PARTISIPASI POLITIK PEREMPUAN (Perspektif Tradisi Islam Lokal Kudus) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)
Teks penuh
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
Dalam rangka itu, sehingga penelitian ini difokuskan pada pendapat Huntington dan Nelson (2004:16- 19), terkait dengan partisipasi politik perempuan dalam
Ini artinya bahwa keberadaan partai politik lokal tidak hanya ada di NAD, tapi juga mungkin akan meramaikan Pilkada di Papua, yang dalam UU No.. dalam perundingan yang
Banyak yang mengangap keterlibatan perempuan sebagai kandidat dalam pilkada hanya sebagi vote keeper, yang kapasitas dan kapabilitasnya dalam politik masih
1. Masih terjadinya marginalisasi perempuan dari sisi kultur dan kebudayaan. Dalam proses sosial di Indonesia posisi perempuan belum bergeser dari peran- peran kedua sesudah
Jika di NAD setidaknya wacana keikutsertaan partai politik lokal dalam Pilkada sudah berkembang, maka di Papua, bahkan pelaksanaan Pilkada di Papua terus diundur, dan
Implikasi dari studi yang dilakukan adalah perlunya pendidikan politik tidak saja bagi (calon) politisi, tetapi juga kelompok-kelompok marjinal seperti buruh, petani, dan nelayan
Selanjutnya, bab ini akan memberikan deskripsi tentang gender dan perjuangan politik perempuan, yang meliputi pokok-pokok bahasan: (1) sejarah gender dan isu global gender; (2)
Dalam rangka itu, sehingga penelitian ini difokuskan pada pendapat Huntington dan Nelson (2004:16- 19), terkait dengan partisipasi politik perempuan dalam