• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertandingan Sepak Bola menjadi siaran y

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pertandingan Sepak Bola menjadi siaran y"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PAPER

“Pertandingan Sepak Bola menjadi siaran yang menjanjikan pada industri Televisi” Diajuakan untuk memnuhi tugas UAS

yang diberikan oleh bapak Miftahul Arzak S.Ikom., M.A

OLEH:

MUHAMMAD IBNU SIDDIK

NIM: 15.01.051.035

FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA

SUMBAWA

(2)

Abstract

Dari dahulu hingga sekarang sepak bola memang menjadi salah satu olahraga yang sangat digemari oleh seluruh kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Olahraga yang mempertemukan dua tim dilapangan hijau ini memang menjadi olahraga populer di seluruh penjuru dunia. Memasuki abad ke- 21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara. Sepakbola memang berbeda dengan olahraga yang lain. Olahraga ini berhasil membius jutaan penduduk di seluruh dunia dan sejenak melupakan berbagai masalah yang ada. Sepakbola adalah olahraga universal, semua orang baik kaya, miskin, tua, muda, laki-laki, perempuan semuanya bisa menikmati permainan ini. Saat di stadion semua memiliki tujuan yang sama, mendukung tim kesayangannya bertanding.

Maka tak heran jika berbagai kejuaran dilaksanakan baik dari tingkat desa maupun tingkat internasional, maka setiap tim membentuk federasinya masing-masing. FIFA (Federation International Football Asosiation) yang merupakan federasi atau organisasi tertinggi dalam sepak bola telah mencatat sebanyak 204 negara yang menjadi anggota FIFA saat ini, angka tersebut melebihi jumlah anggota PBB yang saat ini hanya 181 negara. Tentu hal tersebut yang menjadikan sepakbola jugalah yang mampu menyentuh ke berbagai kehidupan bangsa tanpa dibatasi rambu-rambu batas negara, bangsa, suku, ras ataupun sosial, politik atau budaya.

Di era terkini, sepakbola sebagai bentuk olahraga semakin banyak dipengaruhi oleh berbagai kekuatan, seperti bisnis (sebagai sarana iklan dan promosi), pemerintahan (sebagai simbol ideologi nasionalisme) dan media massa (sebagai sarana untuk meningkatkan pembaca/pemirsa).

Dalam hubungannya dengan media. Sebagai sebuah industri, sepakbola tidak bisa lepas dan melepaskan diri dari media. Ada hubungan mutualisme di antara keduanya. Sepakbola membutuhkan publisitas, sedangkan televisi butuh program yang memiliki rating tinggi. Kedua kepentingan ini nantinya akan bermuara pada keuntungan finansial bagi kedua pihak.

Pembahasan

(3)

spektakular John Logie Baird. Sebaliknya, televisi juga punya kontribusi besar dalam mengembangkan sepakbola profesional. Lalu, kapan sebenarnya perpaduan sepakbola dan televisi terjadi? Itu berlangsung pada 16 September 1937. Saat itu, stasiun televisi BBC melakukan ekperimen siaran sebagian laga Arsenal menghadapi tim reserve-nya. Partai itu sendiri hanya sebuah uji coba yang dirancang secara khusus.

Selanjutnya, BBC melakukan langkah lanjutan dengan menyiarkan partai internasional pertama antara Inggris dan Skotlandia pada 9 April 1938. Toh, tonggak yang sebenarnya tentulah ketika mereka menyiarkan secara penuh partai final Piala FA 1937-38 yang mempertemukan Preston North End dengan Huddersfield Town. Saat itu, tak kurang dari 10 ribu orang pemilik televisi di Inggris menyaksikan partai tersebut via layar kaca.

Perkembangan selanjutnya, televisi menjadi warna di Piala Dunia 1954. Pada gelaran di Swiss itu, untuk pertama kalinya pada partai Piala Dunia bisa disaksikan via televisi di rumah-rumah warga. Sayang, masih minimnya pemilik pesawat televisi membuat siaran seperti ini tak mampu mengalahkan siaran via radio. Empat tahun kemudian, partai-partai Piala Dunia disiarkan secara langsung ke banyak negara.

Setelah itu, seiring mulai memasyarakatnya pesawat televisi, pihak pengelola liga di berbagai negara pun menggandeng televisi dalam upaya memopulerkan olahraga yang satu ini. Bahkan di Inggris, terobosan besar terjadi pada 1992 ketika Sky TV setuju membeli hak siar Premier League dengan harga 304 juta poundsterling untuk masa lima tahun. Kini, harga hak siar televisi untuk Premier League lebih wah lagi, 2,7 miliar poundsterling untuk masa tiga musim. Di liga-liga lain pun hak siar menjadi isu krusial dan rebutan banyak stasiun televisi. Ini menjadi bukti makin eratnya hubungan sepakbola dengan televisi. Hubungan yang belum terbayangkan kala Arsenal menghadapi tim reserve-nya hampir tujuh dekade silam.

(4)

Kita dapat menyaksikan betapa dahsyatnya kekuatan Inter Milan di Serie-A lewat layar kaca Trans7, dahsyatnya empat tim Premier League yang melaju ke perempatfinal Liga Champions dan tak tertahankannya laju Real Madrid di La Liga lewat layar kaca RCTI, juga persaingan PSV dan Ajax dalam Eredivisie di TvOne. Atau bagaimana tiga tim Championship dapat mengubur impian tim Premier League dalam ajang Piala FA di Antv. Bahkan untuk ajang Euro 2008 7-29 Juni mendatang MNC (RCTI, GlobalTV, TPI) sudah berkomitmen untuk menyiarkan langsung.

Bahkan jika kita masih tak puas dengan sajian televisi tersebut, kita masih bisa menyaksikan pertandingan sepakbola lewat televisi berlangganan, Astro dan Vision1. Seperti yang kita ketahui, untuk musim ini kita tak bisa menyaksikan kekuatan “Big Four” tim Premier League secara gratis. Memang TvOne menyiarkan beberapa partai, tapi hanya tim papan tengah. Jadi untuk menyaksikan pertandingan tim papan atas Premier League kita harus memiliki televisi berlangganan. Suatu kebijakan yang sangat disayangkan para penggemar Premier League. Namun sebenarnya hal tersebut dapat dimaklumi. Hak siar Premier League tergolong mahal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Deloitte, Premier League kini menjadi liga yang paling diminati di seluruh dunia. Itu bisa terlihat dari pemasukan yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Untuk periode 2007-2010 saja, sekitar 625 juta pounds mengalir ke kas Premier League dari penjualan hak siar ke mancanegara.

Hubungan antara sepakbola dan (pemilik) media tampak saling menguntungkan. Tanpa media, sepakbola belum tentu bisa populer seperti sekarang; tanpa sepakbola, media bakal kesulitan memperoleh keuntungan. Pemirsa pun makin dimanjakan. Untuk menggelar siaran langsung Piala Eropa 2016, UEFA mempersiapkan 36 kamera di sudut-sudut stadion. UEFA juga membangun pusat siaran bernama International Broadcast Center seluas 17.000 meter persegi di Paris, Prancis.

Kehadiran teknologi memudahkan akses bagi momen-momen penting di lapangan. Dengan demikian, tidak perlu khawatir kalau tak sengaja melewatkan momen-momen itu, karena televisi umumnya sering menampilkan replay. Aksi-aksi memukau dari para pemain, tindakan-tindakan kontroversial, ekspresi pemain ketika berhasil mau pun gagal, hingga detil lainnya, bisa diputar ulang dengan gambar kualitas tinggi.

(5)

maupun hawa. Banyak hal yang dapat dijadikan referensi dalam mengkaji topik ini. Selain media khusus olahraga seperti Bola, GO, dan Soccer, situs-situs di internet pun banyak yang khusus membahas sepakbola. Berita mengenai sepakbola selalu saja menjadi bahan pergunjingan baik dunia nyata maupun maya (internet) dan terasa jauh lebih menarik dibandingkan topik yang lain.

Menonton sepakbola sejatinya adalah di dalam stadion. Berbaur dengan orang-orang yang memiliki klub favorit yang sama. Bersama-sama memberikan dukungan agar tim kesayangan dapat meraih kemenangan.

Namun saat ini menonton bola tidak “melulu” harus di dalam stadion. Ada alternatif lain untuk menyaksikan sebuah pertandingan. Menonton sepakbola di televisi memberikan kenikmatan tersendiri yang tidak dapat diperoleh saat menyaksikan langsung di dalam stadion. Menonton sepakbola di televisi tidak memerlukan energi yang lebih, lebih santai, pandangan tentunya lebih jelas dibandingkan di dalam stadion, dan tentunya aman dari tindakan anarkis suporter.

Bisa dibilang sepakbola dan televisi adalah suatu kesatuan yang tak tergantikan. Sepakbola tidak mungkin menjadi industri sebesar saat ini tanpa bantuan dari televisi. Televisi pun sangat diuntungkan karena semakin hari semakin banyak orang yang menyaksikan pertandingan sepakbola di televisi. Di Indonesia sendiri potensi komersial sepakbola sebenarnya cukup bagus. Hak siar Liga Super Indonesia saat ini dipegang oleh ANTV sebesar 100 milyar rupiah untuk 10 tahun sejak 2007. Jumlah itu disayangkan beberapa pihak tergolong kecil bila dibanding keuntungan komersial yang didapatkan oleh ANTV. Menurut perhitungan Buku Putih Reformasi Sepakbola Indonesia, seharusnya nilai siar Liga Super Indonesia bisa dimaksimalkan hingga 1,5 trilyun rupiah, mengingat ratingnya dan jumlah pemirsanya yang tinggi. Bukti bahwa sepakbola memang olahraga yang paling ditonton di Indonesia bisa dilihat dari survey yang dilakukan oleh TNS Sport, sebuah lembaga ternama dari Inggris.

SURVEY

(6)

siar ekslusif mampu menyiarkan 156 partai dari 306 partai sepanjang musim.

Ketidakmampuan untuk menyiarkan seluruh pertandingan terjadi karena keterbatasan peralatan dan sumber daya lainnya.

Contoh menarik mengenai sepakbola adalah mengenai Piala Dunia (World Cup). Piala Dunia sudah disiarkan di televisi sejak tahun 1954. Even yang diselenggarakan empat tahun sekali ini tercatat sebagai even olahraga yang paling banyak disaksikan oleh penduduk dunia, bahkan mengalahkan Olimpiade sekalipun. Total jumlah penonton di Piala Dunia 2006 – meliputi seluruh pertandingan – diperkirakan mencapai 26,29 miliar. Total 715,1 juta penduduk dunia menyaksikan final turnamen ini yang mempertemukan Italia dan Perancis. Jumlah tersebut adalah satu persembilan dari total populasi di planet ini. Bahkan pengundian grup Piala Dunia, yang membagi setiap tim dalam 8 grup, disaksikan oleh 300 juta orang. Ini merupakan bukti konkrit bahwa olahraga ini telah mendapatkan hati dari seluruh penduduk dunia.

Secara umum, program siaran langsung sepakbola memang mendapat tanggapan yang semarak dari khalayak. Terbukti dari hingga saat ini ada beberapa liga sepakbola yang disiarkan di layar televisi, antara lain

Stasiun TV Liga Periode

TVRI J-League 1994 – 1995

Piala Dunia 1994 (bersama TPI & SCTV) Indosiar Liga Serie-A Italia 2011 – sekarang

Liga Primer Indonesia 2011 – sekarang RCTI Liga Serie-A Italia 1990an –

Liga Champion Eropa 1990an – sekarang Liga Champion Asia 2009 – sekarang

Piala Dunia 1998, 2006, 2010 (bersama MNC Group) La Liga Spanyol 2007 – sekarang

Piala AFF (Tiger) 2010 Bundesliga Jerman 2002 – 2007

Metro TV Liga Primer Indonesia Hanya satu pertandingan Persebaya 1927 vs Bandung FC

Trans 7 Liga Serie-A Italia 2008 – 2009 Liga Primer Indonesia 2011 – sekarang ANTV Liga Super Indonesia 2007 – sekarang

(sebelumnya sejak 1995 menyiarkan Liga Kansas)

TV One La Liga Spanyol 2009 – sekarang Liga Primer Inggris 2008 – 2009 Global &

MNC TV

(7)

Kondisi ini tentu menggembirakan bagi sebagian besar khalayak televisi yang menggemari sepakbola. Dengan mudah mereka mendapatkan hiburan gratis. Akan tetapi, meski terjadi simbiosis mutualisme antara media, khalayak dan penyelenggara sepakbola. Kritik juga muncul, karena kekuatan ekonomi, utamanya dicurigai menggunakan sepakbola untuk menyebarkan budaya kapitalisme seperti yang ditulis oleh John Horne & Wolfram Manzenreiter dalam Football Goes East. Mereka mengutip pernyataan dari Pierre Bordieu yang menyatakan bahwa televisi adalah “kuda troya” yang membawa logika kapitalisme ke dalam sepakbola.

Sepakbola berhasil membius jutaan orang di seluruh dunia. Apalagi dengan banyaknya tayangan sepakbola di televisi. Ada beberapa dampak terhadap fenomena ini.

1. Dampak Terhadap Penonton di Stadion

Bicara mengenai Premier League, liga ini merupakan liga yang paling diminati di dunia. Menurut Deloitte, secara teknis ada dua hal yang membuat Premier League begitu diminati. Pertama adalah kehadiran kepemilikan asing yang berimbas terhadap pembelian pemain bintang. Kedua adalah soal waktu kick-off yang bersahabat. Premier League menerapkan kebijakan dengan mempercepat dua jam salah satu partai pada Sabtu menjadi pukul 12.45 waktu setempat. Beberapa di antaranya bahkan tercatat sebagai big match. Itu membuat beberapa negara di Asia bisa menyaksikan pertandingan pada sore hari.

Memanjakan pemirsa dari belahan dunia lain sempat menimbulkan dugaan miring. Mengubah jadwal pertandingan dianggap bisa menjauhkan pertandingan dari suporter tradisional klub. Apalagi pertandingan pada Sabtu disiarkan pada waktu makan siang. Hal itu sontak dibantah juru bicara Premier League. Menurutnya, kebijakan-kebijakan itu dilakukan hanyalah demi mendongkrak popularitas Premier League juga sepakbola Inggris di mata dunia. Keputusan yang nyaris sama dilakukan di Serie-A. Atas alasan tertentu, Lega Calcio mengubah jadwal beberapa partai. Salah satunya adalah Derby della Capitale (Lazio vs Roma) di giornata ke-29 yang semestinya berlangsung Rabu (19/3) pukul 20.30 menjadi pukul 21.15.

(8)

semakin banyak. Hal inilah yang diharapkan Camiglieri dari Sky Italia. Namun, hal yang perlu diperhatikan Lega Calcio adalah jumlah penonton di dalam stadion. Jumlah penonton di Serie-A tidak begitu bagus jika dibandingkan dengan liga-liga besar lain di Eropa. Semakin malam pertandingan membuat stadion akan semakin lengang.

Bagaimana dengan di Indonesia? Ternyata di Indonesia pun nyaris sama. Pada Liga Indonesia musim 2007, beberapa pertandingan dilangsungkan malam hari. Hal ini sudah jelas untuk menaikkan jumlah penonton di televisi.

Banyaknya pertandingan sepakbola di televisi sempat dikeluhkan oleh beberapa klub. Hal itu membuat para suporter malas datang ke stadion karena ada tayangan di televisi. Stadion pun menjadi lengang. Hal tersebut tidak berlaku bagi Persib Bandung. Stadion tetap penuh, yang menonton via televisi pun tetap banyak. “Sungguh, kalau siaran langsung sepakbola di Indonesia tidak dibagi rata antar stasiun televisi nasional, banyak stasiun yang ingin membeli hak siar pertandingan Persib, jelas Asdedi, salah seorang produser AnTV, sebelum hak siar jatuh ke stasiun televisi tersebut.

Apalagi final Liga Djarum 2007 diselenggarakan tanpa penonton. Panitia pelaksana (panpel) memang merugi, namun televisi tentunya mendapat keuntungan yang luar biasa. Hal itu karena semua orang menonton lewat televisi. Yang jelas siaran sepakbola di televisi harus diatur sedemikian rupa agar tidak merugikan pihak mana pun. Bagaimana caaranya agar stadion tetap penuh walaupun ada televisi yang menyiarkan.

2. Dampak Terhadap Klub

Tayangan sepakbola di televisi dapat membuat banyak pihak dengan mudah menetahui kesalahan klub atau pemain. Apalagi setelah adanya teknologi replay. Lewat tayangan televisi, bisa dilihat keputusan wasit tepat atau tidak. Komisi disiplin pun dapat menjatuhkan sanksi kepada pemain atau klub yang bermasalah dengan melihat tayangan ulang di televisi. Namun, tidak selamanya tayangan televisi berakibat baik. Contohnya adalah apa yang dialami oleh Inter Milan. Inter dituding kerap diuntungkan wasit. Media menganggap posisi Inter di klasemen tidak sah karena banyaknya keputusan wasit yang menguntungkan Inter.

(9)

dan disingkirkan Liverpool di ajang Liga Champions (11/3). Posisi di klasemen pun mulai goyah, hanya berbeda enam poin dari AS Roma. Hal yang nyaris serupa dialami Persib di Liga Indonesia. Sempat tampil luar biasa menjadi juara paruh musim, penampilan Persib justru menurun di putaran kedua. Banyak yang berpendapat, menurunnya performa Persib karena banyaknya pertandingan Persib yang disiarkan televisi. Lawan menjadi mengetahui kelemahan Persib. Entah kebetulan atau tidak, pada dua pertandingan terakhir, saat pertandingan Persib tidak disiarkan televisi, Persib sanggup menang 4-0 melawan Persiraja (27/12) dan 3-0 melawan PSDS (30/12).

3. Dampak Terhadap Penggemar Sepakbola

Siaran sepakbola di televisi tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi penggemar sepakbola. Saat di tanah air kehilangan tayangan yang berkualitas, siaran pertandingan sepakbola dapat menjadi hiburan tersendiri. Jika nonton sendirian di rumah membosankan, saat ini ada banyak pihak yang menyelenggarakan acara nonton bareng. Tentunya menjadi kenikmatan tersendiri dapat mendukung tim kesayangan dan berbaur dengan orang-orang yang memiliki tim favorit yang sama. Kita pun dapat memperoleh kenalan baru. Saat ini pun ada banyak toko yang menjual merchandise sepakbola. Berbagai atribut yang bertemakan sepakbola seperti kaos, topi, jaket, sandal, sepatu, poster, dan sebagainya sudah tak asing lagi dijumpai.

4. Dampak Terhadap Pemain dan Klub

Saat ini pemain sepakbola sudah bagaikan selebriti. Bergelimang uang dan juga memiliki banyak penggemar. Apalagi dengan hak siar televisi yang semakin tinggi, klub pun semakin royal dalam menggaji pemain. Tercatat, sumber pendapatan terbesar klub-klub Serie-A adalah hak siar televisi. Rata-rata, lebih dari 60 persen pendapat 20 klub Serie-A berasal dari sektor ini. AC Milan adalah klub dengan pendapatan hak siar televisi pada musim 2006-07. Dari sektor ini I Rossoneri meraup 153,6 juta euro.

(10)

pasangan hidup yang cantik. Televisi telah mebuat pemain bola bukan hanya sekedar olahragawan, namun juga menjelma bak selebritis papan atas.

Kesimpulan

Televisi dengan berbagai macam tayangannya telah berhasil membius para pemirsa. Salah satu tayangan televisi yang sangat berpengaruh adalah tayangan sepakbola, baik yang berupa siaran langsung, tunda, ataupun highlights pertandingan. Berbagai dampak telah timbul dari maraknya tayangan sepakbola di televisi. Yang jelas masyarakat memperoleh hiburan menarik dari tayangan televisi. Namun, tayangan sepakbola di televisi juga memiliki dampak negatif. Salah satunya adalah menurunnya jumlah penonton yang hadir di stadion. Di sisi lain, hak siar televisi semakin mahal. Terlepas dari berbagai kontroversi yang ada, tayangan sepakbola di televisi selalu dinikmati oleh para penduduk dunia.

Daftar Pustaka

(11)

Stephen Dobson & John Goddard. 2001. The Economic of Football. London: Cambridge University Press. Hal. xv.

Acosta, H. & Ruben. 2002. Managing Sport Organisation. USA: Human Kinetics Kementerian Negara Pamuda dan Olahraga. 2005. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 3 Tahun 2005. Jakarta: Menpora

Salman, T. 2006. Industri Sepakbola. On line 3 September 2010

Referensi

Dokumen terkait

Dapat diidenti fi kasi beberapa poin yang menyebabkan terjadinya penurunan motivasi petani untuk merawat kebun. Penyebab tersebut terdiri dari kurangnya pengetahuan petani

(3) Bupati dapat memberikan kelonggaran ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, untuk bangunan umum yang menyediakan ruang terbuka lebih luas dan atau lebih

Syntikäsitteeseen ja syntien tunnustamiseen liittyvä tematiikka tulee esiin tutkimusaineiston kahdeksassa messussa, niiden 14 eri tekstissä (ehtk15, yksm12, yksm14, opvm,

Perubahan suku bunga yang sangat di kwatirkan oleh deposan oleh karena itu pembiayaan non investasi ini menjaga agar tidak menyebabkan perubahaan suku bunga yang

Pada beberapa eksplan terbentuk struktur akar semu ( pneumathode) dimana membuat pembentukan embrio globular menjadi sulit untuk direalisasikan. Pada tahap pendewasaan

Advokat tidak dapat diidentikkan dengan kliennya dalam membela perkara klien oleh pihak yang berwenang dan/atau masyarakat.. Advokat wajib merahasiakan segala sesuatu yang

Setiap kita memasuki tanggal 10 Dzulhijjah (bulan haji) kita diingatkan untuk melakukan 3 panggilan. Pertama: Panggilan wukuf di Arafah. Wukuf di Arafah adalah bagian

[r]