• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of Implementasi Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif (Motor Gojek ) dalam Penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "View of Implementasi Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif (Motor Gojek ) dalam Penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Implementasi Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif dan

Kreatif (Motor Gojek ) dalam Penulisan Penelitian

Tindakan Kelas (PTK) untuk Pengembangan

Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru

Pendi Susanto

Email: [email protected]

ABSTRAK

(2)

Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif, dilakukan melalui kegiatan:

In House Training, Diseminasi, dan Pendampingan dengan drill practices; 3) Hambatan Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif adalah Waktu pelaksanaan kegiatan cukup terbatas, Faktor usia merupakan faktor yang dapat menghambat seorang guru dalam melaksanakan pengembangan diri, salah satunya dalam melakukan proses kenaikan pangkatnya. Padahal salah satu syarat utama dalam kenaikan pangkat adalah melaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), dan Kurangnya anggaran untuk kegiatan Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif; 4) Hasil dari pelaksanaan Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif di SMP Negeri Unggulan Sindang adalah motivasi guru untuk melaksanakan kegiatan menulis karya ilmiah dalam PKB semakin meningkat, baik secara kuantitas maupun kualitas, berupa karya PTK dari guru, dan menghantarkan beberapa guru juga dapat naik pangkat yang lebih tinggi pada periode April 2017 secara signifikan. Kata Kunci: Motor Gojek, PTK, PKB Guru

ABSTRACT

The purpose of writing the best practices is to know and understand

and share about the teacher reasons: 1) Difficulty in writing the PTK

(Research Action Class) for Continuing Professional Development

(PKB) in junior high the country’s flagship Sindang; and 2) use of Model Tutor Teacher, OK, Sharpshooter, Effective and Creative (Motor Gojek) in tackling the difficulties teachers write PTK (Research Action

Class) for Continuing Professional Development (PKB) in junior

high the the country’s flagship Sindang. The result of writing best practices is 1) difficulty in writing teacher reasons PTK (Research Action Class) for PKB in junior high the country’s flagship Sindang

based on teacher’s motivation in writing the still low, a lack of

understanding of the techniques of writing, difficulty in finding data,

stuttering technology, does not have a reference book, lack of proper functioning of the MGMP activities in disseminating the writing of

scientific publications, and lack of socialization of school/institution; 2) Implementation Model Tutor Teacher, OK, Sharpshooter, Effective

(3)

Dissemination, and Facilitation with drill practices; 3) Obstacles

Teachers Model Tutor Teacher, OK, Sharpshooter, Effective and

Creative activities implementation time is fairly limited, the age factor is the factor that may inhibit a teacher in exercising self development, one of which was in the process of A scension his rank. Whereas one of the main requirement in the promotion are implementating Sustainable Professional Development (PKB), and lack of budget for the activities of the Teacher Tutor Model Teacher, OK, Sharpshooter,

Effective and Creative; 4) result from implementation of the Teacher Tutor Model Teacher, OK, Sharpshooter, Effective and Creative in

SMP Negeri Sindang Flagship is the motivation of teachers to carry

out the activity of writing scientific papers in the PKB, either in

quantity or quality, such as the work of PTK teachers, and delivers some teachers can also take a higher rank in the period April 2017

significantly.

Keywords: Motor Gojek, PTK, Teacher PKB

A. PENDAHULUAN

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) menurut Arif Susanto (2016:45) diarahkan untuk dapat memperkecil jarak antara pengetahuan, keterampilan, kompetensi sosial dan kepribadian yang mereka miliki sekarang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya itu. Pelaksanaan PKB sesuai dengan kebutuhan guru untuk mencapai standar kompetensi profesi atau meningkatkan kompetensinya di atas standar kompetensi profesinya yang sekaligus berimplikasi kepada perolehan angka kredit untuk kenaikan pangkat/ jabatan fungsional. Ada tiga unsur kegiatan dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan, yaitu: Pengembangan Diri, Publikasi Ilmiah, dan Karya Inovatif, (Kemendikbud, 2012: 8-13).

(4)

bidang ilmu pengetahuan. Pada kenyataannya, keterampilan penulisan karya ilmiah masih sangat langka dimiliki guru. Implikasi dari kenyataan tersebut, penulisan dan publikasi karya ilmiah di kalangan guru masih memprihatinkan. Hal ini ditandai dengan rendahnya produktivitas guru dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah. Kondisi tersebut sesuai dengan pernyataan Sugijanto, Kepala Pusat Perbukuan Depdiknas yang dikutip Hery Nugroho (2011: 4) bahwa guru yang bisa menulis tidak lebih dari 1%.

SMP Negeri Unggulan Sindang Kabupaten Indramayu, dalam 3 (tiga) tahun terakhir telah melahirkan beberapa guru sebagai pemenang pada

event kompetisi yang bersentuhan langsung dengan kemampuan penulisan karya ilmiah di tingkat nasional. Namun itu, pada kondisi lain, guru PNS yang ada di SMP Negeri Unggulan Sindang Kabupaten Indramayu yang berjumlah 33 orang, sebagian besar adalah berpangkat/golongan Pembina / IV a, dan mereka sudah lebih dari 5 (lima) tahun masa kerja di golongan itu.

Supaya guru memperoleh pengetahuan dan pemahaman serta memiliki produk berupa PTK, maka kepala sekolah perlu menggunakan model yang dapat secara efektif dan efisien guru mampu menulis publikasi ilmiah. Salah satu model yang diharapkan membantu guru menulis karya ilmiah adalah dengan Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif Dan Kreatif (MOTOR GOJEK).

B. KAJIAN TEORI

1. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Keberadaan Undang-undang Guru dan Dosen telah mencatat sejarah baru dalam dunia pendidikan, membenahi faktor kualitas guru sebagai faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Kebijakan guru sebagai profesi merupakan langkah transformatif untuk mengubah jabatan guru sebagai profesi yang dapat meningkatkan mutu guru secara sistemik dan berkelanjutan. Selain mengatur perlindungan terhadap hak-hak guru.

Mengubah wajah pendidikan yang harus dilakukan adalah mengubah mindset guru bahwa sertifikasi harus dilihat sebagai upaya

(5)

profesinya, ada dimensi yang harus dipenuhi agar profesionalismenya tetap terjaga, menjaman dan selalu meningkat sesuai dengan kebutuhan serta tuntutan yang berkembang; antara lain dengan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) adalah pengem-bangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, secara bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitas guru. Dengan demikian, guru dapat memelihara, meningkatkan, dan memperluas pengetahuan dan keterampilannya untuk melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. Pembelajaran yang berkualitas diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik. (Kemendikbud, 2012:6). Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang mencakup tiga hal, yakni: Pengembangan Diri, Publikasi Ilmiah, dan Karya Inovatif, (Kemen-dikbud, 2012: 8-13).

2. Pengembangan Profesionalisme Guru (PKB) Melalui Penuli-san Karya Ilmiah

Karya Ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis yang dilakukan oleh seseorang atau sebuah tirn yang memaparkan hasil penelitian dengan memenuhi etika dan kaidah keilmuan (Suandi, 2008:516). Jenis-jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

(6)

Keberhasilan guru melaksanakan profesinya terutama dapat dilihat dari kadar kualitas pengelolaan pembelajaran yang diciptakan. Pembelajaran merupakan inti proses pendidikan. Melalui pembelajaran yang berkualitas, dapat dihasilkan lulusan yang cerdas, adaptif, kompetitif, dan berbudi luhur. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru adalah meningkatkan aktivitas guru dalam menulis karya ilmiah. Untuk meningkatkan aktivitas guru dalam menulis karya ilmiah, perlu ada semacam gerakan untuk menulis karya ilmiah yang berkaitan dengan ikhwal kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional.

3. Implementasi Model Tutor Guru Ok, Jitu, Efektif dan Kreatif (MOTOR GOJEK)

Model diartikan sebagai suatu bentuk tiruan dari benda yang sebe-narnya. Model juga dapat dimaknai sebagai suatu contoh konseptual atau prosedural dari suatu program, sistem, atau proses yang dapat dijadikan acuan atau pedoman kreatif dalam pemenuhan kebutuhan dan telah banyak yang mengembangkannya. Model yang penulis kembangkan adalah Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif (MOTOR GOJEK). MOTOR GOJEK adalah seorang guru yang memiliki kompetensi tinggi (guru OK, OK, Jitu, Efektif dan Kreatif) yang membantu belajar guru lainnya dalam mencapai suatu harapan atau tujuan yang diinginkan. Guru OK (memiliki kompetensi yang tinggi), Jitu (tepat dan benar dalam menggunakan setiap upaya dalam menyelesaikan masalah, terutama dalam pembelajaran), Efektif (pencapaian tujuan secara tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara)dan Kreatif (kemampuan untuk memberi sesuatu gagasan baru dalam pemecahan masalah).

(7)

disampaikan.

Dasar pemikiran tentang Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif (MOTOR GOJEK) adalah guru yang memiliki kompetensi lebih (guru OK) dapat memberikan bantuan kepada guru yang masih memiliki kekurangan pada kompetensi tertentu. Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif (MOTOR GOJEK) dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Kegiatan awal dilaksanakan dengan melaksanakan in house training tentang menulis karya ilmiah untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru. GOJEK dianjurkan untuk mempelajari suatu topik; dan Pengawas Sekolah dan Kepala sekolah memberi penjelasan umum tentang topik yang akan dibahasnya.

b. Desiminasi dari Guru OK, Jitu, Efektif Dan Kreatif (GOJEK). c. Kegiatan dibagi dalam kelompok dan guru yang memiliki

kompetensi tinggi (guru OK) disebar ke setiap kelompok untuk memberikan bantuannya, sampai dengan tujuan yang diharapkan dapat berhasil.

(8)

MASALAH

¾ Motivasi guru dalam menulis yang masih rendah

¾ Kurangnya pemaha-man tentang teknik penulisan, kesulitan dalam mencari data

¾ Gagap teknologi, tidak memiliki buku referensi

¾ Kurang berfungsinya kegiatan MGMP dalam mensosiali-sasikan penulisan publikasi ilmiah

¾ Kurangnya sosialisasi dari sekolah

MOTOR GOJEK

(Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif)

¾ In-House Training

¾ Diseminasi

¾ Pendampingan dengan Drill Practice

Hasil PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Alasan guru ketika mengalami kesulitan dalam menulis PTK untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di SMP Negeri Unggulan Sindang Kabupaten Indramayu

(9)

bahwa penyebabnya adalah mereka kesulitan dalam menulis publikasi ilmiah, sebagai syarat mutlak untuk bisa naik pangkat ke golongan IV b, padahal para guru tersebut, sebagai lulusan sarjana pernah menulis skripsi, yang menurut penulis sebagai karya ilmiah dan lebih kompleks cara penulisannya.

Alasan kesulitan guru dalam menulis PTK karena : 1) motivasi guru dalam menulis yang masih rendah; 2) kurangnya pemahaman tentang teknik penulisan; 3) kesulitan dalam mencari data; 4) gagap teknologi; 5) tidak memiliki buku referensi; 6) kurang berfungsinya kegiatan MGMP dalam mensosialisasikan penulisan publikasi ilmiah, dan 7) kurangnya sosialisasi dari sekolah/lembaga.

2. Penggunaan MOTOR GOJEK (Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif ) dapat menanggulangi kesulitan guru menulis PTK untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di SMP Negeri Unggulan Sindang Kabupaten Indramayu

Pelaksanaan MOTOR GOJEK (Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif) di SMP Negeri Unggulan Sindang Kabupaten Indramayu diawali dengan kegiatan In house training tentang Penulisan Karya Ilmiah. Terdapat paling sedikit dua keuntungan atau manfaat dari in-house training, yaitu, pertama adalah murah jika dibandingkan dengan melaksanakan pelatihan yang mengundang narasumber tertentu. Kedua, in-house training dapat dilakukan secara lebih fokus dan lebih nyaman karena dilakukan di lingkungan tempat para peserta bekerja dengan contoh-contoh kasus yang langsung dapat diatasi pada saat bekerja.

In house training dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam bidang penulisan karya ilmiah sesuai dengan tugasnya agar dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya. Dalam penerapan In house training ini pada pelaksanaannya bertempat di sekolah, agar tidak mengganggu pembelajaran. Materi kegiatan In house training adalah tentang PKB bagi Guru dan Penulisan Karya Ilmiah. Nara sumber kegiatan In house training adalah dari unsur pengawas sekolah dan kepala sekolah sendiri.

(10)

yang direncanakan, diarahkan, dan dikelola. Sehingga terjadi saling tukar informasi dan akhirnya terjadi kesamaan pendapat antara tentang inovasi tersebut. Dalam kegiatan MOTOR GOJEK (Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif ) di SMP Negeri Unggulan Sindang Kabupaten Indramayu, diseminasi ini dilaksanakan oleh guru yang pernah mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan menulis karya ilmiah, khususnya dalam inovasi pembelajaran dan mendapatkan prestasi.

Kegiatan selanjutnya adalah pendampingan penulisan karya ilmiah oleh GOJEK (Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif) kepada seluruh guru dengan metode drill practices (latihan praktik). Pendampingan ini dilakukan dengan membagi beberapa guru dalam empat kelompok dengan tutor dari GOJEK. Pendampingan ini bertujuan agar guru memiliki hasil berupa karya ilmiah yang dapat dipergunakan untuk kenaikan pangkat serta kompetisi yang berkaitan dengan penulisan karya ilmiah. Dengan menggunakan check list kendali yang sudah dibuat dan bimbingan dari GOJEK, guru merencanakan serta melaksanakan penulisan karya ilmiah dengan setting kelas dan mata pelajaran yang diampuh masing-masing. Pendampingan ini dilakukan sampai dengan selesai terbuatnya karya tulis ilmiah.

Pada pelaksanaan MOTOR GOJEK (Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif ) di SMP Negeri Unggulan Sindang Kabupaten Indramayuterdapat beberapa hambatan yang dihadapi, diantaranya adalah sebagai berikut: 1) waktu pelaksanaan kegiatan cukup terbatas; 2) faktor usia guru; dan kurangnya anggaran untuk kegiatan MOTOR GOJEK (Model Tutor Guru OK, Jitu, Efektif dan Kreatif) di SMP Negeri Unggulan Sindang Kabupaten Indramayu, sehingga menjadi kendala terutama untuk pengadaan ATK.

D. SIMPULAN

(11)
(12)

DAFTAR PUSTAKA

Agung Gede, A. A.. (2011). Pengembangan Model Peningkatan Profesionalisme Guru Berkelanjutan Pasca Sertifikasi Melalui Pendekatan Pengayaan Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di Provinsi Bali. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 5 (3), 377-395 JPPP, Lembaga Penelitian Undiksha, Desember 2011.

Akhdiah, dkk. (1998). Menulis I. Jakarta: Depdikbud.

Anita Lie. (2004). Cooperative Learning. Jakarta: Grasindo.

Kemendikbud. (2012). Buku 1: Pedoman Pengelolaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Jakarta: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Pusat Pengembangan Profesi Pendidik.

Kemendikbud, (2015). Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2015 – 2019, Jakarta : Sekjen.

Mujiran, Paulus. (2002). 10 Tahun Belajar Menulis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Nurkanti, Mia, dkk. (2014). Pengembangan Model Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Dalam Upaya Pembinaan Profesionalisme Guru Berkelanjutan. Proceeding Presentasi Hasil Penelitian Hibah Program Desentralisasi, Sentralisasi dan Hibah Internal Unpas Tahun 2014.

Nazim, M. (2007). Keperluan Program Pembangunan Profesional (CPD) Terhadap Profesional Juru ukur di Malaysia. Universitas Teknologi Malaysia.

Nugroho, Hery. (2011). Cara Mudah Menjadi Guru Penulis. Semarang: Dahara Prize.

Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru

(13)

Standar Pendidikan Nasional.

Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru Dan Angka Kreditnya

Rindjin, Ketut. (2007). ”Peningkatan Profesionalisme Guru” dalam Jurnal Pendidikan dan Pengajaran (Volome 40 Edisi Khusus Mei 2007). Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.

Suandi, I. N. (2008). Gerakan Menulis Karyu Ilmiah (Sebuah Upaya peningkatan Profesionalisme Guru). Jurnal Pendidikan dan Pengajaran UNDIKSHA, Edisi Khusus TH. XXXXI Mei 2008. Sujianto, dkk. (2012). Pengembangan Profesionalitas Berkelanjutan Guru

Bersertifikat Pendidik di SMK Rumpun Teknologi. Jurnal Teknologi Dan Kejuruan, Vol. 35, NO. 1, PEBRUARI 2012.

Susanto, Arif. (2016). Pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Pada Guru SMK Teknik Otomotif di Wilayah Purworejo. Jurnal SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP) 2016, ISSN: 2503-4855

Referensi

Dokumen terkait

Kedua , Ketaatan Kristus ditunjukkan melalui tindakan pengosongan diri-Nya dimana Ia rela mengesampingkan kemuliaan dan kehormatan-Nya sebagai Allah dan mengambil rupa

Dalam kondisi tingkat bagi hasil yang diterima bank menurun lebih cepat dari bagi hasil yang diterima bank menurun lebih cepat dari bagi hasil yang diterima pada nasabah,

Uji pendahuluan aktivitas antioksidan Tujuan dilakukan uji pendahuluan ini adalah untuk mengetahui secara kualitatif aktivitas antioksidan dari fraksi etil asetat

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kadar total flavonoid dan fenolik pada daun jati putih diperoleh kadar yang tertinggi pada fraksi etil asetat (EA)

Wilayah pantai selatan Kabupaten Pamekasan sebagai calon tapak instalasi desalinasi nuklir alternatif menunjukkan litologi yang tersusun atas aluvium berumur Holosen

Kegiatan perencanaan tindakan dibuat sebelum peneliti melaksanakan tindakan di kelas dengan tujuan agar tindakan dapat dilakukan secara sistematis. Adapun kegiatan

No KOMPONEN RUMAH YANG DINILAI KRITERIA NILAI BOBOT PENILAIAN HASIL.. I KOMPONEN RUMAH

Sapi Hereford adalah sapi yang berasal dari Herefordshire, Inggris yang dikenal dengan white