BAB VI
PERLAWANAN BANGSA
KI : Menguasai materi, struktur, konsep, dan
pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
KD : Menguasai materi Sejarah secara luas dan
mendalam
KKD : Menganalisis latar belakang perlawanan
1. PERSAINGAN PERDAGANGAN
Ketika VOC memasuki perairan Nusantara kongsi itu dihadapkan pada sistem perdagangan Asia
Tenggara yang telah mapan berupa perdagangan internasional dengan sistem terbuka.
Komoditi utama perdagangan Nusantara adalah
Kain di datangkan dari India dan Cina dibawa oleh
pedagang Gujarat, Bengali dan Cina.
Sedangkan komoditi pertanian dan rempah di
dominasi beragam suku di Nusantara, terutama beras dipegang oleh Jawa.
Jaringan transportasi atau jalur pelayaran Nusantara tidak dapat dipisahkan dengan jaringan transaksi
perdagangan, sehingga keduanya memiliki fungsi strategis.
Garis pelayaran MalakaMaluku adalah struktur
pelayaran yang berfungsi sebagai jalur perdagangan yang optimal di Nusantara.
Jalan yang ditempuh VOC untuk mewujudkan keinginannya yaitu:
1. Melarang kapalkapal pribumi mengangkut komoditi
dagang Portugis
2. Menghentikan ekspor rempahrempah
3. Melakukan penebangan terhadap pohonpohon lada
(pala dan cengkih)
4. Melakukan pembatasan perdagangan dengan
Jalan yang dilakukan oleh VOC tetap tidak
menguntungkan VOC sehingga praktek kekerasan
dijalankan. Terhadap penguasa pribumi yang menolak bertransaksi dengan VOC, maka akan dilakukan
Tindakan yang dilakukan oleh VOC tidak efektif karena pasar rempahrempah kemudian pindah ke Makasar. Persaingan dengan para pedagang Eropa yang lain
berkurang dengan kemenangan yang diperoleh Belanda yaitu dengan berhasil dikuasai Maluku tahun 1613, dan Malaka pada tahun berikutnya.
Selain harus berhadapan dengan pedagang Nusantara VOC juga harus mengahadapi para pedagang Asia
(Cina, India, Bengali, Keling, dan Gujarat).
Pedagan Asia juga menguasai komoditi yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar dagang Asia Tenggara.
2. PERSAINGAN POLITIK KERAJAAN
PRIBUMI
Pasar utama perdangan rempahrempah di bagian timur Nusantara adalah Makasar. Makasar secara
Rempah menjadi mata dagang penting, sehingga yang menguasainya dapat mengendalikan perdagangan.
FAKTOR – FAKTOR PERSAINGAN
POLITIK KERAJAAN PRIBUMI
Persaingan diantara kerajaan pribumi yang
berkepanjangan
Di Sulawesi persaingan terjadi diantara kerajaan
Makasar, Gowa, Talo, Bone, Wajo dan Sopeng.
Keinginan kerajaan Gowa untuk terus memegang
Bandarbandar besar melindungi perdagangannya
dengan kapalkapal perang
Ekspansi Mataram dimulai dengan menghancurkan
kotakota pesisir.
Munculnya pusat perdagangan baru di Banten,
Banjarmasin, dan Makasar.
Pertentangan di kalangan keluarga kerajaan,
Pertengahan abad ke17 sampai akhir tahun abad ke17 Mataram menghadapi konflik “dalam negeri”.
Amangkurat I pengganti Sultan Agung berusaha
3. CAMPUR TANGAN VOC
Sejak pertengahan abad ke17 sampai akhir
tahun terakhir abad tersebut terjadi banyak
konflik pada kerajaan pribumi Jawa tidak lepas dari campur tangan VOC.
Kerajaan Mataram mempunyai arti penting bagi
VOC karena ekspor utama VOC berasal dari kerajaan itu.
Kerajaan Mataram adalah pemasok beras bagi
PERISTIWA DENGAN CAMPUR
TANGAN VOC
Perseteruan antara Amangkurat I dengan putra
mahkota yang dibantu Trunajaya. Trunajaya meminta bantuan VOC untuk menyiapkan meriam, mesiu dan perlengkapan perang
4. PERANG JAWA
Perang jawa adalah upaya perlawanan kelompok elite bangsawan yang terakhir. Perlawanan itu adalah usaha untuk mengembalikan keadaan
sebelum meningkatnya kekuasaan kolonial tahun 1808.
Gerakan sosial pendukung perlawanan yang dipimpin oleh Diponegoro merupakan upaya
Perang Jawa membuat Belanda melakukan
perubahan dalam hubungannya dengan kerajaan Jawa. Mempertahankan kesetian kaum bangsawan menjadi penting, karena itu anti feodalisme yang sebelumnya diterapkan Raffles dan Daendles
melalui pembatasan hakhak bangsawan ditinggalkan.
Belanda kembali menjalin persekutuan dengan bangsawan pribumi, para bangsawan
diperkenankan kembali menjalankan hakhak