• Tidak ada hasil yang ditemukan

Media Sosial dan Persekusi docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Media Sosial dan Persekusi docx"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Media Sosial dan Persekusi

Kentos Artoko

Perang dalam media siber antar pendukung yang terjadi pasca Pilkada DKI-Jakarta ternyata makin menjadi usai terpilihnya pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menggantikan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)- Djarot Syaiful Hidayat. Penggunaan media sosial (medsos) yang semula hanya digunakan untuk menarik simpati dan menaikkan elektabilitas pasangan, kini berubah menjadi saling hujat dan saling mengumbar keburukan tokoh yang menjadi ikon masing-masing pasangan.

(2)

tandingan yang berisi, bila pemeran tidak memohon maaf maka akan diburu terus hingga dapat.

Kontan saja, pemeran parodi yang ketakutan, kemudian mendatangi markas tokoh agama tersebut dan berupaya untuk meminta maaf, akan halnya sang tokoh agama memberikan maaf secara tulus dan kemudian memberikan buah tangan kepada pemeran adegan parodi itu.

Bukan hanya itu, kesaksian isteri mantan Gubernur DKI-Jakarta Ahok pun menjadi bahan bullying dari pihak pesaing dalam ajang kontestasi perebutan kursi gubernur. Tindakan saling hujat dalam media sosial seakan tidak mengenal waktu dan jeda, meski kita sudah memasuki bulan Ramadhan.

Penggunaan media sosial tersebut dilakukan mengingat jaringan yang luas dan tidak terbatas, sifatnya seketika (instan) serta memiliki klasifikasi tersendiri bagi pembaca, pendengar dan pemirsanya. Kelebihan inilah yang digunakan oleh para pengguna media sosial untuk menyebarkan informasi (Lazarfeld, 2007).

(3)

Persekusi

Hari-hari belakangan ini, dunia maya pun dipenuhi oleh suasana mencekam, dimana seseorang atau sekelompok yang dengan sengaja mengunggah tayangan tidak senonoh akan diburu sampai ke liang lahat sekalipun. Tindakan pemburuan ini dikenal dengan nama persekusi. Tindakan ini telah menyebar ke seluruh bagian di wilayah Indonesia dan menebar ancaman yang sangat serius bagi kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Seseorang tokoh, bisa dengan mudahnya memberikan imbalan kepada sekompok orang yang dipercaya untuk memburu pihak lain yang telah dengan sengaja melakukan bullying.

Jaringan relawan kebebasan berekspresi (SAFENET) telah meminta pemerintah untuk mewaspadai aksi persekusi yang terjadi pasca pilkada DKI-Jakarta yang mereka sebut The Ahok Effect, karena tingkat ancamannya amat serius.

(4)

memburu target yang telah dibuka indentitasnya dengan mencantumkan foto, alamat, nomor telepon dan identitas lainnya. Ketiga, adalah dengan menggerebek dan menggelandang dari rumah ke tempat yang telah ditentukan. Keempat dibawa ke pihak yang berwajib dan dikenakan pasal 28 UU ITE atau pasal 156 a KHUP (penodaan agama).

Perlindungan

Sebagai satu negara hukum, maka tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan mengingat ada upaya hukum yang dapat dilakukan oleh seorang pelaku pengunggah bullying yaitu mediasi, somasi dan pengadilan. Untuk itu diperlukan upaya dan perlindungan hukum bagi masyarakat dan pengguna media sosial untuk menjamin kebebasan berekspresi yang bertanggungjawab.

Apabila hal ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin akan terjadi tindak penghakiman sendiri di masyarakat dan terancamnya nyawa seseorang dan sudah tentu hal ini melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

(5)

Situasi dan kondisi tertekan itu dapat dengan mudahnya digunakan oleh satu kelompok atau golongan untuk “menggiring” pada tindak politik tertentu. Disamping itu upaya persekusi dapat dilihat sebagai upaya untuk mendelegitimasi peran aparat penegak hukum.

Untuk itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informasi dituntut untuk segera membuat aturan terkait masalah ini, disamping jaminan keamanan dari pihak yang berwajib sebelum seseorang dinyatakan bersalah secara hukum.

Atau mungkin upaya persekusi tersebut merupakan bagian dari strategi politik suatu kelompok tertentu untuk memberikan citra kepada masyarakat bahwa telah terjadi kriminalisasi terhadap kehidupan beragama di Indonesia. Semoga saja pemerintah dan aparat penegak hukum cepat tanggap mengantisipasi masalah ini melalui mekanisme yang benar.

Referensi

Dokumen terkait

Ilustrasi pengambilan titik pengamatan Suhu dan Kelembapan pada lanskap Jalan Besar Idjen Pengambilan data berupa ukuran jalan, struktur jalan, tata guna lahan di dapat dari

Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis faktor-faktor pendukung produktivitas alat gali muat seperti cycle time alat gali muat,

Pemenang Lomba Desa Transpor Peserta Pertemuan Penentuan Pemenang Lomba Desa Uang Harian Peserta Pertemuan Penentuan Pemenang Lomba Desa Transpor Pokjanal Kabupaten/Kota dalam

SAAT ANDA MELAKUKAN PENAWARAN, KAMI NYATAKAN BAHWA ANDA TELAH MELAKUKAN PENGENCEKAN KONDISI FISIK, LOKASI UNIT SERTA DOKUMEN Daftar lot ini hanya sebagai panduan tidak dapat

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar Bahasa Jawa materi wayang dengan menggunakan media kartu kata bergambar wayang

Kiprah asimetris biasanya terlihat pada anak-anak ketika tungkai perbedaan panjang tidak lebih dari 3,7% menjadi 5,5% [38,74] Dalam upaya untuk menjaga tingkat

Volume:1 Paket TKDN: Ya Belanja tagihan Telepon(untuk persediaan 1 Tahun) Pengadaan Langsung 3.000.000 34. Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan

Ada berbagai hal yang mendorong perkembangan haiku pada saat itu hingga menjadi populer, seperti puisinya yang pendek sehingga para penyair tidak perlu menulis puisi panjang