• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Tepi Sungai Mahakam Kota Samarinda Berbasis Sustainable Urban Riverfront

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Tepi Sungai Mahakam Kota Samarinda Berbasis Sustainable Urban Riverfront"

Copied!
170
0
0

Teks penuh

Loading

Gambar

Gambar 1.1 Peta Tepian Sungai Mahakam  Sumber : Google Map 2016
Gambar 1.2 Batasan Lokasi Studi  Sumber : Google Map 2016
Gambar 2.2 Skema Penjelasan Aspek  Sumber : (Benson, John and Maggie, 2000)
Gambar 2.4  Ilustrasi elemen  linkage struktural  Sumber : Zahnd, 2006
+7

Referensi

Dokumen terkait

Urbanisasi yang pesat menimbulkan tantangan besar dalam penggunaan lahan di kawasan urban. Ketika jumlah penduduk terus bertambah, ruang terbuka publik menjadi semakin langka, dan sering kali lahan-lahan yang tidak terpakai atau tidak teroptimalkan terabaikan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan dalam menghadapi tantangan ini adalah optimalisasi ruang mikro, yaitu ruang kecil yang biasanya tidak dimanfaatkan secara maksimal. Dengan semakin terbatasnya lahan, pemerintah dan perencana kota harus berpikir kreatif dalam memanfaatkan ruang yang tersedia. Jika ditata dengan baik, ruang mikro di kawasan urban bisa menjadi soulusi serta menjawab tantangan mobilitas dan lingkungan di kota besar. Salah satu pendekatan terbaik untuk mengoptimalkan ruang mikro adalah penggunaan lahan multifungsi. Dengan menggabungkan berbagai fungsi seperti hunian, komersial, dan rekreasi dalam satu ruang, efisiensi lahan dapat meningkat. Menurut Gehl (2010), pendekatan ini memungkinkan setiap meter persegi ruang digunakan secara optimal. Contohnya, gedung-gedung di pusat kota yang mengintegrasikan pusat perbelanjaan di lantai dasar, apartemen di lantai atas, dan taman atap sebagai area rekreasi. Hal ini tidak hanya mengurangi kebutuhan lahan baru namun juga meminimalkan jarak tempuh masyarakat dalam mengakses kebutuhan sehari-hari.