PENGARUH PROMOSI DAN HARGA TERHADAP
PENGARUH PROMOSI DAN HARGA TERHADAP PENJUALAN
PENJUALAN
HARIAN UMUM INDEPENDEN SINGGALANG PADANG
HARIAN UMUM INDEPENDEN SINGGALANG PADANG
MARZIA DESFIKA
MARZIA DESFIKA11), LUSIANA, SE, MM), LUSIANA, SE, MM22), FITRI YENI, SE, MM), FITRI YENI, SE, MM33)) 1.
1. Akuntansi, UPI YPTK PADANGAkuntansi, UPI YPTK PADANG Email :
Email : [email protected]@yahoo.co.id
2.
2. Akuntansi, UPI YPTK PADANGAkuntansi, UPI YPTK PADANG Email :
Email : [email protected][email protected]
3.
3. Akuntansi, UPI YPTK PADANGAkuntansi, UPI YPTK PADANG Email :
Email :
ABSTRAK ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh promosi dan harga terhadap Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh promosi dan harga terhadap peningkatan volume penjualan Harian umum i
peningkatan volume penjualan Harian umum i ndependen Singgalang Padang, untuk menganalisa hubungan danndependen Singgalang Padang, untuk menganalisa hubungan dan pengaruh
pengaruh promosi promosi dan dan harga harga terhadap terhadap peningkatan peningkatan volume volume penjualan penjualan harian harian umum umum independen independen SinggalangSinggalang Padang. Untuk mengaplikasikan tujuan tersebut maka digunakan metode deskriptif, dan metode analisis regresi Padang. Untuk mengaplikasikan tujuan tersebut maka digunakan metode deskriptif, dan metode analisis regresi berganda.
berganda.
Berdasarkan hasil regresi maka
Berdasarkan hasil regresi maka diperoleh persamaan Y = -2,476 diperoleh persamaan Y = -2,476 + 162895,12 X+ 162895,12 X11+ 2399,40 X+ 2399,40 X22dimana -dimana
-2,476 merupakan nilai konstanta, jika biaya promosi dan harga jual tidak berubah maka nilai penjualan harian 2,476 merupakan nilai konstanta, jika biaya promosi dan harga jual tidak berubah maka nilai penjualan harian umum independen Singgalang sebesar -2,476, nilai koefisien regresi berganda biaya promosi bernilai positif umum independen Singgalang sebesar -2,476, nilai koefisien regresi berganda biaya promosi bernilai positif yaitu 162896,12, Artinya setiap pe
yaitu 162896,12, Artinya setiap peningkatan variabel biaya promningkatan variabel biaya promosi sebesar 1 osi sebesar 1 maka variabel penjualan maka variabel penjualan akanakan naik sebesar 162.895,12 dengan asumsi variabel independen lainnya tetap, nilai koefisien regresi berganda naik sebesar 162.895,12 dengan asumsi variabel independen lainnya tetap, nilai koefisien regresi berganda variabel harga jual bernilai positif, yaitu 2.399,40. Artinya setiap peningkatan variabel harga jual sebesar 1 maka variabel harga jual bernilai positif, yaitu 2.399,40. Artinya setiap peningkatan variabel harga jual sebesar 1 maka variabel Penjualan akan meningkat sebesar 2.399,4
variabel Penjualan akan meningkat sebesar 2.399,4 dengan asumsi variabel independen lainnya tetapdengan asumsi variabel independen lainnya tetap
Kata kunci : Biaya promosi, harga jual, penjualan Kata kunci : Biaya promosi, harga jual, penjualan
BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN
Perkembangan dunia usaha dewasa ini Perkembangan dunia usaha dewasa ini ditandai dengan semakin tajamnya persaingan, ditandai dengan semakin tajamnya persaingan, khususnya dalam pengelolaan unit usaha khususnya dalam pengelolaan unit usaha perusahaan.
perusahaan. Hal Hal ini ini ditandai ditandai dengan dengan munculnyamunculnya perusahaan
perusahaan yang yang menawarkan menawarkan produk produk berkualitasberkualitas dengan harga bersaing. Untuk mengatasi dengan harga bersaing. Untuk mengatasi persaingan
persaingan dalam dalam penjualan penjualan surat surat kabar, kabar, makamaka salah satu upaya yang dilakukan oleh perusahaan salah satu upaya yang dilakukan oleh perusahaan dengan menerapakan promosi dan harga. Dimana dengan menerapakan promosi dan harga. Dimana dalam hal menetapkan harga perusahaan harus dalam hal menetapkan harga perusahaan harus mampu bersaing sehingga peningkatan penjualan mampu bersaing sehingga peningkatan penjualan surat kabar
surat kabar dapat dapat meningkat. meningkat. Mengingat Mengingat tingkattingkat persaingan
persaingan yang yang semakin semakin ketat, ketat, maka maka pihak pihak perusahaan
perusahaan harus harus meningkatkan meningkatkan pelayanan, pelayanan, untuk untuk membangun hubungan jangka panjang dengan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan
pelanggan atau atau calon calon pelanggan pelanggan lainnya. lainnya. MelaluiMelalui promosi
promosi perusahaan perusahaan dapat dapat memperkenalkanmemperkenalkan produk
produk yang yang dihasilkan dihasilkan kepada kepada masyarakat,masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengetahui produk sehingga masyarakat dapat mengetahui produk yang telah diproduksi.
yang telah diproduksi.
Penulis tertarik untuk mengangkat Penulis tertarik untuk mengangkat promosi,
promosi, karena karena promosi promosi penjualan penjualan menawarkanmenawarkan suatu produk dengan cara memberikan rangsangan suatu produk dengan cara memberikan rangsangan supaya membeli. Apalagi saat ini, daya beli supaya membeli. Apalagi saat ini, daya beli konsumen yang rendah akibat kenaikan - kenaikan konsumen yang rendah akibat kenaikan - kenaikan harga menjadikan promosi penjualan menjadi cara harga menjadikan promosi penjualan menjadi cara yang tepat dalam mempengaruhi keputusan yang tepat dalam mempengaruhi keputusan pembelian
pembelian konsumen, konsumen, karena karena promosi promosi penjualanpenjualan
memberikan rangsangan langsung kepada memberikan rangsangan langsung kepada konsumen dan konsumen dapat merasakan konsumen dan konsumen dapat merasakan manfaat langsung dari promosi penjualan. manfaat langsung dari promosi penjualan. Sehingga akan dapat mempengaruhi keputusan Sehingga akan dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen secara lebih cepat.
pembelian konsumen secara lebih cepat.
Dengan adanya potongan harga maka Dengan adanya potongan harga maka calon pembeli bisa memilih mana harga yang calon pembeli bisa memilih mana harga yang sesuai dengan kondisi keuangan pembeli, secara sesuai dengan kondisi keuangan pembeli, secara tidak langsung pembeli itu dapat menentukan tidak langsung pembeli itu dapat menentukan berapa
berapa biaya biaya yang yang dikeluarkan dikeluarkan untuk untuk berlangganan,
berlangganan, dan dan mungkin mungkin pembeli pembeli bisabisa meminimalisir sedikit pengeluaran nya.
meminimalisir sedikit pengeluaran nya.
Berdasarkan uraian diatas penyusun Berdasarkan uraian diatas penyusun tertarik untuk menulis skripsi ini dengan judul tertarik untuk menulis skripsi ini dengan judul
“PENGARUH PROMOSI DAN HARGA “PENGARUH PROMOSI DAN HARGA
TERHADAP PENJUALAN HARIAN UMUM TERHADAP PENJUALAN HARIAN UMUM
INDEPENDEN SINGGALANG PADANG ’’. INDEPENDEN SINGGALANG PADANG ’’.
Rumusan Masalah Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan tadi, maka permasalahan yang akan diuraikan tadi, maka permasalahan yang akan diteliti dan dibahas adalah sebagai berikut diteliti dan dibahas adalah sebagai berikut :Bagaimana pengaruh promosi terhadap penjualan :Bagaimana pengaruh promosi terhadap penjualan harian umum Singgalang Padang, Bagaimana harian umum Singgalang Padang, Bagaimana pengaruh
pengaruh harga harga terhadap terhadap penjualan penjualan harian harian umumumum Singgalang Padang,
Singgalang Padang,
Bagaimana pengaruh promosi dan harga Bagaimana pengaruh promosi dan harga terhadap penjualan harian umum Singgalang terhadap penjualan harian umum Singgalang Padang.
Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat :
a. Untuk mengetahui pengaruh antara promosi dengan hasil penjualan. b. Untuk mengetahui pengaruh antara
harga dengan hasil penjualan
c. Untuk mengetahui pengaruh antara promosi dan harga dengan hasil penjualan harian umum Singgalang
Padang.
TINJAUAN PUSTAKA
Pemasaran merupakan salah satu aktifitas yang penting bagi perusahaan, karena setiap perusahaan bila ingin berkembang dan terus berkembang tidak dapat melepaskan diri dari pemasaran.Masyarakat awam sering kali menyamakan pemasaran dengan penjualan, pandangan ini terlalu sempit karena penjualan hanya satu dari beberapa aspek pemasaran. Pemasaran berusaha mengidentifikasikan kebutuhan dan keinginan konsumen pasar serta bagaimana memuaskan mereka secara efektif dan
efisien dari saingannya.
Pengertian marketing menurut para ahli dikemukakan berbeda-beda dalam penyajian dan penekanannya, tetapi semua itu sebenarnya mempunyai pengertian yang hampir sama antara satu dan lainnya.
Berikut ini definisi pemasaran menurut Philiph Kotler (2002:9) dipandang dari segi social bahwa :
“Pemasaran adalah suatu proses social yang didalamnya individu dan kelompok mendapat apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain’’.
Seluruh kegiatan pemasaran harus berorientasi pada pasar atau konsumen, dan dalam menentukan konsumen ini dibutuhkan beberapa pertimbangan yang menyangkut tentang produk, distribusi, harga dan promosi produk atau jasa tersebut.
Pengertian Bauran Pemasaran
Definisi bauran menurut Philip Kotler (2002:18) adalah sebagai berikut:
“Bauran pemasaran ( Marketing Mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya dipasar sasaran’’.
Jadi bauran pemasaran adalah variabel-variabel pemasaran yang saling berkaitan satu samal lain, yang disusun dan digunakan oleh perusahaan untuk mencapai sasarannya. Adapun
unsur-unsur bauran pemasaran tersebut sebagai berikut :
1. Harga ( Price )
Menurut Philiph Kotler dan Gary Amstrong ( 2001:439) yang dimaksud dengan harga adalah sebagai berikut :
“Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukarkan konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut’’.
2.Promosi (Promotion)
Setelah perusahaan menentukan produk yang bermutu, menetapkan harga yang sesuai dengan nilai produk, dan menetapkan produk pada tempat yang mudah dijangkau oleh konsumen, aktivitas selanjutnya yang harus diperhatikan oleh perusahaan adalah melakukan promosi.
Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Bila konsumen belum pernah mendengarkannya dan tidak
yakin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka, maka mereka pun tidak
akan membelinya, pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk
komunikasi pemasaran.
Pengertian promosi menurut Charles W. Lamb, Jr., Joseph F Hair, Jr dan Charl McDaniel (2001:145)adalah sebagai berikut :
Pengertian Promosi
Saat ini persaingan kegiatan usaha semakin ketat dan komplek, ini membuat perusahaan di tuntut untuk dapat memasarkan produk dengan baik, dalam artian tidak hanya membuat produk yang menarik, bermutu dengan harga yang terjangkau oleh konsumen, tetapi selain itu perusahaan harus mampu mengkomunikasikan produk tersebut kepada konsumen menyadari keberadaan produk tersebut dan dapat meyakinkan konsumen bahwa produk atau jasa yang ditawarkan akan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.Menurut Fandy Tjipto (2002) bahwa :
“Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran, yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan atau meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan’’.
Tujuan Promosi
Tujuan utama dari promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi, dan membujuk serta mengingatkan konsumen yang menjadi sasaran perusahaan. Secara rinci tujuan promosi menurut Fandy Tjiptono (2002:221) bahwa tujuan aktivitas promosi dapat dijabarkan sebagai berikut :
1. Menginformasikan (informing) dapat berupa :
a. Menginformasikan produk baru kepada pasar.
b. Memperkenalkancara pemakaian yang baru dari suatu produk. c. Menyampaikan perubahan harga
pada pasar.
2. Membujuk Pelanggan Sasaran (persuading), untuk :
a. Membentuk pilihan merk.
b. Mengalihkan pilihan ke merk lain.
c. Merubah persepsi pelanggan terhadap atribut produk.
3. Mengingatkan (Reminding), dapat terdiri dari :
a. Mengingatkan kembali bahwa produk yang bersangkutan dibutuhkan dalam waktu yang dekat.
b. Mengingatkan pembeli akan tempat-tempat yang menjual produk perusahaannya.
c. Membuat pembeli tetap ingat walaupun tidak ada kampanye iklan.
Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Promosi penjualan merupakan suatu bentuk komunikasi yang bertujuan untuk menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya
untuk mencoba produk baru, mendorong pelanggan membeli lebih banyak, menyerang aktivitas promosi pesaing, meningkatkan Impulse buying (pembelian tanpa rencana sebelumnya) atau mengupayakan bekerja sama yang lebih dekat dengan pesaing.
Pengertian Promosi Penjualan
Definisi promosi penjualan menurut Charles W. Lamb, Jr., Joseph F. Hair.Jr., dan Carl McDaniel (2001:148) bahwa:
“Promosi penjualan adalah kegiatan pemasaran selain daripada penjualan pribadi, iklan dan hubungan masyarakat yang merangsang pembeli konsumen dan evektifitas dealer’’.
Adapun menurut Harper W.Boyd ,Jr., Orville C. Walker ,Jr., dan Jean Claudie Larrache (2000:89):
“Paromosi penjualan (Sales Promotion) sebagai kegiatan-kegiatan pemasaran selain penjualan pribadi, periklanan,
publisitas, yang mendorong pembelian konsumen dan efektivitas penyalur’’. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa promosi penjualan adalahsalah satu bentuk promosi yang menawarkan alat-alat insentif yang
dikembangkan untuk merangsang permintaan terhadap suatu produk, sehingga dapat meningkatkan hasil penjualan yang sifatnya jangka pendek.
Tujuan Promosi Penjualan
Menurut Fandy Tjiptono (2002:229) bahwa tujuan promosi penjualan adalah :
1. Costomer Promotion / Promosi Konsumen
Yaitu sales promotion yang brtujuan menolong paelanggan untuk membeli.
2. Trade Promotion / Promosi Pedagang Yaitu mendorong pengecer, eksporti, dan impoter untuk memperdagangkan barang atau jasa dari sponsor.
3. Sales Proce Promotion / Promosi Armada Penjualan
Yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memotivasi armada penjualan.
4. Business Promotion / Promosi Bisnis Yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memperoleh pelanggan baru, mempertahankan kontak hubungan dengan pelanggan untuk memperkenalkan produk baru. ..
Pengertian Harga
Harga merupakan satu – satunya unsur marketing mixyang menghasilkan penerimaan penjualan, sedangkan unsur lainnya hanya unsur biaya saja. Walaupun penetapan harga merupakan persoalan penting, masih banyak perusahaan yang kurang sempurna dalam menangani permasalahan penetapan harga tersebut. Karena menghasilkan penerimaan penjualan, maka harga mempengaruhi tingkat penjualan, tingkat keuntungan, serta share pasar yang dapat dicapai oleh perusahaan.
Dapat disimpulkan bahwa kebijakan harga yang ditetapkan oleh perusahaan, biasanya kebijakan harga tersebut berlaku untuk sementara waktu saja selamamasa menguntungkan perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus
mengikuti perkembangan harga dan situasi pasar.
a. Tujuan Kebijakan Harga
Pada umumnya perusahaan dalam mengadakan kebijakan harga mempunyai beberapa tujuan. Tujuan kebijakan harga tersebut dikemukakan sebagai berikut :
Menurut Lamarto (1999:314), yaitu :
1) Berorientasi pada laba, untuk : a) Mencapai target laba
investasi atau laba penjualan bersih.
b) Memaksimalkan laba.
2) Berorientasi pada penjualan, untuk :
a) Meningkatkan penjualan b) Mempertahankan atau
meningkatkan pangsa pasar. 3) Berorientasi pada status quo,
untuk :
a) Menstabilkan harga b) Menangkal persaingan
Selanjutnya akan diuraikan mengenai tujuan kebijakan harga sebagai berikut:
1) Mencapai target laba atau laba tertentu
2) Memaksimalkan laba 3) Meningkatkan penjualan 4) Mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar 5) Menstabilkan harga 6) Menangkal persaingan. b. Macam-macam Kebijakan Harga
Kebijakan harga dapat dibedakan menjadi beberapa macam, seperti yang dikemukakan oleh Lamarto (1999:350), yaitu :
1) Potongan dan kelonggaran
2) Strategi penetapan-penetapan harga geografis
3) Strategi harga tanggal lawan stratigi harga variabel
4) Penetapan harga unit 5) Strategi lini harga.
Dengan penetapan harga promosi ( promotion pricing ), perusahaan akan secara temporer
menetapkan harga produk – produk mereka dibawah daftar harga dan kadang – kadang bahkan dibawah biaya.
Penetapan harga promosi bermacam – macam bentuknya :
a. Produk dibawah biaya ( loss leader )
Untuk menarik pelanggan datang ketoko
dengan harapan bahwa mereka akan membeli barang – barang ke persentase laba normal. b. Penetapan harga untuk peristiwa
khusu ( special event pricing )
Pada musim – musim tertentu untuk meraih lebih banyak pelanggan.
Perubahan Harga
Setelah menyusun struktur dan strategi penetapan harga, sejumlah perusahaan sering menghadapi situasi – situasi di mana mereka harus memprakarsai perubahan harga atau menanggapi perubahan harga yang dilakukan oleh para pesaing.
1. Memprakasai Perubahan Harga
Perusahaan mungkin dituntut untuk memprakarsai penurunan harga atau bisa pula peningkatan harga. Dalam kedua kasus tersebut, perusahaan harus mengantisipasi rekasi – reaksi pembeli dan pesaing.
2. Menanggapi Perubahan Harga.
Perusahaan bisa mempertahankan harganya tetapi meningkatkan persepsi kualitas tawarannya. Perusahaan dapat memperbaiki komunikasinya, dengan menekankan pada kualitas produknya secara relatif terhadap kualitas produk pesaing lebih rendah.
Kerangka Pikir dan Hipotesa Kerangka Pikir
PT. Intermedia Pers adalah merupakan perusahaan yang bergerak dibidang percetakan surat kabar atau koran. Sebagai perusahaan percetakan surat kabar, maka perusahaan perlu memperhatikan mengenai masalah promosi terhadap peningkatan penjualan koran harian pagi Padang ekspress.
Untuk mengetahui apakah promosi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan volume penjualan dalam pembelian surat kabar, maka dapat dijabarkan
dalam bentuk kerangka pikir berikut ini :
Skema 1. Kerangka Pikir PROMOSI
HARGA
PENJUALAN
Hipotesa
Berdasarkan masalah pokok yang telah dilakukan sebelumnya, maka dapat disajikan
hipotesa sebagai jawaban sementaraatas masalah pokok yaitu :
1. Diduga adanya pengaruh yang kuat, positif dan signifikan antara promosi
terhadap peningkatan penjualan. 2. Diduga adanya pengaruh yang positif
antara potongan harga terhadap peningkatan penjualan.
3. Diduga kegiatan promosi dan pemotongan harga berpengaruh positif terhadap peningkatan penjualan.
METODOLOGI PENELITIAN Objek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Harian Umum Independen Singgalang yang beralamat Jl. Veteran No.17, kota Padang, dalam hal ini yang diperlukan data tentang pengaruh promosi dan harga terhadap penjualan harian umum independen Singgalang.
Metode Analisis Data
Dalam penulisan proposal ini menggunakan analisis data sebagai berikut :
1. Analisis Kualitatif
Merupakan jawaban atau analisa berdasarkan dengan jawaban wawancara dengan manager atau pihak-pihak yang ada kaitannya dengan permasalahan yang akan diteliti.
2. Analisis Kuantitatif
Analisis ini merupakan jawaban atau analisa yang berdasarkan yang telah dilakukan. Analisi kuantitatif adalah suatu pengukuran yang digunakan dalam suatu penelitian yang dapat dihitung dengan jumlah satuan tertentu yang dinyatakan dengan angka-angka, analisis ini meliputi pengolahan data, pengorganisasian
data penemuan hasil.
Uji Hipotesa
Untuk menguji apakah ada hubungan yang berarti antara aktivitas promosi dengan volume penjualan maka dilakukan uji hipotesa, jika :
Ho : r < 0, maka aktifitas promosi tidak berpengaruh atau mempunyai pengaruh yang negatif (tidak mempunyai hubungan yang berarti) terhadap tingkat penjualan.
Hi : r 0, maka aktifitas promosi mempunyai pengaruh yang positif (mempunyai hubungan yang berarti) terhadap tingkat penjualan.
Bila t hitung < t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Bila t hitung t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima
Df : n – (k+1) Dimana : n : jumlah data k : Variabel Independen 1 : Variabel Dependen Tarif signifikan = 0,05 Rumus t =√ √ Keterangan : t : Distribusi t ( nilai t hitung ) n : jumlah data r : koefisisen korelasi r2 : koefisien determinasi Alat Analisa
Alat analisa yang digunakan yang digunakan dalam memecahkan masalah yang telah dikemukakan serta untuk membuktikan hipotesa adalah :
1. Analisa deskriptif yakni suatu analisa yang menguraikan perkembangan penjualan yang dicapai oleh perusahaan.
2. Analisa regresi berganda yakni suatu analisa untuk melihat sejauh mana pengaruh harga penjualan dan promosi terhadap peningkatan penjualan harian pagi Padang Ekspress, dengan
menggunakan regresi berganda menurut Ridwan dan Akdom (2007 : 142 ) yaitu :
Y = b0+b1X1+ b2X2+ e
Dimana :
Y = Penjualan harian X1 = Harga Jual ( Rupiah ) X2= Promosi
b0 = Nilai Konstanta
b1, b2= Koefisien regresi ANALISA DAN HASIL
Perkembangan Penjualan Harian Umum Independen Singgalang
Untuk meningkatkan volume penjualan koran, salah satu faktor yang berpengaruh adalah dengan melakukan perkembangan kinerja penjualan dalam pemasaran Harian Singgalang. Sebab dengan penerapan manajemen pemasaran, akan secara langsung mempengaruhi volume penjualan.
Harian Umum Idependen Singgalang, adalah perusahaan yang bergerak dibidang penjualan surat kabar. Dalam melaksanakan usaha
penjualan surat kabar maka perusahaan Harian umum independen Singgalang dalam tahun 2007 s/d 2011 mengalami perkembangan penjualan. Namun dalam tahun 2011 mengalami penurunan. Dengan adanya penurunan penjualan maka perlu dilihat pengaruh penjualan dalam pemasaran surat kabar. Hal ini untuk melihat naik ( turunnya ) penjualan surat kabar dalam 5 tahun terkhir ( tahun
2007 – 2011 ) :
Berikut ini akan disajikan pengaruh perkembangan volume penjualan Harian umum independen Singgalang dalam 5 tahun terkhir, yang dapat dilihat melalui tabel I yaitu
Tabel 1
Perkembangan Penjualan Harian Umum Independen Singgalang pada Tahun 2007 - 2011
Tahu n Volume penjuala n per ( oplah ) Harga pokok penjualan Penjualan (Rp) 2007 2008 2009 2010 2011 10.185 10.635 11.551 11.949 11.505 121.750.0 00 130.800.0 00 139.900.0 00 139.950.0 00 160.575.0 00 1.240.023.750.0 00 1.391.058.000.0 00 1.615.984.900.0 00 1.672.262.550.0 00 1.847.415.375.0 00 Rata – rata 8.855 138.595.0 00 1.555.348.915.0 00
Sumber : Harian Umum Independen Singgalang Padang
Pengaruh Harga dan Promosi Pengaruh Harga
Harga merupakan satu – satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pendapatan bagi perusahaan. Akan tetapi, keputusan mengenai harga tidak mudah untuk dilakukan. Disatu sisi, harga yang terlalu mahal dapat meningkatkan laba jangka pendek, tetapi disisi lain akan sulit dijangkau konsumen. Untuk lebih jelasnya akan disajikan data perkembangan harga jual
Harian Umum Independen Singgalang, yaitu :
Tabel III
Perkembangan Harga Jual Harian Umum Independen Singgalang Padang Tahun 2007 –
2011
Sumber : Harian Umum Independen Singgalang Berdasarkan tabel III tersebut, maka dapat dikatakan bahwa rata – rata harga jual Surat Kabar Umum Independen Singgalang mengalami penurunan dan kenaikan yang signifikan dari tahun ketahun. Rata – rata penjualan umum independen selama lima tahun terkahir yaitu sebesar 7,18%. Dimana pada tahun 2007/2008 harga jual Harian Umum Independen Singgalang sebesar 7,43%, pada tahun 2008/2009 harga jual mengalami penurunan sebesar 6,53%, dan pada tahun 2009/2010 harga jual mengalami penurunan yang cukup tajam dimana perkembangan persentase harga jual sebesar 0,04% hal ini merupakan persentase penjualan yang paling rendah dari tahun – tahun sebelumnya. Namun pada tahun 2010/2011 perkembangan persentase harga jual Harian Umum Independen Singgalang mengalami kenaikan yang cukup besar yaitu sebesar 14,73%, dan ini merupakan persentase penjualan yang sangat besar yang dialami Harian Umum Independen Singgalang Padang.
1.3.2 Pengaruh Promosi
Dalam upaya meningkatkan penjualan, maka Harian Umum Tahun Harga Pokok Penjualan Perkembang an Penjualan( %) 2007 2008 2009 2010 2011 121.750.000 130.800.000 139.900.000 139.950.000 160.575.000 . -7,43 6,53 0,04 14,73 Rata- Rata Perkembangan (%) 134.470.000 7,18
Independen Singgalang melakukan promosi, hal ini dilakukan agar
masyarakat mengetahui segala hal yang berhubungan dengan Harian Umum Independen Singgalang. Dengan banyaknya masyarakat yang mengetahui, maka secara perlahan penjualan Harian Umum Independen Singgalang akan meningkat, dan akan mempunyai langganan setiap tahunnya,biaya promosi yang dikeluarkan Harian Umum Indpenden Singgalang diambil dari harga jual, yaitu 5% dari harga jual pertahun
yang diperoleh oleh perusahaan.
Berikut ini akan disajikan biaya promosi yang dikeluarkan oleh perusahaan Harian Umum Independen dalam penjualan Surat kabar yang dapat dilihat melalui tabel IV :
Tabel IV
Biaya Promosi Dalam Pemasaran Harian Umum Independen Singgalang Padang Tahun 2007 s/d
2011 Tahun Biaya Promosi (Rp) 2007 2008 2009 2010 2011 6.200.000 6.555.000 8.079.000 8.161.000 9.237.000
Rata – rata Biaya Promosi(Rp) 7.646.400
Sumber : Harian Umum Independen Singgalang Berdasarkan tabel tersebut diatas, maka dapat dikatakan bahwa rata – rata biaya promosi Harian Umum Independen Singgalang dari tahun 2007 – 2011 yaitu sebesar Rp 7.646.400. Dari tabel diatas dapat dilihat pada tahun 2007 – 2011 biaya promosi terus mengalami peningkatan. Tahun 2007 Harian Uum Independen Singgalang mengeluarkan biaya promosi sebesar Rp 6.200.000, tahun 2008 biaya promosi yang dikeluarkan meningkat sebesar Rp 6.555.000, tahun 2009 juga mengalami peningkatan dengan biaya promosi sebesar Rp 8.079.000, tahun 2010 juga meningkat yaitu sebesar Rp 8.161.000, peningkatan pengeluaran biaya promosi dialami
Harian Umum Independen Singgalang dialami pada tahun 2011 yaitu sebesar Rp 9.237.000.
Analisis Deskriptif
Berdasarkan data yang diinput dari Harian Umum Independen Singgalang ( 2007 s/d 2011 ) maka dapat dilihat nilai maksimum, minimum, mean, dan standar deviation dari masing-masing variabel penelitian pada tabel 4.4 sebagai berikut:
Tabel 4.4
Perhitungan Nilai Maksimum, Minimum, Mean dan Standar deviation
Vari abel N Minimu m Maxim um Mean Std. Deviatio n biaya prom osi 5 6.237.5 00 8.528.7 50 7.165.7 50 962.334. 23 harga jual 5 121.750 .000 160.575 .000 138.595 .000 14.415.0 57.23 Penj ualan 5 1.240.0 23.750. 000 1.847.4 15.375. 000 1.553.3 48.915. 000 239.295. 738.687. 81 Sumber : Hasil olahan data dengan SPSS
Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.4 5 sampel, rata-rata penjualan menunjukkan penyimpangan data yang tinggi, dikarenakan nilai standar deviationnya lebih rendah daripada mean. Dimana rata-rata penjualan selama periode pengamatan (2007-2011) sebesar
1.553.348.915.000 dengan standar deviation (SD) sebesar 239.295.738.687. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai Sd lebih kecil dari rata-rata nilai jual yang menunjukkan bahwa data variabel nilai jual mengindikasikan hasil yang baik, hal tersebut dikarenakan standar deviation yang mencerminkan penyimpangan dari data variabel tersebut cukup rendah karena lebih kecil daripada nilai rata-ratanya. Hal yang sama juga terjadi pada dua variabel independen yaitu, biaya promosi, dan harga jual. Dimana rata-rata biaya promosi selama periode pengamatan(2007-2011) sebesar 7.165.750 dengan standar deviation (SD) sebesar962.334,23. Demikian pula dengan nilai minimum rata yang lebih kecil dari nilai rata-ratanya (6.237.500). Sedangkan rata-rata harga jual selama periode pengamatan (2007-2011) sebesar 138.595.000 dengan standar deviation (SD) sebesar 14.415.057,23. Demikian pula nilai minimun yang lebih kecil dari pada nilai rata-ratanya (121.750.000)
Terlihat bahwa penjualan dari tahun 2007-2011Harian Umum Independen Singgalang paling besar sebesar Rp. 1.847.415.375.000 pada tahun
2011 dan penjualan terendah sebesar Rp. 1.240.023.750.000,- pada tahun 2007. Terlihat bahwa penjualan Harian Umum Singgalang terus
meningkat.
Analisis Regresi dan Hasil Pengujian Hipotesis
Untuk menjawab hipotesis yang telah dikemukakan pada Bab II dianalisis dengan teknik analisis regresi sederhana dan regresi berganda.
Analisis Regresi Sederhana
Analisis pengaruh biaya promosi terhadap penjualan dan pengaruh harga jual terhadap penjualan Harian Umum Independen singgalang dilakukan dengan analisis regresi sederhana. Dalam penelitian ini uji hipotesis 1 dan 2 diuji dengan teknik : uji parsial (t-test) dan uji koefisien determinasi (R 2).
Uji t (Uji Pengaruh Secara Parsial)
1. Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Penjualan
Berdasarkan hasil output SPSS nampak bahwa pengaruh secara parsial antara variabel biaya promosi terhadap penjualan seperti
ditunjukkan paa tabel 4.5 sebagai berikut:
Tabel 4.5
Uji t(Uji Pengaruh Secara Parsial)
Coefficientsa Model Unstandard ized Coefficients Standa rdized Coeffici ents t Sig. B Std. Error Beta 1 (Const ant) 1,055 1,184 0,89 1 0,439 Biaya Promo si 189,3 56,77 15.31 4,826 0,990 12,3 64 0,001 a. Dependent Variable: Penjualan
Sumber : Output SPSS Versi 16; Lampiran 2 Dari hasil program SPSS seperti terlihat pada tabel 4.5, persamaan regresi linear sederhana
yang terbentuk adalah:
Y = 1,055 + 189.356,77 X1
Nilai konstanta adalah 1,055; artinya jika variabel BP nilainya 0, maka P nilainya sebesar
konstanta (1,055). Nilai koefisien regresi variabel BP adalah 189.356,77; ini dapat diartikan bahwa setiap peningkatan Biaya Promosi sebesar 1 satuan, akan menaikkan nilai Penjualan sebesar 189.356,77 satuan. Dapat diketahui juga t-hitung > t tabel, yaitu 12,364>3,182, dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05, hal ini berarti bahwa hipotesis diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel biaya promosi berpengaruh secara
signifikan terhadap variable penjualan.
2. Pengaruh Harga Jual Terhadap Penjualan
Berdasarkan hasil output SPSS nampak bahwa pengaruh secara parsial antara variabel
harga jual terhadap penjualan seperti ditunjukkan paa tabel 4.6 sebagai berikut:
Tabel 4.6
Uji t(Uji Pengaruh Secara Parsial)
Coefficientsa Model Unstandardiz ed Coefficients Standa rdized Coeffic ients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Con stant) -6.560 E11 3.724 E11 -1.76 2 .176 Harg a Jual 15940 .80 2675. 061 .960 5.95 9 .009 a. Dependent Variable: Penjualan
Sumber : Output SPSS Versi 16; Lampiran 2 Dari hasil program SPSS seperti terlihat pada tabel 4.6, persamaan regresi linear sederhana
yang terbentuk adalah:
Y = -6,560 + 15.940,80 X2
Nilai konstanta adalah -6,560 ; artinya jika variabel harga jual nilainya 0, maka penjualan nilainya sebesar konstanta (-6,560). Nilai koefisien regresi variabel harga jual adalah 15.940,80; ini dapat diartikan bahwa setiap peningkatan harga jual sebesar 1 satuan, akan menaikkan nilai penjualan sebesar 15.940,80 satuan. Dapat diketahui juga t-hitung > t tabel, yaitu 5,959>3,182, dengan tingkat signifikansi 0,009 < 0,05, hal ini berarti bahwa hipotesis diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel harga jual berpengaruh secara signifikan terhadap
Analisis Regresi Berganda
Berdasarkan hasil output SPSS nampak bahwa pengaruh secara parsial ketiga variabel
independen tersebut (Biaya Promosi dan Harga Jual) terhadap Penjualan seperti ditunjukkan pada tabel 4.7 sebagai berikut:
Tabel 4.7
Uji t (Uji Pengaruh Secara Parsial)
Coefficientsa Model Unstandardiz ed Coefficients Standa rdized Coeffic ients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Const ant) -2.476 E10 3.232 E11 -.077 .946 Biaya Promo si 16289 5.12 62017 .339 .852 2.62 7 .120 Harga Jual 2399.4 0 5384. 358 .145 .446 .699 a. Dependent Variable: Penjualan
Sumber: Output SPSS Versi 16;Lampiran 2
Dari hasil pengujian secara parsial terhadap kedua variabel independen, maka persamaan regresi linier berganda yang terbentuk adalah:
Y = -2,476+ 162895,12 X1+ 2399,40 X2 Dari hasil persamaan regresi berganda diatas maka dapat dianalisis sebagai berikut:
a. Nilai konstanta sebesar -2,476 menyatakan bahwa jika biaya promosi dan harga jual nilainya adalah 0, maka nilai Penjualan sebesar -2,476.
b. Nilai koefisien regresi berganda variabel biaya promosi bernilai positif, yaitu 162.895,12. Artinya setiap peningkatan variabel biaya promosi sebesar 1 maka variabel penjualan akan naik sebesar 162.895,12 dengan asumsi variabel independen lainnya tetap.
c. Nilai koefisien regresi berganda variabel harga jual bernilai positif, yaitu 2.399,40. Artinya setiap peningkatan variabel harga jual sebesar 1maka variabel Penjualan akan meningkat sebesar 2.399,4 dengan asumsi variabel independen lainnya tetap.
4.4.4 Uji F (Uji Pengaruh Secara Simultan
Berdasarkan hasil ouput SPSS nampak bahwa pengaruh secara bersama-sama ketiga
variabel independen tersebut (Biaya Promosi dan
Harga jual) terhadap Penjualan seperti ditunjukkan pada tabel 4.8 sebagai berikut:
Tabel 4.8
Hasil Perhitungan Regresi Simultan
ANOVA Model Sum of Square s df Mean Square F Sig. 1 Regre ssion 2.250E 23 2 1.125E 23 56.1 17 .018 a Resid ual 4.010E 21 2 2.005E 21 Total 2.291E 23 4
a. Predictors: (Constant), Harga Jual, Biaya Promosi
b. Dependent Variable: Penjualan
Sumber : Output SPSS Versi 16; Lampiran 3 Dari hasil perhitungan diperoleh niai F sebesar 56,117 dan nilai signifikan sebesar 0,018. Karena F hitung > F tabel (56,117 > 19 ) dan nilai signifikan lebih kecil dari 5% atau 0,05 (0.018 < 0,05), maka hipotesis diterima dan disimpulkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Biaya Promosi dan Harga Jual secara bersama-sama terhadap Penjualan
Interprestasi Penelitian
1. Terdapat pengaruh yang signifikan antara Biaya Promosi Terhadap Penjualan
Hipotesis tersebut dapat diterima, dari perhitungan uji secara parsial diperolehnilai t hitung sebesar 12,364 dengan nilai signifikannya sebesar 0,001 lebih besar dari 5% atau 0,05. Ini berarti H1 diterima, artinya Biaya Promosi berpengaruh signifikan terhadap perubahan variabel Penjualan karena nilai signifikan lebih kecil dari 0,05.
Hal ini mengindikasikan bahwa harian umum independen singgalang, mengeluarkan biaya promosi yang semakin meningkat memang betul berdampak besar terhadap penjualan, semakin tinggi biaya promosi penjualan juga meningkat.
2. Terdapat pengaruh yang signifikan antara Harga Jual Terhadap Penjualan
Hipotesis tersebut dapat diterima, dari perhitungan uji secara parsial diperolehnilai t hitung sebesar 5,959 dengan nilai signifikannya sebesar 0,009 lebih besar dari 5% atau 0,05. Ini berarti H2 diterima, artinya Harga Jual berpengaruh signifikan terhadap perubahan variabel Penjualan karena nilai signifikan lebih kecil dari 0,05.
3. Terdapat pengaruh yang signifikan antara Biaya Promosi dan Harga Jual Secara -Bersama-sama Terhadap Penjualan.
Hipotesis tersebut dapat diterima, dari perhitungan uji secara simultan diperolehnilai F hitung sebesar 56,117 dengan nilai signifikannya sebesar 0,018 lebih besar dari 5% atau 0,05. Ini berarti H3 diterima, artinya Biaya promosi dan Harga Jual berpengaruh signifikan terhadap perubahan variabel Penjualan karena nilai
signifikan lebih kecil dari 0,05.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Penelitian ini dilakukan di Harian Umum Independen Singgalang yang beralamat Jl. Veteran No.17, kota Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi dan harga terhadap penjualan Harian Umum Independen Singgalang.
Berdasarkan analisis data dan pembahasan serta dari hipotesis yang telah disusun dan telah diuji pada bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan pengaruh variabel-variabel independen terhadap penjualan sebagai berikut:
1. Biaya promosi berpengaruh signifikan
terhadap penjualan harian umum independen singgalang, dengan diketahui t hitung > t table (12,364 > 3,182). Semakin tinggi biaya promosi yang dikeluarkan maka penjualan akan meningkat pula dan akan memberikan laba yang cukup besar kepada peusahaan.
2. Harga jual berpengaruh signifikan
terhadap penjualan harian umum independen singgalang, dengan diketahui t hitung > t table (5,959 > 3,182). Semakin tinggi harga jual maka penjualan akan semakin tinggi pula.
3. Biaya promosi dan harga jual secara
bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penjualan harian umum independen singgalang, dengan diketahui F hitung > F table (56,117 > 19).
Saran
Berdasarkan keterbatasan di atas, maka dalam penelitian ini diajukan saran sebagai berikut:
Bagi Manajemen Perusahaan
Dalam rangka meningkatkan profitabilitas perusahaan, pihak manajemen harus memperhitungkan komposisi-komposisi biaya promosi dan harga jual . Karena apabila kedua variabel independen tersebut dalam kondisi optimal, maka kinerja operasional dan profitabilitas akan meningkat. Perusahaan harus menjaga porsi kedua variabel tersebut dalam penentuan profitabilitas.
REFERENSI
Firmanza, Ilham. 2012. “ Analisis Pengaruh
Persepsi Pada Promosi Penjualan Terhadap
Keputusan Pembeli an Pada Merek Air M in um
dalam Kemasan UFIA’’ . Lembaga Penerbit : Universitas Indonesia. Jakarta.
Kotler, Philip dan Amstrong, Gary. 2001. Prinsip- prinsip pemasaran, edisi bahasa Indonesia. Penerbit : Salemba Empat (PT.Salemba Empat). Jakarta
Muljayanti, Reni Sri. 2011. “ Anal isis Pengaruh L okasi, H arga, Promosi dan Customer Service terhadap Citra M ini market I ndomaret Bi ntaro
Permai, Jakarta Selatan’ ’. Lembaga Penerbit :
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta
Arifeka, Arfian. 2009. “ Pengaruh Bi aya Promosi terhadap Tingkat Penjualan Pada PT. Hero Super mar ket, Tbk ’’. Lembaga Penerbit : Sekolah Tinggi Manajemen Gici.Bogor
Utami, Maghfira Dwi. 2011. “Analisis Pengaruh
H arga dan Pr omosi terh adap Peni ngkatan Penjualan Tiket pada PT. Maniela Tour dan
Travel Di Makassar”. Lembaga Penerbit : Universitas Hasanuddin. Makassar
Wibawanti, Trias. 2008. “Pengaruh P romosi Penj ualan dan I kl an terh adap Volume Penj ualan
PT. Jawa Pos Radar Malang”. Lembaga Penerbit : Universitas Brawijaya. Malang
Wulandari, Ayu. 2009 . “ Pengaruh Promosi
terhadap Tingkat Penjualan Minuman Yakult pada PT. Yakul t I ndonesia Persada Cabang Pa dang.’’ .Lembaga Penerbit :STIE Dharma Andalas. Padang
Indrayanto. 2008. “ Pengaruh Promosi dan
Potongan H arga terhadap Penj ualan pada
Perusahaan Meubel Putra Bangkit’’. Contoh Skripsi/ Proposal Skripsi Ekonomi. Madura Lamongan
http://www.scribd.com.Diakses tanggal2 Oktober 2012
http://www.google.com.Diakses 5 Oktober 2012 http://www.google.com.Diakses 7 Oktober 2012
http://www.scribd.com.Diakses tanggal 7 Oktober 2012
http://www.wikipedia.com.Diakses 11 Oktober 2012
http://www.kumpulan.tugasakhir-skripsi.com.Diakses 15 Oktober 2012
http://www.google.com.Diakses 17 Oktober 2012