• Tidak ada hasil yang ditemukan

.DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PERATURAN BUPATI GIANYAR NOMOR 152 TAHUN 2OT5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan ".DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PERATURAN BUPATI GIANYAR NOMOR 152 TAHUN 2OT5"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN BUPATI GIANYAR NOMOR 152 TAHUN 2OT5

TENTANG

OPTIMALISASI KEPESERTAAN DAN PELAYANAN JAMII{AN SOSIAT BAGI TET{AGA KER'A DAN MASYARAKAT

PEMERII{TAH KABUPATEN GIANYAR

.DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN GIANYAR

Jln. Legong Kraton No. 99 X Desa Temesi - Gianyar (808ff)

Telp. (0361) 94146q Far (0361) 94147a

GIANYAR- BALI

(2)

BUPATI GIANYAR

PROVINSI

BAII

PERATURAN BUPATI GIANYAR NOMOR

152 TAHLTN 2015

TENTANG

OPTIMALISASI

KEPESERTAAN

DAN PELAYANAN JAMINAN

SOSIAL

BAGI TENAGA

KERJA

DAN MASYARAKAT

Menimbang

:

a.

Mengingat

: l.

DENGAN RAHMAT

TUTIAN

YANG MAIIA ESA BUPATI GIANYA&

bahwa tenaga

kerja dan

masyarakat mempunyai peranan

yang

sangat

penting dalam pembangunan, oleh karenanya untuk

menciptakan ketenangan

dalam bekerja dan

meningkatkan kesejahteraarmya, perlu adanya perlindungan jarninan sosial bagi pekerja dan masyarakat;

bahwa untuk mengoptimalkan perlindungan jaminan soaial bagi pekerja dan masyarakat, maka

perlu

adanya upaya penirykatan kepesertaan dan pelayanan jaminan sosial bagi tenaga kerja dan masyarakat;

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam

huruf

a

dan huruf b perlu

menetapkan Peraturan

Bupati

tentang Optimalisasi Kepesertaan

dan

Pelayanan

Jaminan sosial bagi Tenaga Kerja

dan Masyarakat.

Undang-Undang

Nomor

69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah- da€rah

Tingkat II

dalam

Wilayah

Daerah-daerah

Tingkat I Bali,

Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara

Timur

(Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia

Nomor

1655);

Undang-Undang

Nomor 13 Tahun 2003 tentang

Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003

Nomor

39, tentang Tambahan Lembaran Negara

Republik

Indonesia Tahun 2003

Nomor

4279);

(3)

3.

4.

Undang-Undang

Nomor

40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial

Nasional

(Lembaran Negara

Republik

Indonesia Tahun 2004

Nomor

150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4456);

Undang-Undang

Nomor

36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 20ll tentang

Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 20 1 1 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nom

or

5232);

Undang-Undang

Nomor

24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara

Jaminan Sosial (kmbaran Negara Republik

Indonesia

Tahun 201I Nomor

116, Tambahan Lembaran Negara

Republik

Indonesia

Nomor

5256);

Undang-Undang

Nomor 23

Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

(Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2014 Nomor

244,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

5587) sebagaimana

telah diubah

beberapa

kali, terakhir

dengan Undang- Undang

Nomor

9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-

Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daeeh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor

58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor

5679);

Peraturan Pemerintah

Nomor 14 Tahun

1993 tentang Penyelenggara Program Jaminan

Sosial

Tenaga

Ke{a

(Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1993

Nomor

20, Tambahan Lembaran Negara

Nomor

3520) sebagaimana telah diubah beberapa

kali

terakhir denganPeraturan Pemerintah

Nomor

53

Tfullo

2012 tentang Perubahan Kedelapan atas

Perahran

Pemerintah

Nomor 14 Tahun

1993 tentang Penyelenggara Program Jaminan

Sosial

Tenaga

Ke{a

(Lembaran

Negara

Republik

Indonesia Tahun 2012 Nomor 106, Tambahan Lembaran

Negara Republik lndonesia Nomor 5312).

Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2013 tentang Tata

Cara

Pengenaan Sanksi Administratif Kepada Pemberi Kerja

Selain Penyelenggara

Negara dan Setiap Orang, Selain Pemberi Kerja

, Pekerja

dan

Penerima Bantuan Iuran dalam Penyelenggaraan Jaminan Sosial;

Peraturan Presiden

Nomor

12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan

(Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2013 Nomor

29) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden

Nomor

1 1

I

Tahun 20 I 3 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden

Nomor

1 2 Tahun 20 I 3

tentang Jaminan

Kesehatan

(Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2013 Nomor 255).

5.

6.

7.

9.

10.

(4)

MEMUTUSKAN:

Menetapkan

: PERATURAN BUPATI TENTANG OPTIMALISASI KEPESERTAAN DAN PELAYANAN JAMINAN

SOSIAL

BAGI TENAGA KERIA DAN MASYARAKAT.

BAB I

KETENTUANT]MUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Bupati

ini

yang dimaksud dengan :

1.

Daerah adalah Kabupaten Gianyar.

2.

Pemerintah Daerah adalah Perintah kabupaten Gianyar

3.

Bupati adalah Bupati Gianyar.

4. Pemerintahan Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai

rmsur Penyelenggma Pemerintahan Daerah.

5.

Dinas Tenaga

Kerja

dan Transmigrasi yang selanjutnya disebut Dinas adalah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gianyar.

6. Jaminan

Kesehatan

adalah jaminan berupa perlindungan

kesehatan agax p€serta memperoleh

manfaat

pemeliharaan kesehatan

dan perlindungan dalam

memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah.

7. Badan

Penyelenggara

Jaminan Sosial

Kesehatan

yang selanjuhya disebut

BPJS Kesehatan adalah badan

hukum yang dibentuk unh:k

menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan.

8. Badan

Penyelenggara Jarninan

Sosial

Ketenagakerjaan adalah badan

hukum

yang dibentuk untuk menyelenggarakan program

jaminan

Kecelakaan, Jaminan

Hari

Tua, Jaminan Pensiun dan Jaminan Kematian.

9.

Peserta adalah setiap

orang,

terrnasuk

orang asing yang bekerja paling singkat

6 (enam) bulan

di

Indonesia yang telah membayar iuran.

10. Fasilitas

Kesehatan

adalah fasilitas pelayanan

kesehatan

yang digunakan

untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan perorangan,

baik promotif,

preventif,

kuratif

maupun

rehabilitatif yang dilakukan oleh

Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau Masyarakat.

ll.

Pelayanan kesehatan

tingkat

pertama adalah pelayanan kesehatan perorangafl yang bersifat non spesialistik (primer) meliputi pelayanan rawat jalan dan rawat inap.

12.

Pelayanan kesehatan

lain adalah

pelayanan kesehatan

lain yang ditetapkan

oleh Menteri.

'

13.

Pekerja adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima

gaji,

upah, atau imbalan dalam bentuk lain

(BAB. I

pasal

I

ayat (2) PP 78 Tahun 2015).

14.

Imbalan dalam bentuk lain adalah imbalan yang diberikan selain dalam bentuk uang.

(5)

15.

Peke{a Penerima Upatr adalah setiap orang yang bekerja pada pemberi kerja dengan menerima gaji atau upah.

16.

Pekerja Bukan Penerima Upah adalah setiap omng yang bekerja atau berusaha atas

risiko

sendiri.

17. Pemberi Kerja

adalatr

orang

perseorangan,

pengusah4

badan

hukunl atau

badan

lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja atau penyelenggara negara

yang mempeket'akan pegawai

negeri

dengan membayar

gaji,

upah, atau

imbalan

dalam bentuk lainnya.

BAB II

MAKST]D, TUruAN, DAN

FLINGSI Pasal 2

(1) Maksud Peraturan Bupati ini adalah sebagai pedoman tekhnis

pelaksanaan optimalisasi upaya peningkatan kepesertaan dan pelayanan jaminan sosial bagi tenaga kerja dan masyarakat

di

Kabupaten Gianyar.

(2) Tujuan

Peraturan

Bupati ini

adalah

untuk

meningkatkan kepesertaan dan pelayanan jaminan sosial bagi tenaga kerja dan masyarakat

di

Kabupaten Gianyar.

(3) Peraturan Bupati ini berfungsi sebagai sarana pembinaan, pengendalian

dan pengawasan kepatuhan pelaksanaan

jaminan

sosial bagi tenaga

ke{a

dan masyarakat di Kabupaten Gianyar.

BAB III

RUANG LINGKUP DAN SASARAN

Pasal 3

(1)

Ruang lingkup Peraturan Bupati

ini

adalah :

a.

upaya peningkatan kepesertaan; dan

b.

pelayanan j aminan sosial.

(2)

Sasaran Peraturan Bupati

ini

adalah :

a.

Pekerj4 dan

b.

Pemberi kerja.

(3)

Pekerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf

a

adalah :

' a.

penerima upah; dan

b.

pekerja bukan penerima upah.

(4)

Pemberi

ke{a

sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, adalah

a.

badan usaha; dan

b.

perorangan.

(6)

BAB

TV

PENINGKATAN KEPESERTAAN

Pasal 4

(1) Seluruh pekerja kecuali

Penyelenggara

Negara secara bertahap wajib

dalam

kepesertaan jaminan sosial pada Badan Penyelenggara Jaminan

Sosial Ketenagakerjaan.

(2)

Seluruh pekerja dan masyarakat beserta anggota keluarganya secara bertahap

wajib dalam

kepesertaan

jaminan sosial pada Badan

Penyelenggara

Jaminan

Sosial Kesehatan.

(3)

Jaminan Sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi program :

a.

Jaminan Kecelakaan Kerja;

b.

Jaminan Hari Tua;

c.

Jaminan Kematian; dan

d.

Jaminan Pensiun.

(4) Jaminan sosial

sebagaimana

dimaksud pada ayat (2) meliputi progmm

Jaminan Kesehatan,

Pasal 5

Tata cara, penyaratan dan mekanisme pendaftaran sebagai peserta

jaminan

sosial pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dan/atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal

4

ayat

(l)

dan ayat

(2)

sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB V

PELAYANAN JAMINAN KESEHATAN

Pasal 6

(1)

Peserta jaminan sosial pada Badan Penyelenggara Jarninan Sosial Kesehatan dan/atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagaket'aan sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 4 ayat (3) dan ayat (4)

mendapatkan pelayanan

jaminan sosial

dengan semestinya.

(2) Tata

cara dan mekanisme pemberian pelayanan sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

(7)

(3)

Pemberi layanan administrasi

jaminan

kesehatan dan kecelakaan kerja pada penyedia

fasilitas

kesehatan dilaksanakan secara

terpadu melalui layanan

bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

(4)

Penyediaan layanan bersama sebagaimana dimaksud pada ayat

(3)

ditetapkan dengan kesepakatan

bersama Badan

Penyelenggara

Jaminan Sosial Kesehatan,

Badan

Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja

dan Transmigrasi Kabupaten Gianyar dan penyedia fasilitas Kesehatan.

BAB VI PEMBINAAN

Pasal 7

(1) Untuk optimalnya upaya peningkatan

kepesertaan

dan

pelayanan

jaminan

sosial dilakukan pembinaan.

(2)

Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kegiatan :

a.

sosialisasi; dan

b.

monitoring 6lan gvalrraqi;

(3)

Sosialisasi sebagaimana dimaksud ayat (2)

terdiri

atas :

a.

surat edman, brosur, leaflet, dan media lainnya;

b.

tatap muka;

c.

media cetak dan/atau elektronik; dan

d.

mensyaratkan kepesertaan dalam pemberian layanan

publik.

(4)

Pembinaan sebagaimana

dimaksud pada ayat (1)

dilaksanakan

terpadu oleh Tim

Koordinasi Pembinaan Jaminan

Sosial

Kabupaten Gianyar.

(5) Tim

sebagaimana dimaksud paAa ayat (4) beranggota Satuan Kerja Perangkat Daerah

terkait dilingkungan Pemerintah Daerah, Badan

Penyelenggara

Jaminan

Sosial Kesehatan,

Badan

Penyelenggara

Jaminan Sosial

Ketenagakerjaan

dan

Lembaga terkait lainnya yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

Pasal 8

Mensyaratkan kepesertaan

jaminan

sosial dalam pemberian layanan

publik

sebaeaiamana

'dimaksud

dalam Pasal

7

ayat

(3) huruf d,

dicantumkan dalam Standar Operasional dan Prosedur pemberian layanan

publik

pada satuan

Kerja

Perangkat Daerah pemberi layanan

publik

dilingkungan Pemerintah Daerah.

(8)

BAB VII

PENGAWASAN DAN KEPATUI{AN

Pasal 9

(1) Untuk

meningkatkan kepatuhan pesetta

dar/atau

penyedia layanan

jaminan

sosial

terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan, dilakukan pengawasan.

(2)

Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat

(1)

dilaksanakan oleh

Tim

Pengawasan Kepatuhan Jaminan Sosial Kabupaten Gianyar.

(3) Tim

sebagaimana dimaksud pada ayat

(2)

beranggotakan lembaga penegak hukum, Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait dilingkungan Pemerintah

Daerall

dan lembaga terkait lainnya ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

BAB VIII

SANKSI

ADMINISTRATIF

Pasal 10

(1)

Pemberi

kerja yang tidak patuh

dengan

ketentuan

peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang

jarninan

sosial

dilenankan sanlsi administratif

sesuai dengan Undang-undang

Nomor 24 Tahun 20ll Pasal 17 tentang Badan

Penyelenggara Jaminan Sosial.

(2)

Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1

) meliputi teguan

lisan, teguran

teft is,

sampai pada

tidak

memberikan layanan

publik

pada Satuan

Ke{a

Perangkat Daerah pemberi layanan

publik di

lingkungan Pemerintah Daerah sesuai ketentuan Peratutan Perundang-undangan.

(3) Tim

pengawasan sebagaimana

dimaksud dalarn Pasal 9 ayat (2)

memberikan pertimbangan kepada Bupati dalam pemberian sanksi administratif pemberi kerja.

BAB IX

KETENTUAN

PENUTUP

Pasal I 1

Pada Saat Peraturan Bupati

ini

mulai berlaku, Peraturan Bupati Gianyar

Nomor

14 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Bagi Tenaga Keda Pada

(9)

Perusah.ean di Kibupateu Gianyar (Berita Daerah Kabupaten Gianyar Tahuu 2013

Nomsr l4),

dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 12

Peraturan Bupati

ini

mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar

setiap oran=g rn€ngatahsurJa, melnorurt4hkao peluuu4aoga!! Pemtumn

Bupati

iur dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Gianyar.

Ditetapkan di

G4uyar

pada

tanggal

31 Desember 2015

BUPATIGIANYA&

| "cDEAGUNGBHARATA lr

Diundangkan

di

Gianyar

pada tanggal 3

I

Desember 201 5

SEKRETARIS

DAERAH KABUPATEN GIANYAR,

---W!.yyyvt'.

IDA

BAGUS

GAGAADI

SAPUTRA.

BERITA DAERAH KABUPATEN GIANYAR

TAHTIN 2015

NOMOR

152

I

Referensi

Dokumen terkait

belajar TIK secara mandiri di SMA Negeri 1 Kauman. Penelitian ini menggunakan desain non-eksperimental dan mengambil metode kuantitatif diskriptif, kuanti- tatif korelasi,

Dengan sub-sub masalah: (1) Bagaimanakah kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran ilmu pengetahuan sosial menggunakan model kooperatif make a match di kelas

Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga menggunakan suatu programkomputer untuk memperoleh informasi dari basis data

Disisi lain, masyarakat juga menganggap kebakaran pada lahan gambut dapat memperbaiki sifat fisik tanah gambut, yaitu tanah menjadi padat sedangkan pengaruh pada sifat

Dan lagi, dia tidak bisa meninggalkan serigala dan angsa dalam satu tempat, karena serigala akan memangsa angsa.. Demikian pula dia tidak bisa meninggalkan angsa dengan padi

Sehubungan dengan Persetujuan Hasil Evaluasi Kualifikasi dari General Manager Nomor : CL.PM.06.191 tanggal 27 April 2016, dengan ini kami sampaikan PENGUMUMAN

Untuk mengimplementasikan pembelajaran SCL, perhatian harus diberikan antara lain pada aspek pembelajaranseperti tujuan belajar dan hasil yang ingin dicapai yang tercermin

“Ya Allah berkahilah kami dalam rizki yang telah Engkau berikan kepada kami, dan periharalah kami dari siksa api