ABSTRAK
Analisis isi Sinar Tani bertujuan untuk mengetahui kontribusi Ba-dan Penelitian Ba-dan Pengembangan Pertanian (BaBa-dan Litbang Pertanian) dalam menginformasikan inovasi teknologi yang dihasilkan melalui Sinar Tani. Analisis isi dilakukan pada Sinar Tani terbitan Januari 2002-November 2006 yang meliputi 254 no-mor (nono-mor 2925-3179). Jumlah artikel Badan Litbang Pertani-an di Sinar TPertani-ani berfluktuasi, namun ada kecenderungPertani-an me-ningkat. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) merupakan instansi dengan sumbangan tulisan ter-banyak (175 judul). Dua puluh enam Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) telah berkontribusi di Sinar Tani, terbanyak BPTP Jawa Timur dengan 16 artikel, disusul BPTP Bali, BPTP Lampung, dan BPTP Sumatera Utara masing-masing 15, 12, dan 12 artikel. Jumlah peneliti Badan Litbang Pertanian yang me-nulis di Sinar Tani mencapai 233 orang (31,9%). Peneliti yang paling banyak menulis adalah Gatot Irianto (9 tulisan), disusul Abdurahman Adi dengan 8 tulisan dan Fawzia Sulaeman 7 tulis-an. Artikel yang paling banyak dimuat adalah mengenai teknolo-gi yaitu 359 artikel (49,11%), disusul berita 204 artikel (27,91%), kebijakan 104 artikel (14,23%), dan profil 64 artikel (8,76%). PSEKP paling banyak menulis berita, profil, dan teknologi, se-dangkan Sekretariat Badan banyak menulis kebijakan. Berdasar-kan komoditas, artikel yang paling banyak dimuat adalah me-ngenai tanaman pangan yang meliputi 181 artikel (34,61%), diikuti hortikultura 97 artikel (18,55%), perkebunan 166 artikel (31,74%), dan peternakan 79 artikel (15,11%). Berdasarkan subjek, artikel mengenai sosial ekonomi paling banyak dimuat yaitu 200 artikel (27,97%), disusul budi daya 146 artikel (20,42%), komunikasi, per-pustakaan, dokumentasi dan informasi 98 artikel (13,71%), serta panen (pascapanen), tanah (agroklimat), pemuliaan, hama pe-nyakit dan alsintan masing-masing 87 artikel (12,17%), 64 artikel (8,95%), 59 artikel (8,25%), 34 artikel (4,76%), dan 27 artikel (3,78%).
ABSTRACTS
Analysis on Agricultural Research Results Articles Published in Sinar Tani
Content analysis of Sinar Tani aimed to find out the contribution of Indonesian Agency for Agricultural Research and Develop-ment (IAARD) in disseminating innovation generated published in Sinar Tani. Content analysis was carried out on Sinar Tani published in January 2002-November 2006 with 254 numbers (numbers 2925-3179). The number of articles of IAARD in Sinar
Tani was fluctuated, but there was tend to increase. Indonesian Center for Agricultural Socio Economic and Policy Studies (ICASEPS) was the institution contributing most articles (175 titles). As much as 26 Assessment Institutes for Agricultural Technology (AIATs) published their articles in Sinar Tani. East Java AIAT contributed most articles (16 titles), followed by Bali, Lampung dan North Sumatra AIATs with 15, 12, and 12 articles, respectively. There were 233 researchers (31.9%) wrote article in Sinar Tani. Researchers contributing most article was Gatot Irianto (9 titles), followed by Abdurahman Adi 8 titles and Fawzia Sulaeman 7 titles. Most article types published in Sinar Tani were technology 359 (49.11%), followed by news 204 (27.91%), policy 104 (14.23%), and profile 64 (8.76%). ICASEPS contributed most articles on news, profile, and tech-nology and IAARD Secretariat was the institute contributing article on policy. Articles on commodity which mostly discussed in Sinar Tani was food crops of 181 titles (34.61%), followed by horticulture 97 (18.55%), estate crops 166 (31.74%) and live-stock 79 (15.11%). The subject was dominated by socioeconomy of 200 titles (27.97%), followed by cultivation 146 (20.42%), communication, library, documentation and information 98 (13.71%), and harvest (postharvest), soil (agroclimate), breed-ing, pests (diseases) and agricultural equipment and machinery of 87 titles (12.17%), 64 (8.95%), 59 (8.25%), 34 (4.76%), and 27 (3.78%), respectively.
Keywords: Content analysis, agricultural research results, innovation dissemination, mass media
PENDAHULUAN
Pembangunan pertanian bertujuan untuk membangun sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, ber-kerakyatan, berkelanjutan, dan terdesentralisasi. Salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut adalah melalui pengembangan sumber daya pertanian dan penerapan inovasi sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produksi dan kesejahteraan petani.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian) mempunyai peran penting dan strategis dalam menghasilkan inovasi untuk me-ningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas secara berkelanjutan dalam menunjang pengembangan sistem
ANALISIS ARTIKEL HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN
PADA TABLOID SINAR TANI
Surya Mansjur, Heryati Suryantini, dan Retno Sri Hartati Mulyandari
Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertaniandan usaha agribisnis. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi penelitian dan pengembangan di sektor pertanian, Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan berbagai inovasi. Inovasi yang dihasilkan, agar berdaya guna dan berhasil guna, harus disebarluaskan kepada masyarakat seperti petani, penyuluh, pengambil kebijak-an, ilmuwkebijak-an, mahasiswa (siswa), swasta (pengusaha), dan masyarakat umum. Informasi tersebut dikemas da-lam berbagai bentuk dan disebarluaskan melalui ber-bagai media (cetak, elektronis, dan internet).
Kondisi masyarakat Indonesia yang beragam membutuhkan pelayanan informasi yang berbeda pula. Penyebarluasan informasi tidak dapat hanya mengan-dalkan kecanggihan teknologi komunikasi dan infor-masi, tetapi media lain yang dinilai efektif perlu pula mendapat perhatian. Hal ini mengingat setiap kelompok masyarakat dengan kapasitas intelektual tingkat apa-pun, mempunyai hak yang sama dalam mendapatkan formasi (right to know) dan memberitahu (right to
in-form) (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara 2006).
Dengan demikian, dalam upaya penyebarluasan infor-masi suatu produk atau inovasi serta aktivitas instansi pemerintah, diperlukan suatu kegiatan dan mekanisme yang memadai untuk mengoptimalkan penyebarluasan informasi dalam upaya pemerataan informasi. Dalam hal ini, media cetak perlu didayagunakan.
Proses komunikasi secara umum dibagi menjadi dua, yaitu proses komunikasi secara primer dan sekun-der. Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang ke-pada orang lain dengan menggunakan lambang (simbol) sebagai media, antara lain bahasa, gambar, isyarat, dan warna, yang secara langsung mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada ko-munikan (sasaran). Bahasa merupakan lambang yang paling banyak digunakan sebagai sarana untuk pe-nyampaian gagasan, informasi atau inovasi, baik me-ngenai hal yang konkrit maupun abstrak. Namun untuk mengefektifkan komunikasi, proses komunikasi perlu memadukan berbagai lambang sehingga dapat memper-cepat pemahaman dari komunikan.
Proses komunikasi sekunder adalah proses penyam-paian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan alat atau sarana sebagai media kedua setelah menggunakan lambang sebagai media. Media digunakan untuk men-jangkau komunikan yang berada di tempat yang relatif jauh dan dalam jumlah yang tidak terbatas. Media yang di-gunakan untuk proses komunikasi dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu media cetak (surat kabar,
leaflet, brosur, poster) dan elektronis (telepon, surat
elektronis, web, CD-ROM, video, siaran radio, dan tayangan televisi).
Pentingnya peran media sekunder dalam proses komunikasi disebabkan oleh meningkatnya efisiensi dalam mencapai sasaran (komunikan). Dengan menyam-paikan pesan satu kali saja, pesan dapat tersebar luas kepada khalayak dalam jumlah besar, di lokasi yang tersebar, dan dalam waktu yang bersamaan. Namun demikian, komunikasi menggunakan media sekunder baru dapat dioperasionalkan secara luas untuk pesan yang bersifat informatif. Umpan balik yang diperoleh melalui komunikasi bermedia ini pun tidak bersifat langsung, tetapi tertunda (delayed feed-back). Namun demikian, dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, umpan balik dapat langsung diketahui oleh komunikator, misalnya komunikasi interaktif melalui telepon (khususnya telepon seluler) maupun internet atau satelit. Komunikasi interaktif dapat digunakan sebagai sarana untuk penyelenggaraan komunikasi timbal-balik secara elektronis (teleconference) yang mampu menyajikan visualisasi dari komunikator maupun komunikan.
Penentuan media yang akan digunakan perlu mempertimbangkan komunikan, materi (isi pesan) yang akan disampaikan, dan tujuan dari pesan yang ingin disampaikan. Setiap media memiliki ciri atau sifat ter-tentu, dan hanya efektif dan efisien bila digunakan untuk penyampaian pesan yang sesuai dengan karak-teristik komunikan. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas komunikasi, dianjurkan memanfaatkan ber-bagai media agar pesan sampai ke sasaran yang dituju. Pesan merupakan unsur yang penting dalam dise-minasi informasi. Pesan hendaknya sesuai dengan ke-butuhan khalayak serta jelas, singkat dan sederhana, te-pat, didukung oleh fakta, merebut perhatian khalayak, mudah diingat, menguntungkan, berkelanjutan, berman-faat, dan dapat direplikasi.
Hasil penelitian Warta Litbang Pertanian menun-jukkan media ini dinilai baik oleh penyuluh, baik cakup-an, proporsi isi maupun kesesuaiannya dengan kebutuh-an. Persepsi penyuluh terhadap penampilan, yang meliputi tata letak, warna, proporsi gambar-teks, ukuran huruf, jenis huruf, kualitas cetakan juga baik, namun bahasanya kurang populer sehingga perlu dikemas ulang jika akan digunakan sebagai bahan penyuluhan. Foto pada halaman depan dipersepsikan baik sampai sangat baik (Mulyani et al. 2006).
Warta Litbang Pertanian juga mudah dipahami, isi sesuai kebutuhan, bersifat spesifik lokasi dan mutakhir, materi yang dimuat proporsional, serta tata letak dan gaya bahasa menarik (Mulyani et al. 2006). Namun demikian, distribusinya perlu diupayakan tepat waktu. Beberapa penyuluh menyarankan agar Warta Litbang Pertanian diberikan kepada kelompok atau bidang yang mewadahi penyuluh sehingga dapat dibaca secara bergantian. Warta Litbang Pertanian sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan menyusun materi penyuluhan, dan bermanfaat dalam pembuatan pro-posal, programa penyuluhan, penyiapan bahan seminar, dan materi pameran.
Selain melalui Warta Litbang Pertanian, Badan Litbang Pertanian juga memanfaatkan tabloid Sinar Tani untuk menyebarluaskan informasi tentang inovasi pertanian dan aktivitas yang dilakukan. Tabloid ter-sebut bersifat populer dan disebarkan hingga ke tingkat petani. Informasi mengenai inovasi maupun kegiatan Badan Litbang Pertanian yang dimuat dalam tabloid ter-sebut belum pernah dikaji. Oleh karena itu, analisis isi (content analysis) tentang jumlah informasi, jenis informasi, dan subjek yang dimuat di Sinar Tani perlu dikaji. Kajian bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai produktivitas unit kerja lingkup Badan Lit-bang Pertanian dalam menginformasikan inovasi yang dihasilkan serta untuk mengetahui sumbangan Badan Litbang Pertanian dalam menghasilkan ilmu pengeta-huan dan teknologi bagi masyarakat. Juga untuk me-ngetahui kontribusi Badan Litbang Pertanian dalam mengisi tabloid Sinar Tani yang terbit setiap minggu.
METODE
Dalam proses komunikasi, posisi tengah diisi oleh isi pesan. Perhatian utama para peneliti komunikasi adalah membuat analisis isi pesan dengan lebih memahami karakteristiknya. Langkah awal analisis isi adalah mengemukakan masalah penelitian yang kemudian dilaksanakan melalui prosedur penelitian, sampling, dan unit pengukuran (Feliciano 1994). Namun Dubey dan Bardan (Arboleda 1991) menyatakan ada tiga tahap dalam mengidentifikasi dan mendeskripsi analisis isi, yaitu: (1) memformulasikan masalah penelitian, tujuan atau hipo-tesis, (2) membuat kategori untuk klasifikasi isi, dan (3) membuat keputusan dari cakupan perhatian untuk mem-formulasikan prosedur samplingnya.
Pengkajian isi informasi atau pesan biasa disebut analisis isi. Pada dasarnya analisis isi merupakan suatu metode untuk mempelajari dan menganalisis komunikasi secara sistematis, objektif, dan kuantitatif terhadap isi pesan yang tampak (Wimmer dan Dominick 2000 dalam Usman dan Akbar 2006).
Analisis isi tabloid Sinar Tani dilakukan terhadap nomor-nomor yang terbit pada tahun 2002-2006 yang meliputi 254 nomor (Sinar Tani nomor 2925-3176). Untuk terbitan tahun 2006, analisis hanya dilakukan sampai terbitan November 2006 (meliputi 49 nomor). Persen-tase jumlah artikel Badan Litbang Pertanian dalam Sinar Tani dipetakan setiap bulan untuk setiap tahun. Se-lanjutnya dibuat kategori yaitu:
a. Instansi, yaitu seluruh instansi Badan Litbang Per-tanian, antara lain Sekretariat Badan, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang), Pusat, Balai Besar (BB), Balai Penelitian (Balit), dan Balai Peng-kajian Teknologi Pertanian (BPTP).
b. Penulis, antara lain peneliti, penyuluh, dan lainnya, termasuk wartawan.
c. Jenis artikel, antara lain berita, profil, teknologi, dan kebijakan.
d. Komoditas, yaitu tanaman pangan, hortikultura, per-kebunan, peternakan, lainnya.
e. Subjek, yaitu tanah dan agroklimat, budi daya, pemuliaan, hama penyakit, pascapanen, sosial ekonomi (agribisnis), serta komunikasi, perpustakaan, doku-mentasi dan informasi (koperpusdokinfo).
Hasil analisis ditabulasi silang untuk mengetahui kontribusi Badan Litbang Pertanian dalam Sinar Tani, yang mencakup: (1) sebaran artikel dan ilustrasi berdasarkan instansi, (2) sebaran artikel berdasarkan instansi dan jenis artikel, (3) sebaran artikel berdasarkan instansi dan komoditas, serta (4) sebaran artikel berdasarkan instansi dan subjek.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari 53 nomor Sinar Tani yang terbit tahun 2002, hanya 46 nomor (87%) yang memuat artikel Badan Litbang Pertanian, sedangkan 7 nomor lainnya yaitu nomor 2934, 2937, 2963, 2969, 2970, 2972, dan 2977 tidak memuat artikel Badan Litbang Pertanian. Pada tahun 2003, dari 50 nomor yang terbit, artikel Badan Litbang Pertanian hanya terbit pada 39 nomor (78%), sedangkan 11 nomor lainnya (22%)
yaitu nomor 2983, 2989, 2990, 2993, 2999, 3006, 3011, 3012, 3020, 3021, dan 3023 tidak memuat artikel Badan Litbang Pertanian.
Pada tahun 2004, dianalisis 51 nomor, dan yang memuat tulisan Badan Litbang Pertanian mencapai 49 nomor (96%), sedangkan dua nomor yaitu nomor 3052 dan 3072 tidak memuat tulisan tentang Badan Litbang Pertanian. Pada tahun 2005 dianalisis 51 nomor dan tulisan Badan Litbang Pertanian hanya terdapat pada 36 nomor (71%). Lima belas nomor yaitu 3080, 3088, 3097, 3103, 3104, 3106, 3107, 3110, 3112-3116, 3125, dan 3128 tidak memuat tulisan Badan Litbang Pertanian. Pada tahun 2006, dari 49 nomor yang dianalisis, seluruhnya memuat artikel Badan Litbang Pertanian.
Pada tahun 2002, Sinar Tani memuat 1.655 artikel dan 1.201 ilustrasi. Dari jumlah tersebut, artikel mengenai Badan Litbang Pertanian mencapai 142 judul (10,5%) dan ilustrasi 123 buah (10,2%). Jumlah tersebut cukup me-madai dibandingkan dengan jumlah unit kerja eselon II Badan Litbang Pertanian yang berjumlah 10. Jumlah artikel Badan Litbang Pertanian pada bulan Juni-Oktober 2002 berkisar antara 12-16%, sedangkan pada bulan Maret, November dan Desember 2002 hanya 3-4% (Gambar 1). Ilustrasi terbanyak (28 buah) terdapat pada terbitan bulan Juli. Ilustrasi seperti tabel dan gambar sangat penting karena dapat memperjelas isi artikel.
Berbeda dengan tahun 2002, pada tahun 2003 jumlah artikel terbanyak (18%) mengenai Badan Litbang Pertanian terdapat pada terbitan Desember 2003, dan paling sedikit (1%) pada terbitan bulan November (Gambar 2). Pada tahun 2003, Sinar Tani memuat 1.700 artikel dan 1.201 ilustrasi. Dari jumlah tersebut, artikel Badan Litbang
Pertanian mencapai 113 judul (7%) dan ilustrasi 69 buah (6%), atau lebih rendah dibanding tahun 2002.
Pada tahun 2004, Sinar Tani memuat 1.793 artikel dan 1.343 ilustrasi. Dari jumlah tersebut, artikel Badan Litbang Pertanian sebanyak 169 judul (9,5%) dan ilustrasi 136 buah (10%). Pada bulan Maret, April, dan Agustus 2004, persentase artikel berkisar antara 15-20%, sedangkan pada bulan Mei dan November 2004 hanya 5% (Gambar 3).
Jumlah artikel Sinar Tani tahun 2005 mencapai 1.608 judul dengan 1.055 ilustrasi. Artikel Badan Litbang Pertanian mencapai 88 judul (5%) dengan 81 ilustrasi (8%). Artikel Badan Litbang Pertanian terbanyak (11%) terbit pada bulan April 2005 dan paling sedikit (2%) pada bulan Juli 2005 (Gambar 4).
Hingga akhir November 2006, jumlah artikel Badan Litbang Pertanian yang dimuat di Sinar Tani sebanyak 206 judul (13%) dengan 198 ilustrasi (17%), masing-masing dari total 1.533 artikel dan 1.140 ilustrasi. Persentase artikel tertinggi (22%) terdapat pada bulan November dan terendah (9%) pada bulan Juli (Gambar 5). Selama kurun waktu 5 tahun terakhir, persentase artikel Badan Litbang Pertanian dalam Sinar Tani cenderung meningkat, demikian pula dengan ilustrasi (Gambar 6).
Sebaran Artikel dan Ilustrasi Berdasarkan Instansi
Artikel Badan Litbang Pertanian pada Sinar Tani terbitan 2002-2006 paling banyak berasal dari Pusat Analisis
Gambar 2. Sebaran artikel dan ilustrasi Badan Litbang Pertanian pada Sinar Tani, 2003.
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Artikel Ilustrasi 0 5 10 15 20
Gambar 1. Sebaran artikel dan ilustrasi Badan Litbang Pertanian pada Sinar Tani, 2002.
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Artikel Ilustrasi 0 5 10 15 20 25 30 Persentase artikel/ ilustrasi Persentase artikel/ ilustrasi
Gambar 4. Sebaran artikel dan ilustrasi Badan Litbang Pertanian pada Sinar Tani, 2005.
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des 0 5 10 15 20 Artikel Ilustrasi
Gambar 3. Sebaran artikel dan ilustrasi Badan Litbang Pertanian pada Sinar Tani, 2004.
0 5 10 15 20 25 30 Artikel Ilustrasi
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
Gambar 5. Sebaran artikel dan ilustrasi Badan Litbang Pertanian pada Sinar Tani, 2006.
Artikel Ilustrasi
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des 0 5 10 15 20 25 30
Gambar 6. Sebaran artikel dan ilustrasi Badan Litbang Pertanian pada Sinar Tani, 2002-2006.
2002 2003 2004 2005 2006 0 5 10 15 20 Artikel Ilustrasi
Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), yaitu 59 judul pada tahun 2002 serta Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BB Pengkajian) 54 judul pada tahun 2006. Instansi lain yang juga berkontribusi adalah Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbanghorti) yaitu 17 judul (2002), Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) 15 judul (2002), Sekretariat Badan 29 judul (2004 dan 2006), dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) 32 judul (2006) (Tabel 1). Namun secara keseluruhan, PSEKP paling banyak berkontribusi yaitu 175 artikel, disusul Sekretariat Badan dan Puslitbangbun, masing-masing 89 artikel. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB
Biogen) belum banyak berkontribusi pada Sinar Tani, karena selama 5 tahun terakhir hanya menulis 12 artikel. Hal ini mungkin disebabkan informasi tentang biotekno-logi dan genetika tanaman belum banyak yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tani.
Pada tahun 2002-2006, BPTP di 33 provinsi dikoor-dinir oleh PSEKP, dan mulai tahun 2006 oleh BB Peng-kajian. Oleh karena itu, jumlah artikel yang terbit di Sinar Tani menggambarkan situasi tersebut, yaitu pada 4 tahun pertama PSEKP banyak berkontribusi, kemudian pada tahun berikutnya BB Pengkajian yang paling banyak.
Selama tahun 2002-2006, 26 BPTP telah berkontri-busi di Sinar Tani. Artikel terbanyak (16 artikel) berasal
Persentase artikel/ ilustrasi Persentase artikel/ ilustrasi Persentase artikel/ ilustrasi Persentase artikel/ ilustrasi
rena unit kerja tersebut menulis artikel paling banyak, disusul oleh Puslitbangbun, Sekretariat Badan, dan BBSDLP, masing-masing 89, 61, 53 ilustrasi.
Selama lima tahun terakhir, 233 peneliti Badan Lit-bang Pertanian telah menulis artikel di Sinar Tani (Tabel 2). Selain oleh peneliti, artikel Badan Litbang Pertanian juga ditulis oleh wartawan Sinar Tani. Peneliti PSEKP dan BBSDLP paling banyak menulis artikel di Sinar Tani, masing-masing 80 dan 41 orang, disusul Puslitbangbun, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan), dan Puslitbangnak, masing-masing 25, 23, dan 21 orang. Untuk BPTP, peneliti BPTP Sumatera Utara paling banyak menulis yaitu 10 orang, disusul BPTP Bali dan Papua masing-masing 9 orang.
Jika dilihat dari nama penulis maka Gatot Irianto dari Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat) menempati urutan pertama dengan jumlah tulisan 9 judul, disusul oleh Abdurahman Adi dengan 8 artikel, Fawzia Sulaeman 7 artikel, Maksum 5 artikel, Tarmuji 5 artikel, dan 82 orang menulis masing-masing satu judul.
Sebaran Artikel Berdasarkan Jenisnya
Artikel yang dimuat di Sinar Tani dikategorikan menjadi empat jenis, yaitu berita, profil, teknologi, dan kebijakan. Berita adalah artikel yang hanya menginformasikan sesuatu, misalnya pelepasan varietas. Profil adalah dari BPTP Jawa Timur, disusul BPTP Bali, Sumatera
Utara, dan Lampung masing-masing 15, 12, dan 12 artikel. Sembilan BPTP menulis artikel kurang dari 5 judul, yaitu BPTP Nanggroe Aceh Darussalam, Jambi, Sumate-ra Selatan, Banten, Nusa TenggaSumate-ra BaSumate-rat, Nusa TenggaSumate-ra Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Bengkulu. BPTP yang tidak pernah menulis artikel atau diberitakan pada Sinar Tani terbitan tahun 2002-2006 adalah BPTP Sumatera Barat dan BPTP baru yaitu Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Irian Jaya Barat.
Pada masa mendatang, instansi yang masih sedikit pemberitaannya dapat meningkatkan kontribusinya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mening-katkan kemampuan peneliti atau staf dalam penulisan artikel populer. Peneliti atau staf yang akan dilatih ber-asal dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Peter-nakan (Puslitbangnak), Balai Penelitian Tanaman Se-realia (Balitsereal), Balai Penelitian Lingkungan Per-tanian (Balingtan), Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), serta BPTP Sumatera Barat, NAD, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Se-latan, Maluku, dan Bengkulu.
Ilustrasi (gambar dan tabel) dapat memperjelas arti-kel. Ilustrasi yang berupa gambar hendaknya informatif dan mempunyai arti, karena gambar dapat mengung-kapkan beribu kata. Dalam lima tahun terakhir, jumlah ilustrasi terbanyak (155 buah) berasal dari PSEKP
ka-Tabel 1. Jumlah artikel dan ilustrasi Badan Litbang Pertanian pada Sinar Tani, 2002-2006.
Instansi Jumlah artikel Jumlah ilustrasi
2 0 0 2 2 0 0 3 2 0 0 4 2 0 0 5 2 0 0 6 Jumlah 2 0 0 2 2 0 0 3 2 0 0 4 2 0 0 5 2 0 0 6 Jumlah Sekretariat Badan 1 2 9 2 9 1 0 2 9 8 9 1 4 5 1 0 9 2 3 6 1 PSEKP 5 9 3 8 5 0 2 4 4 175 5 4 2 3 4 9 2 7 2 155 PUSTAKA 4 8 1 1 3 1 7 2 4 0 1 1 8 Puslitbangtan 1 0 7 1 3 1 1 2 5 6 6 3 3 8 9 2 2 4 5 Puslitbangbun 1 4 5 2 4 1 4 3 2 8 9 1 7 3 2 2 1 6 3 1 8 9 Puslitbanghorti 1 7 1 0 5 5 5 4 2 1 2 1 2 7 3 8 4 2 Puslitbangnak 6 7 1 6 4 1 1 4 4 7 4 1 3 3 1 5 4 2 BBSDLP 1 5 1 2 1 2 3 1 3 5 5 1 3 1 0 1 1 5 1 4 5 3 BBPMP 1 1 4 6 7 1 9 1 1 6 1 1 1 2 0 BB Pascapanen 1 0 7 6 7 2 1 0 0 5 7 9 2 1 BB Biogen 0 3 5 1 3 1 2 0 0 5 0 9 1 4 LRPI 3 9 3 2 1 3 3 0 0 3 0 0 1 3 1 6 BB Pengkajian 0 4 0 1 5 4 5 9 0 1 0 1 4 6 48 Jumlah 1 4 2 1 1 3 1 6 9 8 8 2 0 6 7 1 8 1 2 3 6 9 1 3 6 8 2 2 0 4 6 1 4
artikel mengenai profil suatu instansi atau orang-orang yang bekerja di Badan Litbang Pertanian. Teknologi adalah artikel tentang informasi teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian, dan kebijakan adalah artikel yang berisi peraturan-peraturan atau kebijakan pimpinan Badan Litbang Pertanian.
Selama lima tahun terakhir, Sinar Tani memuat 359 artikel (49,11%) mengenai teknologi, disusul berita 204 artikel (27,91%), kebijakan 104 artikel (14.23%), dan terakhir profil 64 artikel (8,76%) (Tabel 3). Badan Litbang Pertanian merupakan salah satu instansi penghasil teknologi sehingga di masa mendatang, artikel tentang teknologi perlu diperbanyak agar inovasi teknologi yang dihasilkan dapat disebarluaskan kepada masya-rakat petani.
Instansi yang paling banyak diliput aktivitasnya dalam berita adalah PSEKP (58 artikel), disusul Sekre-tariat Badan (33), dan BBSDLP (23). BPTP yang paling banyak menyumbangkan artikel berita adalah BPTP Lampung (6), disusul BPTP Sumatera Utara (4). Instansi Badan Litbang Pertanian yang belum pernah muncul dalam berita Sinar Tani adalah Bbalitvet.
Instansi yang paling banyak dimuat dalam profil adalah PSEKP yaitu 24 kali, disusul Puslitbangtan, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA), Sekretariat Badan dan Puslitbangnak masing-masing 5 kali. BPTP Bali, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur paling banyak dimuat profilnya,
masing-masing 3 kali, disusul BPTP Sumatera Utara, Riau, Yogyakarta, dan Kalimantan Selatan masing-masing 2 kali. Instansi yang belum dimuat profilnya dalam Sinar Tani adalah Balitsereal, Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balit-kabi), Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri (Balittri), Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas), Balai Penelitian Tanaman
Tabel 2. Jumlah penulis artikel Badan Litbang Pertanian pada Sinar Tani berdasarkan instansi, 2002-2006.
Instansi Peneliti Lainnya
2 0 0 2 2 0 0 3 2 0 0 4 2 0 0 5 2 0 0 6 Jumlah 2 0 0 2 2 0 0 3 2 0 0 4 2 0 0 5 2 0 0 6 Jumlah Sekretariat Badan 0 0 1 0 2 3 1 2 9 2 8 1 0 2 7 8 6 PSEKP 2 9 1 4 2 8 7 2 8 0 3 0 2 4 2 2 1 7 2 9 5 PUSTAKA 0 0 0 0 0 0 4 8 1 1 3 1 7 Puslitbangtan 0 5 2 3 1 3 2 3 1 0 2 1 1 8 1 4 4 5 Puslitbangbun 8 3 6 3 5 2 5 6 2 1 8 1 1 2 9 6 6 Puslitbanghorti 0 0 0 0 3 3 1 7 1 0 5 5 3 4 0 Puslitbangnak 1 2 1 1 1 6 2 1 5 5 5 3 6 2 4 BBSDLP 9 1 2 9 2 9 4 1 6 0 3 1 4 1 4 BBPMP 0 1 0 0 7 8 1 0 4 6 2 1 3 BB Pascapanen 0 0 1 0 1 2 1 0 6 6 6 1 9 BB Biogen 0 0 1 0 2 3 0 3 4 1 1 9 LRPI 1 1 0 0 5 7 2 8 3 2 1 0 2 5 BB Pengkajian 0 4 0 0 1 3 1 7 0 0 0 1 4 4 4 5 Jumlah 4 8 4 2 5 9 1 6 6 8 2 3 3 9 4 7 1 1 1 0 7 2 1 5 1 4 9 8
Tabel 3. Sebaran artikel Badan Litbang Pertanian pada Sinar Tani berdasarkan jenisnya, 2002-2006.
Instansi Jenis artikel
Berita Profil Teknologi Kebijakan Sekretariat Badan 3 3 5 2 7 2 4 PSEKP 5 8 2 4 9 1 1 5 PUSTAKA 9 5 0 3 Puslitbangtan 1 8 5 3 6 7 Puslitbangbun 1 5 2 5 3 1 1 Puslitbanghorti 2 0 5 3 7 0 Puslitbangnak 5 2 2 3 2 BBSDLP 2 3 3 1 9 1 0 BBPMP 1 2 1 1 3 BB Pascapanen 2 4 1 2 5 BB Biogen 3 2 7 0 LRPI 5 1 1 5 9 BB Pengkajian 1 2 4 2 8 1 5 Jumlah 2 0 4 6 4 3 5 9 1 0 4
dengan tanaman pangan khususnya padi masih banyak dibicarakan.
Instansi yang paling banyak menulis artikel me-ngenai tanaman pangan adalah Puslitbangtan, yaitu 63 artikel, terutama BB Padi (28 artikel) dan Balitkabi (11 artikel). Artikel mengenai tanaman pangan juga ditulis oleh PSEKP (50 artikel), Sekretariat Badan (20 artikel), BBSDLP (12 artikel), serta BB Pascapanen (11 artikel) (Tabel 4). BPTP yang banyak menyumbangkan artikel mengenai tanaman pangan adalah BPTP Sumatera Utara dan Yogyakarta masing-masing 6 artikel, BPTP Jawa Barat 5 artikel, dan BPTP Jawa Timur 4 artikel.
Artikel mengenai hortikultura paling banyak ditulis oleh Puslitbanghorti (38 artikel), kemudian PSEKP 27 artikel, dan Sekretariat Badan 11 artikel. Dari lingkup Puslitbanghorti, tulisan berasal dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) dan Balai Penelitian Ta-naman Hias (Balithi) masing-masing 8 artikel, serta Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) 6 artikel. BPTP yang paling banyak menyumbangkan artikel hortikultura adalah BPTP Jawa Timur (10 artikel) dan BPTP DKI Jakarta (4 artikel).
Untuk komoditas perkebunan, yang paling banyak sumbangan artikelnya adalah Puslitbangbun yaitu 85 artikel, disusul PSEKP 34 artikel dan LRPI 26 artikel. Di lingkup Puslitbangbun, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) menyumbang artikel terbanyak yaitu 35 judul, disusul Balittas 19 artikel. BPTP yang banyak menulis artikel mengenai perkebunan adalah
Tabel 4. Sebaran artikel Badan Litbang Pertanian pada Sinar Tani berdasarkan komoditas, 2002-2006.
Instansi Komoditas
Tanaman pangan Hortikultura Perkebunan Peternakan
Sekretariat Badan 2 0 1 1 1 2 6 PSEKP 5 0 2 7 3 4 2 4 PUSTAKA 0 0 0 0 Puslitbangtan 6 3 0 0 0 Puslitbangbun 0 0 8 5 0 Puslitbanghorti 1 3 8 0 1 Puslitbangnak 2 1 0 4 0 BBSDLP 1 2 0 1 5 BBPMP 3 5 1 1 BB Pascapanen 1 1 4 1 0 BB Biogen 8 2 1 0 LRPI 0 0 2 6 0 BB Pengkajian 1 1 9 5 2 Jumlah 1 8 1 9 7 1 6 6 7 9
Kelapa dan Palma Lain (Balitka), semua balai lingkup Puslitbanghorti, Puslitbangnak, Bbalitvet, dan semua Balai lingkup BBSDLP.
Pusat Penelitian Sosial Ekonomi dan Analisis Ke-bijakan Pertanian (PSEKP) paling banyak menyumbang artikel teknologi yaitu 91 judul, disusul Puslitbangbun 53 artikel, Puslitbanghorti 37 artikel, dan Puslitbangtan 36 artikel. Artikel teknologi dari PSEKP sebagian besar berasal dari BPTP, terbanyak dari BPTP Jawa Timur yaitu 15 artikel dan BPTP Lampung 6 artikel, dan yang belum pernah memuat artikel teknologinya adalah BPTP Sulawesi Selatan. Kebijakan pertanian paling banyak ditulis oleh Badan Litbang Pertanian atau Sekretariat Badan (24), PSEKP (15), BB Pengkajian (15), dan Pus-litbangbun (11). BPTP yang paling banyak menyum-bangkan artikel kebijakan adalah BPTP Bali sebanyak 2 judul.
Sebaran Artikel Menurut Komoditas
Artikel Badan Litbang Pertanian di Sinar Tani yang se-cara nyata menyebut komoditas berjumlah 523 judul (72,84%). Dari jumlah tersebut, 181 artikel (34,61%) me-ngenai tanaman pangan, 166 artikel (31,74%) perkebunan, 97 artikel (18,55%) hortikultura, dan 79 artikel (15,11%) peternakan. Hal ini menunjukkan selama lima tahun terakhir masalah tanaman pangan paling banyak di-bicarakan. Flu burung sebenarnya juga menjadi isu hangat pada tahun 2006, namun masalah yang berkaitan
BPTP Sumatera Selatan, Yogyakarta, dan Papua masing-masing 4 judul.
Artikel mengenai komoditas peternakan paling banyak ditulis oleh Balai Penelitian Ternak (Balitnak) yaitu 21 artikel, disusul Bbalitvet dan Sekretariat Badan masing-masing 17 dan 6 artikel. BPTP yang paling banyak menulis artikel tentang peternakan adalah BPTP Jawa Timur (5 artikel) dan BPTP Sulawesi Tenggara (3 artikel).
Sebaran Artikel Berdasarkan Subjek
Selama 2002-2006, artikel mengenai sosial ekonomi pa-ling banyak dimuat di Sinar Tani yaitu 200 artikel (27,97%), disusul budi daya 146 artikel (20,42%), dan komunikasi, perpustakaan, dokumentasi dan informasi (koperpusdokinfo) 98 artikel (13,71%) (Tabel 5).
Artikel tentang sosek paling banyak ditulis oleh PSEKP yaitu 70 artikel, disusul Sekretariat Badan 31 artikel, BB Pengkajian 25 artikel, dan Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) 10 artikel. BPTP yang paling banyak memasukkan artikel sosek adalah BPTP Bali (5 artikel) dan BPTP Kalimantan Barat (4 artikel).
Subjek budi daya paling banyak ditulis oleh PSEKP (43 artikel), disusul Puslitbangbun (24), Puslitbangtan (18), dan Sekretariat Badan (17). BPTP yang berkon-tribusi terbanyak mengenai artikel budi daya adalah BPTP Jawa Timur (10 artikel), disusul BPTP Kalimantan Barat dan BPTP Papua masing-masing 5 artikel.
Artikel dengan subjek koperpusdokinfo ditulis oleh Sekretariat Badan, PSEKP, dan PUSTAKA. Namun bila dilihat dari persentase per institusi maka 100% artikel PUSTAKA mengenai koperpusdokinfo, dan hanya 30,34% artikel Sekretariat Badan mengenai koperpus-dokinfo. BPTP yang paling banyak menyumbang artikel dalam subjek koperpusdokinfo yaitu BPTP Riau, Ka-limantan Timur, dan Sumatera Utara masing-masing 4,08%.
BB Pascapanen paling banyak berkontribusi untuk artikel dengan subjek pascapanen, disusul Puslitbang-bun dan BB Pengkajian. BPTP Jawa Timur mempunyai kontribusi terbesar untuk artikel pascapanen (5,75%), disusul BPTP Sulawesi Tengah (3,45%).
BBSDLP mempunyai kontribusi paling besar pada subjek tanah dan agroklimat yaitu 45 artikel, disusul PSEKP. BPTP Kalimantan Selatan dan Jawa Barat memberikan kontribusi masing-masing 3 dan 2 artikel.
Tabel 5. Sebaran artikel Badan Litbang Pertanian pada Sinar Tani berdasarkan subjek, 2002-2006. Subjek
Instansi
Ta n a h Budi daya Pemuliaan Alsin Hama penyakit Pascapanen Sosial
Komunikasi ekonomi perpustakaan, dokumentasi, informasi, Sekretariat Badan 2 1 7 6 0 1 5 3 1 2 7 PSEKP 1 3 4 3 1 0 1 6 1 1 7 0 1 9 PUSTAKA 0 0 0 0 0 0 0 1 7 Puslitbangtan 0 1 8 1 6 5 2 6 1 4 5 Puslitbangbun 2 2 4 6 2 7 1 5 2 3 9 Puslitbanghorti 1 1 1 9 0 2 4 1 3 2 Puslitbangnak 0 1 4 4 1 1 6 4 5 0 BBSDLP 4 5 2 2 0 0 0 5 1 BB Pengkajian 1 1 1 0 0 0 1 4 2 5 8 BBPMP 0 0 0 1 7 0 0 0 2 BB Pascapanen 0 0 0 0 0 1 9 2 0 BB Biogen 0 3 5 1 0 1 2 0 LRPI 0 3 1 0 0 8 1 0 8 Jumlah 6 4 1 4 6 5 9 2 7 3 4 8 7 2 0 0 9 8
Puslitbangtan mempunyai kontribusi paling besar dalam subjek pemuliaan, disusul PSEKP dan Puslit-banghorti. Subjek hama penyakit banyak ditulis oleh Puslitbangnak, disusul Puslitbangbun, dan PSEKP. BPTP yang menulis artikel tentang hama penyakit adalah BPTP Sumatera Utara dan Lampung masing-masing 2 artikel. Subjek alat dan mesin pertanian (alsintan) paling sedikit ditulis, yaitu oleh BBPMP serta BPTP Sulawesi Tengah.
KESIMPULAN DAN SARAN
Jumlah nomor Sinar Tani yang terbit bulan Januari 2002 hingga November 2006 adalah 254 nomor, yaitu nomor 2925-3179. Pada tahun 2002, 46 nomor (87%) memuat artikel mengenai Badan Litbang Pertanian, tahun 2003 39 nomor (78%), tahun 2004 49 nomor (96%), dan tahun 2005 36 nomor (71%). Pada tahun 2006, seluruh nomor Sinar Tani memuat artikel Badan Litbang Pertanian.
Instansi lingkup Badan Litbang Pertanian yang paling banyak menyumbangkan tulisannya adalah PSEKP yaitu 175 artikel, disusul Sekretariat Badan dan Puslitbangbun masing-masing 89 artikel. BB Biogen belum banyak menulis artikel di Sinar Tani karena selama lima tahun hanya menulis 12 artikel. Dua puluh enam BPTP telah berkontribusi dalam Sinar Tani, terbanyak adalah BPTP Jawa Timur dengan 16 artikel, disusul BPTP Bali, BPTP Lampung, dan BPTP Sumatera Utara masing-masing 15, 12, dan 12 artikel. BPTP Sumatera Barat belum pernah menyumbangkan artikel atau diliput Sinar Tani, demikian pula BPTP yang baru yaitu Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Irian Jaya Barat. Selain ditulis oleh wartawan, artikel mengenai Badan Litbang Pertanian di Sinar Tani juga ditulis oleh 233 peneliti (31,9%). Peneliti yang paling banyak menulis adalah Gatot Irianto dengan 9 artikel, disusul Abdurahman Adi 8 artikel dan Fawzia Sulaeman 7 artikel. Selama 2002-2006, artikel yang paling banyak dimuat adalah mengenai teknologi yaitu 359 artikel (49,11%),
disusul berita 204 artikel (27,91%), kebijakan 104 artikel (14,23%), dan profil 64 artikel (8,76%). PSEKP paling banyak menulis berita, profil, dan teknologi, sedangkan kebijakan banyak ditulis oleh Sekretariat Badan Litbang Pertanian.
Artikel yang secara nyata menyebut komoditas berjumlah 523 judul (72,84 %). Dari jumlah tersebut, 181 artikel (34,61%) membahas tanaman pangan, 97 artikel (18,55%) hortikultura, 166 artikel (31,74%) perkebunan, dan 79 artikel (15,11%) peternakan.
Artikel sosial ekonomi paling banyak dimuat di Sinar Tani, yaitu 200 artikel (27,97%), disusul budi daya 146 artikel (20,42%), komunikasi, perpustakaan, do-kumentasi dan informasi 98 artikel (13,71%), serta panen (pascapanen), tanah (agroklimat), pemuliaan, hama pe-nyakit dan alsintan masing-masing 87 artikel (12,17%), 64 artikel (8,95%), 59 artikel (8,25%), 34 artikel (4,76%), dan 27 artikel (3,78%).
Beberapa instansi lingkup Badan Litbang Pertanian belum banyak memberikan kontribusi artikel di Sinar Tani. Oleh karena itu, pelatihan untuk meningkatkan kemampuan peneliti atau staf dalam penulisan di surat kabar perlu dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA
Arboleda, C.R. 1991. Communication Research. Manila: CFA Media Group.
Feliciano, G.D. 1994. Communication Research for Beginners: Methods and Applications. Quezon City: IEC Enterprises.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. 2006. Fungsi Humas Belum Maksimal. <http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=98641>. [3 Januari 2006]. Mulyani, E.S., H. Suryantini, dan E. Setyorini. 2006. Persepsi
penyuluh terhadap Warta Litbang Pertanian dan pemanfaatannya. Jurnal Perpustakaan Pertanian 15(1): 11-17.
Usman, H. dan P.S. Akbar. 2006. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.