• Tidak ada hasil yang ditemukan

JOURNAL CCIT Vol.4 No.3 - Mei 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JOURNAL CCIT Vol.4 No.3 - Mei 2011"

Copied!
131
0
0

Teks penuh

(1)

Vol.4 No.3 - Mei 2011

IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INFORMATICS

PADA SISTEM INFORMASI KALENDER AKADEMIK

DALAM PENYEBARAN INFORMASI DI PERGURUAN TINGGI PENINGKATAN KINERJA DISTRIBUTED DATABASE

MELALUI METHODE DMQ BASE LEVEL Untung Rahardja, Hidayati, Mia Novalia PENYUSUNAN PIRANTI LUNAK

TIPOLOGI PENELITIAN SUMBER DAYA AIR Yeni Nuraeni

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT MATA PADA MANUSIA ALARM FIRE DETECTION WITH GUI

Asep Saefullah, Sudaryono

MENENTUKAN LINTASAN TERPENDEK (SHORTEST PATH) DENGAN 0/1 KNAPSACK PROBLEM DAN PENDEKATAN ALGORITMA DYNAMIC PROGRAMMING

Iwan Fitrianto R, Djoko Soetarno

DESAIN APLIKASI E-LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ARTIFICIAL INFORMATICS Henderi, Maimunah, Randy Andrian

IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INFORMATICS

PADA SISTEM INFORMASI KALENDER AKADEMIK

DALAM PENYEBARAN INFORMASI DI PERGURUAN TINGGI Muhamad Yusup, Augury El Rayeb, Sri Rahayu

PENINGKATAN KINERJA DISTRIBUTED DATABASE MELALUI METHODE DMQ BASE LEVEL

Untung Rahardja, Hidayati, Mia Novalia PENYUSUNAN PIRANTI LUNAK

TIPOLOGI PENELITIAN SUMBER DAYA AIR Yeni Nuraeni

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT MATA PADA MANUSIA Efani Desi, Fithry Mayasari, Fitriana Harahap

ALARM FIRE DETECTION WITH GUI Asep Saefullah, Sudaryono

MENENTUKAN LINTASAN TERPENDEK (SHORTEST PATH) DENGAN 0/1 KNAPSACK PROBLEM DAN PENDEKATAN ALGORITMA DYNAMIC PROGRAMMING

Iwan Fitrianto R, Djoko Soetarno

DESAIN APLIKASI E-LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ARTIFICIAL INFORMATICS Henderi, Maimunah, Randy Andrian

CIT V ol.4 No .3 - M e i 2011 adikusum

(2)
(3)

P

uji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan lindunganNya sehingga Jurnal CCIT untuk Volume 4 Nomor 3 Bulan Mei Tahun 2011 dapat diterbitkan tepat waktu.

Penerbitan jurnal ini dimaksudkan sebagai media dokumentasi dan informasi ilmiah yang sekiranya dapat membantu para dosen, staf dan mahasiswa dalam menginformasikan/ mempublikasikan hasil penelitian, opini, tulisan dan kajian ilmiah lainnya kepada berbagai komunitas ilmiah.

Penerbitan Jurnal Volume 4 Nomor 3 ini berisikan 7 artikel yang mencakup bidang informatika dan komputer, walaupun tidak seluruhnya merupakan hasil penelitian, diharapkan dapat bermanfaat bagi pembacanya.

Jurnal ini diterbitkan dengan memuat artikel mengenai: Implementasi Artificial Informatics Pada Sistem Informasi Kalender Akademik Dalam Penyebaran Informasi Di Perguruan, Peningkatan Kinerja Distributed Database Melalui Methode Dmq Base Level, Penyusunan Piranti Lunak Tipologi Penelitian Sumber Daya Air (Studi Kasus Perencanaan Pemukiman Transmigrasi), Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Mata Pada Manusia, Alarm Fire Detection With Gui, Menentukan Lintasan Terpendek (Shortest Path) Dengan 0/1 Knapsack Problem Dan Pendekatan Algoritma Dynamic Programming, Desain Aplikasi E-Learning Sebagai Media Pembelajaran Artificial Informatics.

Tak lupa pula pada kesempatan ini kami mengundang pembaca untuk mengirimkan naskah ringkasan penelitiannya ke redaksi kami. Akhirnya tak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penerbitan jurnal ini.

Tangerang, 1 Mei 2011

Henderi, M. Kom.

(4)

CCIT terbit tiga kali dalam satu tahun, setiap bulan Januari, Mei, September

Pelindung:

Drs. Po. Abas Sunarya, M.Si.

Ketua Dewan Editor: Ir. Untung Rahardja, M.T.I.

Sekretaris Redaksi: Henderi, M.Kom.

Mitra Bestari:

Prof. Drs. Suryo Guritno Mstats. Ph.D (Universitas Gajah Mada) Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA (STIMIK PERBANAS)

Dr. Zainal A. Hasibuan (Universitas Indonesia) Drs.Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc. (Universitas Gajah Mada)

Dr. Iping Supriyana (Institut Teknologi Bandung) Jazi Eko Istiyanto, M.Sc., Ph.D (Universitas Gajah Mada)

Dewan Editor:

Prof. Dr. Susanto Rahardja Dr. Ir. Sunar Abdul Wahid, MS.

Dr. Ir. Djoko Soetarno, DEA. Ir. Abdul Hayat, M.T.I. Dr. Era Era Hia, SE.,MM. Ignatius Agus Supriyono, S.Kom., M.M.

Maimunah, M.Kom. Aris Martono, S.Kom.,M.MSI.

Redaksi Pelaksana:

Padeli, M. Kom. Sugeng Santoso, S. Kom. Euis Siti Nuraisyah, S. Kom.

Asep Saefullah, S.Pd. Drs. Sugeng Widada Ir. Sudaryono, M.Pd.

M. Yusup, S.Kom.

Redaksi menerima tulisan yang belum pernah diterbitkan dari kalangan akademisi, peneliti dan praktisi. Blind review dilakukan untuk menentukan tulisan yang akan dimuat.

Pedoman penulisan tercantum pada bagian akhir jurnal ini. Tulisan yang diserahkan harus disertai softcopynya.

Alamat Redaksi:

Raharja Enrichment Centre (REC) Jl. Jenderal Sudirman Nomor 40 Cikokol - Tangerang Email: [email protected], [email protected],

(5)

IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INFORMATICS PADA SISTEM INFORMASI KALENDER AKADEMIK DALAM PENYEBARAN INFORMASI DI PERGURUAN...221 - 236

PENINGKATAN KINERJA DISTRIBUTED DATABASE MELALUI METHODE DMQ BASE LEVEL...237- 252

PENYUSUNAN PIRANTI LUNAK TIPOLOGI PENELITIAN SUMBER DAYA AIR...253 - 265

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT MATA PADA MANUSIA... 266 -277

ALARM FIRE DETECTION WITH GUI...278 - 292

MENENTUKAN LINTASAN TERPENDEK (SHORTEST PATH) DENGAN 0/1 KNAPSACK PROBLEM DAN PENDEKATAN ALGORITMA DYNAMIC PROGRAMMING...293 - 315

DESAIN APLIKASI E-LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ARTIFICIAL INFORMATICS...316 -330

Pedoman Penulisan...331- 332

Formulir Persetujuan Pembuatan Artikel Jurnal...333

Formulir Kriteria dan Bobot Penilaian Karya Tulis Ilmiah...334 - 335 Formulir Editor Bahasa Karya Tulis Ilmiah...336

Formulir Editor Layout dan Artistik Karya Tulis Ilmiah...337

Formulir Penyelesaian Artikel. ...338

Formulir Kesediaan Mitra Bestari Jurnal Ilmiah...339 Index Judul...340 - 341 Index Penulis...342 - 343 Index Subjek...343 - 346

1

2

3

4

5

6

7

(6)

IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INFORMATICS

PADA SISTEM INFORMASI KALENDER AKADEMIK

DALAM PENYEBARAN INFORMASI DI PERGURUAN

TINGGI

Muhamad Yusup1 Augury El Rayeb2 Sri Rahayu3 e-mail : [email protected], [email protected], [email protected] Diterima :20 Januari 2011 /Disetujui : 9 Februari 2011

ABSTRACT

Academic calendar is a master plan for the implementation of academic activities within one year. With the academic calendar for each event held always 3T namely Planned, Measured and well realized. But there are conditions that the scheduling of many who are ad hoc, there is no effective way of presenting scheduling and information presented in the academic calendar to all elements of academic community and eventually will affect the quality of activities and dissemination of information on higher education. Application of Artificial Informatics at the Academic Calendar Information System (SISKA) is a reminder every activity that had been scheduled to be computerized to all elements of academic community colleges. By utilizing a computer network infrastructure and email facilities that already exist, it is expected that each activity is scheduled to be sent automatically to every mailing list or email list at the universities through the concept of Auto Electronic Mailing System (AEMS). Artificial Informatics has a characteristic that is a virtual staff that has a job description like the staff college, so that worked tirelessly and forget to always take the job. Simply put, the definition of Artificial Informatics is an information system that has the character and capabilities as human beings by using a PC in helping to complete everyday tasks. With the application of Artificial Informatics in the academic calendar information system is expected to improve the quality of information dissemination and implementation of the activities at universities.

Keywords: Artificial Informatics, Reminder, Auto Electronic Mailing System (AEMS)

1. Dosen Jurusan Teknik Informatika, AMIK Raharja Informatika Jl. jend Sudirman No. 40 Modern Cikokol-Tangerang Telp. 5529692 2. Dosen Jurusan Sistem Komputer, STMIK Raharja

Jl. jend Sudirman No. 40 Modern Cikokol-Tangerang Telp. 5529692 3. Dosen Jurusan Sistem Informasi, STMIK Raharja

(7)

222

ABSTRAKSI

Kalender akademik merupakan rencana induk penyelenggaraan kegiatan akademik dalam kurun waktu satu tahun. Dengan kalender akademik setiap kegiatan yang diselenggarakan agar selalu 3T yaitu Terencana, Terukur dan Terealisasi dengan baik. Namun kondisi yang ada bahwa penjadwalan banyak yang bersifat adhoc, belum ada cara yang efektif menyuguhkan penjadwalan dan informasi yang disajikan dalam kalender akademik kepada seluruh unsur civitas akademik hingga pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas penyelenggaraan kegiatan dan penyebaran informasi pada perguruan tinggi. Penerapan Artificial Informatics pada Sistem Informasi Kalender Akademik (SISKA) merupakan bentuk reminder setiap kegiatan yang telah dijadwalkan secara komputerisasi kepada seluruh unsur civitas akademik perguruan tinggi. Dengan memanfaatkan infrastruktur jaringan komputer dan fasilitas email yang sudah ada, diharapkan setiap kegiatan yang sudah dijadwalkan akan terkirim secara otomatis kepada setiap milis atau daftar email di perguruan tinggi melalui konsep Auto Electronic Mailing System (AEMS). Artificial Informatics memiliki ciri khas yaitu virtual staff yang memiliki job description layaknya staf perguruan tinggi, sehingga tanpa lelah dan lupa bekerja untuk selalu memperhatikan tugasnya. Secara sederhana, definisi Artificial Informatics adalah sebuah sistem informasi yang memiliki karakter dan kapabilitas seperti manusia dengan menggunakan PC dalam membantu menyelesaikan tugas sehari-hari. Dengan penerapan Artificial Informatics pada sistem informasi kalender akademik diharapkan dapat meningkatkan kualitas dalam penyebaran informasi dan penyelenggaraan kegiatan pada perguruan tinggi.

Kata Kunci: Artificial Informatics, Reminder, Auto Electronic Mailing System (AEMS)

PENDAHULUAN

Kalender akademik merupakan rencana induk penyelenggaraan kegiatan akademik dalam kurun waktu satu tahun. Dengan kalender akademik setiap kegiatan yang diselenggarakan harus selalu terencana, terukur dan terealisasi dengan baik. Namun kondisi yang ada bahwa penjadwalan pada kalender akademik yang disajikan banyak yang bersifat adhoc, belum ada cara yang efektif menyuguhkan penjadwalan dan informasi yang disajikan dalam kalender akademik kepada seluruh unsur civitas akademik hingga pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas penyelenggaraan acara atau kegiatan pada perguruan tinggi.

Analisa awal dimana informasi pada kalender akademik belum sepenuhnya ditemukannya metode yang tepat dalam menyajikan informasi dan penjadwalan yang ada di kalender akademik kepada seluruh civitas akademik perguruan tinggi yang meliputi unsur manajemen, dosen, mahasiswa serta alumni. Terkadang informasi dan penjadwalan sudah disampaikan berupa media seperti spanduk, mading, surat edaran, telepon reminder, serta smsreminder masih kurang cukup efektif sebagai

(8)

media informasi dalam upaya meningkatkan frekwensi komunikasi. Belum ada metode dalam menjaga konsistensi penjadwalan apa saja yang akan atau sedang berlangsung. Selain itu rencana dalam satu tahun yang dituangkan ke dalam kalender akademik banyak yang terlupakan karena disibukan dengan kegiatan rutinitas perguruan tinggi. Sejalan konsep e-leadership berorientasi pada kegiatan pengarahan dan pendelegasian karena e-leadership menciptakan lebih banyak ruang keterbukaan dan frekwensi komunikasi antara bawahan dan manager, antara pimpinan perguruan tinggi dengan mahasiswa, karena akan lebih terbuka dalam menyampaikan pendapatnya secara tidak langsung dengan pimpinannya melalui media teknologi informasi. Seorang manajer dapat memberikan pengarahan dan pendelegasian tugas kepada bawahan dengan menggunakan berbagai media teknologi informasi misalnya email (Henderi, 2008).

Walaupun sudah ada media komunikasi dalam meningkatkan ruang keterbukaan dan frekwensi komunikasi namun dirasakan masih sulit untuk menjaga tingkat konsistensi penjadwalan dan fungsi kontrol dan pendelagasian dalam penyebaran informasi yang ada pada kalender akademik. Dengan menerapkan Artificial Informatics pada sistem kalender akademik dalam penyebaran informasi di perguruan tinggi diharapkan dapat menjaga konsistensi penjadwalan apa saja yang akan atau sedang berlangsung. Tugas pengontrolan, pendelegasian serta penyebaran informasi yang merupakan menyempurnaan dari konsep e-leadership akan semakin terjaga konsistensinya dengan mengoptimalkan peran virtualstaff yang mempunyai job description terhadap peran yang harus diembannya.

Penelitian yang dilakukan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh salah satu kampus yang berlokasi di Tangerang tentang sebab dan akibat dari penyebaran informasi kalender akademik kepada seluruh unsur civitas akademik perguruan tinggi.

Penerapan Artificial Informatics pada Sistem Informasi Kalender Akademik (SISKA) merupakan bentuk reminder setiap kegiatan yang telah dijadwalkan secara komputerisasi kepada seluruh unsur civitas akademik perguruan tinggi. Dengan memanfaatkan infrastruktur jaringan komputer dan fasilitas email yang sudah ada, diharapkan setiap kegiatan yang sudah dijadwalkan akan terkirim secara otomatis kepada setiap milis atau daftar email di perguruan tinggi melalui Auto Electronic Mailing System (AEMS). Artificial Informatics memiliki ciri khas yaitu virtual staff yang mempunyai job description layaknya staff perguruan tinggi, sehingga tanpa lelah dan lupa bekerja untuk selalu memperhatikan tugasnya. Secara sederhana, definisi Articial Informatics adalah sebuah sistem informasi yang memiliki karakter dan kapabilitas seperti manusia dengan menggunakan PC dalam membantu menyelesaikan tugas sehari hari. Dengan penerapan Artificial Informatics pada SISKA

(9)

224

diharapkan dapat meningkatkan kualitas informasi dan penyelenggaraan kegiatan pada perguruan tinggi.

Terdapat beberapa tahapan dalam mengidentifikasi masalah penelitian. Adapun langkah awalnya adalah dengan mengumpulkan bahan-bahan yang berguna bagi penelitian ini. Sumber bahan itu antara lain dari Bagian Akademik, Bagian Humas dan Bagian Keuangan, tentang data dan informasi yang sedang berjalan yang didapat dari Raharja Enrichment Center (REC). Literatur untuk penelitian didapat dari beberapa buku teks, untuk memperkaya wawasan juga dilakukan pencarian litelatur yang terkait dengan penelitian melalui Internet.

Langkah selanjutnya melakukan analisa terhadap masalah yang teridentifikasi dan menerjemahkan kedalam metodologi pemecahan masalah dengan sistem informasi. Melakukan rancangan sistem yang sesuai dengan metodologi pemecahan yang sudah diterjemahkan pada langkah sebelumnya. Langkah terakhir membangun suatu sistem informasi kalender akademik, membangun sistem AEMS, kemudian melakukan testing dan implementasi Artificial Informatics dalam bentuk virtual staff terhadap SISKA tersebut.

RUMUSAN MASALAH

Akibat penyebaran informasi yang tidak merata serta belum ditemukannya cara yang efektif dalam penyebaran informasi maka ditemukan masalah yang timbul berdasarkan kajian studi pustaka yang dilakukan tertuang didalam Laporan Bagian Keuangan dan pemasaran serta akademik salah satu perguruan tinggi di Tangerang seperti: teridentifikasi mahasiswa lupa dengan tanggal jatuh tempo pembayaran, mahasiswa yang tidak registrasi tepat waktu sekitar 14% yang ditargetkan 25% namun ini dirasakan masih cukup tinggi. Langkah penanganan sudah dilakukan seperti melakukan pengiriman surat pemberitahuan tunggakan SPP kepada orang tua mahasiswa ketika melewati batas jatuh tempo, melakukan peneleponan satu persatu terhadap mahasiswa jatuh tempo untuk melakukan follow up tunggakan, penerapan biaya keterlambatan, membuat pengumuman batas waktu pembayaran melalui mading dan spanduk, mengirimkan sms reminder satu persatu terkadang juga petugas lupa dan tidak konsisten melakukan reminder tersebut. Selain itu diberikan tembusan kalender akademik yang tercantum didalam surat edaran, namun cara ini dirasakan masih belum efektif karena ada beberapa kendala ditemukan seperti mahasiswa tidak mengetahui pengumuman walaupun informasi sudah ditempatkan di mading dan spanduk, nomor HP sudah tidak aktif, alamat tidak lengkap sehingga surat yang disampaikan tidak sampai ke alamat pengiriman (Maria, 2006).

(10)

Konsep awal, stakeholder memerlukan pemahaman yang lebih baik tentang kepentingan strategis dari penyebaran informasi pada sistem informasi kalender akademik kepada seluruh civitas akademik perguruan tinggi, dampaknya pada peningkatan frekuensi komunikasi dan menyebaran infornasi dalam menunjang aktifitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Hipotesis yang akan diuji atau dugaan yang akan dibuktikan adalah dengan menerapkan Artificial Informatics dalam bentuk virtual staff terhadap SISKA dalam penyebaran informasi di perguruan tinggi diharapkan dapat menjaga konsistensi penjadwalan apa saja yang akan atau sedang berlangsung. Tugas pengontrolan, pendelegasian serta penyebaran informasi akan semakin terjaga konsistensinya dengan mengoptimalkan peran virtualStaff yang mempunyai job description layaknya staff perguruan tinggi terhadap peran yang harus diembannya.

Batasan penelitian ini terdiri atas tiga lingkup penelitian. Lingkup penelitian pertama adalah membangun SISKA terintegrasi dengan Student Information Services (SIS), dengan membuat database dalam menampilkan seluruh aktifitas kegiatan kampus yang berjalan. Lingkup kedua adalah membangun Auto Electronic Mailing System (AEMS) yang akan melakukan penyebaran email otomatis yang diambil dari database SISKA kepada civitas akademik yang memiliki account email lokal (worldclient) atau account live@edu. Lingkup ketiga adalah fasilitas yang sudah ada dan mendukung terhadap penerapan Artificial Informatics dengan membangun virtual staff yang memilki karakter dan kapabilitas kerja untuk melakukan reminder informasi atau kegiatan kampus kepada seluruh unsur civitas akademik perguruan tinggi.

MANFAAT

Adapun manfaat diimplementasikan Artificial Informatics pada SISKA ini adalah : 1. Membangun Sistem Informasi Kalender Akademik (SISKA) terintegrasi dengan

Student Information Services (SIS), selanjutnya membuat database dalam menampilkan seluruh aktifitas kegiatan kampus yang berjalan.

2. Membangun Auto Electronic Mailing System (AEMS) yang akan melakukan penyebaran email otomatis yang diambil dari database SISKA kepada civitas akademik yang memiliki account email yang terkirim melalui milis intranet (worldclient)ataupunmelalui account live@edu.

3. Fasilitas yang sudah ada dan mendukung terhadap penerapan Artificial Informatics dengan membangun virtual staff yang memilki karakter dan kemampuan kerja untuk melakukan reminder informasi atau kegiatan kampus kepada seluruh unsur civitas akademik perguruan tinggi.

(11)

226

LITERATURE REVIEW 1. Artificial Informatics

Secara sederhana, definisi Articial Informatics (AI) adalah sebuah sistem informasi yang memiliki karakter dan kapabilitas seperti manusia dengan menggunakan PC dalam membantu menyelesaikan tugas sehari hari(Rahardja, 2009). Konsep Artificial Informatics ini bagaimana pada akhirnya bisa diimplementasikan atau “commercialization”. Bagaimana sebuah konsep dapat menjelma menjadi sebuah produk? Salah satu jawabannya adalah virtual staff. Apa itu virtual staff? virtual staff adalah suatu system informasi (SI) yang memiliki karakter, disiapkan khusus untuk menyelesaikan tugas rutin sebuah organisasi. Berarti SI ini harus memiliki wujud manusianya, memiliki nama, hobbi, perasaan dan lain lain yang disebut karakter (Ricardson, 2002).

2. Ciri Khas dan manfaat AI dan VS

7 (tujuh) Ciri khas dari seorang virtual staff (VS) dari sebuah Artificial Informatics (AI) adalah:

1. Sistem Informasi yang lebih “humanized” 2. Sistem Informasi yang telah dipersonalisasi. 3. Sistem Informasi yang memiliki karakter. 4. Sistem Informasi yang lebih entertaining.

5. Sistem Informasi yang memiliki kapabilitas atau kemampuan bekerja. 6. Sistem Informasi yang bukan dibeli, tapi diberi upah, sesuai dengan undang

undang tenaga kerja.

7. Sistem Informasi yang memiliki database dan menggunakan jaringan serta aplikasi Web.

(12)

Manfaatnya adalah Pencipta AI melalui Virtual Staff memiliki pendekatan unik kepada sistem informasi sehingga dapat memperlancar pendanaan atau penawaran terhadap perusahaan yang membutuhkan Sistem Informasi. Mengenai siklus supply and demand menggambarkan jika adanya sebuah perusahaan yang serius membutuhkan sistem informasi, akan berbondong bondong datang penawaran sistem informasi dari banyak perusahaan, yang sipencipta AI sebagai salah satu kandidat tender untuk dapat memenangkan kontrak.

Dari waktu ke waktu, stakeholder memang sudah terlalu bosan mendengarkan penawaran solusi IT, dan merasa kebingungan juga, bahwa diantara sekian banyak yang menawarkan solusi IT, siapakah yang terbaik. Indikator terbaik artinya harus paling murah dan juga paling bagus, dan kalau bisa paling menyenangkan, atau dengan kata lain, paling indah atau paling praktis.

Dari sekian banyaknya penawaran SI yang terkesan bosan, tampil si pencipta AI mempersembahkan virtual staff sebagai solusi IT. Bahwa yang ditawarkan bukanlah sebuah sistem informasi yang harganya sekian ratus juta, tapi seorang virtual staff yang harus digaji, yang memiliki kepribadian karakter yang sesuai dengan lingkungan stakeholder, dan juga memiliki kemampuan dan kapabilitas kerja yang bermanfaat oleh organisasi stakeholder. Penawaran yang unik ini selain menghemat pendanaan IT dari perusahaan itu, juga diyakinkan bahwa virtual staff ini akan menyelesaikan tugasnya jauh lebih bermutu daripada seorang real staff.

Sebagai contoh, sang virtual staff akan dengan penuh dedikasi menyelesaikan tugas dengan sopan dan ramah, tepat waktu, tak pernah lupa dan tanpa salah. Sang real staff jika dibandingkan akan dengan sikap yang kurang menghargai atasan, tidak tepat waktu, sering lupa, dan sering salah. Mungkin dengan gaji yang lebih murah, seorang virtual staff bisa menggantikan seorang real staff dan menyelesaikan tugas dengan lebih baik. Demikian sang Pencipta AI ini menawarkan solusi IT yaitu virtual staff kepada perusahaan yang membutuhkannya. Dapat diyakini bahwa sang pencipta AI dapat lebih memiliki kesempatan untuk memenangkan tender SI ini.

Segala bidang usaha atau kegiatan tidak dapat terlepas dari entertainment sehingga timbul istilah edutainment, sportainment, ecotainment, dan lain lain. Walaupun menjalankan ibadah setiap hari nya merupakan kewajiban umat manusia, namun ibadah yang biasanya dijalankan dengan cara membosankan itu akan dikeluhkan banyak orang. Sebaliknya ibadah yang disiapkan penceramah yang menyenangkan akan disukai banyak orang. Tak bisa dipungkiri, khususnya dalam pembinaan anak anak kecil, pembelajaran yang menyenangkan menjadi kunci keberhasilan suatu pendidikan anak. Contoh lain, aktifitas olah raga yang membosankan tidak akan diminati, dan akan dengan sendirinya gugur dan tidak lagi dilakukan orang. Hanya

(13)

228

aktifitas olah raga yang penuh semangat dan menyenangkan itu yang membuat banyak dilakukan dan ditonton orang.

Bagaimana dengan orang yang bekerja pada suatu perusahaan. Bila dirasakan membosankan, pekerja itu tidak akan bertahan lama dan akan pindah. Sebagai contoh, Google Inc berkomitmen untuk menciptakan suasana kerja yang entertaining untuk para staffnya. Dan diyakinkan untuk yang akan datang, tempat kerja yang menyenangkan akan semakin banyak dalam upaya sebuah perusahaan memenangi persaingan dalam mempertahankan Sumber Daya Manusianya.

Hubungannya dengan Artificial Informatics, dengan produk virtual staff nya yang sukses, akan memiliki karakter yang cocok dengan SDM yang lain pada perusahaan tersebut, sehingga membuat SDM yang ada dalam hal bekerja lebih terasa “entertaining”. Disimpulkan bahwa virtual staff merupakan suatu keharusan didalam sebuah organisasi, dalam rangka menambah kaya karakter dari perusahaan tersebut, dan merupakan karyawan yang tidak bisa digantikan karena fungsi penting yang dijalankan oleh virtual staff sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya.

METODOLOGI

Untuk menerapkan Artificial Informatics pada Sistem Informasi Kalender Akademik (SISKA) dalam penyebaran informasi di Perguruan Tinggi, metode yang digunakan dalam penelitian meliputi variabel yang diteliti, model yang digunakan, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data dan analisis data, cara penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian. Pada beberapa bagian penelitian yang menggunakan metode kualitatif, dapat dijelaskan pendekatan yang digunakan, proses pengumpulan dan analisis informasi, proses penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian.

Variabel Penelitian. Variabel pertama adalah kebutuhan informasi kalender akademik. Variabel kedua adalah spesifikasi fitur-fitur untuk merancang sistem informasi kalender akademik. Variabel ketiga adalah penerapan Artificial Informatics pada Sistem Informasi Kalender Akademik dan Variabel keempat adalah email otomatis menggunakan AEMS.

Model yang digunakan. dipakai model dari sistem informasi yang mempunyai peran kompetitif. Menyediakan nilai ke customer atau constituent adalah tujuan utama setiap manajemen. Nilai-nilai itu antara lain kualitas pada biaya rendah, fitur-fitur unik dan/atau ketersediaan segera atau layanan penyebaran informasi secara konsisten.

Rancangan penelitian. Penelitian dirancang dengan memanfaatkan semua sumber daya yang sudah tersedia di Raharja Enrichment Center, mengintegrasikan

(14)

komponen-komponen sistem informasi yang masih terpisah, meningkatkan kualitasnya.

Teknik Pengumpulan Data. Teknik pertama adalah LTK (Learn to Know), LTL (Learn to Learn), LTLT (Learn to Live Together), LTD (Learn to Do), dan LTB (Learn to Behave). Teknik kedua adalah mengidentifikasi permasalahan penyebaran informasi, manajemen database, sistem email otomatis, dan penerapan Artificial Informatics. Teknik ketiga adalah mengkalkulasi parameter optimasi penyebaran informasi pada Sistem Informasi Kalender Akademik.

Teknik Analisa Data. Teknik pertama adalah memahami masalah, formulasi, program (unified modeling language, algoritma, penulisan source code), test, dokumentasi. Teknik kedua adalah maximize the existing tool and capability of laboratory, minimizethe idle equipment and wasting time. Teknik ketiga adalah managing existing equipment (maximize the useful of equipment, periodically calibration, periodically report of the equipment condition, historical condition of the important and costly equipment). Teknik keempat adalah managing the staff (organizing the staff/routine meeting, job description, upgrading the skill, distribute the new information as soon as possible). Teknik kelima adalah managing the project (time tabling the routine job [student practice, student project, lecturer research], time tabling the side job [training, workshop, services, etc]). Teknik keenam adalah development (refresh the staff, updating the equipment, create newinnovation especially for the current trends).

Cara penelitian dan penafsiran. Cara pertama adalah menganalisis penggunaan sistem informasi untuk meningkatkan keputusan. Cara kedua adalah otomasi keputusan. Cara ketiga adalah menstrukturkan proses-proses keputusan. Cara keempat adalah mendukung kerja analitis. Cara kelima adalah empowering people, reorganizing work flows, automating work, dan integratingacross functions. Pada beberapa bagian penelitian yang menggunakan metode kualitatif, pendekatan yang digunakan dengan perencanaan sistem informasi, the system life cycle, issues addressed by different development processes, prototype, application packages, end-user development, selecting system life cycles, dan supporting end users. Proses pengumpulan dan analisis informasi dengan cara tailored mode sesuai particular systemsetting. Proses penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian dengan cara berpikir logis, berpikir kreatif seperti melihat proses pemecahan masalah, meletakkan dasar, curah gagasan, kumpulkan pengetahuan dari tempat lain, melihat situasi dari semua sisi, mengubah posisi sesering mungkin.

(15)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kalender akademik diterbitkan melalui keputusan pimpinan perguruan tinggi selanjutnya Kalender Akademik tersebut didistribusikan kepada Civitas Akademika pada setiap awal tahun akademik. Untuk tahun 2010/2011 ini Kalender Akademik ditetapkan berdasarkan SK Direktur Nomor: 612/SK-PENETAPAN/PT/VI/2010 tentang Penetapan Kalender Akademik 2010/2011. Kalender Akademik adalah Jadwal Kegiatan Perguruan Tinggi Raharja selama 1 (satu) tahun akademik yaitu setiap tanggal 1 September dan berakhir pada tanggal 31 Agustus, yang meliputi jadwal Registrasi, Perkuliahan, Ujian, Libur Perkuliahan dan jadwal kegiatan lainnya yang dapat dipergunakan oleh seluruh civitas Perguruan Tinggi.

Adapun tujuan disusunnya kalender ini dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan pada Perguruan Tinggi, serta untuk kelancaran proses perkuliahan, maka dipandang perlu adanya penetapan Kalender Akademik ini. Kalender Akademik ini disusun dengan memperhatikan hasil rapat akademik serta disposisi dari Pimpinan Perguruan Tinggi serta dengan memperhatikan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama. Pada kondisi sistem yang berjalan, Kalender akademik didistribusikan kepada dosen oleh Humas berupa lembaran kertas sebagai media penyebaran informasinya. Sehingga ditemukan beberapa permasalahan seperti yang telah digambarkan sebelumnya.

Gambar 2. Kalender Akademik

(16)

Kalender akademik pada proses sistem yang berjalan dibuat dengan cara manual menggunakan program spreedsheet. Untuk membuat sistem yang diusulkan, dilakukan analisa terhadap Sistem informasi Kalender Akademik. Pada penelitian ini menggunakan program Visual Paradigm for UML 4.0.yang digambarkan ke dalam diagram, diantaranya Use Case Diagram dan Class Diagram. Berikut ini adalah analisa sistem menggunakan Use Case Diagram:

Gambar 3. Use Case Diagram pada SISKA

Berdasarkan Gambar 4. Use Case Diagram pada Sistem Informasi Kalender Akademik terdapat:

a. Sebuah sistem yang mencakup seluruh kegiatan pada Penerapan Artificial Informatics pada Sistem Informasi Kalender Akademik dalam Penyebaran Informasi di Perguruan Tinggi.

b. 2 actor yang melakukan kegiatan, yaitu Admin dan Civitas Akademik Perguruan Tinggi.

c. 10 use case yang biasa dilakukan oleh actor-actor tersebut diantaranya login, menambahkan informasi pada kalender akademik, menentukan kepada milis

(17)

apa saja informasi kalender akademik itu disebarkan, membuat data virtual staff, menentukan Siska’s jobs sebagai fungsi reminder.

d. 3 include yang menspesifikasikan use case.

Gambar 4. Class Diagram pada SISKA

Berdasarkan gambar 4 Class Diagram terdapat:

a. 4 class, himpunan dari objek-objek yang berbagi atribut serta operasi yang sama.

b. 3 multiplicity, hubungan antara objek satu dengan objek lainnya yang mempunyai nilai.

Selanjutnya merancang tampilan program dibuat dalam bentuk web based tujuannya memudahkan admin dan Civitas Akademik mengakses sistem informasi kalender akademik kapan saja dan dimana saja selain dalam bentuk reminder email. Kalender Akademik ditampilkan perbulan yang dilengkapi dengan navigasi menuju bulan sebelumnya atau bulan berikutnya. Kalender Akademik juga ditampilkan dalam bentuk tabel dengan kolom terdiri dari subject kalender, tanggal awal pelaksanaan, tanggal akhir pelaksanaan, semester serta tahun akademik.

(18)

Gambar 5. Tampilan halaman program

Potensi Diimplementasikannya Artificial Informatics pada Sistem Informasi Kalender Akademik (SISKA) dalam Penyebaran Informasi di Perguruan Tingggi adalah dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Direktur penggunaan email yang menjadikan live@edu sebagai jalur komunikasi resmi di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja, dengan SK Direktur Nomor: 772/SK-IMPLEMENTASI/PT/XI/2009. a. Media pengumuman Kalender Akademik yang wajib diketahui oleh seluruh

Civitas Akademik Perguruan Tinggi Raharja

b. Media informasi kegiatan manajemen Perguruan Tinggi Raharja c. Media komunikasi antar Kepala Jurusan dengan dosen binaan.

d. Media komunikasi antar Kepala Jurusan dengan mahasiswa di jurusannya. e. Media koordinasi antar Bagian atau Divisi.

f. Media komunikasi antar organisasi kemahasiswaan. g. Media kritik dan saran

Dengan adanya landasan hukum yang menjelaskan bahwa email sebagai salah satu media pengumuman kalender akademik kepada seluruh civitas akademika, akan lebih optimal perannya jika menggunakan virtual staff dalam penyebaran informasi. Tahap selanjutnya membangun AEMS (Auto Electronic Mailing System) AEMS pada proses pengiriman informasi melalui email:

(19)

DECLARE

@out_desc VARCHAR(1000), @out_mesg VARCHAR(10)

DECLARE @subject NVARCHAR(255), @tgl_awal datetime, @salam_pembuka NVARCHAR(30), @isi_reminder NVARCHAR(500), @salam_penutup NVARCHAR(200), @nama_milis NVARCHAR(30), @email_milis NVARCHAR(30), @nama_vs NVARCHAR(30), @email_vs NVARCHAR(30), @foto_vs NVARCHAR(30)

DECLARE @body NVARCHAR(1000) DECLARE C1 CURSOR READ_ONLY FOR SELECT subject, tgl_awal, salam_pembuka, isi_reminder, salam_penutup, nama_milis, email_milis, nama_vs, email_vs, foto_vs FROM Reminder OPEN C1

FETCH NEXT FROM C1 INTO

@subject, @tgl_awal, @salam_pembuka, @isi_reminder, @salam_penutup, @nama_milis, @email_milis, @nama_vs, @email_vs, @foto_vs

WHILE @@FETCH_STATUS = 0 BEGIN

IF DATEPART(DAY,@tgl_awal) = DATEPART(DAY,GETDATE()) 234

(20)

AND DATEPART(MONTH,@tgl_awal) = DATEPART(MONTH,GETDATE())

AND DATEPART(YEAR,@tgl_awal) = DATEPART(YEAR,GETDATE()) BEGIN

SET @body = @salam_pembuka + ‘<br />’ + @isi_reminder + ‘<br />’ + @salam_penutup + ‘<br /><br /> <img src=”http://localhost/siska/program/ images/’+@foto_vs+’” /><br />’ + @nama_vs EXEC sp_send_mail @email_vs, @email_milis, @subject, @body,

‘htmlbody’, @output_mesg = @out_mesg output, @output_desc = @out_desc output

PRINT @out_mesg PRINT @out_desc END

FETCH NEXT FROM C1 INTO

@subject, @tgl_awal, @salam_pembuka, @isi_reminder, @salam_penutup, @nama_milis, @email_milis, @nama_vs, @email_vs, @foto_vs

END CLOSE C1

DEALLOCATE C1

Berikut ini bentuk reminder yang dilakukan oleh virtual staff dalam mengirimkan pesan yang bersumber dari Kalender Akademik.

(21)

KESIMPULAN

Penerapan Artificial Informatics pada Sistem Informasi Kalender Akademik (SISKA) merupakan bentuk reminder setiap kegiatan yang telah dijadwalkan secara komputerisasi kepada kepada seluruh unsur civitas akademik perguruan tinggi. Reminder tersebut merupakan peran dari virtual staff yang memiliki kapabilitas kerja merupakan ciri khasnya dalam menjaga konsistensi penyebaran informasi dengan memanfaatkan infrastruktur jaringan komputer dan fasilitas email yang sudah ada, pada akhirnya penerapan ini dapat meningkatkan kualitas penyebaran informasi serta penyelenggaraan kegiatan pada perguruan tinggi.

PUSTAKA

1. Henderi, “E-Leadership: Konsep dan pengaruhnya terhadap efektivitaskepeminpinan,” CCIT Journal, Tangerang Indonesia, vol.1 no.2, pp. 165 -172, Januari 2008.

2. K. Maria, “Laporan pertanggung Jawaban Divisi Keuangan dan pemasaran.” Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja, 2006.

3. R. Untung, “Artificial Informatics”. Perguruan Tinggi Raharja, IEEE Transl, May 2009 [at the 4th IEEE Conference on Industrial Electronics and Applications Xi’an China, 2009].

4. F. M. Richardson, N. Davey, L. Peters, D. J. Done, S. H. Anthony,

Connectionist models investigating the representations formed in the sequential generation of characters”, University of Hertfordshire, 2002.

(22)

PENINGKATAN KINERJA DISTRIBUTED DATABASE

MELALUI METHODE DMQ BASE LEVEL

Untung Rahardja1

Hidayati2

Mia Novalia3

e-mail : [email protected], [email protected], [email protected]

Diterima :8 Februari 2011 /Disetujui : 23 Februari 2011

ABSTRACT

The purpose of the application that is web-based information system to facilitate users in accessing information wherever and whenever. But this time the user needs to information is very diverse, so that the necessary structures and ways of working too diverse to meet these demands. Especially for information that is Write Once Read Thousands (WORT), and require information systems that can provide data as fast as possible in accordance with the standard TWT (Tolerable Wait Time), required a method using multi-layered display buffer is also called the method Quey Data Mart (DMQ) Base Level. Information systems do not have to bear to always perform the update to the data buffer, because this method is only suitable to be developed for data that are relatively semi-permanent. In this article, identified the problems encountered in a distributed system, especially a problem in presenting information that is wort, definitions, database architecture, characteristics, algorithms and benefits of the method DMQ Base Level. In its implementation, is shown listing program written using ASP script. Contribution method DMQ Base Level in Distributed Database is a solution that is very helpful to user needs, particularly in terms of improving the display speed of the previous data is very slow and in the process, considering the standard TWT (Tolerable Wait Time).

Key words: DMQ base level, Write Once Read Thousands (WORT), TWT (Tolerable Wait Time)

1. Dosen Jurusan Sistem Informasi, STMIK Raharja

Jl. jend Sudirman No. 40 Modern Cikokol-Tangerang Telp. 5529692

2. Dosen Jurusan Sistem Informasi, STMIK Raharja

Jl. jend Sudirman No. 40 Modern Cikokol-Tangerang Telp. 5529692

(23)

238

ABSTRAKSI

Tujuan diterapkannya sistem informasi berbasis web yaitu untuk mempermudah pengguna dalam mengakses informasi dimanapun dan kapanpun. Namun saat ini kebutuhan pengguna terhadap informasi sangat beragam, sehingga diperlukan struktur dan cara kerja yang beraneka pula guna memenuhi permintaan-permintaan tersebut. Khususnya bagi informasi yang sifatnya Write Once Read Thousands (WORT), serta membutuhkan sistem informasi yang dapat menyediakan data secepat mungkin sesuai dengan standar TWT (Tolerable Wait Time), diperlukan sebuah metode menggunakan buffer display berlapis yang disebut juga metode Data Mart Quey (DMQ) Base Level. Sistem informasi tidak perlu dibebani untuk selalu melakukan update terhadap data buffer, karena metode ini hanya cocok dikembangkan bagi data yang sifatnya relatif semi permanen. Dalam artikel ini, diidentifikasikan masalah yang dihadapi dalam suatu sistem terdistribusi khususnya masalah dalam menampilkan informasi yang bersifat WORT, definisi, arsitektur database, ciri khas, algoritma serta manfaat dari metode DMQ Base Level. Pada implementasinya, ditampilkan listing program yang ditulis menggunakan script ASP. Kontribusi metode DMQ Base Level dalam Distributed Database merupakan suatu solusi yang sangat membantu kebutuhan pengguna, khususnya dalam hal peningkatan kecepatan display data yang sebelumnya sangat lambat dan dalam prosesnya tetap memperhitungkan standar TWT (Tolerable Wait Time).

Kata kunci: DMQ base level, Write Once Read Thousands (WORT), TWT (Tolerable Wait Time)

PENDAHULUAN

Database adalah kumpulan fakta-fakta sebagai respresentasi dari dunia nyata yang saling berhubungan dan mempunyai arti tertentu. Database digunakan untuk menyimpan data agar data tersebut dapat dimanipulasi dengan mudah, terjamin keakuratannya, efisien dalam penyimpanannya, dan tentu saja dapat dengan mudah untuk diakses kembali [13].

Pada dasarnya database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu

software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil query database disebut Database Management System (DBMS). Perkembangan teknologi terus meningkat dengan cepat, mempengaruhi laju kebutuhan manusia atas informasi, terlebih disuatu organisasi atau perusahaan. Jika perusahaan benar-benar perlu untuk meningkatkan kinerja query paralel, maka administrator akan perlu menyesuaikan konfigurasi hardware yang sesuai dengan situasi sehingga database dapat melakukan query paralel, tunduk pada keterbatasan perangkat kerasnya.

Berkembangnya sistem informasi dari waktu ke waktu telah menghasilkan banyak informasi yang semakin kompleks. Kompleksnya informasi tersebut

(24)

disebabkan oleh banyaknya permintaan, jumlah data serta tingkat iterasi perintah SQL dalam suatu program. Didalam suatu sistem jaringan banyak organisasi ataupun perusahaan yang telah menerapkan database terdistribusi, namun semakin bertambahnya data sehingga menimbulkan masalah ketidaknyamanan khususnya perihal respon time dalam melakukan display data tersebut.

Tapi saat ini bandwidth dan pengalaman pengguna telah meningkat, pedoman untuk respon halaman web pun telah berevolusi. Menurut Schneiderman yang didirikan pada tahun 1980, bahwa 15 detik adalah waktu menunggu ditoleransi. Menurut King, bahwa untuk dapat muncul sebagai Internet dan Web di tahun 1990-an, waktu tanggapan toleransi dibagi menjadi 2, yaitu 8 - 12 detik tanpa umpan balik, dan 20 - 30 detik atau lebih dengan umpan balik. Pada tahun 1996 Jacob Nielsen pun menulis bahwa 10 detik adalah waktu respon maksimum sebelum pengguna kehilangan bunga. Zona Riset menerbitkan sebuah studi yang sering dikutip untuk Akamai yang menawarkan aturan 8 detik. Pada awal 2003, King menemukan bahwa rata-rata TWT (Tolerable Wait Time) adalah 8,6 detik untuk kondisi sekarang [6].

Untukmengatasi masalah response time ini, biasanya digunakan sebuah metode dengan nama DMQ (Data Mart Query). DMQ merupakan metode yang menerapkan analogi “Waste Space for Speed”. DMQ terbentuk karena adanya pemisahan antara “Engine” dan “Display”. Dengan kata lain metode DMQ dapat langsung menampilkan source code pada display sedangkan proses query

dikerjakan pada engine. Secara umum DMQ menghasilkan sebuah display data yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan metode umum, karena DMQ tidak melakukan proses lagi dalam menampilkan data. Dan akhirnya DMQ merupakan suatu solusi yang dapat membantu kebutuhan user pada proses display data yang sebelumnya sangat lambat dan tidak efesien [5].

Gambar 1. Perbandingan source data konvensional dan source data dengan Data Mart Query

(25)

240

PERMASALAHAN

Pada awalnya metode DMQ (Data Mart Query) dinyatakan sebagai sebuah solusi yang dapat membantu meningkatkan kinerja distributed database system. Namun pada perjalanannya ternyata metode tersebut masih memerlukan pengembangan lanjutan, khususnya bagi distributed database yang sifatnya sangat kompleks. Salah satu contohnya adalah dalam proses view jadwal rencana study. Dikatakan kompleks, karena untuk menghasilkan jadwal rencana study ini memerlukan data hasil gabungan antara kesediaan ruangan, kesediaan hari, kesediaan waktu, serta kesediaan jadwal kelas. Sehingga untuk menghasilkan informasi tersebut, diperlukan query majemuk guna menggabungkan seluruh data yang ada.

Data mengenai kesediaan ruangan, kesediaan hari, kesediaan waktu, serta kesediaan jadwal kelas tersebut dalam prakteknya telah diproses menggunakan metode DMQ, sehingga dihasilkan banyak DMQ. Kemudian DMQ-DMQ tersebut diproses kembali seperti halnya cara kerja query majemuk, dan dihasilkanlah jadwal rencana study. Karena itu response time menjadi lambat. Karena setiap kali proses display dieksekusi, maka terjadi proses besar-besaran diantara DMQ-DMQ tersebut, dimana datanya pun bukanlah data yang sedikit. Berikut adalah alur prosesnya yang ditampilkan pada gambar 2.

Gambar 2. Cara kerja metode Data Mart Query (DMQ) Classic

Dari gambar 2 diatas, [5] kita bisa lihat bahwa untuk menghasilkan suatu tampilan pada web display, perlu dilakukan query bertingkat, meskipun data-data

(26)

sebelumnya sudah menggunakan metode DMQ. Source data dilakukan mulai dari DMQ yang satu kemudian ke DMQ yang lain lalu dari query yang satu ke query

yang lain. Bayangkan jika ada ratusan atau ribuan DMQ dan query didalam suatu

database, kemudian database itu terdistribusi sehingga terjadi hubungan antara

database yang satu dengan yang lain. Berapa lama waktu yang dibutuhkan hanya untuk memberikan satu tampilan web?

LITERATURE REVIEW

Banyak penelitian yang sebelumnya dilakukan mengenai distributed database. Dalam upaya pengembangan distributred database ini, perlu dilakukan studi pustaka sebagai salah satu dari penerapan metode penelitian. Diantaranya adalah mengidentifikasikan kesenjangan (identify gaps), menghindari pembuatan ulang (reinventing the wheel), mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan, meneruskan penelitian sebelumnya, serta mengetahui orang lain yang spesialisasi dan area penelitiannya sama dibidang ini. Beberapa Literature review tersebut adalah sebagai berikut :

1. Penelitian ini dilakukan oleh Jun Lin Lin dan Margaret H. Dunham dari Southerm Methodist University dan Mario A. Nascimento berjudul “ A Survey of Distributed Database Checkpointing”. Penelitian ini membahas mengenai

checkpointing pada database terdistribusi dan pendekatan-pendekatan yang digunakan. Penelitian ini bermula dari adanya banyak survey yang dilakukan berkenaan dengan proses recovery database, dan banyak teknik yang diusulkan untuk mengatasinya. Dengan distributeddatabase checkpointing, dapat mengurangi waktu proses recovery suatu kegagalan didalam database

terdistribusi. Checkpointing dapat digambarkan sebagai suatu aktivitas menulis informasi ke penyimpanan yang stabil selama operasi normal dalam rangka mengurangi jumlah pekerjaan pada saat restart. Penelitian ini membantah bahwa sedikit batasan dan sedikit sumber daya menjadi masalah dalam pendekatan database terdistribusi, serta Membantah bahwa checkpointing

hanya dapat digunakan untuk sistem distribusi yang multidatabase. Meskipun penelitian ini telah banyak dilakukan namun cukup rumit dalam implementasinya. Dengan penelitian ini kita dapat mengembangkan database

terdistribusi dengan checkpointing untuk mempercepat proses recovery database[1].

2. Penelitian ini dilakukan oleh Carolyn Mitchell dari Norfolk State University berjudul “Components of a Distributed Database” tahun 2004. Penelitian ini membahas tentang komponen-komponen didalam database. Salah satu komponen utama dalam DDBMS adalah DatabaseManager. “Sebuah

(27)

242

DatabaseManager adalah perangkat lunak yang bertanggung jawab untuk memproses segmen data yang didistribusikan. Komponen utama lainnya adalah

QueryUser Interface, yang merupakan sebuah program klien yang bertindak sebagai sebuah antarmuka untuk Transaksi Manager yang terdistribusi..” Sebuah Transaksi Manager terdistribusi adalah program yang menterjemahkan permintaan dari pengguna dan mengkonversi mereka ke querydatabase

manager, yang biasanya didistribusikan. Sebuah sistem database yang terdistribusi terbuat dari kedua manajer yaitu Database Manager dan Transaksi Manager Terdistribusi[2].

Gambar 3. Arsitektur Distributed Database dan Komponennya

3. Penelitian yang dilakukan oleh Hamidah Ibrahim, “Deriving Global Integritas Dan Local Rules For Distributed Database”. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Putra Malaysia, 43400 UPM Serdang. Ibrahim mengatakan bahwa tujuan terpenting didalam database sistem adalah menjamin konsistensi data, yang berarti bahwa data yang terdapat dalam database harus baik dan akurat. Didalam pelaksanaannya untuk menjaga konsistensi perubahan data sangat sulit, khususnya untuk didistribusikan dalam database. Dalam tulisan ini, menjelaskan sebuah algoritma penegakan aturan berdasarkan mekanisme untuk didistribusikan database yang bertujuan meminimalisir jumlah data yang harus ditransfer atau diakses diseluruh jaringan yang menjaga konsistensi dari database di satu situs, yaitu di situs mana pembaruan perlu dilakukan. Teknik ini disebut sebagai tes integritas generasi, yang berasal dari lokal dan global integritas, dan aturan yang telah efektif dapat mengurangi biaya kendala dalam memeriksa suatu data yang telah

(28)

didistribusikan dalam lingkungan. Didalam penelitian ini telah berhasil menghasilkan sebuah sistem sentralistik yang besar dengan tingkat kehandalan yang tinggi untuk integritas data[3].

4. Penelitian yang dilakukan oleh Steven P. Coy dari University of Maryland

berjudul “Security Implication of the Choice of Distributed Database Management System Model: Relational Vs Object Oriented”. Penelitian ini menjelaskanbahwa keamanan data harus dibenahi ketika mengembangkan

database dan diantaranya memilih antara relational dan object oriented model. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan, terutama dari segi efektifitas dan efisiensi, juga apakah sekuritas dan integritas ini memakan sumber daya yang terlalu besar tidak semata mata fitur keamanan. Kedua pilihan ini akan mempengaruhi kekuatan dan kelemahan dari database

tersebut. Untuk centralizeddatabase kedua model ini bisa dikatakan sama baiknya. Namun untuk distributeddatabase, relational model lebih unggul dibidang sekuritas. Ini lebih banyak disebabkan karena object oriented model database masih kurang maturitasnya. Sehingga didalam lingkungan heterogenous, proses integritasnya masih menimbulkan banyak masalah. OODBMS tetap saja masih perlu perkembangan teknologi lebih lanjut, namun di lingkungan homogenous, OODBMS dapat menjadi pilihan yang baik[4]. 5. Penelitian ini dilakukan oleh Untung Rahardja dan Shakinah Badar dari

Perguruan Tinggi Raharja Indonesia yang berjudul “Penerapan metode Data Mart Query (DMQ) dalam Distributed Database System”tahun 2009. Penelitian ini menjelaskan Distributed database memiliki banyak keunggulan terlebih untuk struktur organisasi saat ini. Namun, karena banyaknya database yang tersebar dan jumlah data yang banyak dan terus meningkat didalam suatu organisasi maupun perusahaan. Jika suatu database memiliki sejumlah data yang tersimpan dengan banyak query dan tabel, suatu permintaan mengakibatkan proses pencarian data atau source data menjadi lambat. Selain itu banyaknya user yang dapat mengakses suatu tampilan Web display suatu sistem informasi juga menjadi lambat. Dengan adanya Data Mart Query (DMQ) merupakan metode yang tepat untuk mempercepat waktu proses pada suatu sistem informasi dengan database yang terdistribusi. DMQ ini digunakan untuk menghindari penggunaan Query majemuk. Dengan demikian DMQ akan mengorbankan besarnya kapasitas penyimpanan data (space hard disk) untuk meningkatkan kecepatan (increase speed) dalam pengaksesan. Hal ini pun telah dibuktikan baik secara logik, secara grafik dengan perhitungan regresi linear dan korelasi linear dan juga melalui implementasi [5].

(29)

244

6. Penelitian yang dilakukan oleh Lubomir Stanchev dari University of Waterloo tahun 2001 berjudul “Semantic Data Control In Distributed Database Environment”. Penelitian ini menyatakan bahwa ada tiga tujuan utama dalam

semantic data control yaitu: view managemen, data security dan semantic integrity control. Dalam sebuah relasi, fungsi-fungsi ini dapat mencapai keseragaman dengan menegakkan aturan-aturan manipulasi kontrol data. Solusinya adalah dengan sentralisasi ataupun terdistribusi. Dua hal utama yang efisien untuk melakukan kontrol adalah definisi data dan penyimpanan aturan (situs pilihan) dan penegakan desain algoritma yang meminimalkan biaya komunikasi. Masalahnya adalah sulit, karena peningkatan fungsi (dan umum) cenderung meningkatkan komunikasi situs. Solusi untuk semantik data kontrol terdistribusi adalah eksistensi dari sentralisasi solusi. Masalahnya adalah sederhana jika aturan kontrol sepenuhnya direplikasi di semua situs dan sulit jika situs otonomi dipatenkan. Selain itu, khusus optimasi dapat dilakukan untuk meminimalkan biaya kontrol data tetapi dengan tambahan overhead

seperti pengelolaan data snapshot. Dengan demikian, spesifikasi kontrol data terdistribusi harus disertakan pada desain database sehingga biaya kontrol update untuk program-program ini juga dipertimbangkan[7].

Gambar 4. Data Visualization dengan materialized and auxiliary views

7. Penelitian ini dilakukan oleh Nadezhda Filipova dan Filcho Filipov 2008 dari

University of Economics. Varna, Bul. Kniaz BorisI berjudul “Development of database for distributed information measurement and control system”. Penelitian ini menjelaskan mengenai pengembangan database dari pengukuran informasi yang didistribusikan dan sistem kontrol yang menerapkan metode optik untuk plasma spectroscopy fisika dan penelitian atom collisions dan

(30)

menyediakan akses untuk mendapat informasi dan sumber daya perangkat keras di jaringan Intranet/Internet, berdasarkan database pada sistem manajemen database Oracle9i. Perangkat lunak klien yang diwujudkan adalah dalam Java Language. Perangkat lunak ini dikembangkan dengan menggunakan model arsitektur, yang memisahkan aplikasi data dari komponen grafis presentasi dan masukan pengolahan logika. Berikut grafis presentasi telah dilaksanakan, pengukuran radiasi dari Spectra beam plasma dan benda, perangsangan fungsi non-elastis collisions dari berat partikel dan analisis data yang diperoleh dalam percobaan sebelumnya. Berikut grafis klien yang memiliki fungsi interaksi dengan databasebrowsing informasi tentang percobaan dari jenis tertentu, pencarian data dengan berbagai kriteria, dan memasukkan informasi tentang validasi percobaan sebelumnya[8].

8. Penelitian ini dilakukan oleh Allison L. Powell James C.dkk, Perancis Departemen Ilmu Komputer Universitas Virginia, berjudul “The Impact of Database Selection on Distributed Searching”. Penelitian ini menjelaskan bahwa distributedsearching terdiri dari 3 bagian yaitu databaseselection, queryprocessing, dan results merging. Cukup beberapa database yang dijadikan database seleksi (tidak semuanya) dan performa akan meningkat cukup signifikan. Bila seleksi database dilakukan dengan baik, pencarian secara distributed akan berkinerja lebih baik dibandingkan pencarian secara sentralisasi. Pencarian database juga ditambahkan proses seleksi dan ranking sehingga secara potensial meningkatkan efektifitas pencarian data[9]. 9. Penelitian ini dilakukan oleh Ashwini Nangia School of Chemistry, University

of Hyderabad. India berjudul “Database research in crystal engineering”. Penelitian ini menjelaskan bahwa Database Cambridge Struktural merupakan gudang lebih dari 250 000 molekul kecil struktur kristal organik dan organometalik. Analisis statistik data struktural memberikan pemahaman yang lebih baik dari sifat ikatan hidrogen dan interaksi antarmolekul dan memfasilitasi dalam identifikasi sering terjadi pola interaksi dan synthons supramolekul. Dengan pengetahuan yang disempurnakan synthons ikatan hidrogen dalam kristal, strategi novel mungkin dirancang untuk perakitan-diri arsitektur supramolekul dari molekul multifungsi. Fenomena kembar polimorfisme dan pseudopolymorphism telah dipelajari oleh penggalian informasi mengenai konformasi molekul dan inklusi pelarut dari database. Geometri pendekatan donor ikatan hidrogen untuk berbagai kelompok fungsional yang berasal dari struktur kristal molekul kecil yang digunakan sebagai model dalam desain obat berbasis struktur dan pemetaan pharmacophore. Dengan demikian, implikasi dari rekayasa kristal hari ini jauh melampaui desain kristal organik

(31)

246

dan logam-organik menjadi bahan supramolekul, nanoteknologi, ligan-prediksi struktur protein mengikat dan kristal. Sorot ini survei pentingnya penelitian database dalam beberapa daerah [10].

10. Penelitian ini dilakukan oleh Guoray Cai, School of Information Sciences and Technology Penn State University, University Park. Berjudul

Contextualization of Geospatial Database Semantics for Mediating Human-GIS Dialogues. Penelitian ini menjelaskan bahwa database ini meluas semantik data spasial untuk memasukkan tidak hanya isi dan skema, tetapi juga konteks penggunaannya. Kita tentukan seperti model semantik dalam tiga komponen terkait: konteks pengetahuan, basis ontologi konteks, dan interpretasi konteks-sensitif. Seperti kontekstualisasi data spasial semantik memungkinkan data yang mendasari sama untuk mengambil formulir beberapa semantik, dan disambiguate spasial konsep yang didasarkan pada konteks lokal. Kami menunjukkan bagaimana seperti model semantik mendukung dikontekstualisasikan interpretasi konsep ruang samar-samar selama interaksi manusia-GIS. Kami menggunakan dialog percakapan sebagai mekanisme untuk melakukan diagnosis kolaboratif konteks dan untuk mengkoordinasikan berbagi makna di seluruh agen dan konteks [12].

Dari sepuluh literature review yang ada, telah banyak penelitian mengenai

checkpointing, Components of a Distributed Database, pembahasan component database system, juga mengenai Data Mart Query. Namun belum adanya penelitian mengenai kekurangan dari metode DMQ, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan perihal DMQ Base Level ini.

HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Pemecahan Masalah

Untuk mengatasi masalah seperti yang telah dijelaskan diatas, dapat dilakukan melalui penerapan metode DMQ base level. Berikut merupakan 4 ciri khas dari metode DMQ base level yang diterapkan pada proses view jadwal rencana study (JRS) :

1. Informasi yang dibutuhkan bersifat WORT (Write Once Read Thousand).

2. Sesuai dengan standar TWT (Tolerable Wait Time). 3. Adanya pemisahan antara “Engine” dan “Display”.

(32)

Metode DMQ base level yang diterapkan pada proses view jadwal rencana study (JRS) ini cara kerjanya yaitu digambarkan seperti pada bagan dibawah ini :

Gambar 5. Cara kerja metode Data Mart Query (DMQ) Base Level Pada gambar diatas, terdapat proses pembentukan DMQ bertingkat dari query majemuk yang dapat menyebabkan borosnya penggunaan space hardisk database server. Hal ini sesuai dengan ciri khas metode DMQ base level point 4. Karena itu, metode ini tidak cocok untuk menghasilkan informasi yang selalu update dalam hitungan detik, namun lebih cocok untuk informasi yang bersifat relatif semi permanen, yang perubahannya sangat jarang sekali, bahkan mungkin perubahannya hanya terjadi satu semester sekali. Informasi seperti ini bisa disebut juga dengan istilah WORT (Write Once Read Thousand). Hal ini sesuai dengan ciri khas DMQ base level point 1.

DMQ base level adalah metode lanjutan dari DMQ, dimana DMQ merupakan

salah satu metode yang terbentuk dengan adanya pemisahan antara “Engine” dan “Display”. Dengan kata lain metode ini dapat langsung menampilkan source code

pada display dan proses query yang dikerjakan pada engine. Secara umum DMQ

menghasilkan sebuah display data yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan metode pada umumnya, karena DMQ tidak melakukan proses lagi dalam menampilkan data. Dan akhirnya DMQ merupakan suatu solusi yang dapat membantu kebutuhan user pada proses display data yang sebelumnya sangat lambat dan tidak efesien, menjadi sangat cepat serta sesuai dengan standar TWT. Hal ini sesuai dengan ciri khas DMQ base level point 2 dan 3.

(33)

248

2. Implementasi

Peningkatan kinerja distributed database melalui metode DMQ base level

sudah diimplementasikan pada Perguruan Tinggi Raharja, yakni pada sistem informasi SIS O-OJRS (Otomatisasi Online Jadwal Rencana Studi). Students Information Services atau yang biasa disingkat SIS, merupakan sistem yang dikembangkan oleh Perguruan Tinggi Raharja dengan tujuan sebagai sistem pelayanan informasi kepada mahasiswa secara optimal. Pengembangan SIS juga merupakan akses publikasi bagi Perguruan Tinggi Raharja di bidang ilmu komputer dan dunia IT khususnya.

SIS sudah dikembangkan ke dalam beberapa versi, dimana masing-masing merupakan kelanjutan dari SIS versi sebelumnya. SIS O-OJRS (Otomatisasi Online Jadwal Rencana Studi) merupakan SIS versi 4.2. Sesuai namanya, SIS O-OJRS dibuat untuk kebutuhan batal tambah KST mahasiswa secara online.

Hasil akhir yang ingin dicapai dari SIS O-OJRS ini yaitu dihasilkanlah sebuah sistem yang secara flexibel melayani segala proses batal tambah KST mahasiswa secara online dan dapat dilakukan secara mandiri. Prosesnya terdiri dari view jrs, view kst dan kstf, tambah kelas, pindah kelas, serta hapus kelas. Karena itulah, untuk dapat meningkatkan pelayanan terhadap mahasiswa, diterapkanlah metode

DMQ base level ini.

Gambar 6. Biodata Mahasiswa pada SIS

Gambar 6 diatas merupakan tampilan biodata mahasiswa. Dari halaman tersebut dapat diketahui segala informasi mengenai seorang mahasiwa, baik mengenai data pribadinya maupun mengenai data akademiknya. Untuk melihat jadwal rencana study, silahkan masuk pada menu O-OJRS. Akan ditampilkan tombol-tombol berbeda sesuai dengan status mahasiswa tersebut. Jika seorang mahasiswa dinyatakan belum membayar registrasi perkuliahan, maka pada menu O-OJRS hanya akan ditampilkan 1 tombol yaitu RBR (Rincian Biaya Registrasi). Namun jika seorang mahasiswa dinyatakan sudah registrasi, maka akan ada 3 tombol berbeda yang diklasifikasikan kembali berdasarkan status KST nya. Jika KST nya dinyatakan belum final, akan ditampilkan tombol JRS Aktif, tombol KST Aktif, dan tombol

(34)

O-OJRS. Sementara jika mahasiswa tersebut dinyatakan bahwa status KST nya sudah final, maka akan ditampilkan 3 tombol yang berbeda pula meliputi tombol JRS Aktif, tombol KSTF, dan tombol RBK. Untuk melihat jadwal rencana study, dapat dilakukan dengan mengklik tombol JRS Aktif. Berikut adalah tampilannya:

Gambar 7. Jadwal Rencana Study (JRS) pada SIS

Pada gambar 7 diatas, metode DMQ base level diterapkan pada proses view jadwal rencana study. Proses view jadwal rencana study ini hanya memerlukan waktu display ± 6 detik, karena hanya membaca dari 1 DMQ untuk display data, tanpa adanya proses pembacaan lagi dari tabel-tabel ataupun query-query lainnya.

(35)

250

Gambar 8. Flowchart view Jadwal Rencana Study (JRS) pada SIS

b. Source Code

<!—#include file=”database.asp”—> <%

Sql=”select * from BT_Hari where urut<4 order by Urut” set rs=conn.execute(Sql)

Sql3=”select * from BT_Akademik” set rs3=conn.execute(Sql3)

While not rs.eof

Sql2=”select * from cT_Jam2 order by No” set rs2=conn.execute(Sql2)

While not rs2.eof

Sql7a=”select * from DMQ_JRS_AKTIF_OOJRS where Mulai=’”&rs2(“Masuk”)&”’ and Hari=’”&trim(rs(“Nama_Hari”))&”’”

set rs7a=conn.execute(Sql7a) rs2.movenext

rs.movenext wend %>

(36)

KESIMPULAN

Berdasarkan uraian diatas, disimpulkan bahwa Data Mart Query (DMQ)

base level sangat tepat digunakan untuk mempercepat waktu proses view data bagi informasi yang sifatnya WORT (Write One Read Thousand). Metode ini digunakan untuk menghindari penggunaan Query majemuk karena banyaknya data yang tersebar dalam suatu sistem database yang terdistribusi, sehingga terjadinya query besar-besaran pada saat setiap kali membutuhkan data. Dengan menggunakan DMQ base level ini, memungkinkan sebuah display data dapat ditampilkan dengan sangat cepat. Sehingga telah dibuktikan bahwa metode ini sesuai dengan standar

TWT (Tolerable Wait Time), yang dapat memenuhi kenyamanan pengguna dari segi response time.

PUSTAKA

1. Petr Homola (2008), Proceedings of the ACL-08. A Distributed Database for Mobile NLP Applications. USA : Institute of Formal and Applied Linguistics Charles University.

2. Filipova Nadezhda dan Filipov Filcho (2008). Development Of Database For Distributed Information Measurement And Control System. University of Economics. Varna, Bul. Kniaz Boris I.

3. Hamidah Ibrahim (2001). Deriving Global And Local Integrity Rules For A Distributed Database. Departement of Computer Science Faculty of Computer Science and Information Technology, University Putra Malaysia 43400 UPM Serdang..

4. Steven P Coy (2008). Security Implications of the Choice of Distributed Database Management System Model: Relational Vs Object Oriented. University of Maryland.

5. Rahardja, Untung and Badar, Shakinah (2009). Penerapan metode Data Mart Query (DMQ) dalam Distributed Database System. CCIT Journal. Perguruan Tinggi Raharja of Indonesian

6. Rahardja Untung, Hidayati and Ardyanti, Reny (2010). Write Validation. CCIT Journal. Perguruan Tinggi Raharja of Indonesian

7. Stanchev Lubomir (2001). Semantic Data Control In Distributed Database Environment. University of Waterloo.

8. Desmet Lieven, Jacobs Bart, Piessens Frank, and Joosen Wouter (2004). A Generic Architecture for Web Applications to Support Threat Analysis of Infrastructural Components. Eighth IFIP TC-6 TC-11 Conference on Communications and Multimedia Security (CMS)..Mitchell Carolyn.

(37)

252

Component of a distributed database. Department of Computer science, Norfolk state University.

9. Anonim (2010). Database : Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia (2010). dari :http://id.wikipedia.org/

10. Huang, Y, Huang, S, Lin, T, and Tsai, C (2003), Proceedings of the 12th international conference on World Wide Web pp. 148–159. Web application security assessment by fault injection and behavior monitoring. New York, NY, USA, ACM Press.

11. Nangia, Ashwini (2002). Database research in crystal engineering. India : School of Chemistry, University of Hyderabad.

12. Cai, Guoray (2005), Journal of Database Management. Contextualization of Geospatial Database Semantics for Mediating Human-GIS Dialogues. Dari : School of Information Sciences and Technology Penn State University, University Park.Robi’in, Bambang (2005). Manajemen dan Administrasi Databaser menggunakan SQL Server 2000. Yogyakarta : Andi

(38)

PENYUSUNAN PIRANTI LUNAK

TIPOLOGI PENELITIAN SUMBER DAYA AIR

Yeni Nuraeni1

e-mail : [email protected]

Diterima :17 Februari 2011 /Disetujui : 3 Maret 2011

ABSTRACT

Currently in Indonesia, the problem of water resources is no longer a problem easy to solve. Determination kebutuhanpun not easy because perubahannyapun very dynamic, as well as changes in land status is also changing rapidly. But in general there are two types of areas that lack water and in areas of excess water. Therefore it is necessary to change thinking patterns that had been considered the water is a substance that is easy to get into a substance that is rare and as a commodity that is necessary for the construction and development of the nation Indonesia.Permasalahan that arise in the handling of clean water in the transmigration settlement during this adoption of uniform policy for all packages of natural conditions, is the number of clean water facilities are not functioning. This is because water resources research methodologies that are used less attention to its natural condition. Given the need for water resources are increasingly demanding a more rapid identification process by considering the multi-parameter hydrology. Speed of identification is dependent on the available information and analysis sharpness information. Meanwhile, computerized and decision-making process is an effective tool in order to accelerate the assessment of potential water resources to the preparation of software typology air.Perapan Software resources, is one form that can be used in the context of computerized decision-making in order to realize the identification of the source the water quickly and thoroughlyg Given the Software using the rules of research ideally, it would require the input and output field observations and an accurate literaturereview

Keywords: Typology of Water Resources Research

1. Dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Paramadina - Jakarta

(39)

254

ABSTRAKSI

Saat ini di Indonesia, masalah sumber daya air tidak lagi menjadi masalah yang mudah untuk dipecahkan. Penentuan kebutuhanpun tidak mudah karena perubahannyapun sangat dinamik, demikian pula perubahan status lahan juga berubah dengan pesat. Namun secara umum ada dua jenis kawasan-kawasan yang kekurangan air dan kawasan yang kelebihan air. Oleh karena itu perlu mengubah pola berpikir yang tadinya menganggap air merupakan suatu zat yang mudah didapat menjadi suatu zat yang langka dan sebagai salah satu komoditi yang sangat diperlukan bagi pembangunan dan pengembangan bangsa Indonesia.Permasalahan yang timbul dalam penanganan air bersih di pemukiman transmigrasi selama ini dengan diterapkannya kebijakan penyeragaman paket-paket untuk semua kondisi alam, adalah banyaknya fasilitas air bersih yang tidak berfungsi. Hal ini karena metodelogi riset sumber daya air yang digunakan kurang memperhatikan kondisi alamnya. Mengingat kebutuhan akan sumber daya air yang semakin meningkat menuntut proses identifikasi yang lebih cepat dengan mempertimbangkan multi parameter hidrologi. Kecepatan identifikasi ini tergantung kepada informasi yang tersedia dan ketajaman analisa informasi tersebut. Sementara itu, komputerisasi dan proses pengambilan keputusan merupakan alat yang efektif dalam rangka mempercepat penilaian potensi sumber daya air dengan penyusunan piranti lunak tipologi sumber daya air.Perapan Piranti Lunak ini, adalah salah satu bentuk yang dapat dipergunakan dalam rangka komputerisasi pengambilan keputusan guna terwujudnya identifikasi sumber daya air secara cepat dan teliti. -Mengingat Piranti Lunak menggunakan kaidah-kaidah penelitian secara ideal, maka diperlukan masukan dan hasil observasi lapangan dan kajian pustaka yang akurat Kata Kunci: Tipologi Penelitian Sumber Daya Air

PENDAHULUAN

Setelah dilakukannya berbagai kebijakan pembangunan fisik dan telah pula diketahui berbagai kendala akan masalah sumber daya air, maka perlu pemikiran untuk melakukan penyesuaian kebijakan-kebijakan sesuai dengan tuntutan pembangunan.

Suatu kegiatan pengembangan wilayah dalam arti yang luas, di dalam perencanaannya terdapat tiga komponen utama : manusia, alam, dan aktivitas manusia. Manusia sangat memerlukan air untuk hidup dan mengembangkan aktvitasnya. Sementara itu, sudah terbukti bahwa ketersediaan sumber daya air potensial tidak beragam keberadaannya. Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan menempatkan air sebagai parameter kontrol/kendala pada saat melakukan peniaian kelayakan suatu lahan transmigrasi, demikian pula pada saat menentukan rincian peruntukan suatu lahan.

Lima pertanyaan dasar dalam mengevaluasi potensial sumber daya air suatu wilayah:

Gambar

Gambar 2. Kalender Akademik 230
Gambar 3. Use Case Diagram pada SISKA
Gambar 4. Class Diagram pada SISKA
Gambar 5. Tampilan halaman program
+7

Referensi

Dokumen terkait

Maka dari itu Aplikasi Akademik Berbasis Web Responsive Terintergrasi dengan Sistem Import Export Excel ini di butuhkan agar mempermudah dalam memberikan informasi data- data

Sebagai informasi terekam (recorded information) arsip mempunyai nilai dan arti penting karena merupakan bahan bukti pertanggungjawaban dalam kehidupan