• Tidak ada hasil yang ditemukan

FARMAKODINAMIK. Devieka Rhama Dhanny, S.Gz., M.K.M

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "FARMAKODINAMIK. Devieka Rhama Dhanny, S.Gz., M.K.M"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

FARMAKODINAMIK

Devieka Rhama Dhanny, S.Gz., M.K.M [email protected]

085738903112

(2)

• Artinya:

“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR.

Muslim)

(3)

SKEMA PROSES FARMAKOKINET FARMAKODINA IK -

MIK

(4)

FARMAKO DINAMIK

Sistem reseptor

Sistem fisiologik yang sama

Sinergis atau antagonis

• ilmu yang mempelajari efek obat terhadap efek biokimiawi dan fisiologi organ serta mekanisme kerjanya

• Sensitivitas atau responsivitas intrinsik tubuh terhadap suatu obat dan mekanisme dimana

efek-efek nanti terjadi à apa yang dilakukan oleh obat terhadap tubuh

(5)

TUJUAN FARMAKODINAMIK

Penggunaan obat / pengobatan yang rasional dalam terapi

Sintesa obat baru yang lebih baik

Melihat efek utama obat berbagai kerja obat pada berbagai

organ tubuh

Mengetahui interaksi obat dengan sel à reaksi kimia obat dan

reaksi sel tubuh

Mengetahui sifat keseluruhan efek à

spektrum efek dan

respon yang terjadi

(6)

Hal penting dalam farmakodinamik

Mekanisme kerja obat

Hubungan struktur &

aktivitas

Hubungan antara dosis – respon

obat

(7)

MEKANISME

KERJA OBAT

(8)

MEKANISME KERJA OBAT

Interaksi obat + resptor

Perubahan biokimia dan fisiologi

Efek (respon obat)

(9)

RESEPTOR

Komponen makromolekul fungsional khas sel tubuh atau bagian dalam organisme tempat terjadinya interaksi kimia dengan obat/ zat kimia

yaitu tempat aktif biologi dan tempat obat terikat

Sifatnya spesifik à setiap obat mempunyai reseptor masing-masing

letak reseptor : membran sel (intra atau estraseluler)

Intensitas efek yang ditimbulkan setara dengan jumlah reseptor yang dicapai atau jumlah reseptor yang

berintegrasi dengan obat

(10)

RESEPTOR OBAT

• Afinitas obat terhadap reseptor dan efek yang dihasilkan ditentukan oleh struktur kimia obat

• Perubahan molekul obat akan mengubah sifat farmakologis obat

Kerja obat ditentukan oleh lokasi dan kapasitas reseptor

• Lokasi kerja obat tidak ditentukan oleh distribusi obat tetapi oleh distribusi reseptor

• Jika reseptor tersebar luas, efek obat luas

(11)

KOMPONEN RESEPTOR

Protein Enzim

metabolik Asam

nukleat

(12)

SPESIFITAS DAN SELEKTIFITAS RESEPTOR

nonspesifik

• satu obat

mempengaruhi beberapa

reseptor

Spesifik nonselektif

• satu obat hanya mempengaruhi satu jenis reseptor

,tetapi reseptor ini terdapat pada

• berbagai organ

Spesifik selektif

• Satu obat hanya

mempengaruhi

satu reseptor

yang ada di satu

organ

(13)

JENIS RESEPTOR OBAT

Reseptor protein kinase

Protein kinase associated

receptor

Reseptor dengan aktivitas

enzimatik

Kanal ion G Protein – coupled receptor

Faktor-faktor

transkripsi

(14)

JENIS RESEPTOR OBAT

1. Agonist (ligand) - gated channel/ kanal ion

- Terdiri dari 1 sub unit protein yang membentuk pori sentral dan langsung terhubung dengan kanal ion - contohnya, reseptor GABA (Cl-), reseptor nikotinik (Na+), reseptor hidroksitriptamin

1. G-protein coupled receptor

- Reseptor yang mengikat system efektor yaitu protein G, berikatan dengan second messeger (ion Ca2+, cAMP, IP3) - - contohnya: reseptor adrenergic (alfa, beta), reseptor asetilkolin muskarinik, reseptor histamin

1. Intracelullar receptor

- Terdapat dalam inti sel, mengatur transipsi sintesis protein

- Hormon tiroid (T3 & T4) à pertumbuhan, perkembangan, pemeliharaan jaringan tubuh 1. Kinase – linked receptor

- Reseptor permukaan yang punya aktivitas tirosin kinase dan ada di membran - contohnya, reseptor insulin, sitokin

(15)

INTERAKSI OBAT & RESEPTOR

• Obat bereaksi dengan reseptor : bentuk bebas

• Interaksi obat dengan reseptor : D + R

DR → EFEK

• Efek = efek maksimal (D) KD + (D) D : kadar obat bebas

KD : Konstanta disosiasi K1/K2

• Efek maksimal : semua reseptor obat berintegrasi

• Hasil interaksi obat – reseptor : hanya mengubah kecepatan fungsi sel & tidak menciptakan fungsi baru bagi sel organisme

• Efek berbeda à tergantung perubahan fungsi yang ditentukan reseptor masing-masing

(16)

REGULASI RESEPTOR OBAT

• Reseptor tidak hanya meregulasi, tetapi juga diregulasi

• Regulasi meliputi sintesis dan degradasi

melalui berbagai mekanisme, modifikasi

kovalen, relokalisasi

(17)

EFEK RESEPTOR OBAT

• Obat menimbulkan efek melalui interaksi dengan reseptor pada sel (bekerja pada molekul spesifik)

• Molekul protein dalam keadaan normal diaktivasi oleh hormone dan neurotransmitter merupakan reseptor untuk ligand regulator endogen

• Ikatan reseptor : ion, hydrogen, hidrofobik, van der waals, kovalen 1. Obat + reseptor à efek – ligand/ obat endogen = agonis

2. Obat + reseptor à efek < ligan/ obat endogen = agonis parsial 3. Obat + reseptor à reseptor inaktif = inverse agonist

4. Obat + reseptor à efek X ligand/ obat endogen = antagonis

(18)

INTERAKSI OBAT DENGAN RESEPTOR

1. Agonis penuh 2. Antagonis 3. Agonis parsial

• Afinitas : kemampuan untuk mengikat reseptor

• Aktivitas instrinsik (efikasi) : kemampuan obat untuk

menimbulkan suatu efek

(19)

EFEK YANG DITIMBULKAN

Agonis penuh

• Obat yang efeknya menyerupai endogen

• Efek yang timbul merupakan hasil perubahan langsung sifat

fungsional dari reseptor tempat terjadi interaksi dengan obat tersebut

• Obat tersebut dapat

menimbulkan respon maksimal walaupun tidak semua reseptor diikat à memiliki efikasi yang tinggi

Agonis parsial

• Obat memiliki efikasi yang rendah à menghasilkan respon yang kurang maksimal walaupun hampir semua reseptor diikatnya

• Memiliki sifat di antara agonis penuh dan antagonis

Antagonis

• Obat yang menghambat/ blocker kerja suatu antagonis

• Bila timbul penghambatan dari aksi suatu agonis spesifik karena berkompetisi atau bersaing menduduki tempat ikatan agonis

• Bersifat kompetitif (dapat diatasi dengan peningkatan dosis untuk dapat efek yg sama) dan

nonkompetitif (tidak dapat diatasi dengan peningkatan dosis)

• Obat tidak menimbulkan efek apa-apa karna ada obat lainnya à hanya punya afinitas pada reseptor saja

(20)

A G O N I S DA N A N TA G O N I S

(21)

EFEK ANTAGONISME

Antagonisme pada reseptor

• Interaksi melalui sistem reseptor yang sama

• Terdapat antagonis kompetitif reversible (ditambah dosis untuk dapat efek yg sama) dan irreversible (berapapun besar dosis efek akhir tetap sama)

• Misal, asetilkolin yang bekerja pada reseptor

kolinergik (muskarinik) à sebagai agonis. Sementara, dengan adanya atropine, kuinidin, dan antihistamin H1 à sebagai antagonis untuk reseptor yang sama

• Selain itu, efek histamin pada reaksi alergi dapat dicegah dengan pemberian antihistamin

Antagonisme fisiologik

• Interaksi pada sistem fisiologik yang sama tetapi pada reseptor yg berlainan à 2 obat punya efek

berlawanan à meniadakan satu sama lain à

mengakibatkan peningkatan atau penurunan respons.

• Misal, penggunaan antidiabetes (bekerja pada sistem endokrin) dengan tiazid atau kortikostreoid (juga bekerja pada sistem endokrin) à menurunkan efek antidiabetik

• Selain itu, penggunaan obat beta bloker dengan verapamil à gagal jantung dan bradikardia

• Juga, efek histain dengan epineprin à syok anafilaktik

(22)

EFEK ANTAGONISM LAINNYA

Kimiawi

• Senyawa bereaksi secara kimia dengan zat berkhasiat à teraktivasi

• dua obat bergabung sehingga efek obat yang aktif menjadi hilang.

• Contohnya, inaktifasi logam-logam berat

farmakokinetika

• keadaan dengan obat-obat antagonisme

secara efektif mengurangi konsentrasi

obat aktif pada tempat kerjanya.

(23)

INTERAKSI FARMAKODINAMIK

Interaksi pada tingkat reseptor (antagonis pada

reseptor)

Interaksi fisiologis (antagonis fisiologis) à bekerja pada organ yang

sama, reseptor berbeda

Perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit : berpengaruh pada obat

jantung, transmisi

neuromuscular dan ginjal

(24)

INTERAKSI FARMAKODINAMIK

• Interaksi pada tingkat reseptor (antagonis pada reseptor)

Reseptor Agonis antagonis

Histamin H2 Histamin Simetidin,

ranitidine,

nizatidine

(25)

INTERAKSI FARMAKODINAMIK

• Interaksi fisiologis (antagonis fisiologis) à bekerja pada organ yang sama, reseptor berbeda

Obat A Obat B Efek

Antidiabetik Betabloker Efek obat A

meningkat

(26)

INTERAKSI FARMAKODINAMIK

• Perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit : terutama berpengaruh pada obat jantung, transmisi neuromuscular dan ginjal

Obat A Obat B Efek

Antihipertensi AINS Retensi air dan

garam oleh B à

efek obat A

meningkat

(27)

INTERAKSI LAIN-LAIN

Obat A Obat B Efek

Klonidin Sotalol Tekanan darah

meningkat

(28)

I N T E R A K S I S E C A R A F A R M A KO D I N A M I K

(29)

INTERAKSI SECARA FARMAKODINAMIK

Tidak langsung (bila obat presipitan punya

efek yang berbeda dengan obat obyek,

tetapi efek obat presipitan tersebut

akhirnya dapat mengubah efek obat

obyek

Obat-obat antiinflamasi non steroid (dapat menyebabkan luka gastrointestinal) seperti aspirin, fenilbutason, indometasin à bila diberikan pada pasien pasien yang sedang mendapatkan antikoagulasi seperti warfarin à

menyebabkan perdarahan pada daerah yang luka

Efek diuresis obat-obat diuretika tertentu seperti furosemide akan berkurang bila diberikan bersama dengan obat–obat antiinflamasi non steroid seperti aspirin, fenilbutason, ibuprofen, indometasin, dan

lainnya.

Karena adanya penghambatan sintesis prostaglandin oleh obat-obat presipitan tersebut, yang sebenernya diperlukan untuk menimbulkan

efek diuretika furosemid

(30)

PENYAKIT AKIBAT MALFUNGSI RESEPTOR

Sindrom feminisasi testis akibat defisiensi genetik reseptor androgen

Miastenia gravis akibat deplesi autoimun reseptor kolinergik nikotinik

DM resistensi insulin akibat deplesi reseptor

insulin

Kelainan endokrin multiple akibat

defisiensi Gs heterogizot

Defisiensi Gs homozigot

mengakibatkan letal

Ekspresi reseptor yang ektopik/ menyimpang

mengakibatkan

supersensitivitas,

subsensitivitas, onkogenik

(31)

MEKANISME KERJA OBAT TANPA PENGIKATAN PADA RESEPTOR

Perubahan Sifat Osmotik

Misalnya Diuretik Osmotik (Urea, manitol) → meningkatkan osmolaritas filtrate glomerulus à mengurangi reabsorbsi air ditubuli ginjal dengan akibat terjadi efek diuretic

Katartik Osmotik → Mengurangi Odem Serebral

Perubahan Sifat Asam / Basa

→Misal, Antasid dalam menetralkan asam lambung, asam –asam organic sebagai antiseptic saluran kemih atau sebagai spermisid topical dalam saluran vagina

Kerusakan Non Spesifik

Zat perusak non spesifik digunakan sebagai : antiseptic, desinfektan, dan kontrasepsi.

Contohnya → detergen merusak integritas membrane lipoprotein

Gangguan Fungsi Membran

anestetik umum yang mudah menguap misalnya : eter, halotan, enfluran, dan metoksifluran.

→Anestetik bekerja dengan melarut dalam lemak membrane sel di Sistem syaraf pusat sehingga eksitabilitasnya menurun.

(32)

MEKANISME KERJA OBAT TANPA PENGIKATAN PADA RESEPTOR

Interaksi dengan molekul kecil/ion : Chelating agent

→ Misalnya, dimerkarprol untuk mengikat logam berat à keluar melalui urin, CaNa2EDTA mengikat Pb2+ menjadi inaktif

Korporasi dalam makromolekul

→ Obat yang analog dengan purin – pirimidin dapat berinkorporasi dalam asam nukleat akan mengganggu fungsinya à antimetabolit

→ Misalnya, etionin, 6-merkaptopurin 2EDTA mengikat Pb2+ menjadi inaktif

(33)

EFEK TERAPETIK : EFEK UTAMA YANG DIMAKSUD ALASAN OBAT DIRESEPKAN

Terapi Kausal

• Penyebab penyakit ditiadakan khususnya pemusnahan kuman / penyakit.

• Contoh : antibiotika, sulfonarida

Terapi Simptomatis

• Hanya gejala penyakit diobati dan diringankan sebabnya, yang lebih mendalam tidak dipengaruhi.

• Contoh : Analgetik pada rematik, anti hipertensi

Terapi Substitusi

• Obat yang menggantikan zat lainnya dibuat oleh organ yang sakit.

Contoh :

- Insulin pada diabetes - Estrogen pada

hipofungsi ovarium

- Obat-obat hormone

lainnya seperti vitamin

(34)

MACAM-MACAM EFEK TERAPETIK

pallative currative supportive

subtitutive kemoterapetik restorative

(35)

EFEK SAMPING/ EFEK SEKUNDER

• Merupakan efek fisiologis yang tidak berkaitan dengan efek obat yang diinginkan

• Adanya interaksi yang rumit antara obat dengan sistem biologis tubuh, antar individu bervariasi.

• Dapat diprediksikan dan mungkin berbahaya

atau kemungkinan berbahaya

(36)

EFEK TOKSIK

• Suatu obat dapat diidentifikasi melalui

pemantauan batas terapetik obat tersebut dalam plasma

Jika kadar obat melebihi batas terapetik, maka efek toksik

kemungkinan besar akan terjadi akibat

dosis yang berlebih atau penumpukan obat.

(37)

RESISTENSI BAKTERI

• Hilangnya efektifitas antibiotika terhadap bakteri

• Keadaan dimana bakteri telah menjadi kebal terhadap obat à obat tidak dapat bekerja pada kuman – kuman tertentu yang memiliki daya tahan lebih kuat.

• Jenis resistensi bakteri:

Resistensi bawaan ( primer ) yang secara alamiah sudah terdapat pada kuman. Contoh : enzim yang dapat menguraikan antibiotic

Resistensi yang dapat diperoleh (sekunder)

(38)

TOLERANSI

• Penurunan respon yang lebih lambat (hari-minggu) terhadap penggunaan obat (pemakaian obat secara

berulang) à dosis perlu dinaikkan

untuk hasil capai efek terapeutik yang

sama

(39)

SPESIFISITAS

Suatu obat dikatakan spesifik → bila kerja obat

terbatas pada satu jenis reseptor

SELEKTIFITAS

Dikatakan kerja obat selektif → bila menghasilkan satu efek

pada dosis rendah dan efek lain baru timbul pada

dosis yang lebih besar.

(40)

ISTILAH KHUSUS

• Variasi biologic : perbedaan respon individu jika diberi obat dengan dosis sama

• Hiporeaktif : efek biasa, tapi perlu dosis tinggi

• Hiperreaktif : efek biasa, cukup dosis sangat rendah

• Hipersensitivitas : alergi à reaksi khusus antara antigen dari obat dengan antibody tubuh

• Supersensitif : peningkatan sensitivitas (pemakian antagonis terus menerus)

• Takifilaksis : toleran kerja/ penurunan efek obat dengan cepat sekali hitungan menit (hanya dengan pemakaian beberapa dosis obat)

• Imunitas : toleran tebentuk hasil dari antibody

• Idiosinkrasi : efek obat lain dari biasanya, efek tidak tergantung dosis, karna adanya alergi atau kelainan genetik

(41)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DOSIS DAN EFEK OBAT

usia genetik Interaksi obat

cara dan bentuk

pemberian obat farmakokinetik kondisi fisiologi

seseorang

(42)

TERIMA KASIH J

Referensi

Dokumen terkait

• Efek samping terjadi karena interaksi yang rumit antara obat dengan sistem biologis tubuh, antar individu bervariasi. • Efek samping obat bisa terjadi antara

Interaksi obat adalah salah satu tipe dari permasalahan yang terkait dengan obat.penggunaan obat bersama dengan makanan berpotensi untuk merubah efek dari obat

Koreksi adalah koreksi yang dilakukan terhadap laba akuntansi untuk. mendapatkan laba paiak Koreksi ini dimaksudkan untuk

Untuk percobaan lebih dari satu unit eksperimen untuk setiap perlakuan, maka digunakan analisis varian untuk menguji efek utama dan efek interaksi dalam model

Jika hasil interaksi meningkatkan atau mengurangi efek obat, maka perlu dilakukan modifikasi dosis salah satu atau kedua obat untuk mengimbangi kenaikan atau penurunan efek

Sinergisme Interaksi farmakodinamik yang paling umum terjadi adalah sinergisme antara dua obat yang bekerja pada sistem, organ, sel atau enzim yang sama dengan efek farmakologi

Interaksi yang terjadi pada pemberian beberapa obat secara bersamaan kepada pasien dapat mengubah efek farmakologis dari salah satu obat misalnya seperti meningkatkan efek

Perbedaan-perbedaan gaya kekuasaan teritorialnya disatukan dalam satu gaya kepemimpinan yang dinamakan Gaya ImperiaL Kerajaan Romawi merupakan suatu ne.gara yang digolongkan sebagai