• Tidak ada hasil yang ditemukan

PBINo11 10 PBI 2009faq

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PBINo11 10 PBI 2009faq"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

1

Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/10/PBI/2009 tanggal 19 Maret 2009

tentang

Unit Usaha Syariah

Frequently Asked Question:

Q: Apakah dasar hukum kegiatan Unit Usaha Syariah yang dilakukan oleh Bank Umum

Konvensional?

A: Dasar hukum kegiatan Unit Usaha Syariah, antara lain:

1. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah

2. Peraturan Bank Indonesia No.11/10/PBI/2008 tanggal 19 Maret 2009 tentang Unit

Usaha Syariah .

Q: Bagaimana pendirian/pembentukan Unit Usaha Syariah?

A: Pendirian/pembentukan Unit Usaha Syariah memerlukan izin Bank Indonesia dalam bentuk

izin usaha dan BUK wajib menyisihkan modal kerja paling kurang sebesar

Rp100.000.000,000,00 (seratus milyar rupiah).

Q: Bagaimana pengaturan manajemen UUS pada BUK?

A: Kegiatan usaha UUS menjadi tanggung jawab penuh salah satu Direktur BUK yang

selanjutnya disebut Direktur UUS. Direktur UUS tersebut wajib memiliki kompetensi dan

komitmen dalam pengembangan UUS serta mengikuti proses wawancara yang dilakukan

oleh Bank Indonesia.

Q: Berapa jumlah anggota Dewan Pengawas Syariah yang harus dimiliki UUS?

A: UUS wajib memiliki wajib memiliki Dewan Pengawas Syariah minimal 2 (dua) dan

maksimal 3 (tiga) orang.

Q: Apakah keberadaan UUS di BUK akan berlangsung selama BUK beroperasi atau ada

batasan yang ditetapkan?

A: Pemisahan UUS dari BUK wajib dilakukan apabila:

a. nilai aset UUS telah mencapai 50% (lima puluh persen) dari total nilai aset BUK

induknya; atau

b. paling lambat 15 (lima belas) tahun sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 21

(2)

2

Q: Apakah pemisahan UUS dari BUK harus dengan mendirikan BUS baru?

A: Pemisahan UUS dari BUK selain menjadi BUS baru dapat juga dengan mengalihkan hak

dan kewajiban UUS tersebut kepada BUS yang telah ada.

Q: Apabila UUS ingin dipisahkan menjadi BUS baru, berapa modal disetor yang harus

disediakan oleh pemilik UUS?

A: Modal disetor yang harus disediakan paling kurang sebesar Rp500.000.000.000,00 (lima

ratus milyar rupiah) dan wajib ditingkatkan secara bertahap menjadi paling kurang sebesar

Rp1.000.000.000.000,00 (satu trilyun rupiah) paling lambat 10 (sepuluh) tahun setelah

Referensi

Dokumen terkait

Bank yang melaksanakan kegiatan usaha Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah

Ø Unit Usaha Syariah (UUS): unit kerja dari kantor pusat bank umum konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor atau unit yang melaksanakan kegiatan usaha

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Yuanisa Dhira Kemalasari (2010) mengenai Evaluasi Terhadap Kinerja Unit Usaha Syariah pada Bank Konvensional dengan Balanced Scorecard

Hasil ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Rizqullah (2013), beliau melakukan penelitian mengenai pemilihan metode pemisahan unit usaha syariah bank umum

Hasil ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Rizqullah (2013), beliau melakukan penelitian mengenai pemilihan metode pemisahan unit usaha syariah bank umum

spin off dari bank induk yaitu bank konvensional atau bank umum konvensional yang membuka Unit Usaha Syariah. Dapat dipahami menjamurnya bank syariah di Indonesia

• Unit Usaha Syariah (UUS) adalah unit kerja dari kantor pusat Bank Umum Konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari.. kantor atau unit yang melaksanakan kegiatan

Bank Konvensional Bank Syariah Fungsi dan Kegiatan Bank Mekanisme dan Obyek Usaha Prinsip Dasar Operasi Prioritas Pelayanan Orientasi Bentuk Evaluasi Nasabah Hubungan Nasabah