• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUPATI MUSI BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUPATI MUSI BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI MUSI BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURANBUPATI MUSI BANYUASIN

NOMOR II~AHUN 2020 TENTANG

PENYELENGGARAANSISTEM PEMERINTAHANBERBASIS ELEKTRONIK DENGAN RAHMATTUHANYANGMAHAESA

BUPATI MUSI BANYUASIN,

f

Menimbang:

Mengingat:

a. bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas peIayanan publik diperlukan tata keIoIa pemerintahan yang baik dan bersih, transparan, efektif dan efisien daIam penyeIenggaraan pemerintahan di Kabupaten Musi Banyuasin;

b. bahwa untuk menciptakan tata keIoIa pemerintahan yang baik dapat dilakukan meIaIui pemanfaatan teknoIogi informasi dan komunikasi dalam penyeIenggaraan pemerintahan di Kabupaten Musi Banyuasin;

c. bahwa pemanfaatan teknoIogi dan komunikasi dalam penyeIenggaraan pemerintahan di Kabupaten Musi Banyuasin diperlukan sinergitas dan pedoman sehingga dalam peIaksanaannya dibutuhkan suatu perangkat hukum;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagai mana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, perIu menetapkan Peraturan Bupati tentang PenyeIenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis EIektronik;

1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan .Daerah Tingkat II dan Kotapraja di Sumatera SeIatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Negara RepubIik Indonesia Nomor

(2)

2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tabun 2008 Nomor 58, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tabun 2008 Nomor 4843);

3. Undang-Undang Nomor 14 Tabun 2008 tentang Keterbukaan Informasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tabun 2008 Nomor 61, Tambaban Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846);

4. Undang-Undang Nomor 25 Tabun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);

5. Undang-Undang Nomor 23 Tabun 2014 tentang Pemerintahan Daerab (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambaban Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587); 6. Undang-Undang Nomor 19 Tabun 2016 tentang

Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tabun 2016 Nomor 251, Tambaban Lembaran Negara Republik Indonesia Tabun 2016 Nomor 5952);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tabun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tabun 2012 Nomor 189);

8. Peraturan Presiden Nomor 95 Tabun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tabun 2018 Nomor 182); 9. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor

4 Tabun 2016 tentang Sistem Manajemen Informasi (Berita Negara Republik Indonesia Tabun 2016 Nomor 551);

10. Peraturan Kepala Lembaga Sandi Negara Nomor 7 Tahun 2017 ten tang Pedoman Penyelenggaraan

(3)

Menetapkan :

di Lingkungan Pemerintahan Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota;

11. Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, sebagaimana telah diu bah dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin (Lembaran Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2020 Nomor 8)

12. Peraturan Bupati Nomor 95 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musi Banyuasin (Berita Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2019 Nomor 95).

MEMUTUSKAN:

PERATURAN BUPATI TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PEMERINTAHANBERBASIS ELEKTRONIK.

BAB I

KETENTUANUMUM PasaI 1

Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Kabupaten Musi Banyuasin.

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.

3. Bupati adaIah Bupati Musi Banyuasin.

4. Perangkat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin yang seIanjutnya disebut Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.

(4)

5. Dinas Komunikasi dan Informatika yang selanjutnya disebut Dinas adalah Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musi Banyuasin.

6. Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, yang selanjutnya disingkat SPBE adalah penyelenggaraan pemerintahan dengan memanfaatkan TIK untuk memberikan Iayanan kepada pengguna sistem pemerintahan berbasis elektronik.

7. Layanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang selanjutnya disingkat Layanan SPBE adalah keluaran yang dihasilkan oleh 1 (satu) atau beberapa fungsi aplikasi SPBE dan yang memiliki nilai manfaat.

8. Rencana Induk SPBE Daerah adalah dokumen perencanaan pembangunan SPBE di daerah untuk jangka waktu 5 (Lima) Tahun.

9. lnformasi adalah keterangan, pemyataan, gagasan, dan tanda-tanda yang mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan dengan perkembangan TIK secara elektronik maupun non elektronik.

10. Infrastruktur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang selanjutnya disebut lnfrastruktur SPBE adalah semua perangkat keras, perangkat lunak dan fasilitas yang menjadi penunjang utama untuk menjalankan sistem, aplikasi, komunikasi data, pengolahan dan penyimpanan data, perangkat integrasi/penghubung dan perangkat elektronik lainnya serta memberikan Layanan SPBE.

11. Aplikasi SPBE adalah satu atau sekumpulan program komputer dan prosedur yang dirancang untuk melakukan tugas atau fungsi Layanan SPBE.

12. Aplikasi Umum adalah Aplikasi SPBE yang sarna, standar dan digunakan secara berbagi pakai oleh lebih dari satu Perangkat Daerah.

13. Aplikasi Khusus adalah Aplikasi SPBE khusus yang dikembangkan, dikelola danlatau digunakan oleh Perangkat Daerah tertentu guna mendukung uraian tugas pokok dan fungsi serta memenuhi kebutuhan khusus Perangkat Daerah.

(5)

14. Layanan SPBE adalah keluaran yang dihasilkan oleh 1 (Satu) atau beberapa fungsi aplikasi SPBE dan yang memiliki nilai manfaat.

15. Layanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

16. Layanan Non Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi internal penyelenggara pelayanan publik atas barang, jasa dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

17. Pusat Media dan Data adalah wahana pelayanan informasi kebijakan pemerintah berbasis teknologi informasi dan komunikasi, untuk mendukung pelaksanaan tugas lembaga pemerintah dan daerah, khususnya dalam penyebarluasan informasi untuk kebutuhan publik dan mengembangkan pelayanan informasi kepada publik sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat dalam mendapatkan informasi yang akurat, cepat mudah dan terjangkau.

18. Pusat data adalah suatu fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem elektronik dan komponen terkaitnya untuk keperluan penempatan, penyimpanan pengolahan data. 19. Sistem Informasi adalah serangkaian prosedur informasi yang

berfungsi untuk mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirim dan/atau menyebarkan informasi.

20. Keamanan Informasi adalah perlindungan terhadap sistem informasi dari akses yang tidak berhak, penyalah gunaan, kebocoran, gangguan modifikasi, pemalsuan dan perusakan informasi sesuai dengan prinsip kerahasiaan, kebutuhan, keaslian, dan nir penyangkalan informasi.

21. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi yang selanjutnya disingkat PPlD adalah pejabat yang bertanggung

(6)

jawab dalam pengumpulan, per-dokumentasian, penyimpanan, pemeliharaan, penyediaan, distribusi, dan pelayan informasi dan dokumentasi di lingkungan Pemerintah Daerah, yang terdiri dari PPlD Vtama dan PPlD Pembantu. 22. Badan Publik adalah Pemerintahan Daerah dan DPRD yang

fungsi dan tugas pokoknya berkaitan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, atau organisasi non pemerintah sepanjang bagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri.

23. lnteroperabilitas adalah kemampuan dua sistem atau dua komponen atau lebih untuk bertukar informasi dan untuk menggunakan informasi yang telah diperuntukkan.

24. Laman Daring (Website) adalah kumpulan dari halaman situs, yang terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, dan tempatnya beradah di dalam World Wide Web (www) di internet.

25. Nama Domain adalah alamat internet penyelenggara negara, Pemerintah Daerah, orang, badan usaha dan/atau masyarakat yang dapat digunakan dalam berkomunikasi melalui internet, berupa kode atau susunan karakter yang bersifat unik untuk menunjukkan lokasi tertentu dalam internet.

26. Diseminasi Informasi adaIah penyebar informasi secara timbaI balik dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota kepada masyarakat baik diminta atau tidak diminta, yang dapat dilakukan melaIui media massa maupun bentuk media komunikasi Iainnya dan/atau lembaga-Iembaga komunikasi masyarakat.

27. Perangkat Daerah Mandiri adalah Perangkat Daerah yang dinilai teIah mampu membangun, mengembangkan dan mengelola Aplikasi dan/ atau Infrastruktur SPBE.

28. Asas penyelenggaraan SPBE berdasarkan manfaat, keamanan, adiI dan merata, kepastian hukum, sinergi, transparansi, kemitraan, etika, akuntabilitas dan partisipatif.

(7)

BAB II

MAKSUD,TUJUAN DANRUANGLINGKUP Pasal2

Peraturan Bupati ini dimaksudkan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan SPBE di lingkungan Pemenntahan Daerah sehingga dapat dilaksanakan dengan baik dan berkualitas.

Pasal3

Tujuan pengaturan penyelenggaraan SPBE adalah:

a. menciptakan tata kelola pemenntahan yang baik dan bersih, transparan, efektif dan efisien sesuai tuntutan peru bah an dengan berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi;

b. menciptakan sistem penyelenggaraan SPBE dalam rangka peningkatan pelayanan publik dan pelayanan non publik; dan c. menciptakan sinergi antar Perangkat Daerah dalam

penyelenggaraan sistem informasi dan layanan berbasis elektronik.

Pasal4

Ruang lingkup pengaturan dalam Peraturan Bupati ini meliputi: a. penyelenggaraan SPBE;

b. pengelolaan Domain dan Sub Domain;

c. pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik pemenntahan Daerah;

d. penyelenggaraan Pelayanan Publik berbasis elektronik; pembinaan, pengawasan dan pengendalian; dan

e. pembiayaan. BAB 1Il PENYELENGGARAANSPBE Bagian Kesatu Umum Pasal5 Penyelenggaraan SPBE meliputi : a. perencanaan;

(8)

c. infrastruktur;

d. pembangunan dan pengembangan aplikasi; e. layanan SPBE;

f. sumber daya manusia; dan g. keamanan informasi.

Bagian Kedua Perencanaan

Pasal6

(1) Untuk memberikan arah SPBE yang terpadu dan berkesinambungan, Bupati melalui Dinas menyusun Rencana lnduk SPBE Daerah.

(2) Rencana lnduk SPBE Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memuat:

a. visi, Misi, Tujuan, dan sasaran SPBE; b. arah kebijakan SPBE;

c. strategi SPBE; dan d. peta rencana strategi.

(3) Rencana lnduk SPBE disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

(4) Rencana Induk SPBE Daerah dilakukan reviu setiap 5 (Lima) Tahun atau sewaktu-waktu.

(5) Dalam rangka penyusunan Rencana Induk SPBE Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (3), setiap Perangkat Daerah memberikan informasi kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi yang spesifik, terukur dan realistis sesuai tugas pokok dan fungsinya.

(6) Rencana Induk SPBE yang disusun mengacu kepada Rencana Induk SPBE Nasional.

(7) Informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) menjadi tanggungjawab masing-masing Perangkat Daerah.

Pasal 7

Dalam melaksanakan Rencana Induk SPBE Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasa! 6 ayat (1) harus dilakukan secara terkoordinasi antara Dinas dan Perangkat Daerah.

(9)

Bagian ketiga Kelembagaan

Pasal8

(1) Kelembagaan Sebagaimana dimaksud dalam Pasal (5) huruf b yaitu semua Perangkat Daerah di Iingkungan Pemerintah Daerah.

(2) Perangkat Daerah menyelenggarakan SPBE sesuai tugas pokok dan fungsinya.

(3) Penyelenggaraan SPBE dikoordinasikan oleh Dinas bersama Perangkat Daerah.

Bagian Keempat Infrastruktur SPBE

Pasa19

(1) Pemerintah Daerah melalui Dinas menyediakan, mengelola dan memelihara Infrastruktur SPBE yang diperlukan untuk menjamin Penyelenggaraan SPBE.

(2) Infrastruktur SPBE sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimanfaatkan oleh Perangkat Daerah terdiri dari:

a. pusat Data dan Pusat Pemulihan Data; b. jaringan intra antar Perangkat Daerah; c. alamat internet protocol publiC;

d. routing;

e. sistem Keamanan Informasi; f. bandwidth;

g. penempatan server sistem informasi; dan h. repository data/informasi.

(3) Dinas berwenang mengatur pemanfaatan internet dan mengendalikan laman daring yang boleh diakses oleh Perangkat Daerah.

(4) Perangkat daerah dapat menyediakan perangkat baru, mengelola, memanfaatkan, dan memelihara Infrastruktur SPBE sendiri sesuai kebutuhannya.

(5) Infrastruktur SPBE yang dapat dikelola oleh Perangkat Daerah diantaranya adalah:

a. lokal Area Network dalam lingkup internal Perangkat Daerah;

(10)

b. perangkat end user; dan

c. keamanan Informasi internal Perangkat Daerah.

(6) Seluruh Infrastruktur SPBE yang diselenggarakan Pemerintahan Daerah, dimanfaatkan sebagai sarana kedinasan dan pelayanan publik.

(7) Perangkat Daerah yang mendapatkan perangkat sistem informasi dari Pemerintah Pusat/Pemerintah Provinsi atau lainnya berkoordinasi dengan Dinas.

Bagian Kelima

Pembangunan dan Pengembangan Aplikasi Paragraf I

Umum Pasall0 Aplikasi SPBE terdiri atas: a. aplikasi umum; dan b. aplikasi khusus.

Paragraf2 Aplikasi Umum

Pasal II

(1) Aplikasi Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 huruf a disediakan oleh Dinas.

(2) Pembangunan dan/atau pengembangan aplikasi umum ditujukan untuk memberikan layanan SPBE yang mendukung kegiatan pemerintahan di bidang:

a. perencanaan; b. penganggaran;

c. pengadaan barang dan jasa pemerintah; d. akuntabilitas kinerja;

e. pemantauan dan evaluasi; f. kearsipan;

g. kepegawaian; dan

h. pengaduan pelayanan publik.

(11)

(4) Dalam hal Perangkat Daerah tidak menggunakan aplikasi umum, Perangkat Daerah dapat menggunakan aplikasi sejenis dengan aplikasi umum.

(5) Dalam menggunakan aplikasi sejenis sebagaimana dimaksud pada ayat (4), Perangkat Daerah harus:

a. telah mengoperasikan aplikasi sejenis sebelum aplikasi umum ditetapkan;

b. melakukan kajian biaya dan manfaat terhadap penggunaan dan pengembangan aplikasi sejenis; dan c. melakukan pengembangan aplikasi sejenis yang

disesuaikan dengan proses bisnis dan fungsi pada aplikasi umum;

Paragraf 3 Aplikasi Khusus

Pasa! 12

(1) Aplikasi khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 huruf b dapat dibangun dan dikembangkan oleh setiap Perangkat Daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan Dinas.

(2) Pembangunan dan pengembangan aplikasi khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada Arsitektur SPBE Instansi Pusat dan Arsitektur SPBE Pemerintahan Daerah.

(3) Pembangunan dan pengembangan aplikasi khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi standar teknis dan prosedur pembangunan dan pengembangan aplikasi khusus.

Bagian Keenam Layanan SPBE

Pasal 13 (1) Layanan SPBE terdiri atas:

a. Layanan Administrasi Pemerintahan; dan b. Layanan Publik.

(2) Layanan Administrasi Pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan layanan SPBE yang

(12)

mendukung tata laksana internal birokrasi dalam rangka meningkatkan kinerja dan akuntabilitas pemerintah daerah. (3) Layanan Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b

merupakan layanan SPBE yang mendukung pelaksanaan Pelayanan Publik oleh Pemerintahan Daerah.

(4) Penerapan dan pengembangan layanan SPBE didasarkan pada Rencana Induk SPBE.

Bagian Ketujuh Sumber Daya Manusia

Pasa! 14

(1) Pengelola infrastruktur dan aplikasi merupakan Aparatur Sipil Negara dan/atau Tenaga Teknis lainnya yang ditunjuk oleh Perangkat Daerah.

(2) Pengelola infrastruktur dan layanan aplikasi selain dari Aparatur Sipil Negara dan/atau Tenaga Teknis lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menggunakan pihak ketiga.

Bagian Kedelapan Keamanan Inforrnasi

Pasa! 15

(1) Pemerintah Daerah berkewajiban mengelola data dalam aplikasi sistem inforrnasi untuk kepentingan internal dan eksternal dengan memperhatikan keamanan inforrnasi.

(2) Aplikasi SPBE yang digunakan untuk pelaksanaan penyelenggaraan SPBE pada Perangkat Daerah harus memenuhi standar interoperabilitas dan standar keamanan inforrnasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Aplikasi SPBE yang digunakan untuk pelaksanaan

penyelenggaraan SPBE pada Pemerintah Daerah harus diperiksa kesesuaian fungsinya melalui proses assessment oleh Dinas.

(4) Aplikasi SPBE yang dikelola di daerah dapat terintegrasi dengan Aplikasi Pusat.

(13)

Pasal 16

Untuk teIjaminnya keamanan informasi Pemerintah Daerah yang bersifat rahasia dan strategis, harns menggunakan sistem keamanan dan jaringan yang dikeioia oleh Dinas.

BABIV

PENGELOLAANDOMAINDANSUB DOMAIN PasaI17

(1) Pemerintah Daerah meIaIui Dinas melakukan pengeIoIaan Laman Daring dengan menggunakan Nama Domain dan Sub Domain untuk mempermudah akses informasi meIaIui Laman Daring Pemerintah Daerah.

(2) Nama Domain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimiliki dan/atau digunakan oleh Pemerintah Daerah dengan alamat website htpp: / /www.mubakab.go.id

(3) Sub Domain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terintegrasi dengan Domain htpp:/ /www.mubakab.go.id dan digunakan oleh Perangkat Daerah.

(4) Penggunaan Sub Domain sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Iayanan Perangkat Daerah.

Pasal 18

(1) Setiap Perangkat Daerah wajib mengeioia Laman Daring dengan menggunakan Sub Domain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (3).

(2) Konten informasi yang ditampilkan pada Laman Daring sebagaimana dimaksud pad a ayat (1) berdasarkan tugas pokok dan fungsi Perangkat Daerah.

(3) Konten informasi yang ditampilkan pada Laman Daring sebagaimana dimaksud pad a ayat (2) merupakan data dan informasi terbaru.

(4) Setiap Perangkat Daerah wajib memiliki admin pengolah Laman Daring.

(5) Admin Laman Daring sebagaimana dimaksud pada ayat (4) bertanggungjawab atas keamanan dan data informasi.

(14)

(6) Perangkat Daerah yang tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (4) dikenakan sanksi administratif.

(7) Admin Laman Daring yang lalai atas keamanan data dan informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dikenakan sanksi administratif.

(8) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dan ayat (7) berupa:

a. teguran lisan;

b. teguran tertulis; dan

c. sanksi administratif lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

BABV

PENGELOLAANINFORMASIDANKOMUNIKASIPUBLIK PEMERINTAHDAERAH

Bagian Kesatu

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Pasal 19

Pemerintah Daerah melaksanakan Pengelolaan pelayanan informasi dan dokumentasi dengan membentuk danmenetapkan PPID.

Pasal20

(1) PPID sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 adalah pejabat yang bertanggung jawab mengelola penyampaian, pendokumentasian, penyediaan, dan/atau pelayanan informasi badan publik.

(2) PPID sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibantu oleh PPID Pembantu pada Perangkat Daerah.

(3) Badan publik di Iuar Pemerintah Daerah dan Desa dapat membentuk PPID tersendiri dengan berpedoman kepada peraturan perundang-undangan.

(15)

Bagian Kedua

Sarana Komunikasi dan Diseminasi lnformasi Pasa121

(1) Pemerintah Daerah menetapkan standar penyelenggaraan saran a komunikasi dan diseminasi informasi yang meIiputi; a. koordinasi dan fasiIitasi pemberdayaan komunikasi

pubIik;

b. pelaksanaan komunikasi pubIik Pemerintah Daerah; c. koordinasi dan pelaksanaan diseminasi informasi

Daerah; dan

d. koordinasi dan fasiIitasi pengembangan kemitraan media skala Kabupaten.

(2) Seluruh data dan informasi wajib disimpan dalam pusat data yang dikelola oleh Dinas dalam rangka sistem pengamanan data dan informasi.

Bagian Ketiga

Pembentukan Pusat Media dan Data Pasal 22

(1) Pemerintah Daerah berkewajiban membentuk Pusat Media dan Data sebagai pusat layanan informasi dan komunikasi pubIik untuk memenuhi hak masyarakat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan mengakomodasi aspirasi masyarakat dalam proses perumusan kebijakan pubIik.

(2) Setiap Perangkat Daerah wajib berkoordinasi dengan Dinas terhadap pendayagunaan dan penguatan Pusat Media dan Data sebagai wahana layanan informasi dan komunikasi pubIik.

(3) Pusat Media dan Data yang dikelola Pemerintah Daerah akan terhubung dengan pusat data Nasional.

(4) Dinas memfasilitasi laporan pertukaran data dengan Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pemerintah Pusat.

(16)

BAB VI

PENYELENGGARAANPELAYANANPUBLIKBERBASIS ELEKTRONIK Pasa! 23

(1) DaIam rangka PenyeIenggaraan Pelayanan PubIik Berbasis Elektronik, sistem informasi harus terintegrasi dan mudah diakses masyarakat.

(2) Sistem informasi terintegrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), adalah sistem informasi yang terhubung Iangsung antar Perangkat Daerah terkait secara online.

(3) Informasi dapat diperoIeh masyarakat dengan cara cepat, tepat, mudah dan sederhana.

(4) Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat informasi PeIayanan PubIik, yang terdiri atas sistem informasi elektronik, paling sedikit meliputi:

a. profiI Penyelenggara; b. profiI peIaksana; c. standar peIayanan; d. makIumat peIayanan;

e. pengeIoIaan pengaduan; dan f. peniIaian kineIja.

(5) Pemerintah Daerah memberikan kemudahan akses bagi masyarakat terhadap Iayanan publik meIaIui penyediaan dan pemanfaatan teknologi informasi.

(6) Penyelenggara pelayanan publik berbasis eIektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menjaga keamanan dan kerahasiaan data atau informasi yang dikeIoIanya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAS VII

PEMBINAAN,PENGAWASANDAN PENGENDALIAN Bagian Kesatu

Umum Pasa! 24

Perangkat Daerah meIakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian da!am penyelenggaraan SPBE.

(17)

Bagian Kedua Pembinaan

Pasal25

(1) Pembinaan penyelenggaraan SPBE meliputi:

a. pemanfaatan infrastruktur jaringan, perangkat lunak, data dan informasi serta sumber daya manusia pengelola pada Dinas;

b. pengelolaan Laman Daring (website) dengan domain pemerintah Daerah;

c. penyediaan dan pengelolaan sarana komunikasi dan informatika; dan

d. diseminasi informasi di lingkungan Pemerintah Daerah. (2) Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

dilaksanakan dengan:

a. koordinasi secara berkala;

b. pemberian birnbingan dan supervisi; c. pendidikan dan pelatihan; dan d. evaluasi penyelenggaraan SPBE.

Bagian Ketiga Pengawasan

Pasal26

(1) Pengawasan penyelenggaraan SPBE dapat dilakukan secara koordinatif oleh Dinas, dan Instansi terkait lainnya sesuai kewenangan, berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Pengawasan penyelenggaraan SPBE sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. pengawasan preventif; dan b. pengawasan represif.

(3) Pengawasan preventif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a meliputi:

a. pembinaan kesadaran hukum aparatur dan masyarakat; b. peningkatan profesionalisme aparatur pelaksana; dan c. peningkatan peran dan fungsi pelaporan.

(18)

(4) Pengawasan represif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b meliputi tindakan penertiban dan penegakan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagian Keempat Pengendalian

Pasal27

Pengendalian penyelenggaraan SPBE, dilaksanakan dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

BABVIII PEMBIAYAAN

Pasal28

(1) Pembiayaan penyelenggaraan SPBE dapat bersumber dari: a. anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah; dan/atau b. sumber lain yang sah seSUaI dengan peraturan

perundang- undangan.

(2) Pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (I) digunakan untuk:

a. penyusunan kebijakan atau regulasi; b. pengadaan dan instalasi;

c. pengelolaan operasional; d. pemeliharaan sistem;

e. pengembangan sumber daya manusia penyelenggara SPBE;

f. sosialisasi dan koordinasi; dan

(19)

BABIX

KETENTUAN PENUTUP Pasal 29

Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan perundangan Peraturan Bupati ini dengan menempatkannya dalam Berita Daerah Kabupaten Musi Banyuasin.

NOERDIN Ditetapkan di Sekayu

pada tanggal 1(, D€Jw.bU-j

fPATI

MUSI BANYUASIN

r

Diundangkan di Sekayu

pada tanggal

11

Ot.rC1l'll\W 2020 SEKRE ARIS DAERAH

KABU ATEN MUS! BANYUASIN

r

H.

2020

BERITA DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN TAHUN 2020 NOMOR liS"

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui pemberian Pycnogenol oral dapat menurunkan kadar kolesterol total darah pada tikus putih jantan (albino rat) yang dislipidemia.. Untuk mengetahui pemberian

(1) Penyusunan Rencana Induk SPALD Lintas Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat huruf a, dilakukan oleh Perangkat Daerah yang menyelenggarakan

Melalui Sekretaris Daerah Kab. perihal Mohon Penetapan Rancangan Peraturan dan Keputusan Bupati tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2016 dan Keputusan Bupati

KML singkatan dari keyhole markup language yang secara sederhana bisa diartikan sebagai format file untuk menampilkan data geografis dengan program penjelajah kebumian

(3) Penatausahaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota

Metode regresi logistik biner, CART, CHAID dan MARS sebagai metode statistik yang dapat digunakan sebagai metode credit scoring, dapat diaplikasikan pada data debitur kredit

Pada Tahun 2020 Pemerintah Daerah Kota Cirebon menargetkan 5 penambahan Perangkat Daerah yang mengelola teknologi informasi dan komunikasi dalam pengelolaan

Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi, atas suatu kegiatan usaha hulu yang dilaksanakan oleh Kontraktor Kontra Kerja Sarna, Badan usaha Milik