BAB IV PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari perumusan masalah yang penulis kemukakan serta pembahasannya baik yang berdasarkan atas teori maupun data-data yang penulis dapatkan selama mengadakan penelitian, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Hukum pidana dalam menanggulangi tindak pidana pencemaran air yang
dilakukan oleh perusahaan batik di Kampoeng Batik Laweyan Solo tidak berjalan secara optimal. Terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan tidak optimalnya penegakan hukum pidana tersebut yaitu Faktor Hukum, Faktor Penegakan Hukum, Faktor Masyarakat, Faktor Sarana dan Fasilitas Pendukung, dan Faktor Kebudayaan.
2. Hambatan-hambatan yang terjadi dalam mengoptimalkisasikan Hukum Pidana terhadap penanggulangan tindak pidana pencemaran air yang dilakukan oleh perusahaan batik di Kampoeng Batik Laweyan Solo adalah sebagian besar perusahaan batik di Kampoeng Batik Laweyan termasuk home industri atau termasuk dalam usaha mikro, alasan ekonomi dan praktis. Pemerintah Kota Surakarta tidak memiliki solusi yang akan diberkan kepada masyarakat jika akan memberi teguran atau sanksi, kurangnya pembinaan maupun penyuluhan secara berkala, kurangnya kesadaran masyarakat di dalam bidang lingkungan hidup, kurangnya infrastruktur yang dimiliki oleh pemerintah Kota Surakarta, dan kendala dalam pembuktian.
B. SARAN
Setelah melakukan penelitian ini, peneliti memberikan masukan sebagai berikut:
a. Pemerintah Kota Surakarta diharapkan lebih tegas dalam memberikan teguran maupun sanksi terhadap perusahaan yang terbutki melanggar Undang-Undang mengenai lingkungan hidup
b. Pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Propinsi Jawa Tengah diharapkan lebih baik agar perusahaan batik di Kampoeng Batik Laweyan tidak melakukan pembuangan limbah atau pencemaran air kembali.
c. Pemerintah Kota Surakarta diharapkan mengadakan pembinaan dan penyuluhan mengenai hukum pidana, hukum perdata maupun hukum administratif beserta ketentuan-ketentuannya agar masyarakat paham mengenai hal tersebut.
d. Diharapkan kesadaran dari perusahaan batik di Kampoeng Batik Laweyan terhadap bahaya pencemaran lingkungan yang berada di lingkungan kehidupan masyarakat tersebut dan mulai untuk merubah kebiasaan membuang limbah ke sungai secara langsung.
e. Diharapkan peran serta masyarakat ikut dalam menciptakan lingkungan yang bersih, baik dan layak agar tidak terdapat penyakit akibat pencemaran lingkungan.
f. Diharapkan peran serta masyarakat dalam pengawasan lingkungan agar tidak ada perusahaan atau perseorangan di Kampoeng Batik Laweyan melakukan pembuangan limbah yang mengakibatkan lingkungan tercemar khususnya air sungai yang tercemar.
g. Perlu adanya koordinasi dari Badan Lingkungan Hidup dan masyarakat Kampoeng Batik Laweyan mengenai penanggulangan pencemaran air sungai Laweyan agar sungai tersebut dapat kembali bersih dan baik.
h. Perlu adanya perbaikan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) yang rusak agar limbah yang ada dapat diolah kembali dan dialirkan ke sungai dengan kadar yang tidak melebihi baku mutu air.
i. Perlu adanya penambahan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di kawasan yang belum mendapatkan IPAL agar penanggulangan penceamran air di Laweyan dapat diselesaikan dengan cepat.
j. Penegakan hukum dengan menggunakan sanksi lain selain sanksi pidana penjara. Contohnya dengan memberikan sanksi denda dengan tujuan untuk memberikan efek jera agar pembuangan limbah langsung ke sungai berhenti dan masyarakat maupun perusahaan tidak mengulangi tindak pidana penceamran air tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
Andi Hamzah. 2008. Penegakan Hukum Lingkungan. Jakarta: Sinar Grafika Barda Nawawi Arief. 2010. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana.
Bandung: Citra Aditya Bakti.
Daud Silalahi. 2014. Hukum Lingkungan: dalam sistem penegakan Hukum Lingkungan Indonesia. Bandung: Alumni.
Frans Maramis. 2013. Hukum Pidana Umum dan Tertulis di Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
H. B. Sutopo. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press Imam Supardi. 2003. Lingkungan Hidup dan Kelestariannya. Bandung:
Alumni.
Lawrence Friedman. 2001. Pengantar Hukum Amerika (American Law an Introduction) (Terjemahan oleh Whisnu Basuki). Jakarta: Tata Nusa. Lexy J. Moleong. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Mahrus Ali. 2012. Dasar-Dasar Hukum Pidana. Jakarta: Sinar Grafika.
Mulhadi. 2010. Hukum Perusahaan Bentuk Bentuk Badan Usaha di Indonesia.Bogor: Ghalia Indonesia.
P.A.F. Lamintang. 1997. Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
R.M. Gatot P. Soemartono. 2004. Hukum Lingkungan Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
Shand Dellyana. 1988. Konsep Penegakan Hukum. Yogyakarta: Liberty. Soerjono Soekanto. 2010. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press. _______________. 2004. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan
Hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Sukanda Husin. 2009. Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika .
Supriadi. 2010. Hukum Lingkungan Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
Syahrul Machmud. 2011. Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia.Yogyakarta: Graha Ilmu.
_________________. 2007. Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia. Bandung: PT Mandar Maju.
Makalah dan Jurnal:
Agnes Anita, Dkk. Perbedaan Kadar BOD, COD, TSS dan MPN Coliform pada Air Limbah, Sebelum dan Sesudah Pengolahan di RSUD Nganjuk. Jurnal Kesehatan Lingkungan. Vol 2 No 1 Juli 2005. JB Hans Opschoor. Water and Merit Goods. International Environmental
Agreements Politics, Law and Economics. Volume 6, Issue 4, pp 423-428 December 2006. Springer Science.
Joko Prayitno Susanto. Analisis Diskripsi Pencemaran Air. Jurnal Teknik Lingkungan P3TL-BPPT. Vol 6 No 2: 402-409 (2005). Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.
M. Wawan Kurniawan, Dkk. Strategi Pengelolaan Air Limbah Sentra Umkm Batik Yang Berkelanjutan Di Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Ilmu Lingkungan. Vol 11 Issue 2: 62-72 (2013). Bandung: Universitas Diponegoro.
Supraptini. “Pengaruh Limbah Industri Terhadap Lingkungan di Indonesia”. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Vol 12 No 2 Juni 2002. Jakarta: Departemen Kesehatan RI Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Suseno, Dkk. Study of Waster Water Treatment by Laboratory Model of WWTP Through Coagulation Process Using Chitosan Sulphate Viewed from COD Parameters. ICETIA 2014. ISSN 2407-4330.
Peraturan Perundang-Undangan:
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.
Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2012 Tentang Izin Lingkungan.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air.
Peraturan Walikota Surakarta Nomor 29 Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas Pokok, Fungsi, dan Tata Kerja Badan Lingkungan Hidup Kota Surakarta.
Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Limbah.
Internet:
Kedaulatan Rakyat. 2013. http://krjogja.com/read/177428/walikota-panggil-pengusaha-batik.kr, diakses pada tanggal 10 Desember 2015.
Kementerian Lingkungan Hidup. 2013 http://www.menlh.go.id/indonesia-dan-polandia-sepakat-dorong-kerjasama-di-bidang-lingkungan-hidup/, diakses pada tanggal 9 Desember 2015.
LAMPIRAN
Perusahaan batik di Kampoeng Batik Laweyan hingga tahun 2012 yang terdaftar sebanyak 84 perusahaan, yaitu:
No Nama Perusahaan Jenis Usaha
1 Batik Cahaya Putra Produksi batik 2 Batik Putra Laweyan Produksi batik
3 Batik Sidoluhur Konveksi batik
4 Batik Adityan Produksi batik
5 Batik RIN Konveksi batik
6 Batik Wanto Konveksi batik
7 Batik Sri Nurlan Produksi batik
8 Batik Santika Konveksi batik
9 Batik Molina Produksi batik
10 Batik Marin Produksi batik
11 Batik Puspa Kencana Produksi batik 12 Batik Nesa Noer Produksi batik 13 Batik Thahaya Baru Produksi batik
14 Batik Cempaka Produksi batik
15 Batik Merak Ati Produksi batik
16 Batik Nugraha Produksi batik
17 Batik Gres Tenan Produksi batik 18 Batik Merak Manis Produksi batik 19 Batik Gunawan Desain Produksi batik
20 Batik Halus Produksi batik
21 Batik Bapak Bandono Produksi batik
22 Batik Doyohadi Produksi batik
24 Batik Mahkota Produksi batik 25 Batik Sentong Ayu Produksi batik 26 Batik Luar Biasa Produksi batik 27 Batik Saud Effendi Produksi batik
28 Batik Amelia Produksi batik
29 Batik Surya Pelangi Produksi batik
30 Batik Cattleya Produksi batik
31 Batik Wedelan Produksi batik
32 Batik Putra Bengawan Produksi batik 33 Batik Lor Ing Pasar Produksi batik
34 Batik Adina Produksi batik
35 Batik Laweyan HY Produksi batik 36 Batik Pulau Jawa Produksi batik 37 Batik Tjokosumarto Produksi batik 38 Batik Multisari Produksi batik
39 Batik Oke Produksi batik
40 Batik Purworaharjo Produksi batik 41 Batik Supriyarso Produksi batik 42 Batik Setya Budi Produksi batik
43 Rin Modeste Konveksi
44 Pardi Collection Konveksi
45 Edi Collection Konveksi
46 Marijo Collection Konveksi
47 KUB Setono Konveksi
48 KUB Selawe Konveksi
49 KUB Klaseman Konveksi
51 Batik Putri Solo Konveksi 52 Batik Satrio Luhur Konveksi 53 Batik Anna Colection Konveksi
54 Batik Mustika Konveksi
55 Batik Putro Hadi Konveksi
56 Batik Lawasan Konveksi
57 Dewi Collection Konveksi
58 Batik Sri Nurlan Produksi batik
59 Batik Nugraha Produksi batik
60 Batik Candi Kencana Produksi batik
61 Batik Farhan Produksi batik
62 Batik Kencana Murni Produksi batik
63 Batik Ivy Produksi batik
64 Batik Sindjang SG Produksi batik 65 Batik Putra Pelangi Produksi batik 66 Batik Griya Pendapi Produksi batik 67 Batik Mbah Zaini Produksi batik 68 Batik Galeri Merpati Produksi batik
69 Batik 75 Produksi batik
70 Batik Qisti Produksi batik
71 Batik Tiga Negri Produksi batik 72 Batik Sidomurti Produksi batik 73 Batik Lili Hanifah Produksi batik
74 Batik Doyohadi Produksi batik
75 Batik Sidomulyo Produksi batik 76 Batik Damayanti Produksi batik
78 Batik Kanaya Produksi batik
79 KUB Laweyan Art Cinderamata
80 Anglo Art Cinderamata
81 Suyadi Art Cinderamata
82 Batik Mustika Cinderamata
83 Wiryono Gallery Cinderamata
84 Batik CiptaAsri Cinderamata
Foto 1
Sungai Jenes yang tercemar sampah dan limbah batik
Foto 2
Keadaan parit di kawasan Kampoeng Batik Laweyan yang tercemar limbah pewarna batik
Foto 3
Pewarna batik yang mengalir ke sungai Jenes
Foto 4