• Tidak ada hasil yang ditemukan

Stasiun Penjernihan Air (Water Treatment)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Stasiun Penjernihan Air (Water Treatment)"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

Stasiun Penjernihan Air

(Water Treatment)

(2)

Definisi

Proses pengolahan air baku menjadi air yang aman untuk dikonsumsi atau digunakan dalam proses produksi seperti ketel uap dan terbebas dari zat / padatan tersuspensi serta memenuhi

(3)

Fungsi dan Tujuan

Menghilangkan / meminimalkan padatan tersuspensi (Suspended Solid)

Membantu mengurangi kandungan besi

(4)

Sumber dan Karakteristik Air

Air Hujan

- Merupakan air lunak dan hanya baik untuk daerah yang mempunyai curah hujan tinggi

- Membutuhkan tempat penampungan yang besar - Sukar disimpan dalam waktu lama

- Menjadi tempat berkembang biak nyamuk

Air Permukaan

- Mudah diambil dengan alat sederhana

- Berbahaya karena terkontaminasi bakteri, zat organik dan non organik

Air Tanah Dalam

- Tersedia di banyak tempat

- Diambil dengan peralatan mekanis - Terkontaminasi

(5)

Perbedaan Karakteristik Air Permukaan dan Air Tanah

Air Permukaan Air Tanah

Padatan terlarut rendah

Padatan tersuspensi tinggi

Kualitas berubah sesuai dengan kondisi musim dan cuaca

Padatan terlarut tinggi

Padatan tersuspensi rendah

Kandungan besi dan mangan tinggi

Kandungan oksigen rendah dan dapat mengandung gas sulfida

Relatif konstan secara kualitas dan temperatur

(6)

Sifat Air

Muatan polar (menciptakan ikatan lemah di antara molekul air – ikatan hidrogen), pada molekul air membuatnya menjadi pelarut yang istimewa/universal, sehingga air dapat melarutkan hampir semua materi yang bersentuhan dengan air seperti mineral, padatan tersuspensi dan gas.

O-2

H+ H+

d+

(7)

Syarat Kualitas Air

Syarat Fisik

- Tidak berwarna dan tidak berbau

Syarat Kimia

- Tidak mengandung zat kimia/racun yang dapat merugikan manusia dan tidak mengurangi

efektivitas distribusi pipa-pipa

Syarat Bakteriologis

- Tidak mengandung bakteri maupun organik lain yang dapat menyebabkan penyakit

(8)

Problem pada kualitas air

Problem Penyebab Efek buruk Koreksi

Kesadahan tinggi Garam-garam kalsium dan

magnesium dari air tanah

Membuat pipa berkerak, merusak boiler dan juga

merusak cucian dan makanan

Penukaran ion (diproses dengan zeolit)

Korosi Derajat keasaman tinggi akibat naiknya oksigen dan CO2 (Ph rendah)

Karat pada pipa, Kerusakan terutama pada bahan

kuningan

Peningkatan kadar alkalin

Polusi Kontaminasi organik

atau oleh air limbah Timbulnya penyakit Klorinasi dengan sodium Hipoklorit atau gas klorin

Warna Zat besi dan

mangaan Merubah warna

pakaian atau peralatan

Dihujani melalaui filter oksidasi

(manganese zeolit)

(9)

Kejernihan air sangat penting:

Untuk mencegah adanya padatan tersuspensi yang dapat menyebabkan:

– Resin (softener/cation dan anion) —> Fouling – Sistem deaerator —> Plugging

– Boiler —> Deposit

– Untuk kesehatan bila air dikonsumsi

(10)

Diagram Alur Water Treatment

(11)

Fungsi Bahan Kimia

Koagulasi : Proses Pembentukan Flok – Coagulant : alum/tawas (Al2(SO4)3) – Coagulant aid : N-3276

Flokulasi : Proses Penyatuan Flok

– Flocculant : polymer berantai panjang = N-8173 Pulv

Range pH Ideal : 6,0 - 7,5

– Penyesuaian pH : injeksi soda ash atau dapat juga dipakai caustic soda

(12)

Hal yang harus diperhatikan pada proses klarifikasi WTP

Titik injeksi bahan kimia.

Volume clarifier (minimal waktu tinggal 3 jam) dan desain clarifier.

Penentuan dosis bahan kimia dilakukan melalui jar test.

Dosis bahan kimia dapat berubah sesuai dengan kondisi air baku.

Level sludge harus dijaga minimal/maksimal berkisar 2 - 3 meter dari level air bersih. Sludge dibuang secara berkala minimal per 1 hari.

Sludge berfungsi sebagai penyaring/penahan flok-flok yang baru terbentuk.

(13)

Filtrasi Menggunakan Sand Filter :

1) Filter berisi media porous (pasir kwarsa) 2) Menyaring padatan tersuspensi

3) Backwash untuk menghilangkan padatan tersuspensi yang terakumulasi selama penyaringan

(14)

Komposisi Sand Filter

Batu kerikil kasar

– Diameter pasir : 2,0 mm – 4,0 mm – Komposisi : 25%

Batu kerikil halus

– Diameter pasir : 0,8 mm – 2,0 mm – Komposisi : 25%

Pasir kwarsa

– Diameter pasir : 0,5 mm – 0,7 mm – Komposisi : 50%

(15)

Operasional Sand Filter

Backwash secara teratur, pada saat pressure drop 5 psi (0,35 kg/cm2) atau minimal setiap hari sebelum beroperasi.

Backwash dilakukan selama 10 - 20 menit atau sampai air keluaran backwash jernih.

Perlu dilakukan inspeksi media secara teratur terhadap

adanya kontaminasi, kerusakan media dan tebalnya media.

(16)

Fungsi Softener

Menghilangkan mineral hardness (calcium dan magnesium) dari air baku

Mengurangi pemakaian bahan kimia

(17)

Proses Pertukaran Ion

Sodium

Sodium

Sodium Sodium

Sodium

Sodium

Calcium Magnesium

Sodium Sodium Calcium

Calcium Magnesium

Calcium

(18)

Apakah yang terjadi bila resin softener tidak mengandung sodium/Na lagi?

Resin tidak dapat menangkap ion hardness / telah jenuh

Resin softener harus diregenerasi dengan bahan yang mengandung ion sodium/Na, yaitu garam (NaCl)

Apa yang harus dilakukan?

(19)

Mengapa garam yang dipakai?

Mudah diperoleh dan tidak mahal

Apakah ion sodium dapat menyebabkan kerak?

Tidak, karena ion sodium sangat larut, sehingga tidak akan membentuk kerak

(20)

Empat Tahap Regenerasi Softener

Fast Rinse

Backwash

Brining

(21)

Bagaimana cara menemukan akar permasalahan/problem pada unit softener?

- Chek siklus regenerasi

- Inspeksi internal unit softener

- Analisa resin softener

(22)

Konsekuensi unit softener/demineralisasi yang tidak beroperasi dengan baik

Terjadinya pembentukan kerak/deposit pada sistem pemipaan boiler, yang berakibat proses perpindahan

panas kurang baik, overheating, dan bahkan pipa pecah

Biaya bahan kimia internal naik

Regenerasi yang kurang baik, mengakibatkan pemborosan garam/HCl/H2SO4/Caustic dan air

(23)

Contoh Parameter Kontrol Air

(24)

pH

pH = jumlah ion hidrogen (H+)dalam air

Skala : 0 – 14

(H+) = pembawa sifat asam

(OH-) = pembawa sifat basa

pH = 7 = netral ; (H+) = (OH-)

pH < 7 = bersifat asam ; (H+) > (OH-)

pH > 7 = bersifat basa ; (H+) < (OH-)

(25)

- Merupakan ukuran jumlah padatan terlarut dalam air

Satuan conductivity adalah micromhos (µmhos/µS)

1 mS = 1000 µmhos

- Satuan TDS (total dissolved solid) adalah ppm (part per

million)/bagian persejuta

TDS ~ 0,65 x conductivity Conductivity/TDS

Merupakan jumlah dari ion calcium dan magnesium dalam air

Kelarutan hardness dalam air berbanding terbalik dengan temperatur (makin tinggi temperatur makin tidak larut mineral hardness dalam air)

(26)

ALKALINITY

Merupakan ion carbonat(CO32-), bikarbonat (HCO3-) dan hidrat (OH-)

1. P.Alkalinity (Phenolphtalein alkalinity)

- Jumlah 1/2 carbonate dan semua hydrat End point, pH = 8,2

2. M.Alkalinity (Methyl orange alkalinity)

- Jumlah bicarbonat dan carbonat atau carbonat dan hydrat End point, pH = 4,2

3. O.Alkalinity (Hydrat) - O = 2P - M

- Jumlah calcium, magnesium, dan natrium hidroksida

(27)

Kontrol Silika

Batas kontrol air boiler: 150 ppm SiO2.

Agar:

1. Menghindari terjadinya silica selektif carry over, sehingga terjadinya deposit silica pada sudu-sudu turbin dapat dihindari.

2. Menghindari terjadinya kerak silica pada sistem boiler.

(28)

Hubungan O.Alkalinity Dan Silika

O.Alkalinity = 2,5 x kandungan silica air boiler, minimum

Fungsi:

Membantu proses pengikatan silica (SiO2) dalam air boiler menjadi Na2SiO3 atau MgSiO3 untuk dikeluarkan melalui blowdown

(29)
(30)

Fungsi Brining

Menghilangkan ion hardness dari resin dan menukarnya dengan ion sodium

(31)

Critical Part of Brining

Konsentrasi garam harus mencukupi untuk memaksa ion hardness keluar dari resin, dan dapat ditukarkan dengan ion sodium

(32)

A Successful Brining

Jumlah garam = 0,1 - 0,2 kg/liter

Konsentrasi garam = 10% (35° Salometer)

(33)

Fungsi Backwash

Menghilangkan padatan tersuspensi (pasir, tanah) yang tersaring selama operasi

Meregangkan resin, sehingga

kemungkinan keseluruhan resin terkena larutan garam lebih besar

(34)

Critical Part of Backwashing

Backwash dilakukan hingga air keluaran backwash telah jernih/bersih dan resin

dapat terekspansi 50% - 75%.

Flowrate = 245 lt/mnt/m2 area resin

15-20 menit

(35)

Fungsi Slow Rinse

Menghilangkan sisa regenerant dari resin

(36)

A Successful Slow Rinse

Flow rate sama dengan flow rate pada saat injeksi regenerant

Lebih kurang 45 - 60 menit

(37)

Fungsi Fast Rinse

Menghilangkan kelebihan/sisa

regenerant sebelum dioperasikan

(38)

Clean Resin

(39)

Fouled Resin

(40)
(41)

Koagulasi

- Proses netralisasi muatan sehingga partikel- partikel dapat saling berdekatan satu sama

lain

(42)

Karakteristik Koagulan

Kationik, berat molekul rendah hingga medium.

Menetralkan muatan koloidal/partikel.

Overdosis dapat mengakibatkan

penambahan kembali muatan pada partikel sehingga terjadi gaya tolak antar partikel.

(43)

Flokulasi

Proses penyatuan antar partikel-partikel yang sudah saling berdekatan menjadi

partikel-partikel yang lebih besar

(44)

Backwash

(45)

Backwash

(46)

Brining

Salt Solution Dilution

Water

1 2

3

(47)

Titik Injeksi Bahan Kimia

Titik injeksi alum/N-3276 (sebagai

koagulan) minimal 12 meter dari clarifier.

– Jika perlu dapat ditambah static mixer.

Titik injeksi soda ash (penyesuai pH) agak terpisah dari titik injeksi alum.

Titik injeksi flokulan menjelang unit clarifier.

(48)

Batasan Kejernihan Air

Turbidity = 5 FTU (Formazin Turbidity Unit), maks.

= 5 NTU (Nephelometric Turbidity Unit), maks.

Color = 15 PtCo/TCU (True Color Unit), maks

(49)

Clarifier Tank

Air bersih 2 -3 m

Sludge

Valve 1

Valve 2

(50)

MINERALS

AIR

EARTH

Calcium Magnesium

Natrium Besi

Oksigen Carbon Monoksida

Carbon Dioksida

tanah lumpur

pasir

Gambar

Diagram Alur Water Treatment

Referensi

Dokumen terkait