DUA PANDANGAN TENTANG ILMU PENGETAHUAN

30 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

HAKIKAT ILMU PENGETAHUAN

PENGETAHUAN DAN ILMU PENGETAHUAN

PENGETAHUAN (KNOWLEDGE): APA YANG DKETAHUI. ILMU PENGETAHUAN (SCIENCE): USAHA YANG BERKAITAN

(2)

DUA PANDANGAN TENTANG ILMU

PENGETAHUAN

 PANDANGAN STATIS MENGANGGAP ILMU PENGETAHUAN SEBAGAI PRODUK DALAM BENTUKA BODY OF KNOWLEDGE

(BUKU, HASIL PENELITIAN, ARTIKEL JURNAL, DSB.)  PANDANGAN DINAMIS MENGANGGAP ILMU

PENGETAHUAN SEBAGAI KEGIATAN, CARA KERJA, ATAU PROSEDUR KERJA SEPERTI YANG DIPERLIHATKAN OLEH PARA ILMUWAN (AL. TELITI, KRITIS, OBYEKTIF, CERMAT, TIDAK GEGABAH, DSB.).

PANDANGAN DINAMIS INI MERUPAKAN ASPEK HEURISTIK ILMU PENGETAHUAN YANG BERFUNGSI UNTUK

MENENTUKAN, ATAU MENYATAKAN.

FUNGSI ILMU PENGETAHUAN

MEMPERBAIKI SESUATU, MEMBUAT KEMAJUAN

(ASPEK PRAKTIS), BELAKANGAN DIKENAL

SEBAGAI TEKNOLOGI

MEMBANGUN HUKUM-HUKUM MENGENAI

(3)

TUJUAN ILMU PENGETAHUAN

TUJUAN POKOK ILMU PENGETAHUAN ADALAH MEMBANGUN TEORI.

 TEORI ADALAH SEPERANGKAT KONSEP-KONSEP DAN PRINSIP-PRINSIP YANG MELUKISKAN, MENJELASKAN, DAN

MEMPREDIKSIKAN PHENOMENA (McCOWEN & ROOP, 1992, HLM 5).

 TEORI ADALAH SEPERANGKAT KONSTRUK (KONSEP), DEFINISI, DAN PROPOSISI YANG SALING BERHUBUNGAN YANG

MEMBERIKAN PANDANGAN SISTEMATIK PHENOMENA DENGAN CARA MENSPESIFIKASIKAN PHENOMENA TSB. (KERLINGER, 1973, HLM. 9)

BEBERAPA JENIS TEORI

 TEORI INTUITIF, BERDASARKAN PENGALAMAN  TEORI FORMAL (ILMIAH), BERDASARKAN

PENELITIAN (EKSPERIMEN)

 TEORI KECIL (SMALL THEORY) DENGAN APLIKASI

TERBATAS

(4)

PERAN PENELITIAN DALAM

PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

PENELITIAN ILMIAH ADALAH PENYELIDIKAN YANG SISTEMATIK, TERKONTROL, EMPIRIK DAN KRITIS

TERHADAP PROPOSISI-PROPOSISI HIPOTETIK MENGENAI HUBUNGAN YANG DIPERKIRAKAN ADA ANTARA

PHENOMENA ALAMIAH.

DUA CIRI POKOK PENELITIAN ILMIAH ADALAH:

(1) SISTEMATIK DAN TERKENDALI

(5)

PERAN PENELITIAN DALAM

PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

PENELITIAN MERUPAKAN SARANA UTAMA DALAM PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

APA PENELITIAN (RESEARCH) ITU?

1.A WAY OF DEALING WITH IDEAS.

IDEASMENCAKUP: KONSEP, KONSTRUK, DEFINISI,

PROPOSISI ATAU PERNYATAAN TENTANG RELASI ANTARA KONSEP-KONSEP

2. UPAYA SISTEMATIK UNTUK MEMPEROLEH JAWABAN TERHADAP PERTANYAAN.

JAWABAN TERSEBUT BISA BERSIFAT

(6)

MASALAH PENELITIAN

MASALAH PENELITIAN:

 SUATU PERTANYAN YANG MENYATAKAN SUATU SITUASI YANG MEMERLUKAN PEMBAHASAN, PENYELIDIKAN, ATAU PEMECAHAN

 SUATU PERTANYAAN YANG MENANYAKAN

BAGAIMANA VARIABEL BERHUBUNGAN

JENIS-JENIS MASALAH

 BUKAN MASALAH ILMIAH (NON-SCIENTIFIC PROBLEM)

-MASALAH REKAYASA (ENGINEERING)

Bagaimana kita dapat melakukan integrasi antara PRI dan NON-PRI -MASALAH NILAI (VALUE)

Bagaimana kita dapat mengajar sebaik-baiknya? -MASALAH KABUR (VAGUE)

Kerukunan rasial tergantung pada saling pengertian

(7)

HIPOTESIS

SUATU PERNYATAAN YANG BERBENTUK DUGAAN

TENTANG HUBUNGAN ANTARA DUA VARIABEL

ATAU LEBIH.

HIPOTESIS SELALU DINYATAKAN DALAM

KALIMAT DEKLARATIF YANG MENYATAKAN

SECARA UMUM ATAU SPESIFIK HUBUNGAN

ANTARA VARIABEL DAN VARIABEL.

DUA KRITERIA HIPOTESIS ATAU RUMUSAN

HIPOTESIS YANG BAIK

 MENYATAKAN HUBUNGAN ANTARA VARIABEL DAN

VARIABEL

 MEMILIKI IMPLIKASI BAHWA PERNYATAAN TERSEBUT

(8)

CONTOH HIPOTESIS:

BELAJAR BERKELOMPOK MENINGKATKAN

PEROLEHAN ANGKA KEMAJUAN BELAJAR

(RELATIF MUDAH DIUJI).

PELATIHAN FUNGSI MENTAL TIDAK ADA

PENGARUHNYA TERHADAP BELAJAR FUNGSI

MENTAL TERSEBUT DI MASA YANG AKAN DATANG

(SULIT DIUJI SECARA EMPIRIK).

PENTINGNYA MASALAH DAN HIPOTESIS

MERUPAKAN ALAT KERJA TEORI. HIPOTESIS

DAPAT DITURUNKAN DARI TEORI ATAU

HIPOTESIS LAIN.

DAPAT DIUJI ATAU DIPERLIHATKAN BENAR ATAU

SALAH SECARA EMPIRIK.

(9)

MANFAAT (

VIRTUES

) MASALAH DAN HIPOTESIS

 MENGARAHKAN PENYELIDIKAN (INVESTIGATION)  MEMUNGKINKAN PENELITI MENURUNKAN

MANIFESTASI EMPIRIK KHUSUS YANG DISIRATKAN OLEH MASALAH DAN HIPOTESIS

PERBEDAAN ANTARA MASALAH DAN HIPOTESIS

MASALAH LEBIH BERSIFAT UMUM/LUAS DAN

HIPOTESIS LEBIH BERSIFAT KHUSUS/SEMPIT.

MASALAH TIDAK BISA SECARA LANGSUNG DIUJI

TANPA DIRUMUSKAN LEBIH DAHULU MENJADI

HIPOTESIS.

MASALAH ADALAH PERTANYAAN DAN HIPOTESIS

(10)

CONTOH MASALAH

 APAKAH IBU-IBU DARI KELAS SOSIAL YANG BERBEDA MENGGUNAKAN CARA MENDIDK YANG BERBEDA?

 APAKAH ADA PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF YANG BERBEDA TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU?

MASALAH HIPOTESIS

 APAKAH KECEMASAN MEMPENGARUHI KEMAJUAN BELAJAR?

 APAKAH KONDISI LINGKUNGAN YANG

(11)

PERINGATAN

MASALAH PENELITIAN BUKAN MERUPAKAN

PERTANYAAN MORAL ATAU ETIKA.

APAKAH MEMBERI HUKUMAN BERAKIBAT BURUK

BAGI ANAK?

APAKAH PIMPINAN SUATU ORGANISASI HARUS

BERSIFAT DEMOKRATIS?

CIRI MASALAH ILMIAH

1. MERUPAKAN SUATU PERTANYAAN, DINYATAKAN DALAM KALIMAT TANYA.

2. MENANYAKAN HUBUNGAN ANTARA PHENOMENA ATAU VARIABEL.

(12)

HYPOTHESIS

HYPOTHESIS IS A CONJECTURAL STATEMENT OF THE

RELATIONS BETWEEN TWO OR MORE VARIABLES.

HYPOTHESIS IS A DECLARATIVE SENTENCE, IT RELATES IN SOME WAY VARIABLE(S) TO VARIABLE(S).

MASALAH PENELITIAN DAN HYPOTHESIS PENELITIAN

MEMILIKI SUATU PERSAMAAN. KEDUANYA

MENUNJUKKAN HUBUNGAN ANTARA VARIABEL

DENGAN VARIABEL.

(13)

BEBERAPA CONTOH HYPOTHESIS

1. MAKIN BESAR KEKOMPAKAN SUATU KELOMPOK,

MAKIN BESAR PENGARUHNYA TERHADAP ANGGOTA-ANGGOTANYA (SCHACHTER, ELLERSTON, McBRIDE DAN GREGORY, 1951).

2. MEMPELAJARI BAHAN BARU MENGGANGGU

(INTERFERES) INGATAN TERHADAP MATERI LAMA YANG TELAH DIPELAJARI (LANDSAY DAN NORMAN, 1977).

3. EARLY DEPRIVATION PREDUCES LATER MENTAL DEFICIT

(BENNETT, DIAMOND, KRECH, DAN ROZENZWEIG, 1964).

KONSEP, KONSTRUK, VARIABEL, DAN DEFINISI

KONSEP

KONSEP ADALAH SEKEDAR LABEL NAMA ATAU KATA. KARENA ITU KONSEP TIDAK BISA DIKATAKAN BENAR ATAU SALAH. KONSEP HANYA BISA DIKATAKAN

DIDEFINISKAN DENGAN BAIK ATAU TIDAK, BERMAKNA ATAU TIDAK, BAIK ATAU BURUK, TETAPI TIDAK BISA DIKATAKAN BENAR ATAU SALAH.

HANYA PERNYATAAN YANG BISA DIKATAKAN BENAR ATAU SALAH, KARENA HANYA PERNYATAAN YANG

(14)

DEFINISI KONSEP

SUATU KONSEP ADALAH KATA BENDA YANG MENYATAKAN SATU KELOMPOK OBJEK: KURSI, ANJING, KECERDASAN, KEMAMPUAN VERBAL, DAN SEBAGAINYA.

KONSEP DAPAT DIBENTUK MELALUI TIGA CARA

MENGAMATI CIRI-CIRI UMUM: PEMERINTAHAN,

SERIKAT BURUH, ORGANISASI PERUSAHAAN

BESAR BIROKRASI.

MENGGABUNGKAN KONSEP-KONSEP LAMA.

AKSELERASI = PERUBAHAN VELOCITY : WAKTU

DENSITY = BERAT : VOLUME

MOMENTUM = MASSA X VELOCITY

MENYIMPULKAN DARI KEADAAN YANG

(15)

KONSEP DAN KONSTRUK

KONSEP ADALAH ABSTRAKSI YANG DIBENTUK MELALUI GENERALISASI HAL-HAL KHUSUS (PARTICULARS).

CONTOH: BERAT, MASSA, ENERGI, DSB.

KONSTRUK ADALAH KONSEP YANG SECARA SENGAJA DAN SECARA SADAR DICIPTAKAN DAN DIPAKAI UNTUK KEPENTINGAN ILMIAH TERTENTU.

VARIABEL

 SIFAT YANG MEMILIKI NILAI YANG BERBEDA

 SESUATU YANG BERVARIASI

 SUATU LAMBANG YANG DIBERI NILAI ANGKA

(16)

JENIS-JENIS VARIABEL

 VARIABEL BEBAS DAN TERIKAT

 VARIABEL AKTIF DAN VARIABEL ATRIBUTIF (PASIF)  VARIABEL KONTENYU DAN VARIABEL KATEGORIKAL

VARIABEL

A VARIABEL IS

 A CONSTRUCT, A CONCEPT WITH SPECIFIED CONTRUCTED MEANING GIVEN IT TO RESEARCHER (KERLINGER, 1979, HLM. 22)

 SOMETHING THAT VARIES, THAT HAS DIFFERENT VALUES

 A SYMBOL TO WHICH NUMERALS ARE ASSIGNED (Xi, Yi, Zi) Xi = TINGGI BADAN, X1= 155, X2= 165, X3= 172, …, Xn = 160

i = 1…n

(17)

VARIABEL BEBAS

VARIABEL MODERATOR

VARIABEL KONTROL

VARIABEL INTERVENING

VARIABEL TERIKAT

VARIABEL BEBAS: VARIABEL STIMULUS (INPUT)

VARIABEL MODERATOR: VARIABEL BEBAS KEDUA, DIPELAJARI UNTUK MENGETAHUI APAKAH

MEMPENGARUHI HUBUNGAN ANTARA VARIABEL BEBAS DAN VARIABEL TERIKAT.

(18)

VARIABEL INTERVENING: KALAU VARIABEL BEBAS,

MODERATOR, DAN KONTROL BERSIFAT KONKRET,

VARIABEL INTERVENING BERSIFAT HIPOTESIS.

SECARA TEORETIK VARIABEL INI MEMPENGARUHI

VARIABEL TERIKAT, AKAN TETAPI PENGARUHNYA

TIDAK DAPAT DILIHAT, DIUKUR DAN

DIMANIPULASIKAN. PENGARUHNYA HARUS

DISIMPULKAN DARI PENGARUH VARIABEL BEBAS

DAN VARIABEL MODERATOR TERHADAP VARIABEL

TERIKAT

CONTOH:

HIPOTESIS 1.

SISWA YANG DIHAMBAT UNTUK MENCAPAI

TUJUANNYA AKAN LEBIH AGRESIF DARIPADA

SISWA YANG TIDAK DIHAMBAT.

VARIABEL BEBAS: HAMBATAN MENCAPAI TUJUAN

VARIABEL INTERVENING: FRUSTASI

(19)

JENIS-JENIS VARIABEL

1.

BERDASAR SIFAT PENGUKURAN

VARIABEL KATEGORIKAL: JENIS KELAMIN,

AGAMA, RAS

VARIABEL HASIL PENGUKURAN: TINGGI

BADAN, BERAT BADAN, KECERDASAN, PRESTASI

BELAJAR

2. BERDASAR FUNGSI

 VARIABEL BEBAS

 VARIABEL MODERATOR

 VARIABEL KONTROL

 VARIABEL INTERVENING

(20)

3. BERDASAR KEMUNGKINAN MANIPULASI

 VARIABEL AKTIF: METODE MENGAJAR, DOSIS OBAT,

JENIS PUPUK (BIBIT)

 VARIABEL PASIF (ATRIBUTIF): JENIS KELAMIN, KECERDASAN, STATUS SOSIAL EKONOMI

4. BERDASAR BIDANG STUDI

VARIABEL PENDIDIKAN: STRATEGI

PEMBELAJARAN, METODE MENGAJAR, HASIL

BELAJAR

VARIABEL PSIKOLOGI: KECEMASAN, MOTIVASI,

KECERDASAN

VARIABEL SOSIOLOGI: STATUS SOSIAL,

PENGGANGGURAN, KEJAHATAN

(21)

HIPOTESIS:

PADA SISWA-SISWA DENGAN USIA DAN TINGKAT KECERDASAN YANG SAMA, UNJUK KERJA

KETERAMPILAN BERHUBUNGAN DENGAN BANYAKNYA LATIHAN YANG DILAKUKAN, HUBUNGAN TERSEBUT CUKUP KUAT PADA

KELOMPOK ANAK LAKI-LAKI DAN BERLAKU JUGA PADA ANAK PEREMPUAN MESKIPUN KURANG KUAT.

IDENTIFIKASIKAN VARIABEL-VARIABEL DALAM

HIPOTESIS INI BERDASARKAN FUNGSINYA!

 VARIABEL BEBAS =

 VARIABEL MODERATOR =

 VARIABEL KONTROL =

(22)

KOMPONEN-KOMPONEN PROPOSAL PENELITIAN

AKADEMIK:  JUDUL

 LATAR BELAKANG MASALAH

 RUMUSAN

MASALAH/HIPOTESIS/ TUJUAN PENELITIAN  TINJAUAN PUSATAKA  METODOLOGI

ADMINISTRATIF:  PENGESAHAN  JADWAL KEGIATAN

PENELITIAN

 RENCANA PEMBIAYAAN  ORGANISASI PERSONALIA  RIWAYAT HIDUP

JUDUL PENELITIAN MENGUNGKAPKAN

 VARIABEL-VARIABEL POKOK PENELITIAN

 JENIS HUBUNGAN ANTARA VARIABEL-VARIABEL TERSEBUT

 POPULASI TEMPAT MENGGENERALISASIKAN HASIL

PENELITIAN

(23)

LATAR BELAKANG MASALAH

 MENUNJUKKAN BAGAIMANA PENELITIAN YANG

AKAN DILAKUKAN DAPAT MEMPERHALUS,

MEMPERBAIKI, ATAU MEMPERLUAS PENGETAHUAN YANG SUDAH ADA.

 MENUNJUKKAN PENTINGNYA PENELITIAN BAGI KEHIDUPAN NYATA ATAU BAGI ILMU PENGETAHUAN.

RUMUSAN MASALAH, HIPOTESIS, TUJUAN

RUMUSAN MASALAH

 DINYATAKAN DALAM BENTUK PERTANYAAN

 MENYATAKAN HUBUNGAN ANTARA VARIABEL DAN VARIABEL

HIPOTESIS

 DINYATAKAN DALAM BENTUK PERNYATAAN

 MENYATAKAN HUBUNGAN ANTARA VARIABEL DAN VARIABEL

 BERSIFAT PREDIKTIF

TUJUAN PENELITIAN

(24)

TINJAUAN PUSTAKA

 MENGURAIKAN KERANGKA TEORETIK MASALAH

PENELITIAN

 MEMBERIKAN DOKUMENTASI SELENGKAP MUNGKIN TENTANG MASALAH PENELITIAN

 URAIAN BERSIFAT INTEGRATIF, BUKAN LEPAS-LEPAS

METODOLOGI

 POPULASI SASARAN DAN PENARIKAN SAMPEL

 RANCANGAN PENELITIAN

 BAHAN PERANGSANG

(25)

KAJIAN PUSTAKA

DUA KEGIATAN YANG MIRIP:

1. READING PROGRAM

MENENTUKAN TOPIK PENELITIAN

MEMPEROLEH PENGETAHUAN UMUM DAN WAWASAN UNTUK MENGENAL MASALAH DALAM BIDANG STUDI

BIASANYA MEMAKAI SUMBER SEKUNDER

2. MENGKAJI KEPUSTAKAAN

MENCAKUP MENCARI, MEMBACA DAN MENILAI LAPORAN-LAPORAN PENELITIAN, LAPORAN-LAPORAN OBSERVASI, DAN PENDAPAT-PENDAPAT YANG BERKAITAN DENGAN PROYEK PENELITIAN YANG DIRENCANAKAN. TUJUANNYA ADALAH MEMPEROLEH

PENGETAHUAN YANG MENDALAM TENTANG TOPIK YANG SEDANG DIPELAJARI.

KAJIAN PUSTAKA SEDAPAT-DAPATNYA DIDASARKAN PADA SUMBER PRIMER DAN SUMBER SEKUNDER

SUMBER PRIMER, ADALAH DESKRIPSI LANGSUNG

TENTANG SUATU KEJADIAN OLEH INDIVIDU YANG

MENGAMATI ATAU MENYAKSIKAN KEJADIAN

TERSEBUT.

(26)

PENTINGNYA KAJIAN PUSTAKA

 MEMBERIKAN PEMAHAMAN TENTANG SESUATU YANG TELAH DIKERJAKAN ORANG SEBELUMNYA.

 MERUPAKAN ALAT UNTUK SAMPAI PADA BATAS (PRONTIER) PENGETAHUAN DALAM SUATU BIDANG TERTENTU.

KALAU ANDA BELUM MENGETAHUI APA YANG TELAH DIKERJAKAN ORANG DAN APA YANG MASIH HARUS DIKERJAKAN DALAM SUATU BIDANG TERTENTU, MAKA ANDA TIDAK DAPAT MELAKUKAN PROYEK PENELITIAN YANG DAPAT MEMBERIKAN SUMBANGAN DALAM BIDANG TERTENTU.

BILA ANDA GAGAL MEMBANGUN PENGETAHUAN MELALUI KAJIAN PUSTAKA INI, MAKA KARYA ANDA MUNGKIN AKAN SANGAT DANGKAL DAN KEKANAK-KANAKAN (NAÏVE).

TUJUAN KAJIAN PUSTAKA

 MEMBATASI MASALAH PENELITIAN

 MENCARI PENDEKATAN BARU

 MENGHINDARI PENDEKATAN YANG STERIL

 MENCARI WAWASAN TENTANG METODE

(27)

MELAKUKAN KAJIAN PUSTAKA

LANGKAH 1: MEMBUAT DAFTAR KATA KUNCI

LANGKAH 2: MENCEK SUMBER PENDAHULUAN

 EDUCATION INDEX

 PSYKOLOGICAL ABSTRACT

 ERIC (EDUCATIONAL RESOURCES INFORMATION CENTER)

 CIJE (CURRENT INDEX TO JOURNAL IN EDUCATION)

 MENTAL MEASUREMENT YEAR BOOK (O.K. BUROS)

 DISSERTATION ABSTRACTS INTERNATIONAL

LANGKAH 3: MEMBACA & MENCATAT REFERENSI YG DIPILIH

 KARTU BIBLIOGRAPHY

 MENGGUNAAN PERPUSTAKAAN

 MEMBUAT CATATAN TENTANG ARTIKEL PENELITIAN DAN ARTIKEL OPINI

 KUTIPAN

CARA MENULIS SUMBER KEPUSTAKAAN

BUKU: APA?

Krathwohl, D.R. (1965).How to prepare a research proposal, New York: Syracuse University Bookstore, Syracuse.

Hair, J.F., Black, W.C., Babin, B.J., Anderson, R.E. 2010.Multivariate data analysis a global perspective (7thed).Upper Saddle River: Pearson Education Inc.

Kozeny, J. and L.Tisanska (2009). Relation between cognitive style of students in the sixth year of medical studies and their

achievement in United States Medical Licensing Examination.

Ceskoslovenska Psychologie, 53(5): 421-427.

(28)

PENARIKAN SAMPEL

JARANG SUATU PENELITIAN MEMPELAJARI SELURUH ANGGOTA POPULASI. BIASANYA SUATU PENELITIAN HANYA MENELITI SEBAGIAN DARI POPULASI YANG DINAMAKAN SAMPEL. NAMUN DEMIKIAN, HASIL

PENELITIAN TERSEBUT HARUS MENCERMINKAN KEADAN POPULASI. KARENA ITU, SAMPEL YANG DITARIK HARUS BERSIFAT REPRESENTATIF.

SAMPEL ADALAH BAGIAN DARI POPULASI DIMANA HASIL PENELITIAN HARUS BERLAKU (DAPAT

DIGENERALISASIKAN) PADA SELURUH SAMPEL.

ADA DUA BENTUK PENARIKAN SAMPEL

1. PENARIKAN SAMPEL YANG BERSIFAT PROBABILISTIK (PROBABILITY SAMPLING), DIMANA SETIAP ANGGOTA POPULASI MEMILIKI PELUANG BUKAN NOL (> NOL) UNTUK DITARIK SEBAGAI ANGGOTA SAMPEL.PROBABILITY SAMPLINGMENGGUNAKAN CARA PENARIKAN YANG BERSIFAT ACAK.

2. NONPROBABILITY SAMPLINGADALAH PENARIKAN ANGGOTA SAMPEL YANG TIDAK MENGGUNAKAN CARA ACAK (RANDOM).

(29)

JENIS-JENIS PENARIKAN SAMPEL PROBABILISTIK

1. SAMPEL RAMBANG SEDERHANA; SETIAP ANGGOTA POPULASI MEMILIKI PELUANG YANG SAMA UNTUK DITARIK.

2. SAMPEL RAMBANG BERSTRATA; SEBELUM

MELAKUKAN PENARIKAN SECARA ACAK, POPULASI LEBIH DAHULU DIPILAH KE DALAM BEBERAPA STRATA. SETELAH ITU BARU DILAKUKAN PENARIKAN SECARA ACAK DARI SETIAP STRATANYA.

ADA TIGA PENGALOKASIAN UNTUK SETIAP STRATA:  SAMA BESAR

 PROPORSIONAL

 OPTIMUM

JENIS-JENIS PENARIKAN SAMPEL PROBABILISTIK

(LANJUTAN)

3. SAMPEL CLUSTER; PADA SAMPEL INI PENARIKAN SECARA RAMBANG DILAKUKAN PADA CLUSTER (KELOMPOK), BUKAN PADA INDIVIDU. SEMUA

ANGGOTA CLUSTER YANG DIPILIH MENJADI ANGGOTA SAMPEL.

4. SAMPLING MELALUI UNIT PERANTARA; TEKNIK INI JUGA DINAMAKANMULTI-STAGE SAMPLING, DIMANA PENARIKAN SAMPEL DILAKUKAN SECARA

(30)

JENIS-JENIS PENARIKAN SAMPEL

NON-PROBABILISTIK

1.

PENARIKAN SAMPEL PURPOSIF (JUDGMENTAL

ATAU

PURPOSEFUL). DALAM SAMPEL JENIS INI

PENARIKAN DIDASARKAN PADA KRITERIA

YANG TELAH DITETAPKAN LEBIH DAHULU.

2.

PENARIKAN SAMPEL KOMPREHENSIF. SETIAP

UNIT DIMASUKKAN SEBAGAI ANGGOTA

SAMPEL. DILAKUKAN BILAMANA JUMLAH

UNIT KECIL. SERING DINAMAKAN SAMPEL

TOTAL.

PROSEDUR PENARIKAN SAMPEL SECARA ACAK

:

 DENGAN MENGUNAKAN LOTRE

 DENGAN MENGGUNAKAN BILANGAN ATAU TABEL BILANGAN ACAK

KRITERIA DALAM MENENTUKAN RANCANGAN (DESAIN) SAMPEL YANG BAIK

 TUJUAN

 KEMUNGKINAN DAPAT DIUKUR

 KEPRAKTISAN

 BIAYA (ECONOMY)

PERTIMBANGAN DALAM MENENTUKAN BESARNYA SAMPEL

 HOMOGINITAS UNIT (ANGGOTA)

 KETERSEDIAAN SUMBER (WAKTU, BIAYA, PERSONIL, FASILITAS)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...