• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

35 BAB III

METODE PENELITIAN

Dalam bab tiga akan dipaparkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian. Bab ini akan menjelaskan desain penelitian, jenis data, bagaimana peneliti mengumpulkan data dan gambaran proses penelitian yang akan dilakukan. Sebagai penutup, penulis memaparkan teknik analisis data yang akan digunakan dalam menganalisis data yang didapatkan dari proses penelitian.

3.1 Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Stake (Creswell, 2010) mengartikan studi kasus sebagai sebuah strategi penelitian dimana peneliti dengan teliti memperhatikan program, peristiwa, aktivitas, proses, atau sekelompok individu. Melalui kegiatan tersebut, dikumpulkan informasi-informasi yang mendukung penelitian.

Penelitian dengan metode studi kasus memiliki empat tipe. Keempat tipe tersebut ialah (i) single-case design – holistic, (ii) multiple-case design – holistic, (iii) single-case design – embedded, (iv) multiple-case design – embedded (Yin, 2011). Lebih jelas, keempat tipe tersebut ditampilkan melalui matriks berikut:

(2)

36

TYPE 1 TYPE 3

TYPE 2 TYPE 4

Penelitian ini akan menggunakan Tipe 3 sebagai desain dasar studi kasus. Pemilihan tersebut dengan alasan penelitian dilakukan pada dua objek studi yakni KUD Getasan dan KSU Andini Luhur yang berada di Kabupaten Semarang dan mewawancarai yang bertanggung jawab atas proses distribusi logistik sepanjang rantai-nilai. Selanjutnya, pengumpulan informasi penelitian dilakukan dalam bentuk deskriptif.

Deskriptif merupakan catatan keseluruhan dari pengamatan dilapangan terhadap objek penelitian (individu dan atau kelompok) dalam bentuk perbincangan dan kegiatan yang dilakukan selama observasi (Moleong, 2007).

3.2 Jenis Data

Yin (2011) mengungkapkan ada enam sumber data yang dapat digunakan dalam penelitian, yaitu: dokumen, rekaman arsip, wawancara, pengamatan langsung, observasi partisipan, dan perangkat-perangkat

single-case design multiple-case design

Holistic (single unit of

analysis)

Embedded (multiple unit

of analysis)

Gambar 3.1 : Tipe-tipe Dasar desain Studi Kasus Sumber : Yin, Studi Kasus: Desain & Metode (2011)

Kasus yang Akan Diteliti

Unit Analisis yang Akan Diteliti

(3)

37

fisik. Ragam sumber data tersebut oleh Locke (Ihalauw, 2008) sebagai trianggulasi data.

Dalam penelitian ini, peneliti tidak menggunakan semua sumber data seperti yang di sebutkan diatas. Peneliti hanya menggunakan wawancara, pengamatan langsung, observasi partisipan (pengelola Koperasi), dan dokumentasi sebagai sumber data penelitian. Keempat sumber data tersebut dibagi dalam dua kelompok data, primer dan sekunder. Data primer adalah wawancara, observasi langsung, dan observasi partisipan (pengelola Koperasi). Data sekunder adalah dokumentasi berupa foto dan rekaman video bila dimungkinkan.

Yin (2011) mengungkapkan bahwa dalam pengumpulan data peneliti perlu memperhatikan tiga prinsip, yakni menggunakan berbagai sumber bukti (trianggulasi data), membangun pangkalan data studi kasus, dan memelihara semua bukti penelitian. Dengan memperhatikan prinsip pertama, penelitian ini akan menggunakan jenis dan sumber data yang dipaparkan dalam tabel berikut:

Tabel 3.1

Jenis dan Sumber Data (data trianggulasi)

Data Jenis Data Sumber

1. Wawancara mendalam Primer Pengelola Koperasi yang ada di Kabupaten Semarang.

2. Observasi lapangan dan observasi partisipan (pengelola Koperasi).

Primer

Pengamatan kegiatan rantai- nilai dan pengelolaan bahan baku oleh Koperasi.

3. Dokumentasi

Mendokumentasikan semua kegiatan penelitian selama observasi berlangsung.

Sekunder

Selama kegiatan penelitian berlangsung.

Tempat observasi lapangan dan partisipan.

(4)

38 3.3 Objek Penelitian

Penelitian akan dilakukan pada dua Koperasi yang mengelola susu sapi segar dari petani dan pengumpul aktual. Dua Koperasi berada di Kabupaten Semarang, adalah:

1. KUD Getasan 2. KSU Andini Luhur

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data penelitian dilakukan bertahap. Tahap pertama adalah pra-penelitian dan tahap kedua adalah tahap penelitian aktual.

Masing-masing tahap memiliki kegiatan, yang dijelaskan berikut ini :

3.4.1 Pra-Penelitian

Kegiatan pra-penelitian bertujuan untuk mengajukan ijin penelitian dan menjelaskan tujuan penelitian kepada masing- masing Koperasi. Pra-penelitian akan memberikan gambaran secara umum kepada pihak Koperasi kegiatan-kegiatan penelitian yang akan dilakukan selama berlangsungnya proses penelitian.

Penjelasan teknis wawancara, penyesuaian waktu untuk melakukan wawancara, proses observasi, dan proses dokumentasi dijelaskan kepada masing-masing Koperasi pada pra-penelitian.

3.4.2 Tahap Penelitian Aktual

Aktivitas dalam tahap penelitian terbagi menjadi tiga tahap, yakni mengumpulkan data, membuat basis data, dan memelihara rangkaian bukti data. Peneliti melakukan pengumpulan data primer yang berupa dokumen perusahaan, wawancara mendalam, dan melakukan observasi lapangan juga partisipan. Wawancara

(5)

39

mendalam dilakukan kepada responden terkait dilakukan sebagai langkah pertama pengumpulan data. Wawancara berfungsi untuk mendapatkan informasi akurat dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan yang berkaitan dengan persoalan penelitian.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan disesuaikan dengan masalah penelitian yang ingin di dalami melalui penelitian.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan bersifat terbuka dan diajukan kepada responden kunci dari perusahaan sebagai objek penelitian. Respon dari responden akan dicatat oleh peneliti secara manual dalam bentuk catatan lapangan dan menggunakan alat bantu perekam suara. Bentuk wawancara yang diharapkan terjadi adalah wawancara tatap muka. Wawancara tatap muka diharapkan dapat memahami lebih mendalam (emosional) bagaimana proses merancang dan memutuskan strategi yang saat ini digunakan.

Setelah melakukan wawancara kepada responden kunci, catatan hasil dari wawancara dipindahkan ke dalam salinan tertulis lengkap. Pemindahan catatan hasil wawancara secara rapih, utuh, dan sesuai dengan bahasa yang digunakan informan kunci disebut dengan protokol wawancara. Nantinya protokol wawancara dilampirkan sebagai salah satu hasil penelitian sekaligus bukti penelitian.

Langkah selanjutnya dengan melengkapi data yang dibutuhkan untuk penelitian seperti data jasa transportasi yang digunakan dan jumlah persediaan yang tetapkan. Hal tersebut dilakukan agar informasi semakin lengkap. Tahap selanjutnya ialah dengan melakukan proses dokumentasi selama proses

(6)

40

penelitian. Dokumentasi berupa rekaman wawancara, foto, dan rekaman video (bila diperlukan).

Yin (2011) mengungkapkan bahwa pengujian validitas dan realibilitas penelitian akan menunjukkan urutan-urutan logis yang muncul dari pernyataan yang ada. Untuk pengujian kualitas penelitian, dapat menggunakan pengujian yang dipaparkan dalam tabel berikut:

Pengujian Taktik Studi Kasus Tahapan Penelitian

Validitas Konstruk

Trianggulasi Data:

 Penggunaan berbagai sumber bukti

 Membangun rangkaian bukti

 Sumber informasi utama diminta untuk meninjau kembali rencana laporan studi kasus.

Pengumpulan data Pengumpulan data Penyusunan laporan

Keandalan

 Menggunakan protokol studi kasus

 Membangun pangkalan data studi kasus

Pengumpulan data

Pengumpulan data

Tabel 3.2 : Taktik-taktik Uji Kualitas Studi Kasus Sumber : Yin, Studi Kasus: Desain dan Metode (2011)

Peneliti menggunakan uji validitas konstruk dan reliabilitas (keandalan) untuk menunjukan kualitas hasil penelitian. Dalam uji validitas konstruk, peneliti menggunakan data yang diperoleh dari multi sumber data selama penelitian, kemudian data yang terkumpul dikelola dan didokumentasikan. Penggunaan multi sumber data memberikan multi ukuran secara esensial dari

(7)

41

fenomena yang diteliti (Yin, 2011). Selain itu, menggunakan multi sumber data dalam uji validitas konstruk memberikan peluang bagi peneliti untuk mengarahkan kepada isu-isu historis, sikap, dan observasi yang lebih luas.

Pengujian kedua, reliabilitas, dilakukan dengan mendokumentasikan seluruh protokol studi kasus selama penelitian berlangsung. Langkah-langkah pelaksanaan penelitian akan disajikan dengan rinci dalam laporan sehingga bila ada peneliti lain yang mengerjakan kasus yang sama, peneliti tersebut dapat melaksanakan sama seperti peneliti sebelumnya.

Tahap berikutnya dalam uji realibilitas adalah dengan melakukan pengembangan pangkalan data dasar studi kasus dari multi sumber data.

3.5 Teknik Analisis

Analisis data dilakukan dalam tiga langkah yang simultan satu dengan yang lainya. Tiga langkah tersebut adalah pengumpulan data, penafsiran data, dan menulis laporan naratif (Ihalauw, 2008). Pada langkah pertama analisis data, peneliti mengumpulkan data yang diperoleh selama penelitian dari ragam sumber data. Data yang didapatkan dikumpulkan kemudian dikelompokan dalam kategori, pola, atau tema tertentu.

Langkah kedua melakukan penafsiran data menggunakan enam langkah analisis data yang diungkapkan oleh Ihalauw (2008) dalam materi Metode Penelitian Kualitatif. Keenam langkah dalam menafsirkan data adalah sebagai berikut:

a. Merumuskan sari pati yang diperoleh dari jawaban wawancara kepada responden.

(8)

42

b. Sari pati dikategorikan sesuai dengan kesamaan dan kemiripan jawaban masing-masing.

c. Peneliti menggunakan kategori tersebut untuk membentuk pola jawaban yang berfungsi sebagai landasan dalam menulis uraian tentang hasil-hasil penelitian kualitatif. Pola jawaban tersebut dikaitkan dengan persoalan penelitian yang sudah ditentukan sebelumnya

d. Peneliti membentuk konsep dengan melakukan indentifikasi dan memberi nama atau menggunakan simbol terhadap hal-hal penting yang muncul dalam pola jawaban.

e. Konsep-konsep tersebut diberi definisi konseptual yang mengandung makna dari nama, label, atau simbol yang digunakan.

f. Peneliti membentuk proposisi menggunakan konsep-konsep yang telah didefinisikan. Proposisi dibentuk dengan cara mengaitkan dua konsep secara logis dan dengan memperhatikan kenyataan yang dihadapi selama penelitian lapangan. Dengan memanfaatkan proposisi yang telah dibentuk, peneliti membentuk sebuah teori mini yang dibangun dengan mengaitkan proposisi dengan proposisi yang lain.

Langkah terakhir dalam analisis data penulis menulis laporan penelitian dan hasil analisis dalam bentuk narasi. Laporan dalam bentuk narasi memudahkan pembaca untuk memahami laporan penelitian karena disajikan secara deskriptif dan rinci. Sebagai hasil dari penelitian, penulis akan menyajikan teori mini hasil dari penelitian yang dapat diuji oleh peneliti lain atau menjadi referensi penelitian. Teori mini merupakan sebuah teori yang dapat digunakan untuk situasi atau penelitian tertentu yang berguna untuk pembuktian validitas penelitian (Jonker & Pennink,

(9)

43

2010). Tanpa menghasilkan teori mini, sebuah penelitian kualitatif hanyalah cerita yang menginformasikan sebuah situasi yang unik (Tharenou, Donohue, & Cooper, 2007).

Gambar

Gambar 3.1 : Tipe-tipe Dasar desain Studi Kasus  Sumber : Yin, Studi Kasus: Desain & Metode (2011)
Tabel 3.2 : Taktik-taktik Uji Kualitas Studi Kasus  Sumber : Yin, Studi Kasus: Desain dan Metode (2011)

Referensi

Dokumen terkait

Dengan telah ditetapkannya Peraturan Walikota Kediri Nomor Tahun 2015 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak dan Sekolah, maka perlu disusun pedoman

Tahap pelaksanaan siklus II dilaksanakan pada hari Rabu 18 September 2013, pembelajaran disesuaikan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun

Menurut Djamarah (2002), disiplin adalah suatu tata tertib yang dapat mengatur tatanan kehidupan pribadi dan kelompok. Kedisiplinan mempunyai peranan penting dalam

Oleh karena tabel silang yang terbentuk adalah 2x2, maka juga digunakan pendekatan Fisher’s Exact test yang menunjukkan nilai signifikansi (p) sebesar 0.045 yang juga lebih kecil

Untuk mencapai produksi yang tinggi pada tanaman padi, dapat dilakukan dengan menentukan dosis pupuk sesuai dengan target produksi, maka digunakan perhitungan

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, dengan ini menyetujui untuk memberikan ijin kepada pihak Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Besi yang dililiti kawat email yang dialiri listrik DC ini akan memperkuat medan magnet dari kawat, maka dari itu besi paku ini bisa menjadi magnet, arus listrik disimpan dalam

Jumlah hari kerja dengan aktivitas terbatas (days of restricted activities), yaitu semua kerja dimana seorang pekerja karena mengalami kecelakaan kerja atau sakit akibat