• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

6

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Penelitian Terdahulu

Rosa Yuliati, Moh. Amin, Siti Aminah Anwar (2020). Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu motivasi investasi, modal minimal investasi, pengetahuan investasi dan pengembalian investasi sebagai variabel tidak terikat dan minat investasi sebagai variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a). Motivasi investasi, Modal minimal investasi, Pengetahuan investasi dan Pengembalian investasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Minat investasi di pasar modal. b). Motivasi investasi berpengaruh positif terhadap Minat investasi di pasar modal. c) Modal minimal investasi tidak berpengaruh terhadap minat investasi di pasar modal. d). Pengetahuan investasi tidak berpengaruh terhadap minat investasi di pasar modal. e). Return investasi berpengaruh positif terhadap minat investasi di pasar modal.

Nur Aini, Maslichah, Junaidi (2019). Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengetahuan dam pemahaman investasi, modal minimum investasi, pengembalian, risiko dan motivasi investasi sebagai variabel tidak terikat serta minat investasi sebagai variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai Adjusted R sebesar 44,6% sedangkan sisanya 55,4%

dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

Berdasarkan hasil uji parsial pengetahuan dan pemahaman variabel investasi tidak berpengaruh terhadap minat siswa dalam berinvestasi di pasar modal, modal investasi minimum tidak berpengaruh terhadap minat siswa dalam berinvestasi di pasar modal, return tidak berpengaruh terhadap minat siswa dalam berinvestasi di pasar modal. pasar modal, motivasi investasi tidak mempengaruhi minat mahasiswa dalam berinvestasi di pasar modal.

Theresia Tyas Listyani, Muhammad Rois, Slamet Prihati (2019). Variabel pada penelitian ini yaitu pengetahuan investasi, pelatihan pasar modal, modal

(2)

7

investasi minimal dan persepsi risiko sebagai variabel tidak terikat serta minat investasi sebagai variabel terikatnya. Hasil penelitian uji t menunjukkan, bahwa pengetahuan investasi dan persepsi risiko tidak berpengaruh terhadap minat investasi mahasiswa. Pelatihan pasar modal dan modal investasi minimal berpengaruh terhadap minat investasi mahasiswa. Hasil penelitian uji F menunjukkan, pengetahuan investasi, pelatihan pasar modal, modal investasi minimal dan persepsi risiko secara simultan berpengaruh terhadap minat investasi mahasiswa.

Berdasarkan penelitian diatas dapat diketahui bahwa persamaan penelitian ini dan penelitian terdahulu terletak pada variabel dependen atau terikat yang diteliti yaitu minat investasi dan obyek penelitian yang merupakan mahasiswa.

Perbedaan penelitian terdahulu dan penelitian saat ini yaitu beberapa variabel independen yang diteliti berbeda. Pada penelitian ini, variabel independent yang diteliti yaitu modal minimal, return dan risiko. Pada penelitian (Yuliati et al., 2020) variabel independent yang diteliti yaitu motivasi investasi, modal minimal investasi dan pengetahuan investasi. Pada penelitian (Aini et al., 2019) variabel independent yang diteliti yaitu pengetahuan dan pemahaman investasi, modal minimum investasi, return, risiko dan motivasi investasi. Dan pada penelitian (Listyani et al., 2019) variabel independent yang diteliti yaitu pengetahuan investasi, pelatihan pasar modal, modal investasi minimal dan persepsi risiko. Hasil yang diperoleh dari penelitian terdahulu juga berbeda.

B. Tinjauan Teori

1. Minat Investasi a. Minat

Berdasarkan Theory of Planned Behavior yang dikemukakan oleh Azjen (1991) yang merupakan pengembangan dari Theory of Reasoned Action, faktor utama yang mempengaruhi manusia dalam berperilaku adalah intensi atau yang sering disebut dengan niat atau minat. Theory of Planned Behavior menyatakan bahwa manusia cenderung bertindak

(3)

8

sesuai dengan intensi, dimana intensi dipengaruhi oleh tingkah laku, norma subjektif dan pengendalian perilaku. (Ajzen, 2005).

b. Investasi

Investasi merupakan penundaan konsumsi dan dialihkan ke aktiva dalam jangka waktu tertentu untuk mendapat keuntungan di masa depan.

Investasi sendiri terdari dari investasi langsung dan investasi tidak langsung. Investasi langsung yaitu membeli aktiva keuangan suatu perusahaan secara langsung di pasar modal, pasar uang atau pasar turunan. Sedangkan investasi tidak langsung yaitu membeli saham pada perusahaan investasi yang sudah memiliki portofolio aktiva-aktiva keuangan dari perusahaan-perusahaan lain (Hartono, 2016). Sedangkan menurut (Fahmi, 2015) investasi merupakan bentuk pengelolaan dana guna memberikan keuntungan dengan cara menempatkan dana pada alokasi yang diperkirakan akan memberikan tambahan keuntungan.

Investasi secara umum dibedakan menjadi dua yaitu : investasi pada financial assets dan investasi pada real assets. Investasi pada financial assets yaitu investasi yang dilakukan di pasar uang seperti berupa deposito, surat berharga pasar uang atau dilakukan di pasar modal yang berupa saham, obligasi, waran dan opsi lainnya. Sedangkan investasi pada real assets merupakan investasi yang wujudnya berupa bentuk pembelian asset produktif, pendirian pabrik, pembukaan pertambangan, pembukaan perkebunan dan lainnya (Halim, 2003).

c. Minat Investasi

Menurut penelitian dari (Tandio & Widanaputra, 2016) minat merupakan kecenderungan yang menetap dalam subyek untuk merasa senang dan tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Minat investasi adalah keinginan seseorang untuk mempelajari segala hal yang berkaitan dengan investasi hingga pada tahap mempraktikannya, yaitu melakukan investasi (Pajar &

Pustikaningsih, 2017). Minat investasi dapat diukur dengan beberapa indikator yaitu, keinginan untuk mencari tahu jenis-jenis investasi,

(4)

9

kemauan dalam mempelajari tentang investasi dan mencoba melakukan investasi (Kusmawati, 2011).

2. Pasar Modal

Pasar modal merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli dengan risiko untung atau rugi yang umumnya digunakan perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan dana jangka Panjang dengan menjual saham atau obligasi (Hartono, 2016).

Menurut (Samsul, 2015) pasar modal merupakan tempat atau sarana bertemunya permintaan dan penawaran atas instrument keuangan untuk jangka panjang, umumnya lebih dari satu tahun.

a. Instrumen Pasar Modal

Bentuk instrument di pasar modal disebut efek, yaitu surat berharga yang berupa saham, obligasi, bukti right, bukti waran, dan derivative.

1) Saham merupakan tanda bukti kepemilikan perusahaan. Saham terdiri dari dua jenis yaitu saham preferen dan saham biasa. Saham preferem adalah jenis saham yang memiliki hal lebih dulu untuk menerima laba dan memiliki hak laba kumulatif. Sedangkan saham biasa merupakan jenis saham yang akan menerima laba setelah laba preferen dibayarkan.

2) Obligasi adalah tanda bukti perusahaan memiliki utang jangka panjang kepada masyarakat dalam jangka waktu diatas tiga tahun.

3) Bukti Right merupakan hak untuk membeli saham pada harga tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Hak membeli saham ini dimiliki oleh pemegang saham lama.

4) Waran adalah hak untuk membeli saham pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Waran tidak hanya diberikan pada pemegang saham lama, tetapi juga sering diberikan kepada pemegang obligasi sebagai pemanis saat perusahaan menerbitkan obligasi.

(5)

10

5) Contoh produk derivative merupakan indeks harga saham dan indeks obligasi. Indeks saham dan indeks obligasi adalah angka indeks yang diperdagangkan untuk tujuan spekulasi dan lindung nilai.

3. Modal minimal Investasi

Menurut (Haryono, 2011) modal hakikatnya merupakan hak milik perusahaan atas kekayaan (asset) perusahaan. Besarnya hak pemilik sama dengan asset bersih perusahaan, yaitu selisih antara asset dan kewajiban.

Menurut penelitian dari (Wibowo & Purwohandoko, 2018) Modal minimal investasi merupakan setoran awal untuk membuka rekening saat pertama kali di pasar modal.

BEI telah menerbitkan kebijakan untuk memberikan kemudahan kepada para calon investor pada 6 Januari 2014, yaitu jumlah minimal pembelian saham dari suatu emiten (perusahaan yang menjual sahamnya ke public adalah sebanyak 1 lot (100 lembar saham). Dengan adanya kebijakan dari BEI tersebut, maka dengan Rp100.000 calon investor sudah bisa membuka rekening sekuritas dan dapat melakukan transaksi di pasar modal . Indikator dalam modal minimal investasi yaitu penetapan modal awal, Modal minimal investasi yang terjangkau, Pembelian minimal saham dan Menambah dan mengurangi modal (Aini et al., 2019)

4. Risiko Investasi

Risiko sering dihubungkan dengan penyimpangan atau deviasi dari outcome yang diterima dengan yang diharapkan (Hartono, 2016). Risiko juga dapat diartikan sebagai bentuk ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi di kemudian hari akibat keputusan yang diambil berdasarkan pertimbangan saat ini (Fahmi, 2015).

Menurut (Halim, 2003) dalam konteks manajemen investasi risiko merupakan besarnya penyimpangan antara tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) dengan tingkat pengembalian yang dicapai

(6)

11

secara nyata (actual return). Dalam konteks portofolio risiko dibedakan menjadi dua yaitu risiko sistematik (systematic risk) dan risiko tidak sistematis (unsystematic risk). Risiko sistematis merupakan risiko yang tidak dapat dihilangkan denganmelakukan diversifikasi, karena fluktuasi risiko ini dipengaruhi oleh factor-faktor makro yang dapat mempengaruhi pasar secara keseluruhan. Sedangkan risiko tidak sistematis merupakan risiko yang dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi, karena risiko ini hanya ada dalam satu perusahaan atau insudtri tertentu.

Menurut (Zubir, 2013) Risiko merupakan perbedaan antara hasil yang diharapkan dengan realisasi yang bisa terjadi. Risiko dan pengembalian berjalan searah, semakin tinggi risiko maka pengembalian yang akan didapatkan juga semakin besar, begitu pula sebaliknya. Banyak faktor yang menjadi penyebab timbulnya risiko yang akan mempengaruhi melencengnya realized return investasi terhadap nilai expected return.

Sumber risiko tersebut diantaranya :

a. Interest rate risk yaitu risiko yang disebabkan oleh perubahan tingkat bunga tabungan dan tingkat bunga pinjaman

b. Market risk yaitu risiko yang disebabkan oleh gejolak pengembalian suatu investasi sebagai akibat dari fluktuasi transaksi di pasar keseluruhan

c. Inflation risk yaitu risiko yang disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat sebagai akibat dari kenaikan harga barang-barang secara umum

d. Business risk yaitu risiko yang disebabkan oleh tantangan bisnis yang dihadapi perusahaan semakin berat akibat tingkat persaingan, perubahan aturan pemerintan, ataupun karena claim dari masyarakat terhadap perusahaan yang merusak lingkungan.

e. Financial risk yaitu risiko yang disebabkan oleh faktor keuangan yang berkaitan dengan struktur modal yang digunakan untuk mendanai kegiatan perusahaan

(7)

12

f. Liquidity risk yaitu risiko yang berkaitan dengan kesulitan untuk mencairkan portofolio atau menjal saham perusahaan karena tidak ada yang membeli saham perusahaan tersebut.

g. Exchange rate risk atau currency risk yaitu risiko bagi investor yang berinvestasi dengan menggunakan mata uang yang berbeda bisa menjadi risiko karena perubahan mata uang akan menjadi penyebab real return lebih kecil daripada expected return.

h. Country risk yaitu risiko investasi lintas negara yang disebabkan oleh kondisi politik, keamanan, ataupun perekonomian suatu negara.

Indikator yang digunakan dalam mengukur risiko investasi diantaranya yaitu adanya risiko tertentu, memiliki risiko yang tinggi, mengalami kerugian, tidak menjamin terpenuhinya kebutuhan, keputusan investasi berisiko, dan pemikiran bahwa berisiko (Aini et al., 2019).

5. Pengembalian Investasi

Menurut (Halim, 2003) dalam konteks manajemen investasi pengembalian merupakan imbalan yang diperoleh dari melakukan investasi.

Pengembalian dibedakan menjadi dua yaitu pengembalian yang telah terjadi yang dihitung berdasarkan data historis (actual pengembalian) dan pengembalian yang diharapkan akan diperoleh investor dimasa yang akan datang (expected return). Komponen pengembalian terdiri meliputi

1. Capital gain (loss) merupakan keuntungan (kerugian) bagi investor yang diperoleh dari kelebihan harga jual (harga beli) di atas harga beli (harga jual) yang keduanya terjadi di pasar sekunder.

2. Yield merupakan pendapatan atau aliran kas yang diterima investor secara periodic, misalnya berupa dividen atau binga. Yield dinyatakan dalam persentasi dari modal yang ditanamkan.

Menurut (Hartono, 2016) pengembalian merupakan hasil yang diperoleh dari investasi yang dapat berupa pengembalian realisasian (realized return) yang telah terjadi atau pengembalian ekspektasian (expected return) yang

(8)

13

belum terjadi tetapi diharapkan akan terjadi di masa datang. Menurut (Fahmi, 2015) pengembalian atau imbal hasil merupakan keuntungan yang diperoleh oleh perusahan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang telah dilakukan oleh pihak tersebut. Pengembalian saham sendiri terdiri dari capital gain dan dividend yield. Capital gain merupakan selisih antara harga jual dan harga beli per lembar saham. Sedangkan dividend yield merupakan dividen per lembar dibagi dengan harga beli per lembar saham (Zubir, 2013). Indikator yang digunakan untuk mengukur pengembalian yaitu ketertarikan atas pengembalian yang dihasilkan, keuntungan menarik dan kompetitif, keuntungan sesuai risiko, keuntungan investasi, keputusan berinvestasi dan risiko maupun timbal balik (Aini et al., 2019)

C. Kerangka Penelitian

Penelitian ini memiliki variabel terikat (Y) dan variabel bebas (X).

dimana Minat investasi (Y) merupakan variabel terikat dan Modal Minimal Investasi (X1), Pengembalian (X2), Risiko (X3) merupakan variaabel bebas. Dengan begitu, kerangka pikir penelitian ini yaitu sebagai berikut :

(9)

14 Keterangan :

= Uji Parsial

= Uji Simultan

Berdasarkan kerangka pikir di atas dapat dijelaskan bahwa diduga bahwa modal minimal investasi dapat memengaruhi minat investasi. Hal ini berdasarkan penelitian dari (Sriasih & Wahyuni, 2020) menyatakan bahwa modal minimal berpengaruh positif terhadap minat investasi. Pengembalian investasi juga diduga dapat memengaruhi minat investasi. Hal ini berdasarkan penelitian dari (Tandius & Widanaputra, 2016) menyatakan bahwa pengembalian berpengaruh positif terhadap minat investasi. Serta risiko investasi juga diduga dapat memengaruhi minat investasi. Sejalan dengan penelitian (Fahreza & Surip, 2018) yang menyatakan bahwa risiko berpengaruh terhadap minat investasi. Selain itu, diduga hawa modal minimal, pengembalian dan risiko berpengaruh terhadap minat investasi secara simultan. Hal ini berdasarkan hasil penelitian dari (Aini et al., 2019)

Gambar 1 : Kerangka Penelitian

H1 H2 H3 Modal Minimal Investasi (X1)

Pengembalian Investasi (X2)

Risiko Investasi (X3)

Minat Investasi (Y)

H4

(10)

15

yang menyatakan bahwa pengetahuan dan pemahaman, modal minimal investasi, pengembalian, risiko dan motivasi investasi berpengaruh secara simultan terhadap minat investasi mahasiswa.

D. Hipotesis

1. Menurut penelitian (Nisa & Zulaika, 2017) Modal minimal investasi berpengaruh terhadap minat investasi mahasiswa. Semakin kecil modal minimalnya makan minat mahasiswa untuk berinvestasi di pasar modal semakin besar. Hasil penelitian (Listyani et al., 2019) juga menyatakan bahwa modal minimal berpengaruh terhadap minat investasi mahasiswa.

H1 = Modal minimal investasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap minat investasi

2. Menurut penelitian (Aniswatin et al., 2020) pengembalian berpengaruh positif terhadap minat investasi. Pengembalian menjadi hal yang menarik investor maupun calon investor untuk berinvestasi. Hal ini selaras dengan hasil penelitian (Raditya T et al., 2019) yang mengatakan bahwa pengembalian berpengaruh terhadap minat investasi. Hubungan variabel pengembalian dan variabel minat investasi sesuai dengan teori pengembalian dan risiko investasi yang menyatakan bahwa semakin besar pengembalian yang akan didapatkan maka semakin besar pula minat investor untuk berinvestasi, dan sebaliknya.

H2 = Pengembalian investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi

3. Menurut hasil penelitian (Raditya et al., 2014), risiko berpengaruh positif terhadap minat investasi. Hal ini sesuai dengan teori pengembalian dan risiko yang menyatakan bahwa semakin besar risiko investasi, maka semakin kecil investor yang tertarik untuk berinvestasi, dan sebaliknya.

(11)

16

Hasil penelitian (Aini et al., 2019) juga menyatakan bahwa risiko berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam melakukan investasi.

H3 = Risiko Investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi

4. Menurut hasil penelitian dari (Aini et al., 2019) pengetahuan dan pemahaman, modal minimal investasi, pengembalian, risiko dan motivasi investasi berpengaruh secara simultan terhadap minat investasi mahasiswa.

Penelitian ini menyatakan bahwa semua variabel independen berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen.

H4 = Modal Minimal, Pengembalian dan Risiko berpengaruh secara simultan terhadap minat investasi

Gambar

Gambar 1 : Kerangka Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian, kemampuan menguraikan data grafik dalam bentuk paragraf siswa kelas IX SMP Nusantara Kebagusan Pesawaran tahun pelajaran 2011/2012 adalah kesanggupan siswa

Hasil perhitungan dataset dengan metode Naïve Bayes Classifier didapatkan hasil Accuracy 63%, Precision 50% , dan Recall 35% dari 30 data testing, hal ini

private Infragistics.Win.Misc.UltraGroupBox grbDataFase2; internal Infragistics.Win.UltraWinGrid.UltraGrid dgDataFase2; private Infragistics.Win.UltraWinChart.UltraChart

Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengetahuan investasi, motivasi investasi, literasi keuangan dan persepsi resiko pengaruhnya terhadap minat investasi

Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada 60 responden yang mendengarkan program The Dandees, dari hasil penelitian diketahui bahwa nilai interval

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pengetahuan investasi dan motivasi investasi dengan persepsi terhadap sharia compliance sebagai variabel

Pengaruh Pengetahuan Dan Pemahaman Investasi, Modal Minimum Investasi, Return, Risiko Dan Motivasi Investasi Terhadap Minat Mahasiswa Berinvestasi Di Pasar Modal

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi investasi berpengaruh positif terhadap minat investasi mahasiswa, pengetahuan dasar investasi tidak berpengaruh terhadap