• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 4 PEKALONGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 4 PEKALONGAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

79

NEGERI 4 PEKALONGAN

Mengenai analisis dalam bab ini, penulis berpijak pada rumusan masalah sebagaimana yang telah dipaparkan dalam perumusan masalah bab terdahulu, yaitu meliputi analisis implemetasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 Pekalongan dan analisis tentang faktor pendukung dan penghambat implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 Pekalongan. Maka lebih lanjut lagi, di bawah ini penulis mengemukakan analisis tersebut satu persatu, yaitu sebagai berikut:

A. Analisis Implementasi Pendidikan Karakter Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Implementasi pendidikan karakter siswadinilai sangat penting, karena dapat memberikan pengetahuan tentang kebaikanterhadap siswa serta menanamkan pada diri siswa untuk mencintai kebaikan, dan kemudian siswa melakukan kebaikanbaik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

Implementasi pendidikan karakter tidak sekedar mengajarkan yang benar dan salah kepada anak, tetapi menanamkan nilai-nilai karakter sehingga siswa paham, mampu merasakan, dan bersedia mengamalkan serta mentaati nilai-

(2)

nilai karakter dalam kehidupannya, sehingga tujuan implementasi pendidikan karakter tercapai.

Adapun pelaksanaan implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Neger 4 Pekalongan terdapat beberapa tahapan. Tahapan-tahapan imlementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 Pekalongan dengan wujud pengalaman belajar,menanamkan nilai-nilai karakter siswa, dan pembiasaan agar siswa terbiasa melakukanya. Dengan implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 Pekalongan diharapkan mampu membentuk karakter siswa agar menjadi lebih baik terutama karakter religius, jujur, dan disiplin.

Disini akan dianalisis masalah tentang imlementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 Pekalongan yaitu sebagai berikut:

Implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran PAI dengan cara pengalaman pembelajaran yaitu dalam kegiatan belajar mengajar.

Dalam pelaksanaanya sudah dikatakan cukup baik, karena sebelum guru memulai KBM selalu melakukan apersepsi terhadap perilaku yang salah dari kelas VIII. Bukan hanya mengulang tentang meteri yang sudah diajarkan, melainkan memberikan apersepsi berbentuk nasehat terhadap kesalahan- kesalahan peserta didik.

(3)

Dalam pelaksanaan pembelajaran PAI, metode pengajaran yang sering digunakan adalah tanya jawab dan diskusi. Metode tanya jawab dan diskusi diberikan agar ada interaksi antara guru dengan peserta didik, dan interaksi antara peserta didik dengan peserta didik yang lainya.Dalam pelaksanaanya sudah dikatakan cukup baik, karena dengan metode tanya jawab dan diskusi tersebut mampu memancing peserta didik untuk mencari arti dalam pengalaman pembelajaran dan menemukanya, yang nantinya guna membangkitkan kecintaan dan keinginan untuk melakukan serta membiasakanya. Namun alangkah baiknya bila divariasi dalam metode pembelajaranya agar siswa tidak merasa bosan.

Implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran PAIdengan cara penanaman nilai-nilai karakter siswa yakni nilai karakter religius, jujur, dan disiplin dan pembiasaan adalah sebagai berikut:

Dalam pelaksanaanya sudah dikatakan cukup baik, karena guru menekankan aspek afektif/sikap penghayatan untuk menanamkan nilai-nilai karakter siswa. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan yaitu sebagai berikut:

a. Karakter religius

Religius merupakan sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.Karakter religius sangat penting ditanamkan pada peserta didik. Diharapakan peserta didik mempunyai krakter religius supaya ia selalu menunjukan

(4)

pikiran, perkataan, dan tindakan yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan/ajaran agamanya.

Karakter religius tercermin pada perilaku siswa yang selalu membiasakan5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), pelaksanaan tadarus Al-Qussran setiap hari dilakukan dengan mandiri,dan sholat dhuhur berjama’ah. Dalam hal ini, penerapan5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), pelaksanaan tadarus Al-Quran dan sholat dhuhur berjamaah diharapkan tertanam nilai karakter religius pada peserta didik dan membiasakanya baik di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

b. Karakter jujur

Karakter jujur tidak kalah pentingnya dari karakter religius.

Dengan menanamkan karakter jujur kepada siswa bertujuan agar siswa selalu terbiasa menepati janji, bertanggung jawab dan dapat dipercaya apabila diberi amanat.Karakter jujur siswa merupakan sikap atau perilaku siswa untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang seharusnya ia lakukan baik di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Karakter jujur tercermin dari sikap peserta didik yang mau mengakui kesalahnya, antara lain: terlambat berangkat sekolah, tidak mengerjakan PR, tidak mematuhi tata tertib sekolah. Karakter jujur siswa juga nampak ketika siswa diberi tugas oleh guru dan mengerjakanya, itu merupakan sikap jujur siswa dalam bertanggung jawab mengemban perintah/amanah dari guru.

(5)

c. Karakter disiplin

Disiplin merupakan suatu kemauan dan perbuatan seseorang dalam mematuhi semua peraturan yang telah terangkai dengan tujuan tertentu.Kedisiplinan harus ditanamkan dan dilatih terus-menerus, walaupun sebentar, akan berpengaruh daripada berlatih berjam-jam, tapi besok dan lusanya tidak.

Karakter disiplin tersebut tercermin pada perilaku peserta didikdi SMP Negeri 4 Pekalongan ketika datang ke sekolah tepat waktu, walaupun masih ada siswa yang terlambat, namun secara umum sudah dikatakan baik dalam kedisiplinan berangkat sesuai tata tertib sekolah. Semua siswa berpakaian seragam dan beratribut lengkap. Berkaitan dengan pembelajaran, tercermin dari kedisiplinan siswa yang sudah berada di dalam kelas sebelum guru masuk kelas, mengerjakan tugas baik tugas di kelas atau tugas di rumah (PR). Walaupun masih ada siswa yang tidak mengerjakan, tapi secara umum kedisiplinan siswa dapat dikatakan cukup baik. Dan siswa mampu membiasakan tadarus Al-qur’an dan sholat berjamaah tepat pada waktunya.

Dari hasil analisis di atas, maka implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islamsudah dapat dinilai cukup baik. Karena dilihat dari tingkah laku guru PAI dan peserta didik di SMP Negeri 4 Pekalongan sudah baik.

(6)

B. Analisis Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Pendidikan Karakter Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 Pekalongan dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu, faktor yang menjadi pendukung dan faktor yang menjadi penghambat implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam tersebut.

1. Analisis faktor-faktor yang menjadi pendukung implementasi pendidikan karkter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 Pekalongan

Berikutanalisis faktor pendukung implementasi pendidikan karkter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 Pekalongan yaitu:

a. Tata Tertib Sekolah

Peraturan sekolah atau tata tertib sekolah juga merupakan salah satu pendukung implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 Pekalongan.

Banyak sekali peraturan-peraturan di SMP Negeri 4 Pekalongan yang bersifat kedisiplinan karena di sekolah ini sangat mengutamakan kedisiplinan. Seperti bunyi bel tanda masuk kelas harus sudah berada di kelas, jam 06.45 harus sudah sampai di

(7)

sekolah untuk tadarus Al-Quran, memakai atribut sekolah lengkap dan sebagainya.

b. Guru dan Karyawan

Guru dan karyawan selalu mengikuti program kegiatan di sekolah. Dengan demikian guru dan karyawan ikut bertanggung jawab mendampingi siswa baik dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan luar sekolah.

Termasuk kesediaan guru untuk mendampingi ataupun mengajarkan peserta didik tentang karakter-karakter yang harus ditanamkan pada siswa. Semua komponen itu saling melengkapi satu sama lainnya. Hal tersebut dapat terbukti dari pelaksanaan kegiatan seperti adanya membiasakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun) dan shalat berjamaah yang mana tidak hanya diterapkan dan dilaksanakan oleh komponen siswa yang ada, akan tetapi dilaksanakan oleh semua civitas yang ada baik dari kepala sekolah, guru dan karyawan. Inilah salah satu bukti yang telah ada dan didapatkan oleh peneliti.

c. Peserta Didik

Peserta didik SMP Negeri 4 Pekalongan memiliki respon yang baik dalam implementasi pendidikan karakter siswa sehingga memudahkan guru PAI dalam melaksanakan pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah ini

(8)

yang nantinya berdampak positif bagi siswa untuk menanamkan karakter religius, jujur, dan disiplin.

d. Orang Tua Siswa

Orang tua siswa juga merupakan salah satu pendukung implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 Pekalongan.Di SMP Negeri 4 Pekalongan ini terjalin hubungan sangat baik antara pihak sekolah dengan pihak orang tua siswa, hal ini dikarenakan sekolah selalu memberikan sosialisasi perkembangan siswa-siswi kepada orang tua melalui pengambilan hasil ujian tengah semester, pengambilan hasil ujian semester. Jadi sekolah memprioritaskan kehadiran orang tua/wali murid untuk datang ke sekolah guna mambahas perkembangan putra-putrinya.

Tentang implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 Pekalongan mereka sangat mendukung, karena implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah akan terbawa juga ke rumah, jadi orang tua juga merasa terbantu dalam mendidik karakter (akhlak)kepada anak-anaknya. Artinya orang tua juga mempunyai hak dan kewajiban mendidik anak-anaknya melalui guru atau sekolah.

(9)

e. Sarana dan Prasarana Sekolah

Fasilitas yang memadai sangat mendukung implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 Pekalongan, dengan sarana dan prasarana yang memadai memudahkan guru dalam menerapkan atau melaksanakan pendidikan karakter siswa di SMP Negeri 4 Pekalongan, khususnya pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.

Implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 Pekalongan bisa dikatakan cukup baik, hal tersebut dibuktikan dengan keterlibatan guru dan peserta didik yang berperan aktif dalam pelaksanaan implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran pendidikan agama Islam tersebut. Misalnya dalam pembelajaran yang kondusif, hal itu untuk memberikan pengalaman dalam pembelajaran kepada peserta didik. Pembiasakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun) antara guru dan peserta didik, hal ini untuk membiasakan peserta didik berfikir, bertutur kata, dan bertingkah laku baik (berakhlakuk karimah). Pelaksanaan kegiatan tadarus Al-Quran yang dilakukan tiap hari sebelum jam pelajaran dimulai, hal itu juga untuk membiasakan peserta didik membaca Al- Quran agar bisa diterapkan di rumah mereka dan membiasakan anak untuk disiplin waktu. Dan dalam praktek ibadah mahdhahseperti shalat berjamaah. Ibadah shalat berjamaah ini dibiasakan oleh guru dan peserta

(10)

didik SMP Negeri 4 Pekalongan. Hal ini dimaksudkan untuk membiasakan peserta didik melakukan shalat berjamaan sekaligus mengarahkan arti pentingnya shalat berjamaah yang dinilai cukup tinggi dibandingkan shalat yang dilakukan sendirian.

Implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 pekalongan merupakan tahapan yang sangat penting dalam fase remaja. Kenyataan ini menuntut kita untuk memanfaatkan mentalitas kejiwaan anak usia remaja agar mereka benar-benar mampu hadir dalam kehidupan mereka dengan memanfaatkan apa yang telah mereka pelajari selama di SMP Negeri 4 Pekalongan.Seorang remaja akan selalu cenderung agar mampu memantapkan jati dirinya dan sifat individunya dengan segala bentuk perantara apapun. Mereka berusaha menampakkan kemampuan dan kesiapannya karena mereka menginginkan agar masyarakatnya lebih baik.

2. Analisi faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam pembinaan karakter disiplin melalui kegiatan keagamaan siswa di SMP Negeri 4 Pekalongan

Berikut analisis faktor penghambat Implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 pekalongan yaitu:

(11)

a. Lingkungan Keluarga

Sehubungan dengan Implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 pekalongan, kadang-kadang orang tua tidak mendukung anak dalam perbuatan baik, bahkan menyuruh anak untuk bekerja karena tuntutan jaman sehingga melupakan kewajiban-kewajiban yang harus dijalankan. Kebanyakan anak ini berada dikalangan orang tua yang ekonominya menengah ke bawah.Disamping itu orang tua yang terlalu memanjakan anaknya sehingga anak malas dan tidak menjalankan kewajibannya sebagai anak atau peserta didik.

Kebanyakan anak ini berada di kalangan orang tua yang ekonominya menengah ke atas.

b. Lingkungan Sekolah atau Teman Sekolah

Teman merupakan hal yang paling berpengaruh dalam pergaulan. Terutama para remaja yang masih dalam tahap pertumbuhan yang masih labil tentang pemikirannya. Bahkan di lingkungan sekolah peserta didik jauh dari pantauan orang tua.

Disamping itu, banyaknya teman-teman yang ada di sekolah yang mempunyai kelompok-kelompok untuk saling bersaing secara tidak konstruktif. Hal ini dapat menyebabkan pengaruh yang sangat besar terhadap peserta didik. Emosi anak yang masih labil juga mudah terpengaruh oleh teman sehingga hal tersebut merupakan merupakan salah satu penghambat, sehingga diperlukan kesabaran

(12)

ekstra dari pendidik untuk mengajarkan dan mengembangkan nilai- nilai karakter pada anak.

c. Lingkungan Masyarakat

Lingkungan masyarakat juga dapat membuat pengaruh yang besar bagi peserta didik. Jika anak berada di lingkungan yang baik, maka secara otomatis anak akan terpengaruhioleh lingkungan yang baik. Begitu pula sebaliknya, jika anak berada di lingkungan yang tidak baik, maka akan terpengaruhi oleh lingkungan yang tidak baik tersebut.

Lingkungan masyarakat yang kurang didukung dengan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pendidikan yang menanamkan nilai-nilai karakter. Hal ini dapat menghambat implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, karena pada dasarnya anak belajar terhadap apa yang dilihat dari lingkungan sekitarnya.

Dari faktor penghambat tersebut, maka seharusnya semua pihak bekerja sama terutama bagi pendidik dan orang tua untuk senantiaan memperhatikan bagaimana kekurangan-kekurangan yang ada tersebut dilengkapi, sehingga Implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 pekalongan tidak terhambat dan sebenarnya untuk diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah, rumah dan masyarakat.

(13)

Implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam sangat cocok diterapkan di sekolah-sekolah, agar siswa tidak sekedar menguasai materi-materi keagamaan saja, melainkan dapat mempraktekanya dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana seseorang tidak hanya berdakwah dengan menggunakan khutbah, melainkan dengan perbuatan nyata secara kontinue sekaligus ia mengamalkan kegiatan ibadahnya dengan ikhlas kepada Allah SWT.

Perlu dipahami bahwasannya implementasi pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 4 pekalongan merupakan proses pendidikan. Pendidikan karakter siswa dapat dilakukan melalui pengalaman pembelajaran dan penanaman nilai-nilai karakter serta membiasakanya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika peserta didik sudah mengetahui dan mencintainya, maka akan mudah bagi peserta didik untuk terbiasa melakukanya. Kemudian akan menjadi senang melakukanya dan pada waktunya akan menjadi kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan peserta didik tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

LEVEL 1 ST DIFFERENCE STATISTIK PROB.. Hasil yang diperoleh dari pengujian stasioneritas dengan menggunakan probabilitas ADF yaitu pada tingkat Level terdapat unit root

enzim hati paling tidak 50% dari konsentrasi di atas batas atas normal dalam 8 hari) atau sugestif (penurunan konsentrasi enzim hati paling tidak 50% dalam 30 hari untuk

pipa pada proses produksi yang berasal dari unit kerja PPL

Reformasi paradigma pembangunan kesehatan dari “ partial dan fragmented ” menjadi “komprehensif dan terintegrasi”, berkaitan dengan pembangunan kesehatan, termasuk usulan

(3) Gaji dan penghasilan lain para anggota Direksi ditetapkan oleh Menteri dengan mengingat ketentuan yang ditetapkan dengan atau berdasarkan Undang- undang. Anggota

Konsumen pada cluster ini menjadikan faktor psikologi ( psychological ) sebagai bahan pertimbangan utama dalam mengajukan pembiayaan di BMT. Berdasarkan analisis cross

TAPM yang berjudul "Pengaruh Tunjangan Profesi Guru Dan Kompetensi Guru Terhadap Kinerja Guru Pada SMA Negeri I Muara Bungo" adalah hasil karya saya sendiri, dan seluruh sumber

Berangkat dari paparan di atas, peneliti merasa perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai tari Ringkang Jamparing untuk melihat kemudian menganalisis hal-hal