DAFTAR ISI
Kata Pengantar ...i
Daftar Isi ...ii
Bab I Pendahuluan ...1
A.Latar Belakang...1
B. Definisi Masalah...2
C. Metode Penelitian...2
D. Tujuan...2
Bab II Studi Kasus...3
A. Pengertian Tata Letak...3
B. Tujuan Perencanaan Tata Letak...4
C. Jenis-jenis Tata Letak...6
D. Menyusun Tata Letak yang Benar...8
E. Pengaruh Pembuatan Tata Letak Terhadap Masyarakat Sekitar...9
F. Masalah Perencanaan Tata Letak...11
G. Kepentingan Strategis Keputusan Tata Letak...11
H. Dasar Organisasional dalam Perencanaan Tata Letak...13
I. Pertimbangan Perencanaan Tata Letak...15
J. Bangunan Sementara yang Dibutuhkan dalam Proyek...17
Bab III Solusi...21
A.
Perencanaan Site Plan / Site Installation Proyek...21Perencanaan Tata Letak | Manajemen Konstruksi 3 1
Bab IV Kesimpulan...29 Daftar pustaka...31
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu teknik sipil telah bekembang sejak lama di dunia. Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. Awalnya Profesi Engineer ini dimiliki oleh militer untuk membangun pertahanan, benteng, pos pos militer, jalan, jembatan dan bangunan pendukung perang lainnya. Namun akhirnya profesi ini terpisah dari militer. Dengan terpisahnya profesi engineer ini,maka lahirlah ilmu baru yang di sebut dengan ilmu teknik sipil yang terus berkembang di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu ini bisa merubah sebuah hutan menjadi kota besar.
Namun, didalam seluruh pembuatan bangunan-bangunan teknik sipil yang megah tersebut tidak lepas dari sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan dalam bangunan teknik sipil dalam perkuliahan sering di sebut Manajemen Konstruksi.
Manajemen Konstruksi merupakan salah satu aspek penting yang sangat mempengaruhi biaya dan waktu, dalam pelaksanaan suatu proyek.Langkah efisiensi dalam suatu proyek merupakan modal dalam pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan jalan penentuan peralatan yang tepat serta penggunaan biaya dan waktu terampil dan efisien dalam melaksanakan pekerjaan suatu proyek.
Dalam manajemen Konstruksi terdapat pembahasan mengenai tata letak. Dalam pembuatan proyek tata letak fasilitas elemen dasar yangsangat penting bagi kelancaran proses produksi.atau tata letak fasilitas (facilities layout) dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas lapangan guna menunjang kelancaran proses produksi.
Dalam merancang tata letak, sangat memerlukan tipe-tipe tata letak sesuai dengan kebutuhan atau tujuan yang telah ditetapkan . Permasalahan yang sering dijumpai dalam pengaturan tata letak adalah apakah pengaturan dari semua fasilitas produksi tersebut telah dibuat sebaik-baiknya sehingga bisa mencapai suatu proses produksi yang paling efisien dan bisa mendukung kelangsungan serta kelancaran proses produksi secara
Perencanaan Tata Letak | Manajemen Konstruksi 3 1
optimal. Tujuan dari permasalahan tata letak fasilitas adalah menentukan penempatan sekelompok fasilitas dalam sebuah area lapangan yang paling efektif sehingga meminimasi biaya. Selain itu tata letak fasilitas juga mempengaruhi tingkat inventori work-in-process, lead time produksi, dan biaya produksi.
Dalam makalah ini akan dibahas tentang pengertian tata letak, tujuan tata letak, jenis-jenis tata letak serta pembahaan untuk merencanakan pembuatan tata letak pada proyek jalan utama yang menuju jalan SOHNA dan NH8.
B. Definisi Masalah
Proses pembangunan dan perencanaan tata letak lapangan proyek jalan utama yang menuju jalan SOHNA dan NH8 serta dasar-dasar pertimbangannya
C. Metode penelitian
Metode penelitian yang kami gunakan dalam pembuatan makalah ini yaitu dengan menggunakan metode tidak langsung yaitu dengan cara mencari bahan melalui buku dan internet.
D. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini :
1. Untuk memahami tata letak secara umum
2. Untuk mengetahui tujuan Tata Letak atau layout.
3. Untuk mengetahui perencanaan tata letak yang baik
4. Untuk menentukan pemilihan tata letak lapangan yang strategis
BAB II Studi Kasus
A. Pengertian Tata Letak
Pengertian tata letak menurut ahli : 1. Murdifin Dan Mahfud (2011:433) :
Tata Letak (layout) merupakan salah satu keputusan strategis operasional yang turut menentukan efisiensi operasi perusahaan dalam jangka panjang. Tata letak yang baik akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas perusahaan.
2. Lalu Sumayang (2003:133) :
Tata Letak adalah tatanan secara fisik dari suatu terminal kerja beserta peralatan dan perlengkapan yang mengacu kepada proses produksi. Dan merupakan pengaturan letak dari sumber-sumber yang digunakan dalam proses produksi, yang akan mengatur arus material, produktivitas dan hubungan antar manusia.
3. Meyers dalam Setiawan (2012) :
Tata Letak adalah susunan fisik dari peralatan mesin produksi, stasiun kerja, manusia, lokasi material, dan peralatan penanganan material.
Dengan kata lain, tata letak (layout) yang tepat menunjukkan ciri-ciri adanya penyesuaian tata letak fasilitas operasionalnya dengan jenis produk atau jasa yang dihasilkan dan proses konversinya. Tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kecukupan kapasitas, kelancaran proses, fleksibiltas operasi, biaya, dan untuk kenyamanan kerja.
Menurut Render dan Jay (1997) tata letak yang efektif bisa membantu perusahaan dalam hal mencapai:
a. Pemanfaatan yang lebih efektif atas ruangan, peralatan, dan manusia b. Arus informasi, bahan baku, dan manusia yang lebih baik
c. Lebih memudahkan konsumen
d. Peningkatan moral karyawan dan kondisi kerja yang lebih aman
Perencanaan Tata Letak | Manajemen Konstruksi 3 3
Instalasi dilapangan (site layout) pada bidang konstruksi dapat diartikan sebagai perencanaan dan pengorganisasian dari luas lapangan yang diusulkan dalam pelaksanaan konstruksi, misalnya penyediaan alat-alat sementara dan atau alat-alat permanen, pengembangan dan keperluan sumber daya, serta penempatan dan hubungan masing- masing dalam proyek konstruksi. Perancangan tata letak merupakan sesuatu yang penting, karena proyek akan beroperasi dalam jangka waktu yang cukup lama, maka kesalahan di dalam analisis dan perencanaan layout akan menyebabkan kegiatan berlangsung tidak efektif dan efisien.
B. Tujuan Perencanaan Tata Letak
Tujuan utama yang ingin dicapai dalam perencanaan tata letak adalah untuk meminimumkan biaya atau meningkatkan efisiensi dalam pengaturan segala fasilitas produksi dan area kerja. Secara umum, tujuan dari perencanaa tata letak adalah untuk mendapatkan susunan tata letak yang paling optimal dari fasilitas-fasilitas yang tersedia.
Secara lebih terperinci tujuan perencanaan tata letak akan mencakup beberapa hal sebagai berikut :
1. Minimalisasi material handling cost
Salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh manajemen perusahaan adalah simplikasi dari proses produksi di dalam perusahaan yang bersangkutan. Penyusunan tata letak yang tepat diharapkan dapat memperoleh insentif dan kontribusi terhadap penurunan material handling cost.
2. Efektivitas penggunaan ruangan
Ruang bangunan harus termanfaatkan dengan baik agar efisiensi tercapai. Dalam program tata letak harus sudah diperhitungkan luas ruangan yang diperlukan untuk meletakkan mesin dan peralatan produksi, ruang untuk penempatan peralatan material handling, ruangan untuk penyimpanan bahan dan komponen rakitan, barang dalam proses pengerjaan, dan barang selesai, ruang untuk tenaga kerja manusia, dan ruang lain untuk menunjang proses yang lancar.
3. Tingkat penggunaan tenaga kerja
Pada umumnya, perusahaan dalam melaksanakan proses pekerjaan, mengharapkan agar waktu kerja efektif tenaga kerjanya tidak terbuang percuma. Jam kerja efektif para tenaga kerja perusahaan dapat terbuang, apabila tata letak kurang baik, tenaga kerja harus melakukan gerakan yang melampaui kebutuhan. Menghitung semua kebutuhan ruangan dengan cermat akan menjadi pemicu dicapainya pemakaian ruangan yang efisien.
4. Mengurangi kendala kelancaran proses pengerjaan
Keteraturan dari peletakan mesin dan peralatan produksi di dalam sebuah perusahaan akan menciptakan lingkungan kerja yang baik. Tenaga kerja akan merasa nyaman dalam melaksanakan tugasnya. Tekanan perasaan yang akan berujung pada timbulnya stress akan dikurangi. Penempatan mesin dan peralatan produksi yang tidak serasi, sumpek dan pengap akan memberikan dampak psikologis yang berat kepada segenap tenaga kerja.
5. Memudahkan komunikasi
Dari berbagai hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa rancangan tata letak yang membatasi komunikasi antara sesama pekerja, pekerja dengan supervisinya, dan antarsupervisi yang ada, akan memiliki produktivitas yang rendah. Sehubungan dengan itu, rencangan tata letak yang menyebabkan tenaga kerja itu menghadap ke dinding dan saling membelakangi satu sama lain, akan menurunkan moral kerja.
6. Memaksimumkan pemanfaatan peralatan
Salah satu tujuan lain dari tata letak ialah memaksimumkan pemanfaatan peralatan, dikarenakan tata letak sangat mempengaruhi efisiensi pemanfaatan peralatan, jika tata letaknya baik dan benar maka peralatan yang digunakan dapat dimaksimalkan dengan baik, begitu pula sebaliknya apabila tata letaknya buruk maka peralatan tersebut akan sangat susah untuk memaksimalkan pemanfaatannya.
7. Mengurangi waktu tunggu
Dalam pemanfaatan tata letak, salah satu tujuannya adalah mengurangi waktu tunggu karena tata letak dapat mengurangi waktu tunggu apabila produksi/pabrik tersebut diletakan dengan tempat yang membutuhkannya sangat dekat dibanding
Perencanaan Tata Letak | Manajemen Konstruksi 3 5
dengan peletakannya yang jauh dari tempat yang dibutuhkan maka itu akan memakan waktu tunggu untuk memenuhi kebutuhan produksi ditempat tersebut.
C. Jenis Tata Letak
Tata letak dibedakan atas :
1. Tata letak berorientasi produk (Product Layout)
Product layout lazim pula disebut flow shop atau continuous production system layout adalah penataan dari mesin, fasilitas, danperalatan produksi menurut urutan pengerjaan untuk menyelesaikanpembuatan suatu produk atau jasa yang akan diserahkan. Unit-unit yangdiproduksi akan memiliki urutan proses pengerjaan yang sama.
Tata letak berorientasi produk ini dipergunakan apabila:
a. Produk yang dihasilkan adalah produk terstandardisasi, dan ragamnya terbatas atau tidak berbeda.
b. Volume produksi tinggi (Mass Production System) dengan tanpa variabilitas desain, atau variabilitas desain yang sangat terbatas.
c. Urutan proses pengerjaan tetap (Fixed Sequence of Operations).
d. Proses produksi bersifat kontinu atau atau berkesinambungan (Continuous Flow).
2. Tata letak proses (Process Layout)
Tata letak proses (process layout) lazim pula disebut functional layout (tata letak fungsional) dan job shop layout atau intermitten flow layout. Pada dasarnya, tata letak proses adalah penataan letak fasilitas danmesin atau peralatan produksi yang dikelompokkan menurut kesamaanfungsinya. Pesanan yang berbeda mungkin saja mempunyai jalurpengerjaan yang berbeda dan bergantung kepada persyaratan pengolahansecara khusus atas produk atau jasa yang dipesan.
Ciri-ciri dari tata letak ini adalah :
a. Arus kegiatan pengolahan atau pengerjaan produk berbeda antara batch yang satu dengan yang lainnya, atau antara pesanan pelanggan yang satu dengan yang lainnya.
b. Produk yang dibuat tergolong produk yang tidak terstandardisasi, spesifikasinya disesuaikan dengan permintaan pemesan atau pelanggan.
c. Volume produksi terbatas tetapi ragamnya banyak.
d. Mesin atau peralatan produksi yang dipergunakan adalah mesin atau peralatan yang multiguna (multipurpose machine).
e. Pelanggan yang menentukan desain atau spesifikasi produk.
3. Tata letak tetap (Fixed Position Layout)
Tata letak tetap lazim pula disebut tata letak proyek (project layout). Proyek adalah sistem produksi yang dirancang untuk memproduksihanya satu unit produk dalam satuan waktu tertentu, atau sejumlah keciltugas dengan volume dan keragaman elemen pekerjaan yang tinggi.Kegiatan perakitan pesawat udara, pembuatan kapal pesiar, pembangunanbendungan, jembatan, gedung konferensi, menara, dan sebagainya adalahtergolong proyek.Pada umumnya, tata letak dengan posisi tetap menjadi rumitkerena dipengaruhi oleh faktor, antara lain:
a. Ruang geraknya terbatas, proyek harus tetap berada dilokasi pengerjaan.
b. Pada tahap-tahap proses konstruksi diperlukan bahan baku yang berbeda-beda, sehingga diperlukan penjadwalan yang cermat.
c. Jumlah bahan baku yang dibutuhkan bervariasi. Dengan demikian, bagian logistik harus selalu siaga untuk melayani permintaan terhadap material.
4. Tata letak ritel (Retail Layout)
Tata letak ritel adalah tata letak dari usaha eceran besar, seperti department store dan supermarket. Tata letak harus memperhitungkan selera dan persepsi pelanggan.
Tata letak harus menjamin semua pengunjung atau pelanggan akan merasa lega berada di dalam bangunan, udara sejuk, cahaya lampu terang, pajangan barang memiliki daya tarik, mudah dijangkau, menjamin keleluasaan bagi semua pelanggan untuk bergerak, loket pembayaran cukup tersedia sehingga tidak perlu antri lama, alunan musik yang lembut, dan sebagainya.
5. Tata letak gudang (Warehouse Layout)
Tata letak gudang sangat penting untuk diperhatikan, karena tata letak gudang yang baik akan memudahkan penanganan dan pengendalian persediaan dapat meminimumkan kerusakan barang serta memudahkan penerimaan dan penyerahan barang.tata letak gudang disesuaikan sistem persediaan yang dipergunakan, seperti
Perencanaan Tata Letak | Manajemen Konstruksi 3 7
sistem persediaan barang dengan FIFO (First In First Out), artinya barang yang pertama diterima harus siap untuk dikeluarkan pertama kali, sehingga tata letak harus diatur sedemikian rupa, agar barang mudah untuk dimasukkan dan dikeluarkan.
6. Tata letak kantor (Office Layout)
Tata letak kantor bertujuan untuk menentukan posisi karyawan dan peralatan agar menjamin kelancaran arus pekerjaan dan komunikasi antara semua pegawai dan manajer yang ada. Tata letak kantor modern difokuskan pada keterbukaan dan fleksibilitas yang tinggi.
Mengevaluasi tata letak, ada dua kemungkinan yang menimbulkan perlunya penilaian tata letak :
a. Evaluasi tata letak yang ada dengan tujuan mencari peluang perbaikan.
b. Evaluasi terhadap tata letak alternatif untuk suatu masalah atau proyek tunggal.
D. Menyusun Tata Letak Yang Benar
Sebuah tata letak yang baik perlu menetapkan beberapa hal berikut :
1. Peralatan penanganan bahan, manajer harus memutuskan peralatan yang akan digunakan, meliputi ban berjalan, cranes (automated storage and retreval system – ASRS ) , juga kereta otomatis untuk mengirim dan menyimpan data.
2. Kapasitas dan persyaratan luas ruang, desain tata letak dan penyediaan ruangan hanya dapat dilakukan saat persyaratan jumlah pekerja, mesin, dan peralatan diketahui.
3. Lingkungan hidup dan estetika. Pemikiran mengenai tata letak sering membutuhkan sering membutuhkan keputusan mengenai jendela, tanaman dan tinggi pertisi untuk memfasilitasi aliran udara, mengurangi kebisingan, menyediakan keleluasaan pribadi dan sebagainya.
4. Aliran informasi komunikasi sangat penting bagi setiap perusahaan dan harus dapat difasilitasi oleh tata letak.
5. Biaya perpindahan antar wilayah kerja yang berbeda terpada banyak pertimbangan unik yang berkaitan dengan pemindahan bahan atau kepentingan beberapa wilayah tertentu untuk didekatkan satu sama lain.
E. Pengaruh Pembuatan Tata Letak Terhadap Masyarakat Sekitar