• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN INDIVIDU DALAM KOMPETENSI AKAD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERBEDAAN INDIVIDU DALAM KOMPETENSI AKAD"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1

PERBEDAAN INDIVIDU DALAM KOMPETENSI AKADEMIK

Moh Arif Andrian

156150600111002, PTI-B

Abstrak

Dalam dunia pendidikan terdapat berbagai macam factor, yang faktor yang lain dengan satunya memiliki andil dalam pendidikan. Salah satu tugas yang diemban oleh para pendidik adalah memahami akan berbagai faktor pendukung pendidikan tersebut. Diantara berbagai faktor tersebut adalah bagaimana para pendidik bisa memahami akan situasi dan kondisi, baik lingkungan maupun peserta didik itu sendiri.

Kata-kata kunci: pendidikan, peserta didik.

Pendahuluan

Perbedaan individu penting dibahas dan dipahami oleh pendidik agar para pendidik bisa memahami perbedaan dari asing-masing peserta didik. setiap individu mempunyai karakteristik yang berbeda-beda" sehingga sering timbulnya permasalahan akibat perbedaan itu. Permasalahan ini kita akan mengetahui berbagai macam perbedaan individu" diantaranya perbedaan kognitis" perbedaan kecakapan bahasa" perbedaan kecakapan motorik" perbedaan latar belakang" perbedaan bakat" perbedaan kesiapan belajar" perbedaan tingkat pencapaian" perbedaaan lingkungan keluarga" latar belakang budaya dan etnis" dan faktor pendidikan.

Pembahasan

Manusia adalah mahluk yang dapat dipandang dari berbagai sudut pandang . sejak ratusan tahun sebelum masehi manusia telah menjadi ob!ek filsafat baik objek normal yang mempersoalkan hakikat manusia maupun ob!ek material !ang mempersoalkan manusia sebagai apa adanya manusia dengan berbagai kondisinya. individu adalah kata benda dari individual yang berarti orang" perseorangan" dan oknum. Berdasarkan pengertian di atas dapat dibentuk suatu lingkungan untuk anak yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi yang dimilikinya dan akan membaca perubahan-perubahan apa saja yang diinginkan dalam kebiasaan dan sikap-sikapnya.

(2)

2

individu mempunyai cara tersendiri dalam memahami sesuatu. Begitu pula cara siswa dalam menyerap materi pelajaran yang didapatkan dari guru berbeda-beda. Gaya belajar siswa berkaitan dengan cara belajar yang mereka sukai, atau yang mereka anggap paling efektif. Gaya belajar siswa juga dapat dipengaruhi bentuk kepribadiannya. Seperti siswa dengan kepribadian extrovert akan senang dengan pembelajaran yang melibatkan kelompok. Siswa yang introvert lebih menyukai belajar di tempat yang tenang. Namun gaya belajar tidak bersifat statis, artinya dapat berubah-ubah sesuai dengan situasi. Misalnya dalam pembelajaran matematika yang membutuhkan visualisasi dan praktek dalam kehiuspan sehari-hari. Siswa yang terbiasa belajar sendiri mungkin akan merasa kesulitan dalam visualisasi dan membutuhkan bantuan orang lain. Siswa tersebut mau tidak mau harus bertanya pada siswa lain, dengan begitu akan terciptalah kelompok diskusi.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, di dalam sebuah proses pembelajaran terdapat siswa dengan berbagai perbedaan individual. Perbedaan itu sangatlah lumrah dan tidak dapat dihindari. Sebagai seorang pengajar yang baik, guru tidak dapat meniadakan perbedaan-perbedaan tersebut dengan menganggap semua siswa sama. Oleh karena itu dibutuhkan upaya dalam menyikapi perbedaan-perbedaan setiap siswa. Upaya tersebut dapat berupa cara mengajar yang bervariatif.

Menyikapi perbedaan kemampuan siswa di dalam kelas dapat dengan cara variasi dalam penyampaian materi. Siswa dengan kecerdasan tinggi dapat menerima materi yang diajarkan dengan cepat. Namun siswa yang mempunyai kecerdasan rata-rata kebawah mungkin akan membutuhkan sekali dua kali pengulangan lagi. Siswa gifted membutuhkan perhatian khusus agar tidak terjadi ketimpangan dengan siswa lainnya. Guru menjelaskan materi secara umum untuk seluruh siswa. Kemudian guru memberikan soal-soal latihan bagi siswa-siswa yang dirasa telah jelas dengan materi yang disampaikan. Setelah itu guru menanyakan lagi kepada siswa lainnya jika ada materi yang perlu dijelaskan kembali.

Perbedaan kepribadian dan gaya belajar siswa dapat disikapi dengan variasi metode pengajaran oleh guru. Pada pertemuan pertama biasanya digunakan guru untuk mengobservasi macam-macam perilaku siswa ketika di kelas, sehingga guru mempunyai referensi untuk menentukan metode mengajar yang akan digunakan. Misalnya untuk menyikapi anak extroversion, guru sesekali mengadakan diskusi kelompok untuk memudahkan belajar siswa extrovert. Pemberian tugas mandiri atau tugas rumah akan memberi kesempatan siswa introvert untu lebih memahami materi sendiri.

(3)

3

Penutup

Dalam proses pembelajaran khususnya mata pelajaran matematika, sudah sewajarnya terdapat perbedaan antara siswa satu dengan yang lain. Tugas seorang guru adalah memenuhi kebutuhan setiap siswanya. Dengan memahami perbedaan individu yang ada pada siswa-siswanya, guru dapat mengantisipasi dengan memberikan metode pembelajaran yang bervariatif sehingga semua siswanya dapat mengikuti pembelajaran matematika dengan baik.

Daftar Rujukan

Amir Al Maruzy. 2010. Karakteristik dan Perbedaan Individu. (http://edukasi.kompasiana.com). Diakses pada Senin tanggal 20 November 2015.

Pressley, M. & McCormick, C. B. 2007. Child and Adolescent Development for Educators. New York: The Guilford Press.

Referensi

Dokumen terkait

Kita dapat memperkirakan bahwa pada saat itu, Nazaret telah sedemikian rupa diabaikan sehingga tidak ada hal baik yang dapat diharapkan muncul dari mereka yang tinggal di

Peminjaman koleksi buku di Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar berdasarkan penelitian yang dilakukan jika ditinjau dari segi peminjaman masih

Stasiun pengamatan Pulau Kembar dan Pulau Kumbang menunjukkan status mutu yang agak berbeda, dimana nilai indeks pencemaran dari beberapa parameter kualitas

Banyak remaja yang percaya bahwa mereka dapat berhenti merokok kapanpun mereka mau, tetapi kenyataannya nikotin dapat membuat mereka menjadi kecanduan sama seperti pada orang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis burung yang potensial dijadikan objek wisata birdwatching dan membandingkan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan

Berdasarkan hasil pengujian dapat diambil beberapa kesimpulkan bahwa dengan menerapkan sistem Autentikasi Hotspot menggunakan Radius Server pada jaringan wireless,

Hasil penelitian menunjukkan untuk faktor Perilaku Masyarakat yang dominan berhubungan dengan kejadian DBD adalah variabel Kebiasaan menggantung pakaian, OR= 6,29 (95% CI:

Peneliti mempersiapkan materi pembelajaran yang berupa gambar, film, animasi yang dibutuhkan dalam pembelajaran, melakukan apersepsi dengan menampilkan animasi materi