PEMANFAATAN EKSTRAK BUAH
KARAMUNTING SEBAGAI PENGGANTI GULA
MERAH DALAM PEMBUATAN KUE
TRADISIONAL INDONESIA “KLEPON”
DISUSUN OLEH :
DWI KHAIRANI
FEBRY UTAMI
TIA ARIYANTI
KELAS XI IPA 4
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya Proposal Penelitian ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Berdasarkan hasil pencarian, penelitian, dan analisis data, Kami akan membahas tentang “Pemanfaatan Ekstrak Buah Karamunting Sebagai Pengganti Gula Merah Dalam Pembuatan Kue Tradisional Indonesia ‘Klepon’ ”.
Dalam penyelesaian penelitian sampai Penulisan makalah laporan penelitian, Penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada :
1. Bapak Abu Bakar, selaku kepala sekolah SMAN 3 Batam yang telah memberi kesempatan kepada Penulis menyampaikan studi.
2. Bapak Adi Saputra, selaku guru pembina muatan lokal : Metodologi Penelitian IPA, yang berkenan memberi masukan terhadap Laporan Penelitian ini. Banyak sekali saran Bapak yang Kami jadikan bahan untuk menyempurnakan Laporan Penelitian ini.
3. Ibu Purwantini, pengawas perpustakaan, yang telah memberikan izin untuk melakukan studi pustaka
4. Guru, Karyawan, dan Siswa SMAN 3 Batam yang telah bersedia menjadi responden, memberikan saran dan masukan Anda sangat berguna bagi Kami untuk menyempurnakan penelitian ini
5. Semua pihak yang Penulis tidak dapat sebut satu persatu
Penulis menyadari Proposal Penelitian ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, Penulis senantiasa mengharapkan masukan dari Pembaca demi penyempurnaan Proposal Penelitian ini berikutnya. Harapan Penulis, semoga Laporan Penelitian ini memberi manfaat bagi kita semua. Amin.
Batam, September 2011
ABSTRAK
Karamunting adalah sejenis tanaman liar dengan pohon berkayu. Di padang-padang terbuka tingginya hampir serata tinggi orang-orang dewasa. Buahnya yang matang kira-kira tiga per empat buah anggur. Kulitnya seperti beludru, tak licin mengilat, kecuali jika baru tersiram hujan. Di dalamnya berbiji seperti biji anggur, daging seperti anggur, hanya terasa lebih berserat, tak terlalu mengandung air, dan rasanya manis.
Oleh karena itu, diharapkan buah Karamunting ini dapat dijadikan sebagai pengganti dari gula merah. Karena teksturnya yang tidak begitu mengandung air dan rasanya juga cukup manis. Selain itu, diharapkan buah Karamunting ini dapat meningkat nilai ekonomisnya. Daripada hanya sebagi rumput ilalang saja.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Yaitu penelitian yang bertujuan untuk memcari jawaban/kejelasan mengenai suatu gejala yang terbentuk bila suatu variabel diubah (Saskiawan, 2010).
Anggur
Eksperimen
Gula merah
Karamunting
Ochthocharis tornensis
DAFTAR ISI
3.2 POPULASI & SAMPEL PENELITIAN...6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Karamunting ada plesetan (kerabunting), sangat digemari sewaktu kecil di sekitar hutan-hutan atau di pinggir rumah warga, dengan tinggi lebih kurang satu meter bahkan ada yang setinggi orang dewasa di padang terbuka. Dengan rasa yang gurih dan manis, tak lepas dari ecapan lidah ketika menikmatinya. Mungkin sekarang, sudah jarang terlihat karena maraknya tambang inkonvensional yang menggantikannya.
Ada istilah, tak perlu dirawat, tapi tetap tumbuh dan berkembang serta menghasilkan bunga yang indah dan berbuah dari kelopaknya. Jika dikaji kembali dan merenungkannya sedikit, ternyata jenis tumbuhan seperti itu terbiarkan begitu saja. Kedengarannya agak mustahil mau diolah, dikemas atau dibuat sari buah? Tapi semuanya mungkin saja terjadi, asal ada keinginan kuat untuk berpikir mengolahnya dari biasa menjadi sesuatu yang bernilai tambah!
Secara ekonomis, cost yang dikeluarkan ternyata cuma membutuhkan biaya yang minim untuk memeliharanya. Memang seharusnya, di propinsi ini harus ada pihak-pihak yang memikirkan hal-hal yang sebenarnya sering dilihat dan sudah sangat familiar pada pandangan. Hanya saja, semuanya terlalu dianggap biasa dan terus dibiarkan berjalan begitu saja. Padahal sudah jelas bahwa “tidak akan diciptakan tumbuh-tumbuhan agar kita dapat berpikir”.
Konsep berpikir di sini, tentunya harus menjadikan sesuatu tersebut mempunyai nilai tambah. Karena secara ekonomi, tidak akan bertambah sebuah produk jika tidak berubah bentuk, berubah rasa, berubah kemasan serta berpindah tempat (Altin, 2010 : 4).
Disinilah peran sebagai akademisi untuk mengkajinya secara akademik, untuk berani memulai menjadikan sesuatu yang Insya Allah akan bermanfaat bagi orang banyak dari hasil buah pemikiran yang dapat teruji secara ilmiah dan bernilai secara ekonomis.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Apakah ekstrak buah karamunting dapat digunakan sebagai pengganti gula merah dalam pembuatan kue tradisional indonesia “klepon” ?
1.3 TUJUAN MASALAH
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 BUAH KARAMUNTING
Bunga-bunga Karamunting rebak di penghujung kemarau. Padang-padang luas bertanaman semak Karamunting dipenuhi warna ungu dengan lima kelopak. Bermunculan sekumpulan lebah, kumbang dan kupu-kupu dengan ragam warna mencari saribunga.
Hingga bunga Karamunting satu-satu berlepasan kelopaknya, menjelma menjadi buah berwarna hijau sekeras jambu biji mentah, berukuran sekacang tanah. Menjelang hujan turun di pangkal musim hujan satu-satu buah Karamunting berwarna kemerahan. Sampai kemudian musim buah Karamunting mencapai puncaknya, buah-buahnya bunting berwarna ungu.
Dibeberapa daerah dikenal dengan nama yang berbeda, di Pekanbaru disebut dengan Kalamunting, di Sumatera Utara dikenal dengan nama Haramonting dan di Jawa Barat dikenal dengan nama Harendong Sabrang.
Karamunting adalah tumbuhan yang tumbuh liar pada tempat yang mendapat sinar matahari yang cukup, seperti di lereng gunung, semak belukar, lapangan yang tidak terlalu gersang. Tumbuhan ini biasanya ditemukan sampai pada ketinggian 1.650 m dpl. Ciri-ciri termasuk dalam kelompok perdu, daun tunggal, bangun elips memanjang sampai lonjong, duduk daun berhadapan bersilang, permukaan daun berambut bila diraba terasa kasar, pangkal daun membulat, tepi daun rata, ujung daun meruncing. Bunga termasuk bunga majemuk berwarna ungu kemerah-merahan, buahnya dapat dimakan mempunyai biji berukuran kecil.
Buah Karamunting
2.2 KLASIFIKASI
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
Super divisi: Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub kelas: Rosidae
Ordo: Myrtales
Famili: Melastomataceae
Genus: Ochthocharis
Spesies: Ochthocharis tornensis bl
(Wikipedia.org)
2.3 KHASIAT KARAMUNTING
Secara farmakologi, Karamunting mempunyai 3 manfaat:
1. Hemostasia
Karamunting juga bisa meningkatkan jumlah trombosit, meningkatkan tingkat fibrinogen, dan otot kontrak pembuluh darah halus.
2. Efek adaptif
Buah Karamunting meningkatkan tingkat hemoglobin dan jumlah sel darah merah. Hal ini juga meningkatkan antianoxic, rasa dingin dan kemampuan melawan kelelahan organisme.
3. Anti-bakteri
Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa buah Karamunting dan ekstrak akar menghambat staphylococcus aureus penyebab nanah. Karamunting juga menghambat E. coli dan staphylococcus aureus.
Ternyata Karamunting juga bisa di jadikan sebagai penetral racun . Bagian yang digunakan adalah daun, buah, biji dan akar. Carannya daun Karamunting sebanyak 60 gram direbus dengan air sebanyak 3 gelas sampai tersisa 1 gelas . Setelah itu disaring dan didinginkan kemudian diminum sampai habis. Selain itu Karamunting juga bisa digunakan untuk mengobati beberapa macam penyakit seperti gangguan pencernaan (dispepsi), disentri basiler, diare, hepatitis, keputihan (leukorea), sariawan , haid, wasir darah, pendarahan rahim, berak darah, radang dinding pembuluh darah, pembekuan (tromboangitis).
Komposisi sifat kimiawi dan efek farmakologis daun Karamunting sangat pahit. Kandungan kimia daun Karamunting mengandung saponin, flafonoida dan tannin.
BAB III
METODOLOGI
Suatu research khususnya dalam ilmu-ilmu pengetahuan empiris, pada umumnya bertujuan untuk menemukan, mengembangkan, atau menguji kebenaran suatu pengetahuan. Menemukan berarti berusaha mendapatkan sesuatu untuk mengisi kekosongan atau kekurangan. Mengembangkan berarti memperluas dan menggali lebih dalam apa yang sudah ada, sedang menguji kebenaran dilakukan jika yang sudah ada masih atau diragukan kebenarannya, sehingga hasil dari penelitian tersebut merupakan karya ilmu pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan. (Sutrisno Hadi, 2004 : 3).
Untuk memperoleh hasil penelitian sesuai dengan harapan, penggunaan metodologi dalam penelitian harus tepat sasaran dan mengarah pada tujuan penelitian serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kendati banyak metode yang dapat digunakan dalam penelitian permasalahannya bukan terletak pada baik dan buruknya metode melainkan pada ketepatan dalam penggunaan metode yang seseuai dengan objek penelitian atau tujuan. Pada bab ini akan diuraikan beberapa hal yang berkaitan dengan metode penelitian, antara lain :
3.1 METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Yaitu penelitian yang bertujuan untuk memcari jawaban/kejelasan mengenai suatu gejala yang terbentuk bila suatu variabel diubah (Saskiawan, 2010). Penelitian ini dapat dikatakan sebagai penelitian pengujian hipotesa yang menguji hubungan sebab akibat diantara variabel yang diteliti.
3.2 POPULASI & SAMPEL PENELITIAN
Populasi adalah seluruh penduduk yang diselidiki dan dibagi oleh sejumlah individu yang paling sedikit memiliki sifat yang sama (Sutrisno Hadi, 2004 : 77). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 3 Batam Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berusia antara 15 sampai 17 tahun, terdiri dari laki-laki dan perempuan.
ketentuan yang mutlak, berapa persen sampel yang diambil dari populasi (Sutrisno Hadi, 2004 : 81). Sampel dalam penelitian ini adalah 20% dari seluruh populasi.
3.3 INSTRUMEN PENELITIAN
Dalam penelitian ini digunakan metode observasi dan wawancara. Metode yang pertama adalah observasi lingkungan. Dengan meneliti kandungan bahan yang terdapat dalam buah karamunting. Dan kemudian diselidiki formula yang tepat untuk menghasilkan campuran yang tepat sebagai pengganti gula merah. Metode yang pertama adalah wawancara langsung. Responden mencoba hasil eksperimen, kemudian memberikan tanggapan, saran, masukan, atau kritikan terhadap hasil eksperimen.
3.4 TEKNIK PENGAMBILAN DATA
Dalam penelitian ini yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah survei dengan teknik wawancara. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, karena setiap obyek dalam populasi memiliki peluang yang sama untuk diambil (Arikunto, 2002 : 120).
3.5 TEKNIK ANALISIS DATA
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi.2006. Prosedur Penelitian
http://bahan-alam.fa.itb.ac.id/detail.php?id=237 Diakses tanggal 25 agustus 2011
http://bjn.wikipedia.org/wiki/Karamunting Diakses tanggal 25 agustus 2011
http://dusunlaman.net/2007/11/musim-buah-Karamunting/ Sumber : pakacil.net Diakses tanggal 25 agustus 2011
http://lalong.wordpress.com/2007/08/28/Karamunting-melastoma-malabathricum-bisa-menetralkan-racun/ Diakses tanggal 25 agustus 2011
http://www.plantamor.com/index.php?plant=2180 Diakses tanggal 25 agustus 2011
http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?
judul=Karamunting&&nomorurut_artikel=61 Diakses tanggal 25 agustus 2011
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Saskiawan, Iwan.2010. Pengenalan Metodologi Penelitian.
Lampiran 1: PROSEDUR EKSPERIMEN
PROSES PENGOLAHAN BUAH KARAMUNTING
Langkah – langkah melakukan eksperimen dalam pembuatan kue tradisional Indonesia “Klepon” dengan memanfaatkan ekstrak buah karamunting sebagai pengganti gula merah.
1. Pemilihan buah karamunting yang berkualitas baik. Criteria buah karamunting yang berkualitas adalah :
Diambil langsung dari pohonnya
Buah tidak busuk dan berwarna ungu segar
buah yang dipetik adalah buah yang matang
2. Proses sterilisasi buah untuk menghasilkan buah yang bebas bakteri dengan melakukan pencucian menggunakan produk pencuci makanan
3. Proses pembuatan buah karamunting menjadi ekstrak karamunting dengan melakukan penghalusan buah karamunting menggunakan mesin blender.