Vocational School Gadjah Mada University
Impact of Aircraft Characteristics
on Airport Design
N
Hid
t Ph D
Nursyamsu Hidayat, Ph.D.
Variabel-variabel Pesawat
Berat (weight)
Berat (weight) Æ diperlukan untuk
Æ diperlukan untuk
merencanakan tebal perkerasan dan kekuatan
runway, taxiway, dan apron
Ukuran (size) Æ panjang badan dan lebar sayap
terkait dengan dimensi apron, konfigurasi
terminal, lebar runway/taxiway, dan jarak
keduanya
Kapasitas Æ kapasitas penumpang terkait
dengan perencanaan terminal building dan
sarana lainnya
Mesin Pesawat
Piston Engine Air CraftPiston Engine Air Craft
Pesawat baling-baling yg digerakkan tenaga mesin piston
Pesawat-pesawat kecil
Turbo Prop
Pesawat baling-baling yg digerakkan tenaga mesin turbin
Turbo Jet
Pesawat digerakkan oleh tenaga semburan jet
Turbo Fan
Tambahan kipas (fan) di depan/belakang turbinnya, dengan maksud untuk menghemat bahan bakar
9/15/2012 3
Komponen Berat Pesawat
Operating weight empty
Operating weight empty
Berat dasar pesawat, termasuk kru dan
peralatan namun tidak termasuk bahan bakar
dan penumpang/barang yang membayar
Beratnya tergantung pada konfigurasi kursi
Pay load
Berat penumpang/barang yang membayar
Untuk memperhitungkan pendapatan bagi
operator pesawat
Komponen Berat Pesawat
Zero fuel weightg
Total berat pesawat dan isinya, tanpa memperhitungkan berat bahan bakarnya
Maximum ramp weight
Berat maksimum yg diijinkan bagi pesawat utk taxiing
Maximum landing weight
Berat maksimum pesawat yg diijinkan saat landing
Terkait dengan kekuatan main gear (roda pendaratan utama) dan kekuatan daya dukung runway
dan kekuatan daya dukung runway
Maksimum take off weight
Berat maksimum pesawat yg diijinkan untuk melakukan take off
Termasuk berat pesawat kosong, bahan bakar, kru, pay load
9/15/2012 5
MTOW
Main Gear
Roda pendaratan utama pesawat tidak dirancang untuk p p g menahan MTOW
Jarang dilakukan pendaratan dengan berat MTOW
Jika terjadi insiden mendadak setelah take off, maka pesawat harus membuang sebagian bahan bakar sebelum mendarat darurat
Pada kasus pesawat mendarat overweight, maka harus dilakukan inspeksi pada runway sebelum penerbangan p p y p g berikutnya
Untuk pesawat jarak pendek, main gear dirancang dengan kekuatan menahan hampir MTOW
9/15/2012 7
Main Gear
Mohammad Sadraey, Danel Webster College, Courtesy of AirTeamImages
(Boeing 777ER)
Main Gear
Landing gears A380-861
9/15/2012 9
Bahan Bakar
Bahan bakar yg diperlukan terdiri dari dua
Bahan bakar yg diperlukan terdiri dari dua
komponen:
BB untuk perjalanan
BB cadangan: untuk menuju bandara
alternatif, waktu tunggu mendarat, jarak
b
k
b li k b
d
l
penerbangan kembali ke bandara asal
(internasional)
Prosentase Take off Weight
Prosentase TOW Operating
Weight Empty Payload
BBM Perjalanan BBM Cadangan Jarak Pendek 66 24 6 4 Jarak Jarak Menengah 59 16 21 4 Jarak Jauh 44 10 42 5 9/15/2012 11
Wake Turbulence
Yaitu pusaran angin yang ditimbulkan sayap pesawatYaitu pusaran angin yang ditimbulkan sayap pesawat saat mengangkat badan pesawat, meluas dan
memanjang dibelakang jalur terbang
Pusaran angin bergerak kebawah dan kemudian kesamping searah tiupan angin
Semakin tinggi pesawat, pusaran angin akan bergerak kesamping menjauhi jalur terbang
Pusaran angin ini membahayakan bagi pesawat yang terbang dibelakang pesawat lain, terutama bagi pesawat-pesawat kecil
Wake Turbulence
ICAO membagi pesawat menjadi :
ICAO membagi pesawat menjadi :
Light (ringan): MTOW <= 7,000 kg
Medium (menengah): 7,000 < MTOW <
136,000 kg
Heavy (berat): MTOW >= 136,000 kg
9/15/2012 13
Wake Turbulence
FAA membagi pesawat menjadi :
FAA membagi pesawat menjadi :
Super: merefer ke Airbus A380
Heavy: MTOW >= 140 ton
Large: 19 ton < MTOW < 140 ton
Small: MTOW <= 19 ton
Pesawat dengan ukuran lebih kecil tidak
diijinkan take off kurang dari 2 menit
setelah pesawat pertama
Wake Turbulence
Landing
Preceding Following Min. radar separation (NM) Super Super 4 Heavy 6 Large 7 Small 8 Heavy Heavy 4 Large 5 Small 6 Large Small 5 1 NM = 1.852 km 9/15/2012 15
Menghindari Pengaruh Wake Turbulence
a)
9/15/2012 16
b)
c)
Kemampuan Pesawat terhadap
Runway Length
Kecepatan awal untuk mendaki (initial climb out speed)
Kecepatan awal untuk mendaki (initial climb out speed) V2
Kecept. Minimum, pilot diperkenankan mendaki setelah mencapai ketinggian 10.5 m (35 ft)
Kecepatan keputusan (decission speed) V1
Jika belum mencapai V1 ada kegagalan mesin, t h dih tik
pesawat harus dihentikan
Jika telah melewati V1, tidak ada pilihan lain pesawat harus diterbangkan
V1 =< V2
9/15/2012 17
Kemampuan Pesawat terhadap
Runway Length
Kecepatan rotasi (rotation speed) Vr
Kecepatan rotasi (rotation speed) Vr
Kecepatan saat pilot mulai mengangkat hidung pesawat
Kecepatan angkat (lift of speed) Vlof
Kecepatan saat pesawat mulai terangkat dari landasan
Jarak lepas landas (take off distance), jarak yang terbesar dari dua kondisi sbb:
I Jarak horisontal untuk take off tanpa mesin tetapi pesawat
I. Jarak horisontal untuk take off tanpa mesin tetapi pesawat mencapai ketinggian 35 ft
II. 115% dari jarak horisontal yang diperlukan untuk lepas landas dengan mesin, dan pesawat telah mencapai 35 ft
Kemampuan Pesawat terhadap
Runway Length
Take off run pilih yang terbesar antara dua kondisi sbb:
Take off run, pilih yang terbesar antara dua kondisi sbb: I. Jarak dari awal take off sampai mencapai Vlof,
ditambah ½ jarak pesawat mencapai 35 ft dari Vlof pada kondisi mesin mati
II. Jarak take-off – Vlof dikalikan 115%, ditambah ½ jarak Vlof hingga mencapai ketinggian 35 ft dikalikan 115% dalam kondisi mesin bekerja
115%, dalam kondisi mesin bekerja
Accelerate stop distance
Jarak yang diperlukan untuk mencapai V1 ditambah jarak yang diperlukan untuk berhenti dari titi V1
9/15/2012 19
Kemampuan Pesawat terhadap
Runway Length
Lingkungan Bandara
Temperature
Temperature
Angin permukaan
Kemiringan runway
Elevasi bandara dari permukaan laut
Kondisi permukaan runway
Kondisi permukaan runway
9/15/2012 21
Aeroplane Reference Field Length (ARFL)
Merupakan standar untuk menghitung panjang runway
Merupakan standar untuk menghitung panjang runway
ICAO menyatakan bahwa ARFL adalah panjang runway minimum yang diperlukan untuk take-off, pada:
maksimum MTOW
Elevasi permukaan laut standar Kondisi atmosfir standar
Tanpa tiupan angin Gradien 0 %
Setiap pesawat mempunyai ARFL sendiri yang dikeluarkan pabrik pembuatnya
Temperatur
Temperatur >>Æ density udara << Æ daya dorong <<
Temperatur >> Æ density udara << Æ daya dorong <<
Æ panjang runway >>
Temperatur standar adalah suhu dipermukaan laut, 59°F = 15°C (ICAO)
Setiap kenaikan 1°C, panjang landasan ditambah 1% (ICAO)
S ti k ik 1000 d l t t h t 6 5°C
Setiap kenaikan 1000 m dpl, rata-rata suhu turun 6.5°C
Faktor koreksi temperature Ft:
Ft= 1 + 0.01 (T- (15 – 0.0065 h)
T = aerodrome reference temperature
9/15/2012 23
Ketinggian/Altitude
ARFL bertambah 7% setiap kenaikan 300m
ARFL bertambah 7% setiap kenaikan 300m
dihitung dari muka air laut
Faktor koreksi elevasi Fe
Fe = 1 + 0.07 h/300
h = elevasi bandara
Kemiringan Runway
Kemiringan keatas memerlukan runway lebih
Kemiringan keatas memerlukan runway lebih
panjang dari runway datar atau menurun
Faktor koreksi kemiringan Fs
Fs = 10% setiap kemiringan 1% (untuk
pesawat turbo jet, dan bandara kode 2,3, dan
4)
4)
Fs = 1 + 0.1 S
9/15/2012 25
Angin Permukaan/Surface Wind
Runway << jika ada angin haluan (head wind)
Runway << jika ada angin haluan (head wind)
Runway >> jika ada angin buritan (tail wind)
Tail wind maks yang diijinkan = 10 knots
Kekuatan angin (knots) % tambah/kurang runway tanpa angin 5 3 +5 -3 +10 -5 -5 +7Permukaan Runway
Lapisan/genangan tipis air (standing water)
Lapisan/genangan tipis air (standing water)
sangat membahayakan pesawat
Untuk pesawat jet, standing water maks. = 1.27
cm
Hydro planning, istilah untuk kondisi roda
pesawat yang berputar di atas lapisan air
pesawat yang berputar di atas lapisan air
Saat hydro plane, pesawat mengalami koefisien
gesek pengereman berkurang, kemudi susah
dikendalikan
9/15/2012 27
Permukaan Runway
Hydro planning merupakan fungsi
Hydro planning merupakan fungsi
Tekanan angin ban Kembangan ban
Bentuk kembangan runway (grooves)
Grooves arah transversal diperlukan untuk
mengurangi efek hidro planning dan
mengurangi efek hidro planning dan
memperbaiki koefisien gesek ban
See U on the next class...!!!
29