• Tidak ada hasil yang ditemukan

Layer Transport Makalah Wireless Teknolo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Layer Transport Makalah Wireless Teknolo"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Layer

Transport

Makalah Wireless

Teknologi

(2)

i

OSI dan Perangkat Network ... 8

BAB III ... 10

PEMBAHASAN ... 10

3.1 TRANSPORT LAYER ... 10

FUNGSI TRANSPORT LAYER ... 13

LAYANAN / TRANSPORT SERVICE ... 14

BAB III ... 20

PENUTUP ... 20

3.1 KESIMPULAN ... 20

3.2 SARAN ... 22

(3)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT karena hanya dengan izinnya penulis dapat menyelesaikan Materi Diskusi Kelompok mata kuliah Wireless Teknologi yang berjudul “LAYER TRANSPORT”.

Adapun yang disampaikan pada makalah ini secara sederhana merupakan materi diskusi kelompok yang ampu oleh Bapak Rizal Lamusu, S.Kom, MT., kritik dan saran dari beliau diharapkan untuk lebih menyempurnakan makalah ini.

Tak pernah lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan dalam pembuatan makalah ini. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan dan memperoleh rahmat dan ampunan serta ridho dari Allah SWT. Amin ya rabbal allamin.

(4)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Berkembangnya konsep jaringan dalam dunia bisnis, ide untuk menghubungkan jaringan-jaringan dan memisahkan sistem semakin diperlukan. Untuk itu diperlukannya sebuah metode standar (a standard method) agar ide tersebut dapat diterapkan. Solusinya pada tahun 1978 ketika ISO (Intenational Standards Organization) mengumumkan sebuah arsitektur yang memungkinkan tujuan tersebut tercapai. Spesifikasi tersebut ditinjau ulang pada tahun 1984 dan menjadi standar internasional untuk komunikasi jaringan. Sejarah dan pemahaman terhadap fungsi spesifikasi tersebut tersebut sangat penting bagi seorang administrator jaringan. Spesifikasi tersebut dikenal dengan nama Model Referensi OSI (OSI Reference Model).

(5)

2

Layer pada OSI Model terdiri dari lapisan atas dan lapisan bawah. Lapisan atas dari model OSI berurusan dengan persoalan aplikasi dan pada umumnya diimplementasi hanya pada software aplikasi yang berisi sebuah komponen komunikasi. Sedangkan Lapisan bawah dari model OSI mengendalikan persoalan transport data yang diimplementasikan ke dalam hardware dan software pada media jaringan.

(6)

3

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian dan fungsi Model OSI pada struktur jaringan? 2. Bagaimana cara kerja Model OSI?

3. Perangkat apa saja yang bekerja dengan Model OSI? 4. Apa yang dimaksud dengan layer Transport?

5. Apa fungsi dari layer Transport pada Model OSI?

1.3 TUJUAN

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah merupakan salah satu materi diskusi pada mata kuliah “Wireless Teknologi”.

1.4 MANFAAT

(7)

4

BAB II

KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian

Model OSI

OSI (Open System Interconnection) Reference Model atau model referensi OSI adalah sebuah model untuk jaringan komputer yang dikembangkan oleh

International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. Model OSI ini disebut juga model OSI tujuh lapis atau OSI seven layer model yang mulai diperkenalkan pada tahun 1984.

Siapa saja yang belajar jaringan komputer sudah selayaknya meluangkan waktunya mempelajari Model OSI ini. Model OSI dapat digunakan untuk menjelaskan cara kerja jaringan komputer secara logika. Dahulu kala, komunikasi data yang melibatkan komputer-komputer dari vendor yang berbeda sangat sulit dilakukan. Masing-masing vendor menggunakan protokol dan format data yang berbeda-beda. Sehingga International Organization for Standarization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai Model OSI yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor

yang berbeda.

(8)

5  Model OSI dianggap terlalu kompleks. Beberapa fungsi (seperti metode komunikasi connectionless) dianggap kurang memadai. Sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan error correction) diulang-ulang di beberapa layer.

 OSI menggunakan 7 buah layer yang dianggap terlalu rumit dan hanya

mempertimbangkan aspek “politik” dibandingkan “teknik”. layer

Presentation dan Session dianggap tidak berguna (kosong), sedangkan

Layer Data Link dan Network sangat penuh dengan fitur-fitur.

 Adanya campur tangan politik menyebabkan OSI dianggap sebagai

“makhluk” buatan Kementerian Telekomunikasi Eropa dan pemerintah

Amerika Serikat. Campur tangan birokrasi untuk mengatur protokol jaringan komputer ternyata menimbulkan sentimen negatif dari para pengguna jaringan komputer. Sehingga implementasi jaringan komputer yang menggunakan model OSI jarang dijumpai di luar benua Eropa.

 Pertumbuhan Internet berbasis protokol TCP/IP yang sangat pesat telah membuat model OSI menjadi kurang populer dan kurang diminati.

CARA KERJA

Ketujuh layer model OSI jika dilihat secara fungsional dapat dikelompokkan menjadi dua bagian utama, yaitu:

(9)

6

communication session ditangani oleh layer ini. Upper layer banyak diimplementasikan dalam bentuk software (aplikasi).

Layer 1 s/d 4 dikelompokkan sebagai data flow layers atau lower layers.

Bagaimana data mengalir pada network ditangani oleh layer ini. Lower layer dapat diimplementasikan dalam bentuk hardware maupun

software.

Suatu layerdapat berkomunikasi secara “vertikal” dengan layer lain yang berada tepat dibawah atau diatasnya. Sebagai contoh, layer Data Link dapat berkomunikasi dengan layer Physical atau Network. Namun, layer Data Link

tidak bisa berkomunikasi dengan layer Application.

Suatu layer juga dapat berkomunikasi secara ”Horizontal” dengan layer

yang sama pada host lain. Komunikasi layer secara horizontal bersifat virtual, artinya tidak terjadi secara langsung sebagaimana dilakukan pada komunikasi vertikal. Komunikasi secara vertikal ditangani oleh interface khusus.

Informasi yang mengalir dari satu layer ke layer yang lain akan mengalami

“pengubahan bentuk” atau transformasi bentuk. Untuk memahaminya,

perhatikan ilustrasi berikut yang menggambarkan transformasi informasi dari

layer Appleication hingga layer Physical.

1. Informasi berawal dari layer Application. Informasi kemudian melewati

(10)

7

2. Setelah sampai di layer Transport, data akan mengalami transformasi ke bentuk lain yang disebut segment atau segmen;

3. Segment mengalir ke layer Network dan kemudian diubah menjadi packet

atau paket (kadang disebut datagram);

4. Packet mengalir ke layer Data Link dan kemudian diubah menjadi frame;

5. Terakhir, frame mengalir ke layer Physical dan kemudian diubah menjadi

bits atau bit-bit;

6. Pada layer ini, bit-bit diubah menjadi besaran fisik, seperti arus listrik, gelombang elektromagnetik, dan sebagainya.

Proses “pengubahan bentuk” dari satu layer ke layer berikutnya dilakukan dengan menambahkan header khusus. Inilah yang disebut dengan encapsulation

atau enkapsulasi. Proses enkapsulasi terjadi berulang-ulang hingga data diubah menjadi bit-bit. Kemudian bit-bit ini dikirim ke host target melalui media jaringan.

Setelah informasi (berupa bit-bit) sampai di host target maka proses

kebalikannya, yaitu “melepas” header satu per satu dari layer terbawah hingga ke layer paling atas akan dilakukan. Proses melepas header ini disebut de-encapsulasi.

(11)

8

alamat tujuan. Setelah sampai di alamat tujuan, penerima dapat membuka bungkusnya satu persatu, hingga mendapatkan barang yang dikirim untuknya.

OSI dan Perangkat Network

Berbagai perangkat jaringan komputer, seperti hub, switch, reuter bekerja berdasarkan prinsip-prinsip model OSI. Penjelasannya sebagai berikut:

 Reuter

Reuter bekerja pada layer 3 atau layer Network. Pada layer ini disediakan protokol yang bertanggung jawab mengatur pengalamatan (addresing)

dan penentuan rute (routing). Saat ini sudah dikembangkan pula reuter

yang dapat bekerja pada layer 4 atau layer Transport. Reuter semacam ini memliki fungsi tambahan, yaitu sebagai firewall.

 Bridge

Bridge bekerja pada layer 2 atau layer Data Link. Layer ini tidak menyediakan protokol untuk routing dan addressing (disebut alama logika). Namun, bridge dapat mengenali alamat hardware (disebut alamat fisik atau MAC address). Biasanya bridge digunakan untuk menghubungkan network yang menggunakan teknologi sejenis.

 Switch

(12)

9

Selain switch tradisional, saat ini sudah dikembangkan MLS atau

multilayer switch yang dapat beroperasi pada layer 2 hingga layer 7.

Switch semacam ini memiliki beberapa fitur tambahan yang tidak dijumpai pada switch tradisional.

 Hub

Hub bekerja pada layer 1 atau Physical. Hub berfungsi sebagai konsentrator. Namun, hub tidak dapat mempelajari alamat hardware

hingga informasi yang datang ke hub akan diteruskan ke seluruh host. Jadi setiap host akan menerima informasi dari hub. Kondisi semacam ini

disebut sebagai “banjir brodcast” yang sangat mempengaruhi performa

network. Saat ini hub sudah semakin jarang dijumpai.

 Repeater

(13)

10

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 TRANSPORT LAYER

Lapisan transpor atau transport layer adalah lapisan keempat dari model referensi jaringan OSI. Fungsi dasar transport layer adalah menerima data dari session layer,memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer, dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan dapat melindungi layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari.Dalam keadaan normal, transport layer membuat koneksi jaringan yang berbeda bagi setiap koneksi transport yang diperlukan oleh session layer. Bila koneksi transport memerlukan throughput yang tinggi, maka transpor layer dapat membuat koneksi jaringan yang banyak. Transport layer membagi-bagi pengiriman data ke sejumlah jaringan untuk meningkatkan throughput. Di lain pihak, bila pembuatan atau pemeliharaan koneksi jaringan cukup mahal, transport layer dapat menggabungkan beberapa koneksi transport ke koneksi jaringan yang sama. Hal tersebut dilakukan untuk membuat penggabungan ini tidak terlihat oleh session layer.

(14)

11

pesan atau byte sesuai dengan urutan pengirimannya. Akan tetapi, terdapat pula jenis layanan transport lainnya. Layanan tersebut adalah transport pesan terisolasi yang tidak menjamin urutan pengiriman, dan membroadcast pesan-pesan ke sejumlah tujuan. Jenis layanan ditentukan pada saat koneksi dimulai. Lapisan ini bertanggung jawab untuk menyediakan koneksi yang bebas dari gangguan. Ada dua jenis komunikasi data jaringan komputer, yaitu Connection Oriented dan Connectionless. Pada jenis komunikasi Connection Oriented data dipastikan sampai tanpa ada gangguan sedikit pun juga. Apabila ada gangguan, maka data akan dikirimkan kembali. Sedangkan jenis komunikasi Connectionless, tidak ada mekanisme untuk memastikan apabila data yang dikirim telah diterima dengan baik oleh penerima. Biasanya lapisan ini mengubah layanan yang sangat sederhana dari lapisan Network menjadi sebuah layanan yang lebih lengkap bagi lapisan diatasnya. Misalnya, pada layer ini disediakan fungsi kontrol transmisi yang tidak dimiliki oleh lapisan di bawahnya. Menjamin penerima mendapatkan data seperti yang dikirimkan dan mengacu pada service number serta datanya adalah segment.Lapisan transport bertanggung jawab untuk pengiriman source-to-destination (end-to-end) daripada jenis message tertentu.

Tanggung jawab spesifik lapisan transport ini adalah:

 Sevice-point addressing

(15)

12

satu ke komputer yang lain saja namun lebih spesifik kepada delivery jenis message untuk aplikasi yang berlainan. Sehingga setiap message yang berlainan aplikasi harus memiliki alamat/address tersendiri lagi yang disebut service point address atau port address.

 Segmentation dan reassembly

Sebuah message dibagi dalam segmen-segmen yang terkirim. Setiap segmen memiliki sequence number. Sequence number ini yang berguna bagi lapisan transport untuk merakit/reassembly segmen-segman yang terpecah atau terbagi tadi menjadi message yang utuh.

 Connection control

Lapisan transport dapat berperilaku sebagai connectionless atau connection-oriented.

 Flow control

Seperti halnya lapisan data link, lapisan transport bertanggung jawab untuk kontrol aliran (flow control). Bedanya dengan flow control di lapisan data link adalah dilakukan untuk end-to-end.

 Error control

(16)

13

FUNGSI TRANSPORT LAYER

Melakukan koneksi end-to-end;

Mengirim segmen dari satu host ke host yang lain

(17)

14

LAYANAN / TRANSPORT SERVICE

Ada banyak layanan yang bisa opsional disediakan oleh protokol Transport Layer, dan protokol yang berbeda mungkin atau mungkin tidak menerapkannyaTransport service merupakan service yang disediakan sebuah protokol untuk mendukung fungsionalitas dari lapisan transport secara keseluruhan. Contoh dari service pada lapisan transport antara lain : connection-oriented data stream support, reliability, flow control, dan multiplexing.

 Koneksi berorientasi komunikasi: Menafsirkan koneksi sebagai data stream dapat memberikan banyak manfaat bagi aplikasi. Hal ini biasanya lebih mudah untuk berurusan dengan daripada yang mendasari hubungan-model yang kurang, seperti yang mendasari model Transmission Control Protocol Protokol Internet datagrams.

 Pengiriman order Sama: Lapisan Jaringan umumnya tidak menjamin bahwa paket data akan tiba dalam urutan yang sama bahwa mereka dikirim, tetapi sering hal ini merupakan fitur yang diinginkan. Hal ini biasanya dilakukan melalui penggunaan penomoran segmen, dengan penerima melewati mereka ke aplikasi secara berurutan. Hal ini dapat menyebabkan kepala-of-line blocking.

(18)

15

otomatis dapat digunakan untuk mengirim ulang data yang hilang atau rusak.

 Flow control: Tingkat transmisi data antara dua node kadang-kadang harus dikelola untuk mencegah pengirim cepat dari transmisi data lebih banyak daripada yang dapat didukung oleh data buffer menerima, menyebabkan buffer overrun. Ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dengan mengurangi buffer underrun.

 Penghindaran Kemacetan: Congestion control dapat mengatur lalu lintas masuk kedalam sebuah jaringan telekomunikasi, sehingga untuk menghindari keruntuhan kongestif dengan mencoba untuk menghindari oversubscription dari setiap kemampuan pemrosesan atau link dari node intermediate dan jaringan dan sumber daya mengambil langkah-langkah mengurangi, seperti mengurangi tingkat paket pengiriman. Misalnya, permintaan ulangi otomatis dapat menyimpan jaringan dalam keadaan padat, situasi ini dapat dihindari dengan menambahkan menghindari kongesti dengan kontrol aliran, termasuk lambat-start. Hal ini membuat konsumsi bandwidth pada tingkat yang rendah di awal transmisi, atau setelah pengiriman ulang paket.

(19)

16

lebih dari satu layanan jaringan pada waktu yang sama. Ini adalah bagian dari Transport Layer pada model TCP / IP, tetapi dari Session Layer dalam model OSI.

Pada hakekatnya, gol utama dari lapisan transport adalah untuk meningkatkan efisiensi, keandalan, efektifitas pengiriman data. Untuk mencapai gol tersebut, lapisan transport memanfaatkan service yang disediakan oleh lapisan network.Entitas transport, hardware atau software yang berada antara lapisan transport dan lapisan network, terdapat pada kernel sistem operasi. Secara detail, lapisan transport dihubungkan dengan lapisan network dan lapisan aplikasi digambarkan sebagai berikut:

(20)

17

connectionless transport service yang mirip dengan connectionless network service.

(21)

18

transport, seorang programmer akan dapat membuat code program sesuai dengan standar primitif dan program yang dibuatnya dapat berjalan pada jaringan yang bervariasi.

TRANSPORT SERVICE PRIMITIF

Untuk menjadikan pengguna dapat mengakses transport service, lapisan transport harus menyediakan beberapa operasi pada program aplikasi yang merupakan transport service interface. Tiap transport service memiliki interface-nya masing–masing. Idealnya sebuah connection-oriented transport sangat handal. Namun, pada faktanya, jaringan tidak 100% bebas dari error. Hal ini merupakan tugas utama dari lapisan transport untuk menjadikannya handal dengan menyediakan service yang handal pula.

(22)

19

Segment merupakan istilah untuk sesuatu yang dikirim dari entitas transport ke entitas transport yang lain. Entitas network memproses header dari packet dan kemudian melewatkan konten dari paket–paket itu pada entitas transport. Proses ini dijelaskan pada gambar berikut:

(23)

20

BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Transport Layer bertanggung jawab untuk menyampaikan data ke proses aplikasi yang sesuai pada komputer host. Ini melibatkan multiplexing statistik data dari proses aplikasi yang berbeda, yaitu membentuk paket data, dan sumber menambahkan dan nomor port tujuan dalam header setiap paket data Transport Layer. Bersama dengan sumber dan tujuan alamat IP, nomor port merupakan soket jaringan, yaitu alamat identifikasi proses-proses komunikasi. Dalam model OSI, fungsi ini didukung oleh Session Layer.

(24)

21

UDP adalah protokol yang sangat sederhana, dan tidak menyediakan sirkuit virtual, atau komunikasi yang handal, mendelegasikan fungsi-fungsi ini dengan program aplikasi. paket UDP disebut datagram, bukan segmen.

TCP digunakan untuk berbagai protokol, termasuk web browsing HTTP dan transfer email. UDP dapat digunakan untuk multicasting dan penyiaran, karena transmisi ulang yang tidak mungkin untuk sejumlah besar host. UDP biasanya memberikan throughput yang lebih tinggi dan latensi lebih pendek, dan karena itu sering digunakan untuk komunikasi multimedia real-time dimana packet loss kadang-kadang dapat diterima, misalnya IP-TV dan IP-telephony, dan untuk permainan komputer online.

TCP/IP menjadi satu nama karena fungsinya selalu bergandengan satu sama lain dalam komunikasi data. TCP/IP saat ini dipergunakan dalam banyak jaringan komputer lokal (LAN) yang terhubung ke Internet, karena memiliki sifat:

(25)

22  Berdiri sendiri dari perangkat keras jaringan apapun. Sifat ini memungkinkan TCP/IP bergabung dengan banyak jaringan komputer. TCP/IP bisa beroperasi melalui sebuah Ethernet, sebuah token ring, sebuah saluran dial-up secara vitrual melalui berbagai media fisik transmisi data.

 Bisa dijadikan alamat umum sehingga tiap perangkat yang memakai TCP/IP akan memiliki sebuah alamat unik dalam sebuah jaringan komputer lokal, atau dalam jaringan kumputer global seperti Internet.

3.2 SARAN

(26)

23

DAFTAR PUSTAKA

Sofana, Iwan. 2011.Teori dan Modul Praktikum Jaringan Komputer. copyright ©2011.

http://www.herowintolo.stta.ac.id/2011/10/jaringan-komputer4 lapisantransport.html

http://blog.um.ac.id/wahyunurula/2011/12/09/apa-itu-tcpip/ http://blog.unsri.ac.id/agung_zulfahri/welcome/pengertian-tcp-dan udpperbedaan-tcp-dan-udp/mrdetail/2022

syafrilchairiansyah.files.wordpress.com/.../arsitekturnetworking_ibm-sna...? nic.unud.ac.id/~lie.../A04%20OSI%20Model%20_Kelompok%204_.pdf? nic.unud.ac.id/~lie_jasa/Artikel_reg_K4.pdf?

www.academia.edu/5199336/MAKALAH_OSI_LAYER?

What is OSI (Open Systems Interconnection)? - Definition from WhatIs.comhttp://searchnetworking.techtarget.com/definition/OSI

Introduction to TCP/IP Networking

http://userpages.umbc.edu/~jack/ifsm498d/tcpip-intro.html OSI Reference Model illustrated - Reference from WhatIs.com

Referensi

Dokumen terkait

Yang paling menarik untuk disaksikan tidak ada alat-alat modern yang mendukung dalam pembuatan gerabah, tapi lapisa-lapisan tanah liat terus ditambahkan dari

Pada tahap konstruksi dampak penting hipotetik yang mungkin ditimbulkan adalah terganggunya aktivitas masyarakat akibat kegiatan konstruksi, kebisingan, kemacetan, penurunan

Tergantung pada tata letak ruangan, Anda mungkin memiliki sedikit pilihan tempat untuk meletakkan proyektor, tetapi jika memungkinkan, pilih dinding yang tidak terkena cahaya

a) Cuticula (selaput kulit ari) yang berbentuk seperti sisik-sisik ikan dan sangat berfungsi untuk melindungi lapisan rambut (berada paling luar yang merupakan

fisik yang ada di network card masing masing pc. Koneksi dari MAC yang tidak ada dalam list akan ditolak. Metode ini tidak selamanya aman, karena masih mungkin bagi

Mikrotik merupakan sistem operasi jaringan (Operating System Network) yang banyak digunakan oleh internet Service Provider untuk keperluan firewall atau router

Sehingga sangat tepat jika faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan yang paling dominan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran (Sudjana, 2002: 39). Penelitian

Kerusakan lapisan ozon yang sudah berlangsung selama ini masih dapat diperbaiki jika kita memusnahkan gas CFC dan bahan perusak ozon (BPO) lainnya, sehingga kita dapat