• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM INTERNETWORKING II PERM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM INTERNETWORKING II PERM"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM INTERNETWORKING II MODUL I

BASIC SPANNING TREE PROTOCOL (STP)

Puji Lestari

13102055

S1 INFORMATIKA

(2)

MODUL I

BASIC SPANNING TREE PROTOCOL (STP) 1. DASAR TEORI

Spanning Tree Protocol (STP) adalah sebuah protokol layer 2 yang berjalan pada

bridge dan switch yang memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu

sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola redudant link dalam jaringan. Tujuan utama

dari STP untuk menghentikan loop yang terjadi pada jaringan Layer 2 (Bridge atau Switch).

STP memiliki tugas utama yakni waspada dengan memonitor jaringan untuk menemukan

semua link dan memastikan bahwa tidak ada terjadi loop pada setiap link yang redudancy

dengan menggunakan Spanning-Tree Algoritma (STA), dengan membuat Topology

Database yang akan mencari dan mematikan redudant link.

STP secara otomatis menemukan topology jaringan dan akan membentuk suatu jalur

tunggal yang optimal melalui suatu bridge jaringan dengan menugasi untuk menentukan

bagaimana bridge berfungsi dalam hubungannya dengan bridge lainnya dan apakah bridge

meneruskan traffic ke jaringan lainnya atau tidak.

Gambar 1.1 Spanning Tree Protocol – Root Bridge Dalam STP terdapat terminologi, yakni:

1.1.Root Bridge

Root Bridge merupakan master bridge ataupun controlling bridge. Root bridge akan

secara periodik mem-broadcast pesan konfigurasi. Pesan ini digunakan untuk memilih

rute dan re-konfiguri fungsi-fungsi dari bridge lainnya. Root bridge hanya ada satu root

bridge dalam jaringan yang dipilih oleh administrator. Saat menentukan root bridge,

dengan memilih yang paling dekat dengan pusat jaringan secara fisik.

(3)

Semua switch saling bertukar informasi untuk menetukan root bridge (switch)

menggunakan BPDU. Sebuah datagram adalah self-contained, independen data

membawa informasi yang akan disalurkan dari sumber ke computer tujuan. Informasi

yang dikumpulkan dari perangkat BPDU di jaringan akan membantu dalam keputusan

konfigurasi.

Gambar 1.2 BPDU dalam Lingkungan Spanning Tree

Sebuah pertukaran BPDU akan menghasilkan berikut ini:

a. Salah satu switch akan dipilih sebagai root switch.

b. Jarak terpendek dari switch ke root switch akan dihitung.

c. Sebuah switch yang ditunjuk akan dipilih yang paling dekat dengan root switch

melalui frame dan akan diteruskan ke root.

d. Port yang dipilih untuk setiap switch akan menjadi port yang menyediakan jalan

terbaik dari root beralih ke switch .

e. Ports yang termasuk dalam Spanning Tree Protokol akan dipilih.

1.3.Bridge ID

Bridge ID digunakan untuk mempermudah STP melacak semua switch di jaringan.

1.4.Nonroot Bridge

Dalam seluruh bridge (switch) yang non-root bridge akan saling bertukar informasi

BPDU dan akan saling mengupdate STP topology database.

1.5.Port Cost

Port cost ditentukan oleh bandwith dari interface akan menentukan path terbaik ketika

multiple link digunakan antar dua switch.

1.6. Root Port

Root Port adalah link yang selalu terhubung langsung dengan root bridge atau path

(4)

cost akan menjadi penentu dengan memeriksa bandwith setiap link. Root port akan

ditentukan dengan port cost, jika memiliki cost yang sama maka dilihat dari ID terkecil.

1.7.Designated Port

Designated Port ditentukan dengan cost yang terkecil yang akan ditandai dengan

Forwarding Port.

1.8.Nondesignated Port

Nondesignated Port adalah port yang memiliki cost yang tertinggi dari designated port

yang akan ditetapkan sebagai blocking mode sehingga tidak akan terjadi forwarding

port.

1.9.Forwarding Port

Merupakan port yang akan mem-forward frame.

1.10. Block Port

Block Port adalah port yang di block untuk mencegah loop, tidak akan memforward

frame tetapi tetap mendengar frame (STP Advertisement).

Bridge mengirimkan paket khusus yang disebut Bridge Protocol Data Units (BPDU)

keluar dari setiap port. BPDU ini dikirim dan diterima dari bridge lainnya digunakan untuk

menentukan fungsi-fungsi bridge, melakukan verifikasi kalau bridge disekitarnya masih

berfungsi, dan recovery jika terjadi perubahan topology jaringan.

Ketika redundan link ditemukan, mereka akan ditambahkan ke daftar STP pada

port-to–port basic. Karena setiap port pada switch dapat berisi redundant link, masing-masing

port dapat dimasukkan ke salah satu dari lima states untuk memfasilitasi pengelolaan

jaringan logis mencegah perulangan.

- Blocking

Ketika switch dihidupkan pertama, semua port, kecuali root port, ditetapkan untuk

memblokir state sehingga tidak ada lalu lintas yang dapat diteruskan

sampai switch menentukan rootswitch dalam jaringan. Pemblokiran dapat

menghilangkan perulangan dalam jaringan sampai semua redundant link dapat dikelola

dengan baik.

- Listening

Sebuah port di listening state akan berusaha untuk menemukan konfigurasi lalu lintas

sistem informasi, yaitu menerima untuk mencari tahu apakah diizinkan untuk lalu lintas

jaringan. Untuk melakukan hal ini, port di listening state akan menjatuhkan lalu lintas

(5)

lebih port yang ditemukan untuk dapat menciptakan sebuah perulangan, switch akan

mengaktifkan port dengan lowest path cost untuklistening state dan port yang lain.

dengan higher path cost yang lebih tinggi akan dinonaktifkan.

- Learning

Learning state memungkinkan untuk menambahkan alamatnya ke forwarding

table di switch sehingga port lain dapat mengenalinya, sehingga lalu lintas dapat

diaktifkan bukannya langsung melakukan broadcast untuk mempelajari alamat tujuan.

Setelah alamat port diakui oleh modul manajemen switch, akan berubah

menjadi forwarding states.

- Forwarding

Port di forwarding states diperbolehkan untuk lewat lalu lintas antara port lain

dengan switch yang sama. Ini forwards frame yang diterima dari segmen terlampir atau

beralih dari port yang lain untuk forwarding. Ini akan memasukkan informasi lokasi

stasiun ke dalam alamat database, menerima BPDU dan mengarahkan mereka ke

sistem modul, dan BPDU memproses sistem yang diterima dari modul. Ini juga akan

menerima dan menanggapi pesan manajemen jaringan.

- Disabled

Ports dinonaktifkan ketika mereka merupakan bagian dari jaringan perulangan. Port di

disabled state tidak akan mengizinkan lalu lintas jaringan akan berlalu. Tidak akan

memperbarui alamat database karena tidak ada learning. Namun akan tetap menerima

dan memproses BPDU dan manajemen jaringan lalu lintas, tetapi tidak akan

mengarahkan mereka ke sistem modul.

(6)

Konvergensi STP akan terjadi jika semua port pada bridge atau switch melakukan

transisi baik itu ke forwarding mapun blocking. Dalam memforward tidak ada data yang

akan di forward sehingga konvergensi selesai. Ketika terjadi konvergensi maka semua host

akan berhenti men-transmit data. Konvergensi ini penting karena menjamin semua

perangkat memiliki database yang sama dengan membutuhkan waktu 50 detik untuk

melakukan transisi dari blocking ke forwarding.

2. ANALISIS

Gambar 1.4 Spanning Tree Protocol

Pada praktikum ini membahas mengenai Spanning Tree Protocol. Dimana semua

perangkat dapat berkomunikasi satu sama lain sehingga dapat mengetahui redudancy pada

perangkat. Maka saat praktikum menggunakan Cisco Packet Tracer dengan menyusun

switch dan PC sesuai dengan gambar diatas. Terdapat 3 switch yang diubah namanya sesuai

(7)

Dengan memiliki maksud untuk mengubah dari hostname masing-masing switch

menjadi S1, S2 dan S3 juga memiliki password cisco dan juga class. Apabila terdapat jarak

yang lumayan lama dalam memasukkan script maka akan disuruh memasukkan password

tersebut. Langkah selanjutnya dengan me-nonaktifkan seluruh interface fastethernet dan

(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)

Setelah seluruh interface fastethernet dan gigabitethernet telah non-aktif, maka

tinggal mengaktifkan interface fastethernet yang terhubung antara Switch dan PC.

Switchport mode access ini hanya akan bisa dilewati oleh satu VLAN yakni VLAN yang di

assign ke port. Apabila S1 hanya terhubung dengan fa0/3 yang menghubungkan ke PC3.

Untuk S2 terhubung dengan fa0/3, fa0/4 dan fa0/5 untuk dapat berhubungan dengan PC0,

PC1 dan PC2.

Mode trunk akan bisa berkomunikasi dengan banyak VLAN. Jika port mode trunk

pada switch lawan di set ke mode trunk. Mode ini sehingga antar switch satu sama lain dapat

berkomunikasi dengan baik. Dengan langkah selanjutnya melakukan setting mode trunk di

(14)

Mode trunk telah berhasil sehingga melakukan konfigurasi ip address di masing masing

(15)
(16)
(17)

Langkah-langkah telah dilakukan semuanya, selanjutnya dengan melihat spanning tree

(18)

Maka setelah langkah semua berhasil maka langkah selanjutnya melakukan

pengujian dengan melakukan proses ping, sehingga apabila praktikum yang benar

menghasilkan proses ping yang berhasil semua. Kecuali dilakukan proses ping di S1 di fa0/1

(19)

3. KESIMPULAN

Dari praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan:

a. Bridge ID priority baik dari S1, S2 dan S3 memiliki angka yang sama yakni 32769

(priority 32768 sys-id-ext 1).

b. Root bridge untuk VLAN 1 spanning tree-nya adalah S3.

c. Dalam setiap switch yang terhubung dengan PC maka akan memiliki root port dan

designated port kecuali S3 yang tidak memiliki root port.

d. Hanya pada S1 yang terjadi proses blocking.

e. Kriteria dalam memilih root port yakni priority, cost dan MAC address.

f. Kriteria dalam memilih designated port yakni priority, cost dan MAC address serta

melihat ID yang paling dekat dengan root port.

4. DAFTAR PUSTAKA

a. http://rezaaditya.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/42438/Bab+5+Layer+2+Switc

hing+and+Spanning+Tree+Protocol+(STP).pdf

b. nic.unud.ac.id/.../A17%20SPANNING%20TREE%20PROTOKOL%20_802.pdf

c. www.sysneta.com/spanning-tree-protocol

(20)

Gambar

Gambar 1.1 Spanning Tree Protocol – Root Bridge
Gambar 1.2 BPDU dalam Lingkungan Spanning Tree
Gambar 1.3 Spanning Tree Protocol Port States
Gambar 1.4 Spanning Tree Protocol

Referensi

Dokumen terkait

Pada Tabel 8 yang menanyakan mengenai opini pengunjung tentang citra Kota Makassar dilihat dari perspektif berita kekerasan adalah untuk pengunjung berdasarkan

m) Orang yang menyatakan i>jab> tidak boleh mengubah pembicaraannya sebelum pihak lain menyatakan qabu>l. n) Para pihak yang melakukan akad jual beli

Sedangkan air, tempurung, dan sabut sebagai hasil samping ( by product ) dari buah kelapa juga dapat diolah menjadi berbagai produk yang nilai ekonominya tidak kalah dengan

Dari definisi di atas dapat diindikasikan bahwa dalam pemindahan atau pengalihan hutang dalam transaksi hiwalah terdapat unsur kepercayaan dan amanah, dengan

Dalam sistem ekonomi syariah menurut Advika (2017) ekonomi syariah semakin hari perkembangannya semakin dikenal di masyarakat. Tak hanya untuk kalangan islam semata, tetapi juga

Pengurangan Bunyi Bising Melalui Tambakan Tanah, Tembok. Pengurangan Bunyi Bising Melalui Tambakan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut, (1) Jarak septictank dengan sumur gali responden banyak yang tidak memenuhi

Permasalahan tersebut teridentifikasi dengan adanya faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar bahasa Indonesia yaitu guru kurang aktif serta tidak adanya variasi model