• Tidak ada hasil yang ditemukan

JAMUR ENDOFITIK Hendersonia sp: AGEN BIOLOGI ALTERNATIF PENGENDALI Ganoderma PADA KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JAMUR ENDOFITIK Hendersonia sp: AGEN BIOLOGI ALTERNATIF PENGENDALI Ganoderma PADA KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Derajat Infeksi Akar Oleh Jamur Hendersonia sp Setelah Dua Kali Aplikasi
Tabel 2. Derajat Infeksi Akar Oleh Jamur Hendersonia sp Setelah Tiga Kali Aplikasi
Tabel 4. Korelasi Pasangan Sampel
Tabel  6  menunjukkan,  persentase  kolonisasi  Hendersonia  pada  aplikasi  dua  dan  tiga  kali  jauh  lebih  besar  dibandingkan  dengan  aplikasi  yang  dilakukan  hanya  satu

Referensi

Dokumen terkait

Rendahnya perlakuan urine sapi pada konsentrasi 10% dan kompos ampas tahu 75 g/tanaman diduga disebabkan oleh sedikitnya tambahan unsur hara terutama unsur N

kelapa sawit lebih efektif dalam menekan kematian tanaman, dan dapat megurangi kerentanan akar kecambah dan bibit terhadap penyerangan penyakit busuk pangkal

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pengaruh aplikasi tandan kosong kelapa sawit dengan perlakuan EM4 dan urea tidak berbeda nyata terhadap rata-rata jumlah akar yang

Cara pengujian untuk seleksi bahan tanaman yang tahan terhadap penyakit Ganoderma dilakukan dengan dua tahap yaitu pengujian di lapangan (komersial dan progeni)

Rendahnya perlakuan urine sapi pada konsentrasi 10% dan kompos ampas tahu 75 g/tanaman diduga disebabkan oleh sedikitnya tambahan unsur hara terutama unsur N

Pada perlakuan ini dengan pakan yang terbuat dari daun kelapa sawit dan kombinasi ampas singkong sebagai pakan ternak tambahan, setelah 4 minggu dengan respon ternak yang

Aplikasi media bekas jamur tiram dan pupuk Guano berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, luas daun dan diameter batang bibit kelapa sawit di

Pengaruh Campuran Biourin dengan Agen Pengendali Hayati terhadap Jumlah Daun, Tinggi Tanaman, Luas Daun dan Jumlah Klorofil pada Tanaman Sawi Hijau pada Hari Ke-21 Setelah Perlakuan