apabila pada persamaan (1) titik z0diambil sebarang di dalam Df dan indeks ditanggalkan, maka diperoleh

f0(z) = lim

∆z→0

f (z + ∆z) − f (z)

∆z , (3)

yaitu turunan f di sebarang titik z.

Apabila w = f (z) dan

∆w = f (z + ∆z) − f (z)

maka persamaan (3) dapat ditulis kembali sebagai f0(z) = lim

∆z→0

∆w

∆z Selanjutnya, lim∆z→0∆w∆z dinotasikan dwdz.

Jadi, selain f0(z), turunan w = f (z) juga dapat dinotasikan dengan dwdz. Notasi ini dikenal dengan nama notasi Liebniz.

(16)

Turunan

Example

Diberikan fungsi f (z) = 1z. Di sebarang titik z ∈ Df,

∆z→0lim

∆w

∆z = lim

∆z→0 1 z+∆z1z

∆z = lim

∆z→0

−∆z

(z + ∆z)z∆z = − 1 z2 Jadi, f0(z) = −z12.

Example

Tunjukkan bahwa f (z) = |z|2tidak mempunyai turunan di setiap z 6= 0.

(17)

Bukti:

Perhatikan bahwa

∆w

∆z = |z + ∆z|2− |z|2

∆z = (z + ∆z)(z + ∆z) − zz

∆z =z+∆z+z(∆z

∆z) Andaikan f0(z) ada, maka lim∆z→0 ∆w∆z ada dan nilainya tidak

bergantung kepada cara pendekatannya. Apabila limit diambil sepanjang kurva ∆y = 0, maka

∆z→0lim

∆w

∆z =z + 0 + z (4)

Sedangkan, disepanjang kurva ∆x = 0, diperoleh

∆z→0lim

∆w

∆z =z + 0 − z (5)

Karena lim∆z→0 ∆w∆z ada, maka dari (4) dan (5) diperoleh z = 0.

Jadi, f0(z) ada hanya di titik z = 0.

(18)

Turunan

Pada Contoh kedua telah ditunjukkan bahwa untuk z 6= 0, f0(z) tidak ada, tetapi dapat ditunjukkan bahwa f kontinu di manapun, khususnya di z 6= 0.

Sedangkan pada Contoh yang pertama, f0(z) ada untuk setiap z ∈ Df dan dapat ditunjukkan bahwa f kontinu pada Df.

Adakah hubungan antara turunan dan kekontinuan?

Jawaban dari pertanyaan ini diberikan di dalam teorema berikut.

Theorem

Jika f0(z0)ada, maka f kontinu di z0.

(19)

Turunan

Example

Fungsi f dengan rumus

f (z) =

xy

x2+2y2 +i(x2+2xy ) , z 6= 0

2

3 ,z = 0

tidak mempunyai turunan di z = 0, karena f tidak kontinu di z = 0.

(20)

Rumus-rumus Turunan

Rumus-rumus Turunan

Theorem

(i) d (c)dz =0 untuk setiap c ∈ C.

(ii) d (zdzn) =nzn−1 untuk setiap n ∈ N .

(21)

Rumus-rumus Turunan

Rumus-rumus Turunan Theorem

Jika f dan g keduanya mempunyai turunan di titik z dan c ∈ C, maka f + g, cf , fg, dan gf mempunyai turunan di z asalkan untuk yang terakhir g(z) 6= 0, dan

(i) d (f (z)+g(z))

dz = df (z)dz + dg(z)dz , (ii) d (cf (z))dz =c df (z)dz ,

(iii) df (z)g(z)dz =f (z)dg(z)dz +g(z)df (z)dz , dan (iv) d (

f (z) g(z)) dz = g(z)

df (z)

dz −f (z)dg(z)dz (g(z))2 .

Berdasarkan definisi turunan dan Teorema terdahulu, dapat ditunjukkan

d (zn)

dz =nzn−1 , n ∈ Q

(22)

Rumus-rumus Turunan

Contoh

Example

(a) Jika f (z) =√

z(z2+1) maka f0(z) = df (z)

dz =√

z(2z+0)+(z2+1)(1

2)(z12) =2z√

z+z2+1 2√

z (b) Diberikan f (z) = z+1z , maka

f0(z) = df (z)

dz = (z + 1).1 − z.(1 + 0)

(z + 1)2 = 1

(z + 1)2

(23)

Rumus-rumus Turunan

Rumus-rumus Turunan

Sebagaimana halnya di dalam kalkulus, di dalam fungsi kompleks ini juga dikenal konsep turunan fungsi bersusun (aturan rantai).

Theorem

(Aturan Rantai) Jika g mempunyai turunan di z dan f mempunyai turunan di g(z), maka fungsi w (z) = f (g(z)) mempunyai turunan di z, dan

w0(z) = f0(g(z))g0(z)

(24)

Rumus-rumus Turunan

Contoh

Example

Tentukan turunan dari f (z) =√

z4+z2+3.

Penyelesaian: Namakan u = z4+z2+3 dan w = f (z) =√ u, maka dengan Teorema sebelumnya, diperoleh

f0(z) = dw du

du dz = 1

2√

u(4z3+2z + 0) = 2z3+z

z4+z2+3. 

Referensi

Dokumen terkait

Kloset Duduk keramik merk Mono Blok American Standar buah. Kloset Duduk keramik merk Mono Blok

Pengertian tersebut menjelaskan bahwa tindakan sosial dalam hal ini adalah proses komunikasi yang dilakukan pendamping dalam pendekatan sebaya terhadap pasien HIV/AIDS

Penelitian terdahulu kedua : Film yang dijadikan sebagai unit amatan berbeda, kemudian dalam penelitian terdahulu ini dinalisis menggunakan Analisis Wacana, sementara dalam

Parameter pengamatan meliputi daya ke- cambah konidia jamur entomopatogen, dihitung dengan cara mengambil 1 tetes suspensi jamur entomopatogen dengan konsentrasi 10 8

Dimana dari hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian responden yang tidak mendapatkan informasi dengan tidak adanya pelaksanaan Desa siaga, maka diperlukan berbagai

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor yang menjadi sektor unggulan di Provinsi Jawa Tengah, menganalisis kinerja ekonomi di Provinsi Jawa Tengah,

Seorang dokter masa depan, di samping harus mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran yang sedemikian cepat, juga harus mempunyai