• Tidak ada hasil yang ditemukan

Abstrak UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN Skripsi, Juli 2018 Ahmad Qori Afandi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Abstrak UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN Skripsi, Juli 2018 Ahmad Qori Afandi"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Prestasi Anak Sekolah di SDN Maesan Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso

Oleh :

Ahmad Qori Afandi, Ns. Susi Wahyuning Asih, S.Kep., M.Kep.

Ns. Zuhrotul Eka Yulis, S.Kep., M.Kes.

Jl. Karimata 49 Jember Telp : (0331)332240 Fax : (0331)337957 Email [email protected] Website : http://fikes.unmuhjember.ac.id

Abstrak

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN Skripsi, Juli 2018

Ahmad Qori Afandi

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Prestasi Anak Sekolah di SDN Maesan Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso, Juli 2018

Abstrak

Achievement is a value that can be given by the teacher regarding the progress / student achievement during a certain period. So, the achievement is the result of the student's efforts during the special period of doing activities / learning process in school. This level of achievement will also be achieved by students of Maesan Elementary School Bondowoso Regency. The research design used is

correlational with the student population at SD Maesan. Data retrieval techniques using cross sectional design. The results of the study show that the level of

achievement of school children in elementary school Maesan is quite religious (C) as many as 29 people or 65.9%. Statistics test results show parenting parents with the level of achievement of school children with the Cross Sectional approach.

Rank Spearman general test (Rho) obtained p value in the table above 0.000

<0.05, thus H1 acceptance which means that there is a relationship between parenting parents and the level of achievement of school children.

Kata kunci : pola asuh orang tua, prestasi Daftar pustaka 36 (1971 – 2017)

(2)

Abstrak

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN Skripsi, Juli 2018

Ahmad Qori Afandi

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Prestasi Anak Sekolah di SDN Maesan Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso, Juli 2018

Abstrak

Prestasi merupakan perumusan nilai terahir yang dapat di berikan oleh gurumengenai kemajuan/prestasi belajar siswa selama masa tertentu. Jadi, pretasi adalah hasil usaha siswa selama masa tertentu melakukan kegiatan/proses belajar di sekolah. Tingkat prestasi ini yang juga akan di raih siswa SDN Maesan Kabupaten Bondowoso. Desain penelitian yang di gunakan adalah korelasional dengan populasi siswa di SD Maesan. Tehnik pengambilan data menggunakan menggunkan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukan Tingkat prestasi anak sekolah di SD Maesan Pola Asuh mayoritas cukup (C) sebanyak 29 orang atau 65,9%. Hasil uji ststistik menunjukkan korelasi antara pola asuh orang tua dengan tingkat prestassi anak sekolah dengan pendekatan Cross Sectional. Uji korelasi Rank Spearman (Rho) diperoleh p value pada tabel diatas 0,007<0,05 dengan demikian H1 diterima yang berarti ada hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat prestasi anak sekolah.

Kata kunci : pola asuh orang tua, prestasi Daftar pustaka 36 (1971 – 2017)

(3)

PENDAHULUAN

Prestasi adalah nilai perumusan terakhir yang dapat diberikan oleh guru mengenai kemajuan/prestasi belajar siswa selama masa tertentu.Jadi, prestasi adalah hasil usaha siswa selama masa tertentu melakukan kegiatan (Sumadi Suryabrata 2006)

Prestasi juga harus di mulai sejak dini, sejak mulai kecil anak harus di biasakan untuk belajar agar menjadi kebiasaan yang baik untuk kedepannya. Contohnya di SDN Maesan Desa Maesan Kecamatan Maesan ini tingkat belajarnya masih rendah. Hal tersebut di akibatkan pola asuh orang tua untuk menuntut anak belajar masih kurang, mungkin di karenakan banyak orang tua murit yang tingkat pendidikanya hanya sampai sekolah dasar saja, hal tersebut yang menyebabkan tingkat belajar di SDN Maesan masih rendah.

Menurut data Profil Kesehatan Kemenkes Republik Indonesia (2015). Jumlah total penduduk Indonesia sebanyak 255.461.686 jiwa, dan jumlah anak sekolah sebanyak 9.451.943 jiwa atau sekitar (3,7%). Di Daerah Istimewa Yogyakarta jumlah anak prasekolah sebanyak 108.690 jiwa (2,95%) dari jumlah penduduk total DIY sekitar 3.679.176 jiwa.

Menurut Dinas Kesehatan sebesar 85,779 (62,02%) anak usia prasekolah mengalami gangguan perkembangan (Depkes RI, 2013). Maka dari itu perkembangan anak sangat perlu untuk diperhatikan

Fenomena stres juga terjadi pada siswa yang sedang menempuh pendidikan ditingkat SMU atau MA termasuk siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Islah Kabupaten Bondowoso. Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi sehari-hari dari interaksi antara peneliti dengan siswa, terdapat berbagai ragam informasi yang luar biasa menarik dalam perkembangan fisik, sosio emosional, dan lainnya pada siswa, khususnya siswa Kelas XI. Hasil wawancara dengan pihak guru, diperoleh informasi bahwa sekitar 41,6% peserta didik merasa terbebani dengan keharusan mempertahankan peringkat sekolah, 64,2% peserta didik merasa cemas menghadapi ujian semester, 72,6% peserta didik merasa takut mendapat nilai ulangan yang jelek, 83,1% merasa bingung menyelesaikan PR yang terlalu banyak, dan 48,3% peserta didik merasa letih mengikuti perpanjangan waktu belajar di sekolah. Secara umum, pihak sekolah menilai bahwa tingkat stres pada siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Islah Kabupaten Bondowoso masih pada tingkat ringan, namun tetap memerlukan perhatian sehingga dampak lanjutan dari stres bisa dihilangkan.

Berdasarkan hasil penelitian (Mariani, 2014) diketahui bahwa orang tua yang memiliki pola asuh otoritatif dengan tumbuh kembang anak sesuai sebanyak(23,5%) sedangkan pola asuh demokratis dan permisif dengan

(4)

tumbuh kembang anak sesuai sebanyak (80%), dan terdapat hubungan pola asuh orang tua terhadap tumbuh kembanganak.

Sedangkan penelitian Putri (2012), terdapat 35 (60,3%) orang tua dengan pola asuh demokratis memiliki anak dengan perkembangan personal sosial baik sebanyak 6 anak (17,1%), orang tua dengan pola asuh otoriter 23 (39,7%) memiliki anak dengan perkembangan personal sosial baik sebanyak 5 (21,7%) anak, dan personal sosial tidak baik 18 (78,3%) anak.

MATERIAL DAN METODE Penelitian ini mengkaji hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat prestasi anak (Nursalam, 2008).

Berdasarkan pendekatan penelitian, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif.

Waktu Dan Tempat Penelitian Tempat pengambilan data responden penelitian ini adalah di Kelas 2 SDN Maesan Kabupaten Bondowoso.

Populasi Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa di Kelas 2 yang jumah ke seluruhannya terdapat 99 orang.

Sampel Penelitian

Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di Kelas 2 SDN Maesan kabupaten Bondowoso diberi kesempatan yang sama untuk menjadi sampel penelitian.

Teknik Sampling

Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan Total Sampling (Arikunto, 2006).

Alat Pengumpulan Data

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Angket diberikan kepada siswa.

Analisa Data

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yaitu hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat.

Karena data yang dikumpulkan dalam penelitian ini baik pada variabel independent maupun variabel dependent dalam bentuk sama yaitu data ordinal, maka dalam analisis data peneliti melakukan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α=

0,05). Artinya bila uji statistik menunjukkan nilai α ≤ 0,05 maka Ha

diterima dengan demikian ada hubungan konsep diri dengan tingkat stres pada remaja di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Islah Kabupaten Bondowoso.

HASIL PENELTIAN

Pada bab ini akan di uraikan hasil dari penelitian yang dilakukan peneliti tentang hubungan antara orang tua dengan tingkat prestasi anak di sd maesan Kabupaten Bondowoso.

Persepsi Konsep diri

(5)

Variabel persepsi orang tua merupakan variabel independen.

Tabel 5.1 menggambarkan bagaimana distribusi frekuensi tingkat prestasi siswa sd maesan Kabupaten Bondowoso.

Tabel 5.1 No Usia Jumlah

(Orang)

Perse ntase 1 20-25

tahun

26 30,4%

2 26-30 tahun

48 49,4%

3 >30 tahun

25 20,3%

Jumlah 99 100,0

% Sumber : Data Primer

Terolah

Berdasarkan Tabel 5.1 Berdasarkan tabel 5.1 ditemukan bahwa mayoritas orang tua murid SD Maesan berusia 26-30 tahun sebanyak 48 responden atau 49,4%.

Persepsi Tingkat prestasi siswa sdn maesan

Variabel tingkat prestasi pada siswa sd dibagi menjadi tiga hasil pengukuranya yaitu: tinggi, sedang, dan rendah

Tabel 5.2

No Pekerjaa n

Jumlah (Orang)

Pers enta se

1 Sangat Baik (A)

0 0%

2 Baik (B) 30 34,2

% 3 Cukup

(C)

69 65,8

%

Jumlah 99 100,

0%

Berdasarkan Tabel 5.2 menunjukan hasil bahwa Tingkat prestasi anak sekolah di SD Maesan Pola Asuh mayoritas cukup (C) sebanyak 69 orang atau 65,8%.

Analisis Bivariat Hubungan Konsep Diri dengan Tingkat Stres pada Remaja

Analisa bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen dan independen. Uji bivariat ini menggunakan uji korelasi Chi Square. Analisis hubungan orang tua dengan tingkat prestasi anak sdn maesan Kabupaten Bondowoso akan disajikan pada Tabel 5.3.

Tingkat Prestasi Anak Sekolah

Sang at Baik

Baik Cukup Total P

v a l u e

N % N % N % N %

Po la A su h

O t o r i t e r

0 0 0 0 35 43,1 8

43 43, 18

0 , 0 0 0

(6)

D e m o k r a s i

0 0 3 0

34, 09

5 9,09 43 43, 18

P

e r m i s i f

0 0 0 0 9 13,6

3

13 13, 63

Total 0 0 3 0

34, 09

49 65,9 1

99 10 0

Sumber: Data Primer Terolah

Berdasarkan gambaran pada Tabel 5.3 Tabel 5.7 menunjukkan korelasi antara pola asuh orang tua dengan tingkat prestassi anak sekolah dengan pendekatan Cross Sectional. Uji korelasi Rank Spearman (Rho) diperoleh p value pada tabel diatas 0,000<0,05 dengan demikian H1 diterima yang berarti ada hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat prestasi anak sekolah di SD Negeri Maesan Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso

PEMBAHASAN

Hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat prestasi anak sd maesan

1. Definisi Pola Asuh Orangtua Pola asuh merupakan sikap orang tua dalam berinteraksi, membimbing, membina, dan mendidik anak-

anaknya dalam kehidupan sehari-hari dengan harapan menjadikan anak sukses menjalani kehidupan ini. Hal ini sejalan dengan pendapat Euis(2004:18) “Pola asuh merupakan serangkaian interaksi yang intensif, orangtuamengarahkan anak untuk memiliki kecakapan hidup”.

Sedangkan (Maccoby dalam Yanti, 2005:14) mengemukakan istilah pola asuh orangtua untuk menggambarkan interaksi orangtua dan anak-anak yang didalamnya orangtua mengekspresikan sikap-sikapatau perilaku, nilai-nilai, minat dan harapan dalam mengasuh danmemenuhi kebutuhan anak- anaknya.

Sedangkan (Khon Mu’tadin 2002) menyatakan bahwa pola asuh merupkan interaksi antara anak dan orangtua selama mengadakan kegiatan pengasuhan yang berarti orangtua mendidik, membimbing dan mendisiplinkan serta melindungi anak sehingga memungkinkan anak untuk

mencapai tugas-tugas

perkembangannya. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua adalah proses interaksi orang tua dengan anak dimana orang tua mencerminkan sikap dan perilakunya dalam

menuntun dan

mengarahkanperkembangan anak serta menjadi teladan dalam menanamkan perilaku.

2. Tujuan Pola Asuh Orang Tua Tujuan pola asuh yaitu untuk mendidik anak agar dapat menyesuaikan diri terhadap lingungan sosialnya atau supaya dapat diterima oleh masyarakat.

Pengasuhan orang tua berfungsi memberikan kelekatan dan ikatan emosional, atau kasih sayang antara orang tua dan anaknya, juga adanya penerimaan dan tuntutan dari orang

(7)

tua dan melihat bagaimana orang tua menerapkan disiplin (Hurlock dalam Muallifah, 2012 dalam Vuriyanti, 2014 ).

Gambaran Tingkat prestasi di sdn maesan kelas 2 Kabupaten Bondowoso

1. Pendidikan adalah suatu usaha atau kegiatan yang dijalankan dengan sengaja, teratur dan berencana dengan

maksud mengubah atau

mengembangkan perilaku yang diinginkan. Sekolah sebagai lembaga formal merupakan sarana dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Melalui sekolah, siswa belajar berbagai macam hal yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan prestasi belajar.

Prestasi belajar adalah tingkat kemampuan anak didik dalam menerima suatu jenis pelajaran yang diberikan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar. Melalui prestasi belajar seorang siswa dapat mengetahui kemajuan-kemajuan yang telah dicapainya dalam belajar (Eva Nauli Thaib. 2013)

2. Prestasi adalah nilai merupakan perumusan terakhir yang dapat diberikan oleh guru mengenai kemajuan/prestasi belajar siswa selama masa tertentu. Jadi, prestasi adalah hasil usaha siswa selama masa tertentu melakukan kegiatan (Sumadi Suryabrata 2006: 297).

Keterbatasan Peneliti

Dalam melaksanakan penelitian ini peneliti sudah berupaya semaksimal mungkin agar hasil penelitian yang diperoleh benar benar valid atau terjadinya bias. Namun tentunya masih terdapat keterbatasan peneliti, sehingga masih perlu disempurnakan

lagi, berikut adalah keterbatasan peneliti:

1. Penelitian ini dilakukan hanya di sdn maesan Kabupaten Bondowoso sedangkan sekolah atau madrasah lain tidak diikutkan karena alasan keterbatasan waktu dan biaya dari peneliti, sehingga tidak mencerminkan secara keseluruhan kondisi tingkat prestasi pada remaja secara keseluruhan di Kabupaten Bondowoso.

2. Penelitian ini tidak melihat gambaran aspek lingkungan siswa, sehingga tidak mampu menjawab mengenai pengaruh kondisi lingkungan terhadap tingkat prestasi pada remaja.

3. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan angket/kesioner secara langsung kepada siswa tanpa adanya pendampingan secara langsung dari peneliti, yang dikhawatirkan siswa cenderung secara subjektif dalam mengisi kuisioner penelitian yang dibagikan.

Implikasi Keperawatan

Sebagaimana yang telah dihasilkan pada penelitian ini, bahwa ada hubungan orang tua dengan tingkat prestasi anak di sdn maesan Kabupaten Bondowoso, dengan hasil ini tentunya dapat memberikan gambaran mengenai konsep diri dalam kaitannya dengan tingkat stres pada remaja. Adanya kajian dalan penelitian ini menambah ilmu di bidang keperawatan jiwa, anak, maupun keluarga. Dari hasil penelitian yang menunjukkan tingkat stres pada remaja, perawat dapat melakukan upaya-upaya untuk

(8)

mencegah atau menanggulangi tingkat stres pada remaja. Perawat dapat memberikan asuhan keperawatan bagi para orang tua/guru mengenai bagaimana seharusnya mengatasi tingkat stres pada remaja.

Perawat dapat juga memberikan penyuluhan mengenai sikap dan perilaku orang tua/guru yang tepat dalam merawat, membimbing, dan mengarahkan anak/remaja.

Kesimpulan

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Persepsi pola asuh orang tua siswa yang mendominasi adalah otoriter 43 orang (43,2%) dan demokratis 35 orang (43,2%) 2. Tingkat prestasi yang paling siswa dapatkan adalah nilai cukup (C) 69 siswa (65,8%)

3. Tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat prestasi anak (p = 0,000)

Saran

Berdasarkan hasil dari penelitian yang didasarkan atas data data yang diperoleh, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Bagi keperawatan

Dalam memberikan penyuluhan tentang keperawatan keluarga, hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan mengenai pola asuh serta kelebihan dan kekurangan dari cara pola asuh yang di berikan orang tua terhadap anak. Tidak kalah penting adalah penyuluhan terhadap pentingnya berprestasi untuk masa depan anak.

2. Bagi peneliti selanjutnya Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan pola asuh orang

tua dengan tingkat prestasi anak. Maka dari itu, peneliti menyarankan untuk penelitian selanjutnya dilakukan penelitian sejenis tetapi bagaimana jika yang mengasuhnya bukan bapak atau ibu kandung.

3. Bagi Masyarakat

Masyarakat dapat menggunakan senam hemodialisa secara mandiri untuk mengatasi peningkatan tekanan darah terutama pada pasien gagal giljal kronik yang mengalami peningkatan tekanan darah.

4. Bagi orang tua siswa

Bagi orang tua siswa SD Maesan hendaknya menerapkan pola asuh yang tepat kepada anaknya, agar dapat menjadikan kebiasaan baik di masa depan untuk anak tersebut

DAFTAR PUSTAKA

Agustian, H. (2006). Psikologi Perkembangan Pendekatan Ekologi Kaitannya dengan Konsep Diri dan Penyesuaian Diri pada Remaja. Bandung:

Refika Aditama.

Dalyono. (2009). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Dariyo, Agoes. (2004). Psikologi Perkembangan Remaja.

Bogor: Ghalia Indonesia.

Fitts WH. (1971). The Self Concept &

Actalization (Studies on the Self Concept &

Rehabilitation). Library of Congress Catalog Card Number. Grand Mo. RD- 2419-G.

(9)

Folkman, S. and Lazarus, R.S.

(1988). Coping as a Mediator of Emotion. Journal Personality and Social Psychology. 54, 3. 466-475.

Garton, A.F. & Pratt, C. (2002).

Stress and selfconcept in 10 and 15 years old school student. Journal of Adolescence Australia Vol 11 No 1: 56-95.

Gregson, Terry. (2007). Life without Stress Mengajari Diri Anda Sendiri Mengelola Stress.

Jakarta: Prestasi Pustakaraya.

Hartono, LA. (2007). Stres dan Stroke. Yogyakarta: Kanisius.

Hidayat, Alimul, Aziz. (2008). Riset Keperawatan dan Tehnik Penulisan Ilmiah. Jakarta:

Salemba Medik.

Hornby, A S. (2005). Oxford Advanced Learner’s Dictionary. New York:

Oxford University Press.

Hurlock E. (1993). Perkembangan Anak. Ed ke-6. Jakarta (ID):

Erlangga.

Kinantie, Oseatiarla Arian, Taty Hernawaty, & Nur Oktavia Hidayati. (2014). Gambaran Tingkat Stres Siswa SMAN 3 Bandung Kelas XII Menjelang Ujian Nasional 2012. Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 9, Nomor 2, Desember 2014.

Long A. (1978). Psikologi Pendidikan. Malaysia: Dewan Bahasa dan Pustaka

Kementrian Pelajaran Malaysia.

Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan.

Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Ilmu Keperawatan. Edisi 2. Jakarta:

Salemba Medika.

Pearlin, Leonard I. and Schooler, Carmi. (1978). The Structure of Coping. Journal of Health and. Social Behavior, Vol. 19, No. 1 (Mar., 1978), pp. 2-21.

Potter, P.A, & Perry, A.G. (2005).

Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan. Praktik. Edisi 4 volume 1.EGC. Jakarta: Almatsier.

Prihatina, Restu Dwi, Melly Latifah, dan Irni R.J. (2012). Konsep Diri, Kecerdasan Emosional, Tingkat Stres, dan Strategi Koping Remaja pada Berbagai Model Pembelajaran. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Vol 5 No. 1 Januari 2012, p:

48-57.

Rasmun. 2004. Stress, Koping, dan Adaptasi Teori dan Pohon Masalah Keperawatan.

Jakarta: Sagung Seto.

Rusniawati (2016). Hubungan antara Stres dan Konsep Diri dengan Prokrastinasi Akademik pada mahasiswa (Penelitian pada Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung).

Tesis. Jakarta: Universitas Pendidikan Indonesia.

(10)

Santrock J. (2003). Perkembangan Remaja. Jakarta (ID):

Erlangga.

Setyawati, L. (2008). Hubungan antara Konsep Diri dengan Tingkat Stress pada Perempuan Perimenopause Kelurahan Purwantoro Kecamatan Belimbing Malang. Diperoleh tanggal 14 Oktober 2017 dari http://mulok. library.um.ac.id.

Smeltzer, S. C., & Bare B. G. (2008).

Textbook of Medical Surgical Nursing Vol.2. Philadelphia:

Linppincott William &

Wilkins.

Sobur, A. (2003). Psikologi Umum Dalam Lintasan Sejarah.

Bandung: Pustaka Setia.

Sofiana, Loly Irma Sofiana, Veny Elita, dan Wasisto Utomo.

(2012). Hubungan antara Stress dengan Konsep Diri Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Ners Indonesia, Vol. 2, No. 2, Maret 2012, hal : 167 – 176.

Taufik, T., Ifdil dan Zadrian Ardi.

(2013). Kondisi Stres Akademik Siswa SMA Negeri di Kota Padang. Jurnal Konseling dan Pendidikan.

Volume 1 Nomor 2, Juni 2013, Hlm 143-150

Wahid, Abdurrahman. (1985). Bunga Rampai Pesantren. Jakarta:

Dharma Bhakti.

Wong, D.L. & Hockenberry, M.

(2009). Buku Ajar Keperawatan Pediatric.

Jakarta: EGC.

Gambar

Tabel 5.1 menggambarkan bagaimana  distribusi  frekuensi  tingkat  prestasi   siswa  sd  maesan  Kabupaten  Bondowoso

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penilitian ini untuk mengetahui kondisi geologi serta kestabilan lereng dengan mencari nilai faktor keamanan lereng berdasarkan korelasi data Rock Mass Rating (RMR)

Dari survei pendahuluan dan wawancara dengan beberapa petani yang tersebar di kota padang, dapat dilihat bahwa permasalahan yang dihadapi oleh petani jagung manis

Dari Uraian diatas maka penulis tertarik untuk membuat Tugas Akhir yang berjudul “SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ASET PADA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI JAMBI

Desember 2012 Peningkatan akuntabilitas dan integritas kepolisian melalui pengawasan internal dan eksternal Kepolisian Negara Republik Indonesia Komisi Kepolisian

Yoshida Genjiro menyisipkan beberapa ejaan bahasa Jepang kuno didalam cerpennya.Sehingga tidak semua pembelajar bahasa Jepang mampu memahami isi dan makna cerita

berinteraksi sosial dengan rekan kerja akan baik, dari semua unsur tersebut secara bersamaan akan meningkatkan kinerja karyawan, maka kecerdasan spiritual yang tinggi akan

Nama Ruang /Fasilitas Sifat Ruang Outdoor/ Indoor Kamar Tidur Bayi usia 0-10bulan Privat Indoor Kamar Tidur Bayi usia 11-2tahun Privat Indoor Area Bermain Todler