DAFTAR PUSTAKA
[Bapedalda]. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 17 Tahun 2005 tentang Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Mutu Tingkat Kebisingan. Palembang: 2005.
[Bapedalda]. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Instruksi Kerja Laboratorium Lingkungan Pemerintah. Palembang: Bapedalda Propinsi Sumatera Selatan. 2006.
[Bapedalda]. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Sertifikat Hasil Uji Kualitas Udara Ambient dan Kebisingan di sekitar PT. PUSRI Palembang. Palembang: Bapedalda Propinsi Sumatera Selatan. 2008.
[BMG]. Badan Meteorologi dan Geofisika Sukamaju Kenten Palembang: Laporan Hasil Pengukuran Parameter Iklim Bulan Oktober – Nopember 2008. Balasubramanian et al. 2000. Adaptation of chlorophyll meter (SPAD) technology
for real-time N management in rice: a review. IRRN 25.1. Mini review. http://www.cgiar.org
Campbell NA, Reece JB and Mitchell LG. 2002. Biologi. Rahayu Lestari et al penerjemah. Amalia Safitri, Lemeda Simarmata, Hilarius W. Hardani [editor]. Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Biology.
Dailey HA, editor. 1990. Biosynthesis of Heme and Chlorophyll. USA: McGraw-Hill Publishing Company.
Danks SM, Evans EH, Whittaker PA. 1983. Photosynthesis System – Structure, Function and Assembly. London: John Wiley & sons.
Dickison WC. 2000. Integrative Plant Anatomy. London: Academic Press. Dwidjoseputro D. 1981. Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Fontes PCR, De Araujo C. Use of Chlorophyll Meter and Plant Visual Aspect For
Nitrogent Management in Tomato Fertigation. Journal of Applied Holticulture. 8: 8-11. http://www.ufv.br . Html [January – June 2006]. Gardner FP, Pierce RB, and Mitchell RL. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. S.
Herawati dan Subiyanto, penerjemah. Jakarta: UI Pr. Terjemahan dari: Crop Plant Physiology.
Hanafiah KA. 2004. Rancangan Percobaan Teori & Aplikasi. Ed – 3. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Harrison RM. 1992. Pollution : Causes, Effects, and Control. Great Britain England: Royal Society of Chemistry.
Hidayat EB. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: ITB Press.
Hopkins WG. Huner NPA. 2004. Introduction to Plant Physiology. 3rd ed. USA: John Wiley & Sons.
Joker D. 2002. Pterocarpus indicus Willd. Informasi Singkat Benih. Bandung: Indonesia Forest Seed Project.
Jumin HB. 1989. Ekologi Tanaman. Cet ke – 1. Jakarta: Rajawali Pr.
Karliansyah NW. 1999. Klorofil Daun Angsana dan Mahoni Sebagai Bioindikator Pencemaran Udara. J. Lingkungan dan Pembangunan. 19: 290 – 305. Kimball WJ. 1992. Jilid 1. Biologi. Tjitrosomo SS, Sugiri N, penerjemah. Jakarta:
Erlangga. Terjemahan dari: Biology.
Koziol MJ, Whatley FR, editor. 1984. Gaseous Air Pollution and Plant Metabolism. London: Butterworths.
Kozlowski TT, Kramer PJ. 1979. Physiology of Woody Plants. London: Academic Pr.
Kumar RM, Padmaja K, and Subbaiah SV. 1999. Tools for plant-based N management in different rice varieties grown in southern India. Http://www.nicgw.in. [Juli 2009].
Lakitan B. 2000. Dasar – dasar Fisiologi Tumbuhan. Ed 1. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Lambers H, Chapin FS, Pons TL. 2000. Plant Physyiological Ecology. New York: Springer.
Lukman AH. 2006. Ketahanan Beberapa Jenis Tanaman Terhadap Kadar Amonia (NH3) di Udara dari Industri Pupuk Urea. [tesis]. Palembang. Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya.
Mauseth JA. 1988. Plant Anatomy. Menlo Park, California: Benjamin/Cummings. McKersie BD. 1996. Oxidative Stress. Dept. Crop Science. University of Guelph.
Fulltext: http://www.plantstress.com/.../oxidative%20stress.htm
Mulgrew A, Williams P. 2006. Biomonitoring of Air Quality Using Plants. Ais
Hygene Report No. 10. Full text http://www.umweltbundesamt.de/whoce/AHR10/v-FC-htm. [Juli 2009].
Mulyani ESS. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.
Murdock L, Call D, James J. Comparison and Use of Chlorophyll Meters on Wheat (Reflectance vs. Transmittance/Absorbance). Cooperative extension Service. http://www.ca.uky.edu. html [November 2004].
Pinkard EA, Patel F, Mohammed C. 2006. Chlorophyll and nitrogen determination for plantation-grown Eucalyptus nitens and E. globulus using a non-destructive meter. Forest and Ecology Management 223 (2006): 211-217. Full text: http://www.elsevier.com/locate/foreco html. [Pusri]. Pupuk Sriwidjaja PT. Profil Perusahaan. Dinas Hubungan Masyarakat PT.
PUSRI Palembang. 2005.
Rangkuti MN. 2003. Kemampuan Menjerap Timbel (Pb) Pada Daun Beberapa Jenis Tanaman Penghijauan Jalan Tol Jagorawi : Analisis Struktur Anatomi dan Histokimia. [tesis]. Bogor. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Salibury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Jilid 2. Lukman DR dan Sumaryono, penerjemah. Bandung: ITB Bandung. Terjemahan dari Plant Physiology.
Sass JE. 1951. Botanical Microtechnique. 2nd ed. Iowa: The Iowa State Colledge Press.
Sastrawijaya AT. 2000. Pencemaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta.
Singh et al. 2002. Chlorophyll Meter - and Leaf Color Chart – Based Nitrogen Management for Rice and Wheat in Nothwestern India. Agron J. 94: 821 – 829. Full text : http://www.cgiar.org.
Siregar EBM. 2005. Pencemaran Udara, Respon Tanaman Dan Pengaruhnya Pada Manusia. [tesis]. Medan. Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Http://www.pasca-usu.ac.id. Htm [Nopember 2008]
Soedomo M. 2001. Pencemaran Udara (Kumpulan Karya Ilmiah). Bandung: Penerbit ITB.
Solichatun EA. 2007. Kajian Klorofil dan Karotenoid Plantago major L. dan Phaseolus vulgaris L. sebagai Bioindikator Kualitas Udara. Full text : http://www.mipa.uns.ac.id. [Juli 2009].
Stalin P, Thyagarajan TM. 2000. Comparing management techniques to optimize fertilizer N application in rice in the Cauvery Delta of Tamil Nadu, India. Http://www.cgiar.org/irri/toprice. [Juli 2009].
Steenis V CGGJ et al. 2006. Flora. Moeso Surjowinoto dkk, penerjemah. Jakarta: Pradnya Paramita. Cet ke-11.
Tjitrosoepomo G. 1996. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Treshow M, Anderson FK. 1991. Plant Stress From Air Pollution. Chichester New York: Jhon Wiley and Sons Ltd.
Lampiran 1. Alat – alat yang digunakan pada saat penelitian
Bagan Warna Daun Klorofil meter/SPAD meter
(BWD)
Lampiran 2. (Lanjutan)
CO Detector
Lampiran 2. Tahapan pewarnaan untuk sayatan melintang daun
Prosedur Kerja Xilol I (2-5 menit)
Alkohol absolut (2-5 menit)
Alkohol 95 % (2-5 menit) Alkohol 70 % (3 menit) Alkohol 50 % (3 menit) Alkohol 30 % (3 menit) Akuades (1-2 menit) Hemmalum (5-30 menit) Air (1 menit)
Resin dan penutupan Air mengalir (20 menit) dengan coverslip
Alkohol 30 % (2-5 menit Xilol III (5 menit))
Alkohol 50 % (5-10 menit) Xilol II (5 menit)
Alkohol 70 % (5-10 menit) Xilol I (5 menit)
Alkohol 95 % (5 menit) Karbol - Xilol I (5-10 menit)
Lampiran 3. Sampel pohon dan daun angsana
Lampiran 4. Pabrik pupuk urea PT. PUSRI Palembang
Menara Prilling* PT. PUSRI
Beberapa menara Prilling pabrik PUSRI
Keterangan :
* menara penghasil pupuk pril (pupuk Kristal) urea juga merupakan cerobong emisi pabrik.
Lampiran 8. Analisis sidik ragam
(1) Analisis sidik ragam untuk kandungan klorofil angsana
SK db JK KT F F0,05 F0,01
Zona 3 495,5943 165,1981 39,7483** 4,757 9,780 Galat 6 24,9367 4,1561
Total 9 520,531 Keterangan :
** menunjukkan berbeda sangat nyata pada tingkat kepercayaan 99 %.
(2) Analisis sidik ragam untuk persentase kerusakan jaringan mesofil angsana
SK db JK KT F F0,05 F0,01
Zona 3 288,17 96,056 11,869** 4,757 9,780
Galat 6 48,56 8,093
Total 9 336,73
Keterangan :
Lampiran 7. Hasil kandungan klorofil dengan pembacaan alat klorofil meter/SPAD meter
1. Lokasi Zona A : Stasiun 1 (Jl. H. Umar)
Kandungan klorofil (unit SPAD) No Titik
pembacaan Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3
1 Pangkal daun 37,7 40,9 33,6
2 Tengah daun 38,2 41,8 42,3
3 Ujung daun 37,6 38,0 32,9
Rata - rata 37,8 40,2 36,3
2. Lokasi Zona B : Stasiun 1 (Jl. Keramat Sabokingking)
Kandungan klorofil (unit SPAD) No Titik
pembacaan Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3
1 Pangkal daun 41,3 44,5 40,3
2 Tengah daun 46 42,7 44,1
3 Ujung daun 48,8 46 42,3
Rata - rata 45,4 44,4 42,2
3. Lokasi Zona C : Stasiun 1 (Jl. RE. Martadinata - Flexi)
Kandungan klorofil (unit SPAD) No Titik
pembacaan Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3
1 Pangkal daun 54,9 53,4 60,5
2 Tengah daun 55,8 51,2 57,8
3 Ujung daun 50,2 52,1 54,5
Rata - rata 53,6 52,2 57,6
4. Lokasi Zona A : Stasiun 2 (Sekolah YSPP PUSRI)
Kandungan klorofil (unit SPAD) No Titik
pembacaan Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3
1 Pangkal daun 48 47,6 40.1
2 Tengah daun 48,6 46 40
3 Ujung daun 52,4 49,1 40.4
Rata - rata 49,7 47,6 40,2
5. Lokasi Zona B : Stasiun 2 (Kompleks Taman Puri Indah)
Kandungan klorofil (unit SPAD) No Titik
pembacaan Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3
1 Pangkal daun 42 49,7 39,8
2 Tengah daun 47,7 46,8 37,2
3 Ujung daun 45,9 42,7 45,1
6. Lokasi Zona C : Stasiun 2 (Kompleks PHDM XII)
Kandungan klorofil (unit SPAD) No Titik
pembacaan Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3
1 Pangkal daun 55,4 51,3 56,7
2 Tengah daun 57 55,6 57,5
3 Ujung daun 57 51,4 51,3
Rata - rata 56,5 52,8 55,2
7. Lokasi Zona A : Stasiun 3 (Jl. Mahoni Kompleks PUSRI)
Kandungan klorofil (unit SPAD) No Titik
pembacaan Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3
1 Pangkal daun 48,7 48,6 41,2
2 Tengah daun 30,9 45,1 42,3
3 Ujung daun 34,8 43,7 43,1
Rata - rata 38,1 45,9 42,2
8. Lokasi Zona B : Stasiun 3 (Jl. Sei Selayur-Akses Jalan Intirub) Kandungan klorofil (unit SPAD) No Titik
pembacaan Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3
1 Pangkal daun 44,1 42,1 47,3
2 Tengah daun 49 48,2 42,3
3 Ujung daun 49,7 47,9 51,5
Rata - rata 47,5 48,9 50,9
9. Lokasi Zona C : Stasiun 3 (Sei Selayur – Mata Merah)
Kandungan klorofil (unit SPAD) No Titik
pembacaan Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3
1 Pangkal daun 57,6 51,3 56,1
2 Tengah daun 56,4 54,6 51.1
3 Ujung daun 54,8 55,1 49,1
Rata - rata 56,3 53,7 52,3
10. Lokasi kontrol : Hutan Wisata Punti Kayu
Kandungan klorofil (unit SPAD) No Titik
pembacaan Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3
1 Pangkal daun 53,6 51,3 51,8
2 Tengah daun 58,7 50,9 50,1
3 Ujung daun 60,1 60,1 56,7