• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Sistem 2.1.1. Pengertian Sistem

“Sistem adalah kumpulan jaringan yang berinteraksi satu sama lain atau terhubung untuk melakukan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan” (Wildaningsih &

Yulianeu, 2018)

“Sistem merupakan kumpulan dari elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu” (Indra Muhamad Apriansyah1, Akik Hidayat2, 2017)

2.1.2. Pengertian Informasi

“Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan”

(Wildaningsih & Yulianeu, 2018)

“Informasi adalah hasil dari pengolahan data sehingga menjadi bentuk penting bagi penerima dan memiliki kegunaan sebagai dasar pengambilan keputusan yang dapat dirasakan secara langsung atau tidak langsung di masa depan” (Indra Muhamad Apriansyah1, Akik Hidayat2, 2017)

2.1.3. Pengertian Sistem Informasi

“Sistem Informasi adalah sistem di dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, dan mendukung operasi yang bersifat manajerial serta strategi dari suatu organisasi. Disamping itu, juga menyediakan laporan dari pihak luar yang diperlukan sesuai dengan yang dibutuhkan”

(Wildaningsih & Yulianeu, 2018)

(2)

“Sistem Informasi meliputi sejumlah komponen (manusia, komputer, teknologi informasi, dan prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (data menjadi informasi), dan dimaksudkan untuk mencapai tujuan atau sasaran” (Wira et al., 2019)

2.2 Teori Pendukung

Teori-teori pendukung dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini sangat diperlukan karena sebagai referensi untuk mendukung atau memperdalam pemahaman terhadap informasi yang disajikan.

2.2.1. ERD (Entity Relationship Diagram)

A. Pengertian ERD (Entity Relationship Diagram)

“ERD (Entity Relationship Diagram) adalah model teknik pendekatan teknis yang menyatakan atau menggambarkan hubungan model. Dalam hubungan ini dinyatakan hal utama tentang ERD adalah menampilkan data objek (Entity) dan hubungan (Relationship), yang ada pada Entity berikutnya” (Loureiro, 2016)

Simbol-simbol dalam ERD (Entity Relationship Diagram) adalah sebagai berikut : a. Entitas : suatu yang nyata atau abstrak yang mempunyai karakteristik dimana

kita akan menyimpan data.

b. Atribut : ciri umum semua atau sebagian besar instansi pada entitas tertentu.

c. Relasi : hubungan alamiah yang terjadi antara satu atau lebih entitas.

d. Link : garis penghubung atribut dengan kumpulan entitas dan kumpulan entitas dengan relasi.

(3)

B. Kardinalitas Relasi

a. Satu ke satu (One to One)

Setiap elemen Entitas A berhubungan paling banyak dengan elemen Entitas B. Demikian juga sebaliknya, setiap elemen B paling banyak berhubungan satu elemen dengan entitas A.

b. Satu ke banyak (One to Many)

Setiap elemen Entitas A berhubungan dengan maksimum banyak elemen dalam Entitas B. Dan sebaliknya, setiap elemen Entitas B berhubungan dengan paling banyak satu elemen di Entitas A.

c. Banyak ke satu (Many to One)

Setiap elemen Entitas A paling banyak berhubungan dengan satu elemen di Entitas B. Dan sebaliknya, setiap elemen Entitas B berhubungan dengan maksimum banyak elemen di Entitas A.

d. Banyak ke banyak (Many to Many)

Setiap elemen Entitas A secara maksimal berhubungan dengan banyak elemen Entitas B dan sebaliknya.

2.2.2. LRS (Logical Record Structure)

Menurut Simarmata dan Paryudi menyatakan bahwa “Logical Record Structured (LRS) adalah representasi dari struktur catatan dalam tabel yang terbentuk

dari hasil hubungan antar himpunan entitas” (Loureiro, 2016)

Berikut adalah cara membentuk skema database atau LRS (Logical Record Structured) berdasarkan Entity Relationship Diaram:

(4)

a. Jika relasinya satu-ke-satu, maka foreign key diletakan pada salah satu dari dua entitas yang ada atau menyatukan kedua entitas tersebut.

b. Jika relasinya satu-ke-banyak, maka foreign key diletakan pada entitas Many.

c. Jika relasinya banyak-ke-banyak, “file konektor” dibuat yang berisi dua kunci asing yang berasal dari kedua entitas.

2.2.3. Unified Modelling Language (UML)

“UML adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan persyaratan, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemograman berorientasi objek” (Wira et al., 2019)

Berikut adalah diagram yang ada pada UML:

1. Use Case Diagram

“Use case diagram adalah pemodelan untuk perilaku sistem informasi yang akan dibuat. Use case bekerja dengan menggambarkan interaksi khas antara pengguna suatu sistem dan sistem itu sendiri melalui kisah tentang bagaimana sistem itu digunakan” (Wira et al., 2019)

2. Class Diagram

“Class diagram adalah gambaran struktur sistem dalam hal mendefinisikan kelas- kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Class diagram terdiri dari atribut dan operasi dengan tujuan pembuat program dapat membuat hubungan antara dokumentasi perancangan dan perangkat lunak sesuai” (Wira et al., 2019)

Struktur kelas yang baik dalam diagram kelas harus memiliki jenis kelas sebagai berikut:

a. Kelas main

Kelas-kelas yang memiliki fungsi-fungsi awal dieksekusi ketika sistem dijalankan.

(5)

b. Kelas yang menangani tampilan sistem (view)

Kelas yang mendefinisikan dan mengatur tampilan kepemakai.

c. Kelas yang diambil dari pendefinisian use case (controller)

Kelas yang menangani fungsi-fungsi yang harus ada diambil dari definisi use case, kelas ini biasanya disebut kelas proses yang menangani proses bisnis dalam perangkat lunak.

d. Kelas yang diambil dari pendefinisian data (model)

Kelas yang digunakan untuk menyimpan atau membungkus data ke dalam unit yang diambil atau akan disimpan ke database. Semua tabel yang dibuat dalam database dapat digunakan sebagai kelas, tetapi untuk tabel dari hasil relasi atau atribut multinilai dalam ERD dapat digunakan sebagai kelas terpisah juga tidak dapat disediakan selama aksesnya dapat dipertanggungjawabkan atau tetap di dalam desain kelas.

3. Sequence diagram

“Sequence diagram menggambarkan perilaku objek dalam use case dengan menggambarkan waktu hidup objek dan pesan yang dikirim dan diterima antara objek. Gambaran sequence diagram dibuat minimal sebanyak pendefinisan use case yang memiliki proses sendiri atau yang penting semua use case yang telah didefinisikan interaksi jalannya pesan sudah dicakup pada sequence diagram sehingga semakin banyak use case yang didefinisikan, maka sequence diagram yang harus dibuat juga semakin banyak” (Wira et al., 2019)

4. Activity Diagram

“Activity diagram adalah diagram yang menggambarkan alur kerja atau aktivitas suatu sistem yang ada dalam perangkat lunak” (Wira et al., 2019)

(6)

Sedangkan menurut Rosa dan Saladin “Diagram aktivitas menggambarkan alur kerja (workflow) atau aktivitas dari suatu sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak” (Loureiro, 2016)

2.2.4. Pengertian Pembayaran

“Pembayaran merupakan sistem yang terdiri dari beberapa aturan, lembaga dan mekanisme yang bertujuan memindahkan dana untuk memenuhi kewajiban dari suatu kegiatan ekonomi” (Yassin, 2019)

2.2.5. Pengertian Sistem Pembayaran

Sistem Pembayaran adalah proses pembayaran untuk suatu masalah dalam bentuk layanan, barang dan tagihan terkait dengan transfer sejumlah uang dari satu pihak ke pihak lain.

2.2.6. Pengertian Autodebet

“Autodebet adalah pembayaran elektronik secara otomatis yang dibuat langsung dari rekening bank, dimana saldo akan berkurang sesuai dengan jumlah tagihan dan pada tanggal yang telah ditentukan” (Yassin, 2019)

2.2.7. Pengertian Sistem Pembayaran Autodebet

“Sistem Pembayaran Autodebet adalah sistem pembayaran otomatis secara langsung dilakukan dari rekening bank yang sudah bekerjasama, sehingga memudahkan para penggunanya untuk bertransaksi” (Yassin, 2019)

2.2.8. Pengertian Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan adalah suatu lembaga yang menjamin biaya kesehatan para anggotanya baik yang dirawat inap maupun rawat jalan, tetapi ada sebagian biaya kesehatan yang tidak di jamin sepenuhnya sebagaimana yang sudah ditentukan oleh pihak asuransi tersebut.

(7)

2.2.9. Studi Literatur

Studi literatur adalah cara yang dipakai untuk menghimpun data atau sumber yang berhubungan dengan topik yang diangkat dalam suatu penelitian. Studi literatur bisa didapat dari berbagai sumber seperti jurnal, buku dokumentasi, internet dan pustaka. Penelitian mengenai pembayaran autodebet bukanlah pertama kali dilakukan, tetapi sudah ada penelitian terdahulu yang meneliti tentang pembayaran autodebet. Berikut beberapa diantaranya yang melakukan penelitian mengenai pembayaran adalah :

1. Penelitian yang dilakukan oleh (Artiza & Tanjung, 2018) dengan judul “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN SISTEM PEMBAYARAN PREMI SECARA DARING PADA ASURANSI SYARIAH” menjelaskan bahwa permasalahan yang ada pada penelitian ini yaitu pertumbuhan jumlah premi yang sangat tinggi disebabkan dengan adanya kebutuhan masyarakat Indonesia akan asuransi yang aman secara syariah.

Cara mengatasinya dengan menggunakan progam pembayaran autodebet. Dengan tujuan agar masyarakat indonesia bisa membayar premi tepat waktu tanpa adanya penagihan dari pihak perusahaan.

2. Penelitian yang dilakukan oleh (Bina et al., 2018) dengan judul “ANALISIS SISTEM PENDAFTARAN DAN PEMBAYARAN IURAN PREMI PADA BPJS KESEHATAN KANTOR CABANG PALEMBANG” menjelaskan bahwa permasalahan yang ada pada penelitian ini yaitu terbatasnya sosialisasi yang dilakukan pihak BPJS Kesehatan terhadap masyarakat. Cara mengatasi nya adalah pihak BPJS Kesehatan harus membuat jadwal sosialisasi secara berkala baik itu setiap minggu atau lebih bagus lagi dilakukan setiap hari. Dengan tujuan agar masyarakat tahu dan benar benar memahami apa manfaat dan kegunaan menjadi peserta BPJS Kesehatan untuk ke depan nya.

3. Penelitian yang dilakukan oleh (Oktariyana & Yuniarta, 2017) dengan judul “ANALISA SISTEM PEMBAYARAN PREMI ASURANSI SECARA ONLINE TERHADAP KINERJA AGENSI PADA AJB BUMIPUTERA 1912 KANTOR CABANG

(8)

DENPASAR UBUNG” menjelaskan bahwa permasalahan yang ada pada penelitian ini

yaitu dalam pembayaran premi melalui agensi masih menggunakan sistem lama dan banyak terjadinya kecurangan yang dilakukan agen terhadap pemegang polis di lapangan.

Cara mengatasinya adalah Sosialisasi dari perusahaan atau pihak agen ke para pemegang polis terhadap pembayaran secara online lebih digencarkan. Dengan tujuan agar tidak ada lagi pemegang polis yang tidak mengetahui bagaimana cara transfer secara online.

4. Penelitian yang dilakukan oleh (Dan et al., 2018) dengan judul “ANALISIS SISTEM PENGIKATAN POLIS, PENERIMAAN PEMBAYARAN PREMI DAN KLAIM DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERN (Studi Pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Kantor Kabupaten/Kota Blora)”

menjelaskan bahwa permasalahan yang ada pada penelitian ini yaitu kurang nya staff di kantor BPJS Kesehatan disebabkan semakin banyaknya jumlah peserta BPJS. Cara mengatasinya adalah dengan mengadakan rekrutmen sesuai dengan yang di butuhkan.

Tujuan nya umtuk meningkatkan pelayanan secara maksimal, menghindari human error dan komplen dari peserta BPJS.

5. Penelitian yang dilakukan oleh (Hasyim et al., 2019) dengan judul “FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENUNGGAKAN PEMBAYARAN IURAN BPJS KESEHATAN MANDIRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI KOTA KENDARI” menjelaskan bahwa permasalahan yang ada pada penelitian ini yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya jadi peserta BPJS kesehatan sehingga menyebabkan menunggaknya iuran. Untuk mengatasi nya pihak BPJS kesehatan harus mengadakan kegiatan sosialisasi ke setiap daerah secara terjadwal.

Tujuan nya agar peserta BPJS kesehatan bisa benar – benar memahami apa itu BPJS kesehatan, bagaimana cara daftar pembayaran autodebet dan manfaatnya seperti apa sehingga ke depan nya masyarakat akan sadar diri untuk tidak menunggak lagi.

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, perlu dilakukan analisa konsentrasi larutan bittern dan pengamatan pengaruh waktu reaksi dan intensitas penggunaan sel aki bekas dengan tujuan untuk

yang mudah didapat dalam masakan kuliner juga tersedia dalam aplikasi dan panduan sekitar cara pengolahan bahan-bahan yang akan dimasak tersebut. Resep Masakan Khas Kalimantan

lambang itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka adalah seorang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup

Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi lingkungan auditor internal khususnya BUMN yang berpusat di Kota Bandung untuk meningkatkan pengetahuan mengenai peranan

Pengukuran persepsi menggunakan Skala Likert yang dibedakan atas empat skala sebagai berikut: Skala 1 sangat tidak tepat (STT), Skala 2 tidak tepat (TT), Skala 3 tepat (T),

Hasil dari penelitian ini adalah Sistem Informasi Penjualan dan Pemesanan Komputer Berbasis Website yang dapat mempermudah pihak toko dalam pemesanan dan penjualan

a) Harus dipisahkan fungsi-fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi akuntansi. b) Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab penuh untuk melaksanakan

Semakin besar profitabilitas perusahaan menunjukkan kinerja perusahaan yang baik maka dengan laba yang tinggi perusahaan memiliki cukup dana untuk mengumpulkan,