HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI POLIO DENGAN KEPATUHAN IBU MELAKSANAKAN IMUNISASI POLIO PADA BAYI DI DESA KRAGAN GONDANGREJO KARANGANNYAR.

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI POLIO DENGAN KEPATUHAN IBU MELAKSANAKAN IMUNISASI POLIO PADA BAYI DI DESA

KRAGAN GONDANGREJO KARANGANNYAR. Diyah Ayu Sartika

Tria Puspita Sari*)

*) Program Studi D III Kebidanan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Korespondensi :phoenix_here60@yahoo.com

ABSTRAK

Program imunisasi di Indonesia memiliki tujuan untuk menurunkan angka kejadian penyakit dan angka kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Cakupan imunisasi polio di Desa Kragan tahun 2010 Polio 1 (62,3%), Polio 2 (62,3%), Polio 3 (62,3%), Polio 4 (67,2%). Dilihat dari cakupan tahun 2010 imunisasi polio adalah yang paling rendah dari imunisasi lainya. Pada tahun 2012 Polio 1 (96,8%), Polio2 (86,2%), Polio 3 (87,9%), Polio 4 (86,2%). Dilihat dari perbandingan cakupan imunisasi polio pada tahun 2010 dan 2012 mengalami peningkatan khususnya pada imunisasi polio. Dari latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian apakah ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan ibu melaksanakan imunisasi polio.

Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan kepatuhan ibu melaksanakan imunisasi polio pada bayi di Desa Kragan Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar.

Penelitian survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional.Penelitian dilakukan di Desa Kragan, Gondangrejo, Karangannyar pada tanggal 22 April - 25 Mei 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi umur 0-6 bulan sebanyak 136 orang. Jumlah sampel sebanyak 34 orang dengan tekhnik quota sampling. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini dengan mengggunakan kuesioner. Uji statistik dengan menggunakan rumusChi-Square.

Hasil penelitian didapatkan pengetahuan tinggi sebanyak 17 orang (50%) dan terendah 5 orang (15%). Sedangkan ibu yang patuh dalam melaksanakan imunusasi polio sebanyak 29 orang (85%) dan yang tidak patuh ada 5 orang (15%). Dari uji statistik dengan menggunakan rumusChi-Squaredihasilkan nilai x2hitung11.146x

2

tabel5,991 ataupvalue0.004< 0.05.

Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan kepatuhan melaksanakan imunisasi polio.

Kata kunci: Pengetahuan, Imunisasi, Imunisasi Polio, Kepatuhan

PENDAHULUAN

(2)

dicegah. Pentingnya pemberian imunisasi dapat dilihat dari banyaknya balita yang meninggal akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD31) (Dewi, 2011:129).

World Health Organization (WHO), program imunisasi di Indonesia memiliki tujuan untuk menurunkan angka kejadian penyakit dan angka kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pada tahun 2010 Secara spesifik program imunisasi di Indonesia memiliki target cakupan imunisasi lengkap minimal 80% secara merata pada bayi di seluruh desa atau kelurahan (Achmadi, 2006:130).

Desa atau Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) adalah desa atau kelurahan dimana 80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap pada satu kurun waktu tertentu. Imunisasi dasar adalah imunisasi dasar lengkap pada bayi meliputi: 1 dosis BCG, 3 dosis DPT, 4 dosis Polio, 4 dosis Hepatitis B, 1 dosis DPT dan atau DPT/HB, 1 dosis Campak (Ali, 2009).

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Karanganyar sampai bulan Februari 2013, kabupaten memiliki target cakupan imunisasi HBO (96,1%), BCG (95,2%), Polio 1 (95%), Polio 2 (90,3%), Polio 3 (90,7%), Polio 4 (91,2%), DPT 1 (90,2%), DPT 2 (90,6%), DPT 3 (89,9%), Campak (90,2%) (Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, 2012).

Kecamatan Gondangrejo merupakan salah satu dari 17 kecamatan di Kabupaten Karanganyar yang memiliki cakupan imunisasi sampai bulan Februari 2012 cakupan untuk HBO (94,1%), BCG (96,9%), Polio 1 (95,7%), Polio 2 (88,9%), Polio 3 (88,3%), Polio 4 (89,6%), DPT 1 (90%), DPT 2 (88,1%), DPT 3 (86,1%), Campak (84,3%) (Puskesmas Gondangrejo, 2012).

(3)

BCG (86,9%), Polio 1 (62,3%), Polio 2 (62,3%), Polio 3 (62,3%), Polio 4 (67,2%), DPT 1 (93,4%), DPT 2 (85,2%), DPT 3 (90,2%), Campak (100%) (Puskesmas Kragan, 2010). Dilihat dari hasil data yang diperoleh Di Puskesmas Kragan pada Tahun 2010 cakupan imunisasi polio masih rendah dan belum mencapai target yang diinginkan. Sedangkan data cakupan imunisasi secara kumulatif dari Puskesmas Kragan sampai bulan Desember 2012 antara lain: HBO (92,9%), BCG (87,6%), Polio 1 (96,8%), Polio2 (86,2%), Polio 3 (87,9%), Polio 4 (86,2%), DPT 1 (100%), DPT 2 (98,6%), DPT 3 (82,8%), Campak (96,8%) (Puskesmas Kragan, 2012).

METODE PENELITIAN

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Kragan, Gondangrejo, Karangannyar pada tanggal 22 April - 25 Mei 2013. Populasi adalah ibu yang memiliki bayi umur 0-6 bulan dari bulan Januari - Februari 2013 sebanyak 136 ibu.

Sampel diambil sebesar 25% dari populasi yaitu 34 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah quota sampling. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan statistik non parametris teknik analisa bivariate dengan menggunakan uji Chi square(x2).

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Tingkat Pengetahuan Ibu

(4)

Tabel 1

Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Di Desa Kragan Tahun 2013 No Pengetahuan Jumlah Presentase (%)

1 rendah 5 15%

2 sedang 12 35%

3 tinggi 17 50%

total 34 100%

Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa dari 34 responden, jumlah responden mempunyai pengetahuan rendah sebanyak 5 responden (15%) , pengetahuan sedang sebanyak 12 responden (35%) dan yang paling banyak adalah 17 responden (50%) dengan pengetahuan tinggi.

Ibu yang memiliki pendidikan tinggi akan mudah menyerap informasi – informasi dari petugas kesehatan. Demikian sebaliknya ibu yang berpendidikan rendah akan lebih sulit menyerap informasi-informasi yang diberikan petugas kesehatan. Tingkat pendidikan formal ibu akan mempengarui sikap dan tindakan dalam memelihara anak. Ibu yang pendidikanya rendah biasanya memiliki pengalaman lebih sedikit dan kurang mengetahui tentang memelihara anak yang baik, dalam hal ini termasuk juga imunisasi.

Menurut Ahmadi (dalam Mariyam,2010) pendidikan mempengaruhi proses belajar, semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin mudah orang tersebut untuk menerima informasi baik dari orang lain maupun media masa, sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, makin tinggi pengetahuannya tentang kesehatan terutama dalam praktek kepatuhan melaksanakan imunisasi pada bayi.

2. Perilaku Kepatuhan Responden Terhadap Pelaksanaan Imunisasi Polio

(5)

Tabel 2

Distribusi Responden Berdasarkan kepatuhan imunisasi polio Tahun 2013

No Kepatuhan Jumlah Presentase (%)

1 tidak patuh 5 15%

2 patuh 29 85%

total 34 100%

Berdasarkan tabel 2 diatas dari 34 responden, didapatkan 29 responden (85%) patuh dalam melaksanakan imunisasi polio sesuai jadwal yang ditentukan, sedangkan 5 responden (15%) tidak patuh dalam melaksanakan imunisasi polio sesuai jadwal yang ditentukan. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar ibu mempunyai kepatuhan yang tinggi dalam melaksanakan imunisasi polio pada bayi. Hal tersebut dapat dilihat juga dari buku KIA dimana ibu selalu mengimunisasikan bayinya sesuai dengan jadwal imunisasi yang telah ditentukan.

Menurut Depkes (2000, dalam Avid) tanggung jawab keluarga terutama para ibu terhadap imunisasi bayi atau balita sangat memegang peranan penting sehingga akan diperoleh suatu manfaat terhadap keberhasilan imunisasi serta peningkatan kesehatan anak. Dengan semakin tingginya pengetahuan ibu maka akan mempengarui perilaku ibu untuk patuh mengimunisasikan anaknya.

Kepatuhan ibu melaksanakan imunisasi polio adalah suatu perilaku, sedangkan Perilaku seseorang atau masyarakat tentang kesehatan ditentukan oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi dan sebagainya. Selain itu, ketersediaan fasilitas, sikap dan perilaku kesehatan juga mendukung dan memperkuat terbentuknya perilaku (Notoatmodjo, 2003: 13-14). Sehingga dalam hal ini tingginya tingkat kepatuhan melaksanakan imunisasi polio pada bayi di Desa Kragan sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan tentang imunisasi yang baik.

3. Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Dengan Kepatuhan Ibu Melaksanakan

(6)

Tabel 3

Cross TabulationTingkat Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Polio Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Melaksanakan Imunisasi Polio pada bayinya

Dari tabel 3 tersebut dapat diketahui bahwa responden yang paling banyak adalah responden yang patuh melaksanakan imunisasi polio dengan tingkat pengetahuan tinggi yaitu 17 responden (50%), sedangkan responden yang tidak patuh dalam melaksanakan imunisasi polio yang paling banyak adalah dengan tingkat pengetahuan rendah ada 3 responden ( 8,8%). Dapat dilihat bahwa pengetahuan sangat berpengaruh pada kepatuhan ibu melaksanakan imunisasi polio.

Menurut Nursalam dalam Fitri (2008) bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Responden yang berpendidikan tinggi akan mudah menyerap informasi, sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki lebih tinggi namun sebaliknya orang tua yang berpendidikan rendah akan mengalami hambatan dalam menyerap informasi sehingga ilmu yang dimiliki juga lebih rendah yang berdampak pada kehidupannya.

(7)

disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan kepatuhan ibu melaksanakan imunisasi polio.

Pengetahuan responden tentang imunisasi polio akan membentuk sikap positif terhadap kepatuhan melaksanakan imunisasi polio. Dari pengalaman dan penelitian ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo, 2003: 121).

Menurut Becker dalam Avid (2008) mengatakan bahwa pengetahuan individu tentang penyakit dan pencegahannya akan mempengaruhi motivasi individu untuk berperilaku sehat dan mempengaruhi persepsinya tentang kegawatan penyakit dan keuntungan dari perilaku tersebut. Dan dapat dilihat pula bahwa pengetahuan sangat berperan terhadap perilaku seseorang , pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behavior) Notoatmodjo (2003: 121).

Hubungan individu dengan lingkungan sosial saling mempengaruhi dalam interaksi perilaku kesehatan. Salah satu penyebab dari interaksi tersebut adalah kebiaasan tiap-tiap keluarga terhadap masalah kesehatan. Jika anak sebelumnya mendapat imunisasi dan ibu merasakan manfaatnya sangat besar terhadap kesehatan anak, maka anak selanjutnya akan diimunisasi pula.

SIMPULAN

(8)

2. Tingkat kepatuhanibu dalam melaksanakan imunisasi polio di Desa Kragan Gondangrejo Karanganyar sebagian besar dengan tingkat kepatuhan tinggi yaitu sebanyak 29 responden (85%) patuh untuk melakukan imunisasi polio dan 5 responden (15%) tidak patuh untuk melaksanakan imunisasi polio.

3. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan kepatuhan dalam melaksanakan imunisasi polio pada bayinya di Desa Kragan Gondangrejo Karanganyar yang ditunjukkan dalam uji statistik dengan menggunakan

ujichi-square, di mana nilai x2hitung11.146x2tabel5,991 atauPvalue0.004 < 0.05.

DAFTAR PUSTAKA

Achmadi, U.F. 2006. Imunisasi Mengapa Perlu?. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Albery, Ian. P Dan Munafo, Marcus. 2011.Psikologi Kesehatan. Yogyakarta: PALMALL. Ali, Arsad Rahim. 2009. Definisi Dan Konsep Universal Child Immunization.

http://www.mdgspolman.org/definisi-dan-konsep-universal-child-immunization.com, Diperoleh tanggal 14 Februari 2013 jam 10.00 WIB.

Azwar S. 2008.Reabilitas dan Validitas. Cetakan Kedelapan. Pustaka Belajar: Yogyakarta. Dewi, Vivian Nanny Lia. 2010.Asuhan Neonatus Bayi Dan Balita. Jakarta: Salemba Medika. Dewi, M Dan Wawan, A. 2011. Teori Pengukuran Pengetahuan Dan Sikap Dan Perilaku

Manusia.Yogyakarta: Nuha Medika.

Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar. 2012. Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) Imunisasi Kabupaten Karanganyar. Karangannyar: Dinas Kabupaten Karangannyar.

Mariyam, Vera. 2010.Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar dengan Ketaatan Kunjungan Iunisasi Bayi di Posyandu Ngundi Luhur: stkies ‘Aisiyah: Karya Tulis Ilmiah

Notoatmodjo, S. 2003.Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. PT. Rineka Cipta: Jakarta. Nursalam. 2003. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta:

(9)

_____ 2010.Metode Penelitian Kesehatan. PT. Rineka Cipta: Jakarta.

Puskesmas Gondangrejo. 2012. Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) Imunisasi Puskesmas Gondangrejo. Gondangrejo: Puskesmas Gondangrejo.

Puskesmas Kragan. 2012. Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) Imunisasi Puskesmas Kragan. Kragan: Puskesmas Kragan.

Ranuh. 2008.Pedoman Imunisasi Di Indonesia. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Riyanto, A. 2011. Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. Cetakan kedua. Nuha Medika: Yogyakarta.

Sugiyono. 2007.Statistika Untuk Penelitian. Cetakan Kesepuluh. Alfabeta: Bandung _____ 2010.Statistika Untuk Penelitian. Cetakan Kesepuluh. Alfabeta: Bandung

(10)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...