• Tidak ada hasil yang ditemukan

Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 3 TAHUN 2015

TENTANG

PERCEPATAN PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PADA

KEMENTERIAN/LEMBAGA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang

Aparatur Sipil Negara khususnya mengenai Pengisian Jabatan Pimpinan

Tinggi secara terbuka dan kompetitif guna terselenggaranya pemerintahan dan

pembangunan yang berdayaguna dan berhasil guna, dengan ini

menginstruksikan :

Kepada : 1. Para Menteri Kabinet Kerja;

2. Jaksa Agung Republik Indonesia;

3. Sekretaris Kabinet;

4. Para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian;

5. Para Pimpinan Kesekretariatan Komisi/Dewan/Badan;

6. Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara.

Untuk :

PERTAMA : Melaksanakan percepatan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi

sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 pada

tahun 2015 bagi Kementerian/Lembaga baru atau

Kementerian/Lembaga yang melakukan reorganisasi.

(2)

- 2 -

KEDUA : Melakukan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi yang lowong

secara cepat dan tepat untuk menghindari terjadinya

kekosongan jabatan yang dapat mengganggu kinerja fisik dan

keuangan tahun anggaran 2015 serta pelayanan publik

dalam rangka mendukung penyelenggaraan pemerintahan

dan pembangunan.

KETIGA : Melakukan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi secara

terbuka dan kompetitif sesuai rekam jejak jabatan yang

meliputi kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan

dan latihan, integritas dan moralitas, serta persyaratan lain

yang dibutuhkan untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi

melalui proses yang lebih singkat dan sederhana oleh Panitia

seleksi.

KEEMPAT: Seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi yang singkat dan

sederhana dapat dilakukan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh)

hari kerja yang meliputi pengumuman 5 (lima) hari, dan

seleksi sesuai dengan rekam jejak jabatan serta wawancara

calon Pejabat Pimpinan Tinggi.

KELIMA : Dalam hal tidak ada PNS yang memenuhi syarat untuk

mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi Utama dan Madya tertentu,

dapat diisi dari kalangan non-PNS dengan persetujuan

Presiden.

KEENAM : Dalam melaksanakan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi,

Pejabat Pembina Kepegawaian agar berkoordinasi dengan

Komisi Aparatur Sipil Negara.

KETUJUH : Memerintahkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur

Negara dan Reformasi Birokrasi untuk mengawasi

pelaksanaan Instruksi Presiden ini.

(3)

- 3 -

KEDELAPAN : Melaksanakan Instruksi Presiden ini dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.

Dikeluarkan di Jakarta

pada tanggal 25 Februari 2015 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd

JOKO WIDODO

Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Deputi Bidang Administrasi,

ttd.

Referensi

Dokumen terkait

Sasaran disusunnya Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui seleksi terbuka adalah terpilihnya Calon

[r]

Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi di lingkungan Badan Pengawas Pemilu dilakukan secara terbuka dan kompetitif di kalangan ASN dengan memperhatikan syarat kompetensi,

Berdasarkan hasil seleksi penulisan Policy Brief Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2022, disampaikan

7. Para Kepala Lembaga Pemerintah Nonkementerian; 8. Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara; 9. Melaksanakan Rencana Aksi Nasional P4GN Tahun 2020-2024

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Melalui Seleksi Terbuka Lingkup Pemerintah Provinsi

Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pada Pemerintah Kota

Gubernur/Bupati/Walikota mengajukan surat permintaan persetujuan pemusnahan arsip yang memiliki retensi sekurang- kurangnya 10 (sepuluh) tahun yang telah diseleksi dan