• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel. 14 Matrik Perkiraan Dampak Lingkungan Yang Terjadi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Tabel. 14 Matrik Perkiraan Dampak Lingkungan Yang Terjadi"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Tabel. 14

Matrik Perkiraan Dampak Lingkungan Yang Terjadi

No

Sumber Dampak Jenis Dampak Besaran Dampak Keterangan

1. Kegiatan mesin-mesin (menghasilkan limbah debu kapas) dan operasional genset serta mesin pembangkit uap (boiler)

Penurunan kualitas udara

Sedang Penurunan kulitas udara juga dipengaruhi oleh emisi kendaraan di jalan raya nasional sebelah selatan lokasi yang cukup padat (arah angin dominan ke utara, ke lokasi kegiatan)

2. Operasional mesin-mesin produksi, genset, dan mesin pembangkit uap (boiler)

Peningkatan kebisingan Sedang Tingkat kebisingan juga dipengaruhi tingkat kepadatan lalu lintas di jalan raya nasional sebelah selatan lokasi

3. Air limbah dari :

- Produksi (terutama dari proses pengelantangan);

- MCK dan kantin

Penurunan kualitas air permukaan pada badan- badan air dan air tanah

Penting Air limbah yang dihasilkan cukup besar berasal dari proses pengelantangan dan bersifat korosif karena mengandung soda ash (pH tinggi). Volume limbah cair dari proses produksi ±110 m3 perhari dan limbah cair dari Boiler ±3,5 m3 perhari serta MCK dan Kantin ±6,5 m3 perhari.

4. Pembangunan fisik gedung dan fasilitas lainnya dan pengambilan air tanah.

Penurunan fungsi hidrologis

Ringan - Sumber dampak sudah terjadi pada saat awal kegiatan PT. Nusaria Adiputeraguna, namun dampaknya masih terasa;

- Lahan di sekitar lokasi berupa lahan pertanian yang relatif luas;

- lokasi terletak pada daerah pemanenan air tanah.

5. - Sisa produksi berupa sisa-sisa benang/kain;

- Kegiatan domestik misal sampah dan cones benang - operasional bolier yang menggunakan bahan bakar batu

bara;

- operasional IPAL yang mengahasilkan Sludge IPAL;

- Operasional mesin yang menghasilkan oli bekas.

- Operasional administrasi

Penurunan estetika lingkungan, bau, dan pencemaran limbah B3

Ringan - Jumlahnya relatif sedikit dan sebagian dapat dimanfaatkan/ dijual.

- Sampah yang dihasilkan dari jumlah Tenaga kerja 1105 orang adalah sebesar 33 m3/bulan, sedangkan Cones benang yang dihasilkan dengan 4jt meter kain sebanyak 3600 pcs yang kemudian dikembalikan kepada penghasil benang (Group sendiri).

- Sisa pembakaran batu bara 200 ton/bulan, sludge IPAL ±120 kg/bulan, oli bekas

±300 kg/bulan, lampu LED ±3,5kg/bulan, Majun ±3,5 kg/bulan, dan Kemasan Tinta (used package) ±7,5 kg/bulan.

6. Aktivitas keluar masuknya kendaraan pabrik dan transportasi karyawan

Gangguan kelancaran lalu lintas

Ringan Hanya terjadi jam – jam tertentu, yaitu pada saat keluar masuknya karyawan

(2)

No

Sumber Dampak Jenis Dampak Besaran Dampak Keterangan

7. Aktivitas operasional pabrik Penurunan kesehatan karyawan/ masyarakat

Sedang

8. Aktivitas operasional pabrik Peningkatan pendapatan masyarakat

Sedang Adanya peluang usaha bagi masyarakat

9. Aktivitas operasional pabrik Perubahan persepsi masyarakat sekitar

Sedang Persepsi bersifat positif dan negatif serta dapat berubah – rubah (dari positif menjadi negatif atau sebaliknya) tergantung tingkat keemanfaatan kegiatan terhadap masyarakat.

(3)

Tabel. 15

Upaya Pengelolaan Lingkungan

No Sumber Dampak Jenis Dampak Upaya Pengelolaan Lingkungan

Cara Pengelolaan Spesifikasi Design Lokasi

1. - Debu kapas pada proses penenunan;

- Mesin-mesin pembangkit (genset dan boiler)

Penurunan kualitas udara - Debu kapas diatasi dengan menggunakan system HF (Hydro Fan);

- Dilakukan service masing-masing mesin agar dapat beroperasi dengan baik agar dampak negatif dapat dikurangi;

- Melakukan penghijauan di sekitar pabrik, diutamakan pohon berdaun lebat, dan pohon-pohon yang dapat menyerap polutan (zat pencemar).

Sesuai Standar Tempat-tempat cerobong/

mesin

2. - Mesin – mesin pemintal;

- Mesin-mesin pembangkit (genset dan boiler)

Peningkatan kebisingan - Service secara rutin;

- Melakukan penghijauan di sekitar pabrik;

- Pembuatan pagar keliling yang agak tinggi;

- Ruang produksi berdinding rapat;

- Mewajibkan karyawan memakai penyumbat telinga (earplug).

Sesuai standar Lokasi mesin pemintal, dan lokasi mesin pembangkit, dan lingkungan sekitar pabrik

3. - Sisa air produksi (terutama proses pegelantangan)

- Sisa air MCK dan Kantin

Menurunnya kualitas air Badan Air/ Sungai

- Dilakukan pengolahan/ treatment dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL);

- Untuk air sisa MCK dan kantin air yang di salurkan ke IPAL

IPAL dengan sistem Biologi, Fisika, dan Kimia

Tempat IPAL, yaitu sebelum air limbah dibuang dan di lingkungan pabrik

4. Kegiatan – kegiatan yang menghasilkan limbah padat dan atau sampah, antara lain :

- kegiatan kantin;

- kegiatan produksi;

- kegiatan pengoperasian IPAL;

Penurunan estetika lingkungan, bau, dan pencemaran limbah B3

- Memisahkan sampah organik dan anorganik pada tempat pembuangan sementara di lingkungan perusahaan. Sampah organik ditimbun di tempat yang telah disediakan untuk dapat dijadikan pupuk kompos. Sedang sampah anorganik ditampung di Tempat Pembuangan Sementara setempat dan secara berkala di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA);

- Sludge IPAL termasuk limbah B3, maka ditempatkan pada TPS Sludge IPAL dan dilakukan pengelolaan/ pengiriman kepada pihak ke-3 yang mempunyai ijin dari instansi yang berwenang;

Lingkungan Pabrik

(4)

No Sumber Dampak Jenis Dampak Upaya Pengelolaan Lingkungan

Cara Pengelolaan Spesifikasi Design Lokasi

- kegiatan pemanasan boiler menggunakan bahan bakar batu bara;

- kegiatan operasional mesin;

- kegiatan penghijauan (menghasilkan sampah organik).

- Kegiatan Operasional Administrasi

- Limbah fly ash batu bara, pengelolaannya sama seperti pengelolaan slugde IPAL;

- Limbah anorganik berupa wol dikumpulkan, kemudian diambil pembeli untuk didaur ulang atau untuk bahan baku pembuatan kasur, dan sebagainya;

- Limbah padat yang lain seperti besi, seng, bahan dari plastik, disimpan tersendiri di gudang tempat penyimpanan, kemudian diambil pembeli untuk didaur ulang atau untuk bahan baku;

- Oli bekas, majun, kemasan tinta (used packaged) dan Lampu LED bekas dikumpulkan di TPS, kemudian di diolah oleh pihak ke-3 yang sudah punya lisensi atau ijin dari instansi yang berwenang.

- Sesuai standar pengolahan limbah B3,

5. Pembangunan fisik gedung dan fasilitas lainnya

Penurunan fungsi hidroligis - Pengambilan debit air tanah sesuai dengan izin yang dikeluarkan dinas/instansi yang berwenang;

- Penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) yang cukup untuk tanaman peneduh, taman, dan lain- lain;

- Pembuatan saluran drainase yang baik dan selalu membersihkan saluran tersebut;

- Penggunaan paving untuk tempat parkir (untuk yang baru) - Pembuatan sumur resapan dan biopori.

Lingkungan Pabrik

6. Aktivitas operasional pabrik Gangguan lalu lintas - Pemasangan rambu-rambu lalu lintas baik rambu petunjuk maupun rambu larangan dan meninggalkan pabrik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Lingkungan Pabrik

(5)

No Sumber Dampak Jenis Dampak Upaya Pengelolaan Lingkungan

Cara Pengelolaan Spesifikasi Design Lokasi

- Pengaturan dan pengawasan lalu lintas di pintu masuk dan keluar pabrik.

7. Aktivitas operasional pabrik Penurunan derajat kesehatan masyarakat

- Mengoperasionalkan pabrik sesuai standar operasional;

- Kerjasama dengan pihak kesehatan untuk menjaga kesehatan dan siap menjalin kemitraan dengan semua pihak yang terkait;

- Mewajibkan karyawan memakai alat – alat pengaman, antara lain penyumbat telinga, masker, sepatu, kaos tangan, pelindung kepala, dan lain – lain;

- Menyediakan alat pemadam kebakaran.

Lingkungan Pabrik

8. Aktivitas operasional pabrik Peningkatan pendapatan masyarakat

- Rekrutmen tenaga kerja mengutamakan masyarakat sekitar;

- Memberikan kesempatan usaha pada sektor informal bagi warga di sekitarnya;

- Mendaftarkan karyawan dalam program BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

- Lingkungan Pabrik

9. Aktivitas operasional pabrik Perubahan sikap sosial masyarakat

- Dalam merekruitmen tenaga kerja, harus mengutamakan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan dan pesyaratan;

- Memberikan kesempatan usaha di sektor informal bagi warga di sekitarnya;

- Melakukan sosialisasi terhadap masyarakat terutama di sekitar pabrik, bahwa dengan adanya pabrik dapat memberikan manfaat, bahkan dapat pula meningkatkan nilai atau harga bahan di sekitarnya;

- Menangani dampak fisik/ gangguan terhadap lingkungan secara optimal;

- Menjalin hubungan sosial dengan masyarakat sekitar dengan baik, antara lain aktif dalam kegiatan sosial, CSR memberikan bantuan/

kontribusi kepada desa – desa terdekat secara berkala, dan lain – lain.

Lingkungan Pabrik

(6)

Tabel 16

Matrik Upaya Pemantauan Lingkungan

No Sumber Dampak Jenis Dampak Tolok Ukur Pemantauan Metode

Pemantauan

Lokasi Pemantauan

Periode Pemantauan

Unit Pelaksana

1. Cerobong

Mesin-mesin mobilitas

Penurunan kualitas udara

PermenLH No.07 Tahun 2007

Baku mutu emisi sumber tidak bergerak (Mg/M3) Tot partikel : 230

SO2 : 750 NO2 : 825 Opasitas : 20%

PerGub Jawa Tengah No.08/2001

Baku mutu udara ambien (pengukuran 1 jam Mg/M3) SO2 : 632

CO : 15000 NO2 : 316

O3 : 200 TSP : 230

Melalui Analisis Laborat

Dalam dan lingkungan

pabrik

3 bulan s/d 6 bulan

Pemrakarsa dan Dinas

terkait

2. Mesin-mesin ken daraan/ mobilitas Peninkatan kebisingan

Kebisingan dalam dan luar pabrik sesuai :

Kep48/MENLH /11/1996 tentang Baku tingkat kebisingan (Lokasi industri : 70 dB, pemukiman : 55dB)

Dengan peralatan laborat (Sound

level mesin)

Dalam dan lingkungan

pabrik

3 bulan s/d 6 bulan

Pemrakarsa dan Dinas

terkait 3. Sisa air dari produksi

Sisa air dari kantin/KM

Penurunan kualitas air

Baku mutu berdasarkan Perda Propinsi Jawa Tengah No.05 Tahun 2012 tentang Baku Mutu Air Limbah untuk Industri

Tekstil dan Batik BOD=60 mg/lt COD=150 mg/lt

TSS=50 mg/lt Fenol total =0,5 mg/lt Khrom total = 1,0 mg/lt

Melalui Analisis Laborat Lingkungan

Pada Outlet IPAL/

Treatment dan pada Badan Air Penerima.

1 bulan s/d 3 bulan

Pemrakarsa dan Dinas

terkait

(7)

No Sumber Dampak Jenis Dampak Tolok Ukur Pemantauan Metode Pemantauan

Lokasi Pemantauan

Periode Pemantauan

Unit Pelaksana Amoniak total=8,0 mg/lt

Sulfide=0,3 mg/lt Minyak dan lemak=3,0 mg/lt

pH=6-9 4. Aktivitas operasional pabrik :

- Sisa produksi berupa sisa-sisa benang/kain;

- Kegiatan domestik;

- Sludge IPAL;

- bottom ash batu bara - Operasional yang menghasilkan oli

bekas, majun, kemasan tinta (used packaged) dan Lampu LED bekas.

Penurunan estetika lingkungan, bau, dan pencemaran

limbah B3

Estetika lingkungan dan bau sampah sebagai berikut:

- Sampah tidak berceceran dan dibuang pada tempatnya serta tidak menimbulkan bau yang mengganggu

kenyamanan

- Limbah B3 dikelola sesuai standar

Observasi di lapangan dan wawancara.

Lingkungan Pabrik

Setiap hari dan sewaktu –

waktu diperlukan

Pemrakarsa

5. Pembangunan fisik gedung dan fasilitas lainnya

Penurunan fungsi ekologis lahan

Luas RTH, kelancaran saluran, kelancaran aliran air hujan dan keteduhan, sebagai berikut :

- Luas RTH minimal 20%

- Tidak terjadi banjir di lingkungan sekitar;

- Air hujan tidak menggenang;

- Kondisi udara nyaman/ teduh.

Observasi di lapangan dan wawancara.

Lingkungan Pabrik

Selama operasional

pabrik, sewaktu-waktu bila diperlukan

Pemrakarsa dan Badan Lingkungan

HidupKab.

Boyolali.

6. Aktivitas operasional pabrik Penurunan kesehatan karyawan/

masyarakat

Angka sakit dan jenis penyakit, yaitu : tidak terjadi adanya gangguan penyakit

Observasi lapangan, wawancara, pemeriksaan kondisi ruang

produksi dan standar operasionalnya, serta pemeriksaan

Dalam pabrik, luar pabrik, dan lingkungan

sekitar

Secara berkala (6 bulan) dan sewaktu-waktu bila diperlukan

Pemrakarsa dan Dinas

terkait

(8)

No Sumber Dampak Jenis Dampak Tolok Ukur Pemantauan Metode Pemantauan

Lokasi Pemantauan

Periode Pemantauan

Unit Pelaksana kesehatan

7. Aktivitas operasional pabrik Peningkatan pendapatan masyarakat

Peningkatan pendapatan masyarakat yang ditandai dengan - banyaknya tenaga kerja yang terserap;

- adaya kegiatan ekonomi lain (informal) yang muncul.

Observasi di lapangan dan wawancara.

Lingkungan Pabrik

Secara berkala (1 tahun) dan sewaktu-waktu bila diperlukan

Pemrakarsa

8. Aktivitas keluar masuknya kendaraan pabrik dan transportasi

karyawan

Gangguan kelancaran lalu

lintas

Kelancaran lalu lintas yang ditandai dengan : - Lalu lintas tidak macet;

- tidak terjadi kecelakaan lalu lintas.

Observasi lapangan

Sekitar pintu masuk pabrik

Setiap hari Pemrakarsa dan Dinas

terkait 9. Aktivitas operasional pabrik Perubahan persepsi

masyarakat sekitar

Daya terima masyarakat terhadap keberadaan pabrik yang ditandai dengan :

tidak terjadi keresahan masyarakat di sekitar pabrik.

Obervasi lapangan dan wawancara

masyarakat sekitar pabrik

Secara berkala (1 tahun) dan

sewaktu – waktu diperlukan

Pemrakarsa dan Dinas

terkait

Referensi

Dokumen terkait