Cara Pembuatan Pupuk Cair (MOL)
Cara Pembuatan Pupuk Cair (MOL)
BAB 1 BAB 1 PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang
Pupuk merupakan zat yang
Pupuk merupakan zat yang fungsinya untuk meningkatkan kesuburanfungsinya untuk meningkatkan kesuburan tanaman. Pupuk di bagi ke
tanaman. Pupuk di bagi ke dalam 2 macam yaitu pupuk organic dan pupudalam 2 macam yaitu pupuk organic dan pupu anorganik. Pupuk organic ialah pupuk yang di hasilkan dari sisa
anorganik. Pupuk organic ialah pupuk yang di hasilkan dari sisa-sisa-sisa
mahluk hidup yang sudah mati. Sedangkan pupuk anorganik ialah pupuk mahluk hidup yang sudah mati. Sedangkan pupuk anorganik ialah pupuk yang di buat dari buat
yang di buat dari buatan manusia menggunakan za-zat kimia buatan. an manusia menggunakan za-zat kimia buatan. SalahSalah satu pupuk organic ialah Biomol. Biomol adalah suatu zat yang
satu pupuk organic ialah Biomol. Biomol adalah suatu zat yang fungsinyafungsinya sama seperti pupuk, namun dalam bentuk cair yang
sama seperti pupuk, namun dalam bentuk cair yang di hasilkan dari sisa-di hasilkan dari sisa-sisa makanan.
sisa makanan.
Dewasa ini pupuk merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus Dewasa ini pupuk merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi untuk kebutuhan pertanian. Namun pada kenyataannya banyak dipenuhi untuk kebutuhan pertanian. Namun pada kenyataannya banyak peteani-petani yang masih banyak menggunakan pupuk-pupuk anorganik peteani-petani yang masih banyak menggunakan pupuk-pupuk anorganik karena sifatnya yang mudah didapat dan harganya murah namun pupuk karena sifatnya yang mudah didapat dan harganya murah namun pupuk jenis tersebut dapat ber
jenis tersebut dapat berbahaya bagi lingkungan.bahaya bagi lingkungan.
Oleh karena itu sebaiknya pupuk yang digunakan pupuk yang berasal dari Oleh karena itu sebaiknya pupuk yang digunakan pupuk yang berasal dari mahluk hidup atau pupuk organic. Salah satu pupuk organic yang
mahluk hidup atau pupuk organic. Salah satu pupuk organic yang mudahmudah di buat dan dapat mengurangi jumlah sampah
di buat dan dapat mengurangi jumlah sampah ialah mol. Karena molialah mol. Karena mol dibuat dari sisa-sisa makanan rumah tangga.
dibuat dari sisa-sisa makanan rumah tangga.
BAB 2 BAB 2 TINJAUAN MATERI TINJAUAN MATERI 1.1 Dasar teori 1.1 Dasar teori
Membuat pupuk organik sebenarnya sangatlah mudah, bahkan tanpa Membuat pupuk organik sebenarnya sangatlah mudah, bahkan tanpa tempat dan mesin khusus. Secara alami
tempat dan mesin khusus. Secara alami limbah organik akan terurailimbah organik akan terurai dengan sendirinya. Namun dengan membiarkannya begitu saja, proses dengan sendirinya. Namun dengan membiarkannya begitu saja, proses pembusukan membutuhkan waktu yang cukup lama. Salah satu activator pembusukan membutuhkan waktu yang cukup lama. Salah satu activator yang cukup murah adal
yang cukup murah adalah larutan MOL (Mikro Orah larutan MOL (Mikro Organisme Lokal)ganisme Lokal)
Larutan MOL (Mikro Organisme Lokal) adalah larutan hasil fermentasi Larutan MOL (Mikro Organisme Lokal) adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari b
yang berbahan dasar dari berbagai sumber daya yanerbagai sumber daya yang tersedia setempatg tersedia setempat baik dari tumbuhan maupu
baik dari tumbuhan maupun hewan. Larutan MOL mengandn hewan. Larutan MOL mengandung unsurung unsur hara mikro dan makro dan juga
hara mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berpotensimengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik dalam tanah, perangsang pertumbuhan sebagai perombak bahan organik dalam tanah, perangsang pertumbuhan pada tanaman, dan sebagai agens pe
pada tanaman, dan sebagai agens pengendali hama dan penyakit tanamanngendali hama dan penyakit tanaman Peran MOL dalam kompos, selain sebagai penyuplai nutrisi juga berperan Peran MOL dalam kompos, selain sebagai penyuplai nutrisi juga berperan sebagai komponen bioreaktor yang bertugas menjaga
sebagai komponen bioreaktor yang bertugas menjaga proses tumbuhproses tumbuh tanaman secara optimal.
tanaman secara optimal. Fungsi dari bioreaktor sangatlah kompleks, fungsiFungsi dari bioreaktor sangatlah kompleks, fungsi yang telah teridentifikasi antar
yang telah teridentifikasi antara lain adalah penyuplai nutra lain adalah penyuplai nutrisi melaluiisi melalui mekanisme eksudat, kontrol mikroba sesuai kebutuhan tanaman,
mekanisme eksudat, kontrol mikroba sesuai kebutuhan tanaman, menjagamenjaga stabilitas kondisi tanah menuju kondisi yang ideal bagi
stabilitas kondisi tanah menuju kondisi yang ideal bagi pertumbuhanpertumbuhan tanaman, bahkan kontrol terhadap penyakit yang dapat menyerang tanaman, bahkan kontrol terhadap penyakit yang dapat menyerang tanaman
tanaman
Larutan MOL ini dibuat sangat sederhana yaitu dengan memanfaatkan Larutan MOL ini dibuat sangat sederhana yaitu dengan memanfaatkan limbah dari rumah tangga atau tanaman di
limbah dari rumah tangga atau tanaman di sekitar lingkungan misalnyasekitar lingkungan misalnya sisa-sisa tanaman seperti bonggol pisang, gedebong pisang, buah nanas, sisa-sisa tanaman seperti bonggol pisang, gedebong pisang, buah nanas, jerami padi, sisa sayuran, nasi basi, d
jerami padi, sisa sayuran, nasi basi, dan lain-lain.an lain-lain. Bahan utama dalam larutan MOL teridiri dari 3 j
Bahan utama dalam larutan MOL teridiri dari 3 jenis komponen, antaraenis komponen, antara lain :
lain :
1. Karbohidrat : air cucian beras, na
1. Karbohidrat : air cucian beras, nasi bekas, singkong, kentang dansi bekas, singkong, kentang dan gandum
gandum
2. Glukosa : cairan gula merah,
2. Glukosa : cairan gula merah, cairan gula pasir, air kelapa/niracairan gula pasir, air kelapa/nira 3. Sumber bakteri : keong mas, buah-buahan
3. Sumber bakteri : keong mas, buah-buahan misalnya tomat, papaya, danmisalnya tomat, papaya, dan kotoran hewan
Berikut ini berbagai contoh larutan MOL (mikro organisme lokal) yang sudah dibuat dan diaplikasikan para petani antara lain :
1. MOL buah-buahan untuk membantu malai (bulir padi) agar lebih berisi. 2. MOL daun cebreng untuk penyubur daun tanaman, disemprotkan pada padiumur 30 HST.
3. MOL bonggol pisang untuk dekomposer saat pembuatan kompos, dan disemprotkan pada tanaman padi 10, 20, 30 dan 40 HST.
4. MOL sayuran untuk merangsang tumbuhnya malai (bulir padi), disemprotkan pada usia padi 60 HST.
5. MOL rebung bambu untuk merangsang pertumbuhan tanaman, disemprotkan pada usia padi 15 HST.
6. MOL limbah dapur untuk memperbaiki struktur fisik, biologi, dan kimia tanah, disemprotkan pada saat olah tanah.
7. MOL protein untuk nutrisi tambahan pada tanaman, disemprotkan pada usia 15 HST.
8. MOL nimba dan surawung untuk mencegah penyakit tanaman
BAB 3
METODE PENELITIAN 1.1 Metode Penelitian
Metode penelitian dilakukan dengan cara melakukan praktikum langsung di laboratorium dengan cara membuat larutan MOL (mikro organisme lokal) yang kemudian disimpan lebih kurang 14 hari.
1.2 Tempat penelitian
Tasikmalaya.
1.3 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 18 januari 2012, Lamanya penelitian berlangsung lebih kurang selama 1 jam pelajaran. 1.4 Alat dan bahan
Alat : • Pisau • Ember • Saringan • Ember • Gayung • Tatakan kayu • Plastik • Tali Bahan : • Gula Merah • Air kelapa
• Air cucian beras
• Sayuran dan buah-buahan busuk 1.5 Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunkan dalam pembuatan mol, 2. Isi ember dengan air kelapa dan cucian beras dengan perbandingan 1:1, 3. Haluskan gula merah, kemudian masukan ke dalam ember yang berisi campuran air kelapa dan cucian beras,
4. Mulalah memotong limbah yang berukuran besar, termasuk buah mengkudu,
5. Masukan limbah sedikit demi sedikit kedalam ember, aduk sampai merata.
6. Setelah merata tutup ember dengan plastik dan berikan sedikit air diatas plastik,
7. Simpan selama kurang lebih 2 minggu dan pastikan kedap udara. 7.1 Metode pengumpulan data
1. Eksperimen, dengan melakukan percobaan dan pengujian pada penelitian yang dilakukan.
2. Studi Pustaka (library research), dengan melakukan kajian dari berbagai literatur yang sesuai dengan penelitian
7.2 Metode pengolahan data 1. Melakukan praktikum; 2. Mengumpulkan data; 3. Mengedit data;
4. Membuat laporan penelitian.
BAB 4
HASIL PENELITIAN
Hasil dari penelitian yang kami lakukan berdasarkan cara kerja diatas ialah, kami telah membuat mol yang telah siap paai, namun untuk
menggunakannya supaya lebih baik kita harus menggunakan perbandingan 1:10. 1 untuk jumlah volume mo, dan 10 untuk jumlah volume air.
KESIMPULAN DAN SARAN 1.1 Kesimpulan
Proses pembuatan pupuk cair dengan bahan organik seperti sampah-sampah dapur, kulit buah dan sejenisnya tidaklah sulit bila kita
mempunyai niat dan usaha untuk membuatnya. Bahan dan alat yang ada hampir semuanya sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memanfaatkan bahan-bahan dari sampah organik yang tidak merusak
ekosistem dan habitat di lingkungan sekitar tentunya akan meningkatkan kapasitas dan produksi pada pertanian maupun perkebunan bahkan bagi yang mempunyai kegemaran dengan tanaman seperti bunga dan buah- buahan.
Seiring meningkatnya suhu di permukaan bumi, penggunaan berbagai
bahan organik daripada kimia untuk menyuburkan tanaman di perkebunan misalnya akan mengurangi dan menyuburkan permukaan tanah dengan pupuk cair organik sebagaimana yang telah dilakukan proses
pembuatannya di atas. Hal ini tentunya akan sangat membantu dalam mengurangi tingkat polusi dan pencemaran dalam tanah sehingga menekan banyaknya limbah rumah tangga dan dapur yang sangat
mengganggu. Sehingga limbah yang tadinya merusak dan mengganggu
ekosistem lingkungan akan menyuburkan tanah melalui pembuatan pupuk cair dengan bahan organik.
Apabila dilihat dari segi ekonomi, pembuatan pupuk cair juga dapat menjadi suatu alternatif dalam mengurangi dan menekan angka
pengangguran dan pastinya akan dapat membuka dan menambah peluang lapangan kerja. Tingginya angka pengangguran di negeri ini sudah sangat memprihatinkan. Setiap tahun angka lulusan peserta didik dari lembaga formal tidak seimbang dengan lapangan kerja yang ada. Hal itu belum dilihat dari para peserta didik yang gagal dalam menempuh ujian akhir yang akhirnya harus meneruskan dan mengulang serta mendaftar pada
lembaga pendidikan nonformal seperti Kejar Paket di PKBM untuk mengikuti Ujian Kesetaraan.
Hal terpenting yang perlu dimiliki oleh peserta belajar pada lembaga
pendidikan non-formal sekarang adalah bukan pengetahuan secara teoretis namun skill lebih dibutuhkan dan tentunya akan mampu menambah
kemampuan dan ketrampilan para calon penerus generasi bangsa tersebut. 1.2 Saran
Untuk penelitian kedepanya, harus lebih diperhatikan hal-hal berikut: 1. Untuk pengsisian air pada tabung reaksi diusahakan untuk jangan ada udara yang masuk ke dalam tabung reaksi ;
2. Dalam penyimpanan tanaman pada corong, usahakan agar batang tanaman tidak masuk ke dalam corong, karena itu akan menghambat proses keluarnya gelembung ke dalam tabung reaksi.
3. Menentukan waktu penelitian yang lebih tepat, agar suhu lingkungan tidak berubah-rubah sehingga sulit untuk menentukan data yang akurat.
DAFTAR PUSTAKA • www.scribd.com
• id.answer.yahoo.com • www.wikipedia.org.id
MOL DARI POHON PISANG
Posted on 14 November 2012
MEMBUAT MOL DARI POHON PISANG
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )
Menurut saya, pohon (baca tanaman) pisang adalah salah
satu tanaman yang unik. Tanaman yang punya keistimewaan
tersendiri.
Bagi seorang Muslim, ada petunjuk dari Al-Quran bahwa di
akhirat kelak, para penghuni surga nanti pun akan menikmati
buah dari tanaman ini,
Pasti bukan suatu kebetulan kalau Allah mengabarkan ke
kita bahwa para penghuni surga dari golongan kanan ? yaitu
golongan yang dimuliakan oleh Allah, kelak akan menikmati
pahalanya
?…berada
di antara pohon bidara yang tidak
berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun
(buahnya), dan naungan yang terbentang
luas…?(
QS.
Al- Waqi’ah [56]: 28-30). Allah rupanya menginginkan kita
menikmati sebagian kecil dari kenikmatan surgawi tersebut
selagi kita masih di dunia ? dengan mudahnya Tanaman
Pisang ini tumbuh di bumi pertiwi.
http://www.dinarislam.com/tag/teknologi
Menurut saya, keistimewaan dan keunikKan pohon pisang tsb
sbb :
Pertama, buahnya sehat dan menyehatkan, sebab jarang
sekali buah pisang yang disemprot dengan pestisida kimia.
Kandungan buahnya mengandung nilai gizi yang tinggi, dll.
Buah pisang juga dapat dijadikan tepung pisang.
Kedua, batang pisang bisa dijadikan bahan utama membuat
bangunan, seperti yang sudah dilakukan di Jonggol, Bogor.
Ada masjid yang bahan utamanya adalah gedobog (gedebong)
pisang.
Dengan sentuhan ilmu pengetahuan, maka Masjid dari
Gedebog Pisang dengan teknologi composites dapat
dibuat . Saya sudah beberapa kali ke sana.
Ketiga, ternyata serat batang pisang bisa dijadikan serat
untuk bahan tekstil. Bahkan dengan pengolahan yang baik,
kualitas serat pisang bisa lebih baik dari serat kapas.
Keempat, dll
Tanaman Pisang Dalam Kaca Mata Pertanian
Sekarang marilah kita lihat manfaat tanaman pisang dalam
kaca mata pertanian. Pertanian disini akan saya kaitkan
dengan apa yang disebut MOL (Mikro Organisme Lokal).
Menurut saya, secara umum tanaman pisang dibagi kedalam
3 macam dalam pembuatan MOL :
Buah pisang ( pisang tak terpakai pun) dapat dijadikan
MOL. MOL buah pisang (buah-buahan) cocok digunakan
pada fase pengisian bulir padi.
Untuk jantung pisang sendiri, saya belum pernah membuat
MOL nya. Tapi, menurut saya, jantung pisang pun dapat
dibuat MOL. Dan diaplikasikan pada fase pengisian bulir
padi.
Kedua, batang pisang (gedebog pisang)
Sepengetahuan saya, batang pisang mengandung fosfat yang
tinggi. Itu artinya, batang pisang bisa dijadikan MOL. MOL
dari batang pisang ini cocok digunakan tanaman padi pada
fase primordial.
Ketiga, bonggolnya
Untuk membuat MOL dari bonggol pisang, mungkin sudah
biasa dilakukan oleh para pembuat MOL. MOl dari bonggol
ini, selain mengandung hara yang tinggi, juga dihasilkan ZPT
(zat perangsang tumbuh) seperti : giberelin, auksin, sitokinin,
dll.
Dengan demikian, MOL tsb sanga baik bila digunakan pada
fese vegetatif.
Aplikasi pada Tanaman Padi
Biasanya, aplikasi MOL pada tanaman padi setelah di tanam
adalah 10, 20, 30, 40, 60 dan 75 hst.
Nah, untuk 10 dan 20 hst didigunakan MOL dari bonggol
pisang
Untuk 30 dan 40 hst digunakan MOL dari batang pisang
Untuk 60 dan 75 hst digunakan MOL buah pisang.
Dari tanaman pisang saja, kita bisa membuat pupuk/MOL
yang dibutuhkan oleh tanaman apa saja khususnya tanaman
padi.
Inilah berkah hidup di Indonesia, pohon pisang banyak
terdapat dimana saja. Pohon pisang dapat hidup kapan saja.
MOL Buah-buahan
Posted on May 4, 2010 | 25 Comments
Buah-buahan busuk yang sudah tidak bisa dimakan lagi bisa dimanfaatkan untuk sebagai MOL (Mikro Organisme Lokal). MOL yang dibuat dari buah- buahan busuk ini bisa digunakan untuk pengomposan maupun untuk
disemprotkan ke tanaman. Cara pembuatannya sangat mudah dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.
Bahan-bahan:
1. Buah-buahan yang sudah busuk. Bisa buah apa saja: pepaya, pisang, mangga, apel, salak, dll. Sebanyak 5 kg
2. Air kelapa 10 butir. 3. Gula jawa 1 kg.
Cara Pembuatan:
1. Limbah buah-buahan dihaluskan. Bisa dengan cara ditumbuk atau diparut.
2. Masukkan ke dalam dalam tempat (drum) 3. Tambahkan air kelapa.
4. Tambahkan gula.
5. Semua bahan diaduk sampai tercampur merata.
6. Tutup drum dengan penutu. Beri lubang untuk aerasi. Lubang aerasi ini bisa menggunakan selang agar tidak dimasukki oleh lalat atau serangga
lain.
7. Semua bahan kemudian difermentasi selama 2 minggu sebelum digunakan.
Penggunaan:
MOL ini bisa digunakan untuk pengomposan maupun untuk penyemprotan ke tanaman.
Untuk pengomposan: encerkan larutan fermentasi sebayak 5 xnya. Kemudian disemprotkan ke bahan-bahan yang akan dikomposkan.
Penyemprotan dilakukan pada pagi hari atau sore hari ke permukaan daun. Penyemprotan dilakukan berselang 2 minggu.
About these ads
http://isroi.com/2010/05/04/mol-buah-buahan/
Mol Buah
MOL - buah Bahan :
1. Berbagai jenis buah-buahan yang sudah masak 5 kg 2. Tetes tebu, atau gula pasir atau gula merah ¼ kg Cara membuat :
1 Bahan ditumbuk atau diparut
2 Ambil sari buahnya dengan cara diparut atau diperas 3 Larutkan tetes tebu atau gula pasir atau gula merah
4 Campurkan air perasan sari buah-buahan dengan larutan gula 5 Disimpan ditempat yang tidak terkena sinar matahari selama 2 minggu.
6 Bahan siap digunakan untuk membuat kompos Bahan :
1 Air cucian beras 1 liter
2 EM- 1 sebanyak 10 sendok makan
3 Alkohol 40 % atau air tape sebanyak 10 sendok makan 4 Cuka 10 sendok makan
5 Gula pasir 1 ons Cara membuat :
1 Semua bahan dicampur menjadi satu.
2 Disimpan di dalam botol yang tertutup selama 2 minggu dan tidak terkena sinar matahari.
3 Bahan siap digunakan. Kegunaan :
1 Sebagai pupuk cair dan sekaligus mengendalikan hama tanaman.
2 Bahan pembuat kompos
Pembuatan EM (Efektif Mikroorganisme) 1. E M dari nasi bahan :
• . Nasi/ketela pohon 1 kg • . Gula pasir 1 kg
Cara membuat :
• . 1 kg nasi dimasukkan ke dalam bumbung (bambu dipotong
diantara dua rasnya kemudian dibelah menjadi dua). Bumbung kemudian ditutup dengan kertas yang bersih lalu diikat. Tutup dengan plastik agar tidak dimakan rayap. Masukkan dalam
lubang di daerah yang masih alami. Bisa di bawah pohon bambu.
• . Tutup kembali dengan daun-daunan. Biarkan selama 3 sampai 4 hari. Ambil dan bukalah tutup kertasnya. Akan terlihat ada
warna kehijauan. Tambahkan 1 kg gula dan kemudian aduklah. Maukkan adonan tersebut ke dalam botol yang bersih dan tutup. Simpan selama 21 hari. Bila bahan sudah jadi bisa digunakan. Kegunaan :
• . Membantu proses peruraian sisa pertanian sehingga bisa diserap oleh tanaman bila disemprotkan sesudah panen. Setiap 200 cc EM dicampur 100 liter air
• . Mempercepat pengomposan. Cara menggunakan adalah
dengan mencampurkan 1 liter EM dengan 100 liter air dan dipercikkan pada saat pembuatan kompos.
• . Mempercepat peruraian dan penyerapan nutrisi makanan. Dimunumkan pada hewan. Setiap 2 sendok dicampurkan dengan 100 liter air.
2. E M Batang Pisang Bahan :
• . Batang pisang ½ kg • . Gula pasir 100 gram • . Air kelapa 2 liter
• . Air tawar 3 liter
Cara membuat :
• ½ kg batang pisang dicacah. Tambahkan 100 gram gula pasir.
Campur kedua bahan hingga merata. Masukkan adonan tersebut dalam kantong plastik. Tutup dengan daun pisang dan kemudian ikatlah kantong plastik. Diamkan selama 7 hari.
• Buka kantong plastik setelah 7 hari dan tambahkan air kelapa sebanyak 2 liter dan air 3 liter. Aduk hingga merata dan diamkan selama 1 jam. Setelah 1 jam aduk kembali. Jika adonan berbuih, pertanda bahan sudah jadi. Diatas adonan terlihat garis-garis
putih dan itu menandakan adanya mikrooorganisme. Bahan dapat disimpan selama 2 bulan.
Kegunaan :
Untuk memperbanyak mikroorganisme di lahan pertanian
sehingga mempercepat proses peruraian bahan organik. Gunakan dengan mencampur bahan tersebut dengan air dengan
perbandingan 1 : 1
3 MOL kotoran hewan Kotoran hewan memamah biak 5 kg
• Urine hewab 3 liter • Susu sapi 2 liter • Bungkil kelapa 1 kg
Semua bahan dicampur jadi satu dan aduk hingga merata. Tutup dan diamkan selama 10 hari.
Kegunaan :
Mempercepat pembuatan kompos. Caranya 1 liter bahan dicampur dengan 20 liter air.
4. MOL pisang • 1 kg pisang matang • 1 kg pepaya matang • 1 kg nanas matang • Air 10 liter • 2 butir telur Cara membuat :
• Pisang, pepaya dan nanas dicacah hingga hacur.
• Tambahkan 10 liter air dan 2 butir telur. Aduk hingga merata. Masukkan dalam wadah.
• Taruh pada tempat yang bersih dan tutup. Diamkan selama 45
hari.
Kegunaan :
Mempercepat pembuatan kompos. Caranya setiap 2 liter bahan tersebut dicampur dengan 20 liter air dan digunakan untuk
memerciki bahan kompos. 5 MOL nasi • Laos ½ kg • Nasi basi ½ kg • Serei ½ kg • Sawi ½ kg • Gula jawa ½ kg • Air 10 liter Cara membuat :
. Laos, serei, sawi dirajang hingga halus dan ditumbuk hingga halus. Masukkan dalam wadah
. Tambahkan gula jawa dan remaslah hingga halus dan tercampur rata.
. Masukkan nasi basi dan campurlah hingga merata. Tambahkan 10 liter air.
. Tutuplah wadah. Diamkan selama 1 minggu. Kegunaan :
Menghancurkan sisa hasil pertanian. Caranya setiap 1 liter bahan dicampur dengan 200 liter air dan disemprotkan dilahan.
Minumkan hewan dengan dosis setiap 1 cc bahan dicampur dengan 1 liter air.
6. Pemacu kompos dari batang pisang klutuk Bahan : 1 Gula tebu/tetes tebu 1 kg
2 Batang pisang klutuk segar dengan daunnya 1 kg 3 Batang kangkung 1 kg
Cara membuat :
1 Irislah batang pisang dan kangkung hingga lembut secara hati-hati agar tidak rusak dan banyak air yang keluar.
2 Tambahkan ½ kg tetes tebu/gula. Masukkan dalam wadah yang ukan terbuat dari alumunium (sebaiknya terbuat dari tanah liat) dan aturlah hingga padat.
3 Masukkan sisa tetes tebu atau gula. Tutup rapat dan simpan di tempat yang sejuk, jauh dari sinar matahari selama 2 minggu. Kegunaan:
1 Sebagai pupuk daun. Cara penggunaan: encerkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 1000 (1 sendok makan dengan 10 liter). Semprotkan pada daun di pagi hari.
2. Sebagi pemacu kompos
. Biarkan hingga muncul jamur berwarna kuning.
. Ambillah nasi yang sudah berjamur tadi dan tambahkan air hingga nasi menjadi berair.
. Taruhlah nasi yang sudah diberi air di atas bahan kompos. Tutuplah dengan tanah dan biarkan hingga menjadi kompos. . Kompos dari daun yang difermentasi dengan sistem ini
mempunyai nilai nutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan kompos yang dibuat secara kompensional
7. Bakteri fermentasi untuk meningkatkan bahan organik tanah, meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara makro dan mikro serta membantu peningkatan proses asimilasi dan fotosintesis tanaman. Bahan : 1 Em 10 ml 2 Gula merah 1 kg 3 Terasi 5 butir 4 Telur 5 butir
5 Air sumur 10 liter
6 Ekstrak beras/kedelai 10 liter Cara membuat :
1 Cairkan gula merah dengan air hangat, setelah gula mencai tunggu cairan dingin lalu masukkan EM tunggu kira-kira 30 menit 2 Masukkan semua bahan menjadi satu, masukkan dalam wadah plastik tertutup beri lubang sebesar jarum. Hindari sinar matahari secara langsung selama proses fermentasi. Setelah 1 x 24 jam cairan dapat langsung digunakan.
Cara penggunaan :
1 Dosis 5 cc ditambah dengan air 1 liter untuk disemprotkan pada tanaman
2 Dosis 10 cc ditambah dengan air 1 liter untuk disiramkan ke lahan pertanian.
8 Insektisida alami yang menggandung bakteri menguntungkan bagi tanaman dan mengurangi kekebalan/resistensi organisme pengganggu tanaman terhadap insektisida.
Bahan : 1 EM 10 ml
2 Gula merah 1 kg 3 Terasi 1 ons
4 Telur 5 butir
5 Ekstrak daun/tanaman paitan (gadung, jenu, nimba, mindi, sirsak)
Cara membuat :
1 Buatlah ekstrak tumbuhan dengan cara menumbuk semua bahan lalu diperas airnya sampai cukup
2 Masukkan semua bahan jadi satu dalam wadah tertutup, beri lubang sebesar jarum. Hindarkan dari sinar matahri secara
langsung selama proses fermentasi
3 Setelah proses fermentasi selama kira-kira 30 hari (1 bulan) bahan dapat digunakan.
Cara penggunaan :
1 Dosis penggunaan 5 cc ditambahkan air 1 liter kemudian disemprotkan pada tanaman.
2 Pada gejala serangan hama meningkatkan, gunakan beberapa kali
3 Jangan dicampur pestisida kimia.
9. POC yang mengandung mikroorganisme menguntungkan bagi tanaman karena dapat meningkatkan proses fotosintesis
tanaman. Bahan : 1 EM 10 ml
2 Gula merah 1 kg 3 Terasi 1 ons
4 Ekstrak tumbuhan daun (turi, gamal, lamtoro, orok-orok/crotalaria)
Cara membuat :
1 Buatlah ekstrak tumbuhan dengan cara menumbuk semua bahan lalu diperas airnya sampai cukup
2 Masukkan semua bahan jadi satu dalam wadah tertutup, beri lubang sebesar jarum. Hindarkan sinar matahari langsung selama proses fermentasi
3 Setelah proses fermentasi selama kira-kira 14 hari bahan dapat digunakan.
Cara penggunaan :
1 Dosis 3 cc dicampur 1 liter air kemudian disemprotkan pada tanaman setiap 2 minggu sekali.
2 Jangan dicampur pestisida kimia