• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU GURU TUNAGRAHITA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BUKU GURU TUNAGRAHITA"

Copied!
225
0
0

Teks penuh

(1)

MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN

Buku Guru untuk kelas II terdiri dari 8 tema, pada tema ke1 dengan judul “hidup Sehat”

terbagi dalam empat subtema. Setiap s u b t e m a d i u r a i k a n k e d a l a m l i m a pembelajaran dan satu evaluasi

Buku guru disusun sebagai pemandu penggunaan buku teks siswa di lapangan.

Sebagaimana diketahui bahwa buku teks siswa yang berbasis aktivitas disusun sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan, yang sangat mengedepankan pencapaian kompetensi siswa sesuai dengan standar kelulusan yang ditetapkan.

Karena hanya sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan, guru tidak diharapkan menggunakan buku ini sebagai satu-satunya buku panduan yang menjadi acuan dalam proses belajar mengajar di kelas. Isi dari Buku Guru hanyalah contoh aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan di kelas. Guru memiliki keleluasaan untuk membangun kegiatan pembelajaran sendiri yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa.

ISBN:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

2019

Buku Guru SDLB Tunagrahita Kelas IIBuku tematik kurikulum 2013

5

5

2

2

3

3

SDLB kelas

Tema 1: Hidup Sehat

(2)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

2019

Hidup Sehat

Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013

DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KHUSUS DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR

DAN MENENGAH 2019

Tema 1

Buku Guru SDLB Tunagrahita Kelas 2

oleh: Wahyudi Dwikuncoro, N.

(3)
(4)

Hak Cipta © 2019 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang

Milik Negara

Tidak Diperdagangkan

Disklaimer: Buku ini merupakan buku peserta didik berkebutuhan khusus yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi kurikulum 2013. Buku guru ini ditelaah oleh berbagai pihak dibawah koordinasi kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam penerapan kurikulum 2013 untuk satuan pendidikan khusus. Buku ini merupakan dokumen yang fleksibel yang senantiasa diperbaiki dan diperbaharui sesuai dengan kondisi, kemampuan dan kebutuhan peserta disesuaikan dengan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hidup Sehat/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2019.

xlvi, 174 hlm.: ilus.; 21 x 29,7 cm. (Tema 1) Tematik Terpadu Kurikulum 2013

Untuk SDLB – Tunagrahita Kelas 2 ISBN:

I. Tematik Terpadu. Judul: Hidup Sehat

II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Penulis : Wahyudi Dwikuncoro, N Penelaah : Herry Widyastono

Ilustrator/Setter : Cindyawan

Penyelia Penerbitan : Pusat kurikulum dan Pembelajaran

Diterbitkan oleh : Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah

Cetakan ke–1 2019

Disusun dengan huruf Baar Metanoia, 12 pt

(5)

KATA SAMBUTAN

Kurikulum 2013 pendidikan khusus telah disusun melalui berbagai proses dan tahapan dalam waktu yang relatif panjang. Pengembangan kurikulum pendidikan khusus sejak tahun 2014, dalam perjalanannya mengalami penyesuaian dan perubahan. Harmonisasi kurikulum pendidikan khusus yang dilakukan antara Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus (d/h Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, perguruan tinggi, sekolah luar biasa, praktisi pendidikan, serta pihak lain yang relevan, telah menghasilkan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10/D/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum, Kompetensi Inti-Kompetensi Dasar, dan Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus.

Salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran adalah tersedianya buku teks pelajaran yang sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar serta karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus. Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus (d/h Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus) dengan persetujuan dan dukungan dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan, memiliki program untuk menyusun buku teks pelajaran pendidikan khusus.

Penyusunan buku teks pelajaran pendidikan khusus dilakukan secara bertahap sesuai dengan pentahapan pelaksanaan Kurikulum 2013. Buku teks pelajaran pendidikan khusus disusun untuk kelas I s.d. VI jenjang SDLB, kelas VII s.d. IX SMPLB, dan kelas X, XI dan XII SMALB, ditambah beberapa buku mata pelajaran yang tidak tergabung dalam tematik.

Buku yang disusun menggunakan pendekatan tematik dan berbasis aktivitas.

Tema-tema yang ada direncanakan sedemikian rupa adalah tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, supaya lebih mendekatkan peserta didik dengan pembelajaran yang nyata dan pada akhirnya materi pembelajaran diharapkan menjadi relative lebih mudah dipahami oleh peserta didik itu sendiri. Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara holistik/menyeluruh di mana proses pembelajaran yang menyeluruh tersebut diharapkan dapat melahirkan pribadi peserta didik yang utuh dan berkualitas. Buku ini merupakan buku teks utama dalam pembelajaran dan sebagai salah satu sumber belajar kiranya buku ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pendidik dan peserta didik serta dapat dipadukan dengan sumber belajar lain yang relevan untuk mendukung pengembangan pribadi peserta didik secara utuh.

Salah satu karakteristik Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus adalah bahwa pendidikan keterampilan memiliki porsi yang cukup besar dalam stuktur kurikulum.

Porsi pendidikan keterampilan pada jenjang SDLB sebesar 40%, SMPLB sebesar

(6)

50% dan pada jenjang SMALB sebesar 70%. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka Peningkatan Kuailitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Dalam rangka revitalisasi pendidikan keterampilan pada pendidikan khusus, dikembangkan 20 jenis keterampilan pilihan SMPLB dan SMALB, serta juga dilakukan penyusunan buku keterampilan.

Buku teks pelajaran dan buku keterampilan pendidikan khusus disusun dengan mempertimbangkan kondisi yang dimiliki peserta didik, sehingga aktivitas pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kekhasan yang dimiliki masing-masing peserta didik. Diharapkan buku keterampilan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh guru dan peserta didik serta dapat dipadukan dengan sumber belajar yang lain untuk mendukung

pengembangan pendidikan keterampilan yang relevan. Di samping itu, buku ini juga dapat dimanfaatkan oleh kepala sekolah, pengawas, orang tua, dan pihak- pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus.

Kami menyampaikan terimakasih kepada para penyusun dan penelaah buku serta seluruh pihak yang terlibat untuk setiap kerja keras, curahan ide dan pemikiran yang pasti dilakukan dengan sepenuh hati, sehingga tercipta buku teks pelajaran pendidikan khusus yang akan bermanfaat bagi pengembangan potensi peserta didik berkebutuhan khusus.

Jakarta, 7 Oktober 2019

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus

Dr. Sanusi, M.Pd

NIP. 196204031982031003

(7)

Kata Pengantar

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi rahmat, taufik, dan hidayah sehingga kami dapat menyusun buku guru tematik terpadu Tema 1 untuk Sekolah Dasar Luar Biasa kelas 2 Tunagrahita.

Buku yang ditulis dengan mengacu pada kurikulum 2013 ini, dirancang dengan menggunakan proses pembelajaran yang sesuai untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dikuasai peserta didik, dan diukur dengan proses penilaian yang sesuai.

Buku seri Pembelajaran Tematik Terpadu untuk siswa kelas 2 SDLB Tunagrahita ini, memuat materi minimal berisi kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan peserta didik kelas 2 SDLB Tunagrahita untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

Pendekatan pembelajaran tematik terpadu dipilih dengan beberapa alasan.

Pertama, peserta didik kelas 2 SDLB Tunagrahita, sesuai perkembangannya, lebih mudah memahami pengetahuan faktual; melalui tema-tema mengikuti proses pembelajaran transdisipliner yang menempatkan kompetensi yang dibelajarkan dikaitkan dengan konteks peserta didik dan lingkungan. Kedua, melalui pendekatan terpadu, pembelajaran multidisipliner-interdisipliner diwujudkan agar tumpang tindih antar materi mata pelajaran dapat dihindari demi tercapainya efisiensi materi pembelajaran dan efektifitas penyerapan oleh peserta didik. Peran guru dapat memperkaya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan alam, sosial, dan budaya.

Buku ini sangat terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran, dan masukan yang membangun. Atas kontribusi itu, kami ucapkan terimakasih.

Jakarta, 2019 Penulis,

Wahyudi Dwikuncoro N, S.Pd.

(8)

Daftar Isi

Sambutan Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus ... v

Kata Pengantar ... ... vii

Datar Isi ... viii

Daftar Tabel ... xi

Petunjuk Umum ... ... xii

Tentang Panduan Buku Guru ... xii

Bagaimana Menggunakan Panduan Buku Guru? ... xiii

Petunjuk Khusus ...xv

Panduan Penilaian ... xix

Pemetaan KI-KD Kurikulum 2013 ...xxvii

Subtema 1 : Menjaga Kebersihan ...1

Pembelajaran 1. Menjaga kebersihan badan ... 7

Pembelajaran 2. Menjaga kebersihan pakaian ... 15

Pembelajaran 3. Menjaga kebersihan makanan ...23

Pembelajaran 4. Menjaga kebersihan rumah ... 31

Pembelajaran 5. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah ...39

Subtema 2 : Makanan sehat ...43

Pembelajaran 1. Makanan sehat gizi seimbang ...49

Pembelajaran 2. Menjaga kebersihan makanan ...59

Pembelajaran 3. Makanan tidak kadaluwarsa ...65

Pembelajaran 4. Makanan bebas bahan pengawet ... 73

Pembelajaran 5. Makanan bebas pemanis buatan ... 81

Subtema 3 : Hidup sehat di Rumah ... 87

Pembelajaran 1. Kamar mandi bersih ...93

Pembelajaran 2. Memelihara badan ...101

Pembelajaran 3. Menjaga pola makan ... 107

Pembelajaran 4. Berolahraga yang teratur ... 113

Pembelajaran 5. Tidur secara teratur ... 119

Subtema 4 : Hidup sehat di sekolah ...127

Pembelajaran 1. Mencuci tangan dan menggosok gigi ... 133

Pembelajaran 2. Kantin sehat di sekolah ... 139

Pembelajaran 3. Bab dan Bak di WC sekolah ...147

Pembelajaran 4. Menjaga kebersihan lingkungan sekolah ... 155

Pembelajaran 5. Tidak merokok di lingkungan sekolah ... 163

Proyek ... 165

Glosarium ... 169

(9)

Daftar Pustaka ... 171

Profil Penulis ...172

Profil Penelaah ...173

Profil Ilustrator ...174

(10)

Daftar Tabel

Tabel 1 Contoh Rubrik Penilaian Bernyanyi ... xix

Tabel 2 Contoh Rubrik Keterampilan Menggambar Garis ...xx

Tabel 3 Indikator sikap sosial yang dikembangkan ... xxi

Tabel 4 Contoh lembar observasi ... xxii

Tabel 5. Contoh lembar penilaian diri ... xxii

Tabel 6. Contoh jurnal sikap spiritual (K 1) ...xxiv

Tabel 7 Jurnal sikap sosial ...xxv

Tabel 8 Kompetensi Inti ...xxvi

Tabel 9 Pemetaan KI - KD ...xxvii

Tabel 1.2 Konversi nilai ... 10

Tabel 1.3 Rubrik menebalkan garis ... 11

Tabel 1.4 Konversi Nilai ... 18

Tabel 1.5 Rubrik menghubungkan titik-titik ... 19

Tabel 1.6 Rubrik membuat desain baju dari daun ...20

Tabel 1.7 Konversi Nilai ...26

Tabel 1.8 Rubrik membuat gambar ekspresi wajah dan lembar pengamatan .... 27

Tabel 1.9 Rubrik keterampilan menyanyi dan lembar pengamatan ...33

Tabel 1.10 Rubrik menebalkan gambar bintang dan lembar pengamatan ...34

Tabel 1.11 Rubrik menebalkan kata-kata dan lembar pengamatan ... 41

Tabel 2.1 Konversi nilai ...52

Tabel 2.2. Rubrik menebalkan tulisan dan lembar pengamatan ...53

Tabel 2.3. Rubrik keterampilan menyanyi dan lembar pengamatan ...54

Tabel 2.4. Rubrik mewarnai gambar dan lembar pengamatan ...55

Tabel 2.5. Konversi Nilai ... 61

Tabel 2.6 Rubrik menempelkan gambar dan lembar pengamatan ...62

Tabel 2.7. Konversi Nilai ... 67

Tabel 2.8 Rubrik mewarnai gambar dan lembar pengamatan ...68

Tabel 2.9 Rubrik menebalkan tulisan dan lembar pengamatan ...69

Tabel 2.10 Konversi Nilai ... 75

Tabel 2.11 Rubrik mewarnai gambar dan lembar pengamatan ... 76

Tabel 2.12 Rubrik menebalkan tulisan dan lembar pengamatan ... 77

Tabel 2.13 Konversi Nilai ...83

Tabel 2.14 Rubrik melompat dan berjalan ...84

Tabel 2.15. Rubrik menebalkan tulisan dan lembar pengamatan ...85

Tebel 3.1 Konversi Nilai ...95

Tabel 3.2 Rubrik menebalkan tulisan dan lembar pengamatan ...96

Tabel 3.3 Rubrik membuat kepik dari bahan batu kecil pipih ... 97

Tabel 3.4 Konversi Nilai ... 103

Tabel 3.5 Rubrik menebalkan tulisan/kata dan lembar pengamatan ... 103

Tabel 3.6 Konversi nilai ... 109

(11)

Tabel 3.7 Rubrik menghubungkan titik-titik ... 110

Tabel 3.8 Rubrik membuat gelang dari biji dan kacang merah ... 110

Tabel 3.9 Rubrik menebalkan kata-kata dan lembar pengamatan ... 115

Tabel 3.10 Keterampilan menyanyi lagu” Bangun Tidur dan lembar pengamatan ... 121

Tabel 3.11 Rubrik mewarnai gambar dan lembar pengamatan ... 122

Tebel 4.1 Konversi Nilai ... 136

Tabel 4.2 Rubrik menebali garis putus-putus sesuai pola ... 136

Tebel 4.3 Konversi Nilai ... 141

Tabel 4.4 Rubrik menebalkan tulisan dan lembar pengamatan ... 142

Tabel 4.5 Konversi nilai ... 150

Tabel 4.6 Rubrik membuat huruf dari batu kerikil yang diberi warna dan lembar Pengamatan ... 151

Tabel 4.7 Rubrik keterampilan menyanyi dan lembar pengamatan. ... 158

Tabel 4.8 Rubrik penilaian projek pembuatan kerajinan dekorasi dari batu .... 166

(12)

Petunjuk Umum

Tentang Buku Panduan Guru

Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas 2 SDLB Tunagrahita

Buku ini disusun agar guru mendapat gambaran yang jelas dan rinci dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Buku ini berisi:

1. Jaringan tema yang memberi gambaran kepada guru tentang suatu tema yang melingkupi beberapa kompetensi dasar (kd) dan indikator dari berbagai mata pelajaran,

2. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran, 3. Kegiatan pembelajaran tematik terpadu untuk menggambarkan kegiatan

jjpembelajaran yang menyatu dan mengalir,

4. Pengalaman belajar yang bermakna untuk membangun sikap dan perilaku positif, penguasaan konsep, keterampilan berpikir saintifik, berpikir tingkat medium, kemampuan menyelesaikan masalah, inkuiri, kreativitas ,dan pribadi reflektif,

5. Berbagai teknik penilaian siswa,

6. Informasi yang menjadi acuan kegiatan remedial dan pengayaan,

7. Kegiatan interaksi guru dan orang tua, yang memberikan kesempatan kepada orang tua untuk ikut berpartisipasi aktif melalui kegiatan belajar siswa di rumah, dan

8. Petunjuk penggunaan buku siswa.

9. Kegiatan pembelajaran di buku ini dirancang untuk mengembangkan kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) siswa melalui aktivitas yang bervariasi.

Aktivitas tersebut meliputi:

1. Membuka pelajaran yang menarik perhatian siswa, seperti membacakan cerita, bernyanyi, permainan, demonstrasi, memberikan masalah dan sebagainya, 2. Menginformasikan tujuan pembelajaran sehingga siswa dapat mengorganisasi

informasi yang disampaikan (apa yang diamati, didengar, dirasakan, dan dikerjakan),

3. Memantik pengetahuan siswa yang diperoleh sebelumnya agar siswa bisa mengaitkan pengetahuan terdahulu dan yang akan dipelajari,

4. Pemberian tugas yang bertahap guna membantu siswa memahami konsep, 5. Penugasan yang membutuhkan keterampilan tingkat medium

6. Pemberian kesempatan untuk melatih keterampilan atau konsep yang telah dipelajari, dan

7. Pemberian umpan balik yang akan menguatkan pemahaman siswa.

(13)

Bagaimana Menggunakan Buku Guru

Buku panduan guru memiliki dua fungsi, yaitu sebagai petunjuk penggunaan buku siswa dan sebagai acuan kegiatan pembelajaran di kelas.

Mengingat pentingnya buku ini, disarankan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

1. Bacalah halaman demi halaman dengan teliti.

2. Pahamilah setiap kompetensi dasar dan indikator yang dikaitkan dengan tema.

3. Dukunglah ketercapaian kompetensi inti (ki) i dan (ki) ii dengan kegiatan pembiasaan, keteladanan, dan budaya sekolah.

4. Cocokkanlah setiap langkah kegiatan yang berhubungan dengan buku siswa sesuai dengan halaman yang dimaksud.

5. Kembangkan ide-ide kreatif dalam memilih metode pembelajaran. Temukan juga kegiatan alternatif apabila kondisi yang terjadi kurang sesuai dengan perencanaan (misalnya, siswa tidak dapat mengamati tanaman di luar kelas pada saat hujan).

6. Beragam strategi pembelajaran yang akan dikembangkan (misalnya siswa bermain peran, mengamati, bertanya, bercerita, bernyanyi ), selain melibatkan siswa secara langsung, diharapkan melibatkan warga sekolah dan lingkungan sekolah.

7. Guru diharapkan mengembangkan:

a. Metode pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (pakem), b. Keterampilan bertanya yang berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat

tinggi,

c. Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, dan d. Keterampilan mengelola kelas dan pajangan kelas.

8. Gunakanlah media atau sumber belajar alternatif yang tersedia di lingkungan sekolah.

9. Pada kelas 2 terdapat 8 tema, setiap tema terdiri atas 4 subtema. Masing masing subtema diuraikan menjadi 5 pembelajaran. Setiap pembelajaran diharapkan selesai dalam 1 hari.

10. Empat subtema yang ada direncanakan selesai dalam jangka waktu 4 minggu.

11. Kegiatan minggu iv diarahkan untuk mengasah daya nalar dan berpikir tingkat tinggi. Kegiatan dirancang untuk membuka kesempatan bertanya dan menggali informasi yang dekat dengan keseharian siswa.

12. Perkiraan alokasi waktu dapat merujuk pada struktur kurikulum. Meskipun demikian, alokasi waktu menurut mata pelajaran hanyalah petunjuk umum.

(14)

Guru diharapkan menentukan sendiri alokasi waktu berdasarkan situasi dan kondisi di sekolah dan pendekatan tematik-terpadu.

13. Pada akhir subtema buku siswa, dilengkapi dengan bahan-bahan latihan yang sejalan dengan pencapaian kompetensi. Meskipun demikian, guru dianjurkan untuk menambah bahan-bahan latihan bagi siswa dari sumber-sumber yang lain.

14. Hasil unjuk kerja siswa yang berupa karya dan bukti penilaian dapat berfungsi sebagai portofolio siswa.

15. Buatlah catatan refleksi setelah satu subtema selesai, sebagai bahan untuk melakukan perbaikan pada proses pembelajaran selanjutnya. Misalnya faktor¬-faktor yang menyebabkan pembelajaran ber langsung dengan baik, kendala¬kendala yang dihadapi, dan ide-ide kreatif untuk pengembangan lebih lanjut.

16. Libatkan semua siswa tanpa kecuali dan yakini bahwa setiap siswa cerdas dengan keunikan masing-masing. Dengan demikian, pemahaman tentang kecerdasan majemuk, gaya belajar siswa serta beragam faktor penyebab efektivitas dan kesulitan belajar siswa, sangat dibutuhkan.

17. Demi pencapaian tujuan pembelajaran, diperlukan komitmen guru untuk mendidik sepenuh hati (antusias, kreatif, penuh cinta, dan kesabaran).

Kerjasama dengan orang tua

Secara khusus, di setiap akhir pembelajaran pada buku siswa, terdapat kolom untuk orang tua dengan subjudul ‘belajar di rumah’. Kolom ini berisi informasi tentang materi yang dipelajari dan aktivitas belajar yang dapat dilakukan siswa bersama orang tua di rumah.Orang tua diharapkan berdiskusi dan terlibat dalam aktivitas belajar siswa. Guru perlu membangun komunikasi dengan orang tua sehubungan dengan kegiatan pembelajaran yang akan melibatkan orang tua dan siswa di rumah.

Beberapa singkatan nama mata pelajaran dan kepanjangannya 1. Sbdp : Seni budaya dan prakarya

2. Ppkn : Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan 3. Pjok : Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

(15)

Petunjuk Khusus

Tentang Anak Tunagrahita

Dalam bahasa Indonesia kata tuna berarti memiliki kekurangan dan grahita merupakan kata serapan dari bahasa Jawa grahito yang berarti kemampuan nalar.berpikir atau akal. Secara harfiah dapat diartikan tunagrahita adalah keterbatasan dalam kemampuan nalar. Tunagrahita dapat diartikan anak yang memiliki keterbatasan dalam dalam fungsi ntelektualnya.

Batasan ketunagrahitaan pada dewasa ini umumnya mengacu pada tiga hal yaitu:

1. Kemampuan fungsi intelektual di bawah rata-rata secara jelas artinya kecerdasannya berada minimal dua standart deviasi di bawah rata-rata.

Contohnya jika anak normal yang berusia 8 tahun dapat menyelesaikan tugas perkembangan anak umur delapan tahun, maka anak tunagrahita dengan usia delapan tahun hanya mampu menyelesaikan tugas perkembangan anak usia empat tahun.

2. Keterbatasan dalam dua atau lebih dalam perilaku adaptif maksudnya anak tersebut mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas sesuai denga usianya.

3. Termanifestasi ketunagrahitaan selama masa perkembangan (usia 0 sampai 18 tahun)

Fungsi intektual tunagrahita mengalami penyimpangan minimal dua standart deviasi di bawah kurva normal, pernyataan itu memberi tunagrahita batasan yang jelas, bahwa jika keterbatasan itu hanya sedikit saja (IQ 80) tidak digolongkan tunagrhita. Nilai 1 standar deviasai 15 point, 2 standar deviasi sama dengan 30. Jika IQ anak normal 100 maka IQ anak tunagrahita paling tinggi 70.

Dengan demikian IQ digolongkan sebagai berikut:

1. Tunagrahita ringan dengan IQ antara 55 – 70 2. Tunagrahita sedang dengan IQ antara 40 – 55 3. Tunagrahita berat dengan IQ antara 25-40 4. Tunagrahita sangat berat IQ di bawah 25

Perilaku adaptif dapat diartikan sebagai kemampuan menyesuaikan diri pada suatu situasi atau berperilaku dalam suatu masalah. Perilaku adaptif juga ditandai dengan jenis perilaku individu untuk mengubah perilaku tidak konstruktif (mengganggu) menjadi sesuatu yang lebih konstruktif. Perilaku adaptif tersebut meliputi

1. Keterampilan praktikal; aktifitas kehidupan sehari-hari, fungsi motorik, kemasyarakatan, kemampuan menolong diri sendiri, kemampuan okupasional.

2. Keterampilan konseptual; ketrampilan berbahasa peseptif dan ekspresif, kemampuan membaca dan menulis, kemampuan mengelola keuangan,

(16)

3. Keterampilan sosial; menjalin dan menjaga pertemanan, interaksi dengan sesamanya, berpartisipasi dalam kelompok, menjaga emosi, penyesuaian diri dan sosial, memecahkan masalah, pengarahan diri sendiri, tanggung jawab, sosialisasi, perkiraaan dan kontrol diri sendiri, sensitif, tidak mudah menjadi korban.

1. Tunagrahita Ringan

Secara sepintas kita sulit membedakan antara anak tunagrahita ringan dengan anak yang sebaya dengannya. Mereka umumnya memiliki penampilan fisik yang tidak terlalu berbeda dengan anak sebayanya. Demikian pula dalam lingkup pergaulan sosial. Umumnya anak tunagrahita ringan mengalami masalah yang serius dalam pendidikan ketika mereka menginjak kelas 3 atau 4 SD. Secara umum dapat dijelaskan karaktristik mereka sebagai berikut

a. Kemungkinan mengalami beberapa masalah dalam fisik, dan kematangan yang terlambat.

b. Dapat melakukan aktifitas olahraga dan sosial bersama sebayanya

c. Dapat berinteraksi dan bersahabat dengan sesama dan sebayanya, dengan kemungkinan mengalami canggung

d. Dapat menguasai kemampuan sosial dan bermasyarakat dengan baik, jika diberi pelatihan yang sesuai

e. Memerlukan bantuan untuk hidup di lingkungannya

f. Kemungkinan memerlukan bantuan finansial ketika menginjak dewasa g. Melakukan pekerjaan yang kompetitif dengan perlakuan khusus

h. Dapat diajarkan kemandirian dan kemampuan akademik fungsional 2. Tunagrahita sedang

a. Dapat berkomunikasi yang sederhana, tetapi mengalami kesulitan memahami isi pembicaraan

b. Memahami komunikasi yang sederhana karena keterbatasan kemampuan verbal

c. Memerlukan tehnik komunikasi non verbal (misalnya; bahasa isyarat dan gestures)

d. Umumnya mempunyai masalah kesehatan dan motorik serta keseimbangan.

e. Keterbatasan interaksi sosial.

f. Memerlukan bantuan dalam kegiatan hidup sehari-hari

g. Dapat mengerjakan pekerjaan yang sangat sederhana, mengikuti progress pekerjaan seperti di sheltered workshop atau lingkungan pekerjaan yang terlindung (khusus anak tunagrahita)

h. Dapat diberi pelatihan fungsional misalnya; keterampilan menolong diri sendiri.

(17)

3. Tunagrahita berat

Keberadaan tunagrahita berat pada umumnya dapat kita kenali dari perkembangan fisik dan mental sejak usia dini. Mereka mengalami keterlambatan yang signifikan dalam perkembangan berjalan dan bicara. Mereka memiliki karakteristik sebagai berikut:

a. Kemampuan berkomunikasinya sangat terbatas, sering hanya bersuara non verbal, dan tidak effektif.

b. Kemampuan motorik terbatas dan kesehatan yang rapuh c. Kemungkinan tidak terlihat kemampuan adaptasi sosialnya d. Ketergantungan penuh.

e. Tidak dapat dilatih keterampilan

f. Kemungkinan hanya dapat menguasai kemampuan dasar kehidupan.

4. Tunagrahita sangat berat

a. Sangat tergantung pada orang lain dalam segala bidang.

b. Tidak dapat memerawat diri sendiri.

c. Kesulitan dalam komunikasi verbal dan non verbal, jika dapat berkata-kata ucapannya tidak jelas.

d. Tidak dapat mengenal bahaya.

e. Tidak dapat berpartisipasi dengan kegiatan sosial Karakteristik anak tunagrahita kelas 2 SDLB.

Pada umumnya anak tunagrahita kelas 2 SDLB memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Memiliki kesulitan dalam memahami konsep abstrak 2. Mudah terganggu konsentrasi dalam belajar (distract)

3. Tidak memiliki kekuatan waktu yang lama untuk mengikuti pembelajaran pada tema/topik yang sama

4. Kesulitan mengembangkan perilaku adaptif 5. Penguasaan Bahasa yng masih sederhana

6. Membutuhkan pmbelajaran yang berulang-ulang Prinsip Pembelajaran Anak Tunagrahita

Beberapa prinsip pembelajaran bagi tunagrahita adalah:

1. Prinsip pengulangan

Anak tunagrahita memiliki karakteristik cepat lupa mengenai apa yang dipelajarinya, maka dalam mengajar mereka membutuhkan pengulangan- pengulangan disertai contoh yang bervariasi. Pembelajaran anak tunagrahita tidak maju atau pindah ke materi berikutnya sebelum guru yakin betul bahwa anak telah benar-benar memahami materi yang dipelajarinya.

(18)

2. Prinsip keperagaan

Anak Tunagrahita mengalami keterbatasan dalam berpikir abstrak. Pembelajaran bagi anak tunagrahita membutuhkan sesuatu yang dikonkritkan untuk itu dibutuhkan alat peraga. Selain memudahkan anak tunagrahita memahami sesuatu dengan konkrit juga untuk menghindari terjadinya verbalisme.

3. Prinsip skala perkembangan mental,

Prinsip ini menekankan pada pemahaman mengenai usia kecerdasan anak tunagrahita. Dengan memahami usia ini guru dapat menentukan materi pelajaran yang sesuai dengan usia mental anak tunagrahita tersebut. Dengan demikian, anak tunagrahita dapat mempelajari materi yang diberikan guru.

4. Prinsip individualisasi

Prinsip ini menekankan perhatian pada perbedaan individual anak tunagrahita.

Anak tunagrahita belajar sesuai dengan iramanya sendiri. Namun, ia harus berinteraksi dengan teman atau dengan lingkungannya. Jadi, ia tetap belajar bersama dalam satu ruangan dengan kedalaman dan keluasan materi yang berbeda.

5. Prinsip kecekatan motorik tunagrahita.

Melalui prinsip ini anak tunagrahita dapat mempelajari sesuatu dengan melakukannya. Di samping itu dapat melatih motorik anak terutama untuk gerakan yang kurang mereka kuasai.

6. Prinsip korelasi.

Maksud prinsip ini adalah bahan pelajaran dalam bidang tertentu hendaknya berhubungan dengan bidang lainnya atau berkaitan langsung dengan kegiatan kehidupan sehari-hari anak tunagrahita.

7. Prinsip pembelajaran bertahap.

Prinsip ini menghendaki agar dalam memberikan pembelajaran pada anak tunagrahita diberikan secara bertahap yakni tugas-tugas itu dirinci dan diberikan setahap-demi setahap. Misalnya dalam hal menulis abjad dapat dimulai dengan menebalkan abjad dengan pensil, menghubungan titik-titik dari huruf tersebut dan pada akhirnya menulis dengan contoh.

(19)

Panduan Penilaian

A. Teknik dan Instrumen Penilaian

Secara umum, terdapat berbagai teknik penilaian yang dapat digunakan, antara lain:

1. Tes (tertulis, lisan, dan praktik atau unjuk kerja)

2. Teknik observasi atau pengamatan yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar pembelajaran

3. Teknik pemberian tugas untuk perorangan atau kelompok yang dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek.

Di dalam Buku Panduan Guru ini, teknik penilaian yang dikembangkan, yaitu:

1. Tes (tertulis dan unjuk kerja) 2. Observasi (pengamatan) 3. Tugas/proyek

Instrumen Penilaian

1. Instrumen tes tertulis dalam bentuk soal.

Penilaian dilakukan dengan cara menghitung jumlah jawaban benar dari soal yang tersedia.

2. Teknik Observasi atau pengamatan

Instrumen observasi atau pengamatan berbentuk lembar observasi.

3. Instrumen unjuk kerja dalam bentuk Rubrik Penilaian.

Tabel 1 Contoh Rubrik Penilaian Bernyanyi

No. Kriteria Sangat Baik Baik Cukup Perlu

Bimbingan

4 3 2 1

1. Kemampuan Bernyanyi

Mememnuhi 3 aspek (menirukan dengan sesuai lagu, nada tepat, dan ekspresif)

Memenuhi 1 dari 3 aspek

Belum mampu memenuhi 3 aspek

Tidak

memenuhi 3 komponen

2. Kepercayaan Diri

Percaya diri, intonasinya bagus,

penghayatan bagus

Percaya diri, intonasi dan penghayatan biasa

Memerlukan bantuan guru

Belum berani tampil

bernyanyi

(20)

Pedoman Penskoran:

Rumus perhitungan sebagai berikut:

Jumlah skor yang diperoleh siswa × Skor ideal 100

Keterangan:

a. Jumlah skor yang diperoleh siswa adalah jumlah skor yang diperoleh siswa dari kriteria 1 dan kriteria 2.

b. Skor ideal adalah perkalian dari banyaknya kriteria dengan skor tertinggi.

Pada contoh ini, skor ideal = 2 x 4 = 8.

Perhitungan nilai akhir siswa:

× ×

7 8

Doni = 100 = 87, 5 Eli = 100 = 100

8 8

Rubrik: Keterampilan Menggambar Garis

Tabel 2 Contoh Rubrik Keterampilan Menggambar Garis

No. Kriteria Sangat Baik Baik Cukup Perlu

Bimbingan

4 3 2 1

1.

Kemampuan dalam

hal: Tebal, rapi, jelas, mengikuti garis dan pola tidak menembus kertas

Memenuhi 3 aspek kemampuan

Memenuhi 2 aspek kemampuan

Belum mampu memenuhi semua aspek

Belum mampu memenuhi semua aspek

2.

Kepercayaan Diri

Percaya diri, tampil sepenuh hati

Percaya diri, cukup percaya diri

Memerlukan bantuan guru

Belum berani tampil

Pedoman Penskoran:

Rumus perhitungan sebagai berikut:

Jumlah skor yang diperoleh siswa × Skor ideal 100

Keterangan:

a. Jumlah skor yang diperoleh siswa adalah jumlah skor yang diperoleh siswa dari kriteria 1 dan kriteria 2.

(21)

b. Skor ideal adalah perkalian dari banyaknya kriteria dengan skor tertinggi.

Pada contoh ini, skor ideal = 2 x 4 = 8.

Perhitungan nilai akhir siswa:

× ×

7 8

Edi = 100 = 87, 5 Lani = 100 = 100

8 8

B. Penilaian Sikap atau Karakter Siswa

1. Pada semester 2, berbagai sikap atau nilai karakter yang akan dikembangkan meliputi: jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri, patuh terhadap tata tertib, teliti, kasih sayang, kerja sama, menghargai, dan sebagainya.

2. Untuk mencapai sikap atau nilai karakter tersebut, selain dilakukan secara tidak langsung melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang dilakukan, guru diharapkan dapat melakukan penilaian secara langsung atas ketercapaian nilai karakter tertentu pada diri siswa. Langkah-langkah di bawah ini dapat dijadikan pertimbangan untuk melakukan penilaian.

a. Mengingat kendala yang ada, terutama ketersediaan waktu, maka dalam 1 semester, guru dapat menentukan 2 atau 3 nilai karakter yang akan dikembangkan dan dinilai secara langsung. Jenis karakter yang akan dikembangkan, hendaknya menjadi keputusan sekolah, meskipun tidak menutup kemungkinan, dalam satu kelas ada tambahan 1 atau 2 nilai karakter lain, sesuai dengan kebutuhan di kelas tersebut.

b. Misalnya dalam semester 2 ini, nilai karakter yang akan dikembangkan adalah:

• disiplin • Kerja sama • Percaya diri • Bersyukur

c. Setiap karakter dibuatkan indikator.

Contoh indikator disiplin dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 3 Indikator sikap sosial yang dikembangkan Nilai Karakter yang

Dikembangkan Definisi Indikator

Disiplin Ketaatan atau kepatuhan terhadap peraturan

• Kehadiran ke sekolah tepat waktu

• Senantiasa menjalankan tugas piket

• Menyelesaikan tugas sesuai waktu yang disepakati

(22)

d. Kembangkan instrumen penilaian, misalnya lembar pengamatan.

Contoh lembar observasi

Nama : Ely

Kelas : 2 Tunagrahita

Pelaksanaan Pengamatan : di luar pembelajaran Tabel 4 Contoh lembar observasi.

No. Aspek yang diamati Tanggal Catatan Daster

Catatan:

• Pelaksanaan pengamatan diisi kegiatan saat pembelajaran dan di luar pembelajaran. Hasil observasi dirangkum dalam format jurnal perkembangan sikap.

• Selain observasi, penilaian sikap dapat dikonfirmasi melalui penilaian diri dan penilaian antarteman

Lembar Penilaian Diri (Bila diperlukan) Sikap Jujur

Nama Teman yang Dinilai : ....

Nama Penilai : ....

Kelas : ....

Semester : ....

Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan teman yang sebenarnya.

Tabel 5. Contoh lembar penilaian diri.

No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya tidak menyontek pada saat mengerjakan ulangan

2. Saya menyalin karya orang lain dengan menyebutkan sumbernya pada saat mengerjakan tugas

3. Saya melaporkan kepada yang berwenang jika menemukan barang

4. Saya berani mengakui kesalahan yang saya dilakukan 5. Saya mengerjakan soal ujian tanpa melihat jawaban

teman yang lain

(23)

Lembar Penilaian Diri (Penunjang/bila diperlukan) Nama : ....

Kelas : ....

Semester : ....

Waktu Penilaian : ....

Petunjuk:

• Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti.

• Berilah tanda cek ( ) sesuai dengan kondisi dan keadaankalian sehari-hari.

No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh 2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh

perhatian

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu

4. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami

5. Saya berperan aktif dalam kelompok 6. Saya menyerahkan tugas tepat waktu

7. Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya anggap penting

8. Saya merasa menguasasi dan dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik

9. Saya menghormati dan menghargai orang tua 10. Saya menghormati dan menghargai teman

11. Saya menghormati dan menghargai guru

Contoh Lembar Penilaian Antar Teman (Bila Diperlukan) Sikap Disiplin

Petunjuk :

Berilah tanda cek ( ) pada kolom skor sesuai sikap tanggung jawab yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut:

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan

2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan

1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

(24)

Nama Peserta Didik yang dinilai : ....

Kelas : ....

Tanggal Pengamatan : ....

Materi Pokok : ....

Contoh jurnal sikap spiritual (K 1) Nama Sekolah :

Kelas/Semester : Tahun Pelajaran :

Tabel 6. Contoh jurnal sikap spiritual (K 1)

No. Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap

1.

16-8-2017

18-8-2017

Edi Menerima keadaan dirinya dengan sepenuh hati tidak malu karena ketunaanya.

Bersyukur

Nani Selalu menjalankan ibadah tepat waktu

Ketaatan beribadah

2. ... ... ... ...

... ... ...

Contoh jurnal sikap Sosial (KD 2) Nama Sekolah :

Kelas/Semester : Tahun Pelajaran :

(25)

Tabel 7 Jurnal sikap sosial.

No. Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap

1.

16-8-2017 Doni Menemukan uang di halaman sekolah, dan di serahkan kepada guru.

Jujur

Edi Mengakui belum

menyelesaikan tugas karena tertidur

2. 18-8-2017

Nani Terlambat datang ke sekolah

Disiplin Eli selalu datang ke sekolah

tepat waktu

3. ... ...

meminta maaf karena lupa membawa alat-alat untuk menggambar

Jujur

4. ...

... Terlambat datang ke

sekolah Disiplin

...

Berbicara dengan

lancar dan lantang saat presentasi kartu nama

Percaya diri

5. ...

... Berbicara kasar saat

temannya meminta tolong Disiplin ... Terlambat datang ke

sekolah Santun

6. ...

... Terlambat datang ke

sekolah Disiplin

...

Mengajukan diri untuk lomba bernyanyi mewakii kelas 1

Percaya diri

7. ... ... tidak mau mengerjakan

tugas Disiplin

(26)

Tabel 8 Kompetensi Inti

Kompetensi Inti Kelas 2

1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.

2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.

3.

Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.

4.

Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

(27)

PEMETAAN KI–KD KURIKULUM 2013 Kelas : 2

Jenis Ketunaan : Tunagrahita Tema : 1 Hidup Sehat

Tabel:9. Pemetaan KI - KD

No. Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD) Indikator 1. PPKn

3. Memahami

pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan

menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah

3.1. Menguraikan hubungan gambar pada lambang Negara dengan sila-sila Pancasila

3.1.1. Mengenal hubungan gambar padi dan kapas pada lambang Negara dengan sila kelima Pancasila 3.2. Menggali aturan

dan tata tertib yang berlaku di lingkungan sekolah

3.2.1. Mengenal aturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan sekolah.

3.2.2.Menyebutkan aturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan sekolah.

3.4. Memahami makna bersatu dalam keberagaman di sekolah

3.4.1. Menyebutkan makna bersatu dalam keberagaman di sekolah

4. Menyajikan

pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang

mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4.1. Menceritakan hubungan gambar pada lambang Negara dengan sila-sila pancasila

4.2. Melakukan kegiatan sesuai aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah

4.4. Menampilkan hidup bersatu dalam keberagaman di sekolah

4.1.1. Menceritakan hubungan gambar padi dan kapas pada lambang Negara dengan sila kelima Pancasila

4.2.1. Menunjukkan kegiatan yang sesuai dengan aturan dan tata tertib.

4.4.1. Mengenal hidup bersatu dalam keberagaman di sekolah

(28)

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin tanggung jawab, santun,

peduli,dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru

2.1. Menyetujui adanya hubungan simbol pada lambang Negara dengan sila-sila Pancasila

2.2. Menjalankan aturan yang berlaku di rumah dan tata tertib yang berlaku di sekolah 2.3. Mendukung

keberagaman

karakteristik individu di sekolah

2.4. Mengamalkan sikap persatuan dalam keberagaman di sekolah

2.1.1. Menyetujui adanya hubungan simbol gambar padi dan kapas pada lambang 2.2.1. Menyetujui aturan

dan tatatertib tentang cara hidup sehat diantaranya dengan tidak merokok 2.3.1. Mengenal

keberagaman karakteristik individu di sekolah 2.3.2. Menyebutkan

keberagaman karakteristik individu di sekolah 2.4.1. Menyetujui adanya

hubungan antara hidup sehat dengan menjaga kebersihan di lingkungan

sekolah 1. Menerima dan

menjalankan ajaran agama yang dianutnya

1.2. Menghargai aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah

1.2.1. Merembuk adanya hubungan antara aturan dan

tatatertib dengan hidup sehat tanpa asap rokok.

1.3. Menyenangi keberagaman

karakteristik individu di sekolah

1.3.1 keberagaman karakteristik individu di sekolah 1.4. Bersyukur kepada

Tuhan Yang Maha Esa dengan adanya persatuan dalam keberagaman di sekolah

1.4.1 rasa syukur kepada Tuhan yang maha esa dengan adanya persatuan dalam keberagaman

2. Bahasa Indonesia 3. Memahami

pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan

menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, serta benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah

3.2 Memahami teks petunjuk sederhana tentang pemeliharaan kesehatan dalam bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis yang dibantu dengan kosakata bahasa daerah

3.2.1 Mengenal anggota badan yang

perlu dijaga kebersihannya

(29)

3.2.2 Menyebutkan

manfaat mandi pagi dan menggosok gigi yang benar

3.2.3 Menyebutkan cara membersihkan kuku, rambut dan kaki.

3.2.4 Menyebutkan cara makan dan minum yang benar

3.2.5 Menunjukkan pakaian yang dipakai sehari-hari baik di rumah dan di sekolah

3.2.6 Menyebutkan nama pakaian yang dipakai di rumah dan di sekolah 3.2.7 Menyebutkan cara

menjaga kebersihan pakaian

3.2.8 Menyebutkan cara menjaga kebersihan sepatu.

3.2.9 Mengenal makanan sehat dengan gizi yang seimbang 3.2.10 Menyebutkan makanan sehat dengan gizi yang seimbang

3.2.11 Menunjukkan jenis makanan sehat gizi yang seimbang 3.2.12 Menyebutkan jenis

makanan sehat gizi seimbang

3.2.13 Menunjukkan makanan dan minuman yang sehat untuk

dikonsumsi melalui kegiatan mengamati gambar.

(30)

3.2.14 Menyebutkan ciri-ciri makanan dan minuman yang sudah kadaluwarsa dengan cara meniru ucapan guru.

3.2.15. Mengenal ciri- ciri makanan dan minuman yang sehat melalui kegiatan menebalkan tulisan.

3.2.16 Menunjukkan tentang perlunya menjaga kebersihan kamar mandi.

3.2.17 Menyebutkan tentang cara

menjaga kebersihan kamar mandi.

3.2.18 Menunjukkan cara menjaga pola makan dengan bimbingan guru 3.2.19 Menyebutkan

cara menjaga pola makan dengan bimbingan guru 3.2.20 Mengenal hidup

sehat di sekolah dengan belajar cara mencuci tangan dan menggosok gigi 3.2.21 Menyebutkan

cara hidup sehat di sekolah dengan belajar mencuci tangan dan menggosok gigi.

3.2.22 Menunjukkan cara BAB dan BAK di wc sekolah melalui kegiatan mengamati gambar.

3.2.23 Menyebutkan hidup sehat di sekolah tentang BAB dan BAK di wc.

(31)

4. Menyajikan

pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang

mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4.2 Mempraktikkan teks petunjuk sederhana tentang pemeliharaan kesehatan dalam bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis yang dibantu dengan kosakata bahasa daerah

4.2.1 Meniru ucapan tentang anggota badan yang perlu dipelihara kebersihannya.

4.2.2 Menebalkan tulisan yang terkait dengan cara mandi dan menggosok gigi yang benar

4.2.3 Menulis dengan cara menghubungkan titik-titik kata yang terkait dengan kebersihan kuku, rambut, dan kaki 4.2.4 Menebalkan tulisan

yang terkait dengan cara makan yang benar

4.2.5 Meniru ucapan tentang nama pakaian yang dipakai di rumah dan di sekolah 4.2.6 Menulis dengan

cara menebalkan nama pakaian yang dipakai di rumah dan di sekolah

4.2.7 Menulis dengan cara menghubungkan titik-titik kata- kata yang tgerkait dengan cara

menjaga kebersihan pakaian

4.2.8 Menebalkan tulisan yang terkait dengan cara menjaga kebersihan sepatu, topi dan dasi

(32)

4.2.9 Meniru ucapan tentang makanan sehat dengan gizi yang seimbang 4.2.10 Menebalkan tulisan

yang terkait dengan makanan sehat gizi seimbang

4.2.11 Menulis dengan cara menghubungkan titik-titik kata yang terkait dengan jenis makanan sehat gizi seimbang

4.2.12 Menebalkan tulisan yang terkait dengan jenis makanan sehat gizi seimbang

4.2.13 Mengucapkan ciri makanan dan minuman yang sehat untuk dikonsumsi.

4.2.14 Meniru ucapan guru tentang makan dan minuman yang sudah kadaluwarsa.

4.2.15 Menulis dengan cara menebalkan kata-kata yang terkait dengan ciri- ciri makanan dan minuman yang tidak kadaluwarsa.

4.2.16 Meniru ucapan tentang cara

menjaga kebersihan kamar mandi

4.2.17 Menebalkan tulisan yang terkait dengan cara menjaga kebersihan kamar mandi

4.2.18 Meniru ucapan guru tentang pola makan dan cara menjaganya

(33)

4.2.19 Menulis dengan cara menebalkan kata-kata yang terkait cara menjaga pola makan

4.2.20 Meniru ucapan guru tentang hidup sehat di sekolah dengan belajar mencuci tangan dan menggosok gigi 4.2.21 Menebalkan tulisan

yang terkait dengan mencuci tangan dan menggosok gigi 4.2.22 Mengucapkan

ciri BAB dan BAK di wc sekolah yang mencerminkan hidup sehat.

4.2.23 Menulis dengan cara menebalkan kata-kata yang terkait dengan ciri- ciri BAB dan BAK di wc sekolah.

3. Matematika 3. Memahami

pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan

menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah

3.1 Mengenal bilangan asli sampai 20 dengan menggunakan benda- benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain

3.1.1 Menyebut secara sederhana bilangan asli sampai 20 dengan menggunakan jenis bahan makanan dari biji-bijian seperti padi, kedelai, jagung, dan kacang hijau.

3.1.2. Menunjukkan secara sederhana bilangan asli sampai 20 dengan menggunakan jenis bahan makanan dari biji-bijian seperti padi, kedelai, jagung, dan kacang hijau.

(34)

3.1.3 Menunjukkan

bilangan asli sampai dengan 20 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain 3.1.4 Menyebutkan

bilangan asli sampai dengan 20 dengan menggunakan kartu bilangan

3.1.5 Menunjukkan

bilangan asli sampai dengan 20 dengan menggunakan kartu bilangan

3.1.6 Menunjukkan

bilangan asli sampai dengan 20 dengan menggunakan kartu bilangan

3.1.7 Menyebutkan

bilangan asli sampai dengan 20 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar sekolah

4. Menyajikan

pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang

mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4.1 Membilang bilangan asli sampai 20

dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain

4.1.1. Membilang bilangan asli sampai 20 dengan menggunakan jenis bahan makanan dari biji-bijian seperti padi, kedelai, jagung, dan kacang panjang

4.1.2 Membedakan dengan bahasa yang sederhana bilangan asli sampai dengan 20 dengan memanfaatkan jenis bahan makanan dari biji-bijian

(35)

4.1.3 Membilang bilangan asli sampai 20 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar

rumah, sekolah, dan tempat bermain 4.1.4 Membilang

bilangan asli sampai 20 dengan menggunakan kartu bilangan

4.1.5 Menghitung bilangan asli dari angka 1 sampai 20 dengan

menggunakan batu yang ada disekitar rumah.

4.1.6 Membilang bilangan asli sampai 20 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar sekolah

4. SBdP

3. Memahami

pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan

menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah

3.3 Mengenal lagu

bertanda birama tiga 3.3.1 mengenal secara sederhana bertanda birama pada lagu garuda pancasila 3.3.2 Menunjukkan

irama lagu “Garuda Pancasila”

(36)

3.3.3.Mengenal secara sederhana

lagu”Kasih Ibu”

3.3.4. Menyebutkan lagu anak

sederhana”Kasih Ibu”

3.3.5 Mengenal lagu anak sederhana”Bangun Tidur”

3.3.6. Menyebutkan syair lagu anak”Bangun Tidur”

3.4 Mengenal gerak bagian-bagian

anggota tubuh dengan berpindah tempat

3.4.1. Mengenal anggota badan yang

bergerak saat mandi dan menggosok gigi.

3.4.2 Menyebutkan dengan cara meniru ucapan anggota tubuh yang bergerak saat membersihkan kuku, rambut dan kaki

3.4.3 Mengenal gerak anggota tubuh saat menyapu halaman rumah dengan cara menebalkan kata-kata yang terkait dengan kata menyapu.

3.4.4 Menyebutkan anggota tubuh yang bergerak saat membersihkan rumput dengan cara menghubungkan titik-titik pada kata- kata yang telah tersedia.

3.4.5 Mengenal gerak bagian-bagian anggota tubuh saat belajar menebalkan kata-kata yang terkait dengan ciri makanan dan minuman yang tidak kadaluwarsa

(37)

3.4.6 Mengenal gerak anggota tubuh disaat meniru ucapan guru.

3.4.7 Mengenal gerak anggota tubuh saat melompat dan berjalan.

3.4.8 Menyebutkan anggota tubuh yang bergerak saat melompat dan berjalan

3.4.9 Mengenal gerak anggota tubuh saat menebalkan tulisan yang terkait dengan olah raga senam irama.

3.4.10 Menyebutkan anggota tubuh yang bergerak saat menghubungkan titik-titik pada kata- kata yang terkait dengan olah raga senam berirama.

3.4.11. Mengenal gerak anggota tubuh saat mencuci tangan dan menggosok gigi 3.4.12 Menunjukkan

anggota tubuh yang bergerak saat mencuci tangan dan menggosok gigi.

3.4.13 Mengenal karya kerajinan tangan yaitu huruf dari batu kerikil yang diberi warna.

3.4.14 Menunjukkan bahan dan alat yang digunakan untuk membuat kerajinan tangan dari bahan alami tersebut.

(38)

3.5 Mengenal kerajinan

dari bahan alam 3.5.1. Mengenal desain baju , sepatu, topi dari daun kering 3.5.2. Menyebutkan

jenis daun yang bisa dijadikan keterampilan desain baju, sepatu, topi dari daun

3.5.3 Menunjukkan kerajinan ekspresi wajah dari daun dan biji bahan makanan seperti, padi,

kedelai, jagung, dan kacang hijau

3.5.4 Mengenal kerajinan ekspresi wajah dari daun dan biji bahan makanan seperti, padi, kedelai, jagung, dan kacang hijau

3.5.5 Menyebutkan secara sederhana cara membuat kerajinan ekspresi wajah dari bahan biji-bijian 3.5.6. Mengenal cara

menjaga kebersihan makanan pokok seperti nasi dan lauk-pauk melalui kegiatan mewarnai gambar.

3.5.7. Mengenal cara menjaga kebersihan minuman

melalui kegiatan menebalkan tulisan 3.5.8 Mengenal cara

menjaga kebersihan sayuran dan

buah-buahan melalui kegiatan keterampilan menempelkan gambar dalam pola.

(39)

3.5.9. Mengenal kerajinan tangan berupa gambar padi dan kapas dari bahan biji-bijian

3.5.10. Menyebutkan jenis biji-bijian yang dapat digunakan untuk membuat kerajinan gambar padi dan kapas dari biji-bijian.

3.5.11. Mengenal cara menjaga kebersihan badan melalui kegiatan mewarnai gambar anak yang sedang mandi.

3.5.12. Mengenal cara menjaga kebersihan badan melalui kegiatan menebalkan tulisan.

3.5.13 Mengenal karya kerajinan tangan berupa gelang dari biji kedelai dan kacang panjang.

3.5.14 Menyebutkan cara membuat karya kerajinan tangan berupa gelang dari biji kedelai dan kacang panjang.

3.5.15. Mengenal kantin sehat di sekolah melalui kegiatan mengamati gambar yang disediakan guru.

3.5.16. Menunjukan gambar tentang kantin sehat di sekolah melalui kegiatan menempel gambar pada

pola yang telah disediakan guru.

(40)

3.5.17. Mengenal kerajinan tangan dekorasi dari batu kerikil yang diberi warna.

3.5.18. Menyebutkan jenis batu yang dapat dijadikan karya kerajinan tangan dekorasi batu.

4. Menyajikan

pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang

mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4.3 Menyanyikan lagu

bertanda birama tiga 4.3.1 Menirukan irama lagu”Garuda Pancasila

4.3.2. Mengikuti irama lagu”Garuda Pancasila

4.3.3 Menirukan irama lagu anak ”Kasih Ibu”

4.3.4. Mengikuti irama lagu anak ”Kasih ibu”.

4.3.5 Memilih batu yang sesui untuk membuat kerajinan tangan berupa kepik dengan bantuan guru.

4.3.6. Membuat kerajinan tangan berupa kepik dari batu dengan bantuan dan bimbingan guru 4.3. 7. Menulis syair lagu

anak :”Bangun Tidur” dengan menebalkan tulisan.

(41)

4.3.8 Menyanyikan lagu anak:”Bangun Tidur”

dengan bantuan dan bimbingan guru.

4.4 Melakukan gerak bagian-bagian

anggota tubuh dengan berpindah tempat

4.4 1. Melakukan contoh gerak bagian

anggota tubuh saat membersihkan badan.

4.4.2. Melakukan gerak anggota tubuh saat membersihkan kuku, rambut. dan kaki

4.4.3 Menebalkan kata- kata yang terkait dengan kegiatan menyapu halaman.

4.4.4 Menghubungkan titik-titik pada kata yang terkait dengan kebersihan rumput 4.4.5 Melakukan gerak

anggota tubuh disaat belajar menebalkan kata- kata

4.4.6 Melakukan gerak anggota tubuh disaat menirukan ucapan guru.

4.4 7. Melompat pada tempat yang lunak seperti pasir.

4.4.8 Berjalan sambil mengenal anggota tubuh yang

bergerak.

4.4.9 Melakukan gerak bagian-bagian anggota tubuh dengan berpindah tempat

(42)

4.4.10 Menghubungkan titik-titik pada kata- kata yang terkait dengan kegiatan olah raga senam yang berirama.

4.4.11 Meniru ucapan guru tentang anggota tubuh yang bergerak saat mencuci tangan dan menggosok gigi.

4.4.12 Mempraktekkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi terkait dengan anggota tubuh mana yang bergerak saat beraktifitas tersebut.

4.4.13 Memilih batu kerikil dan menyiapkan bahan untuk

membuat kerajinan tangan tersebut.

4.4.14 Membuat kerajinan tangan yaitu huruf dari batu kerikil yang diberi warna 4.5.1 Memilih berbagai jenis daun untuk dijadikan desain baju, sepatu, dan topi.

4.5. Membuat kerajinan

dari bahan alam 4.5.1 Memilih berbagai jenis daun untuk dijadikan desain baju, sepatu, dan topi.

4.5.2 Membuat desain baju, sepatu dan topi dari daun.

4.5.3 Memilih berbagai jenis biji-bijian yang dapat digunakan untuk membuat kerajinan ekspresi wajah dari biji- bijian

Referensi

Dokumen terkait

selengkapnya. 3) Gambar harus mudah dibaca dan memberikan pengertian jelas. 4) Setiap gambar plan dan isometrik dapat dibuat beberapa spool. 5) Gambar spool tak berskala,

Dengan ini diberitahukan bahwa setelah diadakan evaluasi atas Dokumen Kualifikasi Seleksi Umum Pengadaan Jasa Konsultansi oleh Pokja Jasa Konsultansi ULP Kabupaten Bolaang

Untuk memperkuat analisis guna menentukan apakah ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen (nilai EVA positif dan nilai EVA negatif) terhadap variabel

Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa Kelurahan Pasar Tanjung Enim merupakan daerah yang menjadi pusat pertumbuhan sekitar PT Bukit Asam Tanjung

TARI RAHWANA GANDRUNG DI SANGGAR NYIMAS SEKAR PUJI ASMARA DESA CANGKOL KOTA CIREBONa. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dari penelitian yang sudah dilakukan, dengan memvariasikan waktu pengadukan dalam proses pembuatan biodiesel dari minyak goreng bekas dan metanol selama 1 jam dengan

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sebagai lembaga independent dan mitra setaraf dengan Gubenur dan Dewan Perwaki- lan Rakyat Aceh (DPRA) telah memberikan peran yang

kewajiban pihak keluarga perempuan yang membayar calon suaminya dengan jumlah disesuaikan dengan status sosial yang disandang. Uang yang dibayarkan kepada pihak