31 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini adalah tempat penelitian dilakukan. Penelitian ini akan dilaksanakan di UMKM Minuman Sari Apel Brosem Batu Jawa Timur yang beralamat di Jl Bromo Gg.1 No.13, RT.01/RW10, Sisir, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65314.
B. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian penjelasan (explanatory research) dengan pendekatan kuantitatif. Explanatory research yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan antara variabel–variabel dalam penelitian. Metode kuantitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
C. Populasi dan Teknik Penentuan Sampel 1. Populasi
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek atau objek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti (Sugiyono, 2015). Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh karyawan tetap UMKM Brosem Sari Apel Batu yang berjumlah 30 orang
2. Sampel dan teknik Sampling
Menurut Sugiyono (2013) sampel merupakan bagian dari total dan ciri-ciri yang dimiliki oleh populasi tersebut, apabila subjek populasi kurang dari 100 lebih baik diambil semua, sedangkan apabila subjek penelitian lebih dari 100 maka dapat diambil 10%-15% atau 20%-25%. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dan kurang dari 100 orang, maka populasi dalam penelitian ini bertindak pula sebagai sampel yaitu diambil semua dari total sampling
D. Definisi Operasional Variabel 1. Definisi Operasional Variabel
Dalam penelitian ini terdapat beberapa variabel yang didefinisikan secara operasional sehingga dapat dijadikan petunjuk dalam melakukan penelitian.
a. Variabel Dependen (Y)
Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat dari adanya variabel independen. Variabel dependen (Y) dalam penelitian ini yaitu kinerja. Kinerja adalah suatu hasil yang diperoleh karyawan dalam melakukan pekerjaan yang dapat diukur dari kuantitas, kualitas, ketepatan waktu dan kehadiran (Bangun, 2012). Adapun indikator kinerja sebagai berikut:
1) Kuantitas (Y1)
Kuantitas adalah banyaknya jumlah produk yang dihasilkan oleh karyawan UMKM Brosem Sari Apel Batu sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
2) Kualitas (Y2)
Kualitas adalah kesesuaian output yang dihasilkan karyawan UMKM Brosem Sari Apel Batu dengan standar mutu yang ditetapkan.
3) Ketepatan Waktu (Y3)
Ketepatan waktu adalah lamanya penyelesaian pekerjaan sesuai dengan waktu yang ditentukan UMKM Brosem Sari Apel batu
4) Kehadiran (Y4)
a) Karyawan UMKM Brosem Sari Apel Batu Datang tepat waktu.
b) Melakukan pekerjaan sesuai dengan jam kerja yang telah ditentukan oleh UMKM Brosem Sari Apel Batu
b. Variabel Intervening (Z)
Variabel intervening yaitu variabel yang terletak diantara variabel independen dengan variabel dependen, sehingga variabel independen (X) tidak langsung mempengaruhi variabel dependen (Y). Variabel intervening (Z) dalam penelitian ini yaitu kompetensi. Kompetensi adalah pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki individu dalam melakukan suatu pekerjaan tertentu. Adapun indikator kompetensi sebagai berikut :
1) Pengetahuan (Z1)
Pengetahuan adalah pemahaman karyawan UMKM Brosem Sari Apel Batu terkait pekerjaan yang dilakukan yang diukur dengan pengetahuan dasar karyawan tentang pengetahuan mengolah data, pengetahuan terkait bahan baku dan alat yang digunakan dalam mengepress label.
2) Keterampilan (Z2)
Keterampilan adalah kapasitas yang dibutuhkan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya yang diukur dari kemahiran dalam menggunakan peralatan kerja, kdan penyelesaian tugas sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
3) Sikap (Z3)
Sikap adalah perlakuan atau tingkah laku karyawan dalam melakukan tugasnya baik kepada atasan maupun sesame karyawan lainnya.
c. Variabel Independen (X)
Variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab timbulnya variabel dependen. Variabel independen (X) dalam penelitian ini yaitu pelatihan. Pelatihan adalah suatu proses untuk meningkatkan kinerja karyawan dengan mempertimbangkan materi pelatihan, metode pelatihan, instruktur, peeserta pelatihan, dan sarana pelatihan. Adapun indikator pelatihan sebagai berikut:
1) Materi pelatihan (X1)
Materi dalam pelatihan ini adalah kesesuaian materi yang diberikan dengan kebutuhan kerja karyawan UMKM Brosem Sari Apel batu 2) Metode pelatihan (X2)
Metode dalam penelitian ini adalah kesesuaian metode pelatihan yang digunakan dengan materi yang diberikan pada karyawan UMKM Brosem Sari Apel Batu
3) Kualifikasi pelatih (X3)
Kualifikasi pelatih dalam pelatihan ini adalah pelatih yang memiliki pengetahuan terkait materi yang akan diberikan dan memiliki kemampuan dalam menyampaikan materi tersebut kepada karyawan UMKM Brosem Sari Apel Batu yang mengikuti pelatihan.
4) Peserta pelatihan (X4)
Peserta pelatihan adalah karyawan UMKM Brosem Sari Apel batu yang memiliki motivasi dan kesiapan mental dalam mengikuti proses pelatihan.
5) Tujuan pelatihan (X5)
Tujuan adalah hasil akhir yang di inginkan karyawan UMKM Brosem Sari Apel Batu dalam mengikuti pelatihan
Tabel 3.1 Variabel, Indikator, dan Item
Variabel Indikator Item
Kinerja 1. Kuantitas Kerja
- Karyawan mampu menghasilkan jumlah cup sesuai dengan target yang ditetapkan perusahaan
- Karyawan mampu memenuhi target apabila terdapat pesanan tambahan (borongan) 2. Kualitas
Kerja
- Produk yang dihasilkan karyawan telah memenuhi standar mutu perusahaan - Karyawan menyelesaikan pekerjaan dengan
teliti dan rapi tanpa ada kesalahan 3. Ketetapan
waktu
- Karyawan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu
- Karyawan mampu menyelesaikan pekerjaan borongan dengan tepat waktu 4. Kehadiran - Karyawan hadir tepat waktu
- Karyawan melakukan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan
Variabel Indikator Item Kompetensi 1. Pengetahu
an
- Karyawan memiliki pengetahuan dasar tentang komputer
- Karyawan memiliki pengetahuan terkait bahan baku yang digunakan dalam membuat produk
- Karyawan memiliki
pegetahuan terkait alat – alat yang digunakan dalam proses operasional
2. Keteramp ilan
- Karyawan mahir dalam menggunakan peralatan kerja
- Karyawan mahir dalam bekerja sehingga meminimalisir tingkat kesalahan yang dihasilkan
- Karyawan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan perusahaan
3. Sikap - Karyawan memiliki etika dan moral yang baik terhadap rekan kerja dan atasan
Pelatihan 1. Materi pelatihan
- Materi dalam pelatihan sesuai dengan kebutuhan kerja
- Materi pelatihan terkait pengembangan teknologi diterapkan pada saat kerja
2. Metode Pelatihan
- Metode penyampaian pelatihan mudah dipahami
- Metode yang digunakan dalam pelatihan sudah sesuai dengan materi yang diberikan 3. Kualifikasi
pelatih
- Pelatih sudah menguasai materi yang diberikan pada saat pelatihan
- Materi yang diberikan pelatih mudah untuk dimengerti
4. Peserta pelatihan
- Karyawan bersemangat ketika mengikuti pelatihan
5. Tujuan pelatihan
- Pelatih dan karyawan mengetahui tujuan pelatihan.
2. Pengukuran Variabel
Penelitian ini menggunakan instrumen pengukuran pengaruh pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan dengan kompetensi kerja sebagai variabel intervening. Hal ini diukur melalui pertanyaan– pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner dan menggunakan skala likert dengan skala 1 sampai 5. Sugiyono
(2015) mengatakan bahwa skala likert merupakan skala yang dipakai untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang/sekelompok orang tentang fenomena sosial. Skala likert berdimensi 5 skala sebagai berikut :
Tabel 3.2 Bobot Penilaian Skala Likert
Jawaban Penilaian Pelatihan Kompetensi Kinerja Sangat Setuju (SS) 5 Sangat Baik Sangat Tinggi Sangat Tinggi
Setuju (S) 4 Baik Tinggi Tinggi
Netral (N) 3 Cukup Cukup Cukup
Tidak Setuju (TS) 2 Tidak Baik Rendah Rendah Sangat Tidak
Setuju (STS)
1 Sangat Tidak Baik
Sangat Rendah
Sangat Rendah Sumber: Sugiyono (2015)
Berdasarkan tabel 3.2 menunjukkan bahwa skor 5 memiliki jawaban sangat setuju (SS) artinya pelatihan sangat baik serta kemampuan kerja dan kinerja sangat tinggi. Skor 4 dengan jawaban setuju (S) artinya pelatihan baik serta kemampuan kerja dan kinerja tinggi. Skor 3 memiliki jawaban netral (N) artinya pelatihan, kemampuan, dan kinerja cukup. Skor 2 dengan jawaban tidak setuju (TS) memiliki arti bahwa pelatihan buruk serta kemampuan dan kinerja rendah. Skor 1 dengan jawaban sangat tidak setuju (STS) memiliki arti bahwa pelatihan sangat buruk serta kemampuan dan kinerja sangat rendah. Penelitian ini menggunakan skala likert karena data yang ada pada penelitian ini merupakan data interval.
E. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka-angka yang dapat dihitung yang diperoleh dari kuesioner. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer yaitu data
yang diperoleh secara langsung dari sumber asli. Data primer dikumpulkan secara khusus oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian yang dikumpulkan melalui kuesioner. Penyebaran kuesioner bertujuan untuk mengetahui tanggapan responden mengenai variable kinerja, kompetensi, dan pelatihan pada UMKM Brosem Sari Apel Batu. Dan Data sekunder yang di dapat melalui instansi.
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan data–data yang dibutuhkan, peneliti menggunakan metode kuesioner:
1. Kuesioner
Pengumpulan data dengan kuesioner merupakan alat utama dalam pengumpulan data yang berupa pertanyaan secara tertulis dan disebarkan secara langsung kepada responden yang akan diteliti. Responden diberi beberapa alternatif dalam menjawab pertanyaan–pertanyaan tersebut.
G. Teknik Pengujian Instrumen 1. Uji Validitas
Uji validitas adalah alat ukur valid tidaknya suatu kuesioner. Kuesioner dapat dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner tersebut mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2011). Dalam mengukur validitas dapat dilakukan dengan cara melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel.
Skor total ialah nilai yang diperoleh dari hasil penjumlahan semua skor item.
Jika ialah nilai yang diperoleh dari hasil penjumlahan semua skor item. Jika korelasi antara skor item dengan skor total signifikan pada taraf nyata α= 0,05, maka dapat dikatan bahwa alat pengukur untuk menguji validitas empirik menggunakan rumus Pearson Correlation Product Moment, yaitu :
𝐾𝑜𝑟𝑒𝑙𝑎𝑠𝑖 = 𝑟𝑥𝑦 = 𝑛 ∑ 𝑥𝑖𝑦𝑖 − ∑ 𝑥𝑖𝑦𝑖
√𝑛 ∑ 𝑥𝑖2− (∑ 𝑥𝑖)2∙ √𝑛 ∑ 𝑦𝑖2− (∑ 𝑦𝑖)2
Keterangan :
rxy = Korelasi antara variabel X dan y n = Jumlah responden
X = Skor butir instrumen Y = Skor total item instrumen Σ𝑌 = Jumlah skor X
Σ𝑋 = Jumlah skor Y
Kriteria kelayakan perhitungan ini yaitu:
a. r hitung > r tabel, maka dapat dinyatakan valid b. r hitung < r tabel, maka dapat dinyatakan tidak valid 2. Uji Reliabilitas
Suatu alat ukur instrumen dapat dikatakan reliabel jika jawaban responden terhadap pertanyaan yaitu konsisten dari waktu ke waktu (Ghozali, 2011). Pengujian reabilitas dilakukan dengan menggunakan skorantar item.
Dalam penelitian ini, untuk menguji tingkat reabilitas menggunakan metode croanbachAlpha, dengan rumus sebagai berikut:
𝑟11 = ( 𝑘
𝑘 − 1) (1 − ∑𝑆1 𝑆1)
Keterangan:
r11 = koefisien reliabilitas
∑Si = jumlah varian skor tiap-tiap item St = varians total
k = jumlah item
Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan koefisien Cronbach Alpha dengan kriteria:
a. Jika nilai alpha > 0,6 maka dapat dikatakan reliabel b. Jika nilai alpha < 0,6 maka dapat dikatakan tidak reliabel.
H. Uji Asumsi Klasik
Untuk mengetahui apakah variabel-variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini layak untuk digunakan pada saat analisis jalur maka perlu adanya berbagai analisis untuk membuktikannya. Berikut adalah uji analisis yang digunakan:
1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2018).
Untuk mendeteksi model yang kita gunakan memiliki distribusi normal atau tidak yaitu dengan uji Kolmogorov Sminorv (KS). Kriteria pengambilan keputusan dengan uji statistik Kolmogorov Smirnov yaitu :
a. Jika signifikasi > 0.05 maka data berdistribusi normal b. Jika signifikasi < 0.05 maka data berdistribusi tidak normal
2. Uji Heteroskedesitas
Uji heteroskedesitas adalah varian yang tidak homogen. Uji ini dilakukan agar peneliti dapat mengetahui ketidaksamaan varian dari residual satu ke pengamatan yang lain, supaya data yang diperoleh yang bersifat homogeny diuji menggunakan uji glejser. Model regresi bisa dikatakan baik jika model tersebut memenuhi syarat dengan tidak terjadinya heteroskedastistas.
Jadi, uji glejser ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastistas atau apakah model ini terbebas dari heteroskedastistas (Ghozali, 2018) Gejala uji heteroskedastistas terjadi jika signifikannya <0.05 artinya dengan kriteria jika nilai sig. variabel independent lebih kecil dari 0.05 maka terjadi heteroskedastistas, tetapi jika nilai sig. variabel independent lebih besar dari 0.05 maka tidak terjadi heteroskedastistas.
3. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas adalah untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Apakah terjadi relasi, berarti terjadi masalah multikolinearitas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebasnya (Ghozali, 2016). Metode yang dapat digunakan untuk menguji ada tidaknya multikolineritas yaitu dengan melihat dari Tolerance Value dan Variance Inflation Factor (VIF). Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas yaitu:
a. Jika tolerance value > 0,10 dan VIF < 10, maka tidak terjadi multikolineritas.
b. Jika tolerance value < 0,10 dan VIF > 10, maka terjadi multikolineritas.
Menunjukkan adanya lebih dari satu hubungan linear yang sempurna.
Menurut Ghozali (2018) model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Multikolinearitas dalam regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dengan nilai tolerance ≤ 0,10 atau sama dengan nilai VIF ≥ 10 (Imam Ghozali, 2018).
I. Teknis Analisis Data 1. Rentang Skala
Rentang skala merupakan alat yang digunakan untuk mengukur serta menilai variabel yang diteliti. Analisis rentang skala digunakan untuk mengetahui pelatihan, kompetensi, dan kinerja karyawan UMKM Brosem Sari Apel Batu dengan rumus :
𝑅𝑆 =𝑛 (𝑚 − 1) 𝑚 Keterangan:
RS = Rentang skala n = jumlah sampel m = jumlah alternatif
Jawaban Berdasarkan rumus di atas, maka dapat diperoleh rentang skala dengan perhitungan sebagai berikut:
RS = 30 (5 − 1) 5
= 120 5
= 24
Tabel 3.3 Rentang Skala Variabel Kinerja karyawan, Kompetensi, dan Pelatihan
No Skor Kinerja karyawan Kompetensi Pelatihan 1 30-53 Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Buruk
2 54-77 Rendah Rendah Buruk
3 78-101 Cukup Cukup Cukup
4 102-125 Tinggi Tinggi Baik
5 126-150 Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Baik
a. Rentang skala 30 – 53 menunjukkan nilai variabel kinerja dan kompetensi sangat rendah, sedangkan pelatihan sangat buruk
b. Rentang skala 54 – 77 menunjukkan nilai variabel kinerja dan kompetensi rendah, sedangkan pelatihan buruk.
c. Rentang skala 78 – 101 menunjukkan nilai variabel kinerja, kompetensi, dan pelatihan cukup.
d. Rentang skala 102 – 125 menunjukkan nilai variabel kinerja dan kompetensi tinggi, sedangkan pelatihan baik.
e. Rentang skala 126 – 150 menunjukkan nilai variabel kinerja dan kompetensi sangat tinggi, sedangkan pelatihan sangat baik.
2. Path Analysis
Ghozali (2011) mengatakan bahwa analisis jalur (path analysis) merupakan perluasan dari analisis regresi linier berganda. Analisis jalur digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung bebas terhadap variabel terikat. Model yang digunakan dalam analisis jalur, yaitu:
a. Pengaruh pelatihan kerja terhadap kompetensi
Gambar 3.1
Analisis Jalur Pelatihan Kerja Terhadap Kompetensi
Dirumuskan dalam persamaan Z = a + bX Keterangan :
Z : Kompetensi
b : Koefisien pelatihan kerja X : Pelatihan kerja
b. Pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan
Gambar 3.2
Analisis Jalur Kompetensi Terhadap Kinerja Karyawan
Dirumuskan dalam persamaan Y = a + bZ
Keterangan :
Y : Kinerja karyawan a : Konstanta
b : Koefisien regresi kompetensi Z : Kompetensi
Pelatihan Kerja (x) Kompetensi (Z)
Kompetensi (Z) Kinerja (Y)
c. Pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan
Gambar 3.3
Analisis Jalur Pelatihan Terhadap kinerja karyawan
Dirumuskan persamaan Y = a + b X Keterangan :
Y : Kinerja karyawan a : Konstanta
b : Koefisien regresi pelatihan X : Pelatihan Kerja
d. Pengaruh pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan melalui kompetensi
Gambar 3.4
Analisis Jalur pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan melalui kompetensi
Dirumuskan dalam persamaan Y = a + bX+ (bZ X bY) Keterangan :
Y : Kinerja karyawan
a : Konstanta (nilai Y apabila X = 0)
b : Koefisien regresi (nilai peningkatan maupun penurunan)
Pelatihan (X) Kinerja (Y)
Pelatihan Kerja (X)
Kompetensi (Z)
Kinerja (Y)
X : pelatihan Z : Kompetensi
J. Uji Hipotesis 1. Uji-t
Uji t (t-test) melakukan pengujian terhadap koefisien secara parsial, pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi peran secara parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan mengasumsikan bahwa variabel independen lain dianggap konstan. Menurut Ghozali (2012), uji T digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh variabel bebas (X) secara individu terhadap variabel terikat (Y).
𝑡 = 𝑏𝑖 𝑆𝑒 (𝑏𝑖) Keterangan:
t = nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔
𝑏𝑖 = koefisien regresi
𝑆𝑒 = standar eror dan estimasi
Dasar pengambilan keputusan yang digunakan dalam uji t adalah:
a. Jika nilai probabilitas signifikansi > 0,05, maka hipotesis ditolak. Hal tersebut berarti variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
b. Jika nilai probabilitas signifikansi < 0,05, maka hipotesis diterima. Hal tersebut berarti variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
2. Uji Mediasi
Uji intervening atau uji mediasi dilakukan untuk melihat apakah variabel kompetensi mengintervening pengaruh variabel pelatihan kerja terhadap variabel kinerja karyawan digunakan rumus Sobel Test:
𝑠𝑎𝑏 = √𝑏2𝑠𝑎2 + 𝑎2𝑠𝑏2+ 𝑠𝑎2𝑠𝑏2 Keterangan:
Sa : standart eror X-Z Sb : standart eror Z-Y b : Koefisien regresi Z-Y a : Koefisien regresi X-Z