• Tidak ada hasil yang ditemukan

Patofisiologi Alzheimer

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Patofisiologi Alzheimer"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Patofisiologi Alzheimer Patofisiologi Alzheimer

Penyakit alzheimer ditandai oleh kerusakan korteks neuron yang awalnya pada lobus Penyakit alzheimer ditandai oleh kerusakan korteks neuron yang awalnya pada lobus temporal, kemudian mengenai daerah korteks neuron lainnya dan area sekitarnya. Kerusakan temporal, kemudian mengenai daerah korteks neuron lainnya dan area sekitarnya. Kerusakan korteks neuron dapat terjadi di dalam dan luar neuron.

korteks neuron dapat terjadi di dalam dan luar neuron.11 Pada penyakit Alzheimer ditemukan Pada penyakit Alzheimer ditemukan

karakt

karakteristik neuropatoeristik neuropatologiklogikal al seperti hilangnyseperti hilangnya a neuroneuronal nal selektselektif if dan dan sinap, adanya sinap, adanya plak plak  neuritis yang mengandung peptida Aβ dan

neuritis yang mengandung peptida Aβ dan neurneurofibofibrillarrillary y tangtanglesles (!"s# yang membentuk (!"s# yang membentuk  hiperfosforilasi dari protein tau. Plak neuritik yang terjadi merupakan lesi ekstraseluler yang hiperfosforilasi dari protein tau. Plak neuritik yang terjadi merupakan lesi ekstraseluler yang ters

tersusuusun n ataatas s intinti i sensentral tral dardari i agragregaegasi si Aβ Aβ peppeptidtida a yayang ng dikdikelielilinglingi i oleoleh h neuneurit rit disdistrotropi,pi, mikroglial yang terakti$asi, dan atrosit reaktif. %ementara itu, !"s merupakan buntalan mikroglial yang terakti$asi, dan atrosit reaktif. %ementara itu, !"s merupakan buntalan filamen di dalam sitoplasma sel saraf yang mengelilingi sel saraf.

filamen di dalam sitoplasma sel saraf yang mengelilingi sel saraf.&&

1

1.. PPllaak Sk Seenniilliiss 'erupa

'erupakan agregasi ekstrasekan agregasi ekstraseluler dari proteinluler dari protein amyloid amyloid   yang berkaitan erat dengan  yang berkaitan erat dengan neurit distropi, mikroglial yang terakti$asi, dan atrosit reaktif. Agregrasi protein

neurit distropi, mikroglial yang terakti$asi, dan atrosit reaktif. Agregrasi protein amyloid amyloid  yang yang rendah dan merubah neurit dan glia yang dikenal dengan plak difus dapat ditemukan dalam rendah dan merubah neurit dan glia yang dikenal dengan plak difus dapat ditemukan dalam  penuaan normal

 penuaan normal serta serta pada penyakit pada penyakit degeneratif ladegeneratif lain selain in selain alzheimer. Komponen utama alzheimer. Komponen utama daridari  plak

 plak senilis senilis ini ini adalah adalah proteinprotein  Beta-Amyloid  Beta-Amyloid  (Aβ#. Protein ini sangat khas pada penyakit (Aβ#. Protein ini sangat khas pada penyakit alzheim

alzheimer er dan seara dan seara strukstruktur berbeda dengan protein pembentutur berbeda dengan protein pembentukk amyloid amyloid   yang ditemukan  yang ditemukan  pada amiloidosis sistemik.

 pada amiloidosis sistemik.11

)ep

)eposiosisi si Aβ Aβ padpada a otaotak k mermerupaupakan kan salasalah h satu satu impimpliklikasi asi dardari i patpatogeogenesnesis is penpenyayakitkit Alzheimer. A

Alzheimer. Akumulasi Aβ (khususnya Aβ*& peptida# pada kumulasi Aβ (khususnya Aβ*& peptida# pada otak merupakan otak merupakan inisiasi terjainisiasi terjadinyadinya disfungsi neuron, neurodegenerasi, dan dementia. 'utasi gen APP pada kromosom &1, P%1 disfungsi neuron, neurodegenerasi, dan dementia. 'utasi gen APP pada kromosom &1, P%1  pada

 pada kromosom kromosom 1*, 1*, dan dan P%& P%& pada pada kromosom kromosom 1 1 mengarah mengarah padapada earearly ly onsonset et   penyakit  penyakit Alzheimer tipe familial yang terjadi dalam produksi berlebihan dan+atau peningkatan agregasi Alzheimer tipe familial yang terjadi dalam produksi berlebihan dan+atau peningkatan agregasi d

daarri i AAββ..  Beta-Amyloid Beta-Amyloid mermerupaupakan kan proproduk duk fisifisioloologi gi nornormal mal dardari i APAPP P dan dan mermerupaupakankan komponen

(2)

 Beta-Amyloid terkadang memulai aksi toksik sebelum terbentuknya fibril. Peningkatan derajat Aβ soluble dan bukan plak Aβ berhubungan dengan disfungsi kognitif   pada penyakit Alzheimer. Adanya gangguan kognitif pada indi$idu yang menderita penyakit

Alzheimer sangat kuat dihubungkan dengan hilangnya sinap yang melewati region kortikal otak. Self-agregation dari Aβ menjadi oligomer  soluble low-n merupakan penyebab utama sinaptoksisitas pada penyakit Alzheimer. "erdapat dua $arian terminal karboksil dari Aβ yaitu Aβ* yang merupakan sekret spesies utama dari sel kultur dan terdapat pada airan

erebrospinal sedangkan Aβ*& merupakan komponen utama amyloid  yang berdeposit di otak 

 pada penyakit Alzheimer. Peningkatan Aβ*& lebih sering mengalami agregasi dan membentuk fibril. eurotoksik yang dihasilkan oleh agregasi Aβ menghasilkan beberapa mekanisme, seperti adanya akumulasi radikal bebas, disregulasi dari homeostatis kalsium, respon inflamasi, dan adanya akti$asi dari beberapa signaling pathway.&

2.  Neurofibrillary Tangles (NFTs)

 !"s merupakan sitoplasma neuronal yang terbuat dari filamen-filamen abnormal yang berisi protein neurofilamen, ubiuine, epitoue. !" ini juga terdapat pada neokorteks, hipokampus, amigdala, substansia alba, lokus seruleus, dorsal raphe dari inti batang otak.  !" selain didapatkan pada penyakit alzheimer, juga ditemukan pada otak manula, down syndrome, parkinson, %%P/, sindroma ektrapiramidal, supranuklear palsy. )ensitas !"  berkolerasi dengan beratnya demensia.0

%etelah terjadi akumulasi Aβ yang membentuk plak, terjadi perubahan homeostatis neuron, dan terjadi oxidative injury yang mengakibatkan perubahan akti$itas kinase ataupun fosfat Perubahan akti$itas kinase ataupun fosfat menyebabkan terjadinya hiperposporilasi dari protein tau yang akan membentuk  Neurofibrillary tangles. )isfungsi sinap atau neuron dan hilangnya neuron selektif diikuti dengan adanya penurunan neurotransmitter merupakan

(3)

 perubahan yang terjadi akibat  Neurofibrillary tangles. Adanya Neurofibrillary tangles yang mengakibatkan hilangnya sinap pada saraf dapat menyebabkan timbulnya dementia pada  penyakit Alzheimer.&

Gambaran Klinis Alzheimer

Awitan dari perubahan mental penderita alzheimer sangat perlahan-lahan, sehingga  pasien dan keluarganya tidak mengetahui seara pasti kapan penyakit ini mulai munul.

ejala umum2

1. Kehilangan daa ingat!memori, terutama memori jangka pendek. Pada orang tua normal, dia tidak ingat nama tetangganya, tetapi dia tahu orang itu adalah tetangganya. Pada penderita Alzheimer, dia bukan saja lupa nama tetangganya tetapi juga lupa bahwa orang itu adalah tetangganya.

2. Kes"litan melak"kan akti#itas r"tin ang biasa ,  seperti tidak tahu bagaimana ara membuka baju atau tidak tahu urutan-urutan menyiapkan makanan.

$. Kes"litan berbahasa . 3mumnya pada usia lanjut didapat kesulitan untuk menemukan kata yang tepat, tetapi penderita Alzheimer lupa akan kata-kata yang sederhana atau menggantikan suatu kata dengan kata yang tidak biasa.

%. &isorientasi 'akt" dan temat . Kita terkadang lupa kemana kita akan pergi atau hari apa saat ini, tetapi penderita Alzheimer dapat tersesat pada tempat yang sudah familiar  untuknya, lupa di mana dia saat ini, tidak tahu bagaimana ara dia sampai di tempat ini, termasuk juga apakah saat ini malam atau siang.

. Pen"r"nan dalam mem"t"skan ses"at" ata" f"ngsi eksek"tif , misalnya tidak dapat memutuskan menggunakan baju hangat untuk uaa dingin atau sebaliknya.

*. Salah menematkan barang. %eseorang seara temporer dapat salah menempatkan dompet atau kuni. Penderita Alzheimer dapat meletakkan sesuatu pada tempat yang tidak biasa, misal jam tangan pada kotak gula.

(4)

+. Per"bahan tingkah lak" .  %eseorang dapat menjadi sedih atau senang dari waktu ke waktu. Penderita Alzheimer dapat berubah mood atau emosi seara tidak biasa tanpa alasan yang dapat diterima.

,. Per"bahan erilak" Penderita Alzheimer akan terlihat berbeda dari biasanya, ia akan menjadi mudah uriga, mudah tersinggung, depresi, apatis atau mudah mengamuk, terutama saat problem memori menyebabkan dia kesulitan melakukan sesuatu

-. Kehilangan inisiatif. )uduk di depan "4 berjam-jam, tidur lebih lama dari biasanya atau tidak menunjukan minat pada hobi yang selama ini ditekuninya.

Karakteristik dementia pada Alzheimer2 1. Predementia

• angguan kognitif ringan -5 tahun sebelum diagnosis ditegakkan • )efisit memori

• Apatis

2. &emensia onset a'al

• 6 gangguan learning 7 memori

• angguan bahasa, 8 kosakata 7 kata, 8 kemampuan bahasa oral 7 tulisan • angguan persepsi (agnosia#

• angguan gerakan (apra9ia# • "erlihat bodoh

• Kurang inisiasi untuk melakukan akti$itas

$. &ementia moderat

• )eteriorasi progresif 

(5)

• angguan long-term memory

• %ubtitusi penggunaan kata (parafasia# • 'isidentifikasi

• :abil

• 'udah marah • )elusi

• ;nkontinen system urinaria

%. &ementia taha lan"t (ad#an/ed)

• "idak dapat mengurus diri seara • Kehilangan kemampuan $erbal total • Agresif 

• Apatis ekstrim

• )eteriorasi massa otot 7 mobilitas • Kehilangan kemampuan untuk makan

<erdasarkan stadium2

1. Stadi"m 0 (lama enakit 1$ tah"n)

• 'emori 2 defek daya ingat baru (learning#, gangguan memori ringan

• Kemampuan 4isuospatial 2 disorientasi topografi, poor complex contructions • <ahasa 2 sulit membentuk kata baru, anomia

• Personalitas 2 auh tak auh, kadang-kadang mudah marah • 'anifestasi psikiatri2 sedih, delusi

(6)

• // 2 normal • ="+'>; 2 normal

• P/"+%P/=" 2 bilateral posterior hypometabolismhyperfusion

2. Stadi"m 00 (lama enakit $1 tah"n)

• 'emori 2 gangguan mengingat hal-hal baru dan memori sudah berat • Kemampuan 4isuospatial2 disorientasi spasial, poor contructions • <ahasa 2 fluent aphasia

• kalkulasi 2 tidak bisa berhitung

• Personality 2 auh tak auh 7 mudah marah • 'anifestasi psikiatri2 delusi

• %istem motorik2 gelisah, mondar-mandir  • // 2 slow bac!ground rhythm

• ="+'>; 2 normal or ventricular and sulcal enlargement 

• P/"+%P/=" 2 bilateral parietal and frontal hypometabolismhyperfusion

$. Stadi"m 000 (lama enakit ,12 tah"n) !ungsi intelektual 2 sudah memburuk 

%istem motorik 2 limb rigidity and fle9ion posture %phinter ontrol 2 sistem urinary and feal terganggu // 2 diffusely slow

="+'>; 2 ventricular and sulcal enlargement 

(7)

Pemeriksaan Pen"nang

Pada tahun 1?5*, asosiasi Penyakit dan angguan "erkait Alzheimer memutuskan  bahwa penggunaan utama dari teknik penitraan untuk e$aluasi penyakit Alzheimer harus untuk menyingkirkan penyebab lain dari demensia. Pembahasan berikut menyoroti kemajuan terbaru dalam teknik penitraan sebagai alat tidak hanya untuk diagnosis akurat penyakit Alzheimer tetapi juga untuk identifikasi tahap preklinik penyakit Alzheimer yang tidak dilihat semata-mata menggunakan uji klinis. @ang terakhir indikasi ditargetkan terhadap identifikasi  pasien yang efek dari hilangnya neuron terlihat pada studi penitraan mendahului penurunan skor kinerja kognitif dan inter$ensi dini dapat memperlambat perkembangan penyakit. 'eskipun sejumlah teknik penitraan telah maju untuk penilaian pasien penyakit Alzheimer,  beberapa perobaan komparatif telah dilakukan. Pada tahun 1?5, & tahun setelah publikasi kriteria klinis yang digunakan untuk mendiagnosa penyakit Alzheimer, =" pertama kali digunakan untuk menggambarkan atrofi terkait penyakit Alzheimer dari korteks medial lobus temporal . Pengukuran linear dari ruang airan erebrospinal di sekitar lobus temporal medial (menerminkan lobus temporal atrofi# pada =" ditemukan untuk memberikan akurasi 55B dalam diagnosis penyakit Alzheimer . Kemampuan multiplanar dari '>; juga telah diadaptasi untuk membuat diagnosis penyakit Alzheimer. '>; menyediakan akurasi diagnostik sekitar 5CB, yang sangat mirip dengan =".D

1. 3T S/an

'erupakan metode non in$asif yang beresolusi tinggi untuk melihat perubahan $olume jaringan otak+ menilai tingkat atrofi otak pada penderita alzheimer. Pemeriksaan ini berperan dalam menyingkirkan kemungkinan adanya penyebab demensia lainnya

(8)

selain alzheimer seperti multi infark, tumor serebri, hidrosefalus tekanan normal, demensia $askular, atau masa intrakranial.1,&,*

Kriteria awal untuk mendiagnosis penyakit alzheimer pada ="-%an atrofi otak yang menyebar dengan pelebaran sulkus dan $entrikel. <eberapa penelitian menunjukkan  bahwa atrofi otak seara signifikan lebih besar terjadi pada pasien dengan penyakit Alzheimer dibandingkan pada pasien yang sudah tua tanpa penyakit Alzheimer. Akan tetapi, konsep ini segera ditantang karena atrofi otak dapat hadir pada orang tua dan sehat, dan beberapa pasien dengan demensia mungkin tidak memiliki atrofi otak, setidaknya pada tahap awal. :uas atrofi otak dapat ditentukan dengan pengukuran linear, khususnya pada diameter bifrontal, bicaudate, $entrikel tiga dan $entrikel lateral. <eberapa pengukuran hanya berdasarkan diameter tengkorak yang dibandingkan dengan $ariasi normal. 3ntuk melengkapi modifikasi ini, studi $olumetrik dari $entrikel dilakukan. 'eskipun masih sulit untuk membedakan antara temuan pada pasien lanjut usia yang sehat dengan pasien demensia .%elain itu, re$iew =" san seara serial selama  beberapa bulan tidak bermanfaat seara klinis dalam diagnosis awal penyakit. D

Perubahan dalam tingkat atrofi berguna dalam mendiagnosa penyakit Alzheimer. Perubahan ukuran longitudinal otak berhubungan dengan perkembangan longitudinal dari gangguan kognitif, dan pembesaran $entrikel ketiga dan lateral lebih besar pada  pasien dengan penyakit Alzheimer dibanding subyek kontrol. Atrofi otak yang difus dengan pelebaran suli dan dilatasi $entrikel lateral dapat diamati. Atrofi yang tidak   proporsional dari lobus temporal bagian medial, terutama $olume formasi hippoampal

(EDB#, dapat dilihat.

)ilatasi fisura perihippoampal merupakan penanda radiologis yang berguna untuk  diagnosis awal penyakit Alzheimer, dengan akurasi prediksi dari ?1B. !isura hippoampal dikelilingi pada bagian lateral oleh hippoampus, superior oleh gyrus dentata, dan inferior oleh subiulum. %truktur ini semua yang terlibat dalam  pengembangan awal penyakit Alzheimer dan menjelaskan pembesaran pada tahap awal.

(9)

Pembesaran pada =" san sering dianggap sebagai lusensi dari hippoampal atau hypoattenuation di daerah medial temporal tanduk temporal.&

Fig"re 1. =oronal image of the brain, showing hippoampi (arrows#. %erial imaging, whih is not used in linial pratie, is neessary to demonstrate preferential shrinkage of the hippoampus that is harateristi of A).

"emuan sugestif atrofi otak termasuk pelebaran sulkus, pelebaran $entrikelF ornu inferior, yang menggambarkan atrofi lobus temporal medial termasuk hippoampus yang  berhubungan dengan memori penurunan, merupakan salah satu temuan yang khas.

)aerah low-density disekitar $entrikel, yaitu, periventricular lession (P4:#, merupakan karakteristik yang terdapat dalam kasus-kasus demensia $askular, yang juga dapat dilihat  pada penyakit alzheimer. Akan tetapi, P4: pada penyakit alzheimer jarang ditemukan.

Penentuan dari ada atau tidak adanya lesi terkait dengan cerebrovascular accident  (=4A#, seperti perdarahan dan infark, juga penting bagi diferensiasi penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer dapat dibedakan demensia $askular atas dasar pola terjadinya gejala demensia, perjalanan demensia, dan dari apakah lokasi lesi berhubungan dengan tinggi fungsi otak. C

(10)

ambar. 1 perubahan waktu-kursus dalam temuan G-=" pada penyakit Alzheimer  ambar menunjukkan atrofi otak ringan dengan dilatasi ornu inferior. dengan  berlalunya waktu, tingkat atrofi meningkat, dan P4: juga menjadi semakin jelas

Keterbatasan =" meliputi ketidakmampuan untuk membedakan materi abu-abu dan  putih dan untuk mem$isualisasikan posterior fossa jelas.

2. 450

Peran utama dari '>; dalam diagnosis penyakit Alzheimer adalah menilai perubahan $olume di lokasi yang karakteristik sehingga dapat dihasilkan akurasi diagnostik hingga 5CB. )iagnosis harus dibuat berdasarkan2

1. Atrofi medial lobus temporal &. Atrofi kortikal temporoparietal

Atrofi medial lobus temporal dapat dilihat seara langsung dengan menilai penurunan $olume hippoampal dan parahippoampal, atau tidak langsung dengan memeriksa  pembesaran elah parahippoampal. @ang pertama adalah lebih sensitif dan spesifik tetapi idealnya membutuhkan perhitungan $olumetrik sebenarnya. :angkah-langkah ini telah digabungkan dalam skor atrofi temproal medial yang telah terbukti menjadi prediksi  perkembangan dari gangguan kognitif ringan ('=; # untuk demensia.0

(11)

Atrofi otak, mirip dengan yang diamati oleh ="-%an, juga diamati pada gambar '>;. Karena '>; dapat memberikan gambar irisan sejajar dengan sumbu panjang hippoampus dan oronal bagian, atrofi lobus temporal medial termasuk hippoampus yang berhubungan dengan memori dapat die$aluasi.

stage ; stage ;; stage ;;;

ambar. & '>; pada penyakit Alzheimer

Pada tahap ; hampir sama dengan demensia ringan, atrofi lobus temporal medial termasuk hippoampus tidak jelas, namun dalam tahap ;; kasus dengan demensia moderat dan tahap ;;; kasus dengan demensia berat atrofi berbeda dari lobus temporal medial .

%ementara atrofi hippoampus dapat terlihat lebih jelas pada pasien dengan demensia dibandingkan pada orang normal, mungkin $isual jelas pada pasien dengan stadium awal demensia. amun, beberapa laporan menunjukkan bahwa perbedaan dalam tingkat atrofi antara pasien dengan penyakit Alzheimer dan orang normal dapat dihargai dengan penentuan daerah dan $olume hipokampus. %ebuah e$aluasi $olumetrik  menunjukkan bahwa $olume hippoampus adalah 0?,*B lebih rendah pada pasien penyakit Alzheimer daripada di kontrol, dan bahwa sensiti$itas dan spesifisitas pengukuran ini

(12)

masing-masing, ?DB dan ?&B, berguna untuk membuat diagnosis penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer mini didiagnosis ketika $olume hippoampus kurang dari &.& m.  amun, dalam pengaturan klinis, e$aluasi $olumetrik tidak praktis, karena prosedur untuk   penentuan dari $olume dan area hippoampus bukan yang sederhana atau mudah.

%elain P4:, area intensitas tinggi sekitar $entrikel, adalah, peri$entriular tinggi intensitas (P4H#, juga sering diamati dalam kasus demensia $askularF P4H mungkin diamati pada pasien dengan penyakit Alzheimer juga. Hal ini biasanya ringan sampai sedang, dan sering diamati dalam kasus-kasus dengan demensia.

$. P6T

P/" memungkinkan penilaian metabolisme glukosa menggunakan !). ambar !)-P/" menunjukkan distribusi regional laju metabolisme glukosa. Karena neuron aktif  memiliki tingkat metabolisme yang sangat tinggi, serapan !) tinggi dalam otak subyek  sehat, terutama di korteks. %ebaliknya, serapan !) di A) sangat berkurang, terutama di daerah temporal dan parietal otak. Pola karakteristik serapan !) terlihat pada pasien Alzheimer sangat berbeda dari yang terlihat pada fronto-temporal dementia (ambar &#, yang memungkinkan diagnosis banding dari penyakit ini.*

Pada penyakit Alzheimer, penurunan penggunaan glukosa yang khas terlihat saat istirahat di lobus temporal dan parietalF penurunan metabolisme glukosa telah terbukti seara klinis  berkorelasi dengan penurunan dalam skor ''%/ dan histologis berkorelasi dengan kepadatan plak senilis dan kusut neurofibrillary . )i otak, metabolisme glukosa menyediakan sekitar ?DB dari energi yang dibutuhkan untuk fungsi yang tepat. euron diaktifkan telah meningkatkan konsumsi glukosa. Karena neuron memiliki kemampuan terbatas untuk  menyimpan glukosa, peningkatan aliran darah otak diperlukan untuk memberikan glukosa untuk memenuhi peningkatan kebutuhan metabolik. Ileh karena itu, di otak, metabolisme

(13)

glukosa digabungkan ke aliran darah. Astrosit adalah sarana transportasi glukosa dari kapiler  ke sinapsis saraf. Pada penyakit Alzheimer dan demensia lainnya, penurunan sinapsis terlihat sebelum kematian neuronal. Penurunan metabolisme glukosa dipandang sebagai hasil dari kedua menurun transportasi glukosa (karena penurunan jumlah sinapsis# dan penurunan  jumlah neuron. Ileh karena itu, penurunan metabolisme otak adalah hilangnya neuron dan sinapsis bukan sekadar metabolisme glukosa menurun akibat $olume otak yang lebih keil (atrofi# .

Pola temporoparietal bilateral hypometabolism adalah fitur karakteristik terlihat pada  penyakit Alzheimer dan memungkinkan penyakit Alzheimer harus dibedakan dari bentuk- bentuk lain dari demensia .Perbedaan ini dimungkinkan dengan !) P/" karena penurunan metabolisme terlihat di situs dari hilangnya neuron yang berbeda antara dua bentuk demensia (yaitu, daerah temporoparietal untuk penyakit Alzheimer dan lobus frontal dan temporal untuk demensia frontotemporal#. amun, !) P/" tidak dapat diperaya membedakan  penyakit Alzheimer dari bentuk lain dari demensia, penyakit Parkinson, karena pola metabolisme glukosa menurun serupa di kedua penyakit . !) P/" memungkinkan diagnosis penyakit Alzheimer pada pasien yang sulit untuk menggambarkan dengan kriteria klinis saja . 'isalnya, !) P/" dapat menunjukkan defisit metabolisme glukosa pada pasien  berisiko untuk penyakit Alzheimer (misalnya, mereka dengan alel apolipoprotein /* dan gangguan kognitif ringan# . Kombinasi penurunan tingkat metabolisme dan faktor risiko genetik menyediakan sarana untuk deteksi penyakit praklinis Alzheimer. Karena metabolisme glukosa digabungkan ke aliran darah otak, perubahan aliran darah otak   juga dapat terlihat pada penyakit Alzheimer dan diukur pada P/" gambar dengan

menggunakan H&1DI. <erkurangnya aliran darah otak dapat dilihat di kawasan itu antara korteks prefrontal dan hipokampus, yang diduga untuk menunjukkan gangguan dalam konekti$itas fungsional yang merupakan penyebab dari gangguan memori jangka pendek 

(14)

 pada pasien penyakit Alzheimer . P/" juga dapat menunjukkan bidang peningkatan aliran darah otak pada pasien dengan penyakit Alzheimer yang tidak terlihat pada orang tua yang sehat, yang mungkin menunjukkan perekrutan sirkuit saraf dalam mempertahankan memori . 'enggabungkan pengukuran aliran darah otak pada P/" selama keadaan istirahat dengan  pengukuran aliran darah otak selama kinerja tugas memori aktif juga dapat memungkinkan  penggambaran jaringan alternatif tambahan yang dibentuk untuk mengimbangi defisit

memori.1

Fig"re 2. !) P/" images showing patterns of metaboli ati$ity that are harateristi of patients with AlzheimerJs disease, PikJs disease (fronto-temporal dementia# and elderly indi$iduals with no dementia. >ed, high !) uptake, <lue, low !) uptake.

%. SP6T

%P/=" menggambarkan aliran darah otak dan metabolisme. )engan demikian,  perubahan fungsional dalam otak dapat ditentukan oleh P/" dan %P/=", karena kedua

aliran darah otak dan metabolisme tingkat berkorelasi dengan fungsi sel-sel saraf.

%P/=" memungkinkan penitraan dari aliran darah otak dan pengukuran darah otak  yang mengalir. <iasanya, penurunan aliran darah serebral diamati pada lobus temporal dan parietal di tahap awal penyakit ini, dan di terminal stage, mengurangi aliran darah otak dalam lobus frontal diamati di samping. Aliran darah pada otak keil dan daerah

(15)

sensorimotor primer relatif terpelihara dengan baik sampai sangat tahap akhir (ambar  0#.

4asular dementia

AlzheimerJs disease

PikJs disease =ottiobasal degeneration

ambar. 0 ambar aliran darah otak yang diambil oleh 1&0i-;'P %P/=" autoradiografi metode dalam demensia ber$ariasi penyebab

Pengurangan aliran darah otak di daerah yang membentang dari lobus temporal ke lobus parietal adalah karakteristik yang mendukung diagnosis penyakit Alzheimer. Pada demensia $askular, berkurangnya aliran darah mungkin diamati oleh %P/=" di daerah yang  jauh darilesi. %P/=" dapat mengungkapkan penurunan aliran darah yang relatif lebih parah di lobus frontal dalam kasus demensia $askular. Pada penyakit Pik dan demensia akibat degenerasi frontal dan lobus temporal, aliran darah berkurang bagian anterior dari otak, yaitu frontal dan lobus temporal, sedangkan pada penyakit Alzheimer, pengurangan aliran darah diamati pada bagian posterior lebih dari otak. Penyakit yang berhubungan dengan demensia sehingga menunjukkan pola karakteristik berkurangnya aliran darahF misalnya2 progresif  supranulear palsy yang ditandai dengan berkurangnya aliran darah dalam ingulate gyrus.

'etode untuk diagnosis Alzheimer penyakit dari gambar %P/=" termasuk metode e$aluasi $isual, dan e$aluasi dari nilai yang diperoleh di set daerah kepentingan (>I;# pada gambar. Analisis statistik metode termasuk pemetaan parametrik statistik (%P'# dan stereotati tiga dimensi proyeksi permukaan (0)-%%P#.

%etiap metode memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri. 'etode e$aluasi $isual membutuhkan pengalaman. )alam metode di mana aliran darah otak dihitung >I;, sulit untuk membandingkan semua daerah. )alam 0)-%%P, gambar fungsional dari otak   berkembang menjadi stereotati standar otak sistem koordinat, dan korteks serebral aliran

(16)

darah diekstrak tiga dimensi untuk rekonstruksi. )ata statistik dibandingkan dengan database terdiri dari banyak gambar yang diambil pada subjek normal diproses dalam ara yang mirip dengan yang ada pada data yang rele$an, dan situs berkurangnya aliran darah tiga-dimensi ditampilkan sebagai gambar statistik. karena bidang berkurangnya aliran darah otak adalah ditampilkan pada gambar, menjadi mudah untuk membuat diagnosis bahkan jika dokter yang berpengalaman.

Analisis 0)-%%P memungkinkan e$aluasi $isual bidang berkurangnya aliran darahF Penyakit Alzheimer menunjukkan berkurangnya aliran darah di posterior gyrus ingulate, selain mengurangi darah mengalir di lobus parietal dan temporal lateral yang lobus (ambar  *#. <erkurangnya aliran darah di posterior ingulate gyrus, yang hampir tidak dapat ditentukan gambar aksial biasa, adalah karakteristik "emuan dari penyakit Alzheimer. %P' Hasil analisis juga mirip dengan temuan 0)-%%P.

RT.LAT LT.LAT SUP INF ANT POST RT.MED LT.MED

GLB

THL

(17)

PNS

ambar. * gambar -sore 1&0i-;'P %P/=" dianalisis dengan 0)-%%P pada penyakit Alzheimer (ambar menerminkan daerah berkurangnya aliran darah otak#

.

Agen utama yang digunakan dalam %P/=" otak pasien pada penyakit Alzheimer  adalah ??m" he9amethylpropyleneamine o9ime (??m" H'PAI# dan ??m" dimer  /til %isteinat (??m" /=)#. Agen ini akurat mengukur aliran darah otak dan karena itu sangat berharga dalam mengidentifikasi aliran darah yang berkurang ke otak di daerah temporoparietal yang terlihat pada pasien dengan penyakit Alzheimer. Keakuratan %P/=" dalam diagnosis penyakit Alzheimer (L ?&B# lebih besar daripada yang diberikan oleh kriteria klinis saja (L C*B#. "emuan positif pada %P/=" meningkatkan diagnosis klinis penyakit Alzheimer baik kemungkinan dengan menunjukkan  berkurangnya aliran darah otak di hippoampus dan daerah temporoparietal . "emuan ini  berkorelasi dengan keparahan kerusakan kognitif yang dinilai oleh ''%/, memiliki koefisien korelasi Pearson di kisaran ,0?-,D* . Perkembangan penyakit Alzheimer telah dilaak pada pemeriksaan %P/=" seri dengan menunjukkan penurunan progresif aliran darah otak di hippoampus kiri, parahippoampus, dan erebral korteks asosiasi. %P/=" menambahkan spesifisitas dengan memungkinkan perbedaan penyakit Alzheimer dari demensia frontotemporal. amun, %P/=" tidak dapat diperaya membedakan antara  penyakit Alzheimer dan demensia yang terkait dengan penyakit Parkinson karena kedua

Referensi

Dokumen terkait

(2000:44) dapat dilihat dalam lingkup pertumbuhan kemampuan yang terjadi jauh melampaui apa-apa yang dituntut dalam suatu pekerjaan; hal ini mewakili usaha-usaha untuk

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis dengan langkah reduksi data, triangulasi dan menarik

Apabila didapati sebab-sebab yang menjadikan percampuran (pergaulan) serta aman dari fitnah bagi kedua belah pihak, maka tidak mengapalah berjabat tangan antara laki-laki

intelegensi yang cukup tinggi tetapi tidak bisa memanfaatkannya secara optimal. Ketercepatan dalam belajar, yaitu keadaan siswa yang memiliki bakat akademik yang cukuo tinggi

a) Usia dan Tahap Siklus Hidup. Usia merupakan rekam jejak perjalanan hidup seseorang yang dapat dilihat dari perbedaan makanan yang dikonsumsi dari seseorang

Corporate Relatedness: Transferring Skills into Businesses through Corporate Headquarters Operational Relatedness: Sharing Activities between Businesses High Low Related

sangat diperlukan suasana terbuka, baik keterbukaan dari pihak konselor maupun keterbukaan dari klien. Keterbukaan ini bukan hanya sekedar bersedia menerima

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian UMKM belum memahami bagaimana persaingan di era MEA, para UMKM telah menyadari pentingnya pengendalian kualuitas dan