KAMUS BAHASA INGGRIS INDONESIA PADA MOBILE DEVICE BERBASIS JAVA 2 MICRO EDITION DENGAN ALGORITMA GENETIK

Teks penuh

(1)

KAMUS BAHASA INGGRIS – INDONESIA PADA MOBILE DEVICE

BERBASIS JAVA 2 MICRO EDITION DENGAN

ALGORITMA GENETIK

Nelly Astuti Hasibuan

Dosen Tetap STMIK Budi Darma Medan JL. Sisingamangaraja No. 338 Simpang Limun Medan www.stmik-budidarma.ac.id // Email: Nelly.ahsb@gmail.com

ABSTRAK

Kamus merupakan alat bantu yang digunakan untuk menerjemahkan suatu bahasa. Kebutuhan akan penggunaan kamus juga semakin meningkat, namun kamus cetakan seperti yang ada pada saat ini tidak efektif dan efisien dalam hal penggunaanya. Kamus mobile diharapkan dapat mempermudah pemakai dalam menterjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia tanpa harus membawa kamus yang berbentuk buku, yang pada umumnya memiliki ketebalan dan bobot yang cukup berat untuk ukuran sebuah buku. Kamus mobile diharapkan menjadi salah satu solusi untuk penggunaan kamus agar lebih efektif dan efisien. Kamus mobile yang dijalankan pada handphone dapat membantu pengguna handphone agar dapat menerjemahkan suatu bahasa dengan lebih mudah. Pada skripsi ini kamus mobile akan dirangcang menggunakan bahasa pemograman Java dengan Platfrom J2ME (Java 2 Micro Edition) dan menggunakan RMS (Recrord Management System)sebagai media penyimpanan datanya.

Kata Kunci : Laboratorium, disiplin, kenyamanan 1. Pendahuluan

Teknologi mobile merupakan salah satu teknologi yang sangat dibutuhkan dan semakin hari semakin pesat perkembangannya. Salah satu teknologi mobile yang saat ini hampir dimiliki oleh berbagai kalangan yaitu handphone. Awalnya

handphone termasuk kebutuhan primer, namun saat

ini handphone telah dianggap oleh sebagian besar masyarakat sebagai salah satu kebutuhan sekunder. Meninggkatnya jumlah pemakai handphone yang menyebabkan berubahnya tingkat kebutuhan tersebut. Handphone merupakan suatu alat komunikasi wireless yang dapat juga digunakan untuk mengirim pesan serta menjalankan software yang dibuat oleh suatu perusahaan ponsel. Contoh aplikasi handphone adalah ultraMP3 yang fungsinya untuk mendengarkan musik dan berbagai games atau permainan.

Kamus merupakan alat bantu yang digunakan untuk menerjemahkan suatu bahasa. Sekarang ini penggunaaan kamus sangat diperlukan, namun yang tidak mempersulit pengguna saat menggunakannya. Kamus mobile yang di pasangkan pada perangkat

handphone, dapat dijadikan sebagai alternatif dalam

penerjemahan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia maupun sebaliknya.

Kamus mobile diharapkan dapat mempermudah pemakai dalam menterjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia tanpa harus membawa kamus yang berbentuk buku, yang pada umumnya memiliki

ketebalan dan bobot yang cukup berat untuk ukuran sebuah buku. Selain itu kamus mobile diharapakan

Pemilihan kamus yang bersifat mobile device di karenakan sangat meningkatnya perkembangan teknologi yang bersifat mobile dan tingginya tingkat penggunaan perangkat-perangkat yang bersifat

mobile tersebut.

Sehubungan dengan uraian sebelumnya, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut : a. Bagaimana kamus bahasa Inggris-Indonesia dapat

dijalankan pada mobile device.

b. Bagaimana spesifikasi Handphone yang dapat menjalankan program.

c. Bagaimana menerapkan algoritma genetik dalam perancangan program untuk menyelesaikan masalah pencarian kata.

d. Berapa jumlah kata yang dapat diterjemahkan dengan menggunakan kamus bahasa Inggris-Indonesia.

2. Landasan Teori 2.1. Kamus Mobile

Kata kamus diserap dari bahasa Arab qamus, dengan bentuk jamaknya qawamis. Kata qamus atau

qawamis pada dasarnya juga berasal dari bahasa

Yunani okeanos yang berarti 'lautan'. Sejarah kata itu jelas memperlihatkan makna dasar yang terkandung dalam kata kamus, yaitu wadah pengetahuan, khususnya pengetahuan bahasa, yang tidak terhingga dalam dan luasnya. Dewasa ini kamus merupakan khazanah yang memuat perbendaharaan kata suatu

(2)

bahasa, yang secara ideal tidak terbatas jumlahnya. Setiap kebudayaan besar di dunia bangga akan kamus bahasanya. Dalam kenyataannya kamus tidak hanya menjadi lambang kebanggaan suatu bangsa, tetapi juga mempunyai fungsi dan manfaat praktis. Kamus dapat di tulis dalam satu atau lebih bahasa, dan berdasarkan penggunaan bahasanya kamus dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

1. Kamus Ekabahasa

Kamus ini hanya menggunakan satu bahasa. Kata-kata yang dijelaskan dan penjelasannya adalah terdiri daripada bahasa yang sama. Kamus ini mempunyai perbedaan yang jelas dengan kamus dwibahasa kerana penyusunan dibuat berasaskan pembuktian data korpus. Ini bermaksud definisi makna ke atas kata-kata adalah berdasarkan makna yang diberikan dalam contoh kalimat yang mengandung kata-kata berhubungan. Contoh kamus ekabahasa ialah kamus Besar Bahasa Indonesia (Indonesia) dan Kamus Dewan di (Malaysia).

2. Kamus Dwibahasa

Kamus ini menggunakan dua bahasa, yakni kata masukan daripada bahasa yang dikamuskan diberi padanan atau pemberian takrifnya dan arti dengan menggunakan bahasa yang lain. Contohnya: Kamus Inggris-Indonesia, Kamus Dwibahasa Oxford Fajar (Inggris-Melayu;Melayu-Inggris).

3. Kamus Aneka Bahasa

Kamus ini sekurang-kurangnya menggunakan tiga bahasa atau lebih. Misalnya, kata Bahasa Melayu Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin secara serentak. Contoh bagi kamus aneka bahasa ialah Kamus Melayu-Cina-Inggris Pelangi susunan Yuen Boon Chan pada tahun 2004.

Kamus bukan hanya digunakan untuk menerjemahkan kata dalam suatu bahasa ke bahasa lain, tetapi kamus juga digunakan untuk menerjemahkan makna kata yang merupakan istilah ataupun peribahasa. Kamus tersebut disebut kamus istimewa. Kamus istimewa merujuk kepada kamus yang mempunyai fungsi yang khusus. Contohnya: 1. Kamus Istilah,

Kamus ini berisi istilah-istilah khusus dalam bidang tertentu. Fungsinya adalah untuk kegunaan ilmiah. Contohnya ialah Kamus Istilah Fiqh

2. Kamus Etimologi,

Kamus yang menerangkan asal usul sesuatu perkataan dan maksud asalnya.

3. Kamus Tesaurus (perkataan searti),

Kamus yang menerangkan maksud sesuatu perkataan dengan memberikan kata-kata searti (sinonim) dan dapat juga kata-kata yang berlawanan arti (antonim). Kamus ini adalah untuk membantu para penulis untuk

meragamkan penggunaan diksi. Contohnya, Tesaurus Bahasa Indonesia

4. Kamus Peribahasa/Simpulan Bahasa,

Kamus yang menerangkan maksud sesuatu peribahasa/simpulan bahasa. Selain daripada digunakan sebagai rujukan, kamus ini juga sesuai untuk dibaca dengan tujuan keindahan. 5. Kamus Kata Nama Khas,

Kamus yang hanya menyimpan kata nama khas seperti nama tempat, nama tokoh, dan juga nama bagi institusi. Tujuannya adalah untuk menyediakan rujukan bagi nama-nama ini. 6. Kamus Terjemahan,

Kamus yang menyedia kata searti bahasa asing untuk satu bahasa sasaran. Kegunaannya adalah untuk membantu para penerjemah.

7. Kamus Kolokasi,

Kamus yang menerangkan tentang padanan kata, contohnya kata 'terdiri' yang selalu berpadanan dengan 'dari' atau 'atas'.

Selain berdasarkan jumlah bahasa, ukuran dan kata yang yang diterjemahkan , jenis-jenis kamus juga dapat di bagi berdasarkan medianya yang digunakan menjadi 2 jenis yaitu:

a. Kamus Cetakan

Kamus cetakan merupakan kamus yang menggunakan kertas sebagai medianya yang kemudian dibentuk menjadi sebuah buku. b. Kamus Elektnonik

Kamus elektronik merupakan kamus yang menggunakan alat-alat elektronik sebagai medianya seperti computer, handphone (Kamus

Mobile), calculator, dan sebagainya.

Kamus mobile yang akan dirancang termasuk jenis kamus Dwibahasa karena kamus ini akan mengguanakan dua bahasa, yakni bahasa Inggris sebagai masukan dari bahasa yang dikamuskan dan padanan atau artinya menggunakan bahasa Indonesia. Meningkatnya pemakaian peranti mobile

(mobile device) telah merevolusi kegiatan-kegiatan yang bersifat tradisional menjadi lebih sederhana dan mudah dengan penggunaan perangkat mobile. Mobilitas yang tinggi tidak menjadi penghalang lagi, karena saat ini peranti mobile sudah dapat mengakses

sever di pusat data. Peranti mobile sekarang tidak

hanya berfungsi sebagai pencatat jadwal dan buku alamat. Fungsi peranti mobile sudah berkembang pesat dan idealnya siap mengganti dokumen berbasis kertas.

2.2. Algoritma Genetik

Algoritma merupakan rancangan program untuk komputer yang dilaksanakan sebelum program tersebut diolah melalui bahasa pemrograman. Rancangan ini memiliki prosedur yang terstruktur dan mengandung olahan matematika dan logika, terdiri dari rangkaian perintah dan langkah tata cara

(3)

yang disusun secara teratur. Algoritma genetik untuk pertama kali dipublikasikan oleh John Holland pada tahun 1975 di amerika, dan umumnya algortima genetik digunakan untuk menyelesaikan masalah optimasi diskrit. Selanjutnya algoritma genetik dikembangkan oleh David Goldberg yang merupakan murid dari John Holland untuk menyelesaikan masalah searching, machine learning. Ciri utama algoritma genetik adalah tidak terlalu cepat dalam menemukan solusi optimal namun memiliki heruistik yang baik untuk masalah kombinatorial, dan ciri lainnya adalah algoritma genetik lebih menetik beratkan pada rekombinasi dan crossover.

Menurut Achmad Basuki Algoritma Genetik adalah algoritma yang memanfaatkan proses seleksi alamiah yang dikenal dengan proses evolusi. Dalam proses evolusi, individu secara terus-menerus mengalami perubahan gen untuk menyesuaikan dengan lingkungan hidupnya, hanya individu-individu yang kuat yang mampu bertahan.

Proses seleksi alamiah ini melibatkan perubahan gen yang terjadi pada individu melalui proses perkembang-biakan. Dalam algoritma genetika ini, proses perkembang-biakan ini menjadi proses dasar yang menjadi perhatian utama, dengan dasar berpikir yaitu bagaimana mendapatkan keturunanya ng lebih baik.

Algoritma Genetik merupakan algoritma yang dikembangkan dari proses pencarian solusi menggunakan pencarian acak, ini terlihat pada proses pembangkitan populasi awal yang menyatakan sekumpulan solusi yang dipilih secara acak (Suyanto, ST, MSC, Evolutionary Computation Komputasi Berbasis Evolusi Dan Genetika ,30,2008). Berikutnya pencarian dilakukan berdasarkan proses-proses teori genetika yang memperhatikan pemikiran bagaimana memperoleh individu yang lebih baik, sehingga dalam proses evolusi dapat diharapkan diperoleh individu yang terbaik.

Algoritma genetika dapat digunakan sebagai solusi untuk penyelesaian masalah pencarian kata secara acak, oleh karena itu dalam kamus mobile yang akan dirancang, algoritma genetik digunakan untuk pencarian kata dalam bahasa Inggris yang untuk kemudian ditampilkan padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Hal ini diperlukan karena pada umumnya para pengguna kamus mobile sering mengalami kesulitan untuk mengingat ejaan atau komposisi huruf dari sebuah kata dalam bahasa Inggris, oleh karena itu dengan algoritma genetik para user diharapkan dapat terbantu karena kata-kata yang memiliki jumlah huruf yang sama dan mirip dengan kata yang dicari akan ditampilkan.

Sebagaimana halnya proses evolusi di alam, algoritma genetika yang sederhana umumnya terdiri dari tiga operator yaitu: operator reproduksi,

operator crossover (persilangan) dan operator mutasi. Struktur umum dari suatu algoritma genetika

dapat didefinisikan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Membangkitkan populasi awal.

Populasi awal ini dibangkitkan secara random sehingga didapatkan solusi awal. Populasi itu sendiri terdiri dari sejumlah kromosom yang merepresentasikan solusi yang diinginkan. 2. Membentuk generasi baru.

Dalam membentuk digunakan tiga operator yang telah disebut di atas yaitu operator reproduksi/seleksi, crossover dan mutasi. Proses ini dilakukan berulang-ulang sehingga didapatkan jumlah kromosom yang cukup untuk membentuk generasi baru dimana generasi baru ini merupakan representasi dari solusi baru.

3. Evaluasi solusi.

Proses ini akan mengevaluasi setiap populasi dengan menghitung nilai fitness setiap kromosom dan mengevaluasinya sampai terpenuhi kriteria berhenti. Bila kriteria berhenti belum terpenuhi maka akan dibentuk lagi generasi baru dengan mengulangi langkah 2. Beberapa kriteria berhenti yang sering digunakan antara lain:

a. Berhenti pada generasi tertentu.

b. Berhenti setelah dalam beberapa generasi berturut-turut didapatkan nilai fitness tertinggi tidak berubah.

c. Berhenti bila dalam n generasi berikut tidak didapatkan nilai fitness yang lebih tinggi. 2.3. Java 2 Micro Edition

J2ME adalah satu set spesifikasi dan teknologi yang fokus kepada perangkat konsumen. Perangkat ini memiliki jumlah memori yang terbatas, menghabiskan sedikit daya dari baterei, layar yang kecil dan bandwith jaringan yang rendah. Dengan perkembangbiakan perangkat mobile konsumen dari telepon, PDA, kotak permainan ke peralatan-peralatan rumah, Java menyediakan suatu lingkungan yang portable untuk mengembangkan dan menjalankan aplikasi pada perangkat ini(Yuniar Supardi Ir, Pemograman Handphone Dengan J2ME,3,2008).

Teknologi Java mempunyai banyak keunggulan, diantaranya :

1. Multiplatform

Aplikasi J2ME dapat berjalan dibanyak flatform yang didalamnya terdapat JVM (Java Virtual

Machine), beberara flatform yang tersedia installer mobile JVM antara lain: Windows, Symbian, dan Embedded Linux.

2. Robust

Kode-kode java adalah kode-kode yang robust karena virtual machine mengatur keamanan proses eksekusi aplikasi. JVM menyediakan

garbage collector yang bertugas mencegah

kebocoran memory. 3. Terintegerasi dengan baik

(4)

J2ME bisa terhubung dengan back end J2EE

server dan web service dengan mudah, karena

J2ME menyediakan librar-library API RMI dan

web service.

4. Berorientasi objek

Java merupakan salah satu bahasa pemograman yang murni berorientasi objek. Hal ini mempermudah dan mempercepat pengembangan sistem yang dikembangkan dengan metode analisa dan desain berorientasi objek.

Configuration merupakan java library minimum

dan kapabilitas yang dipunyai oleh para pengembang J2ME, yang maksudnya sebuah mobile device dengan kemampuan java akan dioptimalkan untuk menjadi sesuai (Shalhuddin M & Rossa,2008,4). Ada 2 (dua) konfigurasi yang didefenisikan dalam J2ME yaitu: CLDC (Connected Limited Device Configuration) untuk perangkat kecil dan CDC (Connected Device Configuration) untuk perangkat

yang lebih besar.

CLDC (Connected Limited Device Configuration) adalah perangkat dasar dari J2ME,

spesifikasi dasar yang berupa Library dan API yang diimplementasikan pada J2ME, seperti yang digunakan pada telepon seluler, pager, dan PDA (Shalhuddin M & Rossa,2008,5). Perangkat tersebut dibatasi dengan keterbatasan memory, sumber daya, dan kemampuan memproses. Spesifikasi CLDC pada J2ME adalah spesifikasi minimal dari Package, kelas dan sebagian fungsi Java Virtual Machine yang dikurangi agar dapat diimplementasikan dengan keterbatasan sumber daya pada alat-alat tersebut, JVM yang digunakan disebut KVM (Kilobyte Virtual

Machine).

CDC (Connected Device Configuration)adalah spesifikasi dari konfigurasi J2ME. CDC merupakan komunitas proses pada Java yang memiliki standarisasi. CDC terdiri dari virtual machine dan kumpulan library dasar untuk dipergunakan pada

profile industri. Implementasi CDC pada J2ME

adalah Source code yang menyediakan sambungan dengan macam-macam Platform (Shalhuddin M & Rossa,2008,4).

Gambar 1. Arsitektur J2ME

MIDlet adalah aplikasi yang ditulis untuk MIDP. Aplikasi MIDlet adalah bagian dari kelas

javax.microedition.midlet.MIDlet. yang didefenisikan

pada MIDP. MIDlet berupa sebuah kelas abstrak yang merupakan sub kelas dari bentuk dasar aplikasi

sehingga antar muka antara aplikasi J2ME dan aplikasi manajemen pada perangkat dapat terbentuk.

Pemograman J2ME WTK tidak mengenal

database, untuk menyimpan data dikenal dengan

nama RMS (Record Management System) yang merupakan mekanisme penyimpanan berbentuk

record. Dalam pemograman MIDP terdapat 3 ruang

penyimpanan data yang dapat digunakan, yaitu:

Volatile (sementara)RAM, ruang persisten (tetap),

dan penyimpanan secara remote.

Data yang disimpan didalam RAM bersifat

voletile (sementara), jika peralatan dimatikan atau

MIDlet ditutup (dimatikan) data akan hilang. Pengaturan RAM sudah diatur oleh JVM (Java

Virtual Machine) dengan teknologi garbage collector

tanpa intervensi programmer(Yuniar Supardi Ir, Pemograman Handphone Dengan J2ME,199,2008).

Ruang persisten merupakan ruang memori lokal yang terdapat didalam peralatan (Device). Ruang persisten harus diatur sendiri secara efisien oleh pengembang, bukan diatur oleh JVM. Ruang persisten ini disebut dengan RMS. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengunakan RMS yaitu: sebuah recordstore dipersentasikan dengan kelas

Recordstore, setiap record disimpan dalam variabel array byte dan data didefenisikan dengan sebuah ID

yang bersifat unik, pengambilan data dan record berdasarkan ID.

Pada MIDlet yang terhubung dengan suatu jaringan internet, dapat mengakses atau menyimpan data pada ruang penyimpanan remote misalnya server database.

3. Analisa

Perancangan kamus mobile menggunakan bahasa pemograman Java dimana platform yang digunakan adalah J2ME (Java 2 Micro Edition). J2ME merupakan edisi khusus dari Java dan subset dari edisi J2SE. Edisi ini untuk pemrograman dengan peralatan-peralatan kecil atau terbatas seperti PDA,

handphone, pager, dan lain-lain, oleh karena itu

kamus bahasa Inggris-Indonesia yang akan dirancang hanya dapat dijalankan pada perangkat mobile yang memiliki fasilitas yang mendukung atau fitur- fitur yang mendukung Java. Contoh perangkat mobile yang dapat menjalankan kamus tersebut adalah

Handphone, dan contoh tipe handphone yang

memiliki fasilitas dan fitur java adalah Nokia 3510, Nokia 3150, Nokia 6600, Sony Ericson W 810i, Sony Ericson K 510i, dan lain sebagainya.

Kamus mobile yang akan dirancang akan menggunakan algoritma genetik sebagai solusi dalam penyelesaian masalah pencarian kata, seperti halnya dalam penggunaan kamus berbentuk buku para pengguna memanfaatkan cara penyajian kata yang sesuai dengan urutan abjadnya, sehingga para pengguna sangat terbantu dalam mencari kata yang ingin diterjemahkan. Pada kamus mobile penyajian kata yang sesuai dengan urutan abjadnya sangat sulit

(5)

untuk direalisasikan karena terbatasnya ukuran layar dari perangkat mobile seperti Handphone. Oleh karena itu pada perancangan kamus mobile ini algoritma genetik diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut, dimana dalam algoritma genetik penyajian kata akan lebih sedikit karena adanya proses seleksi sampai ditemukannya kata yang sama.

Dalam algoritma genetik pencarian kata dilakukan dengan cara memunculkan kata- kata yang memiliki jumlah huruf yang sama dengan jumlah huruf kata yang dicari atau kata yang menjadi target pencarian. Kemudian kata-kata tersebut diseleksi dan dimutasikan sampai ditemukanya kata yang sama dengan kata yang dicari atau kata yang menjadi target. Setelah kata yang sama ditemukan, selanjutnya kata tersebut akan diterjemahkan. Oleh karena itu bagi para pengguna yang pada umumnya sulit mengingat ejaan atau komposisi huruf dalam suatu kata berbahasa inggris akan sangat terbantu untuk mencari kata tersebut dan kemudian menerjemahkannya.

Algoritma genetik menggunakan nilai urut alfabet dalam proses pencarian kata. Nilai urut alfabet dapat dilihat pada tabel 1

Tabel 1 Nilai urut alfabet

Sebuah kata ditentukan sebagai target, misalnya: ‘BACKWARD’. Bila setiap huruf diberi nilai dengan nilai urut alfabet, maka targetnya bisa dinyatakan sebagai besaran numerik:

Target = [2, 1, 3, 11, 23, 1, 18, 4]

Komputer akan membangkitkan kata dengan jumlah huruf yang sama dengan target secara acak, terus-menerus hingga diperoleh kata yang sama dengan kata target.

a. Definisi Individu Dan Fitness

Individu adalah satu kata yang muncul dari proses acak tersebut, misalnya: BINAURAL atau [2, 9, 14, 1, 21, 18, 1, 12]. Satu individu mempunyai n gen integer yang setiap gennya menyatakan no urut alfabet. Nilai fitness adalah inversi dari perbedaan antara nilai kata yang muncul(individu) dan target yang ditentukan. Misalnya kata yang muncul: “BINAURAL“dan targetnya “BACKWARD” maka, nilai perbedaannya: E = |2-2| + |9-1| + |14-3| + |1-11| + |21-23| + |18-1| + |1-18| + |12-4| = 0 + 8 + 11 + 10 + 2 + 17 + 17 +8 = 73 Fitness = (26)(8) - 73 = 208 - 73 = 135 Fitness didefinisikan:

dimana gn adalah gen ke n dari individu ke k dan gen ke n dari target.

b. Pembangkitan Populasi Awal

Populasi awal dibangkitkan dengan cara membangkitkan semua huruf dalam sejumlah kata (individu) yang dibangkitkan.

Seleksi dilakukan dengan menggunakan

roulette-wheel, Roulette whel menyeleksi populasi baru

dengan distribusi probabilitas yang berdasarkan nilai fitness.

d. Cross-over, dilakukan dengan menukar gen-gen terpilih antar dua induk, seperti pada gen-gen biner.

e. Mutasi dilakukan dengan mengacak kembali nilai 1-26 dari gen yang dimutasikan.

(6)

4. Impementasi Perangkat Lunak

Kamus bahasa Inggris-Indonesia yang telah dirancang merupakan kamus mobile, dimana kamus

mobile tersebut dapat dijalankan pada handphone

yang mendukung atau memiliki fitur Java. Oleh karena itu kamus mobile dibuat dengan menggunakan bahasa pemograman Java, dimana untuk mengetikan listing programnya digunakan

JCreator yang merupakan perangkat lunak editor

untuk Java 2, dan untuk menjalankan programnya digunakan emulator yaitu J2ME WTK (Wireless

ToolKit).

Kamus bahasa Inggris-Indonesia juga menggunakan algoritma genetik untuk proses pencarian kata, dimana algoritma genetik berguna bagi para pemakai yang tidak mengetahui beberapa huruf dariata yang ingin dicari. Berikut hasil dari implementasi program keseluruhan yang telah dirancang:

a. Menu Utama

Menu utama dapat dikatakan sebagai antar muka (user interface) antara user dengan program. Menu utama menampilkan pilihan menu yang tersedia pada program. Pada menu utama kamus

mobile tersedia dua pilihan menu yaitu menu

tambah kata dan menu cari kata, dimana menu tambah kata berisi link ke form Input kata (Add

New Mobile Dictionary) dan menu cari kata berisi link ke form cari kata (Find word Mobile Dictionary). Gambar untuk tampilan menu utama

dapat dilihat pada gambar 4.5 dibawah ini.

Perangkat lunak dirancang memiliki beberapa tampilan antara lain:

1. Menu Utama

Menu Utama menampilkan fitur yang dimiliki seperti: Tulis pesan, Inbox (kotak masuk), Out Box (Kotak Keluar), Help dan About. Tampilan menu utama dapat dilihat pada gambar 2 dibawah ini.

Gambar 2 Tampilan Menu Utama b. Form Input kata (Add New Mobile Dictionary)

Form Input kata (Add New Mobile Dictionary)

merupakan form yang disediakan untuk menambah jumlah kata yang dapat diterjemahkan. Pada form input kata tersedia dua buah textfield yaitu textfield untuk mengisi kata dalam bahasa Inggris dan textfield untuk mengisi arti kata dalam bahasa Indonesia. Untuk menambah kata user harus mengisi kedua

textfield tersebut lalu click tombol Save.

Gambar 3. Form Input kata (Add New Mobile

Dictionary)

c. Form Cari kata (Find word Mobile Dictionary)

Form cari kata merupakan form yang disediakan

untuk mencari kata dan menerjemahkan kata.

Form cari kata juga dapat membantu user dalam

pencarian kata jika user tidak mengingat keseluruhan huruf dari kata yang ingin diterjemahkan. Pada form cari kata terdapat satu

textfield dan satu Command, dimana textfield

untuk mengisi huruf atau kata yang dicari dan

Command digunakan untuk proses pencarian

kata. Setelah Command cari diklik maka hasil pencarian kata akan muncul tepat di bawah

Command.

(7)

Gambar 4. Form Cari kata (Find word Mobile

Dictionary)

7. Kesimpulan

Dari hasil penulisan dan analisa dari bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan-kesimpulan, dimana kesimpulan-kesimpulan tersebut kiranya dapat berguna bagi para pembaca, sehingga penulisan skripsi ini dapat lebih bernanfaat. Adapun kesimpulan-kesimpulan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Kamus mobile dapat membantu para pengguna

handphone dalam menerjemahkan kata-kata

bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan handphone.

2. Algoritma genetik dapat diterapkan pada kamus

mobile untuk proses pencarian kata, sehingga

proses pencarian dapat lebih mudah dilakukan. 3. Penerapan algoritma genetik pada kamus mobile

dapat membantu para pengguna handphone yang tidak mengingat seluruh huruf dari kata yang dicari dengan hanya mengetikan beberapa huruf awal dari kata tersebut.

Daftar Pustaka

1. Supardi Yuniar., Pemrograman Handphone

dengan J2ME, Penerbit PT. Elex Media

Komputindo., Jakarta., 2008.

2. Mardiono Tri, Membangun solusi Mobile

Business dengan Java,Penerbit PT. Elex Media

Komputindo., Jakarta.,2006.

3. M Shalhuddin & Rossa, Pemrograman J2ME, Penerbit Informatika.,Bandung., 2008.

4. Jogiyanto, H.M., Analisa dan Desain Sistem

Informasi., Penerbit Andi Offset., Yogyakarta.,

2001.

5. Raharjo Budi, Haryanto Imam dan Haryono Arif, Tuntunan Pemograman JAVA Untuk

Handphone, Penerbit Informatika.,Bandung.,

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :