• Tidak ada hasil yang ditemukan

PP 15 1947 tu keu di kementerian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PP 15 1947 tu keu di kementerian"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1947

TENTANG

PENYELENGGARAAN TATA USAHA KEUANGAN DI TIAP-TIAP KEMENTERIAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang:

bahwa sementara peraturan perbendaharaan Negara Republik Indonesia belum dapat diselenggarakan selengkapnya sebagaimana diharuskan dalam pasal 23 dari pada Undang-undang Dasar - perlu segera diatur:

a. penyelenggaraan tata-usaha Keuangan ditiap-tiap Kementerian mengenai Kementerian masing-masing;

b. kekuasaan Menteri Keuangan tentang pengawasan terhadap penyelenggaraan Keuangan pada umumnya;

Mengingat:

akan pasal 4 dan 5 dari pada Undang-undang Dasar Republik Indonesia; Mendengar:

persetujuan sidang Dewan Menteri pada tangga 8 Juni 1947; Memutuskan:

Menetapkan peraturan sementara sebagai berikut: Pasal 1.

Pada tiap-tiap departemen Pemerintahan diadakan bagian Perbendaharaan, yang akan menyelenggarakan tata-usaha dan lain-lain, hal mengenai keuangan departemen masing-masing.

Pasal 2.

Pengawasan dan pimpinan umum dan Bagian-bagian Perbendaharaan termaksud dalam pasal 1 dan penyelenggaraan Keuangan pada umumnya diserahkan

(2)

kepada Menteri Keuangan.

Pasal 3

Peraturan ini mulai berlaku pada 1 Januari 1947.

Ditetapkan di Yogyakarta pada tanggal 10 Juni 1947 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SOEKARNO

Menteri Keuangan,

SAFROEDIN PRAWIRANEGARA Diumumkan

pada tanggal 11 Juni 1947. Sekretaris Negara,

A.G. PRINGGODIGDO

Berita Negara Republik Indonesia 1947 No. 32.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan Pembelajaran : Dengan model pembelajaran pemecahan masalah sosial siswa dapat menentukan sikap yang tepat terhadap keputusan bersama yang sudah ditetapkan di

Hasil Sidik Ragam Kajian Konsentrasi dan Lama Perendaman Stek Pucuk Jati Dalam Larutan Rootone-F Terhadap Rata-rata Bobot Kering Tunas ... Kajian Konsentrasi dan Lama Perendaman

Hasil analisis adalah pemetaan risiko banjir dengan menganalisis ketiga parameter dan membagi satiap kelurahan menjadi tiga kelas dengan Persamaan Vulnerability Capacity

Aspek operasional pada PSS Cabang Bogor merupakan aspek yang paling banyak menentukan kinerja aspek lain. Dari hasil yang didapatkan bahwa keterlambatan kiriman sampai

M.Pd SMA NEGERI 1 SURAKARTA Kota Surakarta Jawa Tengah JOGJAKARTA 140 Berti Sagendra, S.Pd SMK NEGERI 4 SEMARANG Kota Semarang Jawa Tengah JOGJAKARTA 141 Dadang

Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Ariati (2012), melaporkan bahwa penambahan 2,4-D, BAP dan Air Kelapa dalam media memberikan raspon yang sangat cepat

Jadi pada dasarnya, yang dimaksud dengan strategi respon produksi terhadap permintaan konsumen adalah respon atau tanggapan suatu perusahaan manufakturing

Berdasarkan uraian di atas, maka telah dilakukan penelitian pengaruh pemberian infus daun manggis terhadap kadar kolestrol darah mencit, dengan menggunakan