• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Di era globalisasi yang ada seperti sekarang ini perusahaan dituntut untuk lebih bisa bersaing. Perusahaan harus memiliki keunggulan dan daya saing, se- hingga mampu bertahan diantara perusahaan-perusahaan lain. Keberhasilan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh karyawannya yaitu sumber daya manusia (SDM). Perusahaan dituntut untuk selalu mengelola sumber daya manusia yang ada didalamnya sehingga kelangsungan hidup dan kemajuan perusahaan dapat tercapai secara optimal ( Rosiana, 2016).

Permasalahan utama dalam mengelola sumber daya manusia pada sebuah perusahaan atau organisasi yang patut mendapat perhatian adalah masalah kinerja karyawan. Sebagai penggerak roda perusahaan maka kinerja karyawan dianggap fundamental karena sangat berpengaruh pada keberhasilan suatu perusahaan (Seh- fudin, 2011).Kinerja karyawan merupakan sebuah aksi. Aksi kinerja itu sendiri terdiri dari banyak komponen dan bukan merupakan hasil yang dapat dilihat pa- da saat itu juga. Pada dasarnya kinerja merupakan suatu hal yang bersifat indi- vidu, karena setiap karyawan memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam mengerjakan tugasnya ( Rumengan dan Mekel, 2015). Kinerja karyawan PT. Tsu- jikawa Indonesia juga dapat diukur melalui penyelesaian tugas secara efektif dan efisien serta melakukan peran dan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan dan semuanya berhubungan positif dengan keberhasilan perusahaan.

Banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas kinerja karyawan antara lain lingkungan kerja, Motivasi kerja, disiplin kerja, kepuasan kerja, komunikasi, kompensasai, pelatihan dan stress kerja ( Agustina, 2014 ). Salah satu variabel yang mempengaruhi produktivitas kinerja adalah komunikasi. Suatu perusahaan dalam membebankan tugas dan tanggung jawabnya kepada karyawan hendaknya memperhatikan sejauh mana komunikasi dilakukan dan disampaikan. Komunikasi merupakan suatu hal yang penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Oleh

(2)

10

karena itu perusahaan dituntut untuk bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi para karyawannya. Menurut Robbins (2013) dalam Dimas (2016 : 18) mengatakan bahwa komunikasi membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepa- da para karyawan apa yang harus dilakukan, seberapa baik mereka bekerja, dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja yang berada dibawah standar. Femi (2014) menyatakan bahwa komunikasi yang efektif antara atasan dan bawahan sangat penting bagi keberhasilan perusahaan.

Komunikasi yang terjalin diantara karyawan PT. Tsujikawa Indonesia saat ini belum berjalan dengan baik dan efektif, sebab informasi belum sepenuhnya tersampaikan ke bawahan dan terhenti pada salah seorang saja,ini dikarenakan pertukaran informasi antara shift satu dengan shift dua belum maksimal dan sering terjadi miss komunikasi, kemudian antar divisi dalam melakukan tugasnya tidak melakukan komunikasi dengan baik dan jelas sehingga pekerjaan yang seharusnya selesai sesuai jadwal yang ditentukan tidak dapat terselesaikan dan mundur dari jadwal pengiriman. Kurangnya komunikasi diantara karyawan PT. Tsujikawa In- donesia sering kali menjadi penyebab terjadinya masalah yang terjadi didalam pe- rusahaan seperti salah memberikan worksheet pada material, salah dalam membu- at gambar, salah tool, salah program, dan lain sebagainya.

Komunikasi memiliki hubungan yang erat dengan kinerja karyawan. Adan- ya komunikasi yang berjalan dengan baik akan sangat berpengaruh terhadap kinerja yang dihasilkan oleh karyawan. Karena pada dasarnya komunikasi dibu- tuhkan pada kegiatan yang ada, sehingga dengan adanya komunikasi yang baik maka dapat memacu para karyawan untuk dapat meningkatkan kinerja dan se- mangat kerja mereka masing-masing. Komunikasi yang tepat akan meningkatkan kinerja sesuai penelitian Luh Mang Indah Mariana dkk. (2017), yang berjudul Pengaruh Motivasi, Komunikasi, dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada Warung Mina Pegayungan Denpasar. Hasil analisis yang diolah, bahwa komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

(3)

Salah satu masalah paling umum yang ditemukan diberbagai lembaga pemerintah dan swasta mengenai karyawan adalah masalah disiplin kerja. Disiplin kerja sangat dibutuhkan oleh setiap karyawan, dimana disiplin merukapan sikap, perilaku, dan perbuatan sesuai dengan peraturan perusahaan baik secara tertulis maupun secara lisan. Kedisiplinan menjadi persyaratan untuk pembentukan sikap perilaku, dan disiplin kehidupan yang nantinya akan memudahkan karyawan da- lam melakukan pekerjaanya. Dengan begitu maka akan tercipta suasana kerja yang kondusif dan mendukung upaya penacapain tujuan (Cedaryana, luddin, &

Supriyati, 2018). Setiap karyawan diharapkan memiliki disiplin kerja dalam pe- rusahaan maupun organisasi, seperti mematuhi peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Disiplin kerja harus dimiliki oleh para karyawan dan dibudidayakan diantara karyawan dalam rangka mendukunga tercapainya tujuan perusahaan karena hal ini merupakan wujud dari kepatuhan terhadap peraturan kerja dan juga sebagain tanggung jawab terhadap perusahaan (Juliani & Windu, 2017).

Disiplin digunakan untuk memotivasi karyawan agar dapat mendisiplinkan diri. Adanya disiplin kerja yang baik dan berkualitas merupakan kunci utama keberhasilan suatu instansi yang dimana hal tersebut dapat meningkatkan kinerja karyawan. Sehingga dengan adanya disiplin kerja maka kinerja karyawan dapat meningkat sesuai dengan penelitian Friska Purnamasari Sinombing (2016) yang berjudul Pengaruh Komunikasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Café Kopi Massa Koktong Lim Ming. Hasil analisis yang diolah, diperoleh bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karya- wan.

Kurangnya kedisiplinan karyawan PT. Tsujikawa Indonesia juga di- pengaruhi adanya sanksi peraturan yang kurang tegas, sehingga karyawan bekerja semaunya dan tidak mentaati peraturan yang ada didalam perusahaan. Selain itu, karyawan PT. Tsujikawa Indonesia juga masih mengabaikan tugas dan kewajibannya untuk berdisiplin sebagai contoh sering datang terlambat, sering ijin keluar kantor untuk urusan pribadi dan tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai tar-

(4)

get serta bekerja tidak sesuai SOP/ Prosedur kerja yang telah ditetapkan. Tingkat kedisiplinan PT. Tsujikawa yang rendah seperti tidak disiplin masuk kerja, sering datang terlambat, dan bermalas-malasan dalam bekerja serta bekerja tidak sesuai SOP akan menyebabkan kinerja karyawan berkurang. Berikut data yang timbul akibat karyawan yang bekerja tidak sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) PT Tsujikawa Indonesia.

Grafik 1.1

Data Akibat NG Produk PT. Tsujikawa Indonesia periode Maret 2020-Februari2021

Sumber : HRD PT. Tsujikawa Indonesia 2021

Berdasarkan pada grafik diatas menunjukkan bahwa kinerja karyawan dilihat dari tingkat kedisiplinan dalam bekerja dapat dikatakan kurang maksimal karena masih adanya NG produk yang terus terjadi di area produksi PT. Tsujika- wa Indonesia, pada grafik diatas dapat dilihat bahwa dari bulan Oktober 2020 hingga Januari 2021 NG produk terus mengalami kenaikan, ini membuktikan bahwa kedisiplinan karyawan dalam mematuhi standar operasional prosedur (SOP) kurang maksimal . Permasalahan ketidak disiplinan karyawan tidak hanya pada SOP tetapi juga pada ketidakdisiplinan karyawan dalam waktu seperti datang terlambat dan sering ijin keluar kantor, ini akan berdampak pada kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Sesuai penelitian terdahulu yang dilakukan Di-

(5)

ah & Eddy (2015 : 135) melakukan penelitian dengan judul hubungan lingkungan kerja, disiplin kerja, terhadap kinerja karyawan (suatu Bank cabang kota Malang).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja dan disiplin kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

Tabel 1.1

Pendapatan Perusahaan dan Loss Akibat NG Produk PT. Tsujikawa Indonesia periode Maret 2020-Februari2021

2020-2021 LOSS SALES %

Maret Rp 28.440.030 Rp 3.862.160.372 0.7364%

April Rp 24.535.590 Rp 3.234.567.140 0.7585%

Mei Rp 5.530.335 Rp 2.868.806.032 0.1928%

Juni Rp 25.943.365 Rp 4.451.872.350 0.5828%

Juli Rp 14.704.685 Rp 4.086.968.000 0.3598%

Agustus Rp 4.224.805 Rp 4.524.145.000 0.0934%

September Rp 23.101.805 Rp 3.134.883.942 0.7369%

Oktober Rp 53.910.740 Rp 3.760.756.400 1.4335%

November Rp 9.453.670 Rp 2.516.319.152 0.3757%

Desember Rp 9.639.055 Rp 2.505.387.683 0.3847%

Januari Rp 15.662.020 Rp 4.484.845.368 0.3492%

Februari Rp 0 Rp 4.698.708.120 0%

Rata-Rata Rp 18.068.659 Rp 3.838.086.482 0,7177%

Sumber : HRD PT. Tsujikawa Indonesia 2021

Pada tabel diatas menunjukkan pendapatan perusahaan yang merupakan ba- gian dari hasil kinerja karyawan. Pada bulan Oktober 2020 perusahaan harus mengalami kerugian sebesar 1,4335% atau sebesar Rp 53.910.740 akibat dari ku- rangnya kedisiplinan karyawan produksi, ini merupakan angka tertinggi di tahun 2020. Dibulan November mengalami penurunan NG produk, namun hingga Janu- ari 2021 kerugian terus mengalami kenaikan. Penelitian ini juga didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Priyo (2014) yang menghasilkan kesimpulan bah- wa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

(6)

Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang lebih dalam mengenai “Pengaruh Disiplin Kerja, dan Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan” (Studi Pada Departemen Produksi PT. Tsujikawa Indonesia).

1.2 Rumusan Masalah

Penelitian ini menjelaskan mengenai kinerja karyawan PT. Tsujikawa Indo- nesia, dengan menggunakan variabel disiplin kerja, dan komunikasi sebagai vari- abel independennya. Berkaitan dengan batasan masalah dan masalah penelitian yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah disiplin kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja kar- yawan PT. Tsujikawa Indonesia?

2. Apakah komunikasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja kar- yawan PT. Tsujikawa Indonesia?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka dapat diketahui bahwa tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk menguji dan menganalisis apakah variabel disiplin kerja dan komunikasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja kar- yawan PT. Tsujikawa Indonesia.

2. Untuk menguji dan menganalisis variabel manakah diantara disiplin kerja dan komunikasi yang berpengaruh paling dominan terhadap kinerja kar- yawan PT. Tsujikawa Indonesia.

1.4 Manfaat Penelitian

Penulis berharap penulisan karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun secara praktis untuk berbagi pihak yang membaca:

1. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengentahuan dan wawasan mengenai pengaruh disiplin kerja, dan komunikasi terhadap kinerja kar- yawan, sehingga dapat diterapkan didalam perusahaan agar kinerja kar- yawan semakin meningkat, serta diharapkan dapat digunakan sebagai referensi atau kajian bagi penelitian sejenis.

(7)

2. Manfaat Teoritis a. Bagi penulis

Untuk dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang penulis dapat- kan selama menjadi mahasiswa di Universitas Pelita Bangsa dalam melakukan penelitian.

b. Bagi perusahaan

Sebagai kontribusi, saran atau pertimbangan dalam menjalankan kegiatan usahanya agar lebih baik lagi yang berkaitan dengan Disiplin Kerja dan Komunikasi pada Kinerja karyawan.

1.5 Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan pemahaman dalam penelitian ini, penulis membaginya dalam tiga bab. Dimana dalam setiap babnya hanya difokuskan untuk membahas satu permasalahan saja. Adapun pokok-pokok yang dibahas pada masing-masing bab tersebut adalah sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan

Pada bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II Kajian Pustaka

Pada bab ini menguraikan tentang pengertian teori, definisi, dimensi, indikator, faktor-faktor, dan metode penelitian serta hubungan disiplin kerja, komunikasi organisasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, serta menjelaskan tentang penelitian terdahulu yang relevan dan hipotesis serta kerangka penelitian.

BAB III Metodologi Penelitian

Pada bab ini dijelaskan mengenai jenis penelitian, cara penentuan sampel,variabel penelitian,jenis dan sumber data,metode analisis yang dipakai dalam penelitian serta jadwal penelitian.

BAB IV Pembahasan Dan Analisis Data

Pada bab ini menjelaskan tentang obyek penelitian mengenai sejarah PT. Tsu- jikawa Indonesia serta visi dan misi perusahaan, penggambaran struktur organ- isasi divisi produksi, kemudian penjelasan kegiatan operasional dari masing-

(8)

masing struktur organisasi, selanjutnya menjelaskan tentang analisa data meliputi karakteristik variabel, uji validitas, uji reabilitas, uji asumsi klasik, uji regersi, dan uji hipotesis, dijelaskan pula intreprestasi data/pembahasan.

BAB V Penutup

Pada bab ini menjelaskan kesimpulan, dan saran bagi pihak-pihak yang terkait dengan disiplin kerja dan komunikasi organisasi.

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

Referensi

Dokumen terkait

- SAHAM SEBAGAIMANA DIMAKSUD HARUS DIMILIKI OLEH PALING SEDIKIT 300 PIHAK & MASING2 PIHAK HANYA BOLEH MEMILIKI SAHAM KURANG DARI 5% DARI SAHAM DISETOR SERTA HARUS DIPENUHI

Derivasi (6) menjelaskan bahawa pelaksanaan rumus perendahan vokal mendahului rumus pengglotisan geseran membolehkan rumus (5) direalisasikan dengan mengubah segmen

Tingkat keyakinan diri terhadap kemampuan dalam melakukan suatu tindakan atau efikasi diri yang tinggi dipersepsikan akan mampu memberikan motivasi pada santri baru

Comparison of mometasone furoate dry powder inhaler and fluticasone propionate dry powder inhaler in patients with moderate to severe persistent asthma requiring high-dose

Dalam konstruksi berkelanjutan tidak cukup hanya tiga aspek tersebut, namun harus dipikirkan pula aspek lain yaitu sumberdaya yang digunakan dalam proyek konstruksi, emisi

Para facilitar a pesquisa desses objectos de aprendizagem, os mes- mos devem previamente ser descritos através de metadados (RDF/LOM/MPEG7) e o seu significado representado

(a) Konsumen benar-benar puas terhadap pengalaman yang dialami berulang-ulang dari penggunaan satu atau beberapa produk dalam brand yang sama.. (b) Produk yang telah

Penurunan ini tersebar di seluruh Desa (Gambar. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa penduduk di tempat yang berbeda menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan