1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Umum Perusahaan
Gambar 1. 1 Logo Perusahaan RA Planner
(Sumber: RA Planner, 2017)
RA Planner merupakan sebuah rumah produksi yang kegiatan sehari-harinya adalah fokus memproduksi beberapa planner book atau buku agenda. Kegiatan meliputi pengumpulan materi, konten isi buku, percetakan, hingga sampai tahap penjualan ke para reseller. RA Planner didirikan oleh sepasang suami istri mahasiwa Universitas Telkom, Abdullah dan Mutiah, pada tahun 2015 dan bertempat di Jl.
Teratai Mekar 1 Panghegar, Bandung.
Berawal dari menghadiahkan beberapa rekan kerja di Indonesia berupa buku agenda dari Malaysia, kemudian Abdullah dan istri mendapatkan umpan balik yang positif dari mereka. Dikarenakan tampilannya yang berbeda dan isi konten buku yang menarik, menjadikan buku agenda ini dirasa berbeda dari yang lain.
Melihat dari beberapa umpan balik yang positif, membuat Abdullah berniat untuk mencoba menjual planner book tersebut. Beliau kembali ke Malaysia, kemudian membeli 50 buku dan menjualnya ke rekan-rekan sosialnya di Indonesia. Dalam waktu 2 minggu planner book habis terjual, sedangkan masih banyak dari rekan beliau yang menginginkan planner tersebut. Hingga akhirnya beliau kembali membeli 100 planner book untuk dijual ke rekannya sebelum akhir tahun berakhir.
Setelah melihat peluang ini, Abdullah dan istri, mengajak tiga teman yang lain untuk mendirikan PT. Jujur Sukses Abadi, dimana tujuan utamanya adalah menjadi perusahaan yang dapat menciptakan produk pengembangan diri yang bermanfaat bagi masyarakat. Agar membuatnya lebih menarik dan lebih dikenal mereka menciptakan RA Planner sebagai citra merek mereka.
2 Gambar 1.2 Produk RA Planner
(Sumber: Instagram RA Planner, diakses pada 6 Juni 2020)
Sejauh ini, RA Planner berhasil menciptakan tiga jenis buku agenda, yakni Planner Year, My Baby Journal, dan yang terbaru Financial Planner. Semua produk yang diterbitkan mengutamakan kreativitas dan dapat menyesuaikan dengan trend pasar. Salah satunya produk My Baby Journal, dimana tujuan diterbitkannya produk ini adalah untuk Ibu yang ingin mengabadikan momen-momen bersama anak mulai dari proses kehamilan hingga melahirkan. Dimana dilengkapi pula dengan informasi seputar kehamilan.
1.2 Latar Belakang Penelitian
Di Indonesia, bermula dari tahun 2010 sampai dengan 2019 mengalami peningkatan setiap tahunnya pada bidang Ekonomi Kreatif. Pemerintah mulai melirik industri kreatif sebagai salah satu alternatif roda penggerak ekonomi yang akan terus berputar. Salah satu alasannya yaitu dapat menimbulkan dampak positif yang akan berpengaruh pada kehidupan sosial, peningkatan ekonomi, iklim bisnis, dan citra yang terbentuk di kawasan tersebut. Seperti yang dikatakan oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (2016), industri kreatif telah berkontribusi pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) hingga triliunan rupiah. Hingga diyakini bahwa apabila industri ini terus berkembang, maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan. Berikut data yang didapatkan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengenai pertumbuhan PDB pada tahun 2010 hingga 2019.
3 Gambar 1. 3 Pertumbuhan PDB Ekonomi Kreatif 2010-2019
Sumber : Badan Ekonomi Kreatif (2019)
Berdasarkan Gambar 1.3 bermula dari tahun 2010 hingga 2016 PDB Ekraf selalu meningkat sehingga di proyeksikan pada tahun 2017 mampu melampaui Rp1.000 Triliun, diikuti dengan tahun selanjutnya yakni Rp1.105 Triliaun sehingga diproyeksikan pada tahun 2019, PDB Ekraf mampu menyentuh angka Rp1.211 Triliun. Tentu angka tersebut merupakan jumlah yang sangat besar. Hal ini dapat dikatakan bahwa ekonomi kreatif berpotensi untuk menghidupkan roda perekonomian Indonesia.
Bertumbuhnya ekonomi kreatif yang meningkat setiap tahunnya, terdapat beberapa subsektor yang berkontribusi dalam PDB Ekraf. Salah satu subsektor industri kreatif yang memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia adalah industri penerbitan. Dimana penerbitan berkontribusi sebesar 6,29% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
525.96 581.84 638.39 708.27 784.87 852.56 923
1,009
1,105
1,211
0 200 400 600 800 1000 1200 1400
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 PDB Ekonomi Kreatif 2010-2019
Data 2017-2019 merupakan proyeksi
PDB Ekraf (Triliun Rupiah)
4 Gambar 1. 4 Kontribusi PDB Ekonomi menurut Subsektor
Sumber: Data Statistik Ekraf (2017)
Berdasarkan Gambar 1.4 subsektor penerbitan masuk kedalam lima subsektor terbesar yang berkontribusi untuk PDB ekonomi kreatif tahun 2016, yakni sebesar Rp58,2 trilliun. Pendapatan tersebut terbilang cukup besar, dan memiliki potensi untuk lebih berkembang. Menurut uraian yang dilampirkan oleh Badan Ekonomi Kreatif, faktor yang dapat menjadikan subsektor penerbitan bertumbuh adalah jumlah populasi di Indonesia, sehingga berpeluang untuk mewujudkan Indonesia sebagai produsen dan konsumen buku terbesar di Dunia (Badan Ekonomi Kreatif, 2018).
Saat ini, sudah banyak usaha penerbitan yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Menurut data yang dilampirkan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) pada tahun 2015 terdapat 1.326 penerbit IKAPI dan 109 penerbit non-IKAPI yang tersebar di Indonesia, dengan 88% dari total keseluruhan berada di Pulau Jawa. Salah satu Provinsi dengan jumlah penerbitan terbanyak yaitu Jawa Barat, sekitar 283 penerbit.
Tabel 1. 1 Jumlah Penerbit Aktif dan Tidak Aktif di Indonesia 2015 Lokasi Jumlah Tidak Aktif Aktif
Jakarta 505 212 293
Jawa Barat 283 140 143
5 Jawa Tengah,
Yogyakarta, Jawa
Timur 378 168 210
Luar Jawa 160 97 63
TOTAL 1326 617 709
Sumber : Data Industri Buku Indonesia IKAPI (2015)
Dari data tersebut bisa diketahui bahwa Jawa Barat menduduki peringkat kedua dengan jumlah yakni 283 penerbit. Salah satu usaha yang saat ini bergerak dibidang penerbitan buku yaitu RA Planner, dimana produk yang dihasilkan adalah berbagai macam buku jurnal ataupun planner book yang berdiri sejak tahun 2017. Menurut TB Gramedia, salah satu jenis buku yang banyak terjual yaitu buku pengembangan diri, terjual hingga 823.324 eksemplar pada tahun 2015. Hal ini selaras dengan tujuan RA Planner yaitu ingin menciptakan produk yang bermanfaat dalam pengembangan diri masyarakat.
RA Planner merupakan salah satu usaha rumah produksi buku jurnal yang dimana menciptakan berbagai jenis buku perencanaan dan buku jurnal. Salah satu produk yang mereka keluarkan ialah My Baby Journal, dimana produk ini merupakan jurnal untuk mencatat perjalanan Ibu hamil mulai dari masa kehamilan hingga anak usia 2 tahun yang dilengkapi dengan informasi seputar kehamilan, dan kebutuhan anak. RA Planner memiliki 2 masalah yang mereka hadapi sehingga mereka memutuskan untuk meluncurkan produk ini. Pertama, RA Planner sadar bahwa pendapatan pertahunnya dalam menjalankan usaha ini hanyalah dari produk buku agenda tahunannya saja, hal ini membuat beberapa bulan RA Planner pasif dan kurang produktif dikarenakan mereka hanya sibuk di awal dan akhir tahun saja. Sehingga tim RA Planner harus memikirkan produk apa yang sekiranya bisa dijual kapan saja tidak harus menunggu awal ataupun akhir tahun. Kedua, berasal dari pengalaman pribadi Founder RA Planner dan orang di sekitarnya, dimana mereka tidak memiliki kenangan yang lengkap dalam mengabadikan momen kehamilan anak pertamanya.
Berdasarkan Laporan Penelitian Badan Keahlian DPR RI, angka kematian Ibu pada tahun 2019 masih terhitung tinggi yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup, sehingga di Indonesia sendiri pun hal ini masih menjadi tantangan untuk dapat menekan angka kematian Ibu saat hamil dan melahirkan. Hingga saat ini World Bank
6 mengatakan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2017 mencapai rasio 177 kematian per 100.000 kelahiran.
Gambar 1.5 Angka Kematian Ibu per 100 Ribu Kelahiran
(Sumber: World Bank, 2019)
Dari gambar diatas, dapat diketahui bahwa hampir setiap tahunnya AKI di Indonesia mengalami penurunan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam menurunkan rasio AKI di Indonesia yaitu dengan mengeluarkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak atau biasa disebut Buku KIA (Departemen Kesehatan,2013). Sehingga dapat dikatakan, penting bagi Ibu hamil memiliki pengetahuan seputar Kesehatan Ibu dan Anak agar mengurangi kekhawatiran atatupun mencegah bahaya yang mungkin terjadi semasa kehamilan. Selain itu memperhatikan tumbuh kembang janin dalam kandungan, juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh Ibu hamil.
Semakin tinggi pengetahuan ibu tentang tanda bahaya dalam kehamilan, maka semakin rendahnya kejadian bahaya pada ibu hamil. Pengetahuan merupakan hasil penginderaan manusia. Sebagian besar pengetahuan sesorang diperoleh melalui indera pendengaran (telinga) dan indera penglihatan (mats) (saryono, 2005) dalam (Andaruni, Pamungkas, & Lestari, 2017).
Melihat peluang tersebut, dapat menjadi alasan RA Planner untuk membuat produk My Baby Journal. Selain itu RA Planner melihat ini sebagai peluang yang bagus melihat produk seperti ini belum banyak di produksi di Indonesia, dan memberikan nilai kesan tersendiri apabila seorang Ibu memiliki buku pantauan kehamilan yang juga bisa digunakan untuk mengabadikan momen pertumbuhan anak
7 mulai dari masa kehamilan sampai dengan batita. Bisa dikatakan My Baby Journal ini merupakan buku harian Ibu dan Anak yang dilengkapi dengan konten seputar kehamilan. Dalam proses mewujudkan hal tersebut, maka RA Planner bekerja sama dengan seorang Bidan sebagai orang yang berpengalaman di bidang kesehatan kehamilan Ibu dan Anak. Tujuannya adalah agar literasi yang terkumpul merupakan informasi yang valid dan bisa dipercaya. Hingga lahirlah produk My Baby Journal pada Maret 2019 dengan jumlah cetakan yaitu 10.000 buku.
Seperti halnya pada produk RA Planner lainnya, strategi marketing yang mereka lakukan setiap kali ingin meluncurkan produk baru yaitu memberikan promo buy one get one free disetiap periode awal pre-order atau pemesanan sebelum cetak. Menurut CEO RA Planner, hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya mereka untuk menarik perhatian calon konsumen mereka. Semua itu mereka lakukan melalui platform media sosial, yaitu Instagram.
Gambar 1. 6 Profil Instagram RA Planner
Sumber : Instagram RA Planner, diakses pada tanggal 11 Januari 2021
8 Gambar 1. 7 Tampilan Instagram RA Planner
Sumber : Instagram RA Planner, diakses pada 11 Januari 2021
Pada Gambar 1.7 bisa dilihat kalau tampilan profil instagram RA Planner nampak menarik dan sudah menjadi ciri khas bagi RA Planner apabila ingin mengeluarkan produk baru, maka mereka akan merubah gaya tampilan instagram mereka. Konten yang dibuatnya pun memang berfokus pada pengembangan diri baik dari segi karakter, keuangan, bahkan ilmu parenting. Tidak cukup sampai disitu, strategi lain yang digunakan oleh RA Planner dalam memperluas penyebaran pasar yaitu dengan adanya penawaran menjadi mitra mereka.
Gambar 1. 8 Analisa pengikut RA Planner di Instagram Sumber : RA Planner (2020)
9 Jika melihat pada Gambar 1.8 para pengikut (followers) yang ada di instagram RA Planner 87% di dominasi oleh wanita dan rentang usia pengikut mereka sesuai dari apa yang di targetkan. Hal ini menjadi peluang besar bagi RA Planner melihat produk My Baby Journal yang memang ditargetkan untuk wanita yang sudah menikah. Bisa dikatakan target pasar My Baby Jornal berbeda dengan produk yang sudah menjadi andalan mereka, yaitu buku agenda tahunan (planner book year). Pada produk buku agenda tahunan, RA Planner menargetkan untuk usia 18-25 tahun. Sedangkan pada produk My Baby Journal target mereka adalah usia 23-30 tahun, atau jika di spesifikkan yaitu wanita yang sudah menikah dan sedang menanti kelahiran anak pertamanya.
Saat RA Planner meluncurkan produk My Baby Journal, tanggapan yang diberikan oleh mitra dan juga calon konsumen mereka di instagram cukup antusias. Walaupun memang untuk pesanan sebelum cetak (pre-order) tidak sebanyak seperti produk lainnya, namun tim RA Planner memaklumkan hal tersebut sebab memang ini produk baru bagi mereka. RA Planner pun memiliki persepsi bahwa wanita yang sedang hamil ataupun menanti kelahiran anak pertama memiliki keinginan yang lebih tinggi terhadap produk ini berbanding dengan Ibu-Ibu yang sudah melewati proses persalinan anak pertama. Namun itu semua harus dipastikan apakah produk My Baby Journal ini sudah sesuai dengan fungsi utamanya, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan, dan siapa saja yang memang benar-benar masuk ke dalam kelompok target pasar produk My Baby Journal. Hal tersebut perlu diketahui sebab banyak faktor dan juga alasan mengapa orang memutuskan untuk membeli buku.
10 Gambar 1. 9 Alasan Orang Membeli Buku
Sumber : (Picodi, 2019)
Gambar 1.9 menunjukkan data bahwa alasan utama seseorang dalam membeli buku yaitu karna mereka suka membaca dengan persentase sebesar 49%. Sehingga seseorang akan membeli buku apabila orang tersebut senang membaca. Begitupun dengan buku jurnal, orang yang senang membeli buku jurnal besar kemungkinan mereka adalah orang yang senang mencatat dan menulis. Ini yang akan menjadi tugas bagi RA Planner bagaimana ia mampu berinovasi untuk meluncurkan sebuah produk jurnal kehamilan yang membuat orang ingin membeli produk tersebut. Sehingga membutuhkan riset yang lebih dalam agar produk ini tidak menjadi produk yang gagal.
Seperti yang penulis tuliskan sebelumnya, bahwa jumlah permintaan produk My Baby Journal tidak sebanyak produk lainnya. Selain dikarenakan ini adalah produk baru, menurut CEO RA Planner faktor lainnya adalah kurangnya riset dalam proses pembuatannya. Hal tersebut terbuktikan saat RA Planner mendapatkan masalah yaitu ada beberapa konten didalamnya yang merupakan edisi lama dari informasi seputar Ibu hamil. Akibatnya beberapa dari mitra usaha sempat mengalami ketidakyakinan untuk menjual produk ini. Berikut data yang bisa penulis dapatkan dari tim RA Planner mengenai penjualan My Baby Journal terdata dari bulan Agustus hingga Desember 2019.
Suka membaca 49%
Untuk belajar/kerja
27%
Sebagai obat penghilang stress
16%
Sebagai hadiah 8%
Alasan Orang Membeli Buku
Suka membaca Untuk belajar/kerja Sebagai obat penghilang stress Sebagai hadiah
11 Gambar 1. 10 Penjualan produk My Baby Journal (MBJ) Agustus – Desember 2019
Sumber : Data Olahan Peneliti
Jika melihat pada Gambar 1.9 diketahui bahwa penjualan paling tinggi yaitu pada bulan September di 5 bulan terakhir 2019 sebesar 512 eksemplar. RA Planner pun sempat mengalami kesulitan untuk memikirkan bagaimana caranya produk ini bisa habis. Sebab sudah hampir 2 tahun produk My Baby Journal belum habis terjual.
Beberapa upaya pemasaran sudah dilakukan oleh tim RA Planner, diantaranya yaitu endorsement dan pilihan paket promosi. Namun, dalam meluncurkan sebuat produk baru bukan hanya pemasaran yang harus diperhatikan. Terdapat empat bidang ketelitian yang harus dipertimbangkan dalam penjualan dan pemasaran, yaitu proses perencanaan, mengidentifikasi konsumen, menyempurnakan proposisi nilai, dan mengembangkan strategi marketing (Schroeder, 2017).
Menurut peneliti, dengan adanya permasalahan yang menjadi penyebab produk My Baby Journal ini sulit untuk habis, RA Planner perlu melakukan indentifikasi konsumen lebih teliti lagi sehingga mampu mengetahui secara pasti apa yang dibutuhkan oleh Ibu hamil dan konten apa yang sekiranya harus dihilangkan ataupun ditambahkan. Sehingga meminimalisir adanya kegagalan dalam memproduksi sebuah produk dan produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Payne et al., 2017) menjelaskan bahwa dampak dari customer value proposition terhadap persepsi pelanggan dapat mempengaruhi sikap dan perilaku, sebab apabila pelanggan terlibat lebih dalam perusahaan
106
512
408
188
57 0
100 200 300 400 500 600
Agustus September Oktober November Desember
Penjualan My Baby Journal
Periode Agustus - Desember 2019
Penjualan MBJ
12 kemungkinan persepsi mereka akan berubah. Kemudian fungsi dari customer value proposition ini adalah untuk membantu memecahkan masalah pelanggan, sehingga perusahaan dapat mengelola persepsi pelanggan dari waktu ke waktu yang sangat relevan. Hingga seiring waktu, pelanggan dapat mengalihkan fokus dari keuntungan harga ke arah atribut tidak berwujud, yakni kualitas hubungan.
Berdasarkan permasalahan dan fenomena diatas, maka peneliti memilih judul penelitian dengan nama : “Analisis Profil Konsumen bagi Rumah Produksi Buku Jurnal RA Planner pada Produk My Baby Journal”
1.3 Fokus Penelitian
Penelitian ini hanya berfokus pada Profil Konsumen RA Planner pada produk My Baby Journal.
1.4 Identifikasi Masalah
Berdasarkan fenomena yang telah penulis paparkan dalam latar belakang, identifikasi masalah pada penelitian ini adalah bagaimana profil konsumen yang menjadi target pasar dari RA Planner untuk produk My Baby Journal ?
1.5 Tujuan Penelitian
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah penulis papaskan pada identifikasi masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil konsumen yang menjadi target pasar RA Planner untuk produk My Baby Journal.
1.6 Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian ini terbagi menjadi 2, yaitu:
a. Kegunaan Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam bidang ilmu kewirausahaan dan digunakan sebagai salah satu bahan masukan bagi perusahaan terutama dalam menganalisis profil konsumen untuk menentukan target pasar melalui pendekatan peta empati.
b. Kegunaan Praktis
Penelitian ini diharapkan mampu berguna bagi pelaku usaha maupun perusahaan dalam menentukan target pasar melalui profil konsumen dan penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi untuk peneliti selanjutnya.
13