31
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Diagram Alir Penelitian
Pada penelitian ini tahapan pekerjaannya dapat dijadikan diagram alir penelitian yang akan ditampilkan pada Gambar 3.1.
32
Diagram alir penelitian diatas disusun berdasarkan studi pustaka yang sudah dibahas sebelumnya, dan bertujuan untuk memudahkan dalam pembahasan dan proses analisa pada penelitian ini. Penjabaran diagram alir tersebut adalah sebagai berikut:
a. Melakukan pengambilan data baik data primer maupun data sekunder yang mana terdiri dari:
1. Data Primer: Kondisi geometrik jalan eksisting, dan data lalu lintas jalan.
2. Data Sekunder: Kondisi sosio-ekonomi, data tingkat kecelakaan, data daya dukung tanah, data harga lahan dan data topografi.
Lakukan pengecekan berulang terkait kelengkapan data yang dibutuhkan. b. Melakukan analisa menggunakan data yang telah dikumpulkan sebelumnya
yang mana proses ini terdiri dari: 1. Analisa data statistik. 2. Analisa lalu lintas. 3. Analisa geometrik.
c. M h “Without Project” “With Project”. Maksud dari proses “With Project” disini yaitu perlu dilakukannya opsi pengembangan untuk meningkatkan kualitas lalu lintas jalan yang ada, yang mana terdiri dari dua opsi yaitu pelebaran jalan eksisting atau perancangan ulang trase baru jalan lingkar.
d. Memperkirakan biaya kontruksi dari opsi yang dipilih pada “With Project” dengan melakukan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari konstruksi yang akan di rencanakan.
e. Melakukan studi kelayakan ekonomi yang mana terdiri dari analisa net present value (NPV), benefit cost ratio (BCR) dan internal rate of return I “With Project”.
f. Melakukan analisa multi kriteria untuk menentukan opsi prioritas berdasarkan analisa yang telah dilakukan.
33
3.2. Lokasi Penelitian
Lokasi pengambilan data penelitian ini dilakukan di daerah Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus Provinsi lampung. Secara geografis Kabupaten Tanggamus terletak pada k ° 8’ - ° ’ ° ’ - ° 6’ L Selatan. Untuk melihat lokasi penelitian secara jelas dapat dilihat pada gambar 3.2 dan 3.3.
Gambar 3. 2. Lokasi Penelitian di Provinsi Lampung (Sumber: Google Maps, 2020)
Gambar 3. 3. Lokasi Penelitian (Sumber: Google Maps, 2020)
34
3.3. Pengambilan Data
Pengambilan data yang dilakukan pada penelitian ini dibagi menjadi 2 (dua) jenis data yaitu:
a. Data Primer; dan b. Data Sekunder.
Data-data diatas dapat dijabarkan berdasarkan jenis data dan sumber data nya pada tabel 3.1. dibawah ini:
Tabel 3. 1. Data-data terkait penelitian
No Nama Data Sumber Jenis Data
1
Data Lalu Lintas pada beberapa ruas Jalan di
Kecamatan Gisting
Survei Traffic Counting Primer
2
Data Geometrik Jalan pada titik survey di ruas
Jalan Raya Gisting
Pengukuran Lapangan Primer
3 Data Harga Tanah Kecamatan Gisting
Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten
Tanggamus
Sekunder
4
Data Daya Dukung Tanah (California
Bearing Ratio)
Konsultan PT. Arkonin (2017) Sekunder
5 Data Sosio Ekonomi Kecamatan Gisting
Badan Pusat Statistik
(https://tanggamuskab.bps.go.id/) Sekunder 6 Data Topografi Kecamatan Gisting SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) http://srtm.csi.cgiar.org/srtmdata/ Sekunder 7 Data Tingkat Kecelakaan di ruas Jalan
Raya Gisting
Polisi Resor Tanggamus Sekunder
3.3.1. Data Primer
Data primer merupakan data pokok yang dibutuhkan dalam melakukan penelitian ini, terdapat beberapa data primer yang kita butuhkan pada penelitian ini yaitu data lalu lintas, data geometrik eksisting jalan, data harga tanah/lahan, dan data daya dukung tanah pada lokasi studi.
35 a. Data Lalu Lintas
Pada penelitian ini data lalu lintas diambil dengan cara melakukan survei pada suatu titik di ruas Jalan Raya Gisting yang telah di tentukan sebelumnya. Titik tersebut dapat dilihat pada gambar 3.10 selanjutnya.
Pengambilan data lalu lintas dilakukan di titik survei pada hari yang berbeda dengan penjabaran sebagai berikut :
1. Hari pertama yaitu pada hari Jumat (Weekday), tanggal 10 Juli 2020 pengambilan data traffic counting di ruas Jalan Raya Gisting dimulai pada hari yaitu pukul 05.00 sampai dengan malam pukul 22.00 WIB.
2. Hari kedua yaitu pada hari Sabtu (Weekday), tanggal 11 Juli 2020 pengambilan data traffic counting di ruas Jalan Raya Gisting dimulai pada hari yaitu pukul 05.00 sampai dengan malam pukul 22.00 WIB.
Pemilihan waktu survei dilakukan dari jam 05.00 sampai jam 22.00 WIB dengan mengasumsikan bahwa pada jam-jam tersebutlah pergerakan tertinggi terjadi. Proses pengambilan data lalu lintas pada penelitian ini dilakukan dengan metode manual counting dengan cara hitungan manual di lapangan dan menggunakan form seperti pada gambar 3.4. dibawah ini:
Gambar 3. 4. Form Traffic Counting
36
Dalam melakukan proses pengambilan data, jenis kendaraaan yang di tinjau menurut MKJI (1997) dimana jenis kendaraan dibagi menjadi 3 golongan kendaraan dan kendaraan tidak bermotor dihitung sebagai hambatan samping. Pengolongan jenis kendaraan sebagai berikut :
1. Kendaraan ringan (LV)
Indeks untuk kendaraan bermotor dengan 4 roda (mobil penumpang). Termasuk mobil penumpang, mini bus, pick up, truk kecil dan jeep.
2. Kendaraan berat (HV)
Indeks untuk kendaraan bermotor dengan roda lebih dari empat truk 2 gandar, truk 3 gandar dan kombinasi yang sesuai. Termasuk truk dan bus. 3. Sepeda motor (MC)
Indeks untuk kendaraan bermotor dengan 2 roda. 4. Kendaraan tidak bermotor
Termasuk di dalamnya becak, delman, dan sepeda.
Gambar 3. 5. Sepeda Motor (MC)
37
Gambar 3. 7. Kendaraan Berat (HV)
Gambar 3. 8. Kendaraan Tidak Bermotor
b. Data Geometrik Eksisting
Data geometrik eksisting yang di ukur disini terdiri dari lebar jalan, lebar lajur, lebar badan jalan, lebar median, lebar bahu jalan, lebar drainase, ruang milik jalan (rumija), ruang manfaat jalan (rumaja) dan ruang pengawasan jalan (ruwasja). Yang dapat di lihat dengan lebih jelas seperti pada gambar 3.9. dibawah ini.
38
Gambar 3. 9. Penampang Melintang Jalan Tanpa Median
Dalam pengambilan data ini ditentukan suatu titik sebagai lokasi pengambilan geometrik dan lalu lintas jalan, yaitu :
1. Ruas Jalan Raya Gisting.
Pengukuran geometrik jalan eksisting berlokasi di Jalan Raya Gisting Kabupaten Tanggamus. Pengambilan data geometrik dilakukan pada hari Sabtu, 11 Juli 2020 di Jalan Raya Gisting pada pukul 05.25 WIB.
Gambar 3. 10. Titik Lokasi Pengukuran (Sumber: Google Maps,2020)
39
Gambar 3. 11. Lokasi Titik Pengukuran
Gambar 3. 12. Pengukuran Geometri Jalan di Titik Pengukuran
Pengambilan data geometrik dilakukan dengan bantuan alat yaitu pita ukur dengan panjang maksimum 50 meter. Pengambilan data geometrik diusahakan saat kondisi jalan sedang sepi kendaraan yang melintas dengan alasan keamanan dan agar tidak mengganggu pengendara.
40
Gambar 3. 13. Pita Ukur Panjang 50 meter
3.3.2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data pendukung yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Data ini terdiri dari empat macam jenis data yaitu data sosio-ekonomi, data tingkat kecelakaan, dan data topografi di wilayah penelitian.
a. Data Harga Tanah
Data harga tanah dibutuhkan dalam perkiraan biaya untuk pembebasan lahan dalam perencanaan nantinya. Data harga tanah ini diperoleh dengan cara mengunjungi badan pengelola aset daerah setempat di wilayah penelitian.
b. Data Daya Dukung Tanah (California Bearing Ratio)
Data daya dukung tanah dalam penelitian ini dibutuhkan dalam perencanaan tebal perkerasan rencana jalan baru dengan mempertimbangkan beban kendaraan nantinya. Data daya dukung tanah dalam penelitian ini menggunakan data dari penelitian terdahulu.
c. Data sosio-ekonomi
Data sosio-ekonomi merupakan data statistik yang menyajikan beraneka jenis data dari berbagai instansi untuk memberi gambaran umum tentang keadaan geografi, ciri dan keadaan sosial ekonomi penduduk di suatu wilayah dengan batasan
41
tertentu. Data ini di rekam oleh Badan Pusat Statistik setiap tahunnya. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data kepadatan penduduk, data jumlah kendaraan, dan data statistik ekonomi lainnya yang terkait dengan penelitian ini. Pengambilan data dilakukan dengan mengakses website badan pusat statistik Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus.
Gambar 3. 14. Kecamatan Gisting Dalam Angka 2018 (Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanggamus)
Gambar 3. 15. Kepadatan Penduduk Kecamatan Gisting Dalam Angka 2018 (Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanggamus)
42 d. Data tingkat kecelakaan
Data tingkat kecelakaan yang terjadi pada ruas jalan di lokasi penelitian didapatkan dengan melakukan kunjungan ke Polisi Resor Tanggamus untuk meminta data rekapitulasi kecelakaan yang terjadi di wilayah tersebut.
Gambar 3. 16. Contoh Data Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas (Sumber: Polantas Dalam Angka 2013)
e. Data Topografi
Data Topografi merupakan data tingkat elevasi atau data kontur tanah pada suatu luasan wilayah tertentu. Data ini didapatkan dari data SRTM. SRTM (Shuttle Radar Topography
Mission) adalah pesawat ulang alik yang bertujuan untuk mendapatkan data penginderaan
jauh permukaan bumi dalam bentuk elevasi digital. Data ini selanjutnya lebih dikenal dengan sebutan DEM (Digital Elevation Model) yang mempunyai resolusi spasial sebesar 90 meter. Data ini dapat di akses pada website SRTM data yaitu: http://srtm.csi.cgiar.org/srtmdata/.
43
Gambar 3. 17. Website STRM Data (Sumber: http://srtm.csi.cgiar.org/srtmdata/)
Gambar 3. 18. Data Topografi (Sumber: Global Mapper)
3.4. Analisis Data 3.4.1. Analisis Statistik
Analisis statistik dilakukan untuk menguji validitas data yang akan digunakan dalam penelitian. Pada penelitian ini dilakukan pengujian statistik dengan menghitung mean, kuartil, jangkauan, nilai pagar batas atas dan pagar batas
44
bawah untuk mendeteksi ada atau tidaknya data pencilan atau outlier diantara data yang akan digunakan.
3.4.2. Analisis Karakteristik Lalu Lintas
Analisis data lalu lintas dilakukan dengan pengolahan data traffic counting yang telah diperoleh menghasilkan karakteristik lalu lintas yang terdiri dari:
1) Arus (Flow)
Karakteristik arus digunakan umtuk memperkirakan tingkat dari arus tersebut dalam periode yang telah ditentukan berdasarkan pada tingkatan arus yang telah di ketahui dari periode lain. Berbicara mengenai arus (q) dapat dikaitkan dengan variabel lain yang dapat mengekspresikan kinerja lalu-lintas yaitu headway (h) atau yang lebih dikenal sebagai waktu antara melintasnya bagian depan kendaraan di titik tertentu dengan melintasnya bagian depan kendaraan yang ada di belakangnya.
2) Kecepatan (Speed)
Kecepatan adalah jarak yang ditempuh oleh suatu kendaraan per satuan waktu. Kecepatan biasanya dinyatakan dalam m/det atau km/jam. Kecepatan setempat (spot speed) merupakan ukuran keceparan saat di lokasi tertentu pada suatu ruas jalan.
Kecepatan merupakan salah satu karakter dari lalu lintas yang mana berkaitan erat dengan waktu tempuh, yang mana dari kedua aspek inilah secara fundamental dapat berfungsi untuk mengukur kinerja dari suatu sistem jalan eksisting (yang sudah ada),
3) Kerapatan (Density)
Kerapatan merupakan jumlah kendaraan (atau smp) yang berada di lokasi jalan pada jarak tertentu pada saat tertentu dalam kendaraan/km atau smp/km. Kepadatan sendiri berhubungan dengan arus (q) dan kecepatan rata-rata ruang ( ̅ ).
Dengan memanfaatkan data karakteristik lalu lintas diatas kita bisa menghitung nilai Lintas Harian Rata-rata (LHR) yang dibutuhkan dalam perancangan perkerasan jalan.
45
3.4.3. Analisis Data Geometrik Eksisting
Analisis geometrik jalan eksisiting dilakukan dengan membandingkan kondisi jalan yang ada dengan standar kriteria jalan sesuai dengan kelas jalan, fungsi jalan dan status jalan tersebut, disesuaikan dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 8 Undang-undang No.38 Tahun 2004 .
3.4.4. Analisis Kelayakan
Analisa kelayakan dilakukan untuk mengetahui apakah rencana pembangunan jalan lingkar ini layak atau tidak dari segi ekonomi jalan raya. Analisa kelayakan pada penelitian ini ditinjau dari segi lalu lintas dan ekonomi jalan raya dengan analisa ekonomi yang meliputi : perhitungan biaya operasional kendaraan, nilai waktu, biaya kecelakaan, rancangan anggaran biaya dan biaya pembebasan lahan yang kemudian dihitung manfaat biaya atau benefit cost ratio (BCR), net present value (NPV), dan analisa internal rate of return (IRR).
a. Benefit Cost Ratio (BCR) adalah perbandingan antara Present Value Benefit dibagi dengan Present Value Cost. Hasil BCR dari suatu proyek dikatakan layak secara ekonomi, bila nilai BCR adalah lebih dari 1 (satu).
b. Net Present Value (NPV) adalah metode dimana semua manfaat (benefit) ataupun biaya (cost) mendatang yang berhubungan dengan suatu proyek di diskonto ke nilai sekarang (present values), dengan menggunakan suatu suku bunga diskonto. Nilai net present value digunakan untuk menentukan layak atau tidaknya suatu proyek untuk dilaksanakan. NPV dari suatu proyek yang dikatakan layak secara ekonomi adalah yang menghasilkan nilai NPV positif. c. Internal Rate Of Return (IRR) merupakan tingkat pengembalian berdasarkan
pada penentuan nilai tingkat bunga (discount rate), dimana semua keuntungan masa depan yang dinilai sekarang dengan discount rate tertentu adalah sama dengan biaya kapital present value dari total biaya.
46
3.4.5. Analisis Multi Kriteria
Analisis Multi Kriteria adalah suatu metode pemilihan alternatif, dimana setiap alternatif akan dinilai menggunakan kriteria – kriteria tertentu sehingga kemudian alternatif yang terpilih adalah alternatif dengan penilaian terbaik berdasarkan kriteria – kriteria tersebut.
Adapun konsep yang dikembangkan dalam analisis multi kriteria adalah sebagai berikut:
• Analisis sudah mempertimbangkan semua variabel sekomprehensif mungkin dengan tetap menjaga proses ilmiah dari proses pengambilan keputusan yang dilakukan.
• Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dan kepentingan pihak-pihak yang harus diakomodasi.
• Penetapan pilihan dilakukan dengan memperhatikan sejumlah tujuan dengan mengembangkan sejumlah kriteria yang terukur.
• Skoring adalah preferensi alternatif terhadap kriteria tertentu. • Pembobotan adalah penilaian relatif antar kriteria.