Materi Press Conference PENANGANAN COVID-19

15 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Materi Press Conference

PENANGANAN COVID-19

29 Desember 2020

(2)

1. KETERSEDIAAN VAKSIN

2. PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 KEPADA NAKES

3. STRATEGI PENANGGULANGAN COVID-19 PASCA LIBURAN

(3)

KETERSEDIAAN

VAKSIN

(4)

RENCANA PENGADAAN VAKSIN

JUMLAH DOSIS VAKSIN AKAN MENCUKUPI HINGGA Q1 2022

No Merk Jumlah Dosis ETA Indonesia

Binding / Firm Order Opsi / Potensi

1 Sinovac

3.000.000 - Des 2020

122.504.000 - Des 2020 - Jan 2022 100.000.000 Sep 2021 – Mar 2022

2 Novavax 50.000.000 80.000.000 Jun 2021 – Mar 2022

3 COVAX/GAVI 54.000.000 54.000.000 Q2 2021 – Q1 2022

4 AstraZeneca

50.000.000

(finalisasi agreement, volume confirmed)

50.000.000 Q2 2021 – Q1 2022

5 Pfizer

50.000.000

(finalisasi agreement, volume confirmed)

50.000.000 Q3 2021 – Q1 2022

Jumlah 329.504.000 334.000.000 N/A

Binding / firm Order

+ Opsi / Potensi 663,504,000

Total Kebutuhan Vaksin 426,800,000

Kontigensi

melalui

Option Agreement

dan

peningkatan kapasitas Biofarma

disiapkan untuk mengantisipasi resiko pada salah satu

produsen vaksin, termasuk

fleksibilitas atas supply GAVI / COVAX > dibutuhkan dukungan KBUMN & KEMENLU

(5)

PELAKSANAAN

VAKSINASI COVID-19

KEPADA NAKES

(6)

JUMLAH KEBUTUHAN VAKSIN

SKENARIO HERD IMMUNITY BERDASARKAN EFFICACY VAKSIN

• Sasaran vaksin diperluas untuk

mencakup penduduk usia > 59 tahun dan komorbid (yang terkontrol)

• Penentuan

Herd Immunity

mempertimbangkan

Efficacy Rate Vaksin

.

Keterangan/Skenario Herd Immunity

Penduduk ≥ 18 tahun yang bisa divaksinasi 181.554.465

Efficacy Rate 60%

Cakupan Untuk Mencapai HERD Immunity 100%

Penduduk yang harus divaksin untuk HERD Immunity 181.554.465

Jumlah Kebutuhan Dosis Vaksin

dengan wastage rate 15% 426.800.000

Penduduk

≥ 18 tahun yang bisa divaksin

(Juta Jiwa)

Jumlah Penduduk Total

269,6

Jumlah penduduk > 18 tahun

188,7

Eksklusi (Ibu Hamil, Terpapar Covid, Komorbid Tidak Terkontrol)

7,2

Jumlah Penduduk ≥ 18 tahun yang bisa divaksin

181,5

Bartsch SM, O’Shea KJ, Ferguson MC, et al. Vaccine efficacy needed for a COVID-19 coronavirus vaccine to prevent or stop an epidemic as the sole intervention.

(7)

PETUGAS PUBLIK

MASYARAKAT

MASYARAKAT LAINNYA

RENTAN

PETUGAS KESEHATAN

Vaksinasi dilakukan

untuk tenaga kesehatan

tersebar di 34 provinsi

Masyarakat di daerah

dengan resiko

penularan tinggi

Dengan pendekatan

kluster sesuai dengan

ketersediaan vaksin

1

2

3

4

1,3 Jt

21,5 Jt

63,9 jt

77,4 jt

Catatan:

1. Vaksinasi dilakukan pada tahap awal untuk tenaga Kesehatan dan dilajutkan dengan masyarakat usia 18-59 tahun

2. Umur 60 tahun* ke atas akan divaksinasi setelah mendapatkan informasi keamanan vaksin untuk kelompok umur tersebut (mis. tertuang

EUA/data hasil uji klinis tahap 3)

3. Vaksinasi dapat dilakukan juga terhadap komorbid terkendali (kriteria menunggu rekomendasi ITAGI/ahli)

JUMLAH KEBUTUHAN VAKSIN (181.5JT JIWA)

TENAGA KESEHATAN & PELAYANAN PUBLIK AKAN MENDAPATKAN PRIORITAS

VAKSINASI PERTAMA

LANSIA*

17,4 Jt

(8)

PROFIL NAKES YANG AKAN MENDAPATKAN VAKSINASI

SEBARAN NAKES 34 PROVINSI

4,949 5,705 7,134 8,103 8,746 9,419 12,104 12,566 14,040 16,174 18,602 18,979 18,982 19,144 20,459 21,178 22,196 22,266 22,442 24,426 26,624 30,320 33,244 33,417 35,829 39,085 41,043 45,145 51,348 83,965 119,145 131,997 161,143 177,784 Kalimantan Utara Sulawesi Barat Gorontalo Papua Barat Maluku Utara Bangka Belitung Maluku Kepulauan Riau Bengkulu Kalimantan Tengah Sulawesi Tenggara Sulawesi Utara Papua Sulawesi Tengah NTB Jambi Kalimantan Barat Kalimantan Timur Kalimantan Selatan NTT Yogyakarta Bali Riau Sumatera Barat Lampung Aceh Banten Sumatera Selatan Sulawesi Selatan Sumatera Utara DKI Jakarta Jawa Timur Jawa Barat Jawa Tengah

1.3jt

NAKES

(9)

STRATEGI

PENANGGULANGAN

COVID-19 PASCA

LIBURAN

3

(10)

Kenaikan kasus terjadi pasca libur panjang akibat mobilitas

penduduk yang meningkat

Kapasitas maksimal (26/12) 6991 TT

Libur panjang meningkatkan

mobilitas penduduk dan

diikuti oleh lonjakan jumlah

pasien yang dirawat di RS.

PSBB I dan PSBB II mampu

menurunkan mobilitas

penduduk, yang diikuti oleh

penurunan jumlah pasien.

PSBB Transisi I dan PSBB

Transisi II mampu

menurunkan mobilitas, tetapi

tidak mampu menurunkan

jumlah pasien.

(11)

Saat ini kondisi keterisian TT isolasi di beberapa provinsi besar

memiliki tren meningkat atau telah melampaui batas aman 70%

6 provinsi ini memiliki riwayat kenaikan kasus setelah libur panjang selesai

DKI Jakarta

Jawa Barat

Jawa Timur

Jawa Tengah

DIY

Sulsel

85% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 2,000 4,000 6,000 8,000

13-Sep-20 13-Oct-20 13-Nov-20 13-Dec-20

Total Kapasitas BOR 80%

30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 2,000 4,000 6,000 8,000

13-Sep-20 13-Oct-20 13-Nov-20 13-Dec-20 Total Kapasitas BOR

74% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 4,500 5,000 5,500 6,000 6,500

13-Sep-20 13-Oct-20 13-Nov-20 13-Dec-20 Total Kapasitas BOR

79% 30% 50% 70% 90% 1,000 2,000 3,000 4,000 5,000

13-Sep-20 13-Oct-20 13-Nov-20 13-Dec-20 Total Kapasitas BOR

64% 0% 20% 40% 60% 80% 1,200 1,300 1,400 1,500 1,600 1,700

13-Sep-20 13-Oct-20 13-Nov-20 13-Dec-20 Total Kapasitas BOR

81% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100 200 300 400 500

(12)

Saat ini kondisi keterisian ICU di beberapa provinsi besar memiliki

tren meningkat atau telah melampaui batas aman 70%

6 provinsi ini memiliki riwayat kenaikan kasus setelah libur panjang selesai

78% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100 200 300 400 500 600

13-Sep-20 13-Oct-20 13-Nov-20 13-Dec-20 Total Kapasitas BOR

65% 30% 40% 50% 60% 70% 200 400 600 800

13-Sep-20 13-Oct-20 13-Nov-20 13-Dec-20 Total Kapasitas BOR

DKI Jakarta

Jawa Barat

Jawa Timur

58% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100 200 300 400 500

13-Sep-20 13-Oct-20 13-Nov-20 13-Dec-20 Total Kapasitas BOR

Jawa Tengah

DIY

38% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 100 105 110 115 120 125

Total Kapasitas BOR

Sulsel

78% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 200 400 600 800 1,000

13-Sep-20 13-Oct-20 13-Nov-20 13-Dec-20 Total Kapasitas BOR

72% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 20 40 60

(13)

Kabupaten & Kota di 6 provinsi tersebut yang membutuhkan

intervensi khusus

No

Kota

Tgl

TT ICU

Tersedia

TT ICU

Terpakai

TT Isolasi

Tersedia

TT Isolasi

Terpakai

% TT ICU

% TT

Isolasi

1.

Kota Bandung

26-Dec

49

48

1138

1017

98%

89%

2.

Sleman

22-Dec

32

26

285

199

81%

70%

3.

DKI Jakarta

26-Dec

936

736

6991

5915

79%

85%

4.

Jember

25-Dec

22

17

377

284

77%

75%

5.

Kota Semarang

26-Dec

123

93

951

831

76%

87%

6.

Kota Makasar

26-Dec

86

41

1215

862

48%

71%

(14)

LANGKAH ANTISIPATIF YANG DISIAPKAN

Optimalisasi tempat tidur milik RSUD dan RS swasta.

Bekerjasama dengan Pemda/Dinkes untuk meningkatkan kapasitas ruang perawatan

dalam waktu dekat, sebesar 30% sd 40% dari kapasitas yang ada.

Penambahan tempat tidur khusus COVID-19 di RS non RSUD

Penambahan RS rujukan baru

Penambahan tenaga Kesehatan kurang lebih 7.901 dari 141 fasilitas Kesehatan, paling

banyak perawat 4.935, dokter umum 829, dokter spesialis 480, dan sisa nakes lainnya

Penambahan 740 tempat tidur baru untuk di ruang ICU dan isolasi di RS vertikal

Kemenkes.

Penataan kembali sistem rujukan pelayanan kesehatan COVID-19

Penguatan implementasi protokol tata laksana COVID-19 di fasyankes

Skenario lain :

Mengubah ruang perawatan umum menjadi ruang perawatan COVID-19

Mendirikan tenda darurat di RS untuk perawatan pasien COVID-19

(15)

Figur

Memperbarui...