PENERAPAN FILE SERVER DAN PRIMARY DOMAIN CONTROLLER PADA BIDANG INFOKOM DINAS PERHUBUNGAN, INFORMASI DAN
KOMUNIKASI PROVINSI BALI
Oleh :
Rae A. P. Here Wollo NIM : 0908605054
Jurusan Ilmu Komputer
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana
PENERAPAN FILE SERVER DAN PRIMARY DOMAIN CONTROLLER PADA BIDANG INFOKOM DINAS PERHUBUNGAN, INFORMASI DAN
KOMUNIKASI PROVINSI BALI
Oleh :
Rae A. P. Here Wollo NIM : 0908605054
Menyetujui, Pembimbing
Agus Muliantara, S.Kom, M.Kom
Mengetahui,
Ketua Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Universitas Udayana
Drs. I Wayan Santiyasa, M.Si NIP. 19670414 199203 1 002
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan segala rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik. Dalam laporan ini penulis mengambil judul “ PENERAPAN FILE SERVER DAN PRIMARY DOMAIN CONTROLLER PADA BIDANG INFOKOM DINAS PERHUBUNGAN, INFORMASI DAN KOMUNIKASI PROVINSI BALI ” . Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Bapak Drs. I Wayan Santiyasa, M.Si selaku ketua Jurusan Ilmu Komputer Fakultas MIPA Universitas Udayana.
2. Bapak Agus Muliantara, S.Kom, M.Kom selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan masukan selama penyusunan laporan ini.
3. Segenap staf pegawai Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali
4. Semua pihak yang telah membantu hingga laporan ini dapat terselesaikan.
Mengingat terbatasnya pengetahuan dan pengalaman yang penulis miliki maka penulis menyadari laporan ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan mohon maaf jika terdapat kesalahan yang dibuat baik sengaja maupun tidak disengaja.
Denpasar, 2012
Penulis
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan ... 2
BAB II. GAMBARAN UMUM 2.1 Sejarah Instansi Tempat PKL ... 3
2.2 Kegiatan Instansi Tempat PKL ... 3
2.3 Struktur Organisasi Instansi Tempat PKL ... 3
2.4 Tujuan Instansi Tempat PKL ... 18
BAB III KAJIAN PUSTAKA 3.1 File Server ... 19
3.2 Primary Domain Controller... 20
3.3 Samba Sebagai File Server dan Domain Controller... 20
BAB IV PELAKSANAAN PKL 4.1 Permaslahan di Tempat PKL………. 22
4.2 Kebutuhan hardware ... 22
4.3 Kebutuhan Software ... 23
4.4 Skema Hak Akses Server………... 23
4.5 Konfigurasi Samba Sebagai File Server dan PDC... 25
4.6 Management User Pada Samba Server……….. 32
4.7 Mengatur Quota User………... 34
4.8 Analisa Kegunaan File Server dan PDC di Tempat PKL……… 35
5.2 Saran ... 36 DAFTAR PUSTAKA ... 37 LAMPIRAN ... 38
Gambar 3.1 Contoh Skema File Server... 19
Gambar 4.1 Skema Pembagian Hak Akses Server... 23
Gambar 4.2 Direktori pada Server………... 30
Gambar 4.3 Proses Login User ke Domain………. 30
Gambar 4.4 Profil Desktop Klien………. 31
Gambar 4.5 Tampilan Drive / Direktori pada Klien……… 31
Lampiran 1 Surat Telah Melaksanakan Praktek Kerja Lapangan……….. A-1 Lampiran 2 Form Aktivitas Harian……….. B-1
1.1. Latar Belakang
Praktek kerja lapangan atau yang sering disebut dengan PKL sangat dibutuhkan oleh para mahasiswa untuk menambah ilmu pengetahuan dalam bidangnya masing-masing dan juga mengenalkan para mahasiswa secara langsung akan dunia kerja.
Setiap mahasiswa PS Teknik Informatika Jurusan Ilmu Komputer Fakultas MIPA Universitas Udayana yang telah lulus 110 sks, diwajibkan untuk mengikuti kegiatan PKL yang menjadi salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa.
Penulis memilih tempat PKL di Dinas Perhubungan, Informasi dan Komu-nikasi Provinsi Bali untuk mempelajari sistem jaringan dan menganalisa hal-hal yang masih kurang pada jaringan tersebut. Hal ini sesuai dengan bidang minat penulis yaitu bidang minat jaringan komputer.
Penulis mendapat kesempatan untuk mempelajari topik “PENERAPAN FILE SERVER DAN PRIMARY DOMAIN CONTROLLER PADA BIDANG INFOKOM DINAS PERHUBUNGAN, INFORMASI DAN KOMUNIKASI PROVINSI BALI”, selama melaksanakan kegiatan PKL. Penulis berharap dapat menambah pengetahuan tentang penggunaan file server dan domain controller pada jaringan kantor.
1.2. Tujuan
Tujuan melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan) adalah :
1. Untuk mengaplikasikan ilmu dan teori yang telah di dapat dalam PKL di dunia kerja.
2. Untuk mengetahui bagaimana cara menerapkan sistem file server pada jaringan
3. Untuk mengetahui penggunaan primary domain controller (PDC) untuk mengelola akun user pada suatu domain
1.3 Manfaat
Diharapkan setelah melakukan kegiatan PKL penulis dapat memperoleh lebih banyak pengetahuan di bidang minat jaringan terutama konsep file server dan domain controller, yang nantinya karena pengalaman tersebut penulis tidak akan merasa canggung lagi menghadapi dunia kerja selanjutnya, serta penulis dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di dunia kerja untuk kedepannya.
1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
2.1 Sejarah Instansi Tempat PKL
Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali. Dibentuk dengan Peraturan Daerah Propinsi Bali Nomor 2 Tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja perangkat Daerah Provinsi Bali (Lembaran Daerah Provinsi Bali Tahun 2008, Nomor 2, Tambahan Lembaran daerah Provinsi Bali Nomor 2). Selanjutnya uraian tugas pokok dituangkan dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Rincian Tugas Pokok Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali.
2.2 Kegiatan Instansi Tempat PKL
1. Pengembangan jaringan prasarana dan jaringan pelayanan transportasi 2. Pengembangan kebijakan peningkatan fasilitas keselamatan transportasi 3. Pengembangan kebijakan keamanan dan keselamatan sarana dan prasarana
transportasi
4. Pengembangan kebijakan kelancaran, keamanan dan keselamatan pelayanan pergerakan mobilitas barang dan jasa.
5. Pengembangan komunikasi, informasi dan media masa 6. Pengkajian dan penelitian informasi dan komunikasi
7. Pengembangan Sumberdaya manusia di bidang informasi dan komunikasi 8. Pengembangan kerjasama informasi dengan media.
2.3 Struktur Organisasi Instansi Tempat PKL
Sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 tahun 2008 dan Keputusan Gubernur Bali. Nomor 45 Tahun 2008, Dinas Pendapatan Provinsi Bali mempunyai tugas pokok ”Membantu Gubernur dalam melaksanakan seba-gian urusan Rumah Tangga Daerah, Tugas Dekonsentrasi dan Pembantuan di bidang Perhubungan, Informasi dan Komunikasi”.
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Dishubinkom Provinsi Bali
Kepala Dinas
Kepala Dinas mempunyai tugas:
a. menyusun rencana dan program kerja Dinas;
b. mengkordinasikan penyusunan rencana dan program kerja Dinas;
c. merumuskan kebijakan umum Dinas serta menyelenggarakan administrasi berdasarkan kewenangan;
d. mendistribusikan tugas kepada bawahan; e. menilai prestasi kerja bawahan;
f. menyediakan dukungan kerjasama antar Kabupaten/Kota; g. melakukan pengendalian terhadap layanan umum dan perizinan; h. membina bawahan dalam pencapaian Program Dinas;
i. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pada tahun berjalan; j. melaksanakan pembinaan umum dan pembinaan teknis; k. melaksanakan sistem pengendalian intern;
l. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan m. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Gubernur melalui Sekretaris
Sekretaris
Sekretaris mempunyai tugas:
a. menyusun rencanadan program kerja kesekretariatan;
b. mengkoordinasikan program kerja masing-masing sub bagian; c. mengkoordinasikan para Kepala Sub Bagian;
d. menilai prestasi kerja bawahan;
e. membimbing dan memberi petunjuk kepada Kepala Sub Bagian dan bawahan;
f. melakukan koordinasi dengan para Kepala Bidang;
g. menyelenggarakan kegiatan kesekretariatan berdasar rencana kerja yang telah disusun;
h. melaksanakan dan mengawasi kegiatan pengelolaan perusahaan umum dan kepegawaian penyusunan program dan keuangan;
i. menghimpun dan menyusun rencana kerja dan program pembangunan bidang sosial;
j. mengumpulkan dan menyusun laporan Sekretariat, Bidang, sebagaimana bahan laporan Dinas;
k. melaksanakan sistem pengendalian intern;
l. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan m. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Dinas.
Kepala Sub Bagian Kepegawaian Kepala Sub Bagian Kepegawaian
a. menyusun rencana dan program kerja Sub Bagian; b. memberikan petunjuk kepada bawahan;
c. menilai prestasi kerja bawahan;
d. Menyiapkan serta mengelola bahan-bahan, konsep, dan perubahan data di bidang kepegawaian;
e. Melaksanakan pengawasan, pengendalian, dan pengelolaan tertib administrasi kepegawaian;
g. Menyiapkan bahan evaluasi dan telaahan kajian analisis bidang kepegawaian;
h. Menyusun laporan kinerja Dinas yang berkaitan dengan kepegawaian; i. melaksanakan sistem pengendalian intern;
j. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan k. melaporkan hasil-hasil pelaksanaan tugas kepada Sekretaris.
Kepala Sub Bagian Keuangan dan Penyusunan Program
Kepala Sub Bagian Keuangan dan Penyusunan Program mempunyai tugas: a. menyusun rencana dan program kerja Sub Bagian;
b. memberikan petunjuk kepada bawahan; c. menilai prestasi kerja bawahan;
d. melaksanakan penatausahaan keuangan;
e. melaksanakan pengurusan gaji pegawai dan tunjangan lainnya; f. melaksanakan kontrol keuangan;
g. menyusun dan menyampaikan laporan pertanggung jawaban keuangan; h. melaksanakan sistim pengendalian intern;
i. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan j. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Sekretaris.
Kepala Sub Bagian Umum
Kepala Sub Bagian Umum mempunyai tugas:
a. menyusun program kegiatan dan rencana kebutuhan anggaran pelayanan administrasi umum;
b. memberikan petunjuk kepada bawahan; c. menilai prestasi kerja bawahan;
d. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan pelaksanaan koordinasi pelayanan umum.
e. melaksanakan proses pengadaan barang / jasa;
f. Menyusun dan meneliti bahan penyusunan produk hokum, kehumasan dan keprotokolan Dinas;
h. Melaksanakan pengawasan, pengendalian, dan pengelolaan tertib administrasi tertib administrasi umum, dan asset kekayaan milik Negara / barang-barang inventaris dinas;
i. Menyiapkan bahan koordinasi, sinkronisasi, dan distribusi pelaksanaan pelayanan umum rumah tangga dinas
j. Menyiapkan bahan penyusunan laporan kegiatan pertanggungjwaban anggaran rumah tangga dinas;
k. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan l. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Sekretaris.
Kepala Bidang Perhubungan Darat
Kepala Bidang Perhubungan Darat mempunyai tugas: a. menyusun rencana dan program kerja Bidang;
b. mengkoordinasikan program kerja masing-masing seksi; c. mengkoorinasikan para Kepala Seksi;
d. menilai prestasi kerja bawahan;
e. membimbing dan memberi petunjuk kepada Kepala Seksi dan bawahan; f. melaksanakan bimbingan, pengendalian dan pengawasan, manajemen dan
rekayasa lalu lintas;
g. melaksanakan pemantauan dan analisis kinerja operasional pelayanan angkutan penumpang umum, angkutan barang dan angkutan khusus; h. menyiapkan usulan penetapan jaringan pelayanan angkutan penumpang
umum, angkutanbarang dan khusus di dalam/antar Kabupaten/Kota
l. melaksanakan sistem pengendalian intern;
m. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan n. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Dinas.
Kepala Seksi Angkutan
Kepala Seksi Angkutan mempunyai tugas:
a. menyusun rencana dan program kerja Seksi; b. memberikan petunjuk kepada bawahan; c. menilai prestasi kerja bawahan;
d. Menyiapkan bahan persetujuan pengoperasian angkutan penyeberangan sesuai kewenangan;
e. Menyusun jaringan trayek dan penetapan kebutuhan kendaraan untuk angkutan yang wilayah pelayanannya melebihi wilayah Kabupaten/Kota sesuai kewenangan;
f. Memproses pemberian perizinan angkutan sesuai kewenangan;
g. Memproses tariff penumpang dan kendaraan kelas ekonomi angkutan penyeberangan antar Kabupaten dalam Provinsi
h. melaksanakan sistem pengendalian internal
i. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan j. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang.
Kepala Seksi Teknik Sarana dan Prasarana
Kepala Seksi Angkutan Tidak Dalam Trayek mempunyai tugas: a. menyusun rencana dan progam kerja Seksi;
b. memberikan petunjuk kepada bawahan; c. menilai prestasi kerja bawahan;
d. Menyiapkan dan memproses bahan penetapan lokasi, pengesahan rancang bangun dan persetujuan pengoperasian terminal penumpang;
f. Menyiapkan dan memproses rencana induk pelabuhan penyebrangan, DLKP dan DLKR, pembangunan pelabuhan penyeberangan sesuai kewenangan;
g. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan pengujian berkala kendaraan bermotor Kabupaten/Kota;
h. melaksanakan sistem pengendalian intern;
i. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan j. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang.
Kepala Seksi Lalu Lintas
Kepala Seksi Lalu Lintas Jalan mempunyai tugas: a. menyusun rencana dan program kerja Seksi; b. memberikan petunjuk kepada bawahan; c. menilai prestasi kerja bawahan;
d. Menyusun rencana umum jaringan transportasi jalan sesuai kewenangan; e. Menyelenggarakan manajemen dan rekayasa lalulintas dan
penyelenggaraan analisis dampak lalulintas sesuai kewenangan;
f. Menyiapkan bahan rekomendasi penetapan lintas penyebrangan dan kebutuhan angkutan sesuai kewenangan;
g. Melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan kendaraan bermotor di jalan; h. melakukan pengoperasian alat menimbangan kendaraan bermotor di jalan; i. melaksanakan sistem pengendalian intern;
j. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan k. malaporkan hasil pelaksanaan tugas kepda Kepala Bidang.
Kepala Bidang Perhubungan Laut
Kepala Bidang Perhubungan Laut mempunyai tugas: a. menyusun rencana dan program kerja Bidang;
b. mengkoordinasikan program kerja masing-masing seksi; c. mengkoordinasikan para Kepala Seksi;
e. membimbing dan memberikan petunjuk kepada Kepala Seksi dan bawahan;
f. melaksanakan pembinaan, koordinasi, pengawasan kegiatan operasional angkutan laut,perusahaan angkutan laut dan penunjang angkutan laut serta asosiasi terkait, kepelabuhanan,pengerukan dan reklamasi dan keselamatan pelayaran;
g. melaksanakan pengumpulan peraturan, spesifikasi standarisasi kelaikan dan keselamatanpelayaran, sarana, prasarana, angkutan laut dan penunjang angkutan laut, penunjangangkutan laut dan depo peti kemas;
h. melaksanajan pengumpulan, pengolahan, evaluasi data angkutan laut dan penunjangangkutan laut, analisis kebutuhan sarana, prasarana dan jaringan angkutan laut di dalamwilayah provinsi;
i. menyiapkan bahan kebijakan teknis, rekomendasi/ penetapan ijin lokasi rencana
j. pengembangan pelabuhan, pemberian ijin usaha pelayaran rakyat (PELRA), perusahaanangkutan laut dan perusaan penunjang angkutan laut, ijin rancang bangun dan sertifikatkeselamatan kapal dan penetapan tarif angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat sesuaikewenangan; k. menyiapkan bahan koordinasi dan pengawasan standarisasi kelaikan dan
keselamatansarana prasarana, fasilitas keselamatan pelayaran, angkutan laut dan penunjang angkutanlaut;
l. melaksanakan koordinasi dan fasilitas pengawasan pengendalian, pembinaan danpenerbitan terhadap pelanggaran izin usaha/operasional perusahaan penunjang angkatanlaut;
m. melaksanakan koordinasi dan pengawasan kelancaran, keamanan dan keselamatanpelayaran, angkutan laut dan penunjang angkutan laut di pelabuhan;
n. melaksanakan penyusunan laporan bulanan triwulan semster dan tahunan Bidang;
o. melaksanakan sistem pengendalian intern;
Kepala Seksi Angkutan Laut
Kepala Seksi Angkutan Laut mempunyai tugas : a. menyusun rencana dan program kerja Seksi; b. memberikan petunjuk kepada bawahan; c. menilai prestasi kerja bawahan;
d. melaksanakan pembinaan, pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksana kegiatanperusahaan angkutan laut dan penunjang angkutan laut; e. melaksanakan pembinaan, pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan tariff angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat;
f. menyiapkan bahan kebijakan teknis, rekomendasi penerbitan izin usaha; g. menyiapka bahan pelaporan pengoperasian kapal secara tidak tetap dan
tidak teratur(tramper) bagi perusahaan angkutan laut yang berdomisili dan beroperasi pada lintaspelabuhan antar Kebupaten/Kota dalam satu provinsi;
h. menyiapkan bahan pelaporan penempatan kapal dalam trayek tetap dan teratur (linear)dan pengoperasian kapal secara tidak tetap dan tidak teratur (tramper) bagi perusahaanpelayaran rakyat yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan antar Kabupaten/Kotadalam wilayah provinsi setempat, pelabuah antar provinsi dan internasional (lintas batas); i. melaksanakan pengumpulan, pengolahan, evaluasi dan analisis data
angkutan laut danpenunjang angkutan laut;
j. menyiapkan bahan koordinasi dan pengawasan kelancaran, keamanan dan keselamatanbongkar muat barang/jasa angkutan laut di pelabuhan;
k. melaksanakan koordinasi, fasilitas dan pengawasan kelancaran, keamanan dan keselamatanmobilitas barang dan jasa keluar/masuk pelabuhan;
l. melaksanakan koordinasi dan fasilitas pengwasan, pengendalian, pembinaan dan penertibanterhadap pelnggaran izin usan/operasional terhadap penunjang angkutan laut;
m. melaksanakan sistem pengendalian intern;
Kepala Seksi Perkapalan dan Kepelautan
Kepala Seksi Perkapalan dan Kepelautan mempunyai tugas : a. menyusun rencana dan program kerja Seksi;
b. memberikan petunjuk kepada bawahan; c. menilai prestasi kerja bawahan;
d. melaksanakan pengumpulan, pengolahan, evaluasi dan analisis kelaiklautan kapal;
e. menyiapkan bahan kebijakan teknis, rekomendasi dan perijiinan rancang bangun,penerbitan sertifikat keslamatan kapal sesuai kewenangan;
f. menyiapkan bahan koordinasi, fasilitas dan pengawasan kelaiklautan kapal, pengawakan, dan keselamatan pelayaran sesuai kewenangan;
g. melaksanakan sistem pengendalian intern;
h. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan i. melaporkan hasi pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang.
Kepala Seksi Kepelabuhan
Kepala Seksi Kepelabuhan mempunyai tugas : a. menyusun rencana dan program kerja Seksi; b. memberika petunjuk kepada bawahan; c. menilai prestasi kerja bawahan;
d. menyiapkan bahan koordinasi dan fasilitasi bidang kepelabuhan;
e. melaksanakan pengumpulan, pengolahan, evaluasi dan analisa kebutuhan prasarana utamadan penunjang operasional pelabuhan;
f. menyiapkan bahan kebijakan teknis, rekomendasi dan perijinan rencana pengembanganpelabuhan sesuai kewenangan;
g. menyiapkan bahan koordinasi dan pengawasan speifikasi prasana utama dan penunjangoperasional pelabuhan;
h. melaksanakan sistem pengendalian intern;
i. melaksanakan tugas kedinasan lainya yang ditugaskan oleh atasan; dan j. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang.
Kepala Bidang Perhubungan Udara mempunyai tugas: a. menyusun rencana dan program kerja Bidang;
b. mengkoordinasikan program kerja masing-masing seksi; c. mengkoordinasikan para Kepala Seksi;
d. menilai prestasi kerja bawahan;
e. membimbing dan memberi petunjuk kepada Kepala Seksi dan bawahan; f. melaksanakan pengumpulan data sarana dan prasarana angkutan udara,
peraturan, standarisasi keliakan dan keselamatan sarana, prasarana operasional bandar udara fasilitaspenunjang keselamatan penerbangan; g. melaksanakan pengolahan, evaluasi data angkutan udara, analisis kinerja
sarana, prasaranadan kapasitas jaringan angkutan udara;
h. menyiapkan bahan kebijakan teknis, rekomendasi/penetapan izin lokasi, izin pembangunan,batas-batas kawasan operasi bandar udara, kawasan keselamatan operasi penerbangan(KKOP) dan kawasan kebisingan rencana pengembangan bandar udara, pemberian izin usahaperusahaan penunjang angkutan udara, izin ketinggian bangunan pada KKOP dan penetapantarif angkutan udara sesuai kewenangan;
i. melaksanakan koordinasi dan opengawasa operasional bandara udara dan izin bangunanpada kawasan keselamatan operasi penerbangan;
j. melaksanakan koordinasi, fasilitasi, pengawasan, pengendalian, pembinaan dan penertibanterhadap pengalngaran izin usaha/operasional perusahaan angkutan udara niagan danperusahaan penunjang angkutan udara, tarif angkutan udara, flight approval, petugaspengamanan operator penerbangan dan petugas pasasi;
k. melaksanakan koordinasi, fasilitasi dan pengawasan kelancaran, keamanan dan
l. keselamatan penerbangan, pelayanan jasa angkutan udara dan pemeriksaan pendahuluankecelakaan pesawat udara;
m. melaksanakan sistem pengendalian intern;
Kepala Seksi Angkutan Udara
Kepala Seksi Angkutan Udara mempunyai tugas: a. menyusun rencana dan program kerja Seksi; b. memberikan petunjuk kepada bawahan; c. menilai prestasi kerja bawahan;
d. menyiapkan bahan kebijakan teknis, pemberian izin/rekomendasi usaha perusahaan angkutan udara niaga/non niaga, usaha perusahaan penunjang angkutan udara danpenetapan tarif angkutan udara;
e. melaksanakan pengumpulan, pengolahan, evaluasi data angkutan udara dan kapasitasjaringan angkutan udara;
f. menyiapkan bahan koordinasi, fasilitas dan pengawasan operasional perusahaan angkutanudara niaga/non niaga, general sales agent dan perusahaan penunjang angkutan udara;
g. melaksanakan koordinasi, pengawasan, pengendalian, pembinaan dan penertiban terhadappelanggaran operasional ijin usaha perusahaan penunjang angkutan udara, tarif angkutanudara flight approval, petugas pengamanan operator penerbangan dan petugas pasasi;
h. melaksanakan koordinasi, dan pengawasan kelancaran, keamanan dan keselamatanpelayanan jasa angkutan udara;
i. melaksanakan sistem pengendalian intern;
j. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan k. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang.
Kepala Seksi Kebandarudaraan
Kepala Seksi Kebandarudaraan mempunyai tugas: a. menyusun rencana dan program kerja Seksi; b. memberikan petunjuk kepada bawahan; c. menilai prestasi kerja bawahan;
e. melaksanakan pengolahan, evaluasi dan analisis kinerja prasarana operasional bandar udaradan sarana penunjang keselamatan lalu lintas angkutan udara;
f. menyiapkan bahan kebijakan teknis, rekomendasi/penetapan lokasi, izin pembangunanrencana pengembangan bandar udara dan batas-batas kawasan operasional bandar udarasesuai kewenangan;
g. menyiapkan bahan koordinasi, fasilitasi dan pengawasan standarisasi kelaikan keamanandan keselamatan prasarana operasional bandar udara dan penunjang keselamatan lalu lintasangkutan udara;
h. melaksanakan koordinasi, fasilitasi, pengawasan, pengendalian, pembinaan dan penertibanterhadap pelanggaran izin lokasi dan izin pembangunan bandar udara sesuai kewenangan;
i. melaksanakan sistem pengendalian intern;
j. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan k. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang
Kepala Seksi Keselamatan Penerbangan
a. Kepala Seksi Keselamatan Penerbangan mempunyai tugas: b. menyusun rencana dan program kerja Seksi;
c. memberikan petunjuk kepada bawahan; d. menilai prestasi kerja bawahan;
e. melaksanakan pengumpulan peraturan, standarisasi kelaikan, keamanan dan keselamatan sarana dan prsarana operasional banra udara dan keselamatan penerbangan;
f. melaksanakan pengolahan, evaliasu data kerja fasilitas dan pelayanan keselamatanpenerbangan;
h. menyiapkan bahan koordinasi, fasilitas dan pengawasan operasional bandar udara dan izinpembangunan dan ketinggian bangunan pada kawasan keselamatan operasi penerbangan dankawasan kebisingan;
i. melaksanakan koordinasi, pengawasan, pengendalian, pembinaan dan penertiban terhadappelanggaran ijin pembangunan dan ketinggian bangunan pada KKOP dan kawasan kebisingan,sertifikasi personil fasilitas penunjang operasi penerbangan dan ijin operasi bandar udara;
j. melaksanakan koordinasi dan pengawasan pelayanan kelancaran, keamanan dan
k. keselamatan penerbangan, dan pemeriksaan pendahuluan dan kecelakaan pesawat udara;
l. melaksanakan sistem pengendalian intern;
m. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan n. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi
a. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas: b. menyusun rencana dan program kerja Bidang;
c. mengkoordinasikan program kerja masing-masing seksi; d. mengkoordinasikan para Kepala Seksi;
e. menilai prestasi kerja bawahan;
f. membimbing dan memberi petunjuk kepada Kepala Seksi dan bawahan; g. Menyusun konsep rencana dan program pembangunan di bidang
komunikasi dan informasi
j. Pelaksanaan pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur sarana komunikasi dan desiminasi, aplikasi telematika, serta pos dan telekomunikasi
k. Pelaksanaan bimbingan teknis, pengendalian dan pembinaan sumber daya aparatur bidang telematika, diseminasi informasi, serta pos dan telekomunikasi
l. Melaksanakan pengujian alat/perangkat pos dan telekomunikasi
m. Penyajian data dan informasi untuk kepentingan pimpinan, dunia usaha dan masyarakat
n. melaksanakan sistem pengendalian intern;
o. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan p. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Dinas.
Kepala Seksi Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi a. Kepala Seksi Teknologi Informasi mempunyai tugas: b. menyusun rencana dan program kerja Seksi;
c. memberikan petunjuk kepada bawahan; d. menilai prestasi kerja bawahan;
e. Mengumpulkan data untuk bahan penyusunan rencana kegiatan seksi komunikasi dan diseminasi informasi
f. Melaksanakan kebijakan dibidang penyiaran, pemberdayaan komunikasi sosial, hubungan kelembagaan komunikasi pemerintah daerah dan kemitraan media
g. Menyusun bahan dan melaksanakan pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur sarana komunikasi dan informasi
h. Melaksanakan bimbingan dan pelatihan sumber daya aparatur dibidang komunikasi diseminasi informasi
i. melaksanakan sistem pengendalian intern;
Kepala Seksi Pos dan Telekomunikasi
a. Kepala Seksi Pos dan Telekomunikasi mempunyai tugas: b. menyusun rencana dan program kerja Seksi;
c. memberikan petunjuk kepada bawahan; d. menilai prestasi kerja bawahan;
e. menyiapkan bahan rumusan kebijakan teknis tugas pemerintahan dan pembangunan di bidang pos;
f. menyiapkan bahan koorinasi, fasilitasi tugas pemerintah dan pembangunan di bidang posberdasarkan kewenangan desentralisasi dan tugas dekonsentrasi yang diberikan;
g. melaksanakan pengumpulan, pengolahan evaluasi data pos, pelayanan jasa titipan dan filtateli;
h. melaksanakan koordinasi, pengawasan dan pembinaan teknis operasional izin usahaperusahaan jasa titipan, filateli dan perposan sesuai keweangan; i. melaksanakan sistem pengendalian intern;
j. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan k. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang.
2.4 Tujuan Instansi Tempat PKL
a. Perumusan Kebijakan Teknis di bidang perhubungan, informasi dan komunikasi.
b. Penyelenggaraan urusan Pemerintahan dan pelayanan di bidang perhubungan,informasi dan komunikasi
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perhubungan, informasi danKomunikasi
3.1 File Server
Dalam komputasi, file server adalah sebuah komputer terpasang ke jaringan yang memiliki tujuan utama memberikan lokasi untuk akses disk bersama , yaitu penyimpanan bersama file komputer (seperti dokumen, file suara, foto, film, gambar, database, dll .) yang dapat diakses oleh workstation yang melekat pada jaringan komputer.
Istilah server menyoroti peranan mesin dalam client-server skema, di mana klien workstation menggunakan penyimpanan. Sebuah file server tidak dimaksudkan untuk melakukan tugas-tugas komputasi, dan tidak menjalankan program atas nama klien. Hal ini dirancang terutama untuk memungkinkan penyimpanan dan pengambilan data sementara perhitungan dilakukan oleh workstation.
Gambar 3.1 Contoh Skema File Server
File server dapat dikategorikan dengan metode akses:
Internet file server sering diakses oleh File Transfer Protocol (FTP) atau oleh HTTP (namun berbeda dari server web , yang sering menyediakan konten web dinamis selain file statis).
Server pada LAN biasanya diakses protocol oleh SMB / CIFS protokol ( Windows dan Unix-like ) atau NFS protokol (Unix-seperti sistem).
Banyak file server secara bersamaan bertugas sebagai print server juga, karena mereka memberikan akses ke printer melalui jaringan.
3.2 Primary Domain Controller (PDC)
Dalam sebuah domain, sebuah komputer harus dikonfigurasikan sebagai “Domain Controller” (DC) yang menyimpan basis data akun pengguna serta direktorinya tersebut. Sebuah domain controller merupakan sebuah server yang mengatur semua aspek yang berkaitan dengan keamanan dari sebuah akun pengguna dan interaksinya dengan domain tersebut, sehingga menjadikan administrasi keamanan dapat dilakukan secara terpusat.
Setiap domain controller dapat secara periodik bertukar informasi direktori dengan menggunakan proses directory replication (replikasi direktori), sehingga informasi yang dimiliki oleh setiap domain controller selalu terbarui (jika informasi yang disimpan di dalam domain controller telah kadaluwarsa, para pengguna mungkin mendapatkan masalah dalam rangka melakukan proses logon ke domain controller tersebut atau mencari sumber daya yang terdapat di dalam domain tersebut).
Domain controller memiliki hak untuk melakukan autentikasi terhadap komputer lainnya. Domain controller yang bertindak sebagai pengatur pusat domain disebut dengan Primary Domain Controller (PDC), sementara yang bertindak sebagai salinan dari PDC disebut dengan Backup Domain Controller (BDC).
3.3 Samba Sebagai File Server dan PDC
Domain. Samba juga dilengkapi dengan beberapa program bantu sehingga sistem operasi Linux (dan UNIX lainnya) bisa mengakses resources yang ada pada jaringan Windows yang telah ada. Bisa dikatakan, Samba adalah jembatan penghubung antara Windows dan UNIX.
Samba sebagai file server dan PDC yaitu setiap user (user system Linux yang terdaftar sebagai user samba server) akan memiliki folder atau direktori masing-masing di samba server (linux). Direktori itu dapat diakses dari jaringan melalui computer windows atau linux.
Setiap user juga dapat logon ke domain menggunakan computer windows yang manapun dalam jaringan. Proses otentifikasi dan otorisasinya disediakan oleh samba server sebagai domain controller utama dalam domain tersebut.
Setiap user samba yang login melalui computer windows akan memiliki profil yang tersimpan pada samba server. Hal ini akan memudahkan user mengakses file dan direktorinya dari manapun di jaringan, sehingga user akan merasa bekerja pada computer sendiri walaupun bekerja menggunakan computer lain.
Kelebihan Samba antara lain :
Mampu berperan sebagai penghubung antara sistem operasi Windows dan
Linux.
Dapat digunakan untuk jaringan yang kecil ataupun besar. Bersifat opensource.
Memiliki administrasi tool yang berbentuk web yang sangat membantu
4.1 Permasalahan di Tempat PKL
Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali khususnya pada Bidang Informasi dan Komunikasi telah memiliki jaringan LAN yang telah berfungsi dengan cukup baik untuk mengakses internet maupun untuk berbagi printer. Namun belum adanya suatu system penyimpanan file yang terpusat membuat banyak permasalahan muncul.
Permasalahan yang timbul adalah jika seorang pegawai ingin membuka filenya melalui computer lain di kantor tersebut maka ia harus mengambil file tersebut dahulu menggunakan media seperti flash usb dari computer tempat ia mengerjakan atau menyimpan file tersebut sebelumnya. Hal ini tentu kurang efektif dan efisien.
Permasalahan lain dengan belum terpusatnya penyimpanan file tersebut adalah jika satu computer mengalami kerusakan, maka file-file pada computer tersebut akan ikut hilang. Karena itu dibutuhkan suatu penyimpanan yang terpusat agar selain disimpan pada computer klien, file-file tersebut juga tersimpan di computer server.
Untuk menyelesaikan permaslahan-permaslahan di atas, perlu dibuat sebuah system klien server, dimana ada sebuah computer yang akan menjadi file server, sedangkan computer lain menjadi kliennya. Sedangkan untuk mengelola akun serta hak akses dari file-file tersebut diperlukan sebuah Primary Domain Controller (PDC).
4.2 Kebutuhan Hardware
Untuk menerapkan sebuah file server dan primary domain controller diperlukan adanya suatu jaringan LAN yang menghubungkan komputer-komputer yang ada . Pada Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali, jaringan LAN telah terpasang dan berfungsi dengan baik.
Selain membutuhkan jaringan yang telah terpasang, dibutuhkan juga sebuah CPU dengan spesifikasi yang memadai sehingga dapat digunakan sebagai file server dan domain controller.
CPU HP Pavillion P2-1150L
CPU HP Pavillion P2-1150L memiliki spesifikasi sebagai berikut: Processor Intel Core i3-2120T (3GHz, 3MB Cache)
Memory 2GB DDR3 Harddisk 500GB SATA
Dan juga spesifikasi lainnya: HP SuperMulti DVD Drive, Intel HD Graphics , LAN ,6-in-1 Card Reader
4.3 Kebutuhan Software
Dalam membangun sebuah file server dan domain controller diperlukan sebuah operating system (OS) pada computer yang akan dijadikan server dan juga klien. PC yang berperan sebagai server menggunakan operating system Linux Ubuntu 11.04, sedangkan PC klien menggunakan windows XP.
Untuk software yang bertugas sebagai pengatur file server dan domain controller digunakan Samba. Samba adalah himpunan aplikasi yang bertujuan agar komputer dengan sistem operasi Linux, BSD ( atau UNIX lainnya) dapat bertindak sebagai file dan print server yang berbasis protokol SMB (session message block).
4.4 Skema hak akses server
Pada computer server akan dibuat beberapa drive yang mana masing-masing drive akan berisi data atau file dari masing-masing-masing-masing orang.
Pembagian drivenya adalah seperti berikut:
2. Data seksi sarana komunikasi yang mana drive ini dapat dilihat dan dieksekusi oleh kepala bidang, kepala seksi sarana komunikasi, dan juga staf-staf sarana komunikasi.
3. Data individu yang mana drive ini hanya dapat dilihat dan dieksekusi oleh masing-masing orang yang memiliki drive tersebut, misalnya staf 1 akan mempunyai drive sendiri yang berisikan data-data pribadinya.
4. Data umum yang mana drive ini dapat dilihat dan dieksekusi oleh kepala bidang, kepala-kepala seksi dan juga seluruh staf pada bidang infokom.
Gambar 4.1 Skema Hak Akses Server
4.5 Konfigurasi Samba sebagai File Server dan PDC
Konfigurasi Pada Server
1. pertama dowload program samba dan accesorisnya :
sudo apt-get install samba samba-common samba-doc libcupsys2
2. Konfigurasi /etc/samba/smb.conf sebagai berikut :
a. pada bagian browsing/identifikation [global]
workgroup = INFORMASI
server string = %h server (samba,ubuntu)
dns proxy = no
syslog = 0
panic action = usr/share/panic-action &d
b. Pada bagian authentication security = user
encrypt passwords = yes
passdb backend = tdbsm
obey pam restriction = yes
unix password sync = yes
password program = /usr/bin/passwd %u
pam password change = yes
c.Pada bagian domain domain logons = yes
domain master = yes
local master = yes
preferred master = yes
os level = 64
logon drive = H:
logon path = \\%N\%u\profile
add machine script = /usr/bin/useradd -g machines -c “%u machine ac-count” -d /var/lib/samba -s /bin/false %u
c.pada bagian misc
usershare allow guest = yes
d.Pada bagian share definition [netlogon]
path = /usr/local/samba/lib/netlogon
writable = no
browsable = no
[profiles]
path = /usr/local/samba/lib/roaming
browsable = no
writable = yes
create mask = 0600
[homes]
read only = no
browsable = no
guest ok = no
map archive = yes
e. Save script tersebut lalu kembali ke terminal f. Ketikkan:
groupadd -g 201 machines
mkdir -m 0775 /home/samba/netlogon
mkdir/home/samba /home/samba/profiles
chmod 1757 /home/samba/profiles
g. tambahkan user dengan cara:
useradd -m Agus (misalkan nama user baru adalah Agus)
passwd kelompok
Lalu masukkan password untuk user terrsebut
i tambahkan user tersebut ke dalam user samba PDC dengan cara: smbpasswd -a Agus
Lalu masukkan pasword PDC untuk user tersebut.
Lalu masukkan pasword PDC untuk user root.
3. Restart samba
4. Untuk membuat grup yang lebih spesifik maka diperlukan tambahan settin-gan pada server.
Tambahkan grup dengan cara ketik: sudo grupadd nama_grup
dalam hal ini nama grupnya adalah postel dan sarana. 5. Buat home direktori untuk masing-masing grup.
Sudo mkdir /home/postel
Sudo mkdir /home/sarana
Setelah itu buat kepemilikan dari direktori tersebut sudo chgrp postel /home/postel
sudo chgrp srana /home/sarana
Atur permisson untuk masing-masing home folder tersebut menggunakan chmod 0770
6. Tambahkan user baru yang ingin dibuat dengan cara seperti yang telah di-jelaskan sebelumnya. Buat password dan juga smbpasswd untuk masing-masing user.
7. Lalu masukkan tiap user tersebut ke dalam grupnya.
Usermod -a -G nama_grup nama_user
Tambahkan script pada bagian share definition untuk membuat drive yang berisi folder masing-masing grup:
contoh: [sarana]
path = /home/sarana
valid user = @ sarana
writeable = yes
[postel]
path = /home/postel
valid user = @postel
writeable = yes
5. Save lalu restart samba
Konfigurasi pada Client
1. Pada bagian client yang dalam hal ini adalah windows xp, pastikan telah terhubung dengan server PDC dengan cara ping ip server tersebut.
2. Kita klik kanan mycomputer->properties->computer name->change.
3. Klik pada domain dan masukkan nama domain yange telah kita buat pada server, dalam hal ini adalah TEST, lalu OK.
4. Sebagai permulaan kita login menggunakan root. Masukkan password. Setelah berhasil restart windows.
Berikut merupakan tampilan direktori pada server:
Gambar 4.2 Direktori Pada Server
Gambar 4.3 Proses Login User ke Domain Setelah login, akan muncul desktop profilenya sendiri
Gambar 4.4 Profil Desktop Klien
Gambar 4.5 Tampilan Drive /Direktori Pada Klien 4.6 Management User Pada Samba Server
Untuk menambah, dan menghapus dan mengedit user di samba, kita harus memberikan password samba kepada user yang telah kita tambahkan atau edit dengan cara mengetikan:
#smbpasswd –a
Namun, sebelum memberikan password samba tersebut, kita harus melakukan management user yaitu tambah, hapus, atau delete dari server tersebut terlebih dahulu.
Menambah User di Linux
Untuk menambahkan user baru, gunakan perintah useradd pada command prompt, diikuti dengan nama user yang ingin ditambahkan.
# useradd nama_user
Setelah itu berikan password untuk user ini dengan perintah passwd. # passwd nama_password
Changing password for user nama_user New UNIX password :
memasukkannya dengan benar (sama dengan yang pertama), maka nama user tersebut sudah siap untuk digunakan.
Retype new UNIX password:
Passwd: all authentication tokens updated Successfully
Penambahan user dengan menggunakan perintah useradd, secara otomatis akan membentuk direktori dasar (base/home directory) bagi user tersebut, yaitu pada level di bawah direktori /home.
Menghapus User di Linux
Untuk menghapus user yang sudah tidak aktif/digunakan lagi, bisa dilakukan dengan perintah userdel. Syntax-nya adalah sebagai berikut:
userdel [-r] <user_name>
Sebagai contoh, misalnya kita akan menghapus user ‘newbie’ (dianggap sebelumnya kita telah membuat user dengan nama newbie) maka prosesnya adalah sebagai berikut:
Hapus nama user ‘user’ dari daftar user account. # userdel <user>
Jika ingin menghapus user tersebut secara permanen, maka hapus juga home direktory-nya, yaitu:
# rm –rf /home/<user>
Perintah rm digunakan untuk menghapus file atau direktori.
Yang perlu diperhatikan dalam menghapus user adalah Penghapusan user dengan perintah userdel di atas, hanya menghapus nama usernya sehingga tidak bisa digunakan untuk login, tetapi home directorynya masih ada. Sehingga jika sewaktu-waktu user tersebut ingin dikembalikan lagi dengan nama yang sama, maka kita tinggal membentuk nama usernya saja tanpa harus membentuk home directory-nya lagi, yaitu dengan perintah :
# useradd –d /home/<user> –M <user>
Jika kita ingin menghapus user secara permanen, maka bisa digunakan parameter –r. Hal ini akan mengahapus nama user sekaligus menghapus home directory dari user yang bersangkutan. Syntaxnya adalah:
# userdel –r pemula
Memodifikasi User di Linux
Perintah usermod digunakan untuk memodifikasi data yang berhubungan dengan parameter yang digunakan pada saat pembentukan user dengan perintah useradd. Hal yang perlu diingat adalah bahwa kita tidak bisa memodifikasi user yang sedang login.Syntax dari usermod adalah :
# usermod –l <user> –g <group> <group>
4.7 Mengatur Quota User
Pengaturan quota dalam file server sangatlah dibutuhkan. Hal ini berguna agar tidak ada user yang melakukan monopoli terhadap pengguanaan harddisk server. Pembagian ini akan mengatur kapasistas penyimpanan yang dipunyai masing-masing user sehingga pemakaian harddisk akan lebih efektif dan efisien.
Langkah – langkah dalam mengatur quota pada server linux adalah adalah sebagai berikut :
1. Install paket aplikasi kuota
Sudo apt-get install quota 2. Edit file /etc/fstab
Tambahkan usrquota dan grpquota pada baris yang mengatur partisi root “/”
3. Buat file yang akan menampung quota user dan quota group
Sudo touch /quota.user /quota.group 4. Ubah hak akses quota.user dan quota.group
5. Mengecek struktur partisi root yang akan menerapkan quota
Sudo quotacheck –avugm 6. Aktifkan quota
Sudo quotaon –avug
7. Menentukan quota penyimpanan untuk setiap user
Sudo edquota –u nama_user Contoh: sudo edquota –u Agus
Edit jumlah quota yang ditentukan pada bagian soft dan hard. Jumlah kuota dalam satuan kilobyte (KB).
Lakukan pengaturan untuk user lain.
4.8 Analisa Kegunaan File Server dan PDC di Tempat PKL
Keadaan di tempat PKL sebelum menggunakan file server dan PDC adalah seba-gai berikut:
Jika ingin mengambil data dari suatu computer ke computer lain harus memakai perantara seperti USB flash ataupun kabel data sehingga kurang praktis
Belum terpusatnya penyimpanan data sehingga jika salah satu computer mengalami kerusakan, maka data pada computer tersebut juga dapat hilang karena penyimpanannya hanya pada computer itu saja
Keadaan setelah menggunakan file server dan PDC adalah sebagai berikut:
Penyimpanan telah terpusat pada satu file server sehingga dapat kita melakukan backup data pada sever.
5.1 Kesimpulan
Pelaksanaan PKL (Praktek Kerja Lapangan) bermanfaat bagi mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah banyak ilmu dan pengetahuan sesuai dengan bidang minat yang telah diambil dan menambah pengalaman kerja lapangan dari perusahaan tempat mahasiswa melaksanakan PKL.
Dari topik yang penulis implementasikan disini penulis mendapat kesimpulan file server dan domain controller sangat efektif untuk diterapkan di jaringan kantor. Hal ini akan memudahkan user sehingga dapat mengakses filenya dari computer mana saja. Pengelolaan akun juga lebih teratur dengan menggunakan primary domain controller
5.2 Saran
Mahasiswa yang ingin melaksanakan PKL lebih baik menyesuaikan tempat PKL/topik PKL dengan bidang minat yang telah di ambil.Hal ini akan mempermudah mahasiswa dalam menerapkan ilmu/teori.
Sesuai dengan pengalaman penulis yang mengangkat topik “PENERA-PAN FILE SERVER DAN PRIMARY DOMAIN CONTROLLER PADA BIDANG INFOKOM DINAS PERHUBUNGAN, INFORMASI DAN KOMU-NIKASI PROVINSI BALI”, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1. Analisis dahulu kebutuhan jaringan apa saja apa yang
diperlukan ditempat PKL
2. Berkonsultasi dengan para pegawai ,apakah system yang dibuat benar-benar dapat membantu.
3. Setelah itu barulah kerjakan sistemnya.
DAFTAR PUSTAKA
Henry Saptono 2005. Membangun File Server dan PDC [online] Tersedia: http://www.batan.go.id/sjk/tutorial/system/Membangun%20File %20Server%20dan%20PDC.pdf [12 Juli 2012, Jam 10.30 wita]
Eko Priyo Utomo 2011. Membangun Jaringan Komputer dan Server Internet. Yogyakarta : Mediakom