Laporan sistem hidrolik

16 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Pemeliharaan Sistem Hidrolik

 

 

   

PROFIL INSTITUSI

Akademi Teknik Soroako ( dahulu bernama Inco Sumitomo Technical

Training Centre ) didirikan oleh PT. INCO Ltd. Canada dan Sumitomo Metal

Mining Jepang pada tahun 1991 bertujuan memberikan nyata di bidang pendidikan dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat lokal area pertambangan PT. INCO Tbk maupun Nasional agar memiliki kesiapan dalam menghadapi tuntutan kebutuhan SDM (Sumber Daya Manusia) bagi industri.

Pada awal berdirinya, ISTC menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan selama dua tahun hingga tahun 1993. Kemudian ISTC dikembangkan menjadi Institusi Pendidikan Perguruan Tinggi yang ditandai dengan pengajuan ijin penyelenggaraan ke DIKTI melalui KOPERTIS IX. ISTC berubah nama menjadi Akademi Teknik Soroako (ATS) ssuai dengan Kepmen. P dan K RI No.151/D/O/1993. ATS secara resmi menyelenggaraan pendidikan Diploma III – Program Studi Perawatan dan Perbaikan Mesin.

Dengan semakin bertambahnya fasilitas pendukung , sumbber daya serta tuntutan untuk berproduksi maka sejak tahun Akademik 2003 / 2004 Program Studidikembangkan menjadi empat bentuk Konsentrasi atau spesialisasi Teknik sebagai berikut :

1. Gambar dan Desain Mekanik ( Drawing, Drafting and Design) 2. Perawatan Mekanik (Mechanical Maintenance)

3. Pembuatan Suku Cadang (Machining) 4. Fabrikasi dan Pengelasan Logam (Welder)

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hidrolika merupakan sebuah cabang dari ilmu perihal yang meneliti arus zat cair melalui pipa-pipa dan pembuluh-pembuluh tertutup. Maupun dalam kanal-kanal erbuka dan sungai-sungai. Kata hidrolik berasal dari kata ‘hudor’ (bahasa Yunani), yang berarti air. Didalam teknik hidrolika berarti penggerakan-penggerakan, pengaturan-pengaturan, dan pengendalian-pengendalian, dimana berbagai gaya dan gerakan kita peroleh dengan bantuan tekanan suatu zat cair.

Dewasa ini system hidrolik banyak digunakan dalam berbagai macam industry makanan. Industry minuman, industry permesinan, industry otomatif, serta industry pembuatan robot. Sehingga pengetahuan tentang komponen dari system hidrolik sangat penting dalam semua cabang industrial.

Untuk meningkatkan efektifitas dan produktivitas maka sekarang ini system hidrolik banyak dikombinasikan dengan system lainnya sehingga akan didapat unjuk kerja dari system hidrolik yang lebih optimal.

Dengan demikian, sesuai dengan kondisi seperti ini yang harus kita ketahui bukan hanya mengenai pemakaian system hidrolik itu sendiri, melainkan bagaimana cara pemeliharaannya serta kita mengetahui keuntungan dan kerugian system hidrolik dalam upaya tetap menjaga kualitas system hidrolik tersebut. Untuk itu laporan ini dibuat sebagai bentuk penjelasan yang nantinya dapat diaplikasikan dalam proses industry.

B. Rumusan Masalah

Berikut ini merupakan rumusan masalah yang akan dibahas dalam laporan ini :

1. Bagaimana cara kerja system hidrolik ?

2. Apa saja keuntungan dan kerugian system hidrolik ? 3. Bagaimana cara pemeliharan cairan hidrolik ?

(3)

Pemeliharaan Sistem Hidrolik

 

 

   

C. Ruang lingkup Kajian

Ruang lingkup kajian yang akan dibahas sebagai berikut : 1. Pengertian system hidrolik

2. Komponen penyusun system hidrolik 3. Cairan hidrolik

4. Pemeliharaan system hidrolik

D. Tujuan Penulisan

Setelah mengetahui system kerja serta pemeliharaan hidrolik. Diharapkan kita mampu menjelaskan cara kerja system hidrolik dan mengetahui cara pemeliharaan cairan hidrolik yang nantinya dapat diaplikasikan dalam dunia industry.

E. Metode Pengambilan Data

Data-data yang penulis ambil meliputi : 1. Studi Pustaka

Sebagai macam atau landasan teori yang berhubungan dengan pembahasan laporan, maka dibutuhkan literature atau buku-buku yang menunjang sehingga hal-hal yang diungkapkan dalam laporan ini mempunyai sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

2. Mencari referensi dari internet yang berhubungan dengan pembahasan

laporan.

3. Wawancara

Sebagai bentuk pencarian data dengan melakukan wawancara pada pihak-pihak yang mengetahui dan menguasai permasalahan tentang sistem hidrolik.

(4)

BAB II

DESKRIPSI MASALAH

A. Pengertian Sistem Hidrolik

Dalam system hidrolik fluida cair berfungsi sebagai penerus gaya. Minyak mineral adalah jenis fluida yang sering dipakai. Pada prinsipnya bidang hidromekanik (mekanika fluida) dibagi menjadi dua bagian seperti berikut :

1. Hidrostatik, yaitu mekanika fluida yang diam, disebut juga teori

persamaan kondisi-kondisi dalam fluida. Yang termasuk alam hidrostatik murni adalah pemindahan gaya dalam fluida. Seperti kita ketahui, contohnya adalah pesawat tenaga hidrolik.

2. Hidrodiamik, yaitu mekanika fluida yng bergerak. Disebut juga teori aliran (fluida yang mengalir). Yang termasuk dalam hidrodinamik murni adalah perubahan dari energy aliran dalam turbin pada jaringan tenaga hidroelektrik.

Jadi perbedaan yang menonjol dari dua system diatas adalah dilihat dari fluida cair itu sendiri. Apakah fluida cair itu bergerak Karen dibangkitkan oleh suatu pesawat utama (pompa hidrolik) atau karena beda potensial permukaan fluida cair yang mengandung energy (pembangkit tenaga hidro).

Prinsip dasar dari sitem hidrolik adlah Karen sifatny yang sangat sederhana. Zat cair tidak mempunyai bentuk yang tetap. Zat cair hanya dapat membuat bentuk menyesuaikan dengan yang ditempatinya. Zat cair pada prakteknya mempunyai sifat yang tidak dapat dikompresi. Beda dengan fluida gas yang sangat mudah sekali dikompresi. Karena zat cair yang digunakn harus bertekanan tertentu, diteruskan ke segala arah secara merata, memberikan arah gerakan yang sangat halus. Hal ini sangat didukung oleh sifatnya yang selalu menyesuaikan bentuk yang ditempatinya dan tidak dapat dikompresi.

(5)

P       B C Pemeliharaan Siste dengan m daya ya penghan kemudia katup. G tekanan mundur horizont B. Dasar-D Prin dasarnya beberapa tekanan harus me 1. Teka 2. Teka 3. Teka mera C. Kompon 1. Moto meka n Sistem Hidr em hidrolik m menggunaka ang lebih b ntar ini dina an diteruska Gerakan trans fluida pad maupun nik tal maupun v Dasar Sistem nsip dasar d a menyataka a lubang ya dan jumlah empunyai si anan bekerja anan disetiap anan yang ambat secara nen-Kompo or Motor berf anis. Dalam rolik

 

Gambar 1. Pri merupakan s an media pen esar dari d ikkan tekan an kesilinder slasi btang p da ruang sil k dan turun vertikal. m Hidrolik dasar sistem an dalam su ang sama ma h aliran yan fat-sifat seba a tegak lurus p titik sama u diberikan k a seragam ke onen Penyus fungsi sebag system hidr

insip dasar sys

suatu bentuk nghantar ber daya awal y nannya oleh r kerja mela piston dari si linder dima sesuai deng m hidrolik b uatu bejana aka akan di ng sama. Di agai berikut pada permu untuk semua ke sebagian e bagian lain sun Sistem H gai pengubah rolik motor b stem hidrolik k perubahan rupa fluida c yang dikelu pompa pem alui pipa-pip ilinder kerja anfaatkan un an pemasan berasal dari tertutup ya ipancarkan k mana tekan : ukaan bidang a arah. n fluida da n fluida. Hidrolik h dari tenaga berfungsi seb atau pemind cair untuk m uarkan. Dim mbangkit tek pa saluran d yang diakib ntuk gerak gan silinder i hukum pa ang ujungny ke segala ar nan dalam fl g. alam tempa a listrik menj bagai pengg dahan daya memperoleh mana fluida kanan yang dan katup-batkan oleh maju dan r yaitu arah ascal, pada ya terdapat rah dengan luida statis at tertutup, njadi tenaga erak utama

(6)

dari semua komponen hidrolik dalam rangkaian ini. Kerja dari motor itu dengan cara memutar poros pompa yang dihubungkan dengan poros input motor. Motor yang digunakan adalah motor AC satu phasa ¼ PK.

2. Kopling ( Coupling )

Fungsi utama dari kopling adalah sebagai penghubung putaran yang dihasilkan motor penggerak untuk diteruskan ke pompa. Akibat dari putaran ini menjadikan pompa bekerja (berputar).

3. Pompa Hidrolik

Pompa hidrolik ini digerakkan secara mekanis oleh motor listrik. Permulaan dari pengendalian dan pengaturan system hidrolik selalu terdiri atas suatu unsur pembangkit tekanan, jadi fungsi dari unsur tersebut dipenuhi oleh pompa hidrolik. Pompa hidrolik berfungsi untuk mengubah energy mekanik menjadi energi hidrolik dengan cara menekan fluida hidrolik kedalam sistem.

Apabila pompa digerakkan motor (penggerak utama), pada dasarnya pompa melakukan dua fungsi utama :

1) Pompa menciptakan kevakuman sebagian pada saluran masuk pompa.

Vakum inimemungkinkan tekanan atmosfer untuk mendorong fluida dari tangki kedalam pompa.

2) Gerakan mekanik pompa menghisap fluida kedalam rongga

pemompaan, dan membawanya melalui pompa, kemudian mendorong dan menekannya ke dalam sistem hidrolik.

(7)

Pemeliharaan Sistem Hidrolik

 

 

   

4. Katup ( valve )

Dalam sistem hidrolik, katup berfungsi sebagai pengatur tekanan dan aliran fluida yang sampai ke silinder kerja. Menurut pemakaiannya, katup hidrolik dibagi menjadi tiga macam, antara lain :

1. Katup Pengatur Tekanan ( Relief Valve )

2. Katup Pengatur Arah Aliran ( Direction Control Valve ) 3. Katup Pengatur Jumlah Aliran ( Flow Control Valve )

Gambar 4. Katup pengatur tekanan 5. Silinder Kerja Hidrolik

Silinder kerja hidrolik merupakan komponen utama yang berfungsi untuk merubah dan meneruskan daya dari tekanan fluida, dimanan fluida akan mendesak piston yang merupakan satu-satunya komponen yang ikut bergerak untuk melakukan gerak translasi yang kemudian gerak ini diteruskan kebagian mesin melalui batang piston.

6. Manometer (Presure Gauge)

Biasanya pengatur tekanan dipasang dan dilengkapi dengan sebuah alat yang dapat menunjukkan sebuah tekanan fluida yang keluar. Prinsip pembacaan pengukuran tekanan manometer ini adalah bekerja berdasarkan atas dasar prinsip analog.

7. Saringan Oli (Oil Filter)

Filter berfungsi menyaring kotoran-kotoran dari minyak hidrolik dan diklasifikasikan menjadi filter saluran yang dipakai saluran bertekanan.

(8)

Filter ditempatkan didalam tangki pada saluran masuk yang akan menuju ke pompa. Dengan adanya filter, diharapkan efisiensi peraltan hidrolik dapat ditinggikan dan umur pemakaian lebih lama.

8. Fluida Hidrolik

Fluida hidrolik adalah salah satu unsur yang penting dalam peralatan hidrolik. Fluida hidrolik merupakan suatu bahan yang mengantarkan energi dalam peralatan hidrolik dan melumasi setiap peralatan serta sebagai media penghilang kalor yang timbul akibat tekanan yang ditingkatkan dan meredam getaran dan suara.

D. Cairan Hidrolik

Cairan hidrolik yang digunakan pada system hidrolik harus memiliki ciri-ciri atau watak (Property) yang sesuai dengan kebutuhan. Property cairan hidrolik merupakan hal-hal yang dimiliki oleh cairan hidrolik tersebut sehingga cairan hidrolik tersebut dapat melaksanakan tugas atau fungsinya dengan baik.

Adapun fungsi atau tugas dari cairan hidrolik pada system hidrolik

antara lain :

1. Sebagai penerus tekanan atau penerus daya.

2. Sebagai pelumas untuk bagian-bagian yang bergerak. 3. Sebagai pendingin komponen yang bergesekan.

4. Sebagai bantalan dari terjadinya hentakan tekanan pada akhir langkah 5. Pencegah korosi.

6. Penghanyut beram / chip yaitu partikel-partikel kecil yang mengelupas dari komponen.

7. Sebagai pengirim isyarat (signal).

Dengan demikian agar cairan hidrolik dapat berfungsi dengan baik, maka perlu diperhatikan syarat-syarat cairan hidrolik yang baik, yaitu sebagai berikut :

1. Kekentalan ( Viskositas) yang cukup

Cairan hidrolik harus memiliki kekentalan yang cukup agar dapat memenuhi fungsinya sebagai pelumas. Apabila viskositas terlalu rendah

(9)

Pemeliharaan Sistem Hidrolik

 

 

   

maka film oli yang terbentukakan sangat tipis sehingga tidak mampu untuk menahan gesekan. Demikian juga bila viskositas terlalu kental, tenaga pompa akan semakin berat untuk melawan gaya viskositas cairan.

2. Indeks Viskositas yang Baik

Dengan viscosity indeks yang baik maka kekentalan cairan hidrolik akan stabil digunakan pada sistem dengan perubahan suhu kerja yang cukup fluktuatif.

3. Tahan Api (Tidak mudah terbakar)

System hidrolik sering juga beroperasi ditempat-tempat yang

cenderung timbul api atau berdekatan dengan api. Oleh karena itu perlu cairan yang tahan api.

4. Tidak Berbusa (Foaming)

Bila cairan hidrolik banyak berbusa akan berakibat banyak gelembung-gelembung udara yang terperangkap dalam cairan hidrolik sehingga akan terjadi compressable dan akan mengurangi daya transfer. Disamping itu,dengan adanya busa tadi kemungkinan terjilat api akan lebih besar.

5. Tahan dingin

Tahan dingin adalah bahwa cairan hidrolik tidak mudah membeku

bila beroperasi pada suhu dingintitik beku atau titik cair yang dikehendaki oleh cairan hidrolik berkisar antara 10o – 15o C dibawah suhu permulaan

mesin dioperasikan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya block

(penyumbatan) oleh cairan hidrolik yang membeku. 6. Tahan korosi dan tahan aus

Cairan hidrolik harus mampu mencegah terjadinya korosi karena

dengan tidak terjadinya korosi maka konstruksi akan tidah mudah aus dengan kata lain mesin akan awet.

7. Demulsibility (water separable)

Yang dimaksud dengan demulsibility adalah kemampuan cairan

hidrolik, karena air akan mengakibatkan terjadinya korosi bila berhubungan dengan logam.

(10)

8. Minimal compresibility

Secara teoritis cairan adalah uncompretessibel (tidak dapat dikempa). Tetapi kenyataannya cairan hidrolik dapat dikempa sampai dengan 0,5 % volume untuk setiap penekanan 80 bar. Oleh karena itu dipersyaratkan bahwa cairan hidrolik agar seminimal mungkin dapat dikempa.

E. Keuntungan dan Kerugian Sistem Hidrolik

Keuntungan-Keuntungan system hidrolik antara lain :

1. Bila dibandingkan dengan metode tenaga mekanik mempunyai kelemahan

pada penempatan posisi tenaga tranmisinya. Lain halnya dengan tenaga hidrolik saluran-saluran tenaga hidrolik dapat ditempatkan pada setiap tempat. Tanpa menghiraukan posisi poros terhadap transmisi tenaganya seperti pada system tenaga mekanik. Tenaga hidrolik lebih fleksibel dalam segi penempatan transmisi tenaganya.

2. Dalam system hidrolik, gaya yang sangat kecil dapat digunakan untuk menggerakkan atau mengangkat beban yang sangat berat dengan cara mengubah sistem perbandingan luas penampang silinder. Hal ini tidak lain adalah karena kemampuan komponen-komponen hidrolik pada kecepatan dan tekanan yang sangat tinggi. Sehingga pada alat yang kecil dan ringan dapat memberikan tenaga yang sangat besar. Bila dibandingkan dengan motor listrik yang mempunyai kemampuan tenaga kuda yang sama.

3. Sistem hidrolik menggunakan minyak mineral sebagai media pemindah

gayanya. Pada system ini bagian-bagian yang bergesekan terselimuti oleh lapisan minyak (oli). Sehingga pada bagian-bagian tersebut dengan sendirinya akan terlumasi. Sitem inilah yang akan mengurangi angka gesekan, dan jika dibandingkan dengan system mekanik bagian-bagian ini bergerak (bergesekan) lebih sedikit. Hal ini terlihat dengan tidak adanya roda-roda gigi, rantai, sabuk (belt), dan kontak-kontak listrik.

4. Beban dengan mudah dikontrol memakai katup pengatur tekanan (relief

valve). Karena apabila ada beban lebih tidak dengan segera diatasi akan

(11)

Pemeliharaan Sistem Hidrolik

 

 

   

kemampuan penyetelan katupnya, pemompaan langsung dihantarkan ke reservoir (tangki) dengan batas-batas tertentu terhadap tori atau gayanya.

5. Dengan system hidrolik, begitu pompa tidak mampu mengangkat, maka

beban berhenti dan dapat dikunci pada posisi mana saja. Lain halnya dengan motor listrik dalam keadaan jalan tiba-tiba dipaksa untuk berhenti. 6. Tenaga disimpan dalam aktutor, dan apabila perlu sewaktu-waktu dapat

digunakan tanpa harus merubah posisi komponen-komponen yang lain. Kelemahan-kelemahan system hidrolik :

1. Fluida yang digunakan harganya mahal

2. Apabila terjadi kebocoran akan mengotori system, sehingga system hidrolik jarang digunakan pada industry makanan maupun obat-obatan.

(12)

BAB III

PEMBAHASAN MATERI

Kondisi sistem hidrolik pada penggunaannya akan mengalami penurunan kualitas kerja, sehingga perlu adanya langkah-langkah perawatan untuk menjaga supaya kualitas kerja tetap baik. Perawatan dapat dilakukan dengan memperhatikan pada gerakan system hidrolik yang mengatur gerak naik turun lengan utama. Apabila menemui kejanggalan atau mungkin kerusakan maka perlu dilakukan perbaikan atau pengaturan.

Perawatan yang dilakukan untuk menjaga agar sistem hidrolik dalam keadaan baik adalah :

A.Menjaga kebersihan mesin

Kebersihan mesin harus dijaga kebersihannya sebelum dan sesudah mesin dioperasikan. Ini bertujuan agar mesin selalu dalam keadaan bersih, karena bila dalam sistem hidrolik terdapat debu atau kotoran akan menyebabkan komponen sistem hidrolik cepat rusak.

B.Menjaga jumlah volume fluida (minyak hidrolik)

Jumlah volume fluida hidrolik harus selalu diperhatikan, karena bila volume fluida kurang dari standar akan menyebabkan kerja system hidrolik tidak maksimal. Misalnya bila volume fluida kurang dari kebutuhan yang diperlukan, maka pada saat piston menghisap fluida kedalam silinder, fluida yang masuk tidak berupa fluida semua, tetapi sebagian akan diisi oleh udara, sehingga dapat mengurangi kerja system hidrolik.

C.Perawatan sistem pelumasan

Perawatan sistem pelumasan dilakukan untuk menjaga supaya fungsi pelumas dapat bekerja dengan baik, sehingga komponen hidrolik dapat terlindung dari keausan akibat adanya gesekan logam dengan logam atau korosi akibat oksidasi dengan udara. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut ;

(13)

Pemeliharaan Sistem Hidrolik

 

 

   

a. Menjaga kebersihan fluida

Untuk menjaga fluida agar tetap dalam keadaan bersih, lakukan pembersihan tangki minyak secara berkala. Karena bila fluida kotor akan menyebabkan saringan oli tersumbat.

b. Waktu pemberian pelumas

Pemberian dan waktu pelumasan dilakukan sesuai dengan instruksi pelumasan proses kerja. Hal ini dilakukan supaya kebutuhan pelumasan dapat tercukupi setiap melakukan kerja, sehingga komponen mesin akan selalu dalam kondisi baik.

D.Pemeliharaan Cairan Hidrolik

Cairan hidrolik termasuk barang mahal. Perlakuan yang kurang atau bahkan tidak baik terhadap cairan hidrolik atau semakin menambah mahalnya harga sistem hidrolik sedangkan apabila kita mentaati aturan-aturan tentang perlakuan/pemeliharaan cairan hidrolik maka kerusakan cairan maupun kerusakan komponen sistem akan terhindar dan cairan hidrolik maupun sistem akan lebih awet.

Panduan pemeliharaan cairan hidrolik antara lain :

a. Simpanlah cairan hidrolik pada tempat yang kering, dingin dan terlndungi (dari hujan, panas, dan angin)

b. Pastikan menggunakan cairan hidrolik yang benar-benar bersih untuk

menambah atau mengganti cairan hidrolik ke dalam system.

c. Pompakanlah cairan hidrolik dari drum ke tangki hidrolik melalui sarigan (pre-filter).

d. Pantaulah (monitor) dan periksalah secara berkala dan berkesinambungan kondisi cairan hidrolik.

e. Aturlah sedemikian rupa bahwa hanya titik pengisi tangki yang rapat-sambung sendiri yang ada pada saluran balik.

f. Buatlah interval penggantian cairan hidrolik sedemikian rupa sehingga oksidasi dan kerusakan cairan dapat terhindar.

(14)

g. Cegah jangan sampai terjadi kontaminasi gunakan filter udara dan filter oli yang baik.

h. Cegah terjadinya panas/pemanasan yang berlebihan, bila perlu pasang

pendingin (cooling) atau bila terjadi periksalah penyebab terjadinya gangguan, atau pasang unloading pump atau excessive resistence.

i. Perbaikilah segera bila terjadi kebocoran dan tugaskan seorang

maintenenceman yang terlatih.

j. Bila akan mengganti cairan hidrolik (apalagi bila cairan hidrolik yang berbeda), pastikan komponen dan seal-sealnya cocok dengan cairan yang baru, demikian pula seluruh system harus dibilas (flushed) secara baik dan benar-benar bersih.

(15)

Pemeliharaan Sistem Hidrolik

 

     

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan materi serta deskripsi masalah yang ada maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya penggunaan system hidrolik pasti akan mengalami penurunan kualitas kerja, sehingga perlu adanya langkah-langkah perawatan untuk menjaga agar kualitas kerja system tersebut tetap baik. Perawatan atau pemeliharaan dapat dilakukan dengan memperhatikan pada gerakan system hidrolik yang mengatur gerak naik turun lengan utama. Apabila menemui kejanggalan atau mungkin kerusakan maka perlu dilakukan perbaikan atau pengaturan. Sehingga dapat dijabarkan pemeliharaan system hidrolik meliputi :

1. Menjaga kebersihan mesin 2. Menjaga jumlah volume fluida 3. Perawatan system pelumasan 4. Pemeliharaan cairan hidrolik

B. Saran

Dalam proses pemeliharaan system hidrolik, seorang maintenenceman harus memperhatikan hal-hal apa saja yang dilakukan dalam proses pemeliharaan agar system hidrolik dapat terjaga dengan efektif sesuai yang dharapkan.

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Modul. Dasar-Dasar Hidrolik (Basic Hydraulics).Akademi Teknik Soroako. Juni, 2003.

Http://www.wikipedia.com

Http://www.scribd.Sistemhidrolik mesin.com Http://blogspot.Sistemhidrolik&pneumatik.com

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :